Anda di halaman 1dari 117

Yenni Yusuf, MD, MInfectDis

Parasitology Department Medical Faculty Hasanuddin University

different kinds of living together or symbiosis


Mutualism (both benefit) Commensalism (one benefits but at no cost to the

other) Parasitism (one benefits at the cost of the other. All pathogens now fit here)

Protozoa what are they:


A taxonomic group of single-celled organisms with a

nucleus (i.e. eukaryotes) and that are nonphotosynthetic some are major causes of human disease they are major pathogens Often but no means exclusively in tropical or lessdeveloped countries And others are very dangerous to immunocompromised people

Yaitu hewan bersel satu yang hidup sendiri atau

dalam koloni. Tiap Protozoa merupakan kesatuan yang lengkap yang sanggup melakukan semua fungsi kehidupan. Sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, tetapi beberapa jenis sebagai parasit pada manusia dan binatang.
Ukuranya - kecil ( beberapa mikron sampai 70 mikron. )

Yang terbesar adalah Balantidium coli = 70 mikron. Bentuk : - bulat / lonjong - simetris bilateral. - tidak teratur.

Parasitological terms
Trophozoite: a general, rather ill-defined term for the

feeding, growing and dividing stage of a protozoan Cyst: A microscopic, resistant form shed into the environment and responsible for transmission (e.g. Entamoeba

Pada umumnya protozoa mempunyai dua stadia /

bentuk : - Bentuk vegetatif / Trofozoit / Proliferatif - aktif. - Bentuk kista - tidak aktif.

PROTOZOA terdiri atas : - inti

- sitoplasma
Inti : - 1 atau lebih.

membran atau selaput inti. retikulum halus yang akromatik. cairan inti. kariosom ( kariosom atau endosoma atau nukleolus ) - butir-butir kromatin.
Struktur inti, terutama susunan butir-butir kromatin

dan kariosom penting untuk membedakan spesies.

Pada amuba usus dapat dibedakan atas 4 macam

inti : - Inti entamuba

- Inti endolimaks
- Inti iodamuba - Inti dientamuba

Sitoplasma terdiri atas : - endoplasma - ektoplasma Endoplasma : - keruh atau berbutir-butir - berisi : 1. inti

2. vakuol makanan 3. makanan cadangan 4. benda asing 5. benda kromatoid


Endoplasma berfungsi mengatur nutrisi dari sel & reproduksi.

Ektoplasma : - jernih dan homogen. Ektoplasma berfungsi :

1 alat pergerakan. 2 mengambil makanan. 3 ekskresi. 4 bertahan diri.

Alat pergerakan adalah bagian dari ektoplasma yang

menonjol memanjang dan dapat berupa : 1. Pseudopodium atau kaki palsu. 2. Flagel atau bulu cambuk. 3. Membran bergelombang. 4. Cilium atau bulu getar.

Cara mengambil makanan :

1. Makanan cair - osmosis. 2. Makanan padat - ektoplasma atau sitostom.


Benda yang tidak dicernakan akan dikeluarkan

kepermukaan melalui sitopig.

Ekskresi dilakukan dengan :

1. Tekanan osmosis. 2. Difusi 3. Vakuol kontraktil.


Cara bernafas yaitu :

- Secara langsung yaitu mengambil O2 dari udara dan keluarkan CO2. - Secara tak langsung yaitu mengambil O2 yang dilepaskan oleh aktivitas enzim dari persenyawaan kompleks.

Pada bentuk trofozoit, terdapat selaput tipis yang tidak memberikan bentuk tetap Pada bentuk kista, terdapat selaput yang kuat dinding kista, yang dibentuk oleh ektoplasma bila keadaan tidak menguntungkan.
Fungsi daripada kista yaitu : 1. Untuk bertahan.

2. Untuk Reproduksi.

Kelangsungan hidup protozoa tergantung dari

kemampuan reproduksi , yang berlangsung dengan cara : 1. Pembiakan aseksual. 2. Pembiakan seksual 3. Pembiakan seksual dan aseksual bergantian.

1. Pembiakan aseksual yaitu dengan cara pembelahan.

2. Pembiakan seksual = makrogametosit dan mikrogametosit makrogamet


mikrogamet terjadi pembuahan

zigot

inti membelah ookista & sporozoit.

Penularan secara :
1. langsung : yaitu dari satu hospes ke hospes yang lain. 2. tidak langsung , yaitu melalui : makanan,air,dsb,H.F.,Vektor. Dengan : 1. bentuk kista 2. trofozoit 3. ookista Protozoa patogen dapat merugikan hospes dengan cara : 1. perkembangbiakanya 2. penyerangan 3. perusakan sel 4. dengan pengaruh toksin dan enzimnya

PEMBAGIAN PROTOZOA
Protozoa yang merupakan parasit pada manusia

dibagi dalam 4 kelas : 1. Rhizopoda 2. Mastigophora / Flagellata a. flagellata usus dan genita b. flagellata darah 3. Ciliophora / ciliata 4. Sporozoa.

Berdasarkan tempat dibagi 2 :


1. Protozoa usus : 1. Rhizopoda 2. Flagellata usus & genital 3. Ciliata 4. Sporozoa-Coccidia 2. Protozoa darah dan jaringan

Sub-phylum Mastigophora (flagellates)


Human pathogens :

Leishmania Trypanosoma Giardia Trichomonas

Apicomplexa
Human pathogens:

Isospora Cryptosporidium Cyclospora Toxoplasma Plasmodium Babesia

Ciliphora (ciliates)
Only one important human pathogen:

Balantidium

Sub-phylum Sarcodina/rhizopoda (amoeba)


Human pathogens:

Entamoeba Acanthamoeba Naegleria

Giardiasis
Giardia intestinalis, Giardia duodenalis, Giardia lamblia

GIARDIA LAMBLIA
HOSPES : MANUSIA -- GARDIASIS/LAMBLIASIS
PENYEBARAN GEOGRAFIK :

DISELURUH DUNIA --- LEBIH SERING DAERAH TROPIS JUGA DI INDONESIA

MORFOLOGI ADA 2 BENTUK :


- BENTUK TROFOZOIT : - BUAH JAMBU MONYET 14 m - INTI 2 : OVAL, KARIOSOM DITENGAH, BUTIR2 KROMATIN - 4 PASANG FLAGEL : ANT, LAT, SENTRAL DAN POST - MEMPUNYAI AKSOSTIL

MORFOLOGI BENTUK KISTA :


- LONJONG 10 - 14 m - DINDING TEBAL - INTI 2 (BARU ) 4 (MATANG)
BERKEMBANG BIAK SECARA BELAH PASANG

Daur hidup Hidup di rongga usus (kripta duodenum) dan


kadang-kadang di saluran/kandung empedu Pergerakan flagel ang cepat tropozoit bererak dari satu tempat ketempat yang lain --- dengan batil isap melekatkan diri pada epithel usus Cara infeksi dengan menelan kista matang menuju ke duodenum ekskistasi --- sitoplasma membelah terbentuk 2 tropoizoit

Patologi dan Gejala Infeksi tidak selalu menimbulkan gejala


Iritasi --- menyebabkan enteritis kataral

(radang usus yang terus menerus) Bila parasit menutupi sebagian besar usus --- absorbsi lemak terganggu Dapat menyerang saluran kandung empedu iritasi dan penebalan mukosa penyumbatan bilirubin Anak2 lebih banyak daripada dewasa

Diagnosis
Gejala klinik --- tidak khas Bentuk tropozoit -- dalam tinja encer

-- cairan duodenum Bentuk kista --- tinja padat


Pengobatan : Metronidazol

Epidemiologi Penularan -- melalui makanan minuman


-- kontak langsung Lebih sering pada anak2 Pada orang dewasa --- orang bepergian travelers diare Pencegahan : - hygiene perorangan/ keluarha/kelompok - hindari air minum yang terkontaminasi

Kista Giardia Lamblia

Tropozoit Giardia Lamblia

Most common symptoms of giardiasis


Diarrhoea Malaise Flatulence Foul-smelling faeces Weight loss

Urticaria

From: Hill 1990

Epidemiology epidemic giardiasis Occurs all over the rest of the world
All ages affected (many symptomatic adults as well as

children) Transmission by food, person-to-person etc.. (common in day-care centres e.g. Thompson 1994, Overturf, 1994, Nunez et al. 1999) But most big outbreaks are waterborne

G. intestinalis is easily transmitted because Infectious dose of cysts is very small (~10) The cysts are resistant to chlorine and other

disinfectants They remain viable for weeks in cold water There may be animal reservoirs

amoebiasis
WHO : infection by Entamoeba hystolitica with or

without clinical manifestation

ENTAMOEBA HISTOLITICA

HOSPES :

Manusia --------- Amoebiasis

PENYEBARAN GEOGRAFIS : Diseluruh dunia / kosmopolit Banyak di daerah tropis dan subtropis.
MORFOLOGI DAN LINGKARAN HIDUP. Dalam lingkaran hidup E.histolitica

mempunyai tiga stadia : 1. bentuk histolitica --- tropozoit 2. bentuk minuta 3. bentuk kista.

Bentuk HISTOLITICA
- mempunyai ukuran 20 - 40 mikron. - inti satu entamoeba - butir butir kromatin halus, tersebar merata. - Kariosom kecil dan terletak sentral. - Endoplasma : berbutir halus, mengandung sel darah merah. - Ektoplasma : nyata. - Pseudopodium : besar, lebar seperti daun. - Dibentuk dengan mendadak - jadi pergerakan cepat. - Patogen : dapat hidup di jaringan hati, paru, otak, kulit dan vagina - Berkembang biak dengan belah pasang di jaringan dan dapat merusak jaringan.

Bentuk MINUTA :
ukuran 10 -20 mikron. Endoplasma : Berbutir butir.

Berisi : - inti satu entamoeba - bakteri - Sisa makanan.


Ektoplasma : tak tampak, hanya nyata bila

pseudopodium dibentuk perlahan lahan. Jadi pergerakannya lambat. Hidup sebagai komensal dalam rongga usus besar. Berkembang biak dengan belah pasang.

Bentuk minuta Hidup dalam rongga usus besar Berkembang biak belah pasang
Usus halus ekskistasi Lambung Ditelan orang lain

Bentuk Kista

Bentuk Histolitika Patogen . Hidup dalam mukosa Usus besar dapat gejala-gejala amubiasis kolon . Dengan aliran darah Abses Paru, Hati, Otak

Keluar badan Bersama tinja

(Cara infeksi )

Bentuk KISTA

Dibentuk dalam rongga usus besar. Ukuran 10 -20 mikron Bulat / lonjong Dinding kista tipis Inti entamoeba, bisa berinti 1 atau 2 disebut kista muda, berisi vakuol glikogen dan benda kromatoid berbentuk lisong. Dapat juga berinti 4 disebut kista matang ( bentuk infektif ).

E. Histolitika kista

AC: Tropozoit E. histolitica mengandung sel darah merah

D. Tropozoit E. histolitica (sendiri) E. Minuta E. histolitica F- H : Tropoozoit E. coli

I dan J : Kista E. coli

Bentuk Tropozoit, Kista, Inti E. histolitica

Patologi dan gejala-gejala


Bentuk histolitika mukosa usus besar yang utuh mengeluarkan enzim dapat merusakan Jaringan (lisis) Submukosa : Bersarang menyebabkan kerusakan lebih luas luka : ulkus amuba : ulkus kecil ulcus menggaung --- tersebar di mukosa usus (Proses nekrosis & lisis sel jar.)

Bila infeksi sekunder


Peradangan meluas ke submukosa & ke bagian lateral sepanjang sumbu usus meluas sekali ulkus-ulkus saling berhubungan sinus-sinus dibawah mukosa Bentuk histolitika banyak dasar dan dinding ulkus menggaung dengan adanya peristaltik usus keluar bersama tinja

Tempat predileksi . caecum

. rectum . sigmoid
bila infeksi berat seluruh kolon & rektum

Dalam klinik dikenal :


1. Amoebiasis intestinal / kolon / usus dasar penyakit : radang usus besar dengan ulkus-ulkus yang menggaung : kolitis ulserosa amoebik A. Amoebiasis kolon akut / disentri amoeba (dysentria amoebica) - gejala < 1 bulan - gejala-gejala jelas : sindrom disentri = kumpulan gejala : . diare . tinja yang berlendir & berdarah . tenemus - pada pem. tinja segar ditemukan bentuk histolitika

B. Amebiasis kolon menahun - gejala > 1 bulan / gejala tak begitu jelas atau ringan, diikuti gejala akut secara periodic. - pada pem.tinja segar bentuk histolitica sulit tetapi harus pem.tinja berulang - disekitar ulkus yang ada peradangan & dapat terjadi penebalan / granuloma disebut : ameboma.

2. Amoebiasis Ekstra Intestinal


Amoebiosis kolon diobati menjalar Keluar usus secara :

a. Hematogen submokosa kap.darah. aliran darah abses - hati - paru - otak b. Perkontinuitatum. - Abses hati pecah diafragma rongga pleura paru paru abses pecah rongga perut peritonitis menembus dinding perut amoebiasis kulit pada dinding perut - Amoebiasis rektum diobati kulit sekitar anus amoebiasis perianal. perineum Amoebiasis perineal vagina Amoebiasis vagina dkulit & vagina dapat

terjadi ulkus.

Diagnosis
Amebiasis kolon akut : - klinik sindrom disentri + sakit perut diare 10x / hari

- Lab -- E. histolitika bentuk histolitika dalam tinja


Amebiasis Kolon Menahun : - gejala diare ringan diselingi obstipasi / sindrom disentri.: Lab. E. his. bentuk histolitika dalam tinja. Bila tak ditemukan -- ulangi 3 hari

berturut-turut. - Protoskop rektum

- sigmoidoskop sigmoid
Amebiasis hati : - klinik - bb

- badan terasa lemah demam - tak nafsu makan - hepatomegali dan nyeri tekan - radiology peninggian diafragma - darah leukositosis - Lab btk histol -- Biopsi dari abses & aspirasi berisi nanah

Pengobatan
Emetin hidroklorida : berkhasiat terhadap bentuk histolitika -- efektif

diberi secara parenteral --- dosis maksimum : 0,1 gr 0,65 gr/hari (4-6 hari) --- toksisitas relatif tinggi terutama jantung

Dehidroemitin : relatif kurang toxic --- dapat diberikan secara oral

dosis max: 0,1 gr/hari --- (4 6 hari)


Klorokuin : berkhasiat terhadap bentuk histolitika -- toksisitas relatif

ringan -- efektif terhadap ekstra intestinal amoebiasis Dosis: 1 gr /hari -- (2 5 hari)

Antibiotik

- Tetrasiklin -- dosis : 25 mg/kg bb -- (5 hari) dalam bbrp dosis - Metronidazol (nitronimidazol) = obat pilihan karena efektif terhadap Bentuk histolitika & Bentuk kista Dosis dewasa : 2 gram/hari -- (3 hari) beberapa dosis.

Epidemiologi
di Indonesia Amebiasis banyak ditemukan

dalam keadaan endemi (selalu ada). Frekwensi 10 18 % Macam-macam amebiasis : - Amebiasis kolon banyak - Amebiasis hati kadang-kadang - jarang : - Amebiasis paru - Amebiasis kulit - Amebiasis vagina - Amebiasis otak jarang sekali

Pencegahan
Pencegahan penyakit amebiasis terutama ditujukan

kepada : - Kebersihan perorangan - Kebersihan lingkungan - Kebersihan makanan dan minuman - Mengobati penderita - Mencari dan mengisoler carrier

Entamoeba coli
Hospes:Manusia Penyebaran geografik: - Kosmopolit

- Di Indonesia frekwensi = 8 18 %
Morfologi & Lingkungan Hidup

- 2 Stadium : - btk vegetatif / trofozoit - 15 30 mikron - 1 inti entameba - ektoplasma tak tampak hanya bila pseudopodium dibentuk prlahan pergerakan perlahan - endoplasma bervakuol berisi bakteri -- sisa makan
- bentuk ini sulit dibedakan dari bentuk minuta . histolitika. - berkembang biak belah pasang

Bentuk Kista :

- bulat / lonjong - 15 22 mikron - dinding tebal - dalam tinja berinti 2 . vakuol glikogen . benda kromotoid --- seperti jarum . berinti 8 kista matang Infeksi : - Menelan kista matang E. coli tak patogen penting untuk membedakan dari E. Histolica Diagnosis : - Bentuk trofozoit / kista dalam tinja

E. Coli tropozoit

E.Coli Kista inti 8 (pewarnaan iodine)

E.Coli Kista inti 8 (pewarnaan trichrome)

Bentuk Tropozoit, Kista dan Inti E. coli

Tropozoit

Kista

Inti

8 dan 9 : Tropozoit E. coli


10, 11 dan 14 : Kista E. coli

15 dan 16 : Tropizoit E. hartmanni 17 dan 18 : Kista E. hartmanni

hepatic amoebiasis (amoebic liver abcess)

hepatic amoebiasis (amoebic liver abcess)


Much more common in adult male (prevalence = 7 x)

than in female/children Many patients can not recall a prior attack of bloody diarrhoea Absence of cyst from the faeces does not exclude the diagnosis

Diagnosis of amoebiasis
Wet film microscopy Serology PCR based methods Antigen detection

Wet film microscopy


Quick Cheap Required skilled microscopist Both fresh, warm and concentrated specimen should

be examined

BUT
Trophozoites with ingested erythrocytes are 99 % certain to be E.hystolitica

Examination of trophozoites from wet film


Get the fecal sample very fresh and examine within 30

minutes maximum Sample near the streaks of blood Mix with saline, not iodine In cold climates, keep it warm

Non-pathogenic amoeba

Balantidium coli
A ciliate the only ciliate normally to infect humans Both cyst and trophozoite are much larger than other

gut protozoa Very common in pigs, but rare in humans Most human cases are sporadic and have had contact with pigs But small outbreaks also occur Can cause dysentery and death

Balantidium coli
Hospes :
- Babi dan beberapa spesies kera pada daerah tropis - bisa menginfeksi manusia menyebabkan penyakit : Balantidiasis atau Disentri balantidium

Penyebaran Geografik
- Daerah subtropis dan tropis ----- tetapi insiden rendah - Indonesia jarang
Morfologi & Lingkungan Hidup

- sama dengan Protozoa, tetapi bentuk terbesar

Mempunyai bentuk :
1. Bentuk vegetatif : - lonjong dengan ukuran 60 70 - Sitostom di anterior (sempit) dan makronukleus di posterior (melebar) --- disebut sitopig - silia : seluruh permukaan - di sitoplasma : dua inti makronukleus berbentuk ginjal (sitopig) dan mikronukleus berbentuk bulat kecil - mempunyai 1 2 vakuol kontraktil - banyak vakuola makanan - berkembang biak belah pasang

2. Bentuk Kista : - ukuran 60 - lonjong - berdinding tebal - inti satu (makronukleus) - Kista yang hidup mempunyai bulu getar yang masih bergerak - Tidak berkembang biak, tetapi untuk bertahan - Merupakan bentuk infektif

Balantiditum coli
Bentuk tropozoit dengan pewarnaan iodine

1. Tropozoit B. coli

2. Kista B. coli

B. Coli

B. coli

Hidup : Selaput lendir usus besar


Cara infeksi : Kista tertelan ekskista dalam usus

halus biak

bentuk vegetatif Berkembang Koloni pada selaput lendir usus besar Abses --- Ulkus menggaung merata peny. Akut --- Kasus berat --- Gangren fatal Biasanya + sindrom disentri diare diselingi konstipasi, sakit perut, tidak ada nafsu makan & cachexia

Penyakit bisa menahun +

Pada infeksi ringan tanpa gejala

- B. Coli Kadang-kadang menimbulkan : - Infeksi ekstraintestinal, yaitu : - Dapat peritonitis dan uretritis

Daur hidup B. coli

Diagnosis

- Bentuk vegetatif tinja encer - Bentuk kista tinja padat


Pengobatan : Obat-obat yang dapat dipakai :

- tetrasiklin - nitrimidazin
Prognosis

- diiodohidraksikuinolin - metronidazol

- Penderita dengan infeksi ringan dapat sembuh - Infeksi Menahun dilakukan pengobatan - Penderita yang lemah dapat menjadi fatal

Isospora belli

Human isosporiasis
Causes self-limited watery diarrhoea in

immunocompetent individuals More prolonged and severe in the immunocompromised Detected in 2-20% of AIDS patients with diarrhoea in various countries

Cryptosporidium spp

Epidemiology of cryptosporidiosis
Waterborne, including some very large outbreaks Food borne Person-to-person (including day-care centres) Swimming pools Domestic & farm animals

Note that although cryptosporidiosis is presumed to

be common, there is a serious lack of epidemiological data from low-income countries (Jex and Gasser 2010)

Cryptosporidium is easily acquired because Infectious dose of oocysts is small (~ 100 oocysts) Oocysts are highly resistant to chlorine and other

disinfectants There are animal reservoirs of some species

Clinical cryptosporidiosis
Can vary from asymptomatic to severe, life-threatening

illness Watery diarrhoea is the most frequent symptom plus dehydration, weight loss, abdominal pain, fever, nausea & vomiting In immunocompetent usually lasts 1-2 weeks Immunity is incomplete; children in endemic areas frequently have multiple episodes Chronic and more severe in immunocompromised In whom the infection often spreads from the intestine to the hepatobiliary and the pancreatic ducts, causing cholangiohepatitis, cholecystitis, choledochitis, or pancreatitis

Cylosporiasis

Human cyclosporiasis
Diarrhoea, malaise anorexia etc. often prolonged Occurs in both AIDS and immunocompetent people Infection in a number of high profile outbreaks in US

linked to consumption of soft fruit and salads imported from Central America