Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DENGAN MENGGUNAKAN CODE IGNITER


(STUDI KASUS KANTOR KECAMATAN DARUL IMARAH)

Oleh : DEA PRYMTA 0704105010071

BIDANG STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH
September 2013

ABSTRAK

Gaji merupakan unsur yang penting bagi suatu instansi pemerintah. Oleh sebab itu adanya sistem yang mampu melakukan perhitungan gaji dengan cepat dan hasil yang akurat menjadi sangat dibutuhkan. Pergantian pengembang sistem akan menimbulkan masalah apabila tidak adanya standar aturan dalam pengembangan sistem. Hal ini dapat menghambat kinerja instansi dalam proses penggajian pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah usulan sistem berupa sistem informasi penggajian pada kantor Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar menggunakan Framework PHP Codeigniter. Dunia pemograman saat ini baik itu desktop maupun web based semakin banyak menggunakan framework dan salah satu framework berbasis PHP yang banyak digunakan yaitu Codeigniter (CI). Framework CI memang dikembangkan untuk memudahkan dalam developing aplikasi dengan struktur file source code-nya menggunakan pendekatan ModelsViews-Controller (MVC) dan pemrograman berorientasi objek. Aplikasi ini juga memberikan kemudahan dalam proses pencatatan data gaji pegawai di instansi pemerintah serta proses pencarian datanya. Selain itu, aplikasi ini juga memiliki performa yang handal serta mudah untuk di-maintance dan dikembangkan lebih lanjut seiring perkembangan kebutuhan penggunanya. Kata Kunci: Framework, Codeigniter, Sistem Informasi, Gaji.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sekarang semakin berkembang pesat disegala bidang sehingga banyak perusahaan dan instansi-instansi yang ingin meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Dengan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini manusia dapat melakukan pengolahan data dengan mudah, dapat menghasilkan suatu informasi yang dibutuhkan dengan akurat dan mengefektifkan waktu, serta dengan biaya yang dikeluarkan lebih efesien. Keunggulan inilah yang menjadikan teknologi informasi saat ini banyak berperan serta dalam segala bidang dan aspek kehidupan yang ada, dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dari perusahaan, maupun berbagai instansi. Sistem informasi yang banyak diimplementasikan adalah sistem informasi berbasis web. Gaji adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang karyawan atas jasa dan hasil kerjanya. Karena itu gaji merupakan unsur yang penting bagi perusahaan. Para pegawai sangat sensitif terhadap kesalahan atau ketidakwajaran dalam hal gaji. Oleh sebab itu adanya sebuah sistem yang mampu melakukan perhitungan gaji dengan tepat waktu dan dengan jumlah yang akurat menjadi sangat dibutuhkan dalam sebuah instansi pemerintahan. Sejalan dengan hal tersebut, suatu instansi pemerintahan sebaiknya memiliki sebuah sistem informasi penggajian. Sistem keuangan yang dapat menangani proses penghitungan gaji dan proses pendataan data yang

disimpan pada sebuah database. Sehingga mengurangi terjadinya kesalahan dalam pendataan jumlah gaji, jumlah kehadiran, jumlah uang tunjangan prestasi dan perhitungan yang agar tidak sesuai dengan pangkat serta jabatan masingmasing pegawai serta tidak tertukar dengan data pegawai lainnya. Oleh sebab itu, kantor kecamatan Darul Imarah memerlukan sebuah sistem informasi untuk menyimpan semua data terutama data penggajian dan agar data tersebut mudah untuk diolah, serta perlu dibuat rancangan sistem yang

nantinya akan membantu dalam mengurangi kesalahan manusia dan data akan tersimpan secara rapi. Dengan berlatar belakang masalah tersebut diatas, maka penulis mengangkat masalah tersebut dengan judul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DENGAN MENGGUNAKAN CODE IGNITER (STUDI KASUS KANTOR KECAMATAN DARUL IMARAH).

1.2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang pada pembahasan sebelumnya, bahwa belum optimalnya pemanfaatan sarana komputer dalam pengolahan data, terutama pemanfaatan sistem informasi keuangan khususnya penggajian pegawai negri sipil pada tingkat kecamatan, meyebabkan kegiatan operasional yang ada cenderung kurang efektif dan efisien terhadap waktu sehingga berpengaruh pada proses pengambilan keputusan juga pengendalian serta sulitnya pengolahan data. Pokok permasalahan yang diteliti adalah belum tertata dengan baik manajemen sistem informasi di kecamatan Darul Imarah sehingga masih kurang efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan data bagi pimpinan. Untuk menjawab hal tersebut, maka solusinya adalah membangun sistem informasi penggajian yang menggunakan Framework PHP Codeigniter. Dengan adanya sistem informasi penggajian ini diharapkan dapat mempermudah dalam pengolahan data gaji pegawai yang ada secara lebih lengkap dan lebih detail.

1.3 Tujuan Adapun beberapa tujuan dari tugas akhir ini adalah : 1. Merancang dan membuat aplikasi sistem informasi penggajian pegawai negeri sipil dengan memanfaatkan framework Codeigniter. 2. Mengimplementasikan sistem informasi penggajian pada instansi

pemerintah pada kasus ini di kantor kecamatan Darul Imarah Aceh Besar.

1.4 Manfaat Manfaat dari penelitian ini sendiri adalah berupa sebuah sistem penggajian bagi instansi pemerintah yang terstruktur sehingga sistem menjadi mudah untuk dipelihara dan dikembangkan, dan mampu mengurangi resiko terjadinya masalah dalam hal pengembangan dan perbaikan sistem yang disebabkan oleh pergantian developer sistem.

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN


2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem Informasi didefinisikan oleh Robert A. Laitch dan K. Roscoe Bavis sebagai berikut: Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Nurliza Robiah, 2013). Definisi umum sistem informasi adalah : Sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Kusrini & Andri Koniyo, 2009).

2.2 Pengertian Gaji Gaji adalah suatu bentuk balas jasa atau penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji sering disebut juga sebagai upah. Dimana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi yakini imbalan jasa yang diberikan secarateratur ats prestasi kerja yang dibrikan kepada seorang pegawai.Perbedaan gaji dan upah hanya terletak pada kuatnya ikatan kerja dan jangka waktu penerimaannya. Niswonger (1999:446) mengemukakan bahwa: Istilah gaji (salary) biasanya digunakan untuk pembayaran atas jasa manajerial, administratif, dan jasa-jasa yang sama. Tarif gaji biasanya diekspresikan dalam periode bulanan. Istilah upah (wages) biasanya digunakan untuk pembayaran kepada karyawan lapangan (pekerja kasar) baik yang terdidik maupun tidak terdidik. Tarif upah biasanya diekspresikan secara mingguan atau perjam.

2.3

Pengertian Data Data adalah sesuatu yang digunakan atau dibutuhkan dalam penelitian

dengan menggunakan parameter tertentu yang telah ditentukan. Data juga dapat definisikan sebagai bahan kterangan tentang kejadian-kejadian nyata / fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambang tertentu yang tidak acak yang menunjukkan jumlah, tindakan, atau hal. (Eddy Sutanto, 2004).

2.4

Komponen Sistem Informasi Informasi diperoleh dari sistem informasi (information system) atau

disebut juga processing system atau information processing systems. Jadi sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi, yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat menajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan diperlukan.

Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu : 1. Komponen Input Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat

menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang masuk ke dalam sistem informasi dapat langsung diolah menjadi informasi atau jika belum dibutuhkan segera dapat disimpan terlebih dahulu di storange dalam bentuk basis data (data base). 2. Komponen Model Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model-model tertentu. Model-model yang digunakan di sistem informasi dapat berupa model logika yang menunjukan suatu proses perbandingan logika atau model matematik yang menunjukan proses perhitungan matematik.

3. Komponen Output Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi pemakainya. Output merupakan komponen yang harus ada di komponen sistem informasi. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk ke dalam lubang yang dalam (deep hole). Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di basis data dan proses menggunakan model tertentu. 4. Komponen Teknologi Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan dapat menghasilakan informasi yang tepat waktunya. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. 5. Komponen Basis Data Basis data (database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputerdan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. 6. Komponen Kontrol Komponen control juga merupakan komponen yang penting dan harus ada di sistem informasi. Komponen control ini digunakan untuk menjamin bahwa informasi merupakan informasi yang akurat (Bagus Rahmat Tanjung, 2011).

2.5

HTML HTML (Hypertext Markup Language) adalah suatu sistem penulisan

ASCII agar dapat menghasilkan tampilan visual yang terintegrasi dengan kata lain, dokumen yang dibuat dalam aplikasi pengolah data dan di simpan kedalam format ASCII normal sehingga menjadi homepage dengan tambahan perintah HTML. Dengan menggunakan perintah-perintah HTML, memungkinkan user untuk melakukan fungsi fungsi sebagai berikut : Menentukan ukuran dan alur text.

Mengintegrasikan gambar dengan text (in-line) Membuat Links Membuat form interaktif.

Informasi yang ditempatkan diantara tag <head> dan </head> digunakan untuk memberikan keterangan pada browser dan tidak secara langsung mempengaruhi user, sedangkan informasi yang ditempatkan diantara tag <body> dan </body> adalah informasi dokumen aktual anda, dan semua tag tag untuk format tampilan informasi tersebut, sebagai contoh dibawah ini adalah penulisan program HTML sederhana :
<head> <title> Web Saya </title>

<body> <h1> <hr> Terima Kasih........! </hr> </body> </head> Selamat datang di Web Saya </h1>

(Hidayat dan Nurjaman, 2010).

2.6

CSS CSS adalah singkatan dari Cascading Style-Sheet, yaitu sebuah

pengembangan atas kode HTML yang sudah ada sebelumnya. Dengan CSS, bisa menentukan sebuah struktur dasar halaman web secara lebih mudah dan cepat, serta irit size (Abdul Kadir, 2002). CSS digunakan oleh Web Designer untuk menentukan warna, jenis, huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS). Pemisah ini ditujukan agar dapat mmemisahkan aksesibilitas isi, memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada strukur isi.

2.7

PHP PHP adalah bahasa pemrograman web atau scripting language yang

dijalankan di server. PHP dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdorf, yang pada awalnya dibuat untuk menghitung jumlah pengunjung pada homepagenya. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreter). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Pelepasan 11 Kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Pada tahun 1997 sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP mejadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0. Pada pertengahan tahun1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004 Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek. Hal yang menarik yang didukung oleh PHP adalah kenyataan bahwa PHP bisa digunakan untuk mengakses berbagai macam database seperti Access, Oracle, MySQL, dan lain-lain. (Abdul Kadir, 2002).

2.8

CODEIGNITER CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat

open source digunakan untuk membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan Codeigniter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal. Codeigniter

menyediakan berbagai macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan. CodeIgniter diperkenalkan kepada publik pada tanggal 28 februari 2006. CodeIgniter sendiri dibangun menggunakan konsep Model-View-

Controller development pattern. CodeIgniter sendiri merupakan salah satu framework tercepat dibandingkan dengan framework lainnya. Alur kerja CodeIgniter dapat dilihat seperti pada gambar 3.1 berikut.

Gambar 2.1 Flow CodeIgniter (Ibnu Daqiqil, 2011)

Jika dipetakan, alur kerja CodeIgniter akan tampak seperti gambar 3. Browser berinteraksi melalui controller. Controller-lah yang akan menerima dan membalas semua request dari browser. Untuk data maka controller akan meminta ke Model dan untuk UI/template akan meminta ke View. Jadi Otak dari aplikasi ada di controller, Muka aplikasi ada di view dan Data ada di model. Ketika browser meminta sebuah halaman web maka router akan mencarikan controller mana yang harus menangani request tersebut. Setelah itu barulah si controller menggunakan model untuk mengakses data dan View untuk menampilkan data tersebut (Ibnu Daqiqil, 2011). Codeigniter tidak hanya fokus dikembangkan pada sistem informasi penggajian dan pengupahan saja, akan tetapi Codeigniter ini juga banyak

dikembangkan pada sistem-sistem yang lain. Sebagaimana

yang telah

dikembangkan pada sistem informasi manajemen surat dan pengarsipan serta telah dikembangkan untuk Aplikasi Situs Portal Berita.

2.9

Database dan RDBMS Database atau basis data merupakan mekanisme pengelolaan data dalam

jumlah yang besar secara terstruktur. Database memudahkan program untuk mengambil dan menyimpan data. Jika data yang diolah banyak dan memerlukan penanganan khusus, jangan menggunakan file untuk menyimpan data. Tetapi, gunakan database. Database yang banyak diterapkan saat ini adalah database bertipe relasional (relational database), seperti Oracle, Microsoft SQL Server, MySQL, dan lain-lain. (Rochmad Hakim S. & Sutarto, 2009). RDBMS adalah singkatan dari Relational Database Management System. Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar tabel. Suatu database terdiri dari banyak tabel. Tabel ini terdiri dari banyak field yang merupakan kolomnya. Isi tiap baris dari tabel inilah merupakan data. Untuk membuat sistem basis data yang terintegrasi maka antara satu tabel dengan tabel lain mempunyai hubungan yang harus selalu diperlihara. Setiap tabel mempunyai sebuah primary key, primary key ini kemudian dihubungkan dengan tabel kedua dan menjadi foreign key untuk tabel kedua ini. Dengan relational database ini maka data akan secara konsisten disimpan di suatu tabel, kemudian tabel lain yang membutuhkan data lainnya tinggal menghubungkan melalui foreign key (Achmad Solichin, 2010).

2.9.1

MySQL MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal,

kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL (Structure Query Language) sebagai dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu, MySQL bersifat free pada berbagai platform (kecuali pada Windows, yang bersifat shareware atau anda perlu membayar setelah melakukan evaluasi dan

memutuskan untuk digunakan untuk keperluan produksi) atau tidak di cekal. Berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki MySQL: Program database merupakan pasangan yang sering diintegrasikan dengan Apache. Dapat berjalan pada banyak sistem operasi (Linux, Windows, MacOs). Mampu menangani data yang besar dan banyak. Menggunakan autentikasi pengguna (user) dan kata sandi (password) sehingga menjadikan lebih aman. Menggunakan bahasa query standar yang memiliki SQL (Strctur Query Language) (Hidayat dan Nurjaman, 2010). SQL atau juga sering disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk mengakses database. SQL dikenalkan pertama kali dalam IBM pada tahun 1970 dan sebuah standar ISO dan ANSII ditetapkan untuk SQL.Standar ini tidak tergantung pada mesin yang digunakan (IBM, Microsoft atau Oracle). Hampir semua software database mengenal atau mengerti SQL. Jadi, perintah SQL pada semua software database hampir sama. Terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL, yaitu : 1. DDL atau Data Definition Language DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain : CREATE ALTER RENAME DROP

2. DML atau Data Manipulation Language DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain : SELECT INSERT

UPDATE DELETE

3. DCL atau Data Control Language DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi user dan hak akses (priviledges). Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain : GRANT REVOKE (Achmad Solichin, 2010)

2.10

Kajian yang Relevan Terdapat salah satu kajian yang relevan dengan TA ini yaitu penelitian

yang dilakukan oleh Ali Alhadi (2013), dengan judul Sistem Informasi Penggajian dan Pengupahan Karyawan Menggunakan Arsitektur HierarchicalModel-View-Control Framework PHP Codeigniter (Studi Kasus Di PT. Krakatau Watajama Cilegon, Banten), penelitian ini tentang pembuatan sistem berupa sistem informasi penggajian dan pengupahan pada PT. Krakatau Wajatama

Cilegon, Banten menggunakan arsitektur HMVC (Hierarchical Model View Control) pada Framework PHP Codeigniter. Dari penelitian ini dihasilkan sebuah sistem penggajian dan pengupahan yang termodulasi serta memiliki standar

aturan sehingga dapat mengurangi masalah pada proses perbaikan dan pengembangan sistem yang disebabkan oleh pergantian pengembang.

2.11 Mata Kuliah yang Relevan Beberapa mata kuliah yang relevan dengan TA ini adalah sistem informasi, basis data dan pemograman berorientasi objek.

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Objek dan tahap penelitian Pada penelitian ini, objek penelitian yang diambil adalah Sistem Informasi
Penggajian PNS pada kantor kecamatan Daru Imarah di Lampeneret, Aceh Besar. Adapun

proses pengerjaan tugas akhir dapat dilihat pada Gambar 3.1 dalam diagram alir sebagai berikut.
Start

Studi Kepustakaan

Wawancara

Merancang Sistem Informasi

Membuat Database

Pembuatan dan Implementasi Sistem Informasi

Pengujian Sistem

Penulisan Laporan

Selesai

Gambar 3.1 Flowchart tahapan penelitian

3.2

Teknik yang digunakan Pada proses rancang bangun aplikasi sistem informasi penggajian dengan

menggunakan framework CodeIgniter adalah menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan beberapa tahapan perencanaan yaitu: analisa, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan.

3.3

Peralatan yang digunakan Dalam penelitian ini alat yang digunakan meliputi :
1.

Satu Unit Laptop

2. Personal Komputer Processor Intel Pentium IV 1,7 Ghz 3. Sistem Operasi Windows xp atau windows 7 4. Bahasa Pemograman Php, Javascript, dan Css 5. Database MySQL

3.4 Mekanisme/Prosedur Pengujian 1. Pada tahap pertama adalah studi literatur, pelaksanaan studi literatur berupa pengumpulan bahan danberhubungan dengan atau referensi dapat yang mendukung di pustaka

penelitian,

ditemukan

maupun referensi dari internet. 2. Wawancara, Tahap berikutnya adalah wawancara, teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil, dalam hal ini penulis mewawancarai pimpinan instansi yaitu camat sebagai orang yang bertanggung terhadap kantor kecamatan dan para pegawai serta bagian administrasi sebagai pengguna sistem ini nantinya.

3. Merancang Sistem 1. Pada tahap ini adalah perancangan design tampilan login. Fasilitas yang diberikan terdiri dari: a. Halaman Login Halaman login merupakan halaman untuk login admin. Apabila login berhasil maka akan tampil halaman utama dari sistem informasi penggajian PNS. b. Halaman Utama Halaman utama merupakan halaman yang muncul ketika login.

Adapun proses diagam alir proses login administrator dapat dilihat pada Gambar 5.1 di bawah ini.

Gambar 3.2 Flowchart Administrator Administrator melakukan login dahulu untuk masuk ke dalam sistem. Apabila username dan password sesuai maka sistem akan mengarahkan pada halaman admin. Di halaman admin terdapat beberapa link yang berfungsi untuk menampilkan data pegawai, data absensi, data penghasilan, data kinerja, serta data displin kerja.

Perubahan data atau penghapusan data karena seorang admin memiliki hak akses yang luas. 2. Perancangan Perancangan Use Case Pada tahap ini dibuat bagan alir web berupa use case diagram sebelum pengkodean. Ini dilakukan agar mendapat aliran sistem informasi apakah telah sesuai atau belum dengan data-data yang dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Adapun use case sistem informasi penggajian dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut

Megisi Data Pegawai

update data pegawai Administ rator


Pegawai Membuat Laporan

Melihat Informasi Pimpinan

Gambar 3.3 Use Case diagram Sistem Informasi Penggajian PNS

4. Pembuatan Database Pada tahap ini, rancangan basis data dimaksudkan untuk mendefinisikan isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasikan pada desain secara umum. Teknik normalisasi akan digunakan dalam perancangan database secara rinci ini agar diperoleh basis data yang efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan,terhindar dari

penumpukan data, ketidak konsistennya data dan mudah dalam pemanipulasian data. Database ini dibangun dengan menggunakan Mysql, dalam perancangan database ini juga akan dirancang tabel tabel beserta relasi antar tabel. Dalam pembuatan database ini akan di simpan data data dari sistem informasi penggajian PNS, seperti : tabel pegawai, absensi, disiplin kerja dan lain lain yang berhubungan dengan sistem informasi keuangan. 5. Pembuatan dan Implementasi Sistem Informasi Pada tahapan ini akan dibahas mengenai pembuatan sistem informasi, dan pada tahap ini juga di bahas pengimplementasian dari sistem informasi yang dibuat. Pembuatan Sistem Informasi ini dengan menggunakan PHP Framework (Code Igniter). Pada tahap ini juga di lakukan

pengimplementasian sistem, mengimplementasikan hasil jadi dari system informasi peggajian dalam kasus ini akan di implementasikan pada kantor kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. 6. Pengujian Pada tahapan ini akan dilakukan pengujian dari sistem yang dibuat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan eksekusi sistem yang telah dibuat serta Sehingga tidak menutup dari sini kemungkinan dapat

mengetahui

kelemahannya.

nantinya

disimpulkan apakah sistem yang dibuat dapat berjalan secara benar dan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Black Box Testing. Definisi Black Box Testing menurut IEEE, pengujian yang mengabaikan mekanisme internal sistem atau komponen dan semata mata focus

pada output yang dihasilkan dan merespon input

yang dipilih dan kondisi eksekusi. Pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi pemenuhan sistem atau komponen dengan kebutuhan fungsional tertentu. Fokusnya adalah pengoperasian umum oleh

pengguna, interaksi antara pengguna dengan software ketika aplikasi berlangsung.

7. Pembuatan Laporan Tahapan selanjutnya adalah pembuatan laporan penelitian tugas akhir, laporan terdiri dari lima bab. Bab satu pendahuluan yang menceritakan latar belakang, tujuan dan batasan masalah dari penelitian. Bab dua tinjauan kepustakaan adalah kumpulan bahan-bahan ataupun referensi yang berkaitan dengan penelitian yang bersumber dari kajian pustaka, jurnal-jurnal maupun referensi yang didapat dari internet. Bab tiga metodologi penelitian, pada bagian ini berisi deskripsi detil dari tata cara eksperimen, simulasi atau perancangan yang dilakukan ini berisi dalam hasil-

penelitian. Bab empat hasil dan pembahasan, bagian

hasil yang diperoleh dari penelitian yang disajikan dalam serangkaian data, gambar/grafik, tabel, dan narasi (uraian). Dan bab lima penutup berisi kesimpulan dan saran.

BAB 4 HASIL YANG INGIN DICAPAI

Hasil yang ingin dicapai dari TA ini adalah sebuah aplikasi sistem informasi penggajian PNS dengan menggunakan framework CodeIgniter agar mempermudah dalam sistem penggajian bagi instansi pemerintah yang terstruktur sehingga dapat dilakukan pengelolaan data secara komputerisasi ke dalam database melalui media web serta dapat mengurangi kesalahan dalam pencarian data dan menambah keakuratan dalam pembuatan laporan.

BAB 5 JADWAL PELAKSANAAN


Jadwal perencanaan penyelesaian tugas akhir ini ditunjukkan pada tabel dibawah ini. Tabel 5.1 Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir Bulan 1 2 3 4 5 6

No.

Kegiatan

1 2

Studi Literatur Perancangan Sistem Informasi

3 4

Pembuatan Database Pembuatan dan Implementasi Sistem Informasi

5 6

Pengujian Sistem Pembuatan Laporan

DAFTAR PUSTAKA

Daqiqil Id, Ibnu. 2011, Framework CodeIgniter Sebuah Panduan dan Best Practice, Pekanbaru. Hakim, RS & Sutarto, 2009, Mastering Java, PT Elex Media, Komputindo, Jakarta.

Hidayat, Samsu & Nurjaman, AZ 2010,

Perancangan Web Sebagai Media

Informasi SMP Muhammadiyah 1 Pundong Bantul, Yogyakarta.

Jogiyant, HM 2005, Sistem Teknologi Informasi, Andi Offset, Yogyakarta.

Kadir, Abdul. 2002, Pemrograman Web Mencakup : HTML , CSS , JAVASCRIPT &PHP, Andi Offset, Yogyakarta.

Kusrini & Koniyo. 2009, Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server, Andi Offset, Yogyakarta. Robiah, Nurliza. 2013, Sistem Informasi Penggajian Karyawan SHINTA WOO SUNG Serang Banten, Yogyakarta. Pada PT

Solichin, Achmad. 2010, MySQL 5 Dari Pemula Hingga Mahir, Jakarta. Sutanto, 2005, Sistem Basis Data, Graha Ilmu, Yogyakarta. Tanjung, Bagus Rahmat. 2011, Rancang Bangun Sistem Informasi Penggajian Karyawan Pada PT. Pertamina Unit Bisnis Pertamina EP Tanjung, Yogyakarta.

LAMPIRAN CURRICULUM VITAE

Nama TTL NIM Jurusan/Angkatan Universitas Jenis Kelamin Agama Alamat

: Dea Prymta : Tapaktuan, 04 Mei 1989 : 0704105010071 : Teknik Elektro/2007 : Syiah Kuala : Laki-laki : Islam : Jalan. Rawa Sakti VII no 149, Perumnas Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh

Email

: deks.the.ripper@gmail.com deks.prym@aol.com

No. HP

: 085277576138