Anda di halaman 1dari 2

Dalam pembuatan suatu emulsi, pemilihan emulgator merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan karena mutu dan

kestabilan suatu emulsi banyak dipengaruhi oleh emulgator yang digunakan. Salah satu emulgator yang aktif permukaan atau lebih dikenal dengan surfaktan. Mekanisme kerjanya adalah menurunkan tegangan antarmuka permukaan air dan minyak serta membentuk lapisan film pada permukaan globul-globul fasa terdispersinya (5). Mekanisme kerja emulgator surfaktan, yaitu : . membentuk lapisan monomolekuler ! surfaktan yang dapat menstabilkan emulsi bekerja dengan membentuk sebuah lapisan tunggal yang diabsorbsi molekul atau ion pada permukaan antara minyak"air. Menurut hukum #ibbs kehadiran kelebihan pertemuan penting mengurangi tegangan permukaan. $ni menghasilkan emulsi yang lebih stabil karena pengurangan sejumlah energi bebas permukaan se%ara nyata adalah fakta bah&a tetesan dikelilingi oleh sebuah lapisan tunggal koheren yang men%egah penggabungan tetesan yang mendekat. '. Membentuk lapisan multimolekuler ! koloid liofolik membentuk lapisan multimolekuler disekitar tetesan dari dispersi minyak. Sementara koloid hidrofilik diabsorbsi pada pertemuan, mereka tidak menyebabkan penurunan tegangan permukaan. (eefekti)itasnya tergantung pada kemampuan membentuk lapisan kuat, lapisan multimolekuler yang koheren. *. +embentukan kristal partikel-partikel padat ! mereka menunjukkan pembiasan ganda yang kuat dan dapat dilihat se%ara mikroskopik polarisasi. Sifat-sifat optis yang sesuai dengan kristal mengarahkan kepada penandaan ,(ristal -air.. /ika lebih banyak dikenal melalui struktur spesialnya mesifase yang khas, yang banyak dibentuk dalam ketergantungannya dari struktur kimia tensid"air, suhu dan seni dan %ara penyiapan emulsi. Daerah strukturisasi kristal %air yang berbeda dapat karena pengaruh terhadap distribusi fase emulsi. 0. 1mulsi yang digunakan dalam farmasi adalah satu sediaan yang terdiri dari dua %airan tidak ber%ampur, dimana yang satu terdispersi seluruhnya sebagai globula-globula terhadap yang lain. 2alaupun umumnya kita berpikir bah&a emulsi merupakan bahan %air, emulsi dapat dapat diguanakan untuk pemakaian dalam dan luar serta dapat digunakan untuk sejumlah kepentingan yang berbeda (*). 1mulsi dapat distabilkan dengan penambahan emulgator yang men%egah koslesensi, yaitu penyatuan tetesan besar dan akhirnya menjadi satu fase tunggal yang memisah. 3ahan pengemulsi (surfaktan) menstabilkan dengan %ara menempati daerah antar muka antar tetesan dan fase eksternal dan dengan membuat batas fisik disekeliling partikel yang akan brekoalesensi. Surfaktan juga mengurangi tegangan antar permukaan dari fase dan dengan membuat batas fisik disekeliling partikel yang akan berkoalesensi. Surfaktan juga mengurangi tegangan antar permukaan dari fase, hingga meninggalkan proses emulsifikasi selama pen%ampuran ('). . 4im 5sisten.,('667)., 8+enuntun +raktikum 9armasi fisika., /urusan 9armasi, :;<5S, Makassar, *6. '. /enkins, #.=., ( >5?), 8S%o)ille@s ! 4he 5rt Af -ompounding@, ;inth 1dition, M%#ra&-<ill 3ook -ompany,$n%., ;e& Bork, 4oronto, * 0, * 5. *. +arrot, =.1., ( >?6), 8+harma%euti%al te%hnology., 3urgess +ublishing -ompany. Mineneapolis, **5. 0. Ditjen +AM., ( >?>), 89armakope $ndonesia., 1disi $$$, Depkes C$, /akarta, 0?0, 56>. 5. 5nsel, <.-., ( >7>), 8+engantar 3entuk Sediaan 9armasi., edisi $D, 4erjemahan 9arida $brahim, :$ +ress, /akarta.

E. 5nief, Moh., ('665)., .$lmu Mera%ik Abat., %etakan F$$, #adjah Mada :ni)ersity +ress. Bogyakarta. 0*, 0?. Fungsi-fungsi pengemulsi pangan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan utama yaitu : a. Untuk mengurangi tegangan permukaan pada permukaan minyak dan air, yang mendorong pembentukan emulsi dan pembentukan kesetimbangan fase antara minyak, air dan pengemulsi pada permukaan yang memantapkan antara emulsi. b. Untuk sedikit mengubah sifat-sifat tekstur, awetan dan sifat-sifat reologi produk pangan, dengan pembentukan senyawa kompleks dengan komponen-komponen pati dan protein. c. Untuk memperbaiki tekstur produk pangan yang bahan utamanya lemak dengan mengendalikan keadaan polimorf lemak.