Anda di halaman 1dari 7

TIROID OFTALMOPATI

I. PENDAHULUAN
Istilah penyakit Graves menggambarkan kombinasi hipertiroidisme dengan tanda mata. Pasien dengan kelainan mata penyakit Graves tetapi tanpa bukti klinis hipertiroidisme dinyatakan mengidap penyakit Graves oftalmik. Pasien mungkin memperlihatkan miksedema pratibia dan jari-jari gada, apabila timbul bersamaan dengan tanda-tanda mata, kelainannya disebut akropaki (acrophacy) tiroid.(1, ,!)

II. DEFINISI
"iroid oftalmopati (Graves thyroid-associated atau dysthyroid orbitopathy) adalah suatu kelainan inflamasi autoimun yang menyerang jaringan orbital dan periorbital mata, dengan karakteristik retraksi kelopak mata atas, edema, eritem, konjungtivitis, dan penonjolan mata (proptosis).(!,#)

III. EPIDEMIOLOGI
$ari berbagai ma%am penelitian berpendapat bah&a tiroid oftalmopati mengenai &anita ,'-( kali lebih sering daripada pria tetapi kasus berat lebih sering dijumpai pada pria. "iroid oftalmopati mengenai penderita dengan usia !)-') tahun dan kasus berat lebih sering dijumpai pada pasien dengan usia di atas ') tahun.(!,#,')

IV. PATOGENESIS
*utoantibodi menyerang fibroblast pada otot mata, dan fibroblast tersebut dapat berubah menjadi sel-sel lemak (adiposit). +el-sel lemak dan pembesaran otot dan menjadi radang. ,ena-vena terjepit, dan tidak dapat mengalirkan %airan, menyebabkan edema.(!,#,') Gambaran utama adalah distensi nyata otot-otot okular akibat pengendapan mukopolisakarida. -ukopolisakarida bersifat sangat higroskopik sehingga meningkatkan kandungan air didalam orbita.(1)

+ekarang diperkirakan terdapat dua komponen patogenik pada penyakit Graves. 1. /ompleks imun tiroglobulin-antitiroglobulin berikatan dengan otot-otot ekstraokular dan menimbulkan miositis . 0at-1at penyebab eksoftalmos bekerja dengan imunoglonulin oftalmik untuk menyingkirkan thyroid stimulating hormone dari membran retro-orbita, yang menyebabkan peningkatan lemak retro-orbita.(1,!,#,')

V. GAMBARAN KLINIS
"anda mata penyakit Graves men%akup retraksi palpebra, pembengkakan palpebra dan konjungtiva, eksoftalmos dan oftalmoplegia. Pasien datang dengan keluhan nonspesifik misalnya mata kering, rasa tidak enak, atau mata menonjol.(1, ) "he *meri%an "hyroid *sso%iation membuat penentuan derajat tanda okular berdasarkan peningkatan keparahan(1). /elas ) 1 "anda "idak ada gejala atau tanda 2anya tanda, yang men%akup retraksi kelopak mata atas, dengan atau tanpa lid lag, atau proptosis sampai ! # ' ( Proptosis 3 mm. "idak ada gejala mm /eterlibatan jaringan lunak /eterlibatan otot ekstraokuler /eterlibatan kornea /ehilangan penglihatan akibat keterlibatan saraf optikus 4etraksi kelopak mata patognomonik untuk penyakit tiroid, terutama apabila berkaitan dengan eksoftalmos. -ungkin unilateral atau bilateral dan mengenai kelopak mata atas dan ba&ah. /elainan ini sering disertai oleh miopati restriktif, yang mulamula mengenai rektus inferior dan menimbulkan gangguan elevasi mata.(1, ,!,#,',() Patogenesis retraksi kelopak mata berma%am-ma%am, antara lain. 1. 2iperstimulasi sistem saraf simpatis . Infiltrasi peradangan langsung pada otot levator !. -iopati restriktif otot rektus inferior dapat menimbulkan retraksi kelopak mata akibat peningkatan stimulasi levator se&aktu mata men%oba melihat ke atas.(1) A. Eksoftalmos

/elainan ini biasanya asimetrik dan mungkin unilateral, dan se%ara klinis perlu dilakukan perkiraan resistensi terhadap retropulsi bola mata se%ara manual. Peningkatan isi orbita yang menimbulkan eksoftalmos sebagian besar disebabkan oleh peningkatan massa otot-otot okular.(1, ,!,#,() B. Oftalmople !a /elainan ini lebih sering dijumpai pada penyakit Graves oftalmik, biasanya mengenai orang tua dan asimetrik. /eterbatasan elevasi adalah kelainan yang paling sering dijumpai, terutama disebabkan oleh adhesi antara otot rektus inferior dan oblikus inferior. /elainan ini dapat dikonfirmasi dengan mengukur tekanan intraokular se&aktu elevasi, di mana terjadi peningkatan tekanan intraokular yang mengisyaratkan adanya pertautan. +ering terjadi pembatasan-pembatasan gerakan mata pada semua posisi menetap. Pasien mengeluhkan diplopia.(1, ,!,#,() ". Kela!#a# Sa$af Opt!k%s &a# Ret!#a /ompresi bola mata oleh isi orbita dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular dan strie retina atau koroid. $iskus optikus dapat membengkak dan menyebabkan gangguan penglihatan akibat atrofi optikus. 5europati optikus yang berkaitan dengan penyakit Graves kadang-kadang terjadi akibat penekanan dan iskemia saraf optikus se&aktu saraf ini menyeberangi orbita yang tegang, terutama di apeks orbita.(1,!,() D. Kela!#a# Ko$#ea Pada sebagian pasien, dapat ditemukan keratokonjungtivitis limbik superior. Pada eksoftalmos yang parah, dapat terjadi pemajanan dan ulserasi kornea.(1,!,#,()

VI. DIAGNOSIS
"iroid oftalmopati se%ara klinis di diagnosa dengan mun%ulnya tanda dan gejala pada daerah mata, tetapi uji antibodi yang positif (anti-tiroglobulin, anti-mikrosomal, dan anti-tirotropin reseptor) dan kelainan kadar hormon-hormon tiroid ("!, "# dan "+2) membantu menegakkan diagnosa.(!,#) Pemeriksaan pen%itraan dapat membantu menegakkan diagnosa, antara lain.

'. "T S(a# &a# MRI 6" s%an dan -4I memberikan gambaran yang sangat baik dari otot-otot ekstraokular, perlekatan otot, lemak intrakonal, dan anatomi apeks orbital. Pembesaran otot mun%ul dalam berbagai bentuk diantara perut otot, dan penebalan biasanya lebih dari # mm. Penonjolan lemak intrakonal dapat menyebabkan proptosis. /edua pemeriksaan ini dapat mendiagnosa tiroid oftalmopati dengan atau tanpa penekanan saraf optik.(!,#,') ). Ult$aso#o $af! O$*!tal Pemeriksaan ini sangat baik untuk diagnosa tiroid oftalmopati, dan kekhasan reflektivitas internal otot-otot ekstraokular dari sedang sampai tinggi, sama halnya dengan pembesaran perut otot. Perlekatan dari otot ekstraokular dapat digambarkan dengan mudah. Pasien dengan tiroid oftalmopati menunjukkan peak-systolic rendah dan per%epatan end-diastolic yang dapat dinilai dengan pen%itraan $oppler.(!,#,') +. Pe#(!t$aa# N%kl!$ Infiltrasi orbital dengan sel-sel mononuklaer pada tiroid oftalmopati dapat diidentifikasikan oleh reseptor pen%itraan dengan o%treotide, sebuah analog somatostatin teradiasi. Pasien dengan tiroid oftalmopati aktif menunjukkan pengambilan o%treotide yang tinggi dan merespon pengobatan lebih baik, misalnya dengan kortikosteroid atau terapi radiasi. Pasien dengan kelainan inaktif, tidak merespon pengobatan ini.(') Pemeriksaan histologis memberikan gambaran. 1. Infiltrasi sel limfositik . Pembesaran fibroblas !. Penumpukan mukopolisakarida #. 7dema interstisial '. Peningkatan produksi kolagen (. 8ibrosis dengan perubahan degeneratif pada otot-otot mata.(!)

VII. DIAGNOSIS BANDING

1. +elulitis 9rbital

. infeksi yang serius dari jaringan mata dengan keluhan demam, proptosis, pergerakan mata terbatas, kelopak mata merah dan berair.

. +elulitis Preseptal . inflamasi dan infeksi dari kelopak mata dan bagian kulit disekitar mata dengan gejala mata berair, mata merah, kotoran mata, nyeri, injeksi konjungtiva dan demam.(!)

VIII. PENATALAKSANAAN
A. Pe# o*ata# Me&!s 1. /ontrol adekuat terhadap hipertiroidisme . "erapi untuk pemaparan kornea (karena penutupan palpebra tak adekuat malam hari) harus dengan tetes mata metilselulosa sepanjang hari dan salep kloramfenikol malam hari !. "etes mata guanetidin dapat menghasilkan perbaikan retraksi kelopak temporer, yang mungkin berguna se%ara kosmetik #. Prisma yang diselipkan pada ka%amata penderita bisa membantu mengoreksi setiap diplopia '. /asus-kasus parah dengan gejala hilangnya penglihatan, edema diskus, atau ulserasi kornea yang harus diterapi segera dengan kortikosteroid dosis tinggi (mis. Prednisolon 1))-1 ) mg per hari) selama tiga sampai empat hari dan kemudian dikurangi. :ika tidak ada perbaikan dalam beberapa hari, maka harus dipertimbangkan dekompresi bedah dan radioterapi orbita.(1, ,!,#,',() B. Pe# o*ata# Be&a, $ekompresi orbita biasanya dilakukan dengan mengangkat dinding medial dan inferior melalui pendekatan etmoidal. $ekompresi apeks orbita perlu dilakukan agar hasil akhir baik. $ekompresi bedah orbita bertujuan menghilangkan tekanan intraorbita. Pembedahan pada otot-otot yang menggerakkan bola mata mungkin perlu dilakukan untuk meluruskan pandangan pada penderita yang sudah lama mengidap diplopia.(1, ,!,#,',()

I-. KOMPLIKASI

'

$engan tiroid eksoftalmos, dapat terjadi infeksi atau keterlibatan kornea.(!)

-. PROGNOSIS
Prognosis umumnya baik. /ebanyakan pasien tidak memerlukan tindakan pembedahan. 8aktor-faktor resiko untuk tiroid oftalmopati yang progresif dan berat yang membuat prognosis menjadi buruk antara lain. 1. :enis kelamin laki-laki . ;sia lebih dari ') tahun !. 9nset gejala %epat diba&ah ! bulan #. -erokok '. $iabetes (. 2ipertiroidisme berat atau tidak terkontrol <. /emun%ulan miksedema pretibia =. /adar kolesterol tinggi (hiperlipidemia) >. Penyakit pembuluh darah perifer.(!,#)

Gambar 1.

Gambar .

/et.. Gambar 1.. Proptosis berat dan retraksi kelopak mata dari tiroid oftalmopati. Pasien ini juga memiliki kerusakan saraf penglihatan dari tiroid oftalmopati. Gambar .. 6" s%an potongan a?ial dari orbital. "ampak pembesaran perut otot yang memisahkan perlekatan otot dari bola mata.

DAFTAR PUSTAKA

1. ,aughan $. G., *sburry "., 4iordan-7va P., +uyono @. :. (ed), Penyakit Endokrin; Gangguan Kelenjar tiroid: Penyakit Graves , 9ftalmologi ;mum, Aidya -edika, :akarta, ))), (1#). !!)-!! . . Glasspool -. G., *ndrianto P. (alih bahasa), Penyakit Thyroidea, *tlas Ber&arna 9ftalmologi, Aidya -edika, :akarta, 1>>). 1)(-1)=. !. Thyroid Ophthalmopathy available from.

http.CCemedi%ine.meds%ape.%omCarti%leC1 1=###-overvie&.htm #. Graves Ophthalmopathy available from.

http.CCen.&ikipedia.orgC&ikiCGravesDEophthalmopathy '. Ophthalmopathy! Thyroid available from.

http.CCemedi%ine.meds%ape.%omCarti%leC!=!#1 -overvie&.htm (. 7lkington *. 4., /ha& P. "., Aaliban (alih bahasa), Penyakit "ata #istiroid, Petunjuk Penting /elainan -ata, 7G6, :akarta, 1>>(.

<