Anda di halaman 1dari 2

CS4 Pendahuluan Inkotinensia fekal atau inkotinensia tinja merupakan ketidakmampuan untuk mengontrol keluarnya buang air besar

(BAB) dan udara dari anus, buang air besar menjadi encer dan jumlahnya banyak. Hal ini menyebabkan feses bocor dari rectum pada waktu yang tak terduga. ondisi ini umum dialami pada wanita maupun lanjut usia. !ejala inkotinensia fekal umumnya disertai dengan gangguan fungsi spingter anal eksternal. "ada situasi tertentu secara mental pasien sadar akan kebutuhan BAB namun tidak sadar secara fisik. "ada beberapa studi pre#alensi inkotinensia fekal dapat dibagi menjadi dua yaitu pada anak$ anak dan dewasa. "ada anak$anak tanpa cacat bawaan seperti kelainan kongenital maupun anak$ anak lahir dengan kelainan bawaan anus dan rektum $ baik aganglionosis kongenital ( "enyakit Hirschsprung ) atau anus imperforata, kontrol buang air besar telah ditemukan lengkap dalam suatu penelitian dengan metode kohort di %wiss. &itemukan ''( pada usia ) tahun telah dapat mengontrol BAB , *+ ( pada usia dua tahun dan ,* ( pada usia tiga tahun, sedangkan sisanya mengalami inkotinensia fekal. %edangkan angka kejadian inkotinensia pada dewasa di masing$ masing -egara berbeda yaitu dikisaran ),, ( $ )),'(. Banyak factor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian inkotinensia fekal seperti usia, jenis kelamin, obesitas, riwayat melahirkan, diare, pembedahan, dan penyakit neurologi lainnya. Banyak referensi menyatakan bahwa wanita lebih berisiko mengalami inkotinensia fekal terutama bagi indi#idu dibawah usia .+ tahun, hal ini dapat disebabkan karena adanya cedera pada saraf pudenda atau oto spingter dari riwayat obstetric sebelumnya sebagai factor risiko utama dan diikuti dengan sindrom iritasi usus dan diabetes. %ebenarnya inkotinensia dapat disembuhkan dengan penangannan yang tepat, akan tetapi beberapa pasien yang menderita inkotinensia fekal malu untuk mengakui keadaanya dan berkonsultasi pada dokter. %elain itu kondisi psikologis akibat rasa malu kepada lingkungan sekitar juga mempengaruhi keadaan pasien akibat isolasi sosial. "ada case study ke empat ini disajikan kasus mengenai inkotinensia fekal yang dialami seorang wanita berusia +/ tahun beserta masalah psikologinya. 0leh karena itu pada case study /

ini bertujuan untuk membahas mengenai inkoteinensia fekal mulai dari pengertia, etiologi, factor risiko, tanda dan gejala, penatalaksanaan hingga asuhan keperawtaan pada pasien dengan inkotinensia fekal.