Anda di halaman 1dari 2

4.1.2 Organ Hati Tabel x.

Pengamatan Preparat Analisis Histopatologi Organ Hati Parameter Warna Ukuran Tanda Hitam (Nekrosis) Karakter Khusus Kontrol Merah Normal Tidak ada Tidak ada kerusakan Patologis Merah tua Terjadi pembengkakan Ada Terdapat rongga yang

menandakan sel mati Organ paling penting yang harus diperiksa pada praktikum histopatologi kali ini yaitu hati, hal ini dikarenakan hati merupakan organ yang paling mengalami kerusakan dibanding organ lain setelah diberi pemaparan bahan toksik. Menurut Carlton (1995) dalam Permana (2009) ada dua alasan yang menyebabkan hati mudah terkena racun yaitu pertama, hati menerima 89% suplai darah dari vena porta yang mengalirkan darah dari sistem gastrointestinal. Substansi zat-zat toksik termasuk tumbuhan, fungi, logam, mineral dan zat-zat kimia lainnya yang diserap ke dalam portal ditransportasikan ke hati. Kedua, hati menghasilkan tubuh. Berdasarkan pengamatan preparat hati patologis, terlihat perubahan struktur jaringan hati. Perubahan struktur jaringan sel hati yang disebabkan oleh zat kimia yang bersifat racun antara lain perlemakan hati, nekrosis dan sirosis (Lu, 1995). Nekrosis menggambarkan keadaan dimana terjadi penurunan aktivitas jaringan yang ditandai dengan hilangnya beberapa bagian sel satu demi satu dari satu jaringan sehingga dalam waktu yang tidak lama akan mengalami kematian. Necrosis dapat terjadi karena denaturasi protein plasma, dan pemecahan oraganel sel. Dapat juga disebabkan karena terinfeksi bakterial sehingga menyebabkan terakumulasinya sel darah putih. enzim-enzim yang mempunyai kemampuan sebagai biotransformasi pada berbagai macam zat eksogen dan endogen yang dieliminasi

Bagian hati, kongesti didahului dengan pembengkakan sel hati dimana sel hati membesar yang mengakibatkan sinusoid menyempit sehingga aliran darah terganggu. Kongesti adalah terjadinya pembendungan darah pada hati yang disebabkan adanya gangguan sirkulasi yang dapat mengakibatkan kekurangan oksigen dan zat gizi. Menurut Van Dyk et al.,(2005) salah satu penyebab kongesti dan buntunya pembuluh darah adalah karena terpapar oleh agen kimia seperti cadmium, merkuri dan zinc. Hal ini terjadi karena sebagian besar racun atau zat toksik yang masuk ke dalam tubuh setelah diserap oleh sel akan dibawa ke hati oleh vena porta hati, sehingga hati berpotensi mengalami kerusakan.