Anda di halaman 1dari 50

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Udara adalah sumber daya yang berharga bagi kehidupan.

Udara di bumi memiliki beberapa unsur yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan. Manusia sangat membutuhkan udara dengan cara menghirup dengan pernapasan untuk keperluan pertukaran zat di dalam tubuh. Udara tidak berbentuk, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasakan, kecuali jika sudah bergerak. Udara yang dianalisa merupakan udara ambient, yaitu udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya. Secara umum definisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. ahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. !enis parameter pencemar udara didasarkan pada baku mutu udara ambien menurut "eraturan "emerintah #omor $% tahun %&&&, meliputi' Sulfur dioksida (S) *+, karbon monoksida (,)+, nitrogen dioksida (#)*+, ozon ()-+, hidrokarbon (.,+, "M %/0 "artikel debu ( "M *,1 +, 2S" (debu+, dan "b (2imah .itam+. "ada intinya pengertian pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya, unsur3unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia serta secara umum menurunkan kualitas lingkungan. "encemaran juga mengubah struktur atmosfir bumi sehingga membuka celah masuknya bahaya radiasi sinar matahari (ultra 4iolet+. 5an pada waktu yang bersamaan, keadaan udara yang tercemar merupakan fungsi insulator yang mencegah aliran panas kembali ke ruang angkasa, dengan demikian mengakibatkan peningkatan suhu bumi.

"enelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis bahan kimia yang terkandung dalam udara di sekitar .alte UI# Syarif .idayatullah !akarta untuk kemudian hasilnya dibandingkan antara data sampling pagi dan sampling sore.
1.2. Perumusan Masalah Mengacu pada latar belakang permasalahan yang ada, maka perumusan masalah ini ditekankan pada : 1. Bagaimana kondisi udara disekitar Halte UIN Syari Hidayatullah !akarta pada "aktu pagi dan sore hari dari bahan#bahan kimia penyebab pencemaran udara seperti nitrogen dioksida, ammonia, dan belerang dioksida. $. Bagaimana total suspended particular, itrogen dioksida, ammonia, dan belerang dioksida pada udara dapat diperoleh dan dianalisa. 1.3. Tujuan %enelitian ini ber&uan untuk mengetahui kadar 'otal Suspended %articular ('S%), nitrogen dioksida, ammonia, dan belerang dioksida yang terkandung dalam udara ambient di sekitar Halte UIN Syari !akarta pada "aktu pagi dan sore hari. 1.4. Batasan Masalah Hidayatullah

*gar

permasalahan

yang

dibahas

dalam

pembahasan

dalam

penelitian ini tidak terlalu luas, maka pokok pembahasan dibatasi pada perbandingan kadar 'otal Suspended %articular ('S%), nitrogen dioksida,
ammonia, dan belerang dioksida pada "aktu samling pagi hari dan sore hari . 1.5. Manfaat Penelitian Man aat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 3 +apat menganalisa dan mengetahui kadar 'S% udara ambient dengan

metode ,ra-imetri. 3 +apat menganalisa dan mengetahui kadar N.$ udara ambient dengan

metode ,riess Salt/man. $

+apat menganalisa dan mengetahui kadar NH0 udara ambient dengan

metode Indo enol. 3 +apat menganalisa dan mengetahui kadar S.$ udara ambient dengan

metode %ararosanilin.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Udara Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara bumi yang kering mengandung 67 8 nitrogen, *% 8 oksigen, dan % 8 uap air, karbon dioksida, dan gas3gas lain. 9andungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah3ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. 5emikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gra4itasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali. :pabila makhuk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang, sementara kandungan karbon dioksida bertambah. 9etiak tumbuhan menjalani sistem fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan. 5i antara gas3gas yang membentuk udara adalah seperti berikut '

.elium #itrogen )ksigen 9arbon dioksida

Udara di bumi memiliki beberapa unsur yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan. Manusia sangat membutuhkan udara dengan cara menghirup dengan pernapasan untuk keperluan pertukaran zat di dalam tubuh. Udara tidak berbentuk, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasakan, kecuali jika sudah bergerak. !ika kita menatap langit di saat cuaca cerah,sepertinya udara terasa sangat bersih. #amun, sesungguhnya udara banyak mengandung debu yang berasal dari pembakaran hutan, asap pabrik, asap rokok, dan asap kendaraan3kendaraan roda dua atau roda empat,serta garam sebagai percikan air di atas lautan. 5ebu dapat bermanfaat sebagai inti pengembunan di atmosfer, tetapi jika dalam jumlah besar, debu dapat mengganggu penglihatan dan kesehatan.

2umbuhan sangat membutuhkan beberapa unsur terutama karbon dioksida dan nitrogen, maka pertumbuhannya dapat tergangu. :kan tetapi, nitrogen tidak dapat diambil oleh tumbuhan secara langsung dari udara, melainkan harus mendapatkan bantuan petir (kilat+. #itrogen di udara dapat dibawa oleh air hujan masuk ke dalam tanah dan di dalam tanah itulah nitrogen dapat dihisap oleh tumbuhan melalui akar3akarnya. Udara di bumi jika melampaui ambang batas unsur debu atau partikel sejenisnya akan merugikan atau menggangu kesehatan manusia. 2etapi, jika jumlah debu gas di atmosfer relati4e rendah justru akan memberikan keuntungan, karena awan, debu, dan gas di atmosfer dapat memantulkan sebagian radiasi matahari dan dapat menyerap gelombang panjang dari bumi. 2.2 Pencemaran Udara
Selama kita hidup tentu membutuhkan udara untuk bernapas. +i dalam udara terkandung gas yang terdiri dari 234 nitrogen, $54 oksigen, 5,604 argon, 5,504 karbon dioksida, dan sisanya terdiri dari neon, helium, metan dan hidrogen. ,as oksigen merupakan komponen esensial bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. 7omposisi seperti itu merupakan udara normal dan dapat mendukung kehidupan manusia. Namun, akibat akti-itas manusia yang tidak ramah lingkungan, udara sering kali menurun kualitasnya. %erubahan ini dapat berupa si at#si at isis maupun kimia"i. %erubahan kimia"i dapat berupa pengurangan (polusi) udara. Secara umum de inisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. Bahan atau /at pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. +alam bentuk gas dapat dibedakan men&adi: ,olongan belerang (sul ur dioksida, hidrogen sul ida, sul at aerosol), ,olongan nitrogen (nitrogen oksida, nitrogen monoksida, amoniak, dan nitrogen dioksida), ,olongan karbon (karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon), ,olongan gas yang berbahaya (ben/ene, -inyl klorida, air raksa uap). Sedangkan &enis pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan men&adi tiga, yaitu: maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara. 7ondisi seperti itu la/im disebut dengan pencemaran

Mineral (anorganik+ dapat berupa racun seperti air raksa dan timah ahan organik yang terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, benzene Makhluk hidup terdiri dari bakteri, 4irus, telur cacing.

Sementara itu, jenis pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya dibedakan menjadi dua, yaitu'

"encemaran udara bebas meliputi secara alamiah (letusan gunung berapi, pembusukan, dan lain3lain+ dan bersumber kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, asap kendaraan bermotor.

"encemaran udara ruangan meliputi dari asap rokok, bau tidak sedap di ruangan.

!enis parameter pencemar udara didasarkan pada baku mutu udara ambien menurut %eraturan %emerintah Nomor 11 tahun 1666, meliputi:

Sulfur dioksida (S)*+ 9arbon monoksida (,)+ #itrogen dioksida (#)*+ )zon ()-+ .idro karbon (.,+ "M %/, "artikel debu ( "M *,1 + 2S" (debu+ "b (2imah .itam+
%ada intinya pengertian pencemaran berbahaya ke udara adalah masuknya, yang atau dapat

tercampurnya,

unsur#unsur

dalam

atmos ir

mengakibatkan ter&adinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia serta secara umum menurunkan kualitas lingkungan. %encemaran udara dapat ter&adi di mana#mana, misalnya, di dalam rumah, sekolah, kantor atau yang sering disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Selain itu, ge&ala ini secara akumulati &uga ter&adi di luar ruang (outdoor pollution) mulai dari tingkat lingkungan rumah, perkotaan, hingga ke tingkat regional, bahkan saat ini sudah men&adi ge&ala global. %encemaran udara selain 9

menyebabkan penyakit bagi manusia, umpamanya masalah pemapasan bahkan ge&ala kanker &uga mengancam secara langsung eksistensi tumbuhan dan he"an, maupun secara tidak langsung ekosistem di mana mereka hidup. Beberapa unsur pencemar (pollutant) kembali ke bumi melalui deposisi asam atau sal&u yang mengakibatkan si at korosi pada bangunan, tanaman, hutan, di samping itu &uga membuat sungai dan danau men&adi suatu lingkungan yang berbahaya bagi ikan#ikan karena nilai pH yang rendah. %encemaran &uga mengubah struktur atmos ir bumi sehingga membuka celah masuknya bahaya radiasi sinar matahari (ultra -iolet). +an pada "aktu yang bersamaan, keadaan udara yang tercemar merupakan mencegah aliran panas kembali ke ruang ungsi insulator yang dengan demikian angkasa,

mengakibatkan peningkatan suhu bumi. %roses inilah yang dikenal sebagai greenhouse e ect (e ek rumah kaca). %ara ilmu"an memperkirakan bah"a peningkatan suhu bumi, atau yang diistilahkan sebagai global "arming, pada akhirnya akan mempengaruhi banyak hal seperti pasokan makanan dunia, perubahan tingkat permukaan air laut, serta ter&adinya penyebaran penyakit tropis. 2.3 Senyawa-senyawa Pencemar Udara 2.3.1 Sulfur i!"sida oleh sul ur oksida terutama disebabkan oleh dua

%encemaran

komponen sul ur bentuk gas yang tidak ber"arna, yaitu sul ur dioksida (S.$) dan Sul ur trioksida (S.0), dan keduanya disebut sul ur oksida (S.:). Sul ur dioksida mempunyai karakteristik bau yang ta&am dan tidak mudah terbakar diudara, sedangkan sul ur trioksida merupakan komponen yang tidak reakti . %embakaran bahan#bahan yang mengandung Sul ur akan menghasilkan kedua bentuk sul ur oksida, tetapi &umlah relati masing# masing tidak dipengaruhi oleh &umlah oksigen yang tersedia. +i udara S. $ selalu terbentuk dalam &umlah besar. !umlah S. 0 yang terbentuk ber-ariasi dari 1 sampai 154 dari total S.:. Mekanisme pembentukan S.: dapat dituliskan dalam dua tahap reaksi sebagai berikut : S ; .$ $ S.$ ; .$ S.$ $ S.0 2

S.0 di udara dalam bentuk gas hanya mungkin ada &ika konsentrasi uap air sangat rendah. !ika konsentrasi uap air sangat rendah. !ika uap air terdapat dalam &umlah cukup, S.0 dan uap air akan segera bergabung membentuk droplet asam sul at (H$S.1) dengan reaksi sebagai berikut : S.$ ; H$.$ H$S.1 7omponen yang normal terdapat di udara bukan S. 0 melainkan H$S.1 'etapi &umlah H$S.1 di atmos ir lebih banyak dari pada yang dihasilkan dari emisi S.0 hal ini menun&ukkan bah"a produksi H $S.1 &uga berasal dari mekanisme lainnya. Setelah berada diatmos ir sebagai S. $ akan diubah men&adi S.0 (7emudian men&adi H$S.1) oleh proses#proses otolitik dan katalitik !umlah S.$ yang teroksidasi men&adi S.0 dipengaruhi oleh beberapa aktor termasuk &umlah air yang tersedia, intensitas, "aktu dan distribusi spektrum sinar matahari, !umlah bahan katalik, bahan sorpti dan alkalin yang tersedia. %ada malam hari atau kondisi lembab atau selama hu&an S.$ di udara diaborpsi oleh droplet air alkalin dan bereaksi pada kecepatan tertentu untuk membentuk sul at di dalam droplet. ,as belerang dioksida S.$ tidak ber"arna, dan berbau sangat ta&am. ,as belerang dioksida dihasilkan dari pembakaran senya"a#senya"a yang mengandung unsur belerang. ,as belerang dioksida S. $ terdapat di udara biasanya bercampur dengan gas belerang trioksida S. 0 dan campuran ini diberi simbol sebagai S.:. Senya"a sul ur di atmos er terdiri dari H $S, merkaptan, S.$, S.0, H$S.1 garam#garam sul it, garam#garam sul at, dan aerosol sul ur organik.+ari cemaran tersebut yang paling penting adalah S. $ yang memberikan sumbangan < 854 dari emisi total. =emaran garam sul at dan sul it dalam bentuk aerosol yang berasal dari percikan air laut memberikan sumbangan 184 dari emisi total. %encemaran S.: menimbulkan dampak terhadap manusia dan he"an, kerusakan pada tanaman ter&adi pada kadar sebesar 5,8 ppm. %engaruh utama polutan S.: terhadap manusia adalah iritasi sistem perna asan. Beberapa penelitian menun&ukkan bah"a iritasi tenggorokan ter&adi pada kadar S.$ sebesar 8 ppm atau lebih bahkan pada beberapa indi-idu yang sensiti iritasi ter&adi pada kadar 1#$ ppm. S. $ dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita 3

yang mengalami penyakit khronis pada sistem perna asan kadio-askular. Indi-idu dengan ge&ala penyakit tersebut sangat sensiti terhadap kontak dengan S.$, meskipun dengan kadar yang relati rendah. 2.3.2 #itr!$en i!"sida

.ksida Nitrogen (N.:) adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmos ir yang terdiri dari nitrogen monoksida (N.) dan nitrogen dioksida (N.$). >alaupun ada bentuk oksida nitrogen lainnya, tetapi kedua gas tersebut yang paling banyak diketahui sebagai bahan pencemar udara. Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak ber"arna dan tidak berbau sebaliknya nitrogen dioksida ber"arna coklat kemerahan dan berbau ta&am. Nitrogen monoksida terdapat diudara dalam &umlah lebih besar daripada N.$. %embentukan N. dan N.$ merupakan reaksi antara nitrogen dan oksigen diudara sehingga membentuk N., yang bereaksi lebih lan&ut dengan lebih banyak oksigen membentuk N. $. Udara terdiri dari 354 ?olume nitrogen dan $54 ?olume oksigen. %ada suhu kamar, hanya sedikit kecendrungan nitrogen dan oksigen untuk bereaksi satu sama lainnya. %ada suhu yang lebih tinggi (diatas 1$15@=) keduanya dapat bereaksi membentuk N. dalam &umlah banyak sehingga mengakibatkan pencemaran udara. +alam proses pembakaran, suhu yang digunakan biasanya mencapai 1$15 A 1.298 @=, oleh karena itu reaksi ini merupakan sumber N. yang penting. !adi reaksi pembentukan N. merupakan hasil samping dari proses pembakaran. +ari seluruh &umlah oksigen nitrogen ( N.: ) yang dibebaskan ke udara, &umlah yang terbanyak adalah dalam bentuk N. yang diproduksi oleh akti-itas bakteri. *kan tetapi pencemaran N. dari sumber alami ini tidak merupakan masalah karena tersebar secara merata sehingga &umlahnya men&adi kecil. Bang men&adi masalah adalah pencemaran N. yang diproduksi oleh kegiatan manusia karena &umlahnya akan meningkat pada tempat#tempat tertentu. 7adar N.: diudara perkotaan biasanya 15A155 kali lebih tinggi dari pada di udara pedesaan. 7adar N.: diudara daerah perkotaan dapat mencapai 5,8 ppm (855 ppb). Seperti halnya =., emisi N.: dipengaruhi oleh kepadatan penduduk karena sumber utama N.: yang diproduksi 6

manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi N.: buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas, dan bensin. 7adar N.: di udara dalam suatu kota ber-ariasi sepan&ang hari tergantung dari intensitas sinar mataharia dan akti-itas kendaraan bermotor. %erubahan kadar N.: berlangsung sebagai berikut : a) Sebelum matahari terbit, kadar N. dan N. $ tetap stabil dengan kadar sedikit lebih tinggi dari kadar minimum sehari#hari. b) Setelah akti itas manusia meningkat ( &am 9#3 pagi ) kadar N. meningkat terutama karena meningkatnya akti-itas lalulintas yaitu kendaraan bermotor. 7adar N. tetinggi pada saat ini dapat mencapai 1#$ ppm. c) +engan terbitnya sinar matahari yang memancarkan sinar ultra -iolet kadar N.$ (sekunder) kadar N.$ pada saat ini dapat mencapai 5,8 ppm. d) 7adar o/on meningkat dengan menurunnya kadar N. sampai 5,1 ppm. e) !ika intensitas sinar matahari menurun pada sore hari ( &am 8#3 malam ) kadar N. meningkat kembali. ) Cnergi matahari tidak mengubah N. men&adi N. $ (melalui reaksi hidrokarbon) tetapi .0 yang terkumpul sepan&ang hari akan bereaksi dengan N.. *kibatnya ter&adi kenaikan kadar N.$ dan penurunan kadar .0. g) %roduk akhir dari pencemaran N.: di udara dapat berupa asam nitrat, yang kemudian diendapkan sebagai garamgaram nitrat didalam air hu&an atau debu. Merkanisme utama pembentukan asam nitrat dari N. $ di udara masih terus dipela&ari Salah satu reaksi diba"ah ini diduga &uga ter&adi diudara tetapi diudara tetapi peranannya mungkin sangat kecil dalam menentukan &umlah asam nitrat di udara. h) 7emungkinan lain pembentukan HN. 0 didalam udara tercemar adalah adanya reaksi dengan o/on pada kadar N. $ maksimum .0 memegang peranan penting dan kemungkinan ter&adi tahapan reaksi sebagai berikut : .0 ; N.$ N.0 ; N.$ N$.8 ; $HN.0 N.0 ; .$ N$.8 $HN.0

Deaksi tersebut diatas masih terus dibuktikan kebenarannya, tetapi yang penting adalah bah"a proses#proses diudara mengakibatkan

15

perubahan N.: men&adi HN.0 yang kemudian bereaksi membentuk partikel#partikel. .ksida nitrogen seperti N. dan N.$ berbahaya bagi manusia. %enelitian menun&ukkan bah"a N.$ empat kali lebih beracun daripada N.. Selama ini belum pernah dilaporkan ter&adinya keracunan N. yang mengakibatkan kematian. +iudara ambien yang normal, N. dapat mengalami oksidasi men&adi N. $ yang bersi at racun. %enelitian terhadap he"an percobaan yang dipa&ankan N. dengan dosis yang sangat tinggi, memperlihatkan ge&ala kelumpuhan sistim syarat dan keke&angan. %enelitian lain menun&ukkan bah"a tikus yang dipa&an N. sampai $855 ppm akan hilang kesadarannya setelah 9#2 menit, tetapi &ika kemudian diberi udara segar akan sembuh kembali setelah 1A9 menit. 'etapi &ika pema&anan N. pada kadar tersebut berlangsung selama 1$ menit, pengaruhnya tidak dapat dihilangkan kembali, dan semua tikus yang diu&i akan mati. N.$ bersi at racun terutama terhadap paru. 7adar N. $ yang lebih tinggi dari 155 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 654 dari kematian tersebut disebabkan oleh ge&ala pembengkakan paru (edema pulmonari). 7adar N. $ sebesar 355 ppm akan mengakibatkan 1554 kematian pada binatang#binatang yang diu&i dalam "aktu $6 menit atau kurang. %ema&anan N. $ dengan kadar 8 ppm selama 15 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam berna as. 2.3.3 %m!nia" *moniak adalah gas yang tidak ber"arna dengan titik didih #00,8 .=. =airannya mempunyai panas penguapan yang bebas yaitu 1,02 k!Eg pada titik didihnya dan dapat ditangani dengan peralatan laboratorium yang biasa (=otton dan >ilkinson,1636). ,as amoniak merupakan salah satu gas pencemar udara yang dihasilkan dari penguraian senya"a organik oleh mikroorganisme seperti dalam proses pembuatan kompos, dalam industri peternakan, dan pengolahan sampah kota. *moniak &uga dapat berasal dari sumber antrophonik (akibat akti-itas manusia) seperti industri pupuk urea, industri asam nitrat dan dari kilang minyak (+"ipayani,$551). *moniak terdapat dalam atmos er bahkan dalam kondisi tidak tercemar. Berbagai sumber, antara lain:mikroorganisme, perombakkan 11

limbah binatang, pengolahan limbah, industri amoniak, dan dari sistem pendingin dengan bahan amoniak. 7onsentrasi yang tinggi dari amoniak dalam atmos er secara umum menun&ukkan adanya pelepasan dari gas tersebut. *moniak dihilangkan dari atmos er dengan a initasnya terhadap air dan aksinya sebagai basa. Ini merupakan sebuah kunci dalam pembentukkan dan netralisasi dari nitrat dan aerosol sul at dalam atmos er yang tercemar (Dukaesih,$551). Farutan amoniak dapat digunakan untuk pembersih, pemutih dan mengurangkan bau busuk. Farutan pembersih yang di&ual kepada konsumen menggunakan larutan ammonia hidroksida cair sebagai agen pembersih utama. *moniak dalam sangat sesuai digunakan sebagai bahan cair penye&uk udara, kerana amoniak mudah menukar bentuk men&adi

tekanan. .leh itu, amoniak digunakan dalam hampir semua

penye&uk udara sebelum penciptaan penye&uk udara yang menggunakan reon. Greon tidak merangsangkan dan tidak toksik, tetapi ia boleh menyebabkan pengikisan lapisan o/on. Sekarang, penggunaan amoniak sebagai bahan penye&uk udara meningkat semula. Udara yang tercemar gas amoniak dan sul ida dapat menyebabkan iritasi mata serta saluran perna asan. %ada kadar $855#9855 ppm, gas amoniak dapat menyebabkan iritasi hebat pada mata (keraktitis), sesak na as (dyspnea), Bronchospasm, nyeri dada, sembab paru, batuk darah, Bronchitis dan %neumonia. %ada kadar menyebabkan luka bakar pada kulit. Sisa A sisa makanan dan sampah organik dibuang ke tempat sampah, kemudian di ba"a ke tempat pembuangan akhir ('%*). Sampah#sampah tersebut kemudian membusuk dan menghasilkan gas amoniak. ,as amoniak tersebut merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat menyebabkan global "arming. *kibat yang ter&adi adalah ter&adinya perubahan iklim dan cuaca serta e ek global "arming lainnya. ,as amoniak dapat &uga mengganggu estetika lingkungan karena bau pembusukan sampah yang sangat menyengat. +ampak negati yang ditimbulkan usaha peternakan ayam terutama berasal dari kotoran ayam yang dapat menimbulkan gas yang berbau. Bau yang dikeluarkan berasal dari unsur nitrogen dan sul ida dalam kotoran ayam, yang selama proses dekomposisi 1$ tinggi (05.555 ppm) dapat

akan terbentuk gas amoniak, nitrit, dan gas hidrogen sul ida. Udara yang tercemar gas amoniak dan sul ida dapat menyebabkan gangguan kesehatan ternak dan masyarakat di sekitar peternakan. *moniak dapat menghambat pertumbuhan ternak (Gau/iah,$556). 4. Met!de Pen$u"uran Senyawa 4.1. Pen$u"uran "adar TSP den$an met!de &ra'imetri ,ra-imetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode analisis kuantitati suatu /at atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. *nalisis gra-imetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senya"a tertentu. 4.2. Pen$u"uran "adar S(2 den$an met!de )arar!sanilin ,as sul ur dioksida (S.$) diserap senya"a merkurat dalam larutan penyerap tetrakloromerkurat dalam senya"a membentuk diklorosul onato kompleks maka diklorosul onato senya"a

merkurat dengan menambahkan larutan pararosanilin dan ormaldehida ke terbentuk pararosanilin metal sul onat yang ber"arna merah muda. 7onsentrasi larutan ini diukur dengan spektro otometer U?#?isible pada pan&ang gelombang 885 nm.

4.3.

Peng k ran kadar N!2 dengan met"de gr#e$$ Salt%man Metode ;ries Saltzman adalah metoda yang digunakan dalam menentukan konsentrasi gas pencemar nitrogen dioksida (#)*+ dalam udara. #)* di udara direaksikan dengan pereaksi ;riess Saltman (absorbent+ membentuk senyawa yang berwarna merah muda. Intensitas warna yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 11/ nm.

4.4.

Peng k ran kadar NH3 dengan met"de #nd"&en"l :moniak dari udara ambient yang telah diserap oleh larutan penyerap asam sulfat akan membentuk garam ammonium sulfat kemudian direaksikan dengan fenol dan natrium hipoklorit dalam suasana basa membentuk senyawa kompleks indofenol yang berwarna biru. Intensitas warna biru yang terbentuk diukur dengam menggunakan spekrtofotometer U<3<isible pada panjang gelombang =$/ nm.

2.' S(ektr"&"t"meter
10

Spektro otometer adalah alat untuk mengukur transmitansi atau absorbansi suatu contoh sebagai ungsi pan&ang gelombang, pengukuran terhadap suatu deretan contoh pada suatu pan&ang gelombang tunggal mungkin &uga dapat dilakukan. *latalat demikian dapat dikelompokkan baik sebagai manual atau perekam, maupun sebagai sinar tunggal atau sinar rangkap. +alam praktek, alat#alat sinar tunggal biasanya di&alankan dengan tangan dan alat#alat rangkap biasanya menon&olkan pencatatan spektrum absorbsi, untuk mencatat satu spektrum dengan satu (Under"ood,1665). 7omponen#komponen yang terdapat dalam instrumen spektro otometer adalah : 1. Sumber Sumber yang biasa digunakan adalah lampu "ol ram. Fampu hidrogen atau lampu deuterium digunakan untuk sumber pada daerah U?. 7ebaikan lampu "ol ram adalah energi radiasi yang dibebaskan tidak ber-ariasi pada berbagai pan&ang gelombang. Untuk memperoleh tegangan yang stabil dapat digunakan trans ormator. !ika potensial tidak stabil, kita akan mendapat energi yang ber-ariasi. $. Monokromator +igunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis. *latnya dapat berupa prisma ataupun grating. Untuk mengarahkan sinar mnokromatis yang diinginkan dari hasil penguraian ini dapat digunakan celah. !ika celah posisinya tetap, maka prisma atau gratingnya dirotasikan untuk mendapatkan H yang diinginkan (7hopkar,1665). 0. Sel 7ebanyakan spektro otometri melibatkan larutan, dank karenanya radiasi dan kebanyakan "adah sampel adalah sel untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya spektro otometer. Sel itu haruslah meneruskan energi kuarsa atau kaca silika tinggi istime"a untuk daerah ultra-iolet. 1. +etektor +alam sebuah detektor untuk suatu spektro otometer, kita menginginkan kepekaan yang tinggi dalam daerah spektral yang diminati, respons yang linier terhadap daya radiasi, "aktu respons yang cepat, dapat digandakan, 11 daerah spektral yang diminati, &adi sel kaca melayani daerah tampak, sel tetapi adalah mungkin alat sinar tunggal

dan kestabilan tinggi atau tingkat noise yang rendah, meskipun dalam praktiknya perlu untuk mengkompromikan aktor# aktor ini. +etektor otolistrik yang paling sederhana adalah tabung hampa udara dengan &endela elektroda, melintas dimana potensial di&aga. oto. Ini berupa tabung 'abung pengganda oto

yang tembus cahaya yang berisi sepasang

(photomultipler) lebih peka daripada tabung oto biasa karena penggandaan yang tinggi dicapai dengan tabung itu sendiri. 8. %enguat dan pembacaan 7eluaran pengganda oto itu masih digandakan lebih lan&ut dengan suatu penguat (ampli ier) elektronik ke luar (Under"ood,1665).

B%B *** M+T( (,(&* P+#+,*T*%#

3.1 L"ka$# dan )akt Penel#t#an "engambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di sekitar .alte UI# Syarif .idayatullah !akarta dan penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia lingkungan, "usat >aboratorium 2erpadu Uni4ersitas Islam #egeri (UI#+ Syarif .idayatullah !akarta pada tanggal *1 )ktober */%% dan -% )ktober */%%. 3.2 Sam(l#ng Udara Am*#ent Sampel yang digunakan untuk penelitian ini yaitu udara ambient di sekitar .alte UI# Syarif .idayatullah !akarta.
18

ahan dan alat yang digunakan pada saat sampling udara ambient ini adalah ' a. ahan

ahan yang digunakan adalah ' b. :bsorber S)* :bsorber #)* :bsorber #.:?uades @ilter .idrofobik pori /,1 Im diameter %%/ cm otolAwadah sample B penutupnya "lastic polietilenA"C :lat Midget ImpingerA tabung penyerap >ow <olume :ir Sampler (><:S+ "ompa penghisap udara (<accum "ump+ @lowmeter 2ermometer .ygrometer Sound >e4el Meter :nemometer StopwatchA2imer .and 2ally ,ounter

19

5esikator "inset

eberapa persiapan sebelum melakukan sampling udara ambient dilakukan dengan ' 1. "ersiapan ' :."embuatan larutan penyerap (absorber+ S)>arutan penyerap tetrakloromerkurat (2,M+ /,/$ M 5ilarutkan %/,7= gram merkuri (II+ klorida (.g,l*+ dengan 7// ml air suling ke dalam gelas kimia %/// ml. 5itambahkan berturut3turut 1,&= gram kalium klorida (9,l+ dan /,/== gram C52: (.),),.*+*#(,.*+*#(,.*,))#a+*.*.*) lalu diaduk sampai homogen. 5ipindahkan ke dalam labu ukur, encerkan dengan a?uades sampai batas tera. . "embuatan larutan penyerap (absorber+ #)* a. "embuatan larutan induk #3%3naftil3etilen3diamin3

dihidroklorida (#C5:, ,%*.%=,l*#*+ /,% 8 5ilarutkan /,% gram #C5: dalam labu ukur %// ml, dengan a?uades sampai batas tera. b. >arutan penyerap ;riess Saltzman

5ilarutkan *,1 gram asam sulfanilat anhidrat (.*#,=.$S)-.+ atau *,6= gram asam sulfanilat monohidrat dalam labu ukur 1// ml dengan -// ml a?uades dan 6/ ml asam asetat glacial kemudian dikocok. Untuk mempercepat pelarutan dapat dilakukan pemanasan, setelah dingin ke dalam larutan ditambahkan %/ ml larutan #3%3naftil3etilen3diamin3dihidroklorida dan 1 ml aseton, ditepatkan dengan a?uades hingga batas tera. ,. "embuatan larutan penyerap (absorber+ #.-

12

5imasukkan - ml .*S)$ &6 8 kedalam labu ukur %/// ml yang telah berisi a?uades kurang lebih *// ml lalu ditepatkan sampai batas tera. 5.@ilter yang diperlukan disimpan di dalam desikator selama *$ jam agar mendapatkan kondisi stabil. C. @ilter kosong ditimbang sampai diperoleh berat konstan, minimal tiga kali penimbangan sehingga diketahui berat filter sebelum pengambilan sampel, catat berat filter blanko ( %+ dan filter sampel (D%+. Masing3masing filter tersebut ditaruh dalam plastic "C setelah diberi kode sebelum dibawa ke lapangan. @. "ompa pengisap udara dikalibrasi dengan kecepatan laju aliran udara % >Amenit dengan menggunakan flow meter. ;.Masing3masing absorber ditempatkan pada botol sampel sebanyak %/ ml dan diberi kode.

*. a+

"engambilan Sampel ' 5ibawa seluruh peralatan dan bahan ke lokasi sampling yang sudah

ditentukan. b+ 5ihubungkan midget impinge dan ><:S ke pompa penghisap udara dengan

menggunakan selang silicon atau 2eflon. 5ipasang flowmeter pada selang. 5ipastikan tidak ada kebocoran pada setiap sambungan selang baik yang berhubungan dengan ><:S dan midget impinge maupun udara. c+ ><:S diletakkan pada titik pengukuran dengan menggunakan tripod kira3kira ke pompa penghisap

setinggi zona pernafasan manusia. d+ 5ibilas tabung midget impinge dengan a?uadest lalu dimasukkan larutan

absorber (S)*, #)*, #.-+ masing3masing %/ m> ke tabung midget impinge sesuai dengan gas yang akan diuji.
13

e+

@ilter sampel dimasukkan ke dalam ><:S holder dengan menggunakan

pinset dan tutup bagian atas holder. f+ "ompa penghisap udara dihidupkan (Power On+ dan dilakukan pengambilan

sampel dengan kecepatan laju aliran udara (@low rate % >Amenit+ g+ 5iatur timer selama % jam. >ama pengambilan sampel dapat dilakukan selama

beberapa menit hingga satu jam ( tergantung pada kebutuhan, tujuan dan kondisi dilokasi pengukuran+. h+ 5ilakukan pembacaan temperature (t awal+ dan tekanan udara (" awal+,

dicatat pada worksheet (@orm %+. i+ 5iperhatikan dan dicatat kondisi sekitar lokasi sampling (kondisi cuaca,

sumber3sumber emisi, dll+. :pabila lokasi sampling di pinggir jalan, dihitung jumlah kendaraan bermotor yang lewat selama sampling dengan bantuan hand tally counter. 5icatat data tersebut di worksheet (@orm *+. j+ Sebagai data pendukung, dilakukan pengukuran kebisingan dan kecepatan

angin pada lokasi sampling selama %/ menit. 5icatat data pada worksheet (@orm *+. k+ Setelah % jam pompa penghisap udara dimatikan (Power Off+. 5ilakukan

pembacaan temperature (t akhir+ dan tekanan udara (" akhir+, dicatat pada worksheet (@orm *+. l+ 5ipindahkan masing3masing absorber pada midget impinge ke botol sampel

dan masing3masing diberi label (9ode sampel, titik sampling, hari, tanggal, dan tenaga sampler+. 5ibilas kebali dengan a?uadest masing3masing tabung pada midget impinge. m+ 5ipindahkan filter sample yang ada di ><:S ke plastic "C. 5iberi label pada

wadah tersebut (9ode sampel, titik sampling, hari, tanggal, dan tenaga sampler+. n+ Setelah selesai pengambilan sampel, debu pada bagian luar holder dibersihkan

untuk menghindari kontaminasi.

16

o+

5ikemas peralatan. Selanjutnya bahwa sampel gas dan debu ke laboratorium

untuk dianalisa. @ilter dimasukkan ke dalam desikator selama *$ jam.

-. "engukuran 2ingkat 9ebisingan a+ 5ipastikan Sound >e4el Meter (S>M+ dalam keadaan siap pakai, dengan mengecek baterai. b+ 5inyalakan S>M dengan memindahkan tombol power keatas. c+ Setelah alat nyala, kalibrasi S>M dengan memindahkan tombol ,:> paling kanan ke terlebih dahulu pada le4el &$ d . d+ 5iatur pemakaian sesuai dengan kebisingan tempat yang diukur, untuk kebisingan rendah digunakan (>o+ -13%// d . !ika kebisingan terlalu tinggi maka pada layar akan muncul tulisan Eo4erF yang berkedip, berarti pengukuran harus dipindahkan ke tingkat tinggi (.i+ =13%-/ d . e+ Umtuk memulai pengukuran pastikan tombol @U#,2 berada pada bagian : untuk pengukuran tingkat rendah dan bagian , untuk pengukuran tingkat tinggi. f+ 5ilakukan pengukuran selama %/ menit dengan pembacaan kebisingan selama 1 detik. g+ 5ata yang didapat dirata3ratakan, sebagai data laporan dengan menambahkan nilai maksimum dan minimum. h+ 5imatikan S>M dengan memindahkan tombol power ke bawah.

$. "engukuran 9ecepatan :ngin a+ 5ipastikan pointer (jarum+ berada pada titik nol, caranya untuk pointer pada %// meters di4ision (small cycle+, dapat langsung menggunakan alat bantu berupa sekrup yang
$5

dipasang dibelakang anemometer. Sementara untuk % meters (large cycle+ di4ision gunakan secara manual. b+ 5itempatkan anemometer kearah kita dan untuk mendapatkan aliran angin dapat ditempuh dengan menggerakkan anemometer. c+ ila telah berputar maka secara bersamaan tekan stopwatch dan geser stopper anemometer kea rah kanan agar pointer bergerak. 5ilakukan pengukuran selama satu atau sepuluh menit tergantung kondisi lapangan. d+ Setelah sepuluh menit dimatikan putaran pada anemometer dengan menggeser stopper pada atas anemometer kea rah kiri. e+ 5icatat angka yang ditunjukkan pointer pada anemometer dan lama pengukuran. f+ 5ihitung kecepatan angin (mAs+ dengan rumus ' 9ecepatan angin (mAs+ G

angka

pada

pointer

(m)lama

pengukuran (s)
3.3 Penent an (art#k lat dan N!2 dara am*#ent dengan met"de +r#e$$ Salt%man a. %. ahan ' >arutan induk nitrit (#)*+

>arutkan *.$=/ gram #a#)* dengan air suling dalam labu ukur %/// ml dan tepatkan sampai batas tera. Simpan dalam lemari pendingin dan botol gelap. >arutan ini stabil selama % tahun. *. >arutan standar #itrit

%/ ml di pipet dari larutan induk nitrit kedalam labu ukur %// ml tambahkan air suling sampai batas tera. >arutan ini digunakan dalam keadaan @resh.

b.

:lat '
$1

%. *. -. $. 1. =.

2imbangan :nalitik "inset 5esikator Spektrofotometer U<3<is B 9u4et "ipet >abu ukur %// ml

c. %.

"rosedur ' "enentuaan partikulat ' %+ 2imbang filter sampel dan filter blangko sebagai pembanding

menggunakan timbangan analitik yang sama sehingga diperoleh berat filter blangko ( *+ dan filter sampel (D*+ catat hasil penimbangan tersebut. *+ .itung 4olume sampel udara yang diambil (<+ Sampel uji udara yang diambil dikoerksi pada kondisi normal (*1o,, 6=/ mm.g+ dengan menggunakan rumus ' < G G1;G$$ H t H %a'a H $63295 9eterangan ' < adalah <olme udara yang dihisap ( > + @% adalah >aju alir awal ( >A menit + @* adalah laju akhir ( > A menit + t adalah durasi pengambilan sampel uiji ( menit + "a adalah tekanan barometer rata3rata selama pengambilan (mm.g+
$$

2a adalah temperature rata3rata selama pengambilan sampel uji (9+ *&7 adalah temperature pada kondisi normal *1/ c (9+ 6=/ adalah tekanan pada kondisi normal % mm.g -+ .itung kadar debu total di udara dengan menggunakan rumus sebagai berikut'

, (mgA>+ G (D* JD%+ J(

+ atau , (mgA>- + G (D* JD%+ J(

J <

+ H%/-

< 9eterangan ' , adalah kadar tebu total


%

adalah filter blanko sebelum pengembalian sampel adalah filter blanko setelah pengembalian sampe>

D% adalah filter sampel sebelum pengembalian sampel D* adalah filter sampel setelah pengembalian sampel < adalah <olume udara pada waktu pengambilan sampel (>+ *. "enentuan #)* Udara :mbient a. "embuatan kur4a kalibrasi %+ uat derat standar dengan mempipet(misalkan /0 /.*0 /.$0 /.=0 /.7

dan % ml+ dari larutan standar nitrit kedalam labu ukur *1 ml, cncerkan dengan larutan penyerap sampai batas tera *+ 9ocok dan diamkan selama %1 menit sampai proses pembentukan

warna sempurna

$0

-+ $+

Ukur pada panjang gelombang 11/ nm uat kur4a kalibrasi dari hasil absorban yang terukur

b. "engukuran sampel %+ *+ Setiap pengambilan sampel terbentuk warna merah 4iolet Masukan larutan sampel ke dalam ku4et tertutup, ukur serapan

pada panjang gelombang 11/ nm -+ $+ Setiap pengukuran harus dikoreksi terhadap blanko "ada pembacaan kuantitatif untuk warna terlalu pekat, maka dapat

dilakukan pengenceran dengan menggunakan larutan penyerap. Serapan yang diukur dikalikan dengan factor pengenceran. c. "erhitungan "erhitungan konsentrasi larutan standar nitrit'

#a#)* (IgA m>+G a gram H %/ m> H %/= Ig H bm>H *$.= Ig %///m> %///m> 9eterangan ' a adalah berat #a#)* b adalah 4olume laruatan standar nitrit yang diambil untuk kur4a kalibrasi <olume sampel udara yang diambil gram *1m>

<olume sampel uji udara yang di ambil di koreksi pada kondisi normal(*1 ,, 6=/ mm.g + dengan menggunakan rumus ' < G G1;G$$ H t H %a'a H $63295 9eterangan '

$1

< adalah <olme udara yang dihisap ( > + @% adalah >aju alir awal ( >A menit + @* adalah laju akhir ( > A menit + t adalah durasi pengambilan sampel uiji ( menit + "a adalah tekanan barometer rata3rata selama pengambilan (mm.g+ 2a adalah temperature rata3rata selama pengambilan sampel uji (9+ *&7 adalah temperature pada kondisi normal *1/ c (9+ 6=/ adalah tekanan pada kondisi normal % mm.g 9onsentrasi #)* di udara ambient

9onsentrasi #)* dalam sampel uji untuk pengambilan sampel uji selama % jam dapat dihitung dengan rumus ' , G a- H %/// 9eterangan' , adalah konsentrasi #)* di udara (IgA#m+ a adalah jumlah #)* dari sampel uji dengan melihat kur4a kalibrasi (Ig+ < adalah <olume udara pada kondisi normal (>+ %/// adalah kon4ersi liter (>+ ke m3.4 Penent an S!2 dalam dara dengan met"de (arar"$an#l#n a. ahan ' ahan yang digunakan pada penelitian ini adalah larutan induk #atrium Metabisulfit (#a*S*)1+, larutan standar #atrium Metabisulfit, laritan "ararosanilin

$8

.idroklorida (,%&.%6#-..,l+ /.* 8, larutan indikator kanji, larutan @ormaldehida (.,.)+ /.*8, larutan :sam Sulfanilat /.=8, dan larutan Iodin /.% #. b. :lat ' :lat yang digunakan pada penelitian ini adalah Spektrofotometer U<3<IS, ku4et silica, labu Crlenmeyer %// m> dan *1/ m>, labu ukur 1/ m>, pipet mikro %/// J>. c. "rosedur ' %. a. "embuatan larutan >arutan induk #atrium metabisulfit

5ilarutkan /./- gram #a*S*)- dengan air suling dalam labu ukur 1/ m> sampai batas tera, lalu dihomogenkan. :ir suling yang digunakan sudah dididihkan. b. >arutan standar natrium metabisulfit

5imasukkan * m> larutan induk sulfit ke dalam labu ukur %// m>, diencerkan sampai batas tera dengan larutan penyerap lalu dihomogenkan. c. >arutan "ararosanilin hidroklorida (,%&.%6#-..,l+ /.*8

5ilarutkan sebanyak /.* gram "ararosanilin dalam = m> .,l pekat dan ditepatkan %// m> dengan air suling. >arutan disimpan dan didiamkan selama %3 * hari kemudian disaring. Sebanyak $ m> filtrat ditambahkan = m> .,l pekat dan ditepatkan hingga %// m> dengan air suling.
,atatan. Simpan dalam botol gelap dan stabil selama & bulan.

d.

>arutan indikator kanji

5itimbang /.$ gram kanji dan /.//* gram .gI* dilarutkan dengan air mendidih sampai 4olume *1/ m> lalu didinginkan dan dipindahkan kedalam botol pereaksi. e. >arutan @ormaldehida (.,.)+ /.*8

$9

Sebanyak /.%-1 m> @ormaldehida -68 diencerkan menjadi *1 m> dengan air suling.
,atatan. >arutan ini disiapkan pada saat akan digunakan.

f.

>arutan :sam Sulfanilat /.=8

Sebanyak /.= gram dilarutkan dalam %// m> air suling. g. >arutan Iodin /.% #

5ilarutkan %/ gram 9I dalam */ m> a?uades B - gram resublimed Iodine (I*+. 5idiamkan selama semalaman dan diencerkan sampai *1/ m>. 5idiamkan dalam botol coklat. *. Standardisasi larutan Stok M S

5ipipet %/ m> larutan stok M S kedalam elrlenmeyer %// m> dan ditambahkan %/ m> air suling dan % m> indikator kanji. 9emudian dititrasi dengan larutan standar Iodin /./*1 # hingga timbul warna biru. 5ihitung konsentrasi (#+ larutan stok M S yang setara dengan (-* H # M S H %///+ Jg S)*Am>. -. "embuatan 9ur4a 9alibrasi

:lat spektrofotometer dioptimalkan sesuai petunjuk penggunaan alat. >alu dimasukkan larutan standar #a*S*)1 pada langkahApoint - masing3masing /,/0 %,/0 *,/0 -,/ dan $,/ m> kedalam labu ukur *1 m> dengan pipet 4olum atau buret mikro. 5itambahkan larutan penyerap sampai %/ m>. kemudian ditambahkan % m> larutan asam sulfanilat /.=8, tunggu sampai %/ menit. Setelah itu tambahkan * m> larutan formaldehida /.*8 dan larutan pararosanilin sebanyak * m>. 5itepatkan dengan air suling sampai *1 m>, lalu dihomogenkan dan ditunggu sampai -/3=/ menit. Untuk larutan blanko, */ m> larutan 2,M dalam labu ukur *1 m> ditambah dengan % m> larutan asam sulfanilat /.=8, ditunggu sampai %/ menit. Setelah itu ditambahkan * m> larutan formaldehida /.*8 dan larutan pararosanilin sebanyak * m>. 5iukur serapan masing3masing larutan standar dengan spektrofotometer pada

$2

panjang gelombang 11/ nm. 5ibuat kur4a kalibrasi antara serapan dengan jumlah S)* (Jg+. $. "engukuran Sampel

5ipindahkan sampel ke dalam labu ukur *1 m>. 5itambahkan masing3masing % m> larutan asam sulfanilat /.=8, ditungu sampai %/ menit. 5itambahkan * m> larutan formaldehida /.*8 dan larutan pararosanilin sebanyak * m>, lalu ditepatkan hingga batas tera dengan larutan 2,M. Sampel diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 11/ nm. 3.' Peneta(an kadar NH3 dalam dara dengan met"de #nd"&en"l a. ahan '

%+ >arutan stok amoniak %/// Jg >arutan -,%7 gram #.$,l (yang telah dikeringkan pada suhu %/1 ), selama % jam+ dengan air suling ke dalam labu ukur %/// ml kemudian diencerkan sampai batas tera, lalu homogenkan. 5itambahkan % tetes ,.,l- sebagai pengawet. >arutan ini stabil selama * bulan. *+ "ereaksi : 2imbang % gram phenol dan /,//1 gram natrium nitroprusid #a@e(,#+ 1#).*.*), lalu dilarutkan dengan a?uades dalam labu ukur %// ml sampai batas tera. -+ "ereaksi 5itimbang %,1 gram #a). dan pipet * ml #a),l, lalu dilarutkan dengan a?uades dalam labu ukur %// ml sampai batas tera. b. :lat ' :lat yang digunakan pada penetapan kadar #. - dalam udara dengan metode indofenol yaitu labu ukur, labu Crlenmeyer %// ml dan *1/ ml, spektrofotometer U<3<is dan ku4et silica, pipet mikro %/// J>.
$3

c. 1.

"rosedur ' "embuatan kur4a kalibrasi

5alam analisis suatu sampel menggunakan spektrofotometer U<3<is, sangat penting dilakukan pembuatan kur4a kalibrasi untuk dapat menentukan konsentrasi suatu sampel tersebut. Kaitu dibuatnya deret standard dengan kondentrasi /, *, $, 7, dan %/ JgA m> dalam labu ukur *1 m>. 5ipipet sebanyak $ m> dari setiap deret standard dalam test tube, lalu disimpan dalam water bath selama % jam dengan temperatur -/ o,. 9emudian ditambahkan masing3masing * m> pereaksi : dan * m> pereaksi dihomogenkan hingga terbentuk warna biru dan diukur . Setelah itu menggunakan

spektrofotometer U<3<is dengan panjang gelombang =$/ nm. >alu dibuatlah kur4a kalibrsi dari hasil absorban yang terukur. 2. "engukuran sampel.

5alam pengukuran sampel, dipipet $ m> sampel ke dalam test tube, kemudian disimpan dalam water bath selama % jam dengan temperatur -/o,. >alu ditambahkan pada test tube tersebut * m> pereaksi : dan * m> pereaksi dengan panjang gelombang =$/ nm. . 5an dihomogenkan sampai terbentuk warna biru dan diukur menggunakan spektrofotometer U<3<is

$6

BAB I, HASIL DAN PE-BAHASAN Udara mempunyai arti yang sangat penting di dalam kehidupan makhluk hidup dan keberadaan benda3benda lainnya. Sehingga udara merupakan sumber daya alam yang harus dilindungi untuk hidup dan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. .al ini berarti bahwa pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk mendapatkan udara sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan maka pengendalian pencemaran udara menjadi sangat penting untuk dilakukan. Udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

05

"ada penelitian kali ini peneliti melakukan sampling udara ambient di sekitar halte UI# Syarif .idayatullah !akarta sebanyak * kali pada tanggal *1 )ktober */%% pada pukul /7.*/ L /&.*/ DI dan pukul %1.-/ L %=.// DI . Selain pengambilan sampel udara, pada proses sampling ini juga dilakukan pengukuran suhu, tekanan udara, laju alir udara (flowrate+, dan kelembaban sebagai data pendukung dari penelitian ini. 2abel % dan * merupakan data3data pendukung yang diperoleh ketika melakukan sampling baik ketika pagi maupun sore.

2abel %.5ata :nalis >apangan Sampling Udara "agi #o . "aramete r <ol. (m>+ @lowrate 2emperatur (9+ 2ekananUdara (mm.g+ D a k t u S a m p l i
01

absorber (>Amenit+

n g ( m e n i t + :wal :khir % * $ S)H #)H #.2otal "artikulat Rata3rata %/ %/ %/ %/ %/ %/ %/ %/ -/= -/= -/= -/= -/= -/6 -/6 -/6 -/6 -/6 :wal 6-7 6-7 6-7 6-7 6-7 :khir 6-&,* 6-&,* 6-&,* 6-&,* 6-&,* =/ =/ =/ =/

2abel *.5ata :nalis >apangan Sampling Udara Sore #o . "aramete r <ol. (m>+ @lowrate 2emperatur (9+ 2ekananUdara (mm.g+ D a k t u S a m p
0$

absorber (>Amenit+

l i n g ( m e n i t + :wal :khir % * $ S)H #)H #.2otal "artikulat Rata3rata %/ %/ %/ %/ %/ %/ %/ %/ -/* -/* -/* -/* -/* -/-/-/-/-/:wal 6-7 6-7 6-7 6-7 6-7 :khir 6-7 6-7 6-7 6-7 6-7 -/ -/ -/ -/

"ada proses ini juga dilakukan penghitungan banyaknya jumlah kendaraan yang melalui lokasi sampling, dengan data diperlihatkan pada tabel - dan $ ' 2abel -. 5ata !umlah 9endaraan di >apangan Sampling Udara "agi !enis 9endaraan Mobil pribadi :ngkutan umum 2ruk Sepeda motor :rah !akarta =7& --6 &/ $&6% :rah ,iputat -61 -== -7 *&&/
00

2abel $. 5ata !umlah 9endaraan di >apangan Sampling Udara Sore !enis 9endaraan Mobil pribadi :ngkutan umum 2ruk Sepeda motor :rah !akarta %&1 %*/ $1 %1&6 :rah ,iputat -/& %$% $1 %6/*

"enghitungan jumlah kendaraan ini dilakukan untuk mengetahui dan memperkirakan kondisi udara disekitar halte UI# !akarta. 5ari data diatas diketahui bahwa jumlah kendaraan ketika dilakukannya sampling banyak di waktu pagi hari, sedangkan pada sore hari jumlah kendaraan yang melalui lokasi sampling lebih sedikit. 5ari data tersebut pula dapat kita perkirakan keberadaan gas3gas emisi buangan yang dikeluarkan oleh kendaraan3kendaraan yang melintasi lokasi sampling. ahwa sesungguhnya banyaknya kendaraan yang melewati suatu lokasi akan mempengaruhi banyaknya gas3gas emisi buangan dari kendaraan tersebut. "ada waktu yang sama, dilakukan pula pengukuran kebisingan yang ada di sekitar lokasi sampling. 9ebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. 5ata diambil selama %/ menit dengan selang waktu pengambilan data adalah setiap 1 detik sekali, data yang diperoleh ditunjukkan pada tabel 1 dan = ' 2abel 1. 5ata #oise (9ebisingan+ di Daktu Sampling "agi #o. % * $ 1 #oise &/,7 &*,& &/,* &%,% &*,/ #o. *1 *= *6 *7 *& #oise &$,= &=,& &&,% &6,& &1,/ #o. $& 1/ 1% 1* 1#oise 7&,6 &/,&*,= &/,/ 7&,* #o. 66$ 61 6= 66 #oise &=,* &/,6 &%,/ 7&,&/,* #o. &6 &7 && %// %/% #oise &-,76,& 77,7 7&,6 &%,$
01

= 6 7 & %/ %% %* %%$ %1 %= %6 %7 %& */ *% ** **$

7&,7 &%,/ &/,7 &*,1 &/,& 7&,& &/,1 &/,76,% 7&,= 76,& 76,& &/,% 7&,* &/,&%,&/,% &$,* &-,6

-/ -% -* --$ -1 -= -6 -7 -& $/ $% $* $$$ $1 $= $6 $7

&6,$ &-,1 &*,7 &=,$ &/,&/,71,& 71,/ &%,& &%,$ &*,&%,% 7&,7=,&%,/ 77,7 7=,7 76,1 7=,/

1$ 11 1= 16 17 1& =/ =% =* ==$ =1 == =6 =7 =& 6/ 6% 6*

7&,7 7&,% &*,1 &-,7 &*,= &*,* 7&,6 7&,= &/,% &%,* &%,$ 76,& &/,&*,&*,&/,& &%,% &%,% 77,&

67 6& 7/ 7% 7* 77$ 71 7= 76 77 7& &/ &% &* &&$ &1 &=

&%,% &%,/ 77,& &/,$ &%,* &/,* &/,* &-,$ &/,$ &/,% 7&,1 &/,&1,7 7&,% 7&,$ &%,& &6,$ &1,1 7&,$

%/* %/%/$ %/1 %/= %/6 %/7 %/& %%/ %%% %%* %%%%$ %%1 %%= %%6 %%7 %%& %*/

7&,& 7&,/ 7&,% 7&,% 7=,/ 77,& 7&,&/,/ &/,= 7&,6 76,= &*,1 77,/ 7=,6 77,* &*,7&,1 7&,$ 76,*

#ilai minimum kebisingan dari data diatas adalah sebesar 71,/ d dan nilai maksimal kebisingan sebesar &&,% d . Sedangkan nilai rata3rata dari nilai kebisingan di lokasi sampling pada waktu pagi hari adalah sebesar &/,7- d . 2abel =. 5ata #oise (9ebisingan+ di Daktu Sampling Sore #o. #oise #o. #oise #o. #oise #o. #oise #o. #oise

08

% * $ 1 = 6 7 & %/ %% %* %%$ %1 %= %6 %7 %& */ *% ** **$

71.= 71.& &7.7 77.7 77.1 7=.* 77.* &%.= &%.7 7&./ 77.% 76.$ 76.7=./ 77.$ 77.$ &*.$ &/.* 77.1 7&.1 77.&$.= 77.$ 76.$

*1 *= *6 *7 *& -/ -% -* --$ -1 -= -6 -7 -& $/ $% $* $$$ $1 $= $6 $7

&1.1 &%.&/.$ 76.= 71.% 76.77.7=.= 7$.& 7&.$ 7=.& 76./ 7&./ 77.* 76.6 76.% 76.& 76.6 77.& 7&./ 76.&1.* &$.* 76.1

$& 1/ 1% 1* 11$ 11 1= 16 17 1& =/ =% =* ==$ =1 == =6 =7 =& 6/ 6% 6*

77.77.&/.$ &-.= &/.% 7&./ 71.&/.= 7=.6 7&.% &=.6 77.$ 77.$ 7$.& &6.= 7&.7 &/./ &/.7 &/.$ 7&.% &*.* &6.7 7&.% &%.%

66$ 61 6= 66 67 6& 7/ 7% 7* 77$ 71 7= 76 77 7& &/ &% &* &&$ &1 &=

77./ 77.76.& 7=.& 7$./ 71.6 &1.$ &$.7 76.& &=.& &/.1 &6.7&.& 7=.1 77.* 77.% 76.7 7&.& 77.= 7&.6 &7.77./ 77.$ 77.%

&6 &7 && %// %/% %/* %/%/$ %/1 %/= %/6 %/7 %/& %%/ %%% %%* %%%%$ %%1 %%= %%6 %%7 %%& %*/

76.$ 77.6 &=./ 7&.* 7&.77.= 71.71.6 7$.&6.&*.= &/.7 76.6 71.% 7&.1 &$.6 7&.7=.& 77.$ &%.* &%.& &=.6 %/$.= 77.=

#ilai minimum kebisingan dari data diatas adalah sebesar 7$,/ d pada waktu sore hari adalah sebesar 7&,- d .

dan nilai maksimal

kebisingan sebesar %/$,= d . Sedangkan nilai rata3rata dari nilai kebisingan di lokasi sampling

09

aku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. >ingkungan .idup #o. $7 2ahun %&&=, tentang erdasarkan 9eputusan Menteri #egara aku 2ingkat 9ebisingan, kebisingan yang aik penelitian yang dilakukan

terdapat disekitar lokasi sampling berada diatas baku tingkat kebisingan yang telah ditetapkan untuk daerah di sekitar falisilas umum yaitu sebesar =/ d . dipagi maupun sore hari keduanya memberikan nilai kebisingan diatas baku tingkat kebisingan, hal ini menunjukkan bahwa berada di sekitar lokasi terlalu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi tubuh manusia tersebut maupun lingkungan, terutama pada kesehatan telinga manusia dapat terganggu. 5ilakukan pula pengukuran kecepatan angin menggunakan :nemometer dan diperoleh besarnya kecepatan angin pada lokasi sampling pagi hari adalah sebesar /,*/1 mAs dan pada waktu sore hari sebesar /,$*1 mAs. 9ondisi sampling pada pagi dan sore hari berbeda sehingga kecepatan anginnya pun berbeda. Sampel3sampel yang telah didapat selanjutnya dilakukan uji3uji terhadapnya meliputi uji penentuan particular sampel. "enentuan total suspended partikulat (2S"+ ini dilakukan dengan cara gra4imetric, dimana pengukuran dilakukan berdasarkan bobot sampel. 2abel 6 dan 7 adalah data analisis filter blanko maupun filter sampel. 2abel 6. 5ata obot @ilter lanko dan @ilter Sample "agi #o . Sampel Ulangan % %. @ilter blanko awal ( %+ * obot (gram+ /,67/ /,67/ /,67/ /,67/ obot rata3rata (gram+

% *. @ilter sampel awal (D%+ * -

/,67= /,67= /,671 /,671-

02

% -. @iler blanko akhir ( *+ * -

/,67/ /,67/ /,67/ /,67/

% $. @ilter sampel akhir (D*+ * -

/,6&/ /,6&/ /,6&/ /,6&/

2abel 7. 5ata obot @ilter lanko dan @ilter Sample Sore #o . Sampel Ulangan % %. @ilter blanko awal ( %+ * obot (gram+ /,7%/ /,7// /,7// /,7/obot rata3rata (gram+

% *. @ilter sampel awal (D%+ * -

/,7%/ /,7// /,7// /,7/-

% -. @iler blanko akhir ( *+ * -

/,7// /,7// /,7// /,7//

% $. @ilter sampel akhir (D*+ * -

/,7%1 /,7%6 /,7%6 /,7%=

03

5ari data3data analisis tersebut, kadar debu pada penelitian pagi dan sore dapat diketahui yaitu masing3masing sebesar /,//7- mgA> dan /,/116 mgA>. "erbedaan kadar debu pada saat sampling pagi dan sore ini disebabkan karena kondisi sampling yang berbeda, yaitu kondisi cuaca sampling, dan kecepatan angin. 9etika sampling sore cuaca di sekitar lokasi sampling sedang mendung dan kecepatan anginnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan ketika dilakukannya sampling pada pagi hari, yaitu sebesar /,$*1 mAs. Sedangkan ketika dilakukannya sampling pada pagi hari cuaca lokasi cerah dan kecepatan anginnya hanya /,*/1 mAs. Inilah sebabnya mengapa kadar debu pada sore hari lebih besar daripada pagi hari. :nalisis kandungan #)*, S)* dn #.- dalam udara ambient di sekitar lokasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer U<3<is dengan berbagai panjang gelombang (11/ nm untuk penentuan kadar #)* dan S)* serta =$/ nm untuk penentuan kadar #.-+.

1. Anal#$a Kadar N!2 9ur4a kalibrasi dari larutan standar nitrit dengan berbagai konsentrasi (/,//0 /,7/0 %,=/0 -,*/0 dan $,// ppm+ dibuat menggunakan spektrofotometer U<3<is pada panjang gelombang 11/ nm. 9ur4a kalibrasi dibuat dengan mengalurkan konsentrasi larutan standar nitrit (H+ terhadap absorbansinya (y+. 9ur4a kalibrasi larutan standar nitrit ditunjukkan pada gambar % di bawah ini' ;ambar. % 9ur4a 9alibrasi >arutan Standar #itrit

06

Metode ;ries Saltzman digunakan sebagai metoda dalam menentukan konsentrasi gas pencemar nitrogen dioksida (#)*+ dalam udara. #)* di udara direaksikan dengan pereaksi ;riess Saltman (absorbent+ membentuk senyawa yang berwarna merah muda. Intensitas warna yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 11/ nm. 2abel & menunjukkan hasil pengukuran dan perhitungan terhadap senyawa #)* yang terdapat dalam sampel udara.

2abel &. 9adar #)* di Udara :mbient Sampel 9adar #)* #o Daktu Sampling !umlah #)* dalam pengukuran spektrofotometer U<3<is /.-=*7 Ig 3/.**1$ Ig
didapat sampel udara

9onsentrasi #)* sampel /.=$ IgA#m#5

% *
Menurut hasil

"agi Sore
yang

ambient
0

pada

pagi

hari

mengandung kadar nitrogen dioksida sebesar 5,91 KgENm , sedangkan pada 15

"aktu sampling sore hari, kadar nitrogen dioksida dalam udara ambientnya N+ (Not +etected). Hal ini menun&ukkan bah"a kadar nitrogen dioksida dalam udara ambient di sekitar lokasi masih aman dan tidak mengkha"atirkan dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya karena nilai konsentrasi yang tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah dalam %eraturan %emerintah Depublik Indonesia Nomor 11 'ahun 1666, yaitu sebesar 155 KgENm0.

2. Anal#$a Kadar S!2 ;as sulfur dioksida (S)*+ diserap dalam larutan penyerap tetrakloromerkurat membentuk senyawa kompleks diklorosulfonato merkurat dengan menambahkan larutan pararosanilin dan formaldehida ke dalam senyawa diklorosulfonato merkurat maka terbentuk senyawa pararosanilin metal sulfonat yang berwarna merah muda. 9onsentrasi larutan ini diukur dengan spektrofotometer U<3<isible pada panjang gelombang 11/ nm. 9ur4a kalibrasi larutan standar S)* dibuat dengan menghubungkan antara beberapa konsentrasi larutan standar #a*S*)1 yaitu /0 *,1=0 1,%*0 %*,70 dan *1,= ppm dengan nilai absorbansi dari setiap konsentrasi larutan standar tersebut. 9ur4a kalibrasi larutan standar #a*S*)1 diperlihatkan pada gambar *.

;ambar *. 9ur4a kalibrasi larutan standar #a*S*)1

11

2abel %/. 9adar S)* di Udara :mbient Sampel 9adar S)* #o Daktu Sampling !umlah S)* dalam pengukuran spektrofotometer U<3<is *.=--- Ig 3=./-%6 Ig 9onsentrasi S)* sampel %.7$ IgA#m#5

% *

"agi Sore

Sama halnya dengan kandungan nitrogen dioksida dalam udara ambient sampel, berdasarkan tabel 15 yang didapat dari pengukuran dan perhitungan sampel udara ambient pada pagi hari mengandung kadar belerang dioksida sebesar 1,31 KgENm0, sedangkan pada "aktu sampling sore hari, kadar nitrogen dioksida dalam udara ambientnya N+ (Not +etected). Hal ini menun&ukkan bah"a kadar nitrogen dioksida dalam udara ambient di sekitar lokasi masih aman dan tidak mengkha"atirkan dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya karena nilai konsentrasi yang tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah dalam %eraturan %emerintah Depublik Indonesia Nomor 11 'ahun 1666, yaitu sebesar 655 KgENm 0.

3. Anal#$a Kadar NH3 ;as amoniak merupakan salah satu gas pencemar udara yang dihasilkan dari penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme seperti dalam proses pembuatan kompos, dalam industri peternakan, dan pengolahan sampah kota. :moniak juga dapat berasal dari sumber antrophonik (akibat akti4itas manusia+.
1$

:moniak dari udara ambient yang telah diserap oleh larutan penyerap asam sulfat akan membentuk garam ammonium sulfat kemudian direaksikan dengan fenol dan natrium hipoklorit dalam suasana basa membentuk senyawa kompleks indofenol yang berwarna biru. Intensitas warna biru yang terbentuk diukur dengam menggunakan spekrtofotometer U<3 <isible pada panjang gelombang =$/ nm. >arutan standar ammonia dibuat dengan 4ariasi konsentrasi yaitu /, *, $, =, dan %/ ppm. >arutan standar tersebut diukur nilai absorbansinya dengan spektrofotometer U<3<is pada panjang gelombang =$/ nm dan dibuat kur4a kalibrasi seperti terlihat pada gambar -. ;ambar -. 9ur4a 9alibrasi >arutan Standar :mmonia

2abel %% menunjukkan hasil pengukuran dan perhitungan terhadap senyawa #. - yang terdapat dalam sampel udara.

2abel %%. 9adar #)* di Udara :mbient Sampel #o Daktu Sampling 9adar #.10

!umlah #.- dalam pengukuran spektrofotometer U<3<is % *


Menurut hasil

9onsentrasi #.- sampel #5 /.-/6 IgA#m-

"agi Sore
yang didapat

3/.*$77 Ig /./77% Ig
sampel udara

ambient

pada

pagi

hari

mengandung kadar ammonia yang tidak terdeteksi, sedangkan pada "aktu sampling sore hari kadar ammonia dalam udara ambientnya sebesar 5,052 KgENm0. Hal ini menun&ukkan bah"a kadar ammonia dalam udara ambient di sekitar lokasi masih dapat diterima dan udara masih aman untuk dihirup manusia dan makhluk di sekitar lokasi sampling karena nilai kadar ammonianya yang masih berada di ba"ah nilai M+F (Methode +etection Fimit) yaitu berkisar antara $5 A 255 KgENm0.

BAB , KESI-PULAN
11

Udara ambient adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya. Udara ambient disekitar .alte UI# Syarif .idayatullah !akarta diuji kandungan 2S", nitrogen dioksida, belerang dioksida, dan ammonia menggunakan metode secara berturut3turut gra4imetric, griess Saltzman, "ararosanilin, dan Indofenol. "enelitian ini melakukan pengukuran kebisingan di sekitar lokasi sampling dengan nilai kebisingan pada penelitian pagi sebesar &/,7- d dan pada sore hari sebesar 7&,- d . #ilai kebisingan ini tidak baik bagi kesehatan manusia karena telah melebihi nilai baku tingkat kebisingan untuk di lokasi fasilitas umum sebesar =/ d . "enelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa udara ambient disekitar .alte UI# Syarif .idayatullah !akarta belum mengalami pencemaran dari beberapa senyawa kimia yang diuji yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan makhluk3makhluk hidup di sekitarnya. 9adar #)*, S)*, dan #.- pada sampel udara yang diambil masih berada dibawah baku mutu kadar senyawa3senyawa tersebut yang diperbolehkan terdapat didalam udara. 9onsentrasi #)* dalam sampel udara pagi sebesar /,=$ IgA#m- sedangkan pada sampel udara sore nilai konsentrasi #)* tidak terdeteksi. 9onsentrasi S)* dalam sampel udara sore sebesar %,7$ IgA#m- dan konsentrasi S)* sampel udara sore tidak terdeteksi. "ada sampel udara pagi, konsentrasi #.- tidak terseteksi sedangkan pada sampel udara sore nilai konsentrasinya sebesar /,-/6 IgA#m-.

Lampiran 1 Peng"la.an Data/data Sam(el Pag# 1. 0ata/rata S . Sam(l#ng


18

'rata#rata G ' a"al;' akhir$ G 052;059$ G 059,8 7

2. 0ata/rata Tekanan Sam(l#ng

%rata#rata G % a"al;% akhir$ G 206,$;203$ G 203,9 mmHg

3. Kece(atan Ang#n Sam(l#ng

7ecepatan angin G 1$0 m955 s G 5,$58 mEs

4. ,"l me Udara 1ang D#.#$a(

? G G1;G$$: t : %' : $63295 ? G 15;15 (Fmenit)$: 95 menit : 203,9 mmHg059,8 7 : $63 7295 mmHg ? G 15 : 95 : $,1563 : 5,06$1 F ? G 899,60 F

'. Kadar De* T"tal

19

= (mgEF) G >$#>1 A(B$#B1)? = (mgEF) G 5,265#5,2380 A5,235#5,235 : 1555 (mg)899,60 F = (mgEF) G (5,5512 A 5,55) : 1555 (mg)899,60 F = (mgEF) G 7,*& H %/3- mgA> G /,//7- mgA>

2. K"n$entra$# N!2 d# Udara

=La? : 1555 =L5,09$3899,60 : 1555


=L5,91 IgENm0

3. K"n$entra$# S!2 d# Udara

=La? : 15$8 : 1555 =L$,9000892,38 : 15$8 : 1555 =L5,5519 : 5,1 : 1555 =L1,31 IgENm0
12

Lampiran 2 Peng"la.an Data/data Sam(el S"re 1. 0ata/rata S . Sam(l#ng

'rata#rata G ' a"al;' akhir$ G 05$;050$ G 05$,8 7

2.

0ata/rata Tekanan Sam(l#ng

%rata#rata G % a"al;% akhir$ G 203;203$ G 203 mmHg

3.

Kece(atan Ang#n Sam(l#ng

7ecepatan angin G $88 m955 s G 5,1$8 mEs

4.

,"l me Udara 1ang D#.#$a(

13

? G G1;G$$: t : %' : $63295 ? G 15;15 (Fmenit)$: 05 menit : 203 mmHg05$,8 7 : $63 7295 mmHg ? G 15 : 05 : $,1062 : 5,06$1 F ? G $39,63 F

'.

Kadar De* T"tal

= (mgEF) G >$#>1 A(B$#B1)? = (mgEF) G 5,319#5,350 A5,355#5,350 : 1555 (mg)$39,63 F = (mgEF) G (5,510; 5,550) : 1555 (mg)$39,63 F = (mgEF) G /,/116 mgA>

2.

K"n$entra$# NH3 d# Udara

=La? : 1555 =L5,5331$39,63 : 1555


=L5,052 IgENm0

16

DA4TA0 PUSTAKA
http:EE"arta"arga.gunadarma.ac.idE$515E51Eman aat#udara#untuk#kehidupanE http:EEid."ikipedia.orgE"ikiEUdara http:EE""".sehatgroup."eb.idEarticlesEisi*rt.aspMartI+L139 http:EEkamase.orgE$553E5$E51Ebahayanya#pencemaran#udaraE http:EE&urnalingkungan."ordpress.comEsul urE http:EE&urnalingkungan."ordpress.comEnitrogen#dioksidaE http:EEid.sh-oong.comEe:act#sciencesEbiologyE$1$0051#pengertian#udaraE

85