Anda di halaman 1dari 12

Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Kinerja (Studi Tamwil Usaha Nasabah Pada Baitul Mal (BMT) SM NU Amanah Ke!

amatan Tarub Kabupaten Tegal) Wa Al Terhadap

P"#P#SA$ SK"%PS% Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian

Disusun Oleh:
Ali "i&al Mil!hun Na'im (()*((+,(

-AKU$TAS S.A"%A/ 0AN 1K#N#M% %S$AM %NST%TUT A2AMA %S$AM N121"% WA$%S#N2# S1MA"AN2 )+(3
BAB % P1N0A/U$UAN
1.1

$atar Bela4ang Perbankan dalam kehidupan suatu negara merupakan salah satu agen pembangunan

(agent of development). Hal ini dikarenakan fungsi utama dari perbankan sebagai lembaga intermediasi keuangan !aitu menghimpun dana dari mas!arakat dalam bentuk simpanan dan men!alurkann!a kepada mas!arakat dalam bentuk pin"aman atau bentuk lainn!a dalam rangka meningkatkan taraf hidup mas!arakat.# Pada saat ter"adi krisis moneter di $ndonesia ban!ak bank kon%ensional !ang menggunakan prinsip bunga mengalami kepailitan. &amun kondisi itu berbeda dengan perbankan !ang menggunakan prinsip s!ariah. Hal ini disebabkan bank s!ariah tidak dibebani oleh han!a nasabah memba!ar bunga simpanann!a melainkan bank s!ariah memba!ar bagi hasil !ang "umlahn!a sesuai dengan tingkat keuntungan !ang (ank )!ariah di $ndonesia sudah mun*ul se"ak tahun #++' atas dasar dorongan kebutuhan mas!arakat terhadap la!anan "asa perbankan s!ariah. Komitmen pemerintah dalam usaha pengembangan perbankan s!ariah baru mulai terasa se"ak tahun #++, !ang memberikan kesempatan luas kepada bank s!ariah untuk berkembang.)ebagaimana !ang kita ketahui bah.a lembaga keuangan menurut ketentuan perundang/undangan dibagi men"adi dua !aitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. (aitul Maal 0at Tam.il merupakan salah satu lembaga keuangan s!ari1ah non perbankan !ang biasa disebut (MT.2 Menurut pasal # undang/undang &o. #3 Tahun #++, tentang perubahan undang/ undang &o. 4 Tahun #++' tentang Perbankan (ank didefinisikan sebagai badan usaha !ang menghimpun dana dari mas!arakat dalam bentuk simpanan dan men!alurkan kepada
1 5ubairi Hasan Undang-undang Perbankan Syariah 6akarta: 7a"a.ali Pers '33+ hlm 8

diperoleh dalam sistem pengelolaan perbankan s!ariah.'

' 5ainudin 9li

Hukum Perbankan Syariah 6akarta: )inar :rafika '33, hlm -

3 9s*ar!a Akad dan Produk Bank Syariah 6akarta: PT. 7a"a :rafindo Persada '33, hlm '34 9hmad )umi!anto BMT Menuju Kopera i Modern )olo: $);) Publishing '33, hal.#<

mas!arakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rak!at ban!ak.< Dimana undang/undang tersebut "uga men*antumkan kebebasan penentuan imbalan dan sistem keuangan bagi hasil "uga dengan terbitn!a Peraturan Pemerintah &o. 4' Tahun #++' !ang memberikan batasan tegas bah.a bank diperbolehkan melakukan kegiatan usaha dengan berdasarkan prinsip bagi hasil. Maka mulailah bermun*ulan lembaga keuangan !ang menggunakan sistem s!ari=ah seperti (ank Muamalat $ndonesia ((M$) (&$ )!ari=ah (P7)/(P7) dan (aitul Maal .at Tam.iil ((MT). 9dapun bank umum merupakan lembaga keuangan makro bank perkreditan rak!at merupakan lembaga keuangan menengah sedangkan (MT merupakan salah satu *ontoh lembaga keuangan mikro !ang berlandaskan s!ari=ah dan berbadan hukum koperasi maka se*ara otomatis diba.ah pembinaan Departemen Koperasi dan Usaha Ke*il Menengah. (aitul Maal .at Tam.iil (MT mempun!ai dua fungsi pokok dalam kaitan dengan kegiatan perekonomian mas!arakat !akni fungsi pengumpulan dana (funding) dan fungsi Pembia!aan dana (finan*ing). )esuai dengan fungsi tersebut melahirkan produk/produk (MT !akni pengumpulan dan Pembia!aan dana. Dengan mas!arakat hadirn!a lembaga !ang keuangan pada ini diharapkan mampu men"angkau paling ba.ah umumn!a membutuhkan permodalan untuk

mengembangkan usahan!a. Kebutuhan mas!arakat $ndonesia akan "asa/"asa perbankan s!ariah semakin meningkat seiring dengan kesadaran mas!arakat muslim dan bahkan non muslim riil mas!arakat. bah.a "asa/"asa perbankan s!ariah lebih sesuai dengan kebutuhan melihat bah.a sebagian besar dari mereka adalah pelaku usaha.8 (agi modal dunia perekonomian masalah akses keterbatasan modal selalu dirasakan keterbatasan sebagai salah satu kendala utama !ang selalu dikeluhkan. Dengan adan!a sendiri diharapkan adan!a

Kebutuhan mas!arakat terhadap perbankan s!ariah semakin meningkat manakala kita

serta ter"angkaun!a kredit perbankan

dengan "umlah !ang relatif ter"angkau s!arat !ang ter"angkau dan prosedur !ang mudah dan tepat .aktu. )esuai dengan sifat kebutuhann!a para pedagang ke*il membutuhkan sumber pembia!aan !ang mudah dan *epat serta murah. Mudah dan *epat berarti tanpa pers!aratan surat/surat !ang men!ulitkan dan *epat diambil bila diperlukan tanpa harus menunggu. Mengingat keadaan demografis di $ndonesia dimana masih ban!ak penduduk
5 Makhalul $lmi Teori dan Praktek >embaga Mikro Keuangan )!ariah ?og!akarta: U$$ press '33' hal. ##' 6 5ubairi Hasan !p"#it hlm ##

!ang tinggal pedesaan dan men"adi pedagang ke*il keberadaan (aitul Maal .at Tam.iil (MT terasa sangat penting. Dengan adan!a (aitul Maal .at Tam.iil (MT ini diharapkan mereka. Karena modal men"adi salah satu pokok permasalahan dalam semua "enis usaha. (egitu "uga dengan para pedagang ke*il !ang keban!akan tinggal di desa dan tergolong ekonomi lemah. Hal tersebut men"adi salah satu faktor !ang membuat (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal tetap eksis sebagai mitra usaha anggota. Melalui pembia!aan kepada usaha anggota (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal dalam satu tahun lebih telah mampu dan berhasil membantu usaha mikro dalam upa!a meningkatkan pendapatan melalui pemberian pembia!aan. )ampai pada periode tahun '3#3/'3## "umlah usaha !ang mendapat pembia!aan mudharabah dari (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal adalah seban!ak #'' usaha anggota (per 6anuari '3#3 hingga Maret '3##). (ukti dari keberhasilan tersebut adalah dengan tidak adan!a anggota !ang sama !ang menga"ukan kembali pembia!aan modal kepada (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/ 9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal karena telah berhasil meningkatkan pendapatan sehingga berdampak pada penguatan modal.4 (erdasarkan pen"elasan di atas maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pembia!aan terhadap peningkatan kiner"a usaha nasabah khususn!a di lingkungan usaha mikro Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal. Penelitian tersebut akan diberi "udul Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Kinerja Usaha Nasabah (Studi Pada Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) SM NU Al Amanah Ke!amatan Tarub Kabupaten Tegal)
1.2

dapat membantu para pelaku usaha dalam mengatasi masalah permodalan

"umusan Masalah (erdasarkan uraian diatas maka perumusan masalah !ang akan diteliti

dirumuskan sebagai berikut: #. 9pakah pembia!aan Mudharabah berpengaruh terhadap kiner"a usaha nasabah@ 4 Sumber diambil dari penelitian sebelumnya dengan judul PENGARUH
PEMBIAYAAN MUDHARABAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA ANGGOTA (Studi Kasus Di Baitul Mal Wa am!il (BM " SM #$ %l&%mana' Ke(amatan arub Kabupaten egal"

'. (agaimana kiner"a usaha nasabah sebelum dan sesudah mendapatkan pembia!aan Mudharabah @

1.3

Tujuan dan Man5aat

1.3.1

Tujuan Penelitian 9dapun tu"uan !ang hendak di*apai dalam penulisan ini adalah : #. Untuk mengetahui pengaruh pembia!aan Mudharabah terhadap kiner"a usaha nasabah '. Untuk mengetahui kiner"a usaha nasabah sebelum dan sesudah mendapatkan pembia!aan Mudharabah

1.3.2

Man5aat Penelitian

1" (agi (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub

Kabupaten Tegal dapat memberikan informasi bagi pihak pengelola (MT untuk mensosialisasikan (MT kepada mas!arakat serta untuk bahan masukan kaitann!a dengan Pengaruh Pembia!aan Mudharabah Terhadap Kiner"a Usaha &asabah pada (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal.
2" (agi program studi )# ;konomi $slam $9$& 0alisongo )emarang skripsi ini

merupakan tambahan keka!aan hasil penelitian !ang dapat digunakan sebagai ru"ukan dan untuk dikembangkan lebih lan"ut.
3" (ahan

masukan atau bahan untuk dikembangkan dalam penelitian/ lebih lan"ut khususn!a tentang Pengaruh Pembia!aan

penelitian

Mudharabah Terhadap Kiner"a Usaha &asabah pada (aitul Mal 0a Tam.il ((MT) )M &U 9l/9manah Ke*amatan Tarub Kabupaten Tegal.

BAB %% T%N6AUAN PUSTAKA


2.1

Pembiayaan
2.1.1 Pengertian Pembiayaan

Dalam arti sempit pembia!aan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan !ang dilakukan oleh lembaga pembia!aan seperti bank s!ariah kepada nasabah. Pembia!aan se*ara luas berarti finan*ing atau pembelan"aan !aitu pendanaan !ang dikeluarkan untuk mendukung in%estasi !ang telah diren*anakan baik dilakukan sendiri maupun diker"akan oleh orang lain., Menurut Hendr! pembia!aan adalah ker"asama antara lembagadan nasabah dimana lembaga sebagai pemilik modal (shahibul maal) dan nasabah sebagai fungsi untuk menghasilkan usahan!a. Pembia!aan menurut Undang/Undang Perbankan &o. 4 tahun #++' kemudian dire%isi men"adi Undang/Undang Perbankan &o. #3 tahun #++, adalah pen!ediaan dana atau tagihan !ang dipersamakan dengan itu.+ Dari pengertian pembia!aan diatas dapat disimpulkan bah.a pembia!aan adalah suatu pemberian pin"aman berdasarkan prinsip keper*a!aan dan persetu"uan pin"am/memin"am antara pemilik modal dan nasabah sebagai fungsi untuk menghasilkan usahan!a dimana nasabah berke.a"iban mengembalikan hutangn!a sesuai dengan persetu"uan !ang disepakati.
2.1.2 6enis jenis Pembiayaan

Pembia!aan merupakan salah satu tugas pokok bank !aitu pemberian fasilitas pen!ediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak/pihak !ang mengalami kekurangan dana (Defi*it Unit). Menurut sifat penggunaann!a pembia!aan dapat
) Muhammad Manajemen Bank Syariah ?og!akarta UPP 9MP ?KP& hlm -32 * 9rrison Hendr! Perbankan Syariah 6akarta: Muamalah $nstitute #+++ hlm '<

dibagi men"adi ' hal sebagai berikut : a. Pembia!aan Produktif : Pembia!aan !ang ditu"ukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas !aitu untuk peningkatan usaha. b. Pembia!aan Konsumtif : pembia!aan !ang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kebutuhan.#3 )edangkan untuk memenuhi kebutuhan permodalan dan memenuhi kebutuhan pembia!aan bank s!ari=ah memiliki ketentuan/ketentuan !ang berbeda dengan bank kon%ensional. 9dapun piranti s!ari=ah !ang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bank s!ari=ah dapat dibagi men"adi tiga produk !aitu :##
1" Produk Pen!aluran Dana $%inan&ing'

!ang akan habis digunakan untuk memenuhi

Dalam men!alurkan danan!a kepada nasabah se*ara garis besar produk pembia!aan s!ari=ah terbagi ke dalam empat kategori !ang di bedakan berdasarkan tu"uan penggunaann!a !aitu : a) Pembia!aan dengan prinsip "ual beli b) Pembia!aan dengan prinsip se.a *) Pembia!aan dengan prinsip bagi hasil d) Pembia!aan dengan akad pelengkap Pembia!aan dengan prinsip "ual beli ditu"ukan untuk memiliki barang sedangkan !ang menggunakan prinsip se.a ditu"ukan untuk mendapatkan "asa. Prinsip bagi hasil digunakan untuk usaha ker"a sama !ang ditu"ukan guna mendapatkan barang dan "asa sekaligus.#'
2" Produk Penghimpunan Dana $%unding'

Penghimpunan dana di bank s!ari=ah dapat berbentuk giro tabungan dan deposito. Prinsip operasional s!ari=ah !ang diterapkan dalam penghimpunan dana mas!arakat adalah prinsip 0adi=ah dan Mudharabah.#3" Produk 6asa $Servi&e'

)elain men"alankan fungsin!a sebagai intermediaries (penghubung) antara #3 Muhammad )!afi=i 9ntonio Bank Syari(ah dari Teori ke Praktek 6akarta : :ema $nsani Press '33# hlm. #83 ## Heri )udarsono Bank dan )embaga Keuangan Syari(ah *e krip i dan +lu tra i ;disi ' ?og!akarta: ;konisia
'33- hlm. <8 #' 9di.arman 9.Karim Bank + lam, Anali i %i-ih *an Keuangan ;disi - 6akarta PT. 7a"a :rafindo Persada '338 hlm. ,, 13 +bid hlm +,

pihak !ang membutuhkan dana (defi*it unit) dengan pihak !ang kelebihan dana (surplus unit) bank s!ari=ah dapat pula melakukan berbagai pela!anan "asa perbankan kepada nasabah dengan mendapat imbalan berupa se.a atau keuntungan.#2

2.1.3 Pembiayaan Mudharabah %.

Pengertian Mudharabah adalah Pembia!aan dengan akad )!irkah adalah per"an"ian

pembia!aan antara (MT dan anggota di mana (MT men!ediakan dana untuk pen!ediaan modal ker"a sedangkan pemin"am berupa!a mengelola dana tersebut untuk pengembangan usahan!a.#<
B.

7ukun dan )!arat Mudharabah Menurut ulama )!afii!ah rukun Mudharabah ada enam !aitu: a. Pemilik barang !ang men!erahkan barang/barangn!a. b.?ang beker"a !aitu mengelola barang !ang diterima dari pemilik barang. *. 9kad mudharabah dilakukan oleh pemilik dengan pengelola barang. d. Mal !aitu harta pokok atau modal. e. 9mal !aitu peker"aan pngelolaan harta sehingga menghasilkan laba f. Keuntungan.#8 9dapun s!arat/s!arat mudharabah !aitu: a. ?ang terkait dengan orang !ang melakukan transaksi haruslah orang !ang *akap bertindak hukum dan *akap diangkat sebagai .akil karena pada satu sisi posisi orang !ang akan mengelola modal adalah .akil dari pemiliki modal. b. ?ang terkait dengan modal dis!aratkan: #) (erbentuk uang ') 6elas "umlahn!a -) Tunai

14 +bid hlm #315 http://skripsiiain.b !"sp!t.#!$/%&'(/'&/bait) *$aa *+a*ta$+i *b$t*s,b)ah.ht$ 21.25 W+B 1),11,2-13 16 Hendi )uhendi %i-h Muamalah 6akarta: 7a"a :rafindo Persada '33' hlm. #-+

2) Diserahkan sepenuhn!a kepada pedagang atau pengelola modal. 6ika modal itu berbentuk barang menurut para ulama fiAh tidak dibolehkan karena sulit untuk menentukan keuntungann!a. 9kan tetapi "ika modal itu berupa .adiah (titipan) pemilik modal pada pedagang boleh di"adikan modal mudharabah. *. ?ang terkait dengan keuntungan dis!aratkan bah.a pembagian keuntungan harus "elas dan bagian masing/masing diambilkan dari keuntungan dagang itu seperti setengah sepertiga atau seperempat. d. MelafaBkan i"ab dari !ang pun!a modal seperti aku serahkan uang ini kepadamu untuk dagang "ika ada keuntungan akan dibagi dua dan Aabul dari pengelola. e. Mudharabah bersifat mutlak pemilik modal tidak mengikat pengelola harta untuk berdagang di negara tertentu memperdagangkan barangbarang tertentu sementara di .aktu lain tidak karena pers!aratan !ang mengikat sering men!impang dari tu"uan akad !aitu keuntungan. Karena itu harus ada pers!aratann!a.#4
2.2

Kinerja Dalam berbagai literatur pengertian dari kiner"a ban!ak sekali diantaran!a !aitu: Kiner"a meru"uk pengertian sebagai hasil. Dalam konteks hasil ((ernardin) !ang dikutip )udarmanto men!atakan bah.a Ckiner"a merupakan *atatan hasil !ang diproduksi (dihasilkan) atas fungsi peker"aan tertentu atau akti%itas/akti%itas selama periode .aktu tertentuC#, Pengertian kiner"a sebagai hasil "uga terkait dengan produkti%itas dan efekti%itas (7i*hard) !ang dikutip )udarmanto CProdukti%itas merupakan hubungan antara "umlah barang dan "asa !ang dihasilkan dengan "umlah tenaga ker"a modal dan sumber da!a !ang digunakan dalam produksiC. Kiner"a meru"uk pengertian sebagai perilaku. Terkait dengan kiner"a sebagai perilaku (Murph! dan 7i*hard) !ang dikutip )udarmanto men!atakan bah.a Ckiner"a merupakan seperangkat perilaku !ang rele%an dengan tu"uan organisasi atau unit organisasi tempat orang beker"a. Kiner"a "uga bisa dikatakan sesuatu !ang se*ara aktual orang ker"akan dan dapat diobser%asiC. Dalam pengertian ini kiner"a men*akup

1. Ibi./ 'lm. 14-

#, )udarmanto

Kinerja *an Pengembangan Kompeten i S*M ?og!akarta: Pustaka Pela"ar '33+ hlm ,

tindakan/tindakan dan perilaku !ang rele%an dengan tu"uan organisasi.#+ (erdasarkan pengertian di atas karena penulis mendefinisikan kiner"a sebagai hasil dari suatu usaha !ang diker"akan maka penulis menarik kesimpulan bah.a kiner"a merupakan hasil !ang diproduksi (dihasilkan) dari suatu usaha dalam periode .aktu tertentu !ang menghasilkan "umlah barang dan "asa dengan "umlah tenaga ker"a modal dan sumber da!a !ang digunakan dalam sebuah usaha tertentu.

)7)7(

$aba (Keuntungan) Tu"uan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Pengertian laba se*ara

operasional merupakan perbedaan antara pendapatan !ang direalisasi !ang timbul dari transaksi selama periode tertentu dengan bia!a !ang berkaitan dengan pendapatan tersebut Keuntungan adalah kenaikan bersih dari asset bersih sebagai akibat dari memegang asset !ang mengalami peningkatan nilai selama periode !ang dipilih oleh pern!ataan pendapatan.'3 Menurut )adono keuntungan adalah perbedaan nilai uang dari hasil pen"ualan !ang diperoleh dengan seluruh bia!a !ang dikeluarkan.'# (erdasarkan definisi di atas maka penulis menarik kesimpulan bah.a !ang dinamakan laba adalah hasil !ang diperoleh dari pen"ualan barang dagang berupa pertambahan nilai uang selama periode tertentu. )7)7) Per4embangan Usaha Perkembangan (de%elopment) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah !ang lebih ma"u. Pertumbuhan sendiri (gro.th) adalah tahapan peningkatan sesuatu dalam hal "umlah ukuran dan arti pentingn!a. Pertumbuhan "uga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of de%elopment).'' Menurut Kamus (esar (ahasa $ndonesia ('33<) perkembangan berarti mekar terbuka atau membentang men"adi besar luas dan ban!ak serta men"adi tambah

1* Ibi.- 'lm. * 2- Muhammad )!afi=$ 9ntonio lo&"&it hlm '3<

'# )adono )ukirno Pengantar Teori Mikro .konomi/ 6akarta: PT. 7a"a :rafindo persada #+++ hlm -,4 ''Dara! *efini i *an %aktor 0ang Mempengaruhi Perkembangan/ http:EEmakalahdanskripsi.blogspot.*omE'33+E3-E
dibro.sing tanggal #,E##E'3#-

sempurna dalam hal kepribadian pikiran pengetahuan dan lain sebagain!a.')edangkan usaha menurut Kamus (esar (ahasa $ndonesia ('33<) !aitu kegiatan !ang mengerahkan tenaga pikiran atau badan dalam bidang perdagangan dengan maksud men*ari keuntungan.'2 (erdasarkan definisi di atas maka penulis menarik kesimpulan bah.a !ang dinamakan perkembangan usaha adalah peningkatan keuntungan dalam suatu bidang usaha tertentu dalam hal "umlah ukuran dan sebagain!a.
2.3 Kerang4a Te8riti4

Model konseptual !ang didasarkan pada tin"uan pustaka maka kerangka pemikiran teoritik penelitian di"elaskan pada gambar '.#
2ambar )7( Kerang4a Pemi4iran Te8riti4

Kinerja (.)

/ >aba / Perkembangan usaha Pembiayaan (9)

/ (esarn!a pembia!aan !ang diberikan / 6umlah angsuran

'- Tim Pen!usun Departemen Pendidikan &asional


Pustaka hlm <-, 24 +bid hlm #'<2

Kamus (esar (ahasa $ndonesia edisi ketiga 6akarta: (alai

2.4 /ip8tesis Penelitian

(erdasarkan tin"auan pustaka dan kerangka teori maka diperoleh hipotesis sebagai berikut: H#: Pembia!aan mus!arakah berpengaruh positif terhadap kiner"a usaha nasabah H': 9da perbedaan !ang signifikan antara pendapatan setelah dan sebelum menambah modal H-: 9da perbedaan !ang signifikan antara laba setelah dan sebelum menambah modal H2: 9da perbedaan !ang signifikan antara perkembangan usaha setelah dan sebelum menambah modal