Anda di halaman 1dari 29

REHABILITASI MEDIK PADA PASIEN BELLS PALSY DEKSTRA

Disusun oleh : Nurmayasari Rauf NRI: 070111026

Definisi
Bells palsy merupakan gangguan neurologis

yang disebabkan oleh kerusakan nervus fasialis sehingga terjadi kelemahan atau paralisis unilateral yang bersifat akut.

Epidemiologi
Di Amerika Serikat ditemukan 23 penderita

Bells Palsy pada 100.000 penduduk per tahun Di UK populasi 20 penderita Bells Palsy pada 100.000 penduduk dengan jumlah dari semua kasus palsy fasial akut. Indonesia, insiden Bells palsy secara pasti sulit ditentukan. Pada wanita dan pria insidens terjadinya Bells Palsy sama.

Anatomi Nervus Fasialis


Saraf otak ke VII mengandung 4 macam serabut : Serabut somato motorik, mempersarafi otot-otot wajah. Serabut visero motorik (parasimpatis), mengurus glandula dan mukosa faring, palatum, rongga hidung, sinus paranasal, dan glandula submaksilaris, sublingual dan lakrimalis. Serabut visero-sensorik, menghantar impuls dari alat pengecap di 2/3 anterior lidah. Serabut somato-sensorik, rasa nyeri (mungkin rasa suhu dan rasa raba)

Etiologi
4 teori yang dihubungkan dengan etiologi Bells

palsy yaitu : a. Teori Iskemik vaskuler b. Teori infeksi virus c. Teori herediter d. Teori imunologi

Patofisiologi
Gangguan (Inflamasi )

endotelium dari kapiler menjadi edema permeabilitas kapiler terjadi kebocoran kapiler edema pada jaringan sekitarnya terjadi gangguan aliran darah hipoksia dan asidosis kematian sel proses ini yang selanjutnya menyebabkan kompresi nervus fasialis.

Laporan Kasus
Identitas Pasien Nama

: Ny. SO Jenis kelamin : Perempuan Umur : 41 th Alamat : Teling Pekerjaan : IRT Tanggal pemeriksaan : 25 maret 2013

Anamnesis
Keluhan Utama :Mulut mencong ke kanan Riwayat Penyakit Sekarang : Mulut mencong ke kanan dialami penderita sejak 10

hari yang lalu. Hal ini diketahui oleh penderita pada saat pagi hari, ketika ia sedang bercermin, disertai dengan wajah bagian kanan yang terasa menebal, dan tidak disertai dengan kram-kram. Penderita juga mengalami sakit telinga sejak 2 minggu yang lalu disertai dengan batuk bringus. Penderita tidak memiliki kebiasaan bepergian pada malam hari atau mengendarai kendraan bermotor tanpa menggunakan helm ataupun menggunakan helm yang tidak memiliki penutup wajah. Penderita memiliki kebiasaan bekerja dengan menggunakan kipas angin yang dipantulkan secara langsung ke wajah penderita, penderita juga merupakan korban banjir 1 bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (+) sejak 7 thn yang lalu ( minum obat captopril 25 mg) tidak terkontrol. Diabetes mellitus, asam urat, kolesterol, jantung, ginjal disangkal penderita. Riwayat Penyakit Keluarga : Hanya penderita yang mengalami hal seperti ini.

Riwayaat Sosial Ekonomi


Penderita tinggal di rumah semi permanen

bersama suami dan 2 orang anak serta1 orang kakak perempuan. Satu lantai, dinding tembok, lantai ubin, memiliki 3 kamar dan wc jongkok. Biaya pengobatan rumah sakit dengan biaya sendiri.

Pemeriksaan Fisik

Status generalis Keadaan Umum : sedang Kesadaran : compos mentis Tanda vital : Tekanan darah 180/110 mmHg, Nadi 88 x/mnt, Respirasi 20 x/mnt, suhu badan 36,30C Kulit : sawo matang Kepala : bentuk bulat simetris, Mata : mata kanan tidak tertutup rapat (+), konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/pupil bulat isokor 3 mm/3mm, Refleks Cahaya +/+, refleks cahaya tidak langsung +/+ Hidung : secret (-), mukosa hidung hiperemis (-) Telinga :secret (-), liang telinga hiperemis (-), membrane timpani intak

Mulut : sudut mulut kanan jatuh (+), carries (), beslag lidah(-) Leher : kaku kuduk (-), trakea letak di tengah, pembesaran kelenjar getah bening (-), tonsil T1-T1, hiperemis (-) Thorax : simetris kiri = kanan, retraksi (-) : cor SI-SII normal, bising (-), gallop (-) : pulmo suara pernapasan vesikuler, wheezing-/: rhonki -/Abdomen : datar, lemas, Bising Usus (+) normal : hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas : akral hangat, oedema (-), kelemahan otot (-)

Status neurologis

Kesadaran Nervus Kranialis dekstra Tes pengecapan Asam (+) Manis (+) Asin (+) Pahit (+)

: GCS E4M6V5 : paresis NVII perifer :

Status Motorik
Manual Muscle Test
Dekstra Sinistra Otot Frontalis 1 3

Otot Corrugator supercilii

Otot zygomatikus

Otot orbicularis oculi

Otot orbicularis oris

Otot mentalis

Status Sensorik : Dalam batas normal Sensasi Eksteroseptif : Rasa-raba

: normal Rasa-nyeri : normal Rasa-suhu : Tde Sensasi Proprioseptif : Rasa-nyeri-dalam : normal

Skala UGO FISCH


Kondisi simetris-asimetris antara sisi sakit dengan sisi sehat

pada 5 posisi :
Posisi

Nilai

Persentase (%) 0, 30, 70, 100

Skor

Istirahat Mengangkat alis

20 10

70 70

14 7

Menutup mata
Tersenyum Bersiul

30
30 10

30
30 30

9
9 3 Total = 42

Penilaian Persentase :
0%

asimetris komplit 30% simetris poor/jelek, kesembuhan yang ada lebih dekat ke asimetris komplit dari pada simetris normal. 70% simetris fair/cukup, kesembuhan parsial yang lebih cenderung ke arah normal 100% simetris normal/komplit

Resume

Dilaporkan pasien perempuan, 41 tahun dengan

sudut mulut kanan jatuh. Dari anamnesis pasien mengalami sudut mulut kanan jatuh dengan rasa tebal pada wajah sebelah kanan sejak 10 hari yang lalu , kelopak mata kanan sulit menutup dan keluar cairan saat berkumur. Hipeestesi (+), tinitus (+) 2 minggu yang lalu, batuk bringus (+).

Resume
Penderita merupakan seorang ibu rumah

tangga, yang memiliki usaha sampingan bekerja sebagai penjual keripik singkong, di mana penderita memiliki kebiasaan menggunakan kipas angin yang dipantulkan secara langsung ke wajah penderita saat membungkus keripik.

Resume
Ditemukan pada pemeriksaan fisik, bentuk wajah yang asimetris, mata kanan pasien tidak bisa menutup sempurna, tidak bisa mengerutkan dahi kanan, tidak bisa mengangkat alis kanan, sudut mulut kanan jatuh serta tidak dapat mengangkat

sudut bibir kanan, hipeestesi (+). Status neurologi paresis Nervus VII perifer dekstra, status sensorik normal, pengecapan lidah normal.

Resume

Skala UGO FISCH total 42. Jadi disimpulkan

pasien ini dengan diagnosis klinis : Bells Palsy dekstra, diagnosis etiologi : idiopatik, diagnosis topis : suspek foramen stilomastoideus, dan diagnosis fungsional : gangguan Aktivitas Kegiatan Sehari-hari (AKS).

Problem Rehabilitasi
Kelumpuhan otot wajah Sudut mulut kanan jatuh

Bibir mencong dan wajah terasa tebal


Keluar cairan dari mulut kanan saat berkumur Kelemahan otot wajah kanan

KO MMT = 2
Kecemasan

Program Rehabilitasi Medik


Fisioterapi a). Pemanasan superficial berupa Infra Red pada regio

fasialis dekstra 3x/minggu b). Massage wajah kanan (deep kneeding) b. Okupasi Terapi : a). Latihan di depan cermin 15 menit b). Latihan minum dengan sedotan c). Latihan tiup lilin d). Latihan berkumur e). Menutup mata secara pasif sebelum tidur f). Memakai kacamata gelap sewaktu bepergian siang hari g). Beri tetes mata buatan

Ortotik Prostetik : Memakai Y plester apabila masih

terdapat parese wajah Psikologi Evaluasi : a). Kontak, pengertian, dan komunikasi baik b). Pasien merasa cemas dan malu karena penyakitnya Program : a). memberikan dukungan mental pada penderita tentang penyakit dan prognosis penyakitnya bisa menjadi baik jika penderita latihan dengan teratur. b). Memberikan dukungan agar pasien tidak merasa malu karena penyakitnya bisa sembuh bila berobat dengan baik

Program Sosial Medik


Evaluasi : a) Kontak, pengertian, dan komunikasi baik b). Biaya perawatan : umum c).Rumah tinggal di rumah semi permanen satu lantai, dinding tembok, lantai ubin, memiliki 3 kamar dan wc jongkok Program : a). Memberikan edukasi dan bimbingan kepada pasien untuk kontrol dan berlatih secara teratur. b). Mengadakan edukasi dan evaluasi terhadap lingkungan tempat kerja serta memotivasi agar tidak terpapar lagi

Home Program

a). Latihan di depan cermin 15 menit b). Latihan minum dengan sedotan

c). Latihan tiup lilin


d). Latihan berkumur e). Menutup mata secara pasif sebelum tidur

f). Memakai kacamata


g). Beri tetes mata buatan

Prognosis
Dubia ad bonam Dapat sembuh spontan 75% - 90% dalam beberapa

minggu atau 2 bulan.

Terima Kasih