Anda di halaman 1dari 33

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu terapi yang berfokus untuk memodifikasi atau mengubah perilaku.

Seperangkat perilaku atau respon yang dilakukan dalam suatu lingkungan dan menghasilkan konsekuensi-konsekuensi tertentu. Terapi perilaku berusaha menghilangkan masalah perilaku khusus secepat-cepatnya dengan mengawasi perilaku belajar si pasien. Operan conditioning adalah modifikasi perilaku yang dipertajam atau ditingkatkan frekuensi terjadinya melalui pemberian reinfo rcement. Lingkungan sosial digunakan untuk membantu seseorang dalam meningkatkan kontrol terhadap perilaku yg berlebihan atau berkurang . 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas bagaimana tinjauan pustaka dan asuhan keperawatan pada pasien dengan melakukan terapi perilaku ? 1. Tujuan 1.3.1 Tujuan umum Setelah membaca makalah ini di harapkan semua penbaca mengetahui dan memahami materi keperawatan jiwa mengenai terapi perilaku 1.3.2 Tujuan Khusus Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca mampu memahami ! 1. "efinisi terapi perilaku #. tujuan di lakukan terapi perilaku . . kritikan terapi perilaku $. janis % jenis terapi perilaku &. gambaran terapi perilaku .

'. indikasi terapi perilaku . (. prinsip-prinsip terapi perilaku ). aplikasi teoritis terapi perilaku *. fungsi dan peran terapis 1+. hubungan antara terapis dan klien 11. aplikasi teoritis terapi perilaku 1#. penyusunan jadwal reinforcement 1 . perubahan penerapan terapi perilaku 1$. prinsip penggunaan pendekatan ,BT 1&. pengajaran -B, 1.3.3 Tujuan Kelom ok .ntuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa khususnya mahasiswa keperawatan tentang terapi perilaku 1.!. "an#aat 1.1.1 Bagi/ahasiswa Sebagai bahan materi pembelajaran mahasiswa khususnya dalam format asuhan keperawatan jiwa # tentang terapi perilaku 1.1.# Bagi0nstitusi1endidikan 1embuatan kasus pembelajara mahasiswa dapat memacu ino2asi dan daya piker kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah keperawatan asuhan keperawatan jiwa #.

BAB 2 PE"BAHA$AN 2.1 DE%&N&$& Terapi perilaku adalah terapi psikologis singkat bertarget yang lebih menangani gambaran terkini berbagai gangguan ketimbangan3 mengurusi perkembangan sebelumnya. Terapi ini didasarkan pada teori pembelajaran perilaku3 yang selanjutnya didasarkan pada classical dan operant conditioning. 1enilaian objektif berkelanjutan mengenai kemajuan pasien dibuat. dalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar. Terpi ini menyertakan penerapan yang sistematis prinsip-prinsip belajar pada pengubahan tingkah laku kea rah cara-cara yang lebih adaptif. tingkah laku 4 prilaku adalah pendekatan penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berlandaskan pada berbagai teori tentang belajar dalam usaha melakukan pengubahan tingkah laku. "alam

penyelesaian masalah3 kondisi masalah harus dispesifikkan. Saat ini3 bentuk pendekatan ini banyak di gunakan karena penekanannya pada perubahan tingkah laku dimana tingkah laku tersebut bisa didefinisikan secara operasional3 diamati dan diukur. 0stilah terapi prilaku dan konseling beha2ioristik berasal dari bahasa 0nggris Beha2ior ,ounseling yang untuk pertama kali digunakan oleh 5hon ".6rumboln 71*'$8. 6rumboln adalah promotor utama dalam menerapkan pendekatan beha2ioristik terhadap konseling3 meskipun dia melanjutkan aliran yang sudah dimulai sejak tahun 1*&+3 sebagai reaksi terhadap corak konseling yang memandang hubungan antar pribadi3 antara konselor dan konseling sebagai komponen yang mutlak diperlukan dan sekaligus cukup untuk memberikan bantuan psikologis kepada seseorang. /enurut /ar9uis3 terapi perilaku adalah suatu teknik yang

menerapkan informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan masalah manusia. 5adi tingkah laku berfokus pada bagaimana orangorang belajar dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka. Secara umum terapi perilaku adalah pendekatan penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berlandaskan pada berbagai teori tentang belajar dalam usaha melakukan pengubahan tingkah laku. "alam penyelesaian masalah3 kondisi masalah harus dispesifikkan. Saat ini3 bentuk pendekatan ini banyak di gunakan karena penekanannya pada perubahan tingkah laku dimana tingkah laku tersebut bisa didefinisikan secara operasional3 diamati dan diukur. 2.2 Tujuan Tera ' er'laku /enurut :andojo ada beberapa tujuan terapi yang perlu ditetapkan dan diingat sebagai berikut! 1. komunikasi dua arah yang aktif /ereka dapat melakukan percakapan pararel3 dapat melontarkan hal-hal yang lucu. Tujuan ini harus selalu diingat3 sehingga kecakapan

anak dapat terus ditingkatkan sampai seperti atau mendekati kemampuan orang yang normal. #. sosialisasi ke dalam lingkungan yang umum Setelah anak mampu berkomunikasi3 lakukan hal-hal yang menambah generalisasi. ;eneralisasi menyangkut subjek atau orang lain3 intruksi3 objek3 respon anak dan lingkungan yang berbeda-beda. . menghilangkan atau meminimalkan perilaku yang tidak wajar. 1erilaku yang aneh perlu segera dihilangkan sebelum usia & tahun3 agar tidak mengganggu kehidupan sosial anak setelah dewasa. Banyak orang tua yang lebih memprioritaskan hal-hal yang akademik3 tetapi lalai dalam menangani perilaku yang tidak wajar. $. mengajarkan materi akademik 6emampuan akademik sangat bergantung pada intelegensia atau 0< anak. -pabila 0< anak memang tidak termasuk yang di bawah normal3 maka kemampuan akademiknya juga pasti tidak sulit untuk dikembangkan. 0ni adalah kemampuan yang juga diperlukan bagi setiap indi2idu3 agar dalam hal-hal yang pribadi3 mampu dikerjakan sendiri tanpa dibantu orang lain. /akan3 minum3 memasang dan melepas pakaian dan sebagainya. "i samping itu pada anak yang lebih besar dapat diajarkan keterampilan lain seperti berenang3 melukis3 memasak3 olag raga dan sebagainya. 6eterampilan ini akan sangat bermanfaat3 selain sebagai latihan motorik3 juga untuk memupuk bakat anak3 dan dapat mengisi seluruh waktu anak. Sedangkan tujuan dari terapi tingkah laku menurut Supriadi adalah menciptakan proses baru bagi proses belajar3 karena segenap tingkah laku adalah dipelajari. -da beberapa kesalahpahaman tentang tujuan terapi tingkah laku3 antara lain ! 1. Bahwa tujuan terapi semata-mata menghilangkan gejala suatu gangguan tingkah laku dan setelah gejala itu terhapus3 gejala baru akan muncul karena penyebabnya tidak ditangani. #. Tujuan klien ditentukan dan dipaksanakan oleh terapi tingkah laku. Tujuan Tera ' Per'laku $e(ara Umum

Tujuan umum

yaitu

menciptakan kondisi baru untuk belajar.

"engan asumsi bahwa pembelajaran dapat memperbaiki masalah perilaku. Sedangkan terapi perilaku kontemporer menekankan peran aktif klien dalam menentukan tentang pengobatan mereka. 7 ;unarsa3 Singgih ". 7#++(8. Konseling dan Psikoterapi. 5akarta! ;unung /ulia8 2.3 Kr't'kan untuk tera ' er'laku Terapi perilaku tidak menangani penyebab-penyebab3 tetapi lebih manangani ke gejala-gejala Terapi perilaku tidak diterapkan pada orang yang taraf berfungsinya relatif tinggi tingkah laku bisa diterapkan hanya pada kecemasan-kecemasan yang spesifik3 fobia-fobia dan masalahmasalah yang terbatas /odifikasi tingkah laku tidak berfungsi /odifikasi tingkah laku bekerja =terlalu baik>. 1. Terapi perilaku bisa mengubah tingkah laku3 tetapi tidak mengubah perasaan-perasaa #. Terapi perilaku laku mengabaikan pentingnya hubungan terapis klien dalam terapis . Terapi perilaku tidak memberikan insight. 6arena seringnya3 $. Terapi perilaku fokus pada masa lalu klien sehingga seringnya &. terapis tidak membahasnya meskipun sebenarnya terapis mengetahui masalah tersebut. 2.! )EN&$ * )EN&$ TERAP& PER&LAKU Terdapat beberapa jenis terapi perilaku yang banyak digunakan orang3 yaitu relaksasi3 desensitisasi sistematis3 pembiasaan operan3 modeling3 pelatihan asersi3 pelatihan a2ersif3 dan biofeedback. 1. Relaksas' -da yang berpendapat bahwa relaksasi adalah bukan termasuk terapi perilaku yang spesifik3 karena dalam terapi3 latihan relaksasi ini sering pula digunakan sebagai pengantar. -lasannya sangat jelas3 yakni kalau melakukan kegiatan macam apapun3 seandainya dilakukan dalam kondisi dan situasi yang relaks3 maka hasil dan prosesnya akan optimal.

?amun3 karena menyangkut metode yang sama dengan terapi perilaku3 ialah berupa pengaturan terutama gerakan motorik3 maka akan lebih tepat untuk menempatkan dalam kelompok Terapi 1erilaku. Tujuannya sudah jelas3 bahwa relaksasi merupakan upaya untuk mengendurkan ketegangan3 pertama-tama jasmaniah yang pada akhirnya mengakibatkan mengendurnya ketegangan jiwa. ,aranya dapat bersifat respiratoris3 yaitu dengan mengatur akti2itas bernafas3 atau bersifat otot. 1elatihan relaksasi pernafasan3 dilakukan dengan mengatur mekanisme pernafasan3 ialah tempo4irama dan intensitas yang lebih lambat dan dalam. 6etentuan dalam bernafas3 khususnya dengan irama yang tepat3 akan menyebabkan otot makin lentur dan dapat menerima situasi yang merangsang luapan emosi tanpa membuatnya kaku. Sangat biasa3 dan itulah yang banyak dilakukan orang3 yakni dalam bentuk penggabungan relaksasi pernafasan dan otot. ,aranya adalah dengan mengatur nafas yang kemudian ditambah dan dikombinasikan dengan pengaturan gerakan otot. 5adi ! 1. 1ertama % tama mengatur irama dan kedalaman pernafasan sampai pada taraf yang paling membuat pasien merasa nyaman. #. 6emudian otot % otot dilatih menegang dan melemas. 6ebanyakan pelatih relaksasi3 memulai melemaskan atau

menegangkan otot pada bagian tubuh yang terjauh dari jantung. -lasannya adalah agar kalau terjadi kekejangan pada otot karena mulai melatih3 maka kekejangan itu tidak pada otot jantung atau yang dekat dengan jantung. 5adi3 mulai dari ujung kuku3 tungkai kaki3 dan seterusnya3 serta jari tangan3 tangan lengan dan seterusnya. 2. Desens't'sas' $'stemat's 1roses teknik penanganan ini umumnya dilandasi oleh prinsip kontrakebiasaan belajar 7counter conditioning83 terutama dalam rangka menghilangkan kecemasan dan kadang % kadang juga ketakutan. 5enis teknik ini akan lebih baik kalau obyek yang menyebabkan menjadi tegang atau takut3 relati2e jelas. /isalnya3 takut pada sesuatu benda 7 phobia8 atau takut kalau harus berpidato di hadapan banyak orang3 dengan alasan yang tidak masuk akan3 irasional. Tata laksana teknik terapi ini didasarkan pada desensitisasi3 artinya membuat lebih tidak sensitifnya ia terhadap sesuatu hal3 keadaan3

atau pendapat@ dan sistematika3 yang berarti memiliki urutan tertentu3 secara bertahap. /isalnya3 menangani orang4klien yang takut pada binatang tertentu3 misalnya ular. 6lien diminta untuk memperhatikan gambar ular yang kecil yang ditempatkan pada tempat yang jauh. 6alau klien tidak menunjukkan ketegangan3 kecemasan atau ketakutan3 gambar itu dikedepankan secara bertahap. 6emudian3 gambarnya diperbesar dan dilakukan hal yang sama. Selanjutnya3 gambar diganti dengan ular kecil yang tidak berbahaya. 6emudian dengan ular yang besar dan seterusnya. Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan pada teknik desensitisasi sistematis ini3 yakni pertama3 pembuatan program terapi yang dibangun bersama antara klien dan terapis secara tepat3 dan Kedua, menentukan obyek yang menakutkan itu. 6alau takut pada singa liar yang lapar3 itu wajar3 bukan fobia. .kuran fobia atau tidak3 akan tergantung pada pendapat ilmu pengetahuan dan pemahaman umum. .lar sering disebut sebagai obyek fobia3 karena menurut ilmu pengetahuan3 ular itu secara disebut sebagai obyek fobia3 karena menurut ilmu pengetahuan3 ular itu secara umum bukanlah binatang buas yang memburu manusia untuk dipatuk. Takut pada kecoa pada kaum wanita pada umumnya3 bisa normal3 sehingga tidak dapat disebut fobia. Tetapi kalau takutnya berlebihan3 maka jadi disebut fobia. 3. Pem+'asaan , eran Landasan pembiasaan operan adalah aplikasi penguatan negati2e dan positif 7negative and positive reinforcement83 respons cost, pembentukan perilaku dengan ancer-ancer suksesif 7Shaping by successive approximations83 dan pembedaan 7Discrimination8 atau penyamaan 7Generalization8. 1enguatan atau reinforcement adalah upaya agar apa yang telah dicapai atau dimiliki dapat dipertahankan atau disebut ditingkatkan 7positif8. Bisa jadi juga sebaliknya3 yaitu dilemahkan atau disebut extinction3 bila kebiasaan yang telah relasi terapeutik antara terapis dank lien 7Aord3 1*()8. 1enguatan negati2e dilakukan seandainya terdapat tingkah laku yang tidak diharapkan3 misalnya gejala-gejala =tics> atau gagap.

Bperan merupakan inisiatif yang dilakukan oleh klien3 dalam arti bahwa ia melakukan pemilihan apa yang sebaliknya dilakukan berdasarkan berbagai opsi3 yang disediakan. espons cost3 reposisi penguat positif berkaitan dengan perilaku negati2e "reatment8 dicontohkan sering dalam kontrak sebagai penanggulangan insentif bagi 7!ontract untuk digunakan klien

berpartisipasi secara penuh dalam suatu program terapeutik atau pendidikan. /isalnya3 partisipan dalam program pendidikan keterampilan orang tua bisa diminta untuk mengajukan suatu simpanan yang sebanding dengan bayarannya3 yang akan dibayarkan kepadanya jika ia telah menyelesaikan seluruh inter2ensinya. 5ika3 bagaimanapun3 klien gagal datang pada sesi inter2ensi3 suatu bagian dari tabungan akan datang sebagai denda3 sebagai biaya. 5ika terdapat banyak keterampilan harus dimiliki klien dalam proses inter2ensinya3 cara respons cost ini sering efektif. /isalnya dalam usaha meningkatkan keterampilan sosial. 1elatihan diskriminasi dan generalisasi terprogram3 dicontohkan oleh pendekatan keperilakuan terhadap manajemen strees dan pendidikan kesehatan. 6lien pertama % tama dilatih untuk membedakan antara stress4ketegangan dan relaksasi3 dalam arti reaksi badan dan perilaku kognitifnya. "iskriminasi dapat dikuatkan dengan pelaksanaan stressnya selama seminggu dan relaksasi dalam pelatihan relaksasi otot progresif. !. "o-el'ng 1rinsip teori yang melandasi teknik terapi ini adalah teori mengenai belajar melalui pengamatan 7observation learning8 atau sering juga disebut belajar sosial 7social learning8 dari Calter dan Bandura. pada prinsipnya3 terapis memperlihatkan model yang tepat untuk membuat klien dapat meniru bagaimana ia seharusnya melakukan upaya menghilangkan perasaan dari pikiran yang tidak seharusnya dari orang lain yang disebut model itu. Terhadap dua konsep yang berbeda yang digunakan dalam modeling ini3 yakni antara coping dan mastery model menampilkan perilaku ideal3 contohnya bagaimana menangani ketakutan. Sebaliknya3 coping model pada dasarnya menampilkan bagaimana ia tidak merasa takut untuk menghadapi hal yang semula menakutkan.

.. Pelat'han Asers' 1elatihan ini makin banyak dikembangkan dan digunakan orang karena untuk dapat membangun kerjasama dan bergaul dengan orang lain diperlukan sikap dan kemampuan asertif. 6emampuan asertif ini adalah kemampuan untuk mengekspresikan apa ada dalam diri seseorang secara mandiri dan tegas serta memuaskan3 rasional3 dan juga tanpa mengagrasi maupun mengikuti orang lain. Saat ini banyak orang yang mengalami kesukaran dalam mengambil inisiatif yang positif maupun negati2e3 berpendirian3 dengan aturan % aturan yang masuk akal3 menolak3 permintaan yang tidak masuk akal. #ssertion "raining 7-T8 digunakan untuk menanggulangi gangguan obsesif kompulsif3 alkoholisme3 penyimpangan seksual3 cemas saat berpacaran3 perilaku agrasif dan eksplosif3 dan kelemahan keterampilan sosial. Secara tipikal3 perlaksanaan -T melibatkan teknik % teknik keperilakuan sebagai berikut! Sharing by successive approximations$ Teknik ini mungkin merupakan metode yang paling fundamental3 melibatkan pro2isi penguatan positif kepada klien sebagai pembelajaran untuk menampilkan perilaku asertif terus menerus. ,aranya adalah seperti keterampilan desensitasi3 dimana dibuat suatu urutan bertingkat 7hirakhi8 dari perilaku yang hanya sedikit nilai asertifnya sampai yang dinilai sangat asertif. Dang lebih spesifik antara lain adalah! %odelling3 dimana klien mencontoh perilaku asertif yang efektif@ kemudian latihan berperilaku 7behavior rehearsal83 di mana klien berlatih melakukan tindakan % tindakan dalam situasi yang tidak mengancam. Selanjutnya juga coaching3 di mana terapis melatih klien untuk melakukan tindakan % tindakan asertif. Selanjutnya juga pemberian umpan balik 7 feed back83 dimana terapis menyediakan penguat dan saran % saran ketika klien berada dalam situasi pelatihan @ dan pemberian instruksi 2ideotape. "ari penelitian % penelitian disimpulkan bahwa yang paling efektif adalah kombinasi dari teknik-teknik tersebut. /. B'o#ee-+a(k Teknik ini merupakan teknik yang digunakan untuk pembiasaan perilaku otomatis manusia. 1aradigma umum penanggulangan biofeedback melibatkan penggunaan peralatan perekam yang secara terus menerus memantau respons % respons fisik subyek dan tampilan

10

respons itu kepada subyek. /isalnya peralatan mencatat detak jantung atau tegangan otot subyek3 dan subyek dapat mengamati dan menerima umpan balik. 2.. 0A"BARAN PER&LAKU 1erilaku adalah respon yang timbul secara eksternal3 dipengaruhi oleh stimulus lingkungan dan dapat dikontrol secara primer oleh konsekuensinya 1erilaku dapat diamati3 diukur3 dan dicatat oleh diri sendiri maupun orang lain. Bbser2asi yang bersifat subyektif dilakukan diri sendiri dan obser2asi yang bersifat obyektif dilakukan orang lain. 2./ &ND&KA$& TERAP& PER&LAKU 0ndikasi utama ialah gangguan fobik dan perilaku kompulsif3 disfungsi seEual 7misalnya impotensi dan frigiditas8 dan de2iasi seEual 7misalnya eEhibisionisme8. "apat dicoba pada pikiran-pikiran obsesif3 gangguan kebiasaan atau pengawasan impuls 7misalnya gagap3 enuresis3 dan berjudio secara kompulsif83 gangguan nafsu makan 7obesitas dan anoreEia8 dan reaksi kon2ersi. Terapi perilaku tidak berguna pada skiFofrenia akut3 depresi yang hebat dan 7hipo8 mania. 2.1 PR&N$&P2PR&N$&P TERAP& PER&LAKU 1. "en'ngkatkan atau mem ertahankan er'laku 1erilaku mungkin akan meningkat baik frekuensi3 einforcement

kompleksitas4lamanya dengan pemberian reinforcement.

adalah suatu proses3 dimana kejadian atau kondisi lingkungan yang menyertai perilaku dapat mempengaruhi perilaku yang timbul kemudian. a. 1ositif reinforcement ! /eningkatnya frekuensi sebuah respon3

dan respon tersebut diikuti oleh stimulus yg menyenangkan. ,ontohnya perilaku mengucapkan salam yang disambut dengan senyuman oleh orang yg dituju. b. ?egati2e reinforcement ! /eningkatnya frekuensi suatu respon3 karena respon tersebut memindahkan beberapa stimulus yang

11

negatif atau menyakitkan dan tidak menyenangkan. Stimulus yang tidak menyenangkan 7konflik8 akan meningkatkan respons menyibukkan diri. 2. "enurunn3a er'laku .paya meningkatkan perilaku dilakukan dengan pemberian

punishment dan extinction a. Punishment a8 ! 6onsekuensi-konsekuensi yang menghasilkan

penekanan4penurunan frekuensi tingkah laku yang akan muncul ! Positive punishment ! /enghadirkan stimulus bertentangan yang mengikuti suatu perilaku dengan tujuan menurunkan perilaku tersebut. b8 &egative punishment 6ejadian yang menggantikan4menurunkan suatu perilaku3 ada # bentuk yaitu espon !ost adalah kerugian yg mengikuti perilaku dan "ime out adalah prosedur punishment dalam periode waktu tertentu dimana selama waktu tersebut pemberian reinforcement tidak sesuai. b. 'xtinction !1rosedur yang biasa digunakan oleh pemberi

reinforcement untuk menghilangkan perilaku. 'xtinction berjalan lebih lambat dari pada reinforcement 3. Desens't'sas' $'stem'k "esensitisasi sistemik yang dikembangkan oleh 5oseph Colpe3 didasarkn pada prinsip perilaku counterconditioning3 disini seseorang menghadapi ansietas maladapti2e yang dicetuskan oleh situasi atau suatu objek dengan mendekati situasi yang ditakuti secara bertahap dan didalam keadaan psikofisiologis yang menghambat ansietas. "idalam desensitisasi sistemik3 pasien mendapatkan keadaan relaksasi seutuhnya dan kemudian dipajankan pada stimulus yang mencetuskan respon ansietas. Geaksi negati2e ansietas dihambat oleh keadaan relaksasi3 suatu proses yang disebut inhibisi resiprokal. Bukannya menggunakan situasi atau objek sebenarnya yang mencetuskan rasa takut3 pasien dan

12

terapis menyiapkan daftar bertingkat suasana mencetuskan ansietas dan terkait dengan rasa takut pasien. 6eadaan relaksasi yang dipelajari dan situasi pencetus ansietas secara sistematis dipasangkan didalam terapi. "engan demikian3 desensitisasi sitematik terdiri atas tiga langkah! pelatihan relaksasi3 pembangunan hirarki dan desensitisasi stimulus. a. 1elatihan Gelaksasi Gelaksasi menghasilkan efek fisiologis yang berlawanan dengan efek fisiologis aliran ansietas! darah denyut jantung dan lambat3 meningkatnya keperifer3 sensibilitas

neuromuskular. Beberapa diantaranya3 seperti yoga dan Fen3 telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Sebagian besar metode menggunakan relaksasi progresi yang dikembangkan oleh psikiater Hdmund 5acobson. 1asien merelaksasi kelompok otot utama dalam rangkaian tetap3 dimulai dari kelompok otot kecil kaki terus kearah kepala atau sebaliknya. Beberapa klinisi memakai hipnosis untuk mempermudah relaksasi atau menggunakan latihan dengan menggunakan kaset untuk memungkinkan pasien berlatih relaksasi sendiri. /ental imagery merupakan metode relaksasi dengan pasien diinstruksikan untuk membayangkan dirinya disuatu tempat yang terkait dengan kenangan yang menyenangkan dan membuat santai. Bayangan tersebut memungkinkan pasien memasuki keadaan atau pengalaman relaksasi3 seperti yang dinamakan oleh :erbert Benson3 respon relaksasi. 1erubahan fisiologis yang berlangsung saat relaksasi adalah kebalikan dari perubahan yang dicetuskan oleh respon stress adrenergic yang merupakan bagian dari banyak emosi. Tegangan otot3 frekuensi pernapasan3 denyut jantung3 tekanan darah3 dan konduktansi kulit menurun. Suhu jari dan aliran darah ke jari biasanya meningkat. Gelaksasi meningkatkan 2ariabilitas denyut jantung respirasi3 suatu indeks tonus parasimpatis. b. 1embangunan :irarki

13

6etika membangun hirarki3 klinisi mennetukan semua keadaan yang mencetuskan ansietas3 kemudian pasien menciptakan daftar hirarki 1+ hingga 1# situasi dalam urutan meningkatnya ansietas. ,ontohnya3 hirarki akrofobik dapat dimulai dengan pasien membayangkan berdiri didekat jendela dilantai kedua dan diakhiri dengan berada di atap gedung #+ tingkat3 bersandar dipembatas dan melihat ke bawah. c. "esensitisasi Stimulus 1ada langkah terakhir3 yang disebut desensitisasi3 pasien melanjutkan daftar secara sistematik dari situasi yang kurang mencetuskan ansietas hingga yang paling mencetuskan ansietas saat berada dalam keadaan relaksasi dalam. 6ecepatan dapat perkembangan pasien melalui daftar tersebut ditentukan oleh respons mereka terhadap stimulus. 6etika pasien membayangkan dengan jelas situasi pada hirarki yang paling mencetuskan ansietas dengan tenang3 mereka akan mengalami sedikit ansietas di dalam situasi kehidupan sebenarnya yang sama. !. Pemajanan Bert'ngkat Tera eut'k 1emajanan bertingkat terapeutik serupa dengan desensitisasi sistematik kecuali bahwa pelatihan relaksasi tidak dilibatkan dan terapi biasa dilakukan didalam konteks kehidupan sebenarnya. :al ini berarti bahwa indi2idu tersebut harus berkontak dengan stimulus peringatan untuk pertama kali belajar bahwa tidak ada akibat berbahaya yang akan terjadi. 1ajanan ditingkatkan sesuai hirarki. ,ontohnya3 pasien yang takut pada kucing3 dapat meningkat dari melihat gambar kucing hingga menggendong kucing. .. %loo-'ng Alooding serupa dengan pemajanan bertingkat yaitu bahwa flooding memajankan pasien pada objek yang ditakuti in 2i2o@ meski demikian3 tidak ada hirarki. Alooding didasarkan pada dasar pemikiran

14

bahwa melarikan diri dari pengalaman yang mencetuskan ansietas mendorong ansietas melalui pembelajaran. "engan demikian3 klinisi dapat mengakhiri ansietas dan mencegah perilaku menghindar yang dipelajari dengan tidak memungkinkan pasien lari dari situasi tersebut. 6eberhasilan prosedur ini bergantung pada pertahanan pasien didalam situasi yang menimbulkan takut sampai mereka menjadi tenang dan merasakan sensasi penguasaan. /enarik diri secara dini dari situasi atau secara dini mengakhiri situasi yang dibayangkan adalah sebanding dengan pelarian diri3 yang kemungkinan mendorong ansietas yang dipelajari serta perilaku menghindar dan menghasilkan efek berlawanan yang diinginkan. "i dalam suatu 2arian3 yang disebut imaginal flooding3 objek atau situasi yang ditakuti dihadapkan hanya didalam imajinasi bukannnya dikehiupan nyata. /. Assert'4enes Tra'n'ng .ntuk menjadi asertif seseorang perlu memiliki kepercayaan diri di dalam penilaiannya dan harga diri yang cukup untuk mengekspresikan pendapat mereka. 1elatihan dan keterampilan social dan keasertifan mengajari seseorang cara merespons dengan sesuai dilingkungan social3 mengekspresikan pendapat mereka dengan cara yang dapat diterima3 dan memperoleh tujuan mereka. Berbagai teknik3 termasuk role model3 desensitisasi3 dan dorongan positif3 digunakan untuk meningkatkan keasertifan. 1. Tera ' A4ers' 6etika stimulus berbahaya 7hukuman8 muncul segera setelah suatu respons perilaku tertentu3 secara teoritis3 respon ini akhirnya dihambat dan diakhiri. Banyak stimulus berbahaya yang digunakan! kejutan listrik3 Fat yang mencetuskan muntah3 hukuman fisik3 dan ketidaksetujuan sosial. Stimulus negatif dipasangkan dengan perilaku3 yang kemudian disupresi. 1erilaku tidak diinginkan dapat menghilang setelah rangkaian tersebut. Terapi a2ersi telah digunakan untuk penyalahgunaan alcohol3 parafilia3 dan perilaku lain dengan cirri impulsif dan kompulsif.

15

5. Desens't'sas' -an Pemrosesan Ulang 0erakan "ata 6E3e "o4ement Desens't'7at'on an- Re ro(ess'ng8 E"DR9 ;erakan mata sakadik adalah osilasi cepat mata yang terjadi ketika seseorang mengikuti objek yang bergerak maju-mundur di dalam garis penglihatan. 5ika gerakan ini dicetuskan ketika seseorang sedang membayangkan atau berpikir mengenai peristiwa yang ditimbulkan ansietas3 beberapa studi menunjukkan bahwa pikiran atau bayangan positif dapat dicetuskan dan menyebabkan penurunan ansietas. H/"G telah digunakan pada gangguan stress3 pascatrauma dan fobia. :. D'ale(t'(al Beha4'or Thera 3 6DBT9 "BT telah berhasil digunakan pada pasien dengan gangguan kepribadian ambang dan perilaku parasuicidal. Terapi ini bersifat selektif3 dan mengambil metode dari terapi suportif3 kognitif dan perilaku. Aungsi "BT adalah !

1.
#.

/eningkatkan dan memperluas daftar pola perilaku terlatih pasien /eningkatkan mato2asi pasien untuk berubah dengan mengurangi dorongan pada perilaku maladaptif3 termasuk disfungsi 7kognisi dan emosi8

. $. &.

/eyakinkan bahwa pola perilaku baru dikembangkan dari lingkungan terapeutik ke lingkungan alami /embuat struktur lingkungan sedemikian rupa sehinggaperilaku efektif bukannya perilaku disfungsi yang didorong /eningkatkan moti2asi dan kemampuan terapis sehingga diperoleh terapi efektif.

1;. Tera ' Kogn't'#2Per'laku 6<ogn't'4e Beha4'oural Thera 38 Terapi kognitif-perilaku 7sering disingkat ,BT8 menampilkan usaha yang relatif baru untuk mengawinkan aspek terapi perilaku yang berguna dengan terapi kognitif dan memiliki tujuan utama membantu pasien mendapatkan perubahan yang mereka harapkan dalam kehidupannya. -sumsi dasar yang melatarbelakangi terapi-kognitif perilaku meliputi!

16

1. Gespons pasien lebih berdasarkan kepada interpretasi ketimbang pada realitasnya. #. 1ikiran3 perilaku3 dan emosi saling terkait . Tindakan terapeutik perlu diklarifikasi dan diubah menurut pikiran pasien $. /anfaat perubahan proses kognitif dan perilaku pasien lebih besar daripada manfaat perubahan salah satunya saja. 2.5 Tekn'k2Tekn'k Tera ' Per'laku 1. "esensitisasi sistematik dipandang sebagai proses deconditioning atau counterconditioning. 1rosedurnya adalah memasukkan suatu respons yang bertentangan dengan kecemasan3 seperti relaksasi. 0ndi2idu belajar untuk relaks dalam situasi yang sebelumnya menimbulkan kecemasan. #. Alooding adalah prosedur terapi perilaku di mana orang yang ketakutan memaparkan dirinya sendiri dengan apa yang membuatnya takut3 secara nyata atau khayal3 untuk periode waktu yang cukup panjang tanpa kesempatan meloloskan diri. . 1enguatan sistematis 7systematic reinforcement8 didasarkan atas prinsip operan3 yang disertai pemadaman respons yang tidak diharapkan. 1engkondisian operan disertai pemberian hadiah untuk respons yang diharapkan dan tidak memberikan hadiah untuk respons yang tidak diharapkan. $. 1emodelan 7modeling8 yaitu mencontohkan dengan menggunakan belajar obser2asionnal. ,ara ini sangat efektif untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan3 karena memberikan kesempatan kepada klien untuk mengamati orang lain mengalami situasi penimbul kecemasan tanpa menjadi terluka. 1emodelan laFimnya disertai dengan pengulangan perilaku dengan permainan simulasi 7role-playing8. &. Gegulasi diri melibatkan pemantauan dan pengamatan perilaku diri sendiri3 pengendalian atas kondisi stimulus3 dan mengembangkan respons bertentangan untuk mengubah perilaku maladaptif. 2.: %ungs' -an Peran Tera 's Terapis tingkah laku harus memainkan peran aktif dan direktif dalam pemberian treatment3 yakni terapis menerapkan pengetahuan ilmiah pada pencarian pemecahan masalah-masalah manusia3 para kliennya. Terapi tingkah laku secara khas berfungsi sebagai guru3 pengarah3 dan ahli dalam

17

mendiagnosis tingkah laku yang maladaptif dan dalam menentukan prosedurprosedur penyembuhan yang diharapkan3 mengarah pada tingkahlaku yang baru dan adjusti2e. 2.1; Hu+ungan antara Tera 's -an Kl'en 1embentukan hubungan pribadi yang baik adalah salah satu aspek yang esensial dalam proses terapeutik3 peran terapis yang esensial adalah peran sebagai agen pemberi perkuatan. 1ara terapis tingkah laku menghindari bermain peran yang dingin dan impersonal sehingga hubungan terapeutik lebih terbangun dari pada hanya memaksakan teknik-teknik kaku kepada para klien. 2.11 APL&KA$& TE,R&T&$ 1. Penera an "o-'#'kas' Per'laku /odifikasi perilaku dapat diterapkan untuk mengatasi beberapa masalah3 diantaranya ! a. b. c. d. e. /enurunkan tingkah laku merusak diri /erubah tingkah laku yang tidk diharapkan /elatih orang tua3 guru3 sukarelawan dan perawat agar lebih efisien dalam menjalankan perannya /engurangi tingkah laku maladaptif yag khusus seperti kurangnya kebersihan diri dll 6ontrol perilaku

2.$trateg' "o-'#'kas' Per'laku Sebelum memulai program3 perawat harus melakukan hal-hal sebagai berikut !

18

1. 1engkajian3 mengumpulkan dan menetapkan masalah ! "ata tentang perilaku klien 7adaptif4maladaptif83 mengerti tentang arti dan maksud dari perilaku yang klien tampilkan #. Gencana inter2ensi ! a8 /enetapkan tujuan4tingkah laku yang diinginkan dan gambaran hasil-hasil perilaku4kriteria b8 /enentukan langkah awal untuk mencapai tujuan . /enganalisa faktor pendukung yang ada dan orang-orang yg terlibat dalam terapi tersebut. $. /enetapkan konsekuensi sebagai reward4punishment yang disetujui bersama klien. 5enis konsekuensi diantaranya ! a. Geward materi ! uang3 makanan b. Geward pengganti4surogate reward ! puji-pujian c. Geward sosial ! dukungan di dalam group d. Geward tingkah laku ! kesempatan melakukan aktifitas Burus A. Skinner merupakan seorang yang terkenal dalam bidang ini. -da tiga cara utama untuk mengawasi atau mengubah perilaku manusia3 yaitu ! 1. 1erilaku dapat diubah dengan mengubah peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya3 yang membangkitkan bentuk perilaku khusus itu. /isalnya seorang anak yang tidak berprestasi disekolah dan nakal dikelas3 hanya dengan seorang guru tertentu dapat menjadi efektif dan rajin bila ia dipindahkan ke kelas lain oleh seorang guru yang lain. #. Suatu jenis perilaku yang timbul dalam suatu keadaan tertentu dapat diubah atau dimodifikasi. /isalnya seorang anak dapat diajar untuk melihat dirinya sendiri dalam suatu kegiatan kompromi yang konstruktif dan tidak menunjukkan ledakan amarah bila ia menghadapi frustasi. . -kibatnya suatu perilaku tertentu dapat diubah dan dengan demikian perilaku tersebut dapat dimodifikasi. /isalnya ia dihukum bila ia mengganggu orang lain3 dengan demikian rasa bermusuhan mungkin dapat diganti dengan sikap yang lebih kooperatif.

19

2.12 PEN=U$UNAN )AD>AL REINFORCEMENT 5adwal reinforcement adalah pola untuk menguatkan perilaku melalui jadwal3 waktu dan respon perilaku yang tampak3 ada # cara yaitu ! 1. 5adwal reinforcement inter2al ! 1emberian penguatan untuk perilaku yang telah dibentuk dalam periode waktu tertentu. a. 5adwal inter2al tetap ! pemberian penguatan berdasarkan waktu yang stabil4tetap. ,ontoh ! setiap + menit3 hari3 minggu3 bulan dsb. 6arakteristik ! perilaku yang diinginkan meningkat sebelum akhir inter2al dan akan menurun setelah diberi reinforcement3 ada kecenderungan meningkat secara bertahap sampai akhir inter2al. b. 5adwal inter2al 2ariasi ! pemberian penguatan dengan jarak waktu yang ber2ariasi. ,ontoh ! 1+ menit3 & menit3 jam dst.

6arakteristik ! menghasilkan pembentukan perilaku yang tinggi dapat menurunkan perilaku secara bertahap. c. 5adwal reinforcement penampilan 7performance8 /engacu pada sejumlah perilaku yang ditampilkan diantara reinforcement yang diberikan. d. 5adwal rasio tetap 7fixed ratio8 ! membutuhkan sejumlah perilaku klien yang diharapkan untuk setiap kali reinforcement $contoh ! setiap & perilaku yg ditampilkan akan diberikan 1 kali reinforcement

20

6arakteristik ! penampilan perilaku akan berkembang cepat dan relatif stabil e. 5adwal rasio 2ariasi 7variabel ratio8 ! pemberian reinforcement untuk sejumlah perilaku yang banyaknya ber2ariasi. contoh ! reinforcement diberikan setelah ditampilkan karakteristik ! membentuk perilaku yg tinggi3 perkembangannya kurang cepat3 tingkat stabilitas tinggi f. 1emilihan jadwal reinforcement tergantung pada! a8 Berat ringannya masalah ! masalah yang mengancam dapat disusun jadwal ratio tetap dengan jarak yang kecil dan secara bertahap 7rasio 2ariasi8. b8 Lamanya perilaku tersebut diperlukan ! jika perilaku hanya perlu dilakukan di GS dapat digunakan jadwal inter2al tetap dengan jarak inter2al pendek dan inter2al 2ariasi c8 .sia klien ! pada anak-anak perubahan atau pembentukan perilaku lebih cepat menggunakan jadual rasio3 inter2al tetap dan 2ariasi d8 5umlah orang yang terlibat ! secara umum membutuhkan lebih banyak orang karena perilaku yang ditampilkan dihitung. 3(3 *3 1& perilaku yg

2.13 PERUBAHAN PENERAPAN TERAP& PER&LAKU. Selama masa perkembangannya sampai saat ini3 terdapat tiga perubahan besar dalam penerapan terapi perilaku3 yaitu !

21

1. terapi perilaku yang fokus pada memodifikasi perilaku-perilaku tampak 7overt behavior83 yakni yang didasarkan pada prinsip dan prosedur clasical dan operant conditioning. Terdapat dua pendekatan yang terkenal yakni ! a. applied behavior analysis 7Skinner8 1ada pendekatan ini asumsi yang digunakan adalah perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi 7behavior is a function of its conse(uences8. 1rosedur yang digunakan berupa pemberian reinforcement3 punishment3 extinction dan stimulus control. b. &eobehavioristic mediational stimulus response 7/owrer I /iller8. /erupakan aplikasi dari konsep clasical conditioning. 1ada pendekatan ini mulai disadari bahwa proses mental mempunyai pengaruh terhadap hukum belajar yang kemudian membentuk suatu perilaku. /odel pendekatan Stimulus Gespon menggunakan proses mediasional. Teknik-teknik yang digunakan berupa systematic desensitization dan flooding. #. ;erakan ke dua Social)!ognitive theory yang diprakarsai oleh Bandura 71*)'8. -da faktor yang terpisah namun saling membentuk sistem interaksi satu sama lainnya3 yang berupa lingkungan 7external stimulus event*s3 penguatan 7external reinforcement83 dan proses kognitif 7cognitive mediational processes8. Social)!ognitive "heory beranggapan bahwa ketiga elemen terseut saling mempengaruhi satu sama lain. Bleh karena itu3 dalam prosedur treatment yang menjadi fokus adalah indi2idu itu sendiri sebagai agent of change. -plikasi dari teori ini adalah !ognitive +ehavior "herapy 7,BT8. ,BT dapat membantu merubah cara berfikir =cognit2e> dan bagaimana berperilaku =beha2ior>. 1erubahan ini dapat membantu untuk merasa lebih baik .Aokus pada masalah dan penyulit = sekarang dan saat ini =here and now>. Sebagai pengganti focus penyebab stress di masa lalu3 "imana cara ini adalah jalan untuk memperbaiki pikiran saat ini.

22

Satu masalah terbesar dalam ,BT adalah menentukan mana fikiran negati2e atau fikiran disfungsional yang sesuai dengan target dari inter2ensi kognitif. 1enentuan fikiran utama =hot thought> merupakan hal yang sangat sulit3 karena klien mempunyai banyak pikiran utama. Target utama kognitif terapi adalah memngidentifikasi pikiran utama =central> dari masalah klien3 contohnya ! terakhir kali merasa sangat depresi4merasa sangat tertekan. 2.1! Pr'ns' Penggunaan Pen-ekatan <BT ,BT membantu berfikir dalam mengatasi masalah dengan cara memecahkannya ke dalam bagian-bagian yang kecil3 tujuannya untuk membuat lebih mudah bagaimana melihat hubungan dan bagaimana hal tersebut mempengauhi diri seseorang. Bagian-bagian tersebut terdiri dari ! a8 b8 c8 d8 e8 Situasi ! Suatu masalah3 kejadian atau situasi yang sulit. 6emudian dapat dilanjutkan dengan ! =Thought> 7pikiran 8 =Hmotion> 7emosi8 =1hysical feelling> 7perasaan fisik8 =-ction> 7tindakan8

Setiap area tersebut saling mempengaruhi. Bagaimana pikiran seseorang terhadap suatu masalah dapat mempengaruhi perasaan baik secara fisik maupun emosional. :al itu juga dapat dilakukan untuk merubah diri sendiri.Terdapat enam komponen esensial dalam ,BT3 yaitu! a. hubungan kolaboratif yang terapeutik 6etulusan =genuine>3 menghormati dan hubungan saling percaya antara perawat terapis dengan klien merupakan komponen utama dalam pencapaian tujuan terapi. 1erawat dank

23

lien bersama-sama merumuskan dan menyetujui yang berkenaan dengan tnggung jawab dalam melakukan proses perubahan. b. Aormulasi kasus kognitif /embuat profil diagnosis3 konseptual masalah klien3 perkiraan asset klien untuk terapi3 memberikan berbagai strategi pengobatan yang ditujukan pada masalah klien. 5uga memngidentifikasi alas an yang mungkin menyebabkan kegagalan terhadap keresponsipan klien serta eksplorasi dimensi kunci keresistenan dalam pengobatan atau terapi awal . c. Strukturisasi 1endekatan ,BT dalam proses merubah didasarkan pada pendekatan structural. Struktur merupakan esensi dalam perkembangan hubungan yag terapeutik dan memberikan arahan dan berfokus pada keduanya3 yaitu perawat dan klien. Struktur sesi ,BT terdiri dari lima elemen penting ! a. b. c. d. e. setting agenda identifikasi dab sepakati masalah yang terjadi umpan balik yang periodic pemberian pekerjaan ruah 7=homework assignment>8 6esimpulan

d. Sosialisasi kepada klien mengenai model kognitif

-jari metoda -B, akan membantu kejelasan dari konsepsi yang salah terhadap penyebab masalah serta mengerti bahwa pikiran3 emosi dan perilaku saling mempengaruhi. 1emahaman tersebut akan memberikan harapan =instill hope>tentang kemungkinan untuk berubah3 moti2asi terhadap tanggung jawab atas atas kesembuhan klien3 serta mendorong mereka untuk bekerjasama dengan perawat dalam proses berubah. e. ,BT Berbagai teknik dapat diterapkan berhubungan dengan ,BT teknik3 seperti pertanyaan sokratik3 lembar kerja core-belief3

24

imagery3 f. ?ormalisasi

cost-benefit

analysis3

continuum

core

belief

logs3percobaan perilaku atau sur2ey. 1roses reintegrasi klien dengan masyarakat. Terdaat # elemen penting3 yaitu ! a. b. "estigmatisasi ! identifikasi dan diskusikan arti negati2e yang klien miliki tentang pelabelan gangguan jiwa Gestoring 1ositi2e eEperience ! membantu klien mengganti dari menghabiskan waktu yang banyak terhadap perasaan khawatir atau merasa tidak mampu terhadap masalah yang dihadapi menjadi memiliki gambaran yang realistis mengenai pentingnya pencapaian perasaan seimbang dan proposional dalam kehidupan. c. 0ndikasi 6lien ! 6ecemasan 3 "epresi 31anic 3-goraphobia dan phobia lainnya 3Social phobia 3Bulimia 3;angguan obsesif compulsi2e 31ost traumatic stress disorder3 SchiFophrenia. -rtikel ,ogniti2e beha2ioural therapy and client-centred

counseling "i akses pada tanggal 1' sep #++ .

membahas tentang

penggabungan kognitif Terapi perilaku 7 ,BT 8 dan konseling berpusat pada klien 7 ,,, 8 dalam pendidikan dan praktek perawat . Saat ini 3 ,BT dan ,,, dipraktekkan secara independen dari satu sama lain dalam perawatan kesehatan mental . 1royek ini berusaha untuk membawa bersama-sama kualitas yang unik dari setiap inter2ensi sementara mendorong lokakarya . pendekatan dan Lokakarya sinergis . diambil percontohan yang dengan tiga hari cara belajar dengan mengembangkan memberikan

pengalaman

die2aluasi

menggunakan dua set kuesioner terstruktur dan enam wawancara semi terstruktur dengan dipilih secara

acak peserta . Sebuah kuesioner tindak lanjut digunakan untuk meninjau pendekatan gabungan dalam praktek . 6edua terapi perilaku kognitif 7 ,BT 8 dan konseling klien cen - Tred 7 ,,, 8 pasien menawarkan

25

bantuan dan dukungan untuk menangani masalah-masalah pribadi . 1raktek-praktek ,,, . 7Aindlay ,ollins3 /1hil3 B-3 G?T3 G/?3 "ipHd3 and "a2id "eady3 B-3 G?T3 G,?T3 G;?3 G/?3 "?3 "ip,ouns3 "0/?3are lecturers3 School of :ealth ?ursing and /idwifery3 .ni2ersity of 1aisley.-rtikel ,ogniti2e beha2ioural therapy and client-centred counseling "i akses pada tanggal 1' sep #++ 8 . #cceptance and !ommitment "herapy 7-,T8. Sedangkan dalam #cceptance and !ommitment "herapy berbagai terapi untuk meningkatkan kesejahteraan .untuk itu perlu untuk pendekatan terpadu untuk ,BT dan

mengkombinasikan prinsip-prinsip beha2iorisme Skinner dengan faktor bahasa dan kognitif serta bagaimana ketiga faktor tersebut berpengaruh dalam psikopatologi. Terdapat empat konsep utama yakni! a. 'xperiential avoidance. /engacu pada proses mencoba untuk menghindari pengalaman pribadi negatif atau menyedihkan3 b. #cceptance. -,T dirancang untuk membantu klien belajar bahwa menghindari pengalaman adalah bukan solusi. c. !ognitive Defusion. 6onsep ini mengacu memisahkan pikiran dari orang lain yang dan apa yang kita pikirkan. d. !ommitment. -,T berfokus pada tindakan. 2.1. Pengajaran AB< 6ognitif terapi difokuskan pada fikiran3 emosi3 perilaku dan lingkungan juga aspek penting.Langkah pertama pada kogniif terapi adalah mengajarkan klien pentingnya pikiran. Terapis harus menunjukan belief3 filosofi dan skematik klien yang dapat menyebabkan kekuatan pada emosi dan perilaku3 serta menghambat atau menurunkan emosi yang negati2e. 6lien harus diubah keyakinannya. :al ini bukan merupakan suatu proses penyebab@ terapis perlu menggunakan metoda sistemik untuk menjelaskan prinsip-prinsinya.

26

Sebelum klien dapat memnggunakan teknik kognitif yang efektif3 klien harus diyakinkan bahwa keyakinannya berhubungan dengan masalah-masalahnya. "iawali dengan anjuran agar klien jangan banyak berfikir. 6arena klien akan menyalahkan keturunan3 pola asuh yang salah dari orang tua3 pengalaman masa kanak-kanak yang traumatic3 ketidakberuntungan3 marah kepada orang lain3 sakit yang terbentuk karena pebedaan pandangan masyarakat. /etoda -jarkan formula dasar ! - B , ;ambarkan rumus dibawah ini kepada klien - JJK B JJK , a8 b8 c8 d8 -! merupakan singkatan dari actual e2ents 7kejadian sesungguhnya8 B! merupakan singkatan dari belief 7kepercayaan83 yaitu apa yang anda percayai dari kejadian tersebut. ,! merupakan singkatan dari conse9uence 7konsekuensi8 yang anda alami sebagai akibat dari apa yang anda percayai. ,ogniti2e therapy mencoba mengubah =B>3 yaitu apa yang anda percayai dari kejadian tersebut agar anda tidak perlu mengalami =,> yaitu konsekuensi negatif dari B yang anda punyai. Bila anda bisa menghindari munculnya B negatif 7kepercayaan negatif8 dari suatu kejadian yang sebenarnya 7actual e2ent83 maka berarti anda sudah berhasil mencegah timbulnya konsekuensi negatif 7marah3 sedih3 frustasi3 dll8. Berikut ini teknik atau cara melakukannya! 1. 1eriksa apa yang sebenarnya terjadi 7e2ident8. Letakkan suatu kejadian dalam konteksnya atau gambaran besarnya. Bila anda sedih karena suami bilang bahwa anda pemalas karena ketika tadi malam anda pulang malam dan tidak punya lagi kekuatan untuk membersihkan dapur. /aka ingat ingat bahwa pada hari hari biasa3 ketika tidak terlalu capai3 anda biasanya membersihkan dapur. Tentu saja3 bila saat itu sangat capai3 bisa dimaklumi bila anda tidur tanpa membersihkan dapur

27

terlebih dahulu. "engan kata lain3 anda tidak perlu menyalahkan diri anda sendiri sebagai pemalas. #. Bicara kepada diri sendiri seperti bila anda bicara kepada teman. /isalnya ! ada seorang teman yang kena pemutusan hubungan kerja 71:68 sehingga teman tersebut merasa sebagai orang yang tidak berguna lagi3 gagal dan tidak dihargai. -pa yang anda katakan kepadanya? /ungkin anda akan berkata seperti ini!> -nda bukan seorang yang gagal dan tidak berguna. Banyak orang terkena 1:63 dan 1:6 sering tidak berkaitan dengan kinerjamu. 6amu punya kemampuan dan kreatif. 6amu dulu pernah jatuh dan bangkit lagi. Saya percaya kamu akanbisa mengatasi hal ini.> Bila anda mengalami hal yang sama3 katakan hal yang sama kepada diri anda sendiri. . Temukan kesuksesan ataukeberhasilan kecil. "ari pada menilai perkawinan anda sebagai gagal total3 coba lihat pada keberhasilan atau kesuksesan kecil3 seperti bahwa selama ini anda bisa saling mendukung sehingga anda bisa mengambil S# dan jabatan juga naikterus. 6ita selalu bia mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif dalam segala situasi. $. Buat rumusan pengertian atau definisi dari suatu istilah. Bila anda gagal ketika ikut tes mengemudi 7cari S0/-surat ijin mengemudi8 kemudain anda berpikir bahwa anda adalah manusia tidak berguna3 maka coba lihat pengertian =manusia tidak berguna>. /anusia tidak berguna adalah manusia yang tidak bisa menghasilkan apa apa. ?ah3 tentu saja anda tidak termasuk dalam kategori =manusia tidak berguna>. &. Lakukan sur2ey kecil-kecilan.Bila ibu anda ingin berkunjung dan menginap dirumah anda3 padahal saat itu anda sangat sibuk dengan pekerjaan kantor dan anak anak juga sibuk dengan tes di sekolah. -nda sebenarnya agak keberatan dengan kunjungan ibu anda disaat kondisi seperti itu3 namun anda juga ingin menjadi anak yang berbakti. Bila anda bingung3 coba tanya kepada teman teman atau saudara dekat bagaimana sebaiknya mengatasi hal tersebut. '. Buat perbandingan. /isalnya bila anda merasa sedih karena anda merasa jadi ibu yang pemalas 7karena anda tidak suka masak3 makanan sering beli makanan jadi83 maka bandingkan denganbidang yang lain.

28

Ternyata

anda

senang

membersihkan

rumah3

merawat

taman3

membantu anak anak mengerjakan pekerjaan rumah. "engan demikian anda bisa menghilangkan pikiran negatif bahwa anda adalah seorang istri pemalas karena tidak suka memasak. (. 1ecahkan masalah. Bila anda marah marah setelah pulang kantor karena melihat rumah kotor dan berantakan. /aka dari pada marah marah tidak karuan3 coba pecahkan masalahnya. Ternyata istri anda hari itu harus memasak untuk kegiatan sosial sehingga tidak sempat membersihkan rumah. /aka pemecahannya bisa dengan3 misalnya! mencari pembantu kerja paruh waktu3 atau beli makanan jadi untuk kegiatan sosial 7tidak harus istri masak sendiri83 dll. 0ntinya dari pada Seperti juga kebiasaan baik 7berolah raga3 makan sehat3 dll8 maka agar bisa menghilangkan pikiran negatif3 kita perlu berlatih melakukannya secara teratur. :asilnya akan menggembirakan.marah dan punya pikiran negatif3 lakukan saja pemecahan masalahnya. 7 di kutip dari artikel Tirto5iwo3 5uni #+1#3tentang Terapi 6ognitif dan 1erilaku .ntuk 1enderita "epresi 8 $. ;erakan ketiga dalam perkembangan terapi perilaku didasari oleh argumentasi :ayes 7#++$8 yang mulai menggunakan konsep penerimaan 7acceptance8 yg merupakan proses aktif dari self)affirmation3 menerima bukan berarti menyerah melainkan keberanian untuk mengalami4merasakan pikiran perasaan negatif. Terdapat dua bentuk terapi perilaku yang menggunakan konsep acceptance3 yakni ! a. Dialectical +ehaviora "herapy 7"BT8 ! Terdapat dua konsep penting dalam penerapan "BT3 yakni #cceptance and change dan %indfullness. .ntuk mencapai kondisi mindfullness dibutuhkan beberapa kemampuan yang harus dikuasai3 yakni ! b. /engamati serta memperhatikan emosi yang dirasakan tanpa mencoba untuk menghentikan walaupun terasa sangat menyakitkan. c. /encoba untuk menjelaskan dan menjabarkan pikiran serta perasaan yang sedang dirasakan.

29

d.

5angan langsung menghakimi atas pikiran dan perasaan yang sedang dialami3 tapi coba untuk mengidentifikasi dan memahami apa yang menjadi penyebab hal tersebut.

e. Stay in the present. f. Aokus pada satu hal 7one mindfully8.

30

BAB 3 PENUTUP 2.1; KE$&"PULAN Terapi perilaku adalah terapi psikologis singkat bertarget yang lebih menangani gambaran terkini berbagai gangguan ketimbangan3 mengurusi perkembangan sebelumnya. 0ndikasi utama ialah gangguan fobik dan perilaku kompulsif3 disfungsi seEual 7misalnya impotensi dan frigiditas8 dan de2iasi seEual 7misalnya eEhibisionisme8. "apat dicoba pada pikiran-pikiran obsesif3 gangguan kebiasaan atau pengawasan impuls 7misalnya gagap3 enuresis3 dan berjudio secara kompulsif83 gangguan nafsu makan 7obesitas dan anoreEia8 dan reaksi kon2ersi. Terapi perilaku berusaha menghilangkan masalah perilaku khusus secepat-cepatnya dengan mengawasi perilaku -sertif3 belajar si pasien."alam 7modelling penerapan terapi tingkah laku terdapat enam teknik3 diantaranya! Training Gelaksasi3 "esensitisasi Sistemik3 Latihan 1encontohan methods83 Self-/anagement 1rograms3/ultimodal Terapi. /enurut :andojo ada lima tujuan terapi tingkah laku3 yaitu! 6omunikasi dua arah yang aktif3Sosialisasi ke dalam lingkungan yang umum3 /enghilangkan atau meminimalkan perilaku yang tidak wajar3/engajarkan materi akademik3 6emampuan bantu diri atau bina diri dan keterampilan lain. ?amun secara umum tujuan terapi tingkah laku yaitu menciptakan kondisi baru untuk belajar. "engan asumsi bahwa pemeblajaran dapat memperbaiki masalah perilaku. Sedangkan terapi perilaku kontemporer menekankan peran aktif klien dalam menentukan tentang pengobatan mereka.

31

"aftar pustaka "olan3 ". ,.3 Taylor3 ". 5.3 Bramoweth3 -. ".3 I Gosenthal3 L. ". 7#+1+8. ,ogniti2e-beha2ioral Aadlilah3 :j. Lailatul. #++). Skripsi 6endala 1enerapan Terapi -B7-pplied Beha2ior -nalisys8 Terhadap 6emandirian -nak Getardasi /ental 7/ahassiswa Aakultas 1sikologi .0? /-L060 /alang8.di akses pada hari selasa +* okt #+1 . ;unarsa3 Singgih ". 7#++(8. Konseling dan Psikoterapi. 5akarta! ;unung /ulia. :owland3 Gebeka. 71**(8. Psikiatri. -lih Bahasa! G.A /aulany. 5akarta! 1enerbit Buku 6edokteran H;,. 1urwaningsih3 Cahyu I 6arlina 0na.#+1+.-suhan 6eperawatan 5iwa.5ogjakarta!?uha /edika. Supriadi3#++'3Beha2iour,ounselling3http!44www.andragogi.com4docu ment#4TerapiL#+tingkahL#+laku.htm3 di akses pada minggu 3 +' okt #+1 . therapy of insomnia.#++* clinical case series study of patients with comorbid disorders and using hypnotic medications. Beha2 Ges Ther3 $)7$83 #1- #(. doi! 1+.1+1'4j.brat.#++* DS3 /iss. #+11. Terapi Tingkah Laku3 7beha2ioristik83

7http!44trueorwrong.wordpress.com4#+114+#4# 4terapi-tingkah-lakubeha2ioristik483 "i akses pada hari minggu3 +' okt #+1

32

33