Anda di halaman 1dari 3

KASUS

Di ruangan Arjuna RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi terlihat Tn. J (25 tahun) yang tampak murung di sudut ruangan. Tn. J sudah sekitar 2 minggu masuk di ruangan tersebut, namun belum ada perbaikan kondisi penyakitnya. Tn. J memperlihatkan posisi katatonik, tidak mau bicara dengan orang lain dan merasa tidak berharga. Menurut keluarga Tn J bahwa Tn. J terlihat mengalami gangguan jiwa sejak tunangan Tn. J menikah dengan orang lain, sehingga Tn. J merasa minder, tidak berani menghadapi kehidupan, menarik diri dari lingkungan sekitar dan merasa putus asa. Tn. J jarang mendapatkan reinforcement positif dari orang lain dan menggunakan koping maladaptif serta saat ini Tn. J berada pada fase denial.

Tugas : 1. Jelaskan konsep dari kasus diatas : a. Definisi b. Etiologi c. Tanda dan gejala d. Perjalanan penyakit e. Manifestasi klinis f. Program pengobatan 2. Buat pengkajian keperawatan dari kasus tersebut 3. Buat pohon masalah dari kasus tersebut 4. Buat diagnosa keperawatan jiwa (minimal 3 diagnosa) 5. Buat intervensi keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan 6. Buat strategi pelaksanaan tindakan (SP) sesuai dengan kasus tersebut Prilaku katatonik : Katatonia atau perilaku katatonik adalah gangguan perilaku yang melibatkan kedua ekstrim gerakan. Penyebabnya dapat psikologis atau neurologis. Bentuk yang paling terkenal melibatkan posisi kaku tak bergerak untuk jangka waktu yang lama, seringkali berhari-hari atau minggu, bahkan lebih (disebut katalepsi). Katatonia juga dapat merujuk pada perilaku motorik gelisah tanpa tujuan yang tidak dirangsang oleh hal apa pun di

lingkungan. Gerakan cepat atau berulang terus-menerus, seringkali diikuti meringis dan ekspresi wajah yang aneh, dan gerakan tubuh yang tidak biasa adalah ujung ekstrim lain dari katatonia. Sebuah bentuk yang kurang ekstrim dari katatonia melibatkan aktivitas motorik sangat lambat.

Seringkali, postur fisik dari individu katatonik tidak biasa dan/ atau tidak tepat, dan orang tersebut dapat berada pada postur itu jika ditempatkan oleh orang lain. Sekitar 5-9% dari semua pasien rawat inap psikiatri menunjukkan beberapa gejala katatonik. Dari jumlah tersebut, 25-50% berhubungan dengan gangguan suasana hati (mood), 10-15% berhubungan dengan skizofrenia, dan sisanya berhubungan dengan gangguan mental lainnya. reinforcement positif

Terjadinya perilaku diikuti dengan penambahan stimulus (penguat) atau peningkatan intensitas stimulus, yang menghasilkan penguatan perilaku. Bentuk-bentuk reinforcement positif dapat berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb). Reinforcement Negatif Terjadinya perilaku diikuti dengan penghapusan stimulus (stimulus aversif) atau penurunan intensitas stimulus, yang menghasilkan penguatan perilaku. Bentuk-bentuk reinforcement negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll). koping maladaptive Adalah respon individu dalam menghadapi masalah dimana individu tidak mampu memecahkan masalah tersebut. Respon maladaftifnya adalah : 1. Harga diri rendah adalah individu yang cenderung untuk menilai dirinya yang negatif dan merasa lebih rendah dari orang lain.

2. Kerancuan identitas adalah identitas diri kacau atau tidak jelas sehingga tidak memberikan kehidupan dalam mencapai tujuan 3. Depersonalisasi (tidak mengenal diri) tidak mengenal diri yaitu mempunyai kepribadian yang kurang sehat, tidak mampu berhubungan sengan orang lain secara intim. Tidak ada rasa percaya diri atau tidak dapat membina hubungan baik dengan orang lain fase denial.

Yaitu melakukan bloking atau menolak terhadap kenyataan yang ada karena kenyataan yang ada dirasa mengancam integritas individu yang bersangkutan. Istri yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya secara mendadak, merasa suaminya masih hidup sehingga tiap sore dia masih membuatkan kopi untuk suaminya seprti biasanya, ini merupakan contoh dari denial. Fanatisme agama dengan menganggap agama atau kepercayaan lain merupakan sesuatu yang salah, sedangkan agama atau kepercayaan yang dijalani merupakan satu-satunya yang benar merupakan contoh lain mekanisme denial, karena sebenarnya individu yang fanatic tersebut merasa terancam dengan adanya keyakinan lain, yang berpotensi mengancam integritas keyakinannya sendiri.