Anda di halaman 1dari 6

JENIS-JENIS ANTENA

ARTIKEL Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Telekomunikasi yang dibina oleh Bapak Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

Oleh: Akhmad Insya Ansori 110534406810

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK EELEKTRO PRODI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO November 2013

1. Definisi Antena Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk merambatkan dan menerima gelombang radio atau elektromagnetik. Pemancaran meruapakan satu proses perpindahan gelombang radio atau elektromagnetik dari saluran transmisi ke ruang bebas melalui antena pemancar. sedangkan penerimaan adalah satu proses penerimaan gelombang radio atau elektromagnetik dari ruang bebas melalui antena penerima. Karena merupakan perangkat perantara antara saluran transmisi dan udara, maka antena harus mempunyai sfat yang sesuai (match) dengan saluran pencatunya. Secara umum antena dibedakan menjadi antena isotropis, antena omnidirectional, antena directional, antena phase array, antena optimal dan antena adaptif. a. Antena Isotropis Antena isotropis merupakan sumber yang memancarkan daya ke segala arah dengan intensitas yang sama, seperti permukaan bola. antena ini tidak ada dalam kenyataan dan hanya digunakan sebagai dasara untuk merancang dan menganalisa struktur antena yang kompleks. b. Antena Omnidirectional Antena omnidirectional adalah antena yang memancarkan daya ke segala arah, dan bentuk pola radiasinya digambarkan seperti bentuk donat (daughnut) dengan pusat berimpit. antena ini ada dalam kenyataan dan dalam pengukuran sering digunakan sebagai pembanding terhadap yang lebih kompleks. Contoh antena ini adalah antena dipole setengah panjang gelombang. c. Antena Direcional Antena direcional merupakan antena yang memancarkan daya ke arah tertentu. Gain antena ini relatif lebih besar dari antena omnicirectional. Contoh suatu antena dengan gain 10 dBi yang artinya antena tersebut pada arah tertentu memancarkan daya 10 dB lebih besar dibanding dengan antena isotropis. antena isotropis, omnidirectional dan directional merupakan antena tunggal dan bentuk pola radiasinya tidak dapat berubah tanpa merubah fisik antena atau memutar secara mekanik dari fisik antena. d. Antena Phase Array

Antena phase array adalah gabungan atau konfigurasi array dari beberapa antena sederhana dan menggabungkan sinyal yang menginduksi masing-masing antena tersebut untuk membentuk pola radiasi tertentu pada keluaran array. Setiap antena yang menyusun konfigurasi array disebut dengan elemen array. Arah gain maksimum dari antena phase array dapat ditentukan dengan pengaturan gase antar elemem-elemen array. e. Antena Optimal Antena optimal merupakan suatu antena dimana penguatan (gain dan fase relatif setiap elemnnya diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan kinerja (performance) pada keluaran yang seoptimal mungkin. Kinerja yang dimaksud kinerja antara lain signal to interference ratio, SIR atau signal to interference plus nooise ratio, SINR. Optimasi kinerja dapat dilakukan dengan menghilangkan atau meminimalkan penerimaan sinyalsinyal tak dikehendaki (interferensi) dan mengoptimalkan penerimaan sinyal yang dikehendaki. f. Antena adapatif Antena adapatif merupakan pengembangan dari antena - antena phase array maupun antena optimal, dimana arah gain maksimum dapat diatur sesuai gerkan dinamis (dinamic fashion) obyek yang dituju. Antena dilengkapi dengan Digital Signal Prosccessor (DSP), sehingga secara dinamis mampu mendeteksi dan melacak berbagai macam tipe sinyal,meminimalkan interferensi serta memaksimalkan penerimaan sinyal yang diinginkan.

2. Tipe-tipe Antena a. Antena Grid Antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer,sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya. komponen penyusunya yaitu : (1) Reflektor (2) Pole (3) Jumper.

Gambar 1. Antena Grid

b. Antena Sektoral Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal. Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal. Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran. Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

Gambar 2. Antena Sektoral

c. Antena Flat Fungsinya sama seperti antena grid yaitu memfokuskan ke satu titik. antena ini hanya di gunakan untuk jarak yang dekat dan tidak untuk jarak yang jauh, karena frequency nya kecil.

Gambar 3. Antena Flat

d. Antena Rocket Fungsi nya point-to-point memiliki jangkauan sinyal yang jauh, produk wireless ubiquiti.menggunakan radio rocket M5,cara settinganya menggunakan browser.

Gambar 4. Antena Antena Roket 30dBi 5,8 Ghz

e. Antena Omnidirectonal Antena omnidirectoral yaitu jenis antena yang memiliki pola pemancaran sinyal ke segala arah dengan daya sama,untuk menghasilkan cakupan area yang luas.

Gambar 5. Antena Omnidirectional

f. Antena Omni Slotted Maveguide Antena omni slotted maveguide ini merupakan salah satu antena omnidirectoral untuk memancarkan sinyal wireless LAN 2,4 Ghz,dengan polarisasi horizontal.memiliki kemampuan yang sangat bagus dan mampu meningkatkan jangkauan yang lebih jauh.

Gambar 6. Antena Omni Slotted More Guide