Anda di halaman 1dari 29

TUMBUH KEMBANG REMAJA

TUMBUH KEMBANG REMAJA


Dilihat dari siklus kehidupan, masa remaja

merupakan masa yang paling sulit untuk dilalui oleh individu. Masa ini dapat dikatakan sebagai masa yang paling kritis bagi perkembangan pada tahap-tahap kehidupan

Mengapa dikatakan demikian?

pada masa ini terjadi banyak perubahan dalam diri individu baik fisik maupun psikologis. Perubahan dari ciri kanak-kanak menuju pada kedewasaan. Pada wanita ditandai dengan menstruasi atau buah dada yang membesar. Pada pria ditandai dengan perubahan suara, otot yang semakin membesar serta mimpi basah.

Berbagai perubahan fisik yang terjadi pada remaja

merupakan proses yang alamiah, Namun seringkali ketidaktahuan remaja terhadap perubahan itu sendiri membuat mereka hidup dalam kegelisahan dan perasaan was-was. Ditambah dengan perubahan konsep diri dan pencarian identitas diri maka akan banyak permasalahan yang muncul jika mereka tidak dibimbing dengan baik untuk melewati masa tersebut.

Proses pencarian

identitas diri tersebut harus mendapat bimbingan dari orang sekelilingnya agar mereka dapat tumbuh menjadi remaja yang bertanggung jawab.

Apa itu Remaja


Remaja adalah individu baik perempuan maupun laki-laki

yang berada pada masa/usia antara anak-anak dan dewasa. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun s/d 19 tahun menurut klasifikasi World Health Organization (WHO). Sementara United Nations (UN) menyebutnya sebagai anak muda (youth) untuk usia 1524 tahun. Ini kemudian disatukan dalam batasan kaum muda (young people) yang mencakup usia 10-24 tahun.

Mengapa remaja sering dibicarakan


Individu pada masa tersebut

akan mengalami pubertas di mana ia akan mengalami perubahan yang mencolok secara fisik maupun emosional/psikologis. Secara psikologis masa remaja merupakan masa persiapan terakhir dan menentukan untuk memasuki tahapan perkembangan kepribadian selanjutnya yaitu menjadi dewasa.

Perubahan apa yang kamu alami


Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, baik yang bisa

dilihat dari luar maupun yang tidak kelihatan. Juga mengalami perubahan emosional yang kemudian tercermin dalam sikap dan tingkah laku. Perkembangan kepribadian pada masa ini dipengaruhi tidak saja oleh orang tua dan lingkungan keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah maupun teman-teman pergaulan di luar sekolah. Disamping itu pengaruh lain yang berasal dari pesatnya kemajuan teknologi informasi baik media cetak maupun media ekektronika. Wawasan dan pengetahuan tentang hal-hal tersebut akan mempengaruhi dalam proses mencari jati diri.

Perubahan fisik pada laki-laki dan Perempuan


beberapa jenis hormon/zat hormon testosteron akan

membantu tumbuhnya buludalam tubuh, terutama hormon bulu halus di sekitar ketiak, estrogen dan progesteron, kemaluan laki-laki, janggut dan tumbuh payudara, panggul kumis mulai melebar dan membesar terjadi perubahan suara pada Menstruasi. remaja laki-laki, tumbuh bulu-bulu halus di mulai diproduksinya sperma yang sekitar ketiak dan vagina. pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah.

PERUBAHAN PADA DIRIKU


PERUBAHAN
KULIT RAMBUT DADA

LAKI - LAKI
BERMINYAK, JERAWAT KAKI,DADA,WAJAH,ALAT

WANITA
BERMINYAK, JERAWAT KAKI,KETIAK,ALAT KELAMIN TUMBUH MEMBESAR KADANG

UKURAN

TUBUH
KERINGAT

SUARA
ORGAN

SEKSUAL

KELAMIN MELEBAR BAHU & DADA MELEBAR,BADAN BERTAMBAH BERAT&TINGGI LEBIH BANYAK&TIMBUL BAU SUARA AGAK BERAT DAN PECAH ORGAN KELAMIN MEMBESAR, KADANG TERJADI PENEGANGAN& KELUAR CAIRAN SAAT TIDUR

SEDIKIT SAKIT PINGGUL MELEBAR,DADA MEMBESAR ,BADAN BERTAMBAH BERAT&TINGGI LEBIH BANYAK& TIMBUL BAU SUARA AGAK BERAT
MULAI TIMBUL HAID & ADA

CAIRAN KELUAR DARI VAGINA

Aspek kesehatan penting yang perlu diperhatikan oleh (perempuan)


Anemia masih banyak diderita oleh perempuan Indonesia. Pada tahun 1995, berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga

(SKRT), sekitar 57% anak perempuan (10-14 tahun) dan 39.5% perempuan (15-45 tahun) diketahui menderita anemia.
Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan R.I pada

tahun 1998/99 di 2 propinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur yang meliputi 10 Kabupaten menemukan bahwa sekitar 82% remaja putri mengalami anemia (Hb < 12 gr %) dan sekitar 70% calon pengantin wanita juga mengalami hal yang sama. Sampel dalam penelitian tersebut adalah 238 remaja putri dan 180 calon pengantin wanita.
Perempuan yang menderita anemia berpotensi melahirkan bayi

dengan berat badan rendah (kurang dari 2.5 kg). Di samping itu, anemia dapat mengakibatkan kematian baik ibu maupun bayi pada waktu proses persalinan.

Mengapa perempuan lebih rentan terhadap anemia dibanding laki-laki


Kebutuhan zat besi pada perempuan adalah 3 kali

lebih besar daripada pada laki-laki. Perempuan setiap bulan mengalami menstruasi yang secara otomatis mengeluarkan darah. Demikian pula pada waktu kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat 3 kali dibanding dengan pada waktu sebelum kehamilan. Ini berkaitan dengan kebutuhan perkembangan janin yang dikandungnya.

WAJAR

NORMAL / WAJAR

PERKEMBANGAN MASA REMAJA


PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

PERKEMBANGAN IDENTITAS DIRI


PERKEMBANGAN SOSIAL PERKEMBANGAN EMOSI PERKEMBANGAN KOGNITIF PERKEMBANGAN MORAL PERKEMBANGAN SEKSUALITAS

PERILAKU POSITIF DAN NEGATIF

Mitos mitos

Keperawanan bisa dilihat dari cara jalan,

payudara kendor atau pantat yang turun Payudara dipegang bisa jadi besar Malam pertama harus keluar darah Hymen utuh gak bisa hamil Menelan sperma bikin hamil/awet muda

PERILAKU SEKSUAL
Perilaku yg mengungkapkan dgn tindakan apa

yg dirasakan erotik oleh individu. Bervariasi : menulis puisi, berkata manis, membelai, memegang tangan, memeluk, mencium sampai meraba bagian tubuh yg sensitif, petting, dan berhubungan kelamin

FREE SEX

PENDAPAT REMAJA TENTANG PERILAKU HUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS (hasil survey Fisip UI 1998 pada 800 responden di lima kota besar Indonesia)
PERILAKU Ngobrol Pegang Tangan Cium Pipi Cium Bibir Cium Leher Meraba Daerah sensitif Petting Intercouse RESPONDEN 799 622 378 176 88 36 22 10 % 99,9 82,8 47,3 22 11 4,5 2,8 1,3

KEHAMILAN REMAJA

Kehamilan risiko tinggi

Penyulit/komplikasi pada ibu maupun bayi :

morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi meningkat


Sebagian kehamilan tidak diinginkan dan ingin diakhiri

sebelum waktunya

ABORTUS

Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., M.Sc., Sc.D

Setiap Tahun, Terjadi 2-2,6 Juta Kasus

Aborsi, 30% Dilakukan Wanita Berusia 15-24 Tahun

Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terjadi 22,6 juta kasus aborsi, atau terjadi 43 aborsi untuk setiap 100 kehamilan, 30% di antaranya diperkirakan dilakukan oleh penduduk usia 15-24 tahun.

16 thn,bekerja, terlibat seks bebas dan narkoba


18 thn.. meninggal dunia karena AIDS