Anda di halaman 1dari 8

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 4.1.

1 Kondisi Histologi Organ yang Ter a ar Pestisida Organ Insang

!a" $a%#ar 1. !a"Insang Kontrol

!#" $a%#ar 1. !#"Insang Patologis

Tabel 1. Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi Dengan Organ Insang Para%eter &arna '()ran Tanda *ita% Kara(ter (*)s)s Kontrol Ungu muda Kecil menyempit Tidak ada Ada sekat! tipis Patologis Ungu kehitaman ebih besar dan lebar dari kontrol Ada "ekat menyempit! namun lamella membesar! curling lamella Pada preparat histopatologis organel insang dilihat dengan mikroskop bah#a organel atalogis ber#arna ungu kehitaman$lebih gelap dibandingkan organel normalnya yang lamella kecil dan tersusun tidak rapi! adanya beberapa nekrosis! kemudian ter%adi penggumpalan dibeberapa bagian! ukuran organel nor%alnya lebih kecil dibanding organel patologisnya! pada organel kontrol tidak ditemukan bintik hitam sedangkan organel patologis ada! karakteristik dari organel atalogis pada insang terlihat lebih tebal! terdapat curling lamella! terdapat lamella &usion dan ter%adi hyperplasia sedangkan pada organel insang normal bentuknya lebih tipis.

Pada +aringan (ontrol ikan terdapat beberapa parasit yang menyebabkan kerusakan %aringan! mungkin ikan dalam keadaan yang tidak sehat! sedangkan pada %aringan insang yang telah terpapar bahan toksik pestisida %aringannya mengalami beberapa perubahan! %aringan mengalami hiperplasia disekitar lamela primer dan lamela sekunder. Hi er lasia yaitu bertambahnya %umlah sel dalam suatu %aringan atau organ sehingga %aringan atau organ men%adi lebih besar ukurannya dari kontrol. Hal ini ditandai dengan ukuran yang lebih dan #arna %aringan hati yang lebih pekat. Pada lamela sekunder! hiperplasia ter%adi akibat adanya pembelahan sel epitel yang berlebihan! sedangkan pada lamela primer disebabkan oleh pembelahan sel chloride secara berlebihan. Pembelahan yang berlebihan pada sel chloride disebabkan oleh terganggunya pengaturan transportasi ion 'a() dan 'l*! kesulitan pengaturan transportasi ion 'a()! diduga dapat disebabkan oleh +at toksik! seperti pestisida dan A,". Ter%adinya nekrosis dan &usi lamella pada beberapa bagian insang yang telah terpapar bahan toksik. Adanya proli&erasi sel goblet -&usi lamella. yang ter%adi pada insang merupakan suatu mekanisme pertahanan dari selaput lendir insang pada ikan yang terin&eksi akibat respon dari adanya parasit dan bahan asing seperti bahan*bahan kimia organik -pestisid! A,".. Insang ber&ungsi sebagai alat perna&asan pada ikan! dan lamela adalah tempat pertukaran oksigen. ,i(a ter+adi (er)sa(an ada la%ela terse#)t! akibatnya peredaran darah ikan terganggu! dan ter%adi pembendungan darah. Kerusakan ini semakin lama akan menyebabkan gangguan sirkulasi yang dapat menyebabkan kekurangan suplai oksigen untuk ikan yang pada akhirnya akan menimbulkan kematian.

4.1.-

Organ Hati

!a" $a%#ar -. !a"Hati Kontrol

!#" $a%#ar -. !#"Hati Patologis

Tabel (. Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi Dengan Organ Hati$Hepar Para%eter &arna '()ran Tanda *ita% Kara(ter (*)s)s Kontrol /erah tua Kecil Tidak ada Tidak ada Patologis ebih gelap dibanding kontrol ebih besar dari kontrol Tidak ada Terdapat ruang*ruang kosong #arna putih

Organ paling penting yang harus diperiksa pada praktikum histopatologi kali ini yaitu hati! hal ini dikarenakan hati merupakan organ yang paling mengalami kerusakan dibanding organ lain setelah diberi pemaparan bahan toksik. /enurut 'arlton -1001. dalam Permana -(220. ada dua alasan yang menyebabkan hati mudah terkena racun yaitu pertama! hati menerima 304 suplai darah dari 5ena porta yang mengalirkan darah dari sistem gastrointestinal. "ubstansi +at*+at toksik termasuk tumbuhan! &ungi! logam! mineral dan +at*+at kimia lainnya yang diserap ke dalam portal ditransportasikan ke hati. Kedua! hati menghasilkan en+im*en+im yang mempunyai kemampuan sebagai biotrans&ormasi pada berbagai macam +at eksogen dan endogen yang dieliminasi tubuh. ,erdasarkan pengamatan preparat hati patologis! terlihat perubahan struktur %aringan hati. Perubahan struktur %aringan sel hati yang disebabkan oleh +at kimia yang bersi&at racun antara lain perlemakan hati! nekrosis dan sirosis - u!

1001.. 6ekrosis menggambarkan keadaan dimana ter%adi penurunan akti5itas %aringan yang ditandai dengan hilangnya beberapa bagian sel satu demi satu dari satu %aringan sehingga dalam #aktu yang tidak lama akan mengalami kematian. 6ecrosis dapat ter%adi karena denaturasi protein plasma! dan pemecahan oraganel sel. Dapat %uga disebabkan karena terin&eksi bakterial sehingga menyebabkan terakumulasinya sel darah putih. ,agian hati! kongesti didahului dengan pembengkakan sel hati dimana sel hati membesar yang mengakibatkan sinusoid menyempit sehingga aliran darah terganggu. Kongesti adalah ter%adinya pembendungan darah pada hati yang disebabkan adanya gangguan sirkulasi yang dapat mengakibatkan kekurangan oksigen dan +at gi+i. /enurut 7an Dyk et al.,-(221. salah satu penyebab kongesti dan buntunya pembuluh darah adalah karena terpapar oleh agen kimia seperti cadmium! merkuri dan +inc. Hal ini ter%adi karena sebagian besar racun atau +at toksik yang masuk ke dalam tubuh setelah diserap oleh sel akan diba#a ke hati oleh 5ena porta hati! sehingga hati berpotensi mengalami kerusakan.

4.1..

Organ $in+al

!a" $a%#ar .. !a"$in+al Kontrol

!#" $a%#ar .. !#"$in+al Patologis

Tabel 8. Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi Dengan Organ 9in%al$:en Para%eter &arna '()ran Tanda *ita% Kontrol /erah muda! bening 6ormal tidak bengkak Tidak ada Patologis /erah muda pekat Adanya pembengkakan Ada

Kara(ter (*)s)s

,entuk normal!lekukan %aringan sedikit

Ter%adi 6eoplasma! karena lekukan %aringan lebih %elas dan banyak

"elan%utnya pada organel gi%al! #arna organel nor%al lebih terang merah muda bening terdapat nekrosis ini disebabkan ada beberapa sel ; sel yang sudah mati! dan ukuran 5akuola normal dibandingkan organel atologis yang telah terpapar bahan toksik pestisida A," cenderung lebih gelap merah muda pekat! terda at ne(rosis yang ditandai dengan adanya rongga*rongga yang kosong! dan ukuran 5akuola lebih melebar dan #arnanya men%adi lebih pekat! ukuran organel patologis lebih besar dibandingkan organel normal karena adanya pembengkakan tanda hitam tidak ditemukan pada organel normal namun ditemukan pada organel patologis dan lekukan %aringan yang ada pada organel patologis lebih banyak dan %elas dibandingkan pada organel normal yang lekukannya cenderung lebih sedikit.

4.1.4

Organ 's)s

!a" $a%#ar 4. !a"'s)s Kontrol

!#" $a%#ar 4. !#"'s)s Patologis

Tabel <. Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi Dengan Organ Usus$Intestinum Para%eter &arna Kontrol /erah tipis Patologis /erah kehitaman

'()ran Tanda *ita% Kara(ter (*)s)s

6ormal Tidak ada ingkaran menyatu

ebih lebar dan membesar Ada ingkaran pecah

Dalam pengamatan hispatologis pada organel )s)s

ada (eadaan

nor%al dilihat diba#ah mikroskop ber#arna merah sedangkan organel atalogisnya ber#arna merah kehitaman! ukuran organel normal lebih kecil dibandingkan organel patalogis selain itu pada organel patologis terdapat nekrosis! dapat dilihat adanya pendarahan di beberapa bagian! tanda hitam hanya ditemukan pada organel patalogis dan karakteristik yang dimiliki pada organel patalogi yaitu lekukan %aringan yang lebih %elas kemudian %arak antar 5ili usus men%adi berdekatan dan lebih besar dibandingkan pada organel normal yang %umlah lekukannya sedikitkerana terdapat ruang*ruang yang kosong. Perubahan yang banyak ter%adi pada usus setelah ter%adinya pemaparan bahan toksik yaitu terdapatnya nekrosa dan atropi pada lapisan epitel 5ili usus. Deskuamasi epitel dan nekrosa sel*sel epitel terlihat pada beberapa 5ili dalam oprgan usus. Ter%adinya hal ini dikarenakan ter%adi hemoragi pada beberapa bagian usus. Kemudian mengakibatkan suplai darah ke sel ; sel epitel men%adi terganggu. Ter%adinya hemoragi atau pendarahan pada usus dapat terlihat dari ditemukannya eritrosit yang menyebar pada u%ung 5ili usus. De&isiensi nutrisi dapat ter%adi akibat dari kelainan yang dialami oleh 5ili ; 5ili usus ini. kelainan yang dialami oleh 5ili ; 5ili usus ini dapat dilihat bah#a adanya peradangan sehingga bentuk usus men%adi lebih besar dan antar 5ili usus yang lainnya men%adi lebih berdekatan. "elan%utnya dapat dilihat bah#a pada bagian epitel usus %uga terlihat adanya edema. Adanya masalah pada sistem sirkulasi darah akan menimbulkan adanya edema ini. Peradangan akibat gangguan bahan toksik dapa menyebabkan adanya lim&osit! sedangkan hemoragi ditandakan dengan adanya eristrosit yang menyebar.

Pengetahuan pengetahuan tentang kondisi tidak kontrol organ usus sangat penting untuk pengelolaan kesehatan ikan itu sendiri. Dimana usus merupakan bagian dari saluran pencernaan yang &ungsinya untuk menyerap sari ; sari makanan sehingga apabila ter%adi gangguan pada organ ini akan dapat berakibat &atal bagi pertumbuhan ikan. /eskipun ter%adi gangguan pada %aringan penting ini yang mengakibatkan kematian namun %uga dapat berakibat buruk pada penyakit yang dapat ter%adi.

4.-

Kondisi Histologi Organ Insang dan Hati yang Ter a ar ABS /01 % 9ambar <. -a. insang patologis gambar < -b. hati patologis

Tabel 1. Pengamatan Preparat Analisis Histologi Organ Insang dan Hati yang Terpapar A," =!1 ppm Para%eter &arna '()ran Tanda *ita% Kara(ter (*)s)s Insang Pucat ,esar dan rusak Tidak ada Kerusakan struktur lamela insang sebelah kiri dan pembengkakan Hati ebih gelap ebih besar Ada Terdapat ruang*ruang kosong #arna putih

sebelah kanan ,erdasarkan gambar diatas diketahui bah#a A," dengan konsentrasi =!1 ppm mampu menyebabkan kelainan histologi pada ikan mas -terlihat pada gambar A dan ,.. Organ yang terpapar adalah insang dan hati. ,erdasarkan gambar

tersebut terdapat 8 kelainan pada organ insang! yaitu pembesaran sel atau hiperplasia lamela insang! kerusakan struktur lamela insang! dan bercak hitam. "edangkan pada organ hati! terdapat rongga*rongga 5akuola dan bercak hitam. Kelainan pada lamela insang menyebabkan tidak ber&ungsinya organ insang yang ditandai dengan bercak hitam atau nekrosis. "ebelumnya terlebih dahulu ter%adi pembesaran akibat peningkatan %umlah sel di lamela insang sehingga menyumbat sel darah merah. Kelainan organ hati berupa munculnya banyak 5akuola dan bercak hitam menandakan telah ter%adi kematian sel*sel. "ama seperti organ insang! organ hati %uga sebelumnya mengalami pembengkakan sehingga muncul 5akuola*5akuola. ,erdasarkan analisis! diketahui bah#a organ insang mengalami kerusakan paling berat karena muncul 8 kelainan pada organ tersebut dan seperti yang di%elaskan sebelumnya bah#a insang merupakan organ yang paling rentan karena terhubung langsung dengan lingkungan dan mempunyai struktur yang tipis. "elain itu! menurut :achmansyah et al.! -1003. menyatakan bah#a selain A,"! ternyata logam berat secara &isiologis dapat menurunkan &ungsi organ seperti insang! sehingga tidak ber&ungsi sebagaimana mestinya karena ter%adi perubahan histologis.