Anda di halaman 1dari 2

Breaking News!

Penderita Dementia meningkat

Sumber: Medical Update 2012 Menurut laporan WHO, jumlah orang yang mengalami dementia diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 65,7 juta pada 2030 ketika populasi dunia menua. Pada 2050 jumlah penderitanya bisa lebih dari tiga kali lipat dari angka saat ini yang 35,6 juta, kata badan PBB. Laporan yang dikeluarkan WHO dan Alzheimers Disease International ini memperkiakan biaya saat ini untuk mengobati dan merawat mereka yang mengalaminya adalah 604 miliar dollar (lebih dari 5700 triliun rupiah) pertahun. Dementia disebabkan oleh berbagai penyakit otak yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, perilaku dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Penyakit Alzheimer adalah penyakit temurun dari dementia dan bertanggung jawab untuk sekitar 70 persen kasus. Laporan mengatakan bahwa diperlukan diagnose yang jauh lebih efektif karena bahkan di negara negara berpenghasilan tinggi, hanya 20 sampai 50 persen kasus dementia yang dikenali secara rutin. Prevelensi penyakit ini akan meledak di abad ini. Karena kita semua akan hidup lebih panjang risiko dementia adalah satu dari setiap delapan orang yang berusia di atas 65 tahun dan yang mengejutkan satu dari 2,5 orang yang berusia di atas 85 tahun- dampaknya akan menjadi lebih besar lagi dengan berjalannya decade, kata Shekhar Saxena, Kepala bagian kesehatan mental WHO. Kita perlu meningkatkan kemampuan kita untuk mendeteksi dementia sejak dini untuk menyediakan perawatan kesehatan dan sosial, kata Oleg Chestnov, asiste n direktur jendral Noncommunicable Diseases and Mental Health di WHO. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban dementia. Pekerja perawatan kesehatan seringkali tidak mendapat pelatihan yang memadai untuk mengenali dementia. Di seluruh dunia, hanya delapan negara yaitu Australia, Inggris, Denmark, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Belanda dan Norwegia, yang sekarang ini sudah mempunyai program nasional untuk menangani dementia, kata laporan yang berjudul Dementia: A Public Health Priority. Jerman dan Swedia telah mengeluarkan daftar rekomendasi.

Kajian ini juga menyorot kurangnya informasi dan pemahaman umum tentang penyakit, yang kemudian menimbulkan stigma sehingga terkadang orang menunda mencari bantuan. Sekarang ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik dan untuk dengan drastis mengurangi stigma yang berkaitan dengan dementia, kata Marc Wortmann, direktur eksekutif dari Alzheimers Disease International. Dalam laporannya, WHO menganjurkan pihak yang berwenang untuk berusaha mengurangi stigma yang telah lama dikaitkan dengan dementia dan meningkatkan perawatan umum bagi korban, bersamaan dengan dukungan untuk para pengasuhnya. Sampai saat ini dementia belum bisa diobati, tetapi pada beberapa kasus, pengembangan penyakit bisa diperlambat. http://sehatkufreemagazine.wordpress.com/2012/07/22/penderita-dementia-meningkat/.