Anda di halaman 1dari 18

Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Universitas Mercu Buana

2,3

MODUL 2,3 (MEKANIKA TANAH II)

Konsolidasi pada Tanah

1. Pengertian Konsolidasi
Bila lapisan tanah jenuh berpermeabilitas rendah dibebani, maka tekanan air pori di dalam lapisan tersebut segera bertambah. Perbedaan tekanan air pori pada lapisan tanah, berakibat air mengalir ke lapisan tanah dengan tekanan air pori yang lebih rendah, yang diikuti penurunan tanahnya. Karena permeabilitas yang rendah ini butuh aktu. Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan !olume secara perlahan"lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran scbagian air pori. #engan kata lain, pengertian konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban, yang terjadi sebagai $ungsi aktu karena kecilnya permeabilitas tanah. Proses ini berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh kenaikan tegangan total telah benar"benar hilang. Kasus yang paling sederhana adalah konsolidasi satu dimensi, di mana kondisi regangan lateral nol mutlak ada. Proses konsolidasi dapat diamati dengan pemasangan pie%imeter, untuk mencatat perubahan tekanan air pori dengan aktunya. Besarnya penurunan dapat diukur dengan berpedoman pada titik re$erensi ketinggian pada tempat tertentu. Proses pemuaian &.s elling', kebalikan dari konsolidasi, adalah bertambahnya !olume tanah secara perlahan"lahan akibat tekanan air pori berlebih negati$ Contoh-contoh kasus k ! takan st!uktu! ak"#at $ nu!unan konso%"&as"

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Settlement cracks that ha!e de!eloped in the masonry near the the Stout physics department o$$ices in (ar!is )all

Same crack line but on the opposite side o$ the all. The crack goes right into the $loor tiling.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

2. '!os s Konso%"&as"
*ekanisme proses konsolidasi satu dimensi &one dimensional consolidation' dapat digambarkan dengan cara analisis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. Silinder berpiston yang berlubang dan dihubungkan dengan pegas, diisi air sampai memenuhi silinder. Pegas dianggap bebas dari tegangan"tegangan dan tidak ada gesekan antara dinding silinder dengan tepi piston. Pegas melukiskan tanah yang mampat, sedangkan air dalam piston melukiskan air pori, dan lubang pada pistonmelukiskan kemampuan tanah dalam meloloskan air atau permeabilitas tanahnya. +ambar ,.a melukiskan kondisi di mana system dalam keseimbangan. Kondisi ini identik dengan lapisan tanah yang dalam keseiimbangan dengan tekanan o!erburden. -lat pengukur tekanan yang dihubungkan denga silinder memperlihatkan tekanan hidrostatis uo, pada lokasi tertentu di dalam tanah. #alam gambar ,.b.tekanan ./ dikerjakan di atas piston dengan posisi katup 0 tertutup. 1amun akibat tekanan ini, piston tetap tidak bergerak, karena air tidak dapat keluar dari tabung, sedangkan air tidak dapat mampat. Pada kondisi ini, tekanan yang bekerja pada air tidak dapat dipindahkan ke pegas , tapi sepenuhnya didukung oleh air. Pengukur tekanan air dalam silinder menunjukkan kenaikan tekanan sebesar .u 2 ./, atau pembacaan tekanan sebesar uo 3 ./. Kenaikan tekanan air pori .u tersebut disebut kelebihan tekanan air pori & e4cess pore tanah'. #alam gambar ,.c. katup telah dibuka, sehingga air dapat keluar le at lubang piston dengan kecepatan yang dipengaruhi oleh luas lubang. Keluarnya air menyebabkan piston bergerak ke ba ah , sehingga pegas secara berangsur"angsur mendukung beban akibat ./. Pada setiap kenaikan tegangan yang didukung oleh pegas, kelebihan tekanan air pori .u di dalam silinder berkurang. Kedudukan ini melukiskan tanah sedang berkonsolidasi. -khirnya pada suatu saat, tekanan air pori nol dan seluruh tekanan ./ didukung oleh pegas dan piston tidak turun lagi. Kedudukan ini melukiskan tanah telah dalam kondisis terdrainasi &drained' dan konsolidasi telah berakhir. Pada sembarang aktunya, tekanan yang terjadi pada pegas identik dengan ater pressure'. Kondisi pada kedudukan katup 0 tertutup ini melukiskan kondisi tak terdrainasi &undrained di dalam

kondisi tegangan e$ekti$ dalam tanah. Sedangkan air dalam silinder identik dengan tekanan air pori. Kenaikan tegangan ./ akibat beban yang diterapkan, identik dengan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

tambahan tegangan normal yang bekerja. +erakan piston menggambarkan perubahan !olume tanah, di mana gerakan ini dipengaruhi oleh kompresibilitas pegas, yaitu ekui!alen dengan kompresibilitas tanah. 5alaupun model piston pegas ini agak kasar, tapi cukup menggambarkan apa yang terjadi bila tanah kohesi$ jenuh dibebani di laboratorium maupun di lapangan.

+ambar ,. -nalogi Konsolidasi

Sebagai contoh nyata kejadian konsolidasi di lapangan dapat dilihat pada gambar berikut. #i sini diperlihatkan suatu $ondasi yang dibangun di atas tanah lempung jenuh yang diapit oleh lapisan tanah pasir dengan tinggi muka air tanah di batas lapisan lempung sebelah atas. Segera setelah pembebanan, lapisan lempung mengalami kenaikan tegangan sebesar ./. -ir pori di dalam lapisan lempung ini dianggap dapat mengalir dengan baik ke lapisan pasir dan arah aliran air hanya ke atas dan ke ba ah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

saja. #ianggap pula bah a besarnya tambahan tegangan ./ sama di sembarang kedalaman lapisan lempung. (alannya konsolidasi dapat diamati le at pipa"pipa pie%ometer yang dipasang di sepanjang kedalaman tanah lempung , sedemikian hingga tinggi air dalam pipa pie%ometer menyatakan kelebihan tekanan air pori &e4cess pore lokasi pipa dipasang. ater pressure' di

+ambar 2. 6eaksi tekanan air pori terhadap beban $ondasi a'Fondasi pada tanah lempung jenuh b'#iagram perubahan tekanan air pori terhadap aktu

-kibat tambahan tekanan ./, yaitu segera setelah beban bekerja, tinggiair dalam pipa pie%ometer naik setinggi h 2 ./78 &atau terdapat kenaikan tekanan air pori sebesar ./ 2 h 8 yang dinyatakan oleh garis #9. +aris #9 ini menyatakan distribusi kelebihan air pori a al. #alam aktu tertentu, tekanan air pori pada lapisan yang lebih dekat berkurang, sedangkan tekanan air pori lapisan lempung di bagian tengah masih

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

tetap. Kedudukan ini ditunjukkan oleh kur!a K,. #alam tahapan aktu sesudahnya, ketinggian air dalam pipa ditunjukkan dalam kur!a K2. Setelah aktu yang lama, tinggi air dalam pipa pie%ometer mempunyai kedudukan yang sama dengan kedudukan muka air tanah a al saat sebelum pembebanan &garis -:'. Kedudukan garis -: ini menunjukkan proses konsolidasi telah selesai, yaitu ketika kelebihan tekanan air pori &.u' telah nol. Pada a alnya, tiap kenaikan beban didukung sepenuhnya oleh tekanan air pori &.u' yang besarnya sama dengan ./. #alam kondisi demikian tidak ada perubahan tegangan e$ekti$ di dalam tanah. Setelah air pori sedikit demi sedikit keluar dari roangga pori tanah lempung, secara berangsur"angsurtanah mampat, dan beban perlahan"lahan ditrans$er ke butiran tanah, sehinga tegangan e$ekti$ bertambah. -khirnya kelebihan tekanan air pori menjadi nol. Pada kondisi ini, tekanan air pori sama dengan tekanan hidrostatis yang diakibatkan oleh air tanahnya. :ontoh hasil sondir untuk tanah yang berpotensi mengalami penurunan konsolidasi

3. L ($un) No!(a%%* Conso%"&at & &an O+ ! Conso%"&at &

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

;stilah normally consolidated dan over consolidated digunakan untuk menggambarkan suatu si$at penting pada dari tanah lempung. <apisan tanah lempung biasanya terjadi dari proses pengendapan. Selama proses pengendapan, lempung mengalami proses konsolidasi atau penurunan, akibat tekanan tanah yang berada di atasnya. <apisan"lapisan tanah yang berada di atas ini suatu ketika mungkin kemudian hilang akibat proses alam. )al ini berarti tanah lapisan bagian ba ah pada suatu saat dalam sejarah geologinya pernah mengalami konsolidasi akibat dari tekanan yang lebih besar dari sekarang. Tanah semacam ini disebut tanah overconsolidated &=:' atau terkonsolidasi berlebihan. Kondisi lain , bila tegangan e$ekti$ yang bekerja pada suatu titik di dalam tanahpada aktu sekarang merupakan tegangan maksimumnya &atau aktu tanah tidak pernah mengalami tekanan yang lebih besar dari tekanan pada terkonsolidasi normal. (adi, lempung pada kondisi normally consolidated, bila tekanan prakonsolidasi &preconsolidation pressure' atau tekanan prakonsolidasi sama dengan tekanan o!erburden e$ekti$. Sedang lempung pada kondisi overconsolidated, jika tekanan prakonsolidasi lebih besar dari tekanan o!erburden e$ekti$ yang ada pada aktu sekarang. 1ilai banding o!erconsolidation &o!erconsolidation ratio, =:6' dide$inisikan sebagai nilai banding tekanan prakonsolidasi terhadap tegangan e$ekti$ yang ada, atau bila dinyatakan dalam persamaan

sekarang', maka lempung disebut pada kondisi normally consolidated &1:' atau

=:6

o!erconsolidation ratio 2

o '

#imana > /p? /o ? 2 2 preconsolidation pressure e$$ekti!e o!erburden pressure

*enurut ri ayat pembebanannya tanah dibedakan atas> " Normally consolidated =:62 , " Over consolidated =:6@ , " Under consolidated =:6A , Tanah dikatakan dalam kondisi underconsolidated jika tanah tersebut sedang mengalami konsolidasi, tidak stabil. Tanah dalam proses pembentukan &baru diendapkan' dan belum sampai pada kondisi setimbang. Tanah dalam kondisi o!erconsolidated terjadi akibat >

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

perubahan tegangan total yang terjadi karena erosi, penggalian, melelehnya lapisan salju yang menutupi. perubahan tekanan pori karena penguapan oleh pohon"pohon, pemompaan air tanah dalam, pengaliran air tanah ke lorong saluran, dan pengeringan lapisan permukaan.

,. ' n)u-"an Konso%"&as" Tu-uan u-" konso%"&as" a&a%ah . Bntuk menstimulasi kompresi dari tanah akibat bekerjanya beban sehingga diperoleh karakteristik kompresi &compression charasterstic' dari tanah yang akan dihitung untuk menghitung penurunan. Bji konsolidasi satu-dimensi dengan kekangan lateral dilakukan di laboratorium terhadap contoh tanah berbutir halus. Beban diberikan dengan aktu tertentu sesuai prosedur, dan kompresi yang terjadi diakibatkan oleh keluamya air pori. )al " hal yang perlu diperhatikan dalam uji konsolidasi b' c' d' Tes konsolidasi dilakukan terhadap contoh tak"terganggu Sampel yang dipilih merupakan sampel yang me akili pada kedalaman dan lapisan tertentu. Pembebanan dilakukan sesuai prosedur, biasanya kenaikan beban berjalan sesuai dengan deret ukur, yaitu 2C, CD, ,DD, 2DD, EDD, FDD, ,GDD &kadang"kadang sampai 32DD' kPa, atau C, ,D, 2D, ED, FD, ,GD........ dst. kPa. Karakteristik suatu tanah selama terjadi konsolidasi satu dimensi atau pemuaian ditentukan dengan menggunakan uji oedometer. penampang melintang sebuah oedometer. +ambar 3 memperlihatkan :ontoh tanah berbentuk suatu piringan

ditahan di dalam sebuah cincin logam dan diletakkan di antara dua lapisan batu berpori &porous stone'. <apisan batu berpori sebelah atas, yang dapat bergerak di dalam cincin dengan suatu jarak bebas yang kecil, dipasang di ba ah tutup pembebanan &loading cap' dari logam di mana tekanan bekerja terhadap contoh tanah. Seluruh rakitan" tersebut diletakkan di dalam sel terbuka yang berisi air, di mana air pori pada contoh tanah mendapat jalan masuk yang bebas. :incin yang menahan 7 membatasi contoh tanah dapat dijepit &diklem pada badan sel' atau mengapung & bebas bergerak secara

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

!ertikal' cincin bagian dalam harus memiliki permukaan yang limit untuk memperkecil gesekan.

/a(#a! 3.O &o( t !

Kompresi contoh tanah akibat tekanan diukur dengan menggunakan arloji pengukur &dial gauge' pada tutup pembebanan. Tekanan a al akan tergantung pada jenis tanah, kemudian serangkaian tekanan dikenakan pada contoh tanah, di mana setiap tekanan besarnya dua kali besar tekanan sebelumnya. Biasanya setiap tekanan diperlihatkan selama 2E jam &untuk kasus khusus dibutuhkan aktu EF jam', pembacaan kompresi dilakukan dalam selang aktu tertentu selama periode ini. Pada akhir periode penambahan ini dimana tekanan air pori

berlebihan telah terdisipasi secara sempuma, besarnya tekanan yang bekerja sama dengan tegangan !ertikal e$ekti$ pada contoh tanah. )asil"hasil tersebut diperlihatkan dengan memplot tebal &prosentase. perubahan tebal' contoh tanah atau angka pori pada akhir setiap periode penambahan tekanan tersebut terhadap tegangan e$ekti$ yang sesuai. Tegangan e$ekti$ tersebut dapat diplot dalam skala biasa maupun skala logaritmis. -ngka pada akhir setiap periode penambahan tekanan dapat dihitung dari pembacaan arloji pengukur dan begitu pula halnya dengan kadar air & ater content' atau berat kering &dry eight' dari contoh tanah pada akhir pengujian.

,.1. 'a!a( t ! T s Konso%"&as"

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Beberapa parameter yang diperoleh dari hasil tes konsolidasi, yaitu b'Tekanan Pra H Konsolidasi &Preconsolidation Pressure) Tekanan Pra"konsolidasi menunjukkan besamya tekanan !ertikal maksimum yang pemah terjadi di masa lampau terhadap tanah tersebut. /p? b'Kompresi -sli &Virgin Compression' #ari kur!a hasil tes konsolidasi kompresi asli merupakan bagian kur!a dengan tekanan melebihi tekanan Pra"konsolidasi, bentuk kur!anya mendekati linier. #ari bagian kur!a ini dapat dihitung ;ndeks Kompresi (Compression Index) :c., yang merupakan kemiringan dari bagian kur!a ini. c' 6ekompresi dan Pengembangan &Recompression and S ell' Bagian rekompresi dari kur!a konsolidasi menunjukkan tingkah laku tanah jika mengalami tambahan beban kembali setelah sebelumnya ( n)a%a(" penurunan tegangan, sedangkan jika tanah mengalami penurunan tegangan, tidak seluruhnya !olume tanah kembali semula &lihat gambar I.3', dari bagian kur!a ini dapat dihitung ;ndeks pengembangan (S ellitig Index) dan ;nde4 rekompresi (Recompression Index)! " S elling ;nde4 &Cs.' merupakan kemiringan kur!a pada saat mengalami penurunan tegangan. " 6ecompression ;nde4 (C!) merupakan kemiringan kur!a pada saat mengalami kenaikan tegangan kembali (reloading) setelah mengalami penurunan tegangan. d' Koe$isien Konsolidasi &:!'

Koe$isien konsolidasi menunjukkan kecepatan pengaliran air pori selama konsolidasi, secara empiris dapat ditentukan dengan 2 cara, sebagai berikut " *etoda <ogaritma 5aktu &Casagrande' " *etoda -kar 5aktu &"aylor'

e' Kompresi Sekunder

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Berdasarkan teori "er#ag$i penurunan terjadi akibat pengaliran air"pori karena pengaruh tekanan dimana kecepatan penurunan tergantung pada permeabilitas tanah, tetapi percobaan menunjukkan bah a kompresi terus berlanjut meskipun air"pori yang mengalir telah mencapai nol dan berjalan secara lambat pada tekanan e$ekti$ yang konstan. )al ini terjadi karena proses penyusunan kembali partikel tanah untuk membentuk susunan yang lebih stabil &lihat gambar 2.E'.

/a(#a! ,. Ku!+a $ nu!unan - %o) 0aktu

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

+ambar C. )ubungan antara angka pori " tegangan e$ekti$ ,.2. ' n ntuan T kanan '!a-Konso%"&as"

Tanah mempunyai memori atas beban yang pernah dialaminya. Tegangan maksimum yang pernah dialami tanah disebut tekanan prakonsolidasi &preconsolidation pressure' /pJ. :asagrande mengusulkan suatu prosedur empiris dari kur!a e " log a? untuk mendapatkan nilai /p?. +ambar G. memperlihatkan suatu kur!a e " log /? untuk contoh lempung yang terkonsolidasi berlebihan &pada a alnya'. Perhitungan tekanan prakonsolidasi terdiri dari beberapa tahap berikut ini. ,. 2. 3. E. Tarik garis sesuai dengan bagian garis yang lurus &B:' dari kur!a Tentukan titik # sampai ke lengkungan maksimum pada bagian rekompresi &-B' dari kur!a. +ambarkan garis singgung terhadap kur!a pada # dan bagilah sudut antara garis singgung tersebut menjadi dua dengan garis horisontal melalui #. +aris !ertikal yang melalui perpotongan garis"garis dan :B memberikan nilai pendekatan untuk tekanan prakonsolidasi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Pada prosedur ini sedapat mungkin tekanan prakonsolidasi tersebut tidak dile ati. Kompresi tidak akan besar bila tegangan !ertikal e$ekti$ tetap di ba ah /p?. Bila dile ati maka kompresi akan besar. Selain metode casagrande, ada juga cara lain yang dipakai untuk menentukan tekanan prakonsolidasi yaitu menggunakan kur!a e " log /? di lapangan &gambar K'. -kibat e$ek pengambilan contoh tanah pada uji oedometer yang sedikit terganggu menghasilkan penurunan kemiringan garis kompresi asli, sehingga kemiringan garis kompresi asli dari tanah di lapangan akan sedikit lebih besar daripada kemiringan garis tersebut yang didapat dari uji laboratorium. Tidak ada kesalahan yang berarti dalam mengambil angka pori di lapangan dan angka pori &e.' pada a al uji laboratorium. Sc$mertman membuktikan bah a garis asli laboratorium dapat berpotongan dengan garis asli di lapangan pada angka pori sebesar D.E2 kali angka pori a al. +aris asli di lapangan dapat diambil sebagai garis 9F, dimana koordinat 9 adalah log /? &2 <og /p?.' dan eo. F adalah titik pada garis asli laboratorium pada angka pori D,E2 o.

+ambar G. Penentuan tekanan prakonsolidasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

+ambar K. Kur!a e " log /? di lapangan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Soal > Soal , > +i!en > The results o$ the laboratory o$ the test o$ $ig.F.K 6eLuired > For the laboratory compression cur!e &B:#'. #etermine > a' The preconsolidation stress using the :assagrande procedure . b' Find both the minimum and ma4imum possible !alues o$ this stress, and c' #etermine the =:6 i$ the in situ e$ecti!e o!erburden strees is a FD kP-

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II

Soal 2 > The data in e4ample , and $ig.F.K is representati!e o$ layer o$ silty clay ,D m thick. 6eLuired > 9stimate the consolidation settlement i$ the structural loads at the sur$ace ill increase the a!erage stress in the layer by 3C kPa Soal 3 > The data in e4ample 2, e4cept that the structural engineer made an error in computing the loadsM the correct loads no increase o$ ID kPa in the silty clay layer. 6eLuired> 9stimate the consolidation settlement due to the ne loads ill procedure an a!erage stress

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. Pintor Tua Simatupang MT MEKANIKA TANAH II