Anda di halaman 1dari 1

1) What is the correct VAT treatment of the invoices issued to the Indonesian agency by the producers

concerning VAT? Do they have to be invoice VAT or not?

Producers di Kawasan Berikat dikenakan kewajiban untuk memungut PPN dan membuat faktur pajak. Berdasarkan PMK Nomor 255/ PMK.04/ 2011 Tentang Kawasan Berikat pada Pasal 28 ayat 6. Untuk agency di Indonesia dipungut PPN 10% atas pembelian barang dari producers. Berdasarkan UU Nomor 42 tahun 2009 Pasal 4 ayat 1, penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) di dalam daerah pabean yang dilakukan pengusaha dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

2) Is the agency allowed to do an input tax deduction (refund) from the ingoing invoices in Indonesia? PPN yang dibayarkan agency menjadi pajak masukan dapat dikreditkan berdasarkan UU Nomor 42 tahun 2009 pasal 9 ayat 8

3) Do the agency or s. Oliver KG has any liability risks concerning VAT in Indonesia for the producers as we do not know if they declare that a very small amount of their products is not for export? Or is that only the risk of producers. Untuk s. Oliver tidak ada resiko atas pengenaan PPN yang dilakukan producers kepada agency. Berdasarkan UU Nomor 42 tahun 2009 pasal 7 untuk s. Oliver pengenaan PPN atas ekspor barang berwujud dikenakan tarif 0%. Untuk producers tidak ada resiko atas kelebihan barang yang disalurkan ke agency, karena sesuai dengan kesepakatan dengan s. Oliver. Tetapi ada pengenaan PPN dan dibuatkan faktur atas kelebihan barang yang dijual ke agency.