Anda di halaman 1dari 4

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1.

Kode Etik Profesi Dosen ialah aturan tertulis yang harus dipedomi oleh setiap dosen dalam melaksanakan tugasnya segabai dosen. 2. Pedoman Tingkah laku Dosen adalah penjabaran dari kode etik profesi Dosen yang menjadi pedoman bagi dosen, baik dalam menjalankan tugasnya untuk mewujudkan generasi muda yang dapat membangun bangsa dan dapat memberikan contoh kepada mahasiswanya.

Pasal 2 Maksud dan Tujuan Kode Etik Profesi Dosen mempunyai maksud dan tujuan :
1. Sebagai tenaga profesional padajenjang pendidikan tinggi, yang dibuktikan

dengan sertifikat pendidik.


2. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman

dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

BAB II PEDOMAN TINGKAH LAKU Pasal 3 Sifat-sifat Dosen 1. Mempunyai komitmen yang tinggi kepada kepentingan siswa 2. Menguasai materi serta cara mengajarkannya 3. Bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa 4. Mampu berfikir sistematis dan efisien 5. Tingkat partisipasi atau kepedulian kepada masyarakat cukup baik

Pasal 4 Sikap Dosen 1. TEPAT WAKTU alias ON TIME. Ini adalah kesan pertama yang paling menonjol, mereka mengawali dan mengakhiri perkuliahan tepat dengan waktu yang ditentukan, tidak kurang dan tidak lebih, (sesi pertama 1,5 jam, istirahat 30 menit, dilanjutkan sesi kedua 1,5 jam). Dan mereka akan minta maaf kalo waktu perkuliahan lebih dari yang dijadwalkan, misalkan kelebihan 3 menit. Mereka sangat ketat soal waktu, jadi materi perkuliahan disampaikan secara efektif dan sesuai dengan alokasi waktunya. Dan kita diberikan workshop khusus tentang bagaimana cara presentasi yang baik dan tepat waktu, serta dilatih menggunakan alat2 presentasi, karena sebagian besar ujiannya selain ujian tulis juga oral defense dan presentasi. (Di sini tiap detik sangat berarti, apalagi dalam hal transportasi, kalau perlu pakai jam tangan yang digital, karena jawdal bus atau kereta nya agak2 kurang enak dibaca hehehe, misalkan jam 10.56 atau 11.01 dll). 2. TERSEDIA BAHAN AJAR Setiap dosen mempunyai modul perkuliahan atau buku karangan mereka atau paling tidak slide berisi materi kuliah yang akan disampaikan, jadi mahasiswa diharapkan membaca atau mempelajarinya sebelum perkuliahan, sehingga nantinya ada proses diskusi (komunikasi 2 arah) selama proses belajar mengajar berlangsung. Dan memang terjadi proses diskusi yang seru dan kalau waktunya tidak memungkinkan, pertanyaannya bisa disampaikan by email atau ke ruangannya. Informasi apa saja yang berkaitan dengan mata kuliah (tugas, materi) yang bersangkutan diinformasikan melalui Blackboard atau melalui email mahasiswa (student mail). Jadi setiap hari kita harus sering-sering mengecek email dan blackboard . Karena banyaknya tugas membuat tulisan atau report lengkap, sehingga mereka juga memberikan workshop khusus How to write a scientific report. 3. SELALU ADA atau HADIR Hadir di sini bukan berarti ada secara fisik di kampus terus menerus, mereka jarang ada di tempat, karena sering mengikuti conference-conference atau seminar international. Tapi ini tidak menjadi halangan untuk tidak

berkomunikasi dengan mahasiswanya, karena fasilitas laboratorium komputer

dan internet di wilayah kampus tersedia di setiap sudut kampus, jadi komunikasi lebih efektif menggunakan email. Dan saya sangat terkejut, karena seringkali mereka menjawab email2 saya dengan cepat (terkadang tidak sampai 5 menit, seperti membalas sms saja, yahinternet sudah menjadi kebutuhan dasar, sering On Line terus). Biasanya dosen senior (yang sudah Professor dengan jam terbang tulisan ilmiahnya banyak, malah semakin cepat membalas email kita). Terkadang mereka tidak tanggung2 untuk memberikan file tulisan atau pappernya jika memang menyangkut masalah yang kita tanyakan). Tiga hal di atas adalah hal yang berkesan buat saya selama kuliah di negri orang, kenapa berkesan bagi saya, karena ketiga hal tersebut masih jauh dari yang saya lakukan selama ini, mungkin sebagian besar teman-teman di STEI sudah banyak menerapkannya selama mengajar, pasti perkuliahan berjalan efektif dan lancar. Tapi perlu dicatat juga bahwa disini tidak semuanya baik, ada juga kelemahannya, gaya hidup masyarakat eropa yang cenderung bebas, membuat satu hal yang luput dari perhatian para dosen, yaitu memberi nasehat atau mengingatkan mahasiswa tentang gaya hidup atau pergaulan yang baik", sebagaimana tugas Dosen di indonesia sebagai pengajar dan pendidik. Kita ambil positifnya dan kita tinggalkan yang negatifnya, dan satu lagi percaya dirilah bahwa sebagai anak bangsa kemampuan yang sama dengan "mereka", Indonesia kita punya sering kali kita

karena

memandang para "bule" jauh lebih tinggi dari kita, setelah tinggal disini ya...tidak jauh beda, cuma bedanya mereka memang terbiasa disiplin (ini yang mungkin harus kita contoh).

Pasal 5 Kewajiban dan larangan Kewajiban : 1. Seorang dosen berkewajiban memenuhi kegiatan akademik sesuai dengan penetapan sks. 2. Dosen wajib hadir mengawas ujian UTS dan UAS sesuai dengan yang ditugaskan Dekan. 3. Dosen berkewajiban memenuhi jadual kuliah, ujian dan memasukkan nilai akhir mahasiswa tepat waktu.

Larangan : 1. Dosen dilarang untuk memodifikasi nilai atau bernegosiasi nilai dengan mahasiswa. 2. Dosen dilarang membocorkan soal-soal ujian, baik soal mata kuliah sendiri maupun dosen lainnya atau memberikan kesempatan untuk itu. 3. Dosen dilarang membantu mahasiswa mengerjakan soal-soal dalam ujian atau memberikan peluang untuk itu. 4. Dosen dilarang menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak lain yang terkait dengan dan mempengaruhi nilai mahasiswa atau kewajiban dosen terhadap mahasiswa tertentu. 5. Dosen dilarang memperlakukan mahasiswa di luar kepatutan, seperti mempersulit mahasiswa dalam kegiatan akademik, memperlakukan

mahasiswa tidak adil. Menerima pesanan mahasiswa untuk menyusun proposal skripsi atau tugas akhir lainnya, mensyaratkan mahasiswa membeli diktat atau sejenisnya dari dosen, dan hal-hal lain yang kurang pantas.