Anda di halaman 1dari 17

PENGANTAR TEKNIK LINGKUNGAN

RETNO SUSETYANINGSIH,ST MP

TUJUAN : Mahasiswa memahami


dasar-dasar teknik lingkungan Bobot Penilaian :

kehadiran : 30 % (min. 10 x kuliah)


Tugas/Quis : 30 % Ujian semester : 20 %

Ujian Mid Semester : 20 %

Literatur :
Pengantar Enjinering Lingkungan , Ir. KRT Tjokro Kusumo
Introduction to Environmental Engineering, 1991; MacKanzie Davis Introduction to Environmental Engineering, 1997 ; Aarne Vesilind Peraturan Perundangan2an RI.

SASARAN TEKNIK LINGKUNGAN :


1. Meningkatan derajat health dan happiness. 2. Mencegah Penyebaran penyakit (Disease) dan bahan toksik 3. Mencegah terjadinya pencemaran air, udara dan tanah.

LINGKUNGAN HIDUP
Pasal 1 angka 1 UU RI no. 32 Tahun 2009

Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhlik hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP : (Pasal 1 angka 14 UU RI no. 32 Tahun 2009) Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup
Masuknya atau dimasukkannya - Makhluk Hidup - Zat

- Energi
- dan/atau Komponen lain Ke dalam Lingkungan Hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Pengertian Pencemaran secara operasional mengandung 3 aspek pokok yaitu : 1. ASPEK KEJADIAN masuknya atau dimasukkanya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain kedalam lingkungan 2. ASPEK SUMBER ATAU PENYEBAB .oleh kegiatan manusia.. 3. ASPEK AKIBAT .sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP

(Pasal 1 angka 13 UU RI no. 32 Tahun 2009)

Ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat,energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui Baku Mutu Lingkungan Hidup (BMLH)
Baku Mutu Lingkungan Hidup meliputi: 1. Baku mutu air 2. Baku mutu air limbah 3. Baku mutu air laut 4. Baku mutu udara ambien 5. Baku mutu emisi 6. Baku mutu gangguan 7. Baku mutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Fungsi Baku mutu Lingkungan :


1. Bagi Pemrakarsa/pelaksana Kegiatan
sebagai tolok ukur untuk menentukan terjadinya pencemaran

Sebagai arahan dan pedoman bagi pengendalian pencemaran dan pengelolaan lingkungan. 2. Bagi Pemerintah
Sebagai arahan dan pedoman dalam rangka pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan lingkungan

Baku mutu memuat sejumlah parameter ((aspek kualitatif) dan batas nilai atau kadarnya(aspek kuantitatif).
Angka batas tsb bisa berupa batas minimal yang harus ada, batas maksimal yang ditenggang adanya, batas kisaran yang harus ada.

Contoh adanya perubahan Baku Mutu. PP 20 tahun 1990 diganti PP 82 tahun 2001. Latar belakang Penggantian : Penyesuaian Kewenangan Pemerintah berdasarkan UU 22 tahun 1999 ttg Pemerintahan Daerah. Dalam pembuatannya masih mengacu pada UU no. 4 tahun 1982. Karena ada UU yang baru no. 23 tahun 1997 maka PP harus disesuaikan. Dalam Penerapan PP no. 20 thn 1009 didapati kekurangan2 yang perlu disempurnakan.

Secara prinsip perubahan dibagi 2 .


Perubahan secara

Teknis :

- Klasifikasi mutu air Klasifikasi air menurut PP 20/1990 dibagi menjadi Golongan A,B,C dan D dan tidak bersifat gradasi. Klasifikasi air menurut PP 82/2001 dibagi mejadi 4 kelas yaitu kelas 1,2,3 dan 4 dan merupakan gradasi. - Adanya penambahan parameter baru BOD dan COD - Peruntukan air untuk sarana prasarana rekreasi air mrpkan peruntukan baru.

-Perubahan Kewenangan :
(disesuaikan dengan UU no 22 tahun 1999 ttg Pemerintahan daerah)
Kewenangan untuk memberikan ijin pembuangan air limbah dan pemanfaatan air limbah , pelaksanaan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dan kewenangan dalam menjatuhkan sanksi administrasi beralih kr Bupati/Walikota

PP baru no. 82/2001 Klasifikasi air menurut PP 82/2001 di bagi 4 kelas : Kelas Air adalah : Peringkat kualitas air yang dinilai masih layak untuk dimanfaatkan bagi peruntukan tertentu. Kelas 1 : Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan air tsb. Kelas 2 : Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan air, air untuk mengairi pertanaman, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan air tsb.

Kelas 3 : Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan air, air untuk mengairi pertanaman, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan air tsb.

Kelas 4 : Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk peternakan air, air untuk mengairi pertanaman, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan air tsb.
Apabila suatu sumber air belum ditetapkan peruntukannya maka oleh ketentuan penutup pasal 55 PP no. 82/2001 ditetapkan sebagai kelas 2

Fungsi Baku mutu Lingkungan :


1. Bagi Pemrakarsa/pelaksana Kegiatan
sebagai tolok ukur untuk menentukan terjadinya pencemaran

Sebagai arahan dan pedoman bagi pengendalian pencemaran dan pengelolaan lingkungan. 2. Bagi Pemerintah
Sebagai arahan dan pedoman dalam rangka pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan lingkungan