Anda di halaman 1dari 1

LIMA PROFIL WIRAUSAHA SUKSES DALAM BIDANG IT

April 26, 2012 in Uncategorized

1. Leonard Kleinrock (Penemu Internet/ Bapak Internet) Leonard Kleinrock lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, 13 Juni 1934. Dia adalah seorang insinyur dan ilmuwan Amerika Serikat yang disebut sebagai penemu internet atau Bapak Internet. Pada tanggal 29 Oktober 1969 ia menciptakan salah satu penemuan terbesar menjelang abad modern yaitu internet yang secara tidak sengaja berhasil memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket-paket yang terpisah. Leonard Kleinrockpun adalah salah satu pelopor jaringan komunikasi digital, dan membantu membangun ARPANET. 2. Matthew Charles Mullenweg (Pendiri WordPress) Lahir pada 11 Januari 1984 di Houston,Texas Amerika Serikat. Mat berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya. Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. 3. Andrew Darwis (Pendiri Kaskus) Lahir 20 Juli 1979 di Jakarta. Andrew sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia. Kaskus launching pada Desember 2008. Berselang 2 bulan kemudian Kaskus resmi menjadi perusahaan professional di bawah bendera PT. Darta Media Indonesia. Saat ini tercatat Kaskus memiliki lebih dari 3 juta member. Pada tahun 2009, penghasilan Andrew dari kaskus adalah sekitar 600 juta rupiah per bulan. 4. Fujio Masuoka (Penemu Flashdisk) Lahir pada tanggal 8 Mei 1943, di Kota Takasaki, Gunma, Jepang. Masuoka kemudian mempelajari teknologi Intel dalam dua bulan dan menemukan sebuah struktur baru, sebuah memori jenis MOS read-only memori yang dikenal dengan nama Samos yang menjadi paten pertama Masuoka di tahun 1972. Masuoka kemudian dialihkan ke divisi produk rekayasa memori Toshiba pada tahun 1980 untuk memulai karyanya pada pengembangan memori flash. Ia kemudian bergeser ke divisi desain memori rekayasa Toshiba pada tahun 1984, di mana ia menyempurnakan dan dipatenkan memori flash NOR. Dia mempresentasikan temuannya pada Pertemuan International Electron Device (IEDM) di San Francisco. Setahun kemudian, ia berkembang ke flash memory 256 Kbit. Pada bulan April 1987, Masuoka kembali ke Toshiba Research and Development Center, di mana ia mulai berhasil mengembangkan lebih maju NAND-type flash memory cikal bakal flash disk. Meskipun terobosannya, flash belum siap untuk komersialisasi. 5. Reynold B. Johnson (Penemu Hardisk Komputer) Lahir di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, 16 Juli 1906. Ia merupakan penemu father of disk drive. Mulanya IBM sempat menolak konsep mesin pemeriksa lembar ujian karya Johnson. Tapi di belakang hari, perusahaan itu melihat potensi bisnis mesin tersebut dan merekrutnya sebagai karyawan. Johnson merupakan salah satu penemu yang paling produktif di IBM. Johnson memiliki tak kurang dari 90 temuan yang telah ia patenkan selama karirnya. Artinya, selama hidupnya, rata-rata Johnson membuat sebuah penemuan baru dalam satu tahun. Pada 1971, American Society of Mechanical Engineers (ASME) menganugerahkan Johnson penghargaan Machine Design Award. Tahun 1992, organisasi profesi insinyur elektro sedunia, IEEE, mengabadikan nama Johnson pada satu kategori penghargaan khusus untuk pengembangan teknologi penyimpanan data (Reynold B Johnson Award). Lab kecil Johnson di pinggiran San Jose, kini sudah membengkak menjadi sebuah instalasi raksasa seluas 144 hektar, dengan lebih dari enam ribu orang berkutat di dalamnya. Teknologi micronograph yang dikembangkan Johnson, digunakan oleh perusahaan mainan Fishers Price pada mainan Talk to Me Books. Belakangan, alat ini mendapat penghargaan Toy of the Year. Tahun 1998 Johnson meninggal karena penyakit Melanoma (kanker kulit). Di akhir hayatnya, Johnson masih tetap penuh ide dan inovasi. Saat meninggal ia masih mengerjakan proyek kodifikasi karakter Cina yang belum rampung.