Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN HISPRUNG

KELOMPOK 1 AHMAD HARIANTO DESWITA OKBERYANTI DYAH WULAN RAMADHANI HARDINI SYARWATIKA NELTI INDRAYANI WAHYU RAMADIAN WIWIT ANGGRENI ZERLY NOVA MAISARAH

A. Pengertian
Hirschsprung adalah suatu kelainan ganglion usus yang dimulai dari spingter ani internal ke arah proksimal dengan panjang yang bervariasi dan termasuk anus sampai rectum serta kelainan kongenital dimana tidak terdapatnya sel ganglion parasimpatis dari pleksus auerbach di kolon (Aziz, 2006) Hirschsprung adalah suatu penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat pergerakan usus yang tidak adequat karena sebagian dari usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksi ototnya (Anonim, 2007).

B. Etiologi
kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi kranio kaudal pada sub mukosa dinding fleksus segmen usus yang tidak memiliki gerakan peristaltik tidak mendorong bahan-bagan yang dicerna dan terjadi penyumbatan disebabkan oleh kelainan bawaan sering terjadi pada anak sindrom down tidak adanya ganglion

(Suriadi, 2006)

C. Klasifikasi
Berdasarkan panjang segmen yang terkena, dapat dibedakan 2 tipe yaitu Penyakit Hirscprung segmen pendek Segmen agangkionosis mulai dari anus sampai sigmoid Penyakit Hirscprung segmen panjang Kelainan dapat melebihi sigmoid, bahkan dapat mengenai seluruh kolon atau usus halus. (Ngastiyah, 1997)

D. Patofisiologi
Istilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong ( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily & Sowden)

Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal. Isiusus mendorong kesegmen agamleonik dan feses terkumpuldi daerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yg progsimalterhadap daerah itu karena terjadi optruksi dan menyebabkan di bagian kolon tersebut melebar ( price, s

e. Manifestasi klinis

Bayi baru lahir tidak bisa mengeluarkan Meconium dalam 24 28 jam pertama setelah lahir. Tampak malas mengkonsumsi cairan, muntah bercampur dengan cairan empedu dan distensi abdomen. (Nelson, 2000 : 317).

h. Penatalaksanaan medis dan bedah

Bila diagnosis sudah ditegakkan, pengobatan alternative adalah operasi berupa pengangkatan segmen usus aganglion, diikuti dengan pengembalian kontinuitas usus. Tetapi bila belum dapat dilakukan operasi biasanya merupakan tindakan sementara dipasang pipa rectum, dengan atau tanpa dilakukan pembiasaan dengan air garam fisiologis secara teratur.

Ada dua tahapan dalam penatalaksanaan medis yaitu : a. Temporari ostomy dibuat proksimal terhadap segmen aganglionik untuk melepaskan obstruksi dan secara normal melemah dan terdilatasinya usus besar untuk mengembalikan ukuran normalnya. b. Pembedahan koreksi diselesaikan atau dilakukan lagi biasanya saat berat anak mencapai sekitar 9 Kg ( 20 pounds ) atau sekitar 3 bulan setelah operasi pertama ( Betz Cecily & Sowden 2002 : 98 ) Ada beberapa prosedur pembedahan yang dilakukan seperti Swenson, Duhamel, Boley & Soave. Prosedur Soave adalah salah satu prosedur yang paling sering dilakukan terdiri dari penarikan usus besar yang normal bagian akhir dimana mukosa aganglionik telah diubah ( Darmawan K 2004 : 37 )

Asuhan keperawatan