Anda di halaman 1dari 27

ILMU YANG BERMANFAAT

CUCU NENEK YANG CANTIK Hadista 9 tahun anak kedua dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan sudah lebih satu minggu demam terutama pada s re hari! sesekali disertai batuk" Ibunya khawatir kalau Hadista mengalami ke#ang lagi! karena sewaktu berumur $ tahun pernah mengalami ke#ang demam" %etelah Hadista diperiksa d kter! dilakukan pemeriksaan lab rat rium darah rutin! urin! widal dan kultur" Hasil lab rat rium Hb & '( g)! leuk penia! *E+ & ,- mm.#am! hitung #enis (.(.(.,/.,-.9 dan u#i widal p siti0" %e#ak bayi Hadista diasuh neneknya karena ibunya se rang pegawai yang sibuk" Ibunya takut Hadista ketularan penyakit neneknya yang sering batuk" Tetapi ketika dilakukan pemeriksaan leh d kter! ternyata 1TA sputum negati2e" 1agaimana anda men#elaskan apa yang ter#adi pada Hadista 3

Terminologi : '" Ke#ang demam 4 1angkitan ke#ang yang ter#adi pada kenaikan suhu 5suhu re6tal lebih dari /-(C7 yang disebabkan leh suatu pr ses ekstrakranium" $" U#i widal 4 Tes untuk mengetahui adanya aglutinin pada antigen H dan 8 %" thypi dan parathypi pada pasien yang di6urigai terin0eksi %alm nella" /" *euk penia 4 Kekurangan sel darah putih! dimana #umlah sel darah putihnya kurang dari 9((( dalam tiap tetes darah" ," 1TA 4 1asil Tahan Asam! Teknik pewarnaan yang khusus untuk bakteri tertentu yang memiliki si0at tahan asam hidr kl rida" 9" *E+ :" In0eksi 4 *a#u Endap +arah! Ke6epatan yang dibutuhkan darah untuk mengendap" 4 ;asuknya mikr rganisme ke dalam tubuh"

Identifikasi dan Analisa Masalah : 1. Mengapa demam pada Hadista hanya terjadi pada waktu sore hari saja ?

Karena bakteri yang mengin0eksi Hadista beker#a dengan mengeluarkan t ksin di tubuh pada s re hari" 1. Apakah kecurigaan I u Hadista kalau kejang yang terjadi pada saat Hadista erusia ! ulan dapat terjadi lagi untuk kedua kalinya ?

Tidak bisa! karena ke#ang demam hanya ter#adi pada rentang usia 9 bulan hingga : tahun sedangkan Hadista sekarang sudah berusia 9 tahun sehingga Hadista hanya akan mengalami demam tanpa disertai leh ke#ang" 1. Apa penye a demam dan atuk Hadista ?

+emam ter#adi karena hadista terin0eksi bakteri Salmonella thypi! dimana bakteri ini akan masuk ke usus besar dan mengakti0kan makr 0ag! makr 0ag yang akti0 ini akan merangsang terbentuknya sit kin dan respt rnya yang akan merangsang pembentukan asam arakhid nat yang selan#utnya akan terbentuk pr staglandin yang mengakibatkan 2as k nstriksi dan peningkatan suhu" 1atuk ter#adi sebagai mekanisme pertahanan tubuh n n spesi0ik terhadap bakteri yang masuk ke tubuh" !. "agaimana mekanisme kejang demam ?

Ke#ang demam ter#adi di awal demam" Anak yang mengalami ke#ang demam akan terlihat kaku! berkelen# tan! mata berputar! dapat ter#adi gerakan sederhana atau tidak 0 kal ataupun gerakan yang k mplek atau 0 kal" #. Apa tujuan pemeriksaan $%&' uji widal dan hitung jenis leukosit ? <emeriksaan *E+ bertu#uan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan *E+ atau tidak" *E+ yang meningkat disebabkan leh makr 0ag yang hiperakti0 sehingga mengalami nekr sis dan mengakibatkan erupsi pembuluh darah" U#i widal bertu#uan sebagai diagn sis penun#ang terhadap sese rang yang diduga terin0eksi bakteri Salmonella thypi ataupun S. parathypi" Hitung #enis leuk sit bertu#uan untuk memastikan bakteri apa yang mengin0eksi dan untuk mengetahui in0eksinya akut atau kr nis" (. Mengapa Hadista mengalami leucopenia ? Karena bakteri yang mengin0eksi Hadista menyebabkan makr 0ag men#adi hiperakti0" ;akr 0ag yang hiperakti0 ini mengakibatkan banyaknya nekr sis sel darah putih" !. Apa artinya uji widal yang positif ?

U#i widal yang p siti0 menun#ukkan bahwa sese rang tersebut pernah k ntak atau terin0eksi dengan kuman Salmonell thypi dan bukan menun#ukkan bahwa adanya kuman Salmonella thypi di dalam tubuh ses rang! karena yang dilihat dalam u#i widal adalah antib dy dari kuman tersebut yang akan p siti0 kalau sese rang tersebut pernah k ntak atau pernah terin0eksi dengan kuman tersebut" 1. Apakah hitung jenis leukosit Hadista ini normal ? )alau tidak' erapakah normalnya ?

Jenis Leukosit Basofil Eusinofil Netrofil Batang Netrofil $egmen Limfosit )onosit

Pada Hardista (%) Jumlah normalnya (%) 0 0 0 %! %( * 0 1 # &0 #0 # ! ! '0 %0 (

Keterangan Normal "idak Normal "idak Normal "idak Normal "idak Normal "idak Normal

1.

"erapa jumlah normal H dan $%& ?

*aki = *aki 5g)7<erempuan 5g)7Anak = Anak 5g)7Hb N rmal'/ = '-'$ = ':'' = '/ ;et de*aki = *aki 5mm.#am7<erempuan 5mm.#am7>intr be( = '9( = $(>estergen( = '(( = '( '(" 1agaimana 6ara penularan penyakit batuk 3 +an apa kemungkinan penyakit dari nenek Hadista 3 Kemungkinan penyakit nenek Hadista adalah T1" Cara penularannya melalui bersin dan batuk nenek Hadista yang mengandung kuman T1 akan masuk ke tubuh rang lain melalui pr ses inhalasi" %elain itu! ludah yang dibuang sembarangan apabila ludah itu kering! kuman di dalamnya dapat diterbangkan angin dan dapt menempel pada makanan ataupun minuman dan masuk ke tubuh melalui pr ses ingesti" Apa kemungkinan penyakit yang dialami Hadista 3

Kemungkinan Hadista menderita demam ti0 id" Hal ini terlihat dari demam yang ter#adi terutama pada s re hari yang merupakan 6iri khas dari demam ti0 id" 1. Apakah atuk Hadista mencerminkan ia menderita T" ?

Tidak! karena hasil pemeriksaan sputumnya negati0" ?adi batuknya tersebut hanya mani0estasi untuk mengeluarkan bakteri" 1. Apa arti pemeriksaan "TA sputum negatif ?

Artinya Hadista tidak menderita T1 dan di dalam sputumnya tidak terdapat bakteri T1" 1. Apa tujuan pemeriksaan urin dan kultur ?

<emeriksaan urin bertu#uan untuk melihat ada tidaknya in0eksi pada hati! empedu ataupun gin#al" <emeriksaan kultur bertu#uan untuk mengidenti0ikasi spesies bakterinya dan menetukan antibi tik apa yang 6 6 k untuk digunakan" 1. Apakah ada kaitan antara umur dengan demam yang le ih dai 1 minggu dan kejang demamnya ?

+ari umur dapat dilihat apakah sese rang yang demam tersebut dapat mengalami ke#ang atau tidak karena ke#ang demam hanya ter#adi pada anak = anak usia 9 bulan = : tahun" +emam yang lebih dari ' minggu dapat digunakan untuk mengetahui #enis demamanya" *istematika :

Tujuan +em elajaran : Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan : 1. Morfologi' struktur dan sifat fisiologis akteri. Morfologi : %e6ara umum terbagi / 4 a" C 66us 4 1akteri berbentuk bulat seperti b la" @ariasinya 4 A ;ikr 6 66us A +ipl 6 66us A Tetra6 66us A %ar6ina 4 ?ika ke6il dan tunggal" 4 ?ika berganda dua = dua" 4 1ergandeng empat dan bu#ursangkar"

4 1erger mb l membentuk kubus" 4 %eperti anggur" 4 %eperti rantai"

A %taphyl 6 66us A %trept 6 66us

b" 1asilus 4 1akteri berbentuk batang atau silinder" @ariasinya 4 A +ipl basilus A %trept basilus A K k basilus A Busi0 rmis 4 1ergandeng dua" 4 1ergandeng seperti rantai" 4 1atang yang pendek menyerupai 6 66us" 4 Kedua u#ung batang merun6ing

6" %piril 5%pirilum7 4 1akteri berbentuk lengkung" @ariasinya 4

A @ibri A %piral

4 1entuk k ma! lengkungnya ke6il dari setengah lingkaran" 4 *engkungnya lebih dari setengah lingkaran 4 %piral halus! elastis dan 0leksibel! dapat bergerak dengan 0lagel"

A %pir khaeta *truktur :

a" Inti atau nukleus 4 +engan pewarnaan Beulgen! inti dapat dilihat dengan mikr sk p 6ahaya biasa" 1adan inti tidak mempunyai dinding atau membran" +i dalamnya terdapat +NA 0ibril" +NA benang ini disebut kr m s m dengan pan#ang lebih kurang ' mm" b" %it plasma 4 Tidak mempunyai mit k ndria . kl r plas . mikr tubulus" ;enyimpan 6adangan makanan dalam bentuk granula sit plasma yang beker#a men#adi sumber nitr gen! sul0ur! 0 s0at an rganik dan granula metakr matik" 6" ;embran sel 4 Terdiri dari 0 s0 lipid dan pr tein" Tidak mengandung ster l! ke6uali genus Mycoplasma" Terdapat mes s m! enCim = enCim dan m lekul = m lekul yang ber0ungsi pada bi sintesa +NA! p limerase dinding sel dan lipid membran untuk 0ungsi bi sintetik" d" +inding sel 4 Terdiri dari lapisan peptid glikan . muk peptida" 1erperan untuk men#aga tekanan sm tik! men#aga agar sel tidak pe6ah! memegang peranan dalam pembelahan sel! bi sintesa sendiri untuk membentuk dinding sel! merupakan determinan dari antigen permukaan kuman" <ada kuman gram negati0 terdapat lip p lisakarida yang bersi0at t ksik" e" Kapsul 4 %intesa p limer ekstrasel" *ebih tahan terhadap e0ek 0ag sit sis" 0" Blagel 4 1erbentuk seperti benang" Terdiri dari pr tein dengan diameter '$ = /( nm" ;erupakan alat pergerakan" <r teinnya disebut 0lagelin" g" <ili . 0imbrae 4 ;eruakan rambut pendek dan keras" +imiliki leh beberapa kuman gram negati0" h" End sp ra 4 <aling sering dibentuk leh bakteri batang gram p siti0" ;erupakan bakteri dalam bentuk istirahat" %angat resisten terhadap panas! kekeringan dan Cat kimiawi" %p ra tersiri dari 6 re! dinding sp ra! k rteks! 6 at dan eksp p rium" *ifat fisiologis : ,ang diperlukan akteri untuk hidup : a" Air 1akteri memerlukan air dalam k nsentrasi tinggi disekitarnya karena diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan" Air merupakan pengantar semua bahan giCi yang diperlukan sel dan untuk membuang semua Cat yang tak diperlukan ke luar sel" b" Garam = garam rganik +iperlukan untuk mempertahankan keadaan k l idal dan tekanan sm tik di dalam sel! untuk memelihara keseimbangan asam basa dan ber0ungsi sebagai bagian enCim atau sebagai akti2at r reksi enCim"

6" ;ineral +iperlukan karb n! nitr gen! belerang! 0 s0at! akti2t r enCim seperti ;g! Be! K dan Ca" d" C8$ +iperlukan dalam pr ses sintesa dengan timbulnya asimilasi C8 $ di dalam sel" e" 8$ 1erdasarkan keperluan akan ksigen! 1akteri dibagi dalam 9 g l ngan 4 '" Anaer b bligat 4 hidup tanpa ksigen! ksigen t ksik terhadap g l ngan bakteri ini" 4 tidak mati dengan adanya ksigen"

$" Anaer b aer t leran /" Anaer b 0akultati0 ," Aer b bligat

4 mampu tumbuh baik dalam suasana dengan atau tanpa ksigen" 4 tumbuh subur bila ada ksigen dalam #umlah besar"

Temperatur 1akteri mempunyai temperatur ptimum yaitu dimana bakteri tersebut tumbuh sebaik = baiknya dan batas = batas temperatur dimana pertumbuhan dapat ter#adi" a" <sikhr 0ilik b" ;es 0ilik 6" Term 0ilik 4 A9 sampai D/((C dengan ptimum 'A $((C" 4 '( = ,9(C dengan ptimum $( = ,((C" 4 $9 = -((C dengan ptimum 9( = :((C"

pH pH mempengaruhi pertumbuhan bakteri" Kebanyakan bakteri pat gen mempunyai pH ptimum E!$ = E!:"

-eproduksi akteri a" <embelahan

Umumnya bakteri berkembangbiak se6ara amit sis dengan membelah diri men#adi / bagian" >aktu diantara $ pembelahan tersebut disebut dengan generati n time dan ini berlainan tiap #enis bakteri! ber2ariasi antara $( menit sampai '9 #am" b" <embentukan tunas atau 6abang 1akteri membentuk tunas! tunas akan melepaskan diri dan membentuk bakteri baru" 6" <embentukan 0ilament %el mengeluarkan rambut pan#ang! 0ilament yang tidak ber6abang" 1ahan kr m s m kemudian dimasukkan ke dalam 0ilament" Bilament terputus = putus men#adi beberapa bagian" Tiap bagiam membentuk bakteri baru! di#umpai terutama pada keadaan abn rmal" d" Fepr duksi se6ara seksual <embelahan didahului peleburan bahan kr m s m dari $ bakteri sehingga timbul sel = sel bakteri dengan si0at = si0at yang berasal dari kedua induknya" A Base penesuaian 5lag 0ase7 1akteri belum berkembang biak tapi akti2itas metab lisme sangant tinggi" 1erlangsung selama $ #am dan merupakan persiapan untuk 0ase berikutnya" A Base pembelahan 5eksp nensial 0ase7 1akteri berkembangbiak dengan berlipat $! #umlah bakteri meningkat se6ara eksp nensial! berlangsung '- = $, #am" A Base stasi ner +engan meningkatnya #umlah bakteri! meningkat #uga #umlah hasil metab lisme yang t ksik" 1akteri mulai ada yang mati! pembelahan terhambat" <ada suatu saat ter#adi #umlah bakteri yang hidup tetap sama" A Base kemunduran ?umlah bakteri hidup berkurang dan menurun" !. .alur Transmisi akteri : a" 1akteri se6ara umum yang menyebabkan penyakit pada manusia terutama ada pada hewan! mengin0eksi manusia se6ara tidak senga#a 4 A Salmonella 5khas mengin0eksi hewan7 4 +itularkan dalam pr duk makanan ke manusia A Yernisia pestis 4 +itransmisikan kepada manusia melalui lalat" A Basillus anthracis 5hidup di lingkungan dan hewan7 4 +itransmisikan ke manusia melalui pr duk = pr duk seperti rambut kasar dari hewan yang terin0eksi"

b" 1akteri #uga bisa ditransmisikan dari sese rang ke rang lain 4 A Mycobacterium tuberculosis 4 %e6ara alami hanya mengin0eksi manusia! ditularkan ke rang lain melalui batuk" A Streptococcus aurens 4 Terdapat dalam nares anteri r! pembawa bakteri mengg s k hidung! bakteri berpindah ke tangan dan ke rang lain"

Tempat masuk bakteri pat gen 4 a" <aling sering '" Tempat bertemunya selaput lendir dengan kulit 4 A %aluran perna0asan A Gastr intestinal A Genitalia A %aluran kemih $" Kulit abn rmal 4 A Terp t ng A *uka bakar

/. -espon imun yang erperan pada infeksi akteri 1akteri berdasarkan tempat replikasinya dibedakan atas bakteri intraselular dan bakteri ekstraselular" ;ekanisme pertahanan tubuh dipengaruhi leh struktur dinding sel dan pat genitas bakteri" %i0at = si0at pat genitas bakteri dilihat dari t ksisitas dan in2asi0nya! yaitu 4 '" $" 1akteri yang t ksik tetapi tidak in2asi0 1akteriyang in2asi0 tetapi tidak t ksik

1akteri gram negati0 umumnya dapat dibunuh langsung leh sel NK dengan melisis membran sel bakteri" +isamping itu berperan #uga sel T6 yang merusak membran sel yang terin0eksi bakteri intraselular yang dapat membuat bakteri tersebut keluar dari sel dan dapat dihan6urkan"

1akteri ekstraselular adalah bakteri yang berada di sirkulasi atau #aringan k nekti2us ekstraselular! r ngga = r ngga #aringan seperti lumen saluran 6erna dan saluran perna0asan" 1ila bakteri ekstraselular! baik yang bersi0at end t ksin ataupun eks t ksin! akan menimbulkan resp n imun langsung dari tubuh untuk menghadapi t ksin yang dihasilkan leh bakteri tersebut" Untuk bakteri gram p siti0 yang dinding selnya merupakan peptid gllikan dan mengeluarkan eks t ksin! akan mengakti0kan k mplemen melalui #alur alternati0 melalui peningkatan pembentukan C/ 6 n2ertase" Untuk bakteri gram negati0 yang dinding selnya berupa lip p lisakarida dan mengeluarkan end t ksin! akan merangsang sel makr 0ag menghasilkan lim0 kin! diantaranya 4 TNB! I* '! I* : dan I* -" 1akteri yang masuk #uga akan merangsang pembentukan antib di Ig; dan IgG yang akan meningkatkan ps nisasi! menetralkan t ksin dan mengakti0kan k mplemen" 1akteri #uga akan merangsan sel C+, yang selan#utnya akan merangsang sel 1 menghasilkan antib di dan sel makr 0ag yang meningkatkan 0ungsi antimikr ba makr 0ag" 1akteri intraselular adalah bakteri yang berada di dalam sel seperti sel makr 0ag dan merangsang resp n imun selular" <ada resp n imun n nspesi0ik yang dirangsang leh bakteri intraselular! bakteri yang telah di ps nisasi melekat padda B6 dan resept r C/b untuk ditelan leh 0ag sit" Tetapi terdapat beberapa bakteri yang menentag keampuhan makr 0ag untuk mem0ag sit sit! seperti 4 1akteri Mycobacterium tubercolosis, dapat menghambat 0usi lis s m dengan 2aku la 0ag sittik" *ipid my6 bakterium seperti lip arabin manna menghambat akti2asi makr 0ag dan melindungi bakteri dari unsur ksigen reakti0 pembersih seperti ani n super ksida! hidr gen super ksida dan lain = lain" C nt h bakteri lain yaitu Listeria monocytogenes menggunakan lisin khusu untuk menghindarkan dirinya dari 0ag s m dan hidup dalam sit plasma" %elain merangsang resp n imun n n spesi0ik! dirangsang #uga resp n imun spesi0ik! yaitu akti2asi makr 0ag leh sel C+, D Th' untu mempr duksi IBN = yang dapat mema6u pembunuhan mikr ba" %elain itu #uga akan ter#adi lisis sel yang terin0eksi leh C+-D..CT*" ?enis t ksin pada bakteri 4

Eksotoksin "em+at +roduksi $truktur kimia $ifat fisik $ifat imunologis "oksisitas /eaksi 0adan

Endotoksin

,ikeluarkan oleh kuman hidu+Bagian integral dari dinding sel konsentrasinya dalam medium .air sangat kuman gram negatif tinggi Poli+e+tida Kom+les li+o+olisakarida

/elatif tidak sta0il- dengan +emanasan /elatif sta0il- akti1itas toksin akti1iatas toksin menurun meneta+ 2alau+un di+anaskan $angat antigeni.- menghasilkan antitoksin "idak menginduksi ter0entuknya dalam 3umlah 0anyak- da+at di0uat antitoksin- tidak da+at di0uat toksoid toksoid $angat toksik- menim0ulkan kematian Kurang toksik- dalam dosis 0esar meski+un dalam dosis ke.il 0aru menim0ulkan kematian "idak demam ,emam

0. +roses terjadinya infeksi akteri di dalam tu uh manusia

a" K l nisasi permukaan pe#amu A 1akteri masuk melalui permukaan muk sa traktus respirat rius! genit urinaria dan kulit" kular! traktus gastr intestinal!

A K l n sasi yang berhasil memerlukan perlekatan bakteri ke permukaan muk sa dan dibantu dengan pili! p lisakarida kapsul dan asam lip teik at" A Targetnya adalah saluran muk sa yang membatasi sel epitel atau lapisan muk sa itu sendiri" A %truktur lain yang terlibat seperti pr tein spesi0ik pada sta0il k kus yang berikatan dengan pr tein manusia seperti 4 0ibrin! 0ibr nektin! laminin dan k lagen" $" In2asi #aringan dan tn pisme #aringan A ;elalui ambilan intraselular leh sel epitel atau melalui lintasan pertemuan sel epitel" C nt hnya 4 1akteri Staphylokokus dan Streptokokus menguraikan enCim ekstraselular seperti hialur nidase! lipase! hem lisin untuk meme6ah struktur selular dan memperb lehkan bakteri masuk ke #aringan yang lebih dalam dan darah" 1akteri Yersinia enterocolitica melalui akti2asi pr tein in2asin" 1akteri Brucella dibawa leh sel 0ag sit yang men6erna tapi gagal membunuh bakteri" A Ada #uga bakteri yang tanpa in2asi! seperti 4 Bordetella pertusis, V. Cholerae, Clostridium tetani! Mycobacterium tuberculosis dan Mycobaterium leprae" A <at gen yang menyebabkan penyakit setempat seperti G 0aringitis! ulserasi kulit dan diare" A <at gen yang ada yang memerlukan suatu penembusan dalam #aringan pe#amu untuk menyebabkan in0eksi lebih dalam seperti Bacteroides fragilis. A Tn pisme yaitu mengin0eksi #aringan spesi0ik dan belum diketahui mekanisnya"

#. Manifestasi klinik' pemeriksaan penunjang' diagnosis dan terapi komprehensif infeksi akteri 1aringitis' disebabkan leh bakteri Streptokokus grup A" Manifestasi klinis : ;asa inkubasi ' = , hari Ge#ala 4 nyeri tengg r kan! demam dan menggigil! keluhan abd men dan muntah"

Ge#ala dan tanda klinis ber2ariasi dengan keluhan tengg r kan mulai ringan hingga demam tinggi dan nyeri tengg r kan hebat yang disertai eritema luas! pembengkakan muk sa 0aring! eksudat purulenta pada dinding p steri r 0aring dan pilar t nsil" +emeriksaan penunjang :

1iakan tengg r kan &iagnosis : +ugaan bakteri 4 Corynebacterium hemoliticum! 2irus coxsackie in0luenCa! dan lain = lain" Terapi : <en6egahan demam reumatik tergantung pada pembasmian kuman dari 0aring! pemulihan ge#ala! peng batan dengan penisilin '( hari dengan d sis tunggal penisilin benCakin G '!$ #uta unit I; . penisilin @ $9( mg < 8 H '( hari" 5 untuk anak = anak dibawah $E kg d sisnya I7" Kalau alergi penisilin bias diganti dengan eritr misin 5'( mg.kg < 8 sampai maksimum $9( mg.d sis7"

Tetanus' disebabkan leh bakteri Clostridium tetani. Manifestasi klinik : <eningkatan t nus t t dan spasme generalisata" Awitan ge#ala median setelah 6edera setelah E hari

<ertamanya ter#adi peninggian t nus t t mas6eter 5trismus atau kaku rahang7! di0agia! nyeri atau kaku kuduk! bahu! t t belakang dan lain = lain" &iagnosis : 1erdasarkan temuan 0isis" +emeriksaan penunjang : 1iakan luka C. etani bisa dibiakkan dari luka pasien tanpa tetanus dan sering ditemukan dari luka pasien tetanus" <eningkatan leuk sit tapi 6airan tak n rmal"

&iagnosis anding : Keadaan yang menimbulkan trismus seperti abses al2e lans! kera6unan sriknin! reaksi bat dist nik 50en tiaCin7" Keadaan yang dika6aukan dengan tetanus seperti 4 meningitis! rabies" Tapi diperkuat itu tetanus dengan adanya peningkatan nyata t nus t t pada t t pusat 5wa#ah! leher! dada! punggung! perut7! spasme generalisata yanng men#adi tersamar dan bebas ge#ala pada kaki dan tangan" Terapi : a" Tindakan umum 4 A ;enghilangkan sumber t ksin! menetralkan t ksin A ;en6egah spasme t t

A <erlindungan perna0asan A <emulihan A <asien harus dirawat di ruangan yang tenang dengan perawatan intensi0 A *uka harus diekspl rasi! se6ara hati = hati dibersihkan dan di debridemen se6ara menyeluruh b" Terapi antibi tik 4 A <enisilin parenteral 5'( = '$ #uta unit.hari! '( hari untuk membasmi sel = sel 2egetati0 sumber t ksin" A <engganti penisilin 4 klindamisin! erit misin! metr nidaC l" 6" Antit ksin 4 Gl bilin imun tetanus 5mns7 . TIG I;! d sis terbagi /((( = :((( unit! diberikan sebelum membersihkan luka" Antit ksin tetanus d sisnya '(("((( unit I; dan I@! tapi '("((( unit sudah 6ukup" d" <engendalian spasme t t 4 +iaCepam $9( mg.hari atau lebih" * raCepam . midaC lam intra2ena"

&isentri! disebabkan leh Shigella dysentriae. Manifastasi klinik : Nyeri perut! demam! diare 6air"

?ika in0eksi mengenai ileum dan k l n mengakibatkan #umlah 0eses meningkat! 0eses lebih kental tapi sering mengandung lendir dan darah" %ering pada rang dewasa! demam dan diare menghilang sp ntan dalam $ = 9 hari" Namun pada anak = anak dan lansia dapat menimbulkan dehidrasi! asid sis bahkan kematian" +emeriksaan penunjang : Beses segar! lendir dan usapan rektum sebagai spesimen" Akan didapatkan peningkatan leuk sit dan ditemukannya sel darah merah pada 0eses" Ter#adi peningkatan antib di spesi0ik" <emeriksaan ser l gi tidak digunakan

&iagnosis : +isentri leh Shigella dysentriae. Terapi : %ipr 0l ksin! ampisilin! d ksisiklin! trimet prim = sul0amet ksaC l" +apat menekan serangan klinis disentri akut dan memperpendek durasi ge#ala"

Tetapi banyak kasus yang sembuh sendiri"

ILMU YANG BERMANFAAT SESI 2


A. Infeksi "akteri 1. a" +ertusis 2"atuk rejan' whooping cough' tussis 3uinta4 +e0inisi <ertusis adalah penyakit in0eksi akut pada saluran pernapasan yang sangat menular! dengan ditandai leh suatu sindr m yang terdiri dari batuk yang bersi0at spasm di6 dan par ksismal disertai nada yang meninggi! karena penderita berupaya keras untuk menarik napas sehingga pada akhir batuk sering disertai bunyi yang khas 5>h p7! sehingga penyakit ini disebut >h ping C ugh" Karena tidak semua penderita dengan penyakit ini mengeluarkan bunyi wh p! maka leh

beberapa ahli! penyakit ini disebut J<ertussisK yang berarti batuk yang sangat berat atau batuk yang intensi0" %elain itu penyakit ini #uga sering disebut Tussis Luinta! batuk re#an" b" Eti l gi <enyebab pertusis pertama kali dapat diis lasi pada tahun '99( leh 1 rdet dan Geng u! kemudian pada tahun '9(: kuman pertusis baru dapat dikembangkan dalam media buatan" <ertusis disebabkan leh 1 rdetella <ertusis" 1 rdetella <retusis dapat mati dengan pemanasan pada suhu 99) selama setengah #am! tetapi bertahan pada suhu rendah 5(A'( C7" kuman tidak sensiti2e terhadap tetrasiklin! ampisilin! eritr misin! tetapi resisten terhadap penisilin" '7 $7 '7 $7 Kuman ini menghasilkan dua ma6am t ksin! yaitu 4 T ksin tidak tahan panas 5Heat labile t Hin7" End t ksin 5*ip p lisakarida7 +i samping itu dapat pula mengandung beberapa 0akt r enCim! seperti 4 Bakt r sensiti2itas histamine Bakt r lim0 sit sis %e6ara m r0 l gis terdapat beberapa kuman yang menyerupai 1 rdetella <ertusis seperti 1 rdetella <arapertusis dan 1 rdetella 1r n6h septi6a" Untuk membedakan #enisA#enis kuman ini! maka ditentukan dengan reaksi agglutinasi yang khas atau tes tertentu" 6" <at l gi <enularan terutama melalui saluran pernapasan dimana 1 rdetella <ertusis akan terikat pada 6ilia epitel saluran pernapasan! kemudian kuman ini akan mengalami multiplikasi disertai pengeluaran t ksin! sehingga menyebabkan in0lamasi dan nekr se trakea dan br nkus" ;uk sa akan mengalami k ngesti dan in0iltrasi lim0 sit dan p lim r0 nukleus lek sit" d" <at genesis 1 rdetella pertusis setelah melekat pada 6ilia selAsel epitel saluran pernapasan! maka

akan menghasilkan 4 '7 End t ksin

$7

<ertusigen dengan menyebabkan lim0 sit sis! peninggian sensiti2itas terhadap histamine dan

hip glikemia" /7 T ksin heat labile! menyebabkan kerusakan epitel saluran pernapasan" ,7 e" Kapsul anti0ag sitik" ;ani0estasi klinik ;asa inkubasi :A'( hari 5rataArata E hari7! dimana perlangsungan penyakit ini :A- minggu atau lebih" <er#alanan klinis penyakit ini dapat berlangsung dalam / stadium 4 '7 $7 /7 !. a" %tadium kataralis & stadium pr dr mal stadium pre par ksismal" %tadium akut par ksismal & stadium par ksismal & stadium spasm dik" %tadium k n2alesen" Tetanus 2$ockjaw4 +e0inisi Tetanus atau * 6k#aw merupakan penyakit akut yang menyerang susunan sara0 pusat yang disebabkan leh ra6un tetan spasmin yang dihasilkan leh Cl stridium Tetani" b" Eti l gi Kuman tetanus yang dikenal sebagai Cl stridium TetaniG berbentuk batang yang langsung dengan ukuran pan#ang $A9 um dan lebar (!/A(!9 um! termasuk gram p siti0 dan bersi0at anaer b" Cl stridium Tetani dapat dibedakan dari tipe lain berdasarkan 0lagella antigen" Kuman tetanus ini membentuk sp ra yang berbentuk l n# ng dengan u#ung yang bulat! khas seperti batang k rek api 5drum sti6k7" %i0at sp ra ini tahan dalam air mendidik selama , #am! bat antiseptik! tetapi mati dalam aut 6la2e bila dipanaskan selama '9A$( menit pada suhu '$' C" 1ila tidak kena 6ahaya! maka sp ra dapat hidup di tanah berbulanAbulan bahkan sampai tahunan" Kuman tetanus tumbuh subur pada suhur /E C dalam media kaldu daging dan media agar darah" Kuman ini mempr duksi $ ma6am eks t ksin yaitu tetan spasmin dan tetan silin" Tetan spasmin merupakan pr tein dengan berat m lekul '9("((( +alt n! larut dalam air! labil pada panas dan 6ahaya! rusak dengan enCim pr te litik! tetapi stabil dalam bentuk murni dan kering" Tetan spasmin disebut #uta neur tr ksin karena t ksin ini melalui beberapa #alan dapat men6apai susunan sara0 pusat dan menimibulkan ge#ala berupa kekakuan 5rigiditas7! spasme t t dan ke#angAke#ang" Tetan silin menyebabkan lisis dari selAsel darah merah" 6" <at genesis Cl stridium Tetani dalam bentuk sp ra masuk ke tubuh melalui luka yang terk ntaminasi dengan debu! tanah! tin#a binatang! pupuk" Cara masuknya sp ra ini melalui luka yang terk ntaminasi antara lain 4 luka tusuk 5 leh besi! kaleng7! luka bakar! luka le6et! titis media! in0eksi gigi! ulus kulit yang kr nis! ab rtus! tali pusat! kadangAkadang luka tersebut hampir tak terlihat" Tetan spasmin sangat mudah diikat leh sara0 dan akan men6apai sara0 melalui dua 6ara 4

'7

%e6ara l kal 4 diabs rbsi melalui mi neural #un6ti n pada u#ungAu#ung sara0 peri0er atau m t rik

melalui aHis silindrik ke6 rnu anteri r susunan sara0 pusat dan susunan sara0 peri0er" $7 T ksin diabs rbsi melalui pembuluh lim0e lalu ke sirkulasi darah untuk seterusnya susunan sara0 pusat" d" ;ani0estasi Klinik ;asa inkubasi tetanus umumnya antara /A$' hari! namun dapat singkat hanya 'A$ hari! dan kadangAkadang lebih dari ' bulan" ;akin pendek masa inkubasi makin #elek pr gn sanya" Terdapat hubungan antara #arak tempat in2asi Cl stridium Tetani dengan susunan sara0 pusat dan inter2al antara luka dan permulaan penyakit! dimana makin #auh tempat in2asi maka inkubasi makin pan#ang" '7 %e6ara klinis tetanus ada / ma6am 4 Tetanus umum 1entuk ini merupakan gambaran tetanus yang paling sering di#umpai" 1iasanya tetanus timbul se6ara mendadak berupa kekakuan t t baik bersi0at menyeluruh ataupun hanya sekel mp k t t" Kekakuan t t terutama pada rahang 5trismus7 dan leher 5kuduk kaku7" *ima puluh persen penderita tetanus umum akan menun#ukkan trismus" ;enurut berat ringannya tetanus umum dapat dibagi atas 4 a7 Tetanus ringan 4 trismus lebih dari / 6m! tidak disertai ke#ang umum walaupun dirangsang" b7 Tetanus sedang 4 trismus kurang dari / 6m dan disertai ke#ang umum bila dirangsang" 67 Tetanus berat 4 trismus kurang dari ' 6m dan disertai ke#ang umum yang sp ntang" C le dan Y ungman 5'9:97 membagi tetanus umum atas 4 Grade I 4 ringan A A A A ;asa inkubasi lebih dari ', hari <eri d 0 nset M : hari Trismus p siti0 tetapi tidak berat %ukar makan dan minum tetapi dis0agia tidak ada" * kalisasi kekauan dekat dan luka spasme di sekitar luka dan kekakuan umum ter#adi beberapa #am atau hari" A A A Grade II 4 sedang ;asa inkubasi '(A', hari <eri d 0 nset / hari atau kurang Trismus ada dan dis0agia ada" Kekakuan umum ter#adi dalam beberapa hari tetapi dispn e dan sian sis tidak ada" Grade III 4 berat A A A A ;asa inkubasi N '( hari <eri d 0 nset / hari atau kurang" Trismus berat +is0agia berat

Kekakuan umum dan gangguan pernapasan as0iksia! ketakutan! keringat banyak dan takikardia" $7 Tetanus l kal 1entuk ini sebenarnya banyak akan tetapi kurang dipertimbangkan karena gambaran klinik tidak khas" 1entuk tetanus ini berupa nyeri! kekakuan t tA t t pada bagian pr ksimal dari tempat

luka" Tetanus l kal adalah bentuk ringan dengan angka kematian ')! kadangAkadang bentuk ini dapat berkembang men#adi tetanus umum" /7 1entuk Cephali6 ;erupakan salah satu 2arian tetanus l kal" Ter#adinya bentuk ini bila luka mengenai daerah mata! kulit kepala! muka! telinga! leher! titis media kr nis dan #arang akibat t nsile6t mi" Tetanus 6ephali6 dapat berkembang men#adi tetanus umum" <ada umumnya pr gn sa bentuk tetanus 6ephali6 #elek" /. a" &emam Tifoid +e0inisi +emam ti0 id merupakan penyakit in0eksi akut pada usus halus dengan ge#ala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pen6ernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran" b" Eti l gi <enyakit ini disebabkan leh kuman %alm nella Typh sa.Eberthella typh sa yang merupakan kuman negati0! m til dan tidak menghasilkan sp ra" Kuman ini dapat hidup baik sekali pada suhu tubuh manusia maupun suhu yang lebih rendah dsedikit serta mati pada suhu E( C maupun leh antiseptik" %ampai saat ini diketahui bahwa kuman ini hanya menyerang manusia" %alm nella typh sa mempunyai / ma6am antigen! yaitu 4 '7 $7 /7 Antigen 8 & 8hne Hau6h & % matik antigen 5tidak menyebar7 Antigen H & Hau6h 5menyebar7! terdapat pada 0lagella dan bersi0at term labil" Antigen @' & Kapsul! merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi 8 antigen terhadap 0ag sit sis" Ketiga #enis antigen tersebut di dalam tubuh manusia akan menimbulkan pembentukan tiga ma6am antib dy yang laCim disebut agglutinin" Ada / spesies utama! yaitu 4 '7 %alm nella typh sa 5satu ser type7 $7 /7 6" %alm nella 6h leraesius 5satu ser type7 %alm nella enteretidis 5lebih dari '9(( ser tipe7" ;ani0estasi Klinis ;ani0estasi klinis pada anak umumnya bersi0at lebih ringan! lebih ber2ariasi bila dibandingkan dengan penderitadewasa" ;asalah inkubasi rataArata ber2ariasi EA$( hari! inkubasi terpendek / hari dan terlama :( hari! dikatakan bahwa masa inkubasi mempunyai k relasi dengan #umlah kuman yang ditelan! keadaan umum.status giCi serta status imun l gis penderita" >alaupun ge#ala demam ti0 id pada anak lebih ber2ariasi! se6ara garis besar ge#alaA ge#ala yang timbul dapat dikel mp kkan 4 '7 $7 /7 +emam satu minggu atau lebih" Gangguan saluran pen6ernaan Gangguan kesadaran +alam minggu pertama! keluhan dan ge#ala menyerupai penyakit in0eksi akut pada umumnya! seperti demam! nyeri kepala! an reksia! mual! muntah! diare! k nstipasi" %etelah

minggu kedua maka ge#ala.tanda klinis men#adi makin #elas! berupa demam remiten! lidah ti0 id! pembesaran hati dan limpa! perut kembung mungkin disertai gangguan kesadaran dari yang ringan sampai berat"

". Infeksi 5irus 1. 5arisela 26acar air' 6hicken +o74 a" +e0inisi @arisela merupakan suatu penyakit menular yang sangat 6epat penularannya" <enyakit ini menular melalui per6ikan ludah! k ntak langsung! barang yang dipakai penderita dan udara" @arisela terutama menyerang anakAanak kurang dari '( tahun! dengan angka serangan tertinggi pada usia $ sampai : tahun! namun dapat #uga menyerang pada rgdewasa! serta bayi baru lahir! bahkan pernah dilap rkan 2arisela k ngenital" @arisela adalah suatu penyakit in0eksi akut primer menular! yang disebabkan leh @ari6ella O ster @irus 5@O@7! yang menyerang kulit dan muk sa! dengan ditandai leh adanya 2esikelA2esikel" b" Eti l gi @arisela disebabkan leh @ari6ela O ster @irus 5@O@7! yang termasuk kel mp k Herpes @irus dengan diameter kiraAkira '9(A$(( nm" Inti 2irus disebut Capsid yang berbentuk i6 sahedral! terdiri dari pr tein dan +NA yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek 5%7 dan rantai pan#ang 5*7 dan merupakan suatu garis dengan berat m lekul '(( #uta dan disusun dari ':$ 6aps mer" *apisan ini bersi0at in0eksius" 6" Epidemi l gi @arisela merupakan penyakit yang sangat menular! tetapi #uga tergantung kepekaan sese rang" @arisela terutama di#umpai pada indi2idu yang belum mempunyai antib di" @arisela dapat menyerang semua umur termasuk bayi baru lahir dan dewasa" d" Imunitas Antib di terhadap 2arisela C ster diper leh dari ibu yang mempunyai antib dy ke bayi melalui plasenta! dan antib di yang dibentuk ibu baru sempurna terbentuk bila in0eksi sudah lebih dari 9 hari" Antib di yang ditrans0er kepada bayi ini dapat bertahan selama : bulan! sehingga bayi yang mendapat antib di dari ibu pada umumnya bebas dari penyakit 2arisela" 1ayi dari ibu yang menderita 2arisela kurang atau sama dengan 9 hari sebelum partus maka 2irus dapat ditrans0er ke bayi melalui plasenta" +alam #angka yang lama antib di hum ral yang ada terhadap 2arisela adalah berupa IgG! yang terdiri dari , sub kelas yaitu IgG'! IgG$! IgG/! IgG," Antib di IgG, terdeteksi $ minggu sampai , minggu setelah in0eksi dan menetap sampai '( tahun" %edangkan pada 2aksinasi 2arisela maka antib di IgG '! IgG$! IgG/! IgG, yang terbentuk dapat dideteksi setelah '( tahun" e" <at l gi dan <at genesis

@irus masuk ke dalam tubuh umumnya melalui traktus respirat rius di mana in0eksi mulaA mula ter#adi pada selaput lendir pernapasan kemudian menyebar melalui peredaran darah dan sistem lim0a dan berakhir dengan mani0estasi pada kulit" 0" Gambaran Klinik ;asa inkubasi 2arisela ber2ariasi antara '(A$' hari! rataArata '/A'E hari" %etelah masa inkubasi maka didapatkan ge#ala pr dr mal yang biasanya didahului panas yang tidak terlalu tinggi! malaise! sakit kepala! an reksia! rasa berat pada punggung dan kadangAkadang disertai batuk kering! diikuti eritema pada kulit dapat berbentuk skarlatina0 rm atau m bili0r m" Eritema akan berkembang dengan 6epat 5beberapa #am7 dan pada stadium erupsi berubah men#adi makula yang ke6il! papula yang kemerahan! lalu men#adi 2esike! dimana 2esikel ini biasanya ke6il! berisi 6airan #ernih! tidak umbiili6ated dengan dasar eritemat us! dan dengan mudah pe6ah serta mengering membentuk krusta! bentuk ini sangat khas dan lebih dikenal sebagai tetesan embun.air mata 5tears drops7" '7 1entukAbentuk yang #arang pada in0eksi 2arisela 4 @arisela yang pr 0esi0 dan menyebar <ada penderita yang de0isiensi imunitas 5imun de0isiensi7! bila terserang in0eksi 2arisela sering menimbulkan gambaran klinik yang khas berupa perdarahan! bersi0at pr gresi0 dan menyebar men#adi in0eksi sistemik" $7 @arisela ne natal @arisela yang ter#adi pada bayi baru lahir berhubungan dengan 2arisela ibu pada saat sebelum lahir dan biasanya bersi0at 0atal" /7 @arisela k ngenital @arisela k ngenital di#umpai pada bayi dimana ibu menderita 2arisela pada umur kehamilan /A, bulan" !. a" &emam "erdarah &engue +e0inisi +emam berdarah dengue 5+1+7 !dengue shock syndrome7 5+%%7 merupakan penyakit in0eksi yang masih menimbulkan masalah kesehatan di negara sedang berkembang! khususnya Ind nesia" b" Epidemi l gi <enyakit ini terdapat di daerah tr pis! terutama di negara Asean dan <asi0ik 1arat" <enyakit ini disebabkan leh 2irus dengue dan ditularkan leh nyamuk Aedes! di Ind nesia dikenal $ #enis nyamuk Aedes! yaitu 4 '7 Aedes Agypti a7 b7 <aling sering ditemukan" Adalah nyamuk yang hidup di daerah tr pis! terutama hidup dan berkembang biak didalam

rumah yaitu di tempat penampungan air #ernih atau tempat penampungan air di sekitar rumah" 67 Nyamuk ini sepintas lalu nampak berlurik! berbintikAbintik putih" d7 1iasanya menggigit pada siang hari! terutama pada pagi dan s re hari" e7 ?arak terbang '(( meter" $7 Aedes Alb pi6tus

a7

Tempat habitatnya di tempat air #ernih" 1iasanya di sekitar rumah atau p h nAp h n! dimana

tertampung air hu#an yang bersih yaitu p h n pisang! pandan! kaleng bekas! dll" b7 ;engigit pada waktu siang hari 67 6" ?arak terbang 9( meter" Eti l gi Hingga sekarang telah dapat diis lasi , ser tipe di Ind nesia yaitu +ENA'! +ENA$! +ENA/! +ENA," Ternyata +ENA$ dan +ENA/ merupakan ser type yang paling banyak sebagai penyebab" d" <at genesis ;ekanisme sebenarnya tentang pat genesis! pat 0isi l gi! hem dinamika dan perubahan bi kimia pada +HB.+%% hingga kini belum diketahui se6ara pasti! karena sukarnya mendapat m del binatang per6 baan yang dapat digunakan untuk menimbulkan ge#ala klinis demam berdarah dengue seperti pada manusia" <at genesis ter#adinya ren#atan berdasarkan The %e6 ndary Heter l g us in0e6ti n Hyp thesis dapat dilihat pada rumusan yang dikemukan leh %u2atte 5'9EE7 yaitu 4 akibat in0eksi kedua leh tipe 2irus yang berlainan pada se rang penderita dengan kadar antib di antidengue yang rendah! maka resp ns antib di anamnestik yang akan ter#adi dalam waktu beberapa hari mengakibatkan pr li0erasi dan trans0 rmasi lim0 sit imun dengan menghasilkan titer tinggi antib di IgG anti dengue" e" ;ani0estasi Klinik In0eksi 2irus +engue merupakan suatu sel0 timing in0e6ti us disease yang akan berakhir sekitar $AE hari" In0eksi 2irus dengue pada manusia mengakibatkan suatu spektrum mani0estasi klinik yang ber2ariasi penyakit yang paling ringan 5mild undi00erentiated 0ebrile illness7! dengue 0e2er! dengue hem rrhagi6 0e2er 5+HB7! dan dengue sh 6k syndr me 5+%%7" '7 <anas <anas biasanya langsung tinggi dan terusAmenerus! dengan sebab yang tidak #elas dan hampir tidak bereaksi terhadap pemberian antipiretik 5mungkin hanya turun sedikit kemudian naik kembali7" <anas ini biasanya berlangsung $AE hari" 1ila tidak disertaisy k maka panas akan turun dan penderita sembuh sendiri 5self limiting"" +i samping panas! maka penderita mengeluh malaise! mual! muntah! sakit kepala! an reksia dan kadangAkadang batuk" $7 a7 A TandaAtanda perdarahan Karena manipulasi U#i T rniPuet.Fumpel *eede test p siti0 yaitu dengan mempertahankan mansel tensimeter pada tekanan antara sist le dan diast le selama 9 menit! kemudian dilihat apakah ada timbul petekie atau tidak di daerah 2 ler lengan bawah" Kriteria 4 5D7 bila #umlah petekie M $( 5Q7 bila #umlah petekie '(A$( 5A7 bila #umlah petekie '("

b7 A A A A /7 a7

<erdarahan sp ntan <etekie . ekim se <erdarahan gusi 5gum bleeding7 EpistaHis Hematesis.melena" <embesaran Hepar *ab rat rium 4 Hemat krit . <C@ 5<a6ked Cell @ lume7 meningkat sama atau lebih dari $()" N rmal 4 <C@.Hm 4 / H Hb"

b7 Tr mb sit menurun! sama atau kurang dari '(("(((.mm /" 67 *ek peni! kadangAkadang lek sit sis ringan" d7 >aktu perdarahan meman#ang e7 >aktu pr tr mbin meman#ang" 0" '7 $7 a7 b7 /7 ,7 Kriteria Klinik +emam tinggi dengan mendadak dan terusAmenerus selama $AE hari! dengan sebab yang tidak #elas dan hampir tidak dapat dipengaruhi leh antipiretika maupun sur0a6e 6 ling" ;ani0estasi perdarahan dengan manipulasi yaitu u#i t urniPuet p siti0" %p ntan yang petekie! ekim se! epistaksis! perdarahan gusi! hematemesis atau melena" <embesaran hati %y k yang ditandai dengan nadi yang lemah dan 6epat sampai tak teraba! tekanan nadi menurun men#adi $( mmHg atau sampai n l! tekanan darah menurun men#adi -( mmHg atau sampai n l! disertai kulit yang teraba lembab dan dingin terutama pada u#ung #ari tangan! kaki dan hidung! penderita men#adi lemah! gelisah sampai menurunnya kesadaran dan timbul sian sis disekitar mulut" /. a" Hepatitis " +e0inisi <enyakit radang hati sebenarnya adalah suatu penyakit yang telah diketahui se#ak lama leh peradaban manusia" Hip 6rates merupakan rang pertama yang mengemukakan penyakit ini sebagai In0e6ti us I6terus" Hepatitis 2irus 1 dikenal dengan nama yang berma6amAma6am yaitu 4 %erum Hepatitis! H m l g us %erum ?aundi6e! Trans0usi n ?aundi6e! %yringe ?aundi6e! dan < st 2a66inal #aundi6e" b" Eti l gi @irus hepatitis 1 5@H17 merupakan 2irus +NA yang termasuk kelas Hepadna dengan ukuran ,$ nm" 6" '7 Transmisi 1eberapa peneliti membagi transmisi H1@ se6ara 4 Transmisi h riC ntal 1erbagai materi baik darah! sekret 2agina! air susu ibu dan 6airan tubuh lainnya dapat merupakan sumber penularan dari se rang ibu ke bayi.anaknya"

a7

+arah

b7 Tin#a 67 Urine d7 Air ludah e7 %ekret 2aginal dan semen 07 +arah umbili6us bayi g7 Air susu ibu h7 $7 CairanA6airan tubuh lainnya" Transmisi 2ertikal >alaupun se6ara hist ries hepatitis 1 dikenal dengan Hepatitis %erum yang dapat ditularkan se6ara parenteral! perkutan! namun dalam satu dasa warsa belakangan ini dikatakan bahwa hepatitis 1 dapat #uga ditularkan se6ara n nparenteral" %alah satu transmisi yang terg l ng transmisi n nparenteral adalah transmisi 2ertikal" ;enurut %6hwietCer dkk 5'9E/7 pr ses penularan 2ertikal dapat berlangsung sebagai berikut 4 a7 Transplasental b7 In partal 67 <renatal.p stnatal d7 Transk l stral d" <at genesis Hati merupakan salah satu target

rgan 2irus hepatitis 1 pada manusia" +iduga hati

merupakan tempat utama bahkan mungkin tempat satuAsatunya bagi replikasi 2irus hepatitis 1" ;ulaAmula 2irus tersebut melekatkan diri pada resept rAresept r spesi0ik yang terletak pada membran sel hepar" %etelah perlekatan tersebut 2irus melakukan penetrasi dan memasuki sit plasma sel hepar" +i dalam sit plasma sel hepar 2irus melepaskan kapsulnya dan terbentuk neukl kapsid" %elan#utnya neukl kapsid tersebut menembus dinding sel hati! sampai memasuki inti hati tersebut" +i dalam inti sel hati asam nukleat 2irus akan keluar dari nukle kapsid dan menempel pada +NA" +NAAH1@ akan merangsang hepar untuk membentuk pr tein dan asam nukleat bagi 2irus" <ada akhirnya terbentuk 2irus baru dan akibat nekr sis selAsel hepar maka 2irus baru ini akan dilepaskan ke dalam peredaran darah" e" ;ani0estasi Klinis ;asa inkubasi hepatitis 2irus 1 berkisar antara 9(A'-( hari" Gambaran klinis mempunyai 2ariasi yang besar" <ada anakAanak penyakit ini lebih ringan dan waktu berlangsungnya lebih singkat daripada rang dewasa" 1erlangsungnya penyakit ini sering ditandai dengan $ 0ase 4 '7 Tahap pre ikterik +emam biasanya merupakan ge#ala awal yang mun6ul selama pre ikterik! namun demikian sering demam tidak ada ataupun kalau ada segera hilang pada anakAanak" Temperatur berkisar antara /E!- A,( C" 1iasanya disertai sakit kepala! lemah! an reksia! rasa mual! muntah dan sakit perut serta sering adanya artralgia dan urtikaria" Hepar dapat membesar dan lunak" %plen megali dan lim0aden pati mungkin terdapat pada penderitaApenderitattt" $7 Tahap ikterik

Ge#ala ikterik mulai timbul pada waktu demam menurun yang biasanya didahului dengan urine yang berwarnagelap 5biliuria7" <ada anak ke6il peralihan ke tahap ikterik seringkali ditandai dengan hilangnya ge#ala" Na0su makan biasanya kembali n rmal dan sering merasa sehat" %ebaliknya pada anak rema#a 0ase ikterik mungkin disertai dengan bertambah beratnya ge#alaA ge#ala pertama" +epresi mental! bradikardi dan pruritus dapat ter#adi pada rang dewasa! sedang pada anakA anak tidak" Hepar membesar dan lunak! lien teraba pada kiraAkira $9) penderita" Tin#a mungkin berwarna seperti tanah liat tetapi tidak selamanya" Base ikterik berlangsung terus dari beberapa hari sampai beberapa bulan dan rataArata lamanya -A'' hari" 6. Infeksi .amur 1. &ermatoftosis a" +e0inisi +ermat 0it sisadl penyakit #amur pada #aringan yang mengandung Cat tanduk! seperti kuku! rambut dan stratum k rneum pada epidermis! yang disebabkan dermat 0ita" b" Eti l gi 1erdasarkan si0at m r0 l gi makr dan mikr ! dermat 0ita dibagi men#adi genera ;i6r sp rum! Tri6h phyt n dan Epiderm phyt n" Yang terbanyak ditemukan di Ind nesia adalah T" rubrum" +ermat 0ita yang lain adalah E" 0l 6 sum! T" mentagr phytes! ;" 6anis! ;" gypseum! T" 6 6entri6um! T" s6h enleini dan T" t nsurans" 6" Gambaran Klinik G l ngan #amur dermati0ita dapat menyebabkan beberapa bentuk klinis yang khas" %atu #enis dermat 0ita dapat menghasilkan bentuk klinik yang berbeda! bergantung pada l kalisasi anat minya" 1entukAbentuk klinis tersebut adalah tinea kapitis! tinea k rp ris! tinia kruris! tinea manus et pedis! tinea unguium! dan tinea imbrikata" !. a" Aktinomikosis +e0inisi Aktin mik sisadl penyakit in0eksi #amur dalam dan kr nik dengan n dulusAn dulus leh g l ngan #amur

supurati0! granul mat sa disertai sinusAsinus yang mengeluarkan eksudat purulen" b" Eti l gi <enyebab penyakit ini adalah A6tin my6es israelii" 6" Gambaran klinik ;ulaAmula ter#adi pembengkakan setempat berwarna merah kehitaman! yang selan#utnya men#adi ben# lan keras dan kemudian mengalami perlunakan dan timbul 0istelA0istel yang mengeluarkan eksudat keputihAputihan" <enyakit ini terutama menyerang leher sampai wa#ah! dinding perut! dan dinding dada"

<ada pemeriksaan hist pat l gi! tampak #aringan granular! sel epitel id! sel plasma dan sel raksasa dengan perubahanAperubahan degenerati0" Terdapat masa berl bulasi! terdiri dari 0ilament dan #amur berupa miselium dan sedikit ber6abang" <ada sediaan apus eksudat atau #aringan tepi! dapat ditemukan granula sul0ur berwarna kuning dengan diameter 'A9 mm" granula ini banyak mengandung elemenAelemen #amur" pada pewarnaan gram granula sul0ur yang dihan6urkan! didapatkan miselium gram p siti0" /. a" )romomikosis +e0inisi Kr m mik sis adalah in0eksi #amur kr nis pada kulit dan subkutan! yang berbentuk n duli 2eruk sa" b" Eti l gi <enyakit ini disebabkan leh #amur g l ngan dermatia6eae! yaitu #amur yang berwarna gelap" Ada beberapa #enis! yaitu Clad sp rium 6ari nii! <hial ph ra 2erru6 sa! B nse6ae perdr s i! H" 6 mpa6tum"

6"

Gambaran Klinik Kr m mik sis pada umumnya terdapat di daerah tr pis dan subtr pi6s! terutama mengenai rang dewasa antara /(A9( tahun! pria lebih sering daripada wanita" %ebagian besar kasus umumnya berhubungan dengan peker#aan! terutama di daerah pedesaan seperti petani dan pen6ari kayu dihutang" ?amur hidup sebagai sapr 0it di tanah dan pada tumbuhAtumbuhan yang merupakan habitat alamnya" %p ra masuk ke kulit melalui trauma! seperti tertusuk duri atau terg res" Tidak pernah dilap rkan penularan dari manusia ke manusia atau dari hewan ke manusia" *esi dimulai sebagai papula ke6il yang gatal! lalu berkembang lambat membentuk plakat dengan tepi yang meninggi! batas irregular atau sebagai n duli dengan permukaan kasar dan 2eruk sa" <erabaan keras! kering! kasar! dan tidak sakit" >arnanya 6 klat! merah! ungu" %etelah beberapa bulan atau tahun! akan timbul lesi baru" 1eberapa lesi mengalami 0usi membentuk nuduli kasar! 2eruk sa seperti kembang k l" Kulit di antara n duli tetap sehat" +alam perkembangannya akan ter#adi 0ibr sis yang ekstensi0 sampai ke #aringan yang lebih dalam! sehingga dapat berakibat penyembatan aliran lim0e dan akhirnya ter#adi elephantiasis" %elan#utnya ter#adi pustule multiple! ulserasi! in0eksi sekunder! dan tubuh men#adi berbau" *esi tidak mengenai t t dan pada pemeriksaan radi l gi tidak didapatkan kerusakan tulang" <enyebaran berlangsung se6ara lim0 gen dan #arang hemat gen" Ada dua bentuk! yaitu kr m mik sis kutan dan sistemik! meskipun mani0estasi pada rgan 2isera #arang" <er#alanan penyakit sangat lambat! yakni antara , sampai '9 tahun" Keadaan umum penderita tetap baik" * kalisasi in0eksi terutama pada bagian tubuh yang terbuka! yaitu tungkai dan kaki" &A1TA- +8*TA)A

dr" T"H" Fampengan! +%AK dan dr" I"F" *aurentC! +%A" '99/" #enyakit $nfeksi %nak.?akarta 4 <enerbit 1uku Ked kteran" Harahap! <r 0" dr" ;arwali" '99-" $lmu #enyakit &ulit. ?akarta 4 Hip krates"

ropik pada

Virus merupakan mahluk peralihan antara benda mati dan benda hidup. Disebut benda mati karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma atau aseluler dan di alam bebas virus mengalami dormansi atau istirahat dan akan terbawa oleh angin dan ketika menemukan tempat yang cocok maka virus itu akan aktif dan jika tempat itu tidak cocok maka virus akan terlempar dan terbawa oleh angin lagi. Virus juga bersifat virulen dan hanya mampu hidup pada organisme yang hidup. Virus hanya memiliki DNA atau RNA saja.Disebut benda hidup karena mempunyai DNA/RNA dan dapat bereproduksi. kuran virus lebih kecil dari bakteri yakni sekitar !""#$"" milimikron. %entuk virus ada yang poligonal& bulat& ' dll. (ontoh virus berbentuk ' adalah bakteriofag atu sering disebut fag saja. Virus ini menyerang bakteri epidemik misalnya e.coli. Virus bereproduksi dengan menginfeksi organisme lain dengan memasukan DNA atau RNAnya saja. Ada ! daur yang terjadi pada virus ketika menginfeksi organisme lain)e.coli*+ ,.Daur litik Disebut daur litik karena ketika pada fase pembebasan membran plasma bakteri akan lisis/pecah& berikut fase#fase pada daur ini+ a.-ase adsorpsi -ase ini adalah fase melekatnya virus pada membran plasma bakteri b.-ase penetrasi/injeksi -ase ini adalah fase virus merusak membran plasma bakteri dengan en.im liso.im yang dipunyanya./emudian setelah membran tersebut terhidrolisis/rusak barulah virus memasukan DNA/RNAnya kedalam tubuh inang. c.-ase sintesis -ase dimana terjadinya membentukan DNA/RNA baru virus oleh DNA dan RNA bakteri d.-ase replikasi -ase ini fase dimana terjadinya pembentukan selubung protein/kapsid. e.-ase 0erakitan -ase ini terjadi perakitan fag#fag baru f.-ase pembebasan 1etelah sejumlah fag#fag baru terbentuk kemudian membran plasma bakteri pecah dan virus#virus tersebut keluar kemudian berpencar dan menginfeksi organisme lainya. !.Daur lisogenik 0ada daur ini membran plasma tidak mengalami lisis&tetapi setelah daur ini selesai dilanjutkan lagi ke daur litik.Daur ini terdapat beberapa fase yakni+ a.-ase Adsorpsi

0ada fase ini terjadi pelekatan virus pada membran plasma bakteri. b.-ase 0enetrasi/injeksi -ase pemasukan DNA/RNA virus pada bakteri. c.-ase 0enggabungan 0ada fase ini DNA/RNA virus bergabung dengan DNA dan RNA bakteri d.-ase Replikasi 0ada fase ini terjadi pembentukan kapsid/selubung protein virus. 1etelah fase replikasi diatas berarti daur lisogenik telah selesai kemudian dilanjutkan ke fase#fase yang terdapat pada daur litik seperti+ e.-ase 0erakitan /emudian pada fase ini terjadi perakitan fag#fag baru yang sudah sempurna f.-ase pembebasan -ase ini adalah fase lisisnya membran bakteri dan keluarnya fag#fag baru yang telah terbentuk ke udara. (ontoh#contoh virus pada+ ,.'umbuhan a.'2V)'obacco 2osaik Virus* Virus ini menyerang daun tumbuhan tembakau sehingga lama kelamaan daun tersebur rusak dan berwarna kuning. b.(V-DV)(itrus Vein -loem Degeneration Virus* Virus ini menyerang jaringan pengangkut)floem* tumbuhan jeruk sehingga pembuluh floem mengalami degenerasi. c.Virus 'ungro Virus ini menyerang tumbuhan padi dll&hospes perantaranya/inang perantarnya adalah bermacam# macam wereng. !.3ewan dan 2anusia a.0apyloma Virus Virus ini menyebabkan tumor pada manusia dan hewan ternak b.0aramycovirus Virus ini menyerang manusia dan menyebabkan penyakit influen.a c.34V)3uman 4mmunodeficiency Virus* Virus ini menyerang sistem kekebalan manusia yang disebut penyakit A4D1)Ac5uired 4mmuno Defisiency 1indrome* d.Rabies Virus Virus ini pada awalnya menyerang kucing dan anjing kemudian virus ini mengalami mutasi dan sekarang menyerang manusia juga. e.36N, Virus)Virus -lu %urung 'ife A* Virus ini awalnya menyerang unggas kemudian virus tersebut mengalami mutagen dan menyerang manusia dan disebut penyakit flu burung)avian 4nfluen.a*. f.1AR1 Vi)1evere Accute Respiratory 1indrome Virus* Virus ini menyerang sistem respirasi pada manusia dengan gejala asfiksi&ispa dan asma. 7.8bola Virus Virus ini adalah virus yang menyebabkan kematian no.! di dunia.Awalnya virus ini menjangkiti

kera afrika dan lama#kelamaan menyerang manusia dengan gejala demam&sakit badan&diare&muntah dan pendarahan luar dan dalam yang diakibatkan rusaknya jaringan luar dan dalam tubuh. h.2umps Virus&Rubella Virus dan 3epatitis Virus)semua tife yakni+3epartitis tife A&%&(&D&8* Virus ini menyebabkan peradangan hati)hepatitis* yang akibatnya seluruh bagian tubuh berwarna kekuning#kuningan atau disebut pula penyakit kuning yang akibatnya jika sudah klonis menyebabkan kanker hati. i.0oliomycetes Virus Virus ini menyebabkan polio pada anak#anak sehingga menyebabkan kaki berbentuk 9 atau 9 1 22AR:+