Anda di halaman 1dari 4

1

111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
1111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
HYPERLINK "http://backt.blogspot.com/2008/05/modulasi-digital.html"MODULASI
DIGITAL
Pengertian Modulasi
Modulasi adalah proses penggabungan sinyal yang akan dikirim dengan gelombang
pembawa, sehingga memungkinkan sinyal tsb ditransmisikan melalui communication
channel. Penggabungan dilakukan dengan mengubah-ubah besaran tertentu dari gelombang
pembawa sesuai dengan bentuk sinyal.
Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal
carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat
gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier)
memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya. Berarti dengan mengamati
modulated carriernya, kita bisa mengetahui urutan bitnya disertai clock (timing, sinkronisasi).
Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke
penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam
atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio).
a). Sinyal yang dimodulasi b). Sinusoidal carrier c). AMPulsetrain carrier AM
Modulasi ( 2 bentuk gelombang :
Sinyal yang dimodulasi (modulating signal) yang merepresentasikan pesan (message)
sinyal pembawa (carrier).
Contoh :
Modulasi amplitudo (amplitude modulation) menggunakan sinusoidal dan pulse train sebagai
gel. pembawa (carrier). Pesan (message) terlihat pada selubung (envelope) dari sinyal yang
termodulasi (modulated signal). Pada receiver, pesan/message dapat diperoleh kembali
dengan mendemodulasi (demodulation) sinyal.
Manfaat Modulasi
1. Modulasi untuk efisiensi transmisi
Efisiensi > tergantung pada frekuensi sinyal. Efisien line-of-sight propagasi radio
membutuhkan antena dengan dimensi fisik 1/10 dari panjang gelombang sinyal (signal
wavelength).
contoh :
transmisi sinyal audio 100 Hz yang tdk dimodulasi membutuhkan antenna sepanjang 300 km,
dan apabila sinyal dimodulasi pada gel carrier 100 MHz membutuhkan panjang antena sekitar
1 m.
EMBED Equation.3 = panjang gelombang (m)
f = frekuensi (Hz)
v = cepat rambat gelombang (m/s)

2. Modulasi untuk penunjukkan/alokasi frekuensi


Masing-masing stasiun radio/TV mempunyai alokasi frekuensi yang telah ditentukan
oleh suatu badan/regulator yang mengatur alokasi frekuensi. Alokasi frekuensi juga
menggunakan filtering. Frekuensi Radio dialokasikan sesuai dengan perjanjian dunia (WRC /
world radio conference dibawah 2I2T2U2 2/2 2i2n2t2e2r2n2a2t2i2o2n2a2l2
2t2e2l2e2c2o2m2m2u2n2i2c2a2t2i2o2n2 2U2n2i2o2n2,2 2u2t2k2 2I2n2d2o2n2e2s2i2a2 2
2d2e2p2t2.2 2p2o2s2t2e2l2)2
232.2 2M2u2l2t2i2p2l2e2k2s2i2n2g2 2
2
2P2e2n2g2g2a2b2u2n2g2a2n2 2b2e2b2e2r2a2p2a2 2s2i2n2y2a2l2 2y2a2n2g2
2d2i2l2e2w2a2t2k2a2n2 2d2a2l2a2m2 2s2a2t2u2 2k2a2n2a2l2 2j2i2k2a2 2f2r2e2k2.2
2P2e2m2b2a2w2a2 2(2c2a2r2r2i2e2r2)2 2b2e2r2l2a2i2n2a2n2 2(2f2r2e2q2u2e2n2c2y2
2d2i2v2i2s2i2o2n2 2m2u2l2t2i2p2l2e2x2i2n2g2/2F2D2M2)2.2
2
242.2 2M2o2d2u2l2a2s2i2 2j2u2g2a2 2b2i2s2a mengatasi keterbatasan hardware
Perancangan suatu sistem komunikasi memungkinkan dibatasi oleh biaya dan
ketersediaan hardware, kinerja perangkat sering tergantung pada frekwensi yang teribat.
Modulasi memungkinkan perancangan sistem komunikasi menempatkan sinyal tertentu pada
suatu range frekuensi untuk menghindari keterbatasan hardware
5. Mengurangi noise dan interferensi
Efek dari noise dan interferensi dapat diminimalisir dengan menggunakan type modulasi
tertentu dengan bandwidth yang lebih lebar dari bandwidth sinyal.
Ada trade-off antara pengurangan noise dengan penambahan bandwidth
Teknik Modulasi Digital
Perbedaan utama antara modulasi digital dan modulasi analog adalah bahwa pesan yang
ditransmisikan untuk system modulasi digital mewakili seperangkat simbol-simbol abstrak.
(Misalnya 0 s dan l s untuk sistem transmisi biner), sedangkan dalam sistem modulasi analog,
sinyal pesan adalah gelombang kontinyu. Untuk mengirim pesan digital, modulasi digital
mengalokasikan sepotong waktu yang disebut interval sinyal dan menghasilkan fungsi
kontinyu yang mewakili simbol.
Pada modulasi digital, pesan sinyal diubah menjadi sinyal baseband. dalam sistem
komunikasi nirkabel, bagian kedua dari modulasi mengubah sinyal baseband ke frekuensi
radio (RF) sinyal, modulasi fase, frekuensi atau amplitudo sinyal pembawa. Dalam sebuah
sistem kabel, sinyal pada baseband dapat dikirimkan secara langsung tanpa modulasi carrier.
Namun, kadang-kadang, beberapa sinyal pesan diperlukan untuk mengirimkan melalui kawat
yang sama. Dalam keadaan tertentu beberapa teknik modulasi dapat digunakan sehingga
pesan yang berbeda dapat dimodulasi ke frekuensi yang berbeda. Teknik ini disebut
Frequency Division Multiple Access (FDMA). Selain ini, ada lebih banyak teknik akses yang
dapat digunakan untuk sistem digital, seperti Time Division Multiple Access (TDMA) dan
Code Division Multiple Access (CDMA).
Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu: ASK, FSK, dan PSK
1. Amplitude Shift Keying
Amplitude Shift Keying (ASK) atau pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitude,
merupakan suatu metoda modulasi dengan mengubah-ubah amplitude. Dalam proses
modulasi ini kemunculan frekuensi gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidak

adanya sinyal informasi digital.


Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital) lebih
besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni
setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh
redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu meoda ASK hanya menguntungkan bila dipakai
untuk hubungan jarak dekat saja.
Dalam hal ini faktor derau harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada sistem
modulasi AM. Derau menindih puncak bentuk-bentuk gelombang yang berlevel banyak dan
membuat mereka sukar mendeteksi dengan tepat menjadi level ambangnya.
2. Frequncy Shift Keying
Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi.
Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi
menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi antara harga-harga
yang telah ditentukan semula dengan gelombang output ang tidak mempunyai fasa terputusputus.
Dalam proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai
dengan perubahan ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini gelombang
pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini
masing-masing disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang
sesuai dengan rekomendasi CCITT. FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar,
seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk
menunjukkan bahwa pemancar telah siap.Dalam hal penggunaan banyak pemancar (multi
transmitter), masing-masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya. Prinsip pendeteksian
gelombang pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan sistem bekerja. Bentuk
dari modulated Carrier FSK mirip dengan hasil modulasi FM. Secara konsep, modulasi FSK
adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada bermacam-macam variasi /deviasi ataupun
frekuensi, yang ada hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark
atau Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier atau
proses demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan (error rate) sangat
minim/kecil. Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit
Rate (kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data
dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).
3. Phase Shift Keying
Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal melalui pergeseran fasa. Metoda ini
merupakan suatu bentuk modulasi fasa yang memungkinkan fungsi pemodulasi fasa
gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam
proses modulasi ini fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai
denganperubahan status sinyal informasi digital.
Sudut fasa harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima. Akibatnya, sangat
diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat penerima.
Guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas pada penerima, kadang-kadang dipakai
suatu teknik yang koheren dengan PSK yang berbeda-beda. Hubungan antara dua sudut fasa
yang dikirim digunakan untuk memelihara stabilitas. Dalam keadaan seperti ini , fasa yang
ada dapat dideteksi bila fasa sebelumnya telah diketahui. Hasil dari perbandingan ini dipakai
sebagai patokan (referensi).
Untuk transmisi Data atau sinyal Digital dengan kecepatan tinggi, lebih efisien dipilih system
modulasi PSK. Dua jenis modulasi PSK yang sering kita jumpai yaitu :
3.1. BPSK
BPSK adalah format yang paling sederhana dari PSK. Menggunakan dua yang tahap yang

dipisahkan sebesar 180 dan sering juga disebut 2-PSK. Modulasi ini paling sempurna dari
semua bentuk modulasi PSK. Akan tetapi bentuk modulasi ini hanya mampu memodulasi 1
bit/simbol dan dengan demikian maka modulasi ini tidak cocok untuk aplikasi data-rate yang
tinggi dimana bandwidthnya dibatasi.
3.2. QPSK
Kadang-Kadang dikenal sebagai quarternary atau quadriphase PSK atau 4-PSK, QPSK
menggunakan empat titik pada diagram konstilasi, terletak di sekitar suatu lingkaran. Dengan
empat tahap, QPSK dapat mendekode dua bit per simbol. Hal ini berarti dua kali dari BPSK.
An