Anda di halaman 1dari 5

IHSAN TARMIZI 11/316873/PA/13995 1.

Untuk mengevaluasi siklus logam berat di Danau Adirondack, telah dilakukan penelitian mengenai kadar Pb dan Al dengan mengambil 24 sampel air. Hasil analisis menunjukkan rerata kadar Pb = 9,9 nmol/L dengan deviasi standar 8,4 nmol/L; sedangkan rerata kadar Al = 6,7 nmol/L dengan deviasi standar = 10,8 nmol/L. Hitung interval konfidensi 99% untuk Pb dan Al. n= 24 rerata df = /2 = 1% 0,01 0,005 Pb 9,9 8,4 Al 6,7 10,8

Pb Simpangan= TINV(B13;(24-1))*D9/SQRT(B7) = 5,322 Convidence Interval= rerata-simpangan s/d rerata+simpangan 4,57775389 s/d

15,22224611

Al Simpangan= TINV(B13;(24-1))*D9/SQRT(B7) = 6,843 Convidence Interval= rerata-simpangan s/d rerata+simpangan -0,1428879 s/d

13,54288785

2.

Banyak sampel rerata standar deviasi

Tanpa konsumsi ikan 159 146 66

Konsumsi Ikan tinggi 79 158 75

x1-x2= -12

a. Buatlah interval konfidensi 95% untuk selisih kadar kolesterol kedua kelompok. t= NORMSINV(1-alpha/2) 1,64485363 Simpangan= t * sqrt(S1^2/n1 + S2^2/n2) 16,33 Selisih rerata (y1-y2)= Interval -12 -28,3 s/d 4,332888

b. Ujilah apakah data ini mendukung teori para ahli epidemiologi tersebut? Gunakan = 0,005 H0 = u1<= u2 H1= u1>u2 Ho di tolak kalo t hit > t tabel = S(x1-x2)=

0,05 Sqrt (n1-1)S1^2 + (n2-1)S2^2)/ni+n2-2* sqrt(1/ni + 1/n2) 9,51222122

t hit= (X1-X2)/S(x1-x2) -1,261535 t hit < t, maka H0 di terima tanpa makan ikan terkena jantung koroner lebih sedikit di banding yang menkonsumsi ikan, sehingga data tersebut tidak mendukung teori para epidemolo tersebut

3. Untuk menginvestigasi dugaan adanya keterkaitan antara kandungan fluorida dalam air minum dengan kanker, penelitian telah dilakukan dengan mencatat tingkat kematian akibat kanker (per 100.000 penduduk) dari tahun 1952-1969 dalam 20 kota terpilih di Amerika, 10 kota terbesar dengan fluoridasi, dan 10 kota terbesar tanpa fluoridasi sampai tahun 1969. Data untuk kelompok usia 45-64 menunjukkan bahwa rerata tingkat kematian pada kota-kota terfluoridasi = 2,26 dengan deviasi standar = 1,66 dan untuk kota-kota tanpa fluoridasi = 1,34 dengan deviasi standar = 1,56. Apakah data tersebut mendukung dugaan tersebut? Gunakan = 0,05. n= 20 = 0,05 tingkat kematian dgn fluoridasi n 10 rerata 2,26 sd 1,66 t= H0 H1 S(x1-x2)= 1,64485363 u1<=u2 u1>u2

tanpa fluoridasi 10 1,34 1,56

(x1-x2)=

0,92

Sqrt (n1-1)S1^2 + (n2-1)S2^2)/ni+n2-2* sqrt(1/ni + 1/n2) 2,281105

t hit= (X1-X2)/S(x1-x2) 0,40331331 t hitung > t data, maka Ho tidak di tolak

4. Tabel berikut adalah data tekanan uap tiobenzena teoritis (perhitungan) terhadap data eksperimental. Apabila model tekanan uap versus temperatur adalah model yang baik, maka selisih antara data tekanan eksperimental dan perhitungan akan sama dengan nol. Apakah data tersebut memberikan cukup bukti untuk menunjukkan bahwa model yang diusulkan dalam penelitian ini baik untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya? Gunakan = 0,05. no Temp Exp 1 100,6 0,282 2 101,36 0,314 3 104,6 0,335 4 106,44 0,404 5 108,7 0,422 6 110,96 0,513 7 112,62 0,554 8 115,21 0,642 9 116,69 0,669 10 119,38 0,834 11 121,08 0,89 12 123,61 1,01 13 124,9 1,07 14 127,74 1,26 15 130,24 1,42 16 131,75 1,55

Calc 0,276 0,307 0,35 0,39 0,444 0,505 0,554 0,64 0,695 0,805 0,882 1,01 1,08 1,25 1,43 1,54

d= (exp-calc) 0,006 0,007 -0,015 0,014 -0,022 0,008 0 0,002 -0,026 0,029 0,008 0 -0,01 0,01 -0,01 0,01 0,0006875 0,014216041 16 0,05 =AVERAGE(F98:113) =STDEV(F98:113)

D rerata Sd n =

Ho 0 H1 =0 t data= t hitung = 2,13145 (rerata d - u)/(s/n) 0,193443

Ho di tolak