Anda di halaman 1dari 8

1 Universitas Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1. Permasalahan penelitian. 1.1.1. Latar belakang.

Jalan merupakan sarana transportasi darat yang mempunyai peranan besar dalam arus lalu lintas barang dan orang, sebagai penghubung antar daerah dan diperkotaan. Peranan jalan sebagai aksesibilitas terhadap penyaluran barang maupun jasa adalah penunjang kegiatan ekonomi, yang dapat meningkatkan daya saing internasional atau international competitiveness.1 Pada APBN tahun 2000 Pemerintah mengalokasikan dana untuk sub sektor prasarana jalan sebesar 62% dari jumlah total dana sektor transportasi sebesar Rp.8,4 triliun.2 Angka ini meningkat menjadi Rp.13 triliun pada APBN 2005.3 Pembangunan ini akan ditambah pula dengan pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan oleh sektor swasta dalam pembangunan jalan tol, yang menurut perhitungan Departemen Pekerjaan Umum akan berkisar sekitar tiga kali dari jumlah nilai pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah. Dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan dibangun ratusan kilometer jalan tol serta peningkatan ribuan kilometer jalan raya umum di Pulau Jawa dan berbagai daerah di luar Jawa. Alokasi dana yang disediakan untuk prasarana jalan yang sangat besar tersebut seharusnya dapat menghasilkan jalan yang berkualitas. Akan tetapi pada kenyataannya sejak tahun 2000 terjadi kerusakan jalan yang cukup parah, misalnya di Jalur Pantura dan Lintas Timur Sumatera yang merupakan urat nadi perekonomian. Kerusakan jalan tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar, antara lain bertambahnya biaya penggunaan BBM, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, meningkatnya biaya pemeliharaan kendaraan, dan meningkatnya harga barang kebutuhan sehari-hari. Lebih dari 140 ribu km jalan atau 48% dari seluruh total jalan di Indonesia atau 291,5 ribu km mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Jumlah panjang jalan negara dan jalan 1 Infrastructure Policy Brief, The Road To Economic Growth, Strategic Priorities For The Road Sector in Indonesia , (ADB: Januari, 2005). 2 APBN-RAPBN 1999-2000. 3 Bappenas, Rincian Anggaran Pembangunan Menurut Sektor/Sub Sektor, 2005.

2 Universitas Indonesia propinsi yang rusak sekitar 8.798 km. Kerusakan di jalan kabupaten mencapai panjang 134.443 km4. Angka kerusakan jalan tersebut meningkat menjadi dua kali lipat pada tahun 2001, yang diakibatkan oleh biaya pemeliharaan yang tidak mencukupi atau backlog maintenance.5 Secara nasional hal ini akan akan berdampak terhadap perekonomian nasional, karena alokasi anggaran pembangunan yang sangat besar tadi tidak digunakan dengan optimal. Faktorfaktor penyebab kerusakan jalan cukup banyak, antara lain kendaraan dengan muatan berlebih, faktor alam, atau pengerjaan proyek yang tidak sesuai perencanaan dengan standar mutu yang ditetapkan. Kerusakan jalan ini disebabkan pula oleh faktor ketenagakerjaan yaitu rendahnya kinerja tenaga kerja. Kinerja tenaga kerja ini meliputi efektifitas, efisiensi, kualitas hasil kerja, ketepatan waktu, produktifitas dan keselamatan kerja.6 Angka penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi selama tahun 20042009 diperkirakan mencapai 6,1 juta orang, dimana secara proporsional sekitar 30% akan terlibat dalam pekerjaan jalan.7 Dengan jumlah pekerjaan yang meningkat akan terjadi pula kenaikan permintaan tenaga kerja pekerjaan jalan. Permintaan ini tidak dapat segera dipenuhi mengingat terbatasnya jumlah pekerja yang mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dalam bidang ini dan sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan. Di sisi lain sejalan dengan globalisasi, pasar jasa konstruksi Indonesia termasuk untuk pekerjaan jalan akan terbuka bagi pelaku usaha dari negara lain. Masuknya pelaku usaha konstruksi dari luar tersebut, akan masuk pula para tenaga kerja kontruksi dari negara lain ke Indonesia. Secara umum daya saing sektor konstruksi kita masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara regional. Daya saing nasional kita dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia digambarkan dalam Global Competitiveness Index (GCI), yaitu daftar yang menunjukkan indeks daya saing masing-masing negara. Indeks ini merupakan gabungan perhitungan dari 9 pilar yang terdiri dari institution, infrastructure, macroeconomy, health and primary 4 Heru Dewanto, Kualitas Layanan Jasa Infrastruktur, (www.suarapublik.org, 2005) . 5 Kwik Kian Gie, Memprihatinkan, Kualitas Layanan Jasa Infrastruktur, (www.suara publik.org, April 2005). 6 US Department of Energy, How To Measure Performance, A Handbook Of Techniques And Tools, (www.ini.gov/PBM/Handbook), hal. 1-4. 7 Data Departemen Pekerjaan Umum, 2003.

3 Universitas Indonesia education, higher education and training, market efficiency, technological readyness, business sophistication dan innovation. Survey dari GCI memperlihatkan kedudukan Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara maju dan negara-negara Asia. Tingkat daya saing Indonesia untuk tahun 2006 berada pada ranking ke 50, sangat jauh dibawah Singapura yang menduduki ranking ke 5 dan dibawah Malaysia pada ranking ke 26 dan Thailand pada ranking ke 35, walaupun telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari kedudukan ke 69 tahun 2005.8 Dari pilar yang merupakan basic requirement yaitu institution, infrastructure, macroeconomy dan health and primary education, Indonesia menduduki ranking ke 68, yang juga di bawah Singapore, Malaysia dan Thailand. Untuk infrastructure posisi daya saing Indonesia ada pada ranking ke 89.9 Infrastructure ini meliputi pula infrastuktur transportasi, yang berarti kondisinya di Indonesia masih jauh dibawah beberapa negara di lingkung ASEAN. Keadaan ini dapat dilihat dari sisi yang lain, yaitu Indonesia harus berupaya untuk memperbaiki infrastruktur transportasi untuk dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Upaya peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan dan penambahan tenaga terlatih ini harus dilakukan segera bersamaan dengan langkah-langkah strategis lain. Apabila tidak dilakukan upaya peningkatan kinerja daya saing tersebut, maka di waktu mendatang pasar konstruksi dan tenaga kerja pekerjaan jalan yang berskala internasional di dalam negeri dapat didominasi oleh pihak asing. Dalam tingkat nasional dan daerah, kerusakan jalan dan pendeknya umur konstruksi jalan akan terus terjadi akibat rendahnya kinerja tenaga kerja. Penelitian tentang kinerja tenaga kerja pekerjaa n jalan serta upaya peningkatan kinerja daya saingnya selama ini belum pernah dilakukan. Langkah-langkah perbaikan kinerja untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pekerjaan jalan serta antisipasi terbukanya pasar dalam negeri bagi pelaku konstruksi asing harus dilakukan segera sejalan dengan langkah strategis lainnya. 8 Global Competitiveness Report, 2006-2007. 9 Ibid.

4 Universitas Indonesia 1.1.2. Identifikasi masalah. Identifikasi masalah yang dihadapi adalah : . Terjadi peningkatan volume pekerjaan jalan di dalam negeri baik berupa pembangunan baru maupun perbaikan jalan, yang berarti akan terjadi peningkatan permintaan tenaga kerja yang berkompetensi. Kondisi sekarang ini jumlah tenaga kerja konstruksi jalan yang mempunyai kompetensi serta mempunyai kinerja baik sangat terbatas. . Kinerja tenaga kerja konstruksi jalan terdiri dari faktor efektifitas, efisiensi, kualitas hasil kerja, ketepatan waktu, produktifitas dan keselamatan kerja pada saat ini secara umum masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya mutu jalan adalah rendahnya kualitas tenaga kerjanya yang ditunjukkan oleh kinerja kualitas hasil kerjanya. . Kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan kinerja daya saing tenaga kerja sejenis dari negara maju. . Belum pernah dilakukan penelitian tentang peningkatan kinerja tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. Jika tidak dilakukan upaya perbaikan sistem ketenagakerjaan konstruksi khususnya dalam pekerjaan jalan, daya saing tenaga kerja nasional akan tetap rendah dan kalah bersaing dengan tenaga kerja sejenis dari negara lain untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia atau di negara lainnya. 1.1.3. Perumusan masalah penelitian. Masalah penelitian tentang tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan dapat dirumuskan sebagai berikut : . Faktor apa dan mengapa yang mempengaruhi rendahnya kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. . Apa dampak dan penyebab rendahnya kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. . Bagaimana meningkatkan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan.

5 Universitas Indonesia 1.2. Lingkup penelitian. 1.2.1. Tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah : 1. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi rendahnya kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. 2. Mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak rendahnya kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. 3. Melakukan analisis untuk merekomendasikan bagaimana meningkatkan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. 1.2.2. Batasan penelitian. Batasan penelitian ini sendiri adalah pola peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi dibidang pekerjaan jalan. Jalan dapat berada dipermukaan tanah, diatas permukaan tanah atau air baik berupa jembatan, jalan layang, dan dibawah permukaan tanah berupa terowongan, sub-way dan lain-lain. Penelitian ini mengkhususkan hanya pada pekerjaan jalan untuk kendaraan, dan tidak termasuk untuk jenis pekerjaan konstruksi penunjangnya, seperti pekerjaan konstruksi jembatan atau konstruksi terowongan dengan segala bentuknya. Obyek penelitian difokuskan pada proyek jalan skala besar yang dikerjakan oleh perusahaan kontraktor kualifikasi besar. 1.2.3. Manfaat penelitian. Bagi peneliti : Merupakan sumbangan pemikiran kepada sektor konstruksi nasional pada umumnya dan pekerjaan jalan pada khususnya. Bagi Universitas Indonesia : Merupakan kontribusi pemikiran dari Universitas Indonesia pada umumnya dan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil pada khususnya dalam kedudukannya sebagai Pusat Riset Teknologi kepada kemajuan sektor konstruksi di Indonesia. Bagi sektor konstruksi : Merupakan masukan untuk menentukan arah kebijakan nasional, khususnya dalam peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan adalah bagian dari pekerjaan lainnya di sektor konstruksi. Penelitian peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja ini dapat digunakan

6 Universitas Indonesia sebagai model peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja dalam bidang konstruksi lainnya. 1.3. Metodologi penulisan. Untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian, penulisan akan disusun dalam enam bab yang diuraikan seperti berikut: Bab I : Pendahuluan Membahas tentang permasalahan penelitian yang terdiri dari latar belakang, identifikasi dan rumusan masalah, lingkup penelitian yang meliputi tujuan, batasan, manfaat penelitian dan metodologi penulisan. Bab II : Kajian Pustaka, Kondisi dan Teori Melakukan kajian atas kondisi tenaga kerja konstruksi di bidang pekerjaan jalan. Melakukan kajian pustaka dan teori serta membandingkan refensi tentang ketenagakerjaan yang terkait dengan kinerja daya saing, sistem ketenagakerjaan konstruksi yang ada dan yang berlaku internasional. Bab III : Metode Penelitian Membuat kerangka berfikir dari peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan, menetapkan research question, hipotesa penelitian, alur penelitian, model dasar penelitian. Penelitian akan dilengkapi dengan rencana pengumpulan data penelitian, rencana analisa, pemodelan dan simulasi penelitian, berikut rencana validasi hasil pemodelan penelitian Bab IV : Pelaksanaan Analisis Penelitian. Analisis penelitian akan terdiri atas analisis faktor dan variabel rendahnya kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan, analisis faktor dan variabel yang berpengaruh pada kinerja daya saing, analisis penyebab kinerja daya saing rendah, analisis peningkatan kinerja daya saing, analisis pemodelan, simulasi dan pola peningkatan kinerja daya saing, validasi hasil pemodelan, simulasi dan pola peningkatan kinerja daya saingnya.

7 Universitas Indonesia Bab V : Pembahasan Penelitian Pembahasan penelitian ini terdiri dari bagian yang memperlihatkan pola peningkatan kinerja daya saing, jawaban research question, pembuktian hipotesa penelitian, pola kebijakan peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi pekerjaan jalan. Bab VI : Kesimpulan dan Saran Penelitian Kesimpulan penelitian akan meliputi faktor dan variabel kinerja daya saing utama, faktor dan variabel yang berpengaruh pada kinerja daya saing utama, manfaat peningkatan kinerja daya saing, pola peningkatan kinerja daya saing. Saran penelitian akan ditujukan kepada peningkatan kinerja daya saing tenaga kerja konstruksi khususnya pada pekerjaan jalan serta pada tenaga kerja konstruksi pada umumnya.