Anda di halaman 1dari 12

JOB V PENGUKURAN CATU DAYA DAN KOMPARATOR

I.

Tujuan

Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Memahami dan mengetahui prinsip dan tujuan dari rangkaian tersebut. 2. Dapat mengetahui frekuensi input dan output dari rangkaian Komparator tersebut. 3. Parameter-parameter yang diukur / diamati . - Frekuensi - Tegangan / daya

II. Daftar Alat dan Bahan Komponen 2.1 Daftar Alat 1. Osiloskop 2. Function Generator 3. Multimeter 4. Kabel Power 5. Kabel Probe 6. Kabel BNC to BNC 7. Kabel Jepit Buaya 8. Jumper 9. Mini Protoboard 2.2 Daftar Bahan 1. IC LM 324 2. Potensiometer 50 k 3. Resistor 22 k 4. Resistor 220 k 5. Resistor 470 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

6. Led

1 buah

III. Teori Dasar 3.1 Catu daya

Catu daya adalah referensi ke sumber daya listrik. Perangkat atau sistem yang memasok listrik atau jenis energi ke output beban atau kelompok beban disebut power supply unit atau PSU. Sebuah power supply mungkin termasuk distribusi daya sistem serta primer atau sekunder sumber energi seperti : Aki Baterai Bahan bakar Kimia dan bentuk lain dari penyimpanan energi sistem Generator atau alternator

Catu daya berfungsi menyearahkan tegangan AC menjadi tegangan DC yang teregulasi. Input jala-jala melalui transformator diturunkan tegangan dan penyearah disearahkan menjadi tegangan searah DC. Penyearah ini menggunakan dioda-dioda yang disusun sedemikian rupa atau dengan dioda bridge yang memiliki input dan output. Untuk mendapatkan keluaran DC yang baik, maka setelah disearahkan oleh penyearah, tegangan difilter atau disaring untuk catu daya. Untuk catu daya yang menggunakan regulator, biasanya digunakan filter kapasitor. Rangkaian penyearah biasanya output dari rangkaian diberi suatu filter kapasitor untuk menghilangkan riak sehingga diperoleh tegangan DC yang stabil. Tegangan DC juga dapat diperoleh dari batere. Dengan penggunan batere ditawarkan sumber tegangan DC yang stabil dan portable namun dapat habis tergantung kapasitas batere tersebut. Teganagn yang tersedia daru suatu sumber tegangan yang ada biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu diperlukan suatu regulator tegangan yang berfungsi untuk menjaga agar tegangan bernilai

konstan pada nilai tertentu. Regulator tegangan ini biasanya berupa IC kode 78xx dan 79xx. Untuk seri 78xx digunakan untuk regulator tegangan DC positif, sedangkan 79xx digunakan untuk regulator DC negatif. Nilai xx menandakan tegangan yang akan diregulasikan. Misalnya kebutuhan sistem adalah positif 5 volt, maka regulator yang digunakan adalah 7805. IC regulator ini biasanya terdiri dari tiga pin yaitu input, ground, dan output. Dalam menggunakan IC ini tegangan input harus lebih besar beberapa persen (tergantung pada data sheet ) dari tegangan yang akan diregulasikan. Rangkaian elektronik pada umumnya membutuhkan tegangan DC (direct current) dengan tegangan yang lebih rendah dibanding dengan tegangan jala-jala yaitu 220V AC. Sedangkan tegangan yang dipakai dalam rangkaian elektronik biasanya hanya sekitar 3V sampai dengan 50V. Untuk mendapatkan tegangan yang rendah tersebut diperlukan suatu alat yang dapat mengubah tegangan dari AC ( Alternatif Current) menjadi tegangan DC sebesar teganganyang dibutuhkan. Catu daya pada umumya terdiri dari empat bagian, yaitu trafo, penyearah, kapasitor sebagai filter dan penghasil sinyal DC murni. Trafo dipergunakan untuk mentransformasikan tegangan AC dari 220V AC menjadi lebih kecil sehingga bias kita gunakan untuk rangkaian yang mengunakan tegangan rendah. Kemudian komponen kedua setelah trafo adalah penyearah. Penyearah terdiri dari beberapa diode yang mengubah gelombang bolak-balik menjadi gelombang searah, tetapi gelombang yang dihasilkan oleh penyearah belum menjadi gelombang searah murni. Untuk mendapatkan gelombang searah yang murni yang baik dan konstan diperlukanlah sebuah kapasitor atau kondensator. Dengan adanya kapasitor maka gelombang yang dihasilkan disini berupa garis lurus dan rata.

Penyearah Gelombang Penuh dengan Dioda Brigde

Penyearah jembatan merupakan cara menyearahkan yang paling dikenal karena ia menonjolkan puncak tegangan yang sama dengan penyearah setengah gelombang dan mempunyai nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada penyearah gelombang penuh. Perhatikan bahwa semua tegangan sekunder yang muncul melintasi tahanan bab ini salah satu hal yang membuat penyearah jembatan lebih baik daripada penyearah gelombang penuh, karena hanya setengah tegangan sekunder saja yang mencapai keluaran. Lagipula, untuk membuat transformator yang disadap ditengah menghasilkan tegangan yang sama disetiap setengah lilitan sekundernya cukup sukar dan mahal. Dengan menggunakan penyearah jembatan, seorang perancang tak perlu mencari sadapan tengah yang tepat penghematannya lebih besar daripada biaya untuh tambahan dua buah diode. Selama setengah siklus positif D2 dan D3 mengalami prategangan maju, selama setengah siklus negatif D1 dan D4 mengalami prategangan maju sehingga untuk kedua siklus tegangan beban mempunyai polaritas yang sama karena arus mengalir dalam arah yang sama. Dengan mengabaikan tegangan rata-rata pada diode, puncak tegangan beban adalah : Vount(puncak) = V 2 (puncak) .(1)

Karena keluaran jembatan adalah sinyal gelombang penuh, nilai rata-rata atau nilai DC nya adalah : Vde = 0,636 Vount(puncak) .(2)

TR

3 4

1 2

GND

DIODA BRIDGE D1

IC 7805

IN

OUT

Vout

+ C1 220 uF/ 25 v

C2 10 uF/ 16 v

VAC

GND

1 3 + C3 220 uF/ 25 v 2 1
IC 7905
GND

+ C4 10 uF/ 16 v
OUT

IN

GND

Gambar Rangkaian Power Supply

3.2 KOMPARATOR

Komparator adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk membandingkan sebuah sinyal masukan dengan tegangan referensi (Vref). Asumsikan sebuah garis bilangan, dimana ada nol, anggaplah sebagai tegangan referensi atau threshold atau pembatas, jika ada bilangan yang lebih besar dari nol, maka bilangan itu disebut bilangan positif, tetapi sebaliknya, jika ada bilangan dibawah nol, maka disebut bilangan negatif . Pada komparator, threshold berfungsi membandingkan sebuah sinyal input ,sedangkan outputnya akan memiliki dua kondisi yang berbeda, yaitu low atau high tergantung rancangan dan konfigurasi dari rangkaian op-amp yang digunakan. Ilustrasi sebuah rangkaian komparator seperti terdapat pada gambar berikut.Vref atau threshold biasanya dihitunh dari : Vref = V Sumber / 2 sehingga jika Vsumber = 5 volt maka Vref = 2,5 volt. ;

Cara kerja dari komparator tegangan atau komparator analog pada op-amp terdiri atas 2 cara :
A.

Mode Inverting
o

Sinyal input (Vin) masuk ke pin positif (+) dari op-amp, dan tegangan referensi (Vref) masuk ke pin negative (-).

Jika sinyal input melewati/di atas threshold (Vin > Vref), maka output akan berlogika low, dan jika sinyal input di bawah threshold (Vin < Vref), maka output berlogika high.

B.

Mode Non-Inverting
o

Sinyal input (Vin) masuk ke pin negatif (-) dari op-amp, dan tegangan referensi (Vref) masuk ke pin positif (+).

Jika sinyal input di bawah threshold (Vin < Vref) , maka output akan berlogika low, dan jika sinyal input di atas threshold (Vin > Vref) maka output akan berlogika high.

Rangkaian Komparator Tegangan Histerisis

Tujuan Rangkaian komparator ini adalah untuk meminimalkan efeknois pada tegangan masukan. Misalnya tegangan referinsanya di set 3,3 V, sedangkan rangkaian ini juga memiliki nois sebesar 0,1 V, maka tegangan inputnya menjadi tepat 3,3 V dan keluarannya juga akan berfuktuatif sesuai dari noisnya. Dengan menggunakan komparator histerisis, maka keluaranya tidak akan berlogika sebelum input melewati batas dan sebaliknya. Dengan menggunakan komparator LM324 maka tegangan sinyal ramp yang di hasilkan oleh rangkaian generator ini akan di bandingkan dengan tegangan dari potensiometer. Tegangan potensiometer tersebut bervariasi antara 0 volt sampai 10 volt DC.

Gambar Rangkaian Komparator Histerisis

Pada saat rangkaian ramp berada di bawah tegangan potensiometer maka output dari komparator LM324 adalah 10 Volt sehingga terdapat arus yang mengalir pada R7. Apabila tegangan ramp lebih tinggi dari pada tegangan potensiometer maka output dari LM324 adalah 0 volt. Arus ini merupakan arus aktivasi optocoupler pada bagian triac.

IV.

GAMBAR RANGKAIAN

V.

PROSEDUR PENGUKURAN 1. Siapkan semua peralatan yang dibutuhkan 2. Buat rangka pengukuran seperti di gambar berikut :

3. Masukan input 1 KHz dari function generator 4. Ukur frekuensi dan tegangan Vpp pada output rangkaian di Osiloskop 5. Ulangi langkah 2 dengan input 2 KHz 10 KHz 6. Lihat perbedaan outputnya dengan input pada langkah 2.

VI. DATA PERCOBAAN Vin Gambar Keluaran Vin & Vout Volt/Div Vin Vout Time/ Div Vin Vpp Vout

1Khz

1V

1V

250s

1,84 V

3,04 V

2Khz

1V

2V

250s

1,76 V

3,28 V

3Khz

1V

2V

100s

1,80V

3,28 V

4KHz 1V 2V 50s 1,76 V 3,28 V

5KHz

1V

2V

50 s

1,76 V

3,36 V

6KHz

1V

2V

50s

1,76V

3,28 V

7KHz 1V 2V 50 s 1,72 V 3,20 V

8KHz

1V

2V

50 s

1,76V

3,28 V

9KHz

1 V

2V

25 s

1,72 V

3,28 V

10KHz

1V

2V

25s

1,72 V

3,20 V