Anda di halaman 1dari 6

1

DAUN

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian : 1. Epidermis Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. 2. Parenkim/Mesofil Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang. 3. Jaringan Pembuluh Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun. Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh pada daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh yaitu Pembuluh Kayu (xylem) yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan Pembuluh Tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Tapi pada tumbuhan monokotil, tidak terdapat kambium yang membatasi pembuluh

kayu dan pembuluh tapis. Akibat adanya kambium, memungkinkan batang tumbuhan dikotil bertambah lebar dan terbentuknya lingkaran tahun pada batang. Fungsi Daun Bagi Tumbuhan atau Tanaman : Tempat Terjadinya Fotosintesis adalah Fotosintesis suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Sebagai Organ Pernapasan atau Respirasi Stomata berfungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stomata ibarat hidung kita dimana stomata mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stomata terletak di epidermis bawah. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang. Tempat Terjadinya Transpirasi Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Tempat Terjadinya Gutasi Gutasi adalah proses pelepasan air dari jaringan daun dalam bentuk cair. Gutasi terjadi melalui lubang-lubang pengeluaran yang terdapat pada bagian tepi daun sebagai bagian dari proses pengeluaran kelebihan air sebagai sisa metabolisme, khususnya pada saat pengeluaran dengan cara transpirasi (penguapan) tidak efektif, misalnya pada malam hari. Gutasi dapat diamati pada pagi hari dan dapat disalahartikan sebagai embun. Ia terlihat sebagai tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun teratur, sesuai dengan lokasi lubang pengeluaran.

Preparat yang diamati : a. Penampang melintang daun Pinus sp. b. Penampang melintang daun Rhoeo discolor c. Penampang melintang daun Lilium sp. d. Penampang melintang daun Ficus elastica e. Penampang melintang daun Stevia rebaudiana

Gambar preparat :

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

BUNGA, BUAH, BIJI DAN EMBRIO

a. Buah Peristiwa pembuahan menyebabkan bakal buah berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji. Zigot yang terdapat didalam biji juga berkembang menjadi embrio. Pada saat yang sama, bunga mengalami perubahan yang menyebabkan perkembangan bakal buah menjadi buah. Tetapi demikian, buah juga dapat berkembang tanpa perkembangan biji. Peristiwa itu disebut dengan partekokarpi dan banyak ditemukan, terutama pada spesies yang berbiji banyak, seperti pisang, semangka, nanas dan tomat. Paternokarpi dapat terjadi tanpa polinasi atau memerlukan rangsangan polinasi. Buah yang tidak berbiji dapat diakibatkan gugurnya embrio.

gambar 38. Penampang melintang buah adas (Foeniculum vulgare)

b. Bunga Bunga adalah struktur reproduksi angiosperma. Pada sebagian besar angiosperma, serangga dan hewan lain mengangkut serbuk sari dari satu bunga ke organ kelamin betina pada bunga lain, yang membuat penyerbukan kurang acak dibandingkan dengan penyerbukan yang bergantung pada angin pada gymnospermae. Bunga adalah suatu tunas yang mampat dengan empat lingkaran daun yang termodifikasi; kelopak (sepal), mahkota (petal), benang sari (stamen), dan putik (karpel). Dimulai dari bagian bawah bunga, terdapat kelopak(sepal), yang umumnya berwarna hijau. Kelopak membungkus bunga sebelum bunga merekah.

Bunga terdiri dari sejumlah bagian yang fertil dan bagian yang steril. Bagian fertil dari bunga yaitu yang melekat pada sumbu yakni dasar bunga atau receptaculum. Dan bagian yang steril adalah sejumlah daun kelopak atau sepal dan sejumlah helaian daun mahkota atau petal. Baik sepal atau petal menyerupai daun. Pada penampang melintang, kedua bagian bunga itu terdiri dari epidermis abaksial dan adaksial yang membatasi 3 atau 4 atau kadang 10 hingga lapisan sel isodiametris yang tidak terdiferensiasi, sel memanjang disertai ruang antar sel. Didalamnya terdapat berkas pengangkut. Mesofil kurang termodifikasi dibandingkan dengan daun hijau, namun bisa pula mendapat idioblas seperti sel berisi kristal atau hipodermis. Kebanyakan benang sari pada angiospermae memiliki kepala sari yang tetrasporangiat, dengan dua ruang sari (lokulus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlah keseluruhannya empat. Pada filament terdapat berkas pengangkut yang amfikribal disepanjang filamen dan berakhir di konektivum. Dinding antera terdiri dari dua lapisan endotesium dan tapetum dan juga lapisan tengah. Terdapat celah tempat lewatnya serbuk sari ketika sudah matang disebut dengan stomium. Dan selama serbuk sari berkembang, tapetum lah yang memberi makan serbuk sari tersebut (a) (b) (c)

Gambar 39. a. Ovary Lilium sp, b. Ovary Hibiscus sp, c. Anther Lilium sp

Gambar 40. Bentuk bentuk polen

c. biji biji merupakan sumber makanan bagi manusia dan hewan. Biji dibentuk dengan

adanya perkembangan bakal biji. Pada saat pembuahan, tabung sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau hasil penyatuannya, yakni inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. d. Embrio Embrio adalah sporofit muda yang tidak segera melanjutkan pertumbuhannya, melainkan memasuki masa istirahat (dorman). Saat itu biji biasanya tahan stres : kekurangan air, panas atau dingin yang berlebihan, penekanan dan seranagan kimiawai. Embrio senantiasa diiringi oleh cadangan makanan baik organik maupun anorganik yang

Preparat : a. Bunga Theobroma cacao b. Anther dan ovary dari Lilium c. Penampang buah adas (Foeniculum vulgare) d. Embrio Brassica sp