Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRATIKUM FARMASETIKA II

FA

R MA S I
L-

ADE M

AK

FA TA H
A K F A R
B E NG KU L U

DOSEN PEMBIMBING:
YOSI ERMALENA, S.Si.,Apt
RENITA APRIANI, A. Mp, Far

DISUSUN OLEH :
NAMA

: FARIDA HAFIFAH

NPM

: 1140032

KELOMPOK : I (B. 1)

LABORATORIUM FARMASETIKA
AKADEMI FARMASI AL-FATAH
BENGKULU
2012

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil`alamin. Penulis

panjatkan

puji

syukur

atas

kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan hasil Praktikum Farmasetika II dengan
judul pil dan suppose mengelola obat dilaboratorium akademi farmasi al-fatah
bengkulu.
Penyusun laporan Praktikum Farmasetika II adalah salah satu syarat
untuk mengikuti ujian tengah smester (UTS) dan laporan ini adalah bukti bahwa
penulis sudah melakukan Praktikum Farmasetika II di laboratorium akademi alfatah bengkulu .
Laporan ini penulis buat dengan sebaik-baiknya, apabila terjadi kesalahan
penulis mintak kepada allah mohon ampun. Semga dengan ada laporan Praktikum
Farmasetika II ini penulis harapkan dapat membantu mahasiswa dalam memahami
teori dan praktek perkuliahan Farmasetika II.
Penulis ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
memberikan tugas ini , sehingga kami dapat mengetahui masa pil dan suppos
dalam Praktikum Farmasetika II ini.

Bengkulu, November 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

...........................................................................i

DAFTAR ISI

...........................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

........... ...............................................................1

1.2 Tujuan

........... ...............................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1

Dasar teori

...3

2.2

Pengertian pil ...........................................................................3

2.3

Pengertian suppos ....................................................................7

BAB III METODEDILOGI


3.1

Alat dan Bahan

....................................................................10

3.2

Jurnal Pratikum

10

BAB IV PEMBAHASAN
4.1

Resep

.12

BAB V PENUTUP
KESIMPULAN

.....................................................................................36

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................37

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1. Pil adalah suatu sediaan berupa masa bundar mengandung satu atau lebih
bahan obat, yang digunakan untuk obat dalam dan berat kira-kira 50-300
mg.
2. Suppositoria merupakan salah satu dari sediaan farmasi yang berbentuk
padat seperti torpedo yang pemakaiannya dengan cara memasukkannya
melalui lubang atau celah pada tubuh seperti rectal dan vaginal, dimana
sediaan akan melebur, melunak, atau melarut pada suhu tubuh dan
memberikan efeknya baik secara local maupun sistemik. Selain pada rectal
dan vaginal penggunaan suppositoria juga kadang-kadang digunakan
melalui saluran urin dan jarang melalui telinga dan hidung.
Bentuk dan ukuran dari sediaan suppositoria harus dibentuk
sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam
lubang atau celah yanf diinginkan tanpa menimbulkan kejanggalan dan
penggelembungan dan begitu masuk, harus dapat bertahan untuk suatu
waktu tertentu. Suppositorai untuk rectum umumnya dapat dimasukkan
dengan jari tangan, berbeda dengan vagina yang harus dimasukkan jauh
lebih dalam kedalam saluran vagina dengan bantuan alat khusus.
Pada aksi lokal, begitu dimasukkan basis suppositoria akan
meleleh, melunak, atau melarut menyebarkan bahan obat yang dibawanya
ke jaringan-jaringan di daerah tersebut. Obat ini dimaksudkan agar dapat
ditahan dalam ruang tersebut untuk efek kerja local, atau bisa juga
dimaksudkan agar diabsorpsi untuk mendapat efek sisitemik. Sedangkan
pada aksi sitemik membrane mukosa rectum atau vagina memungkinkan
absorbsi dari kebanyakan obat yang dapat larut.

1.2Tujuan
a. Maksud Praktikum pil
Adapun maksud dari praktikum farmasetika dasar ini yaitu :
-

Agar dapat mengetahui proses pembuatan sediaan pil

Agar dapat terampil mengerjakan resep-resep sediaan pil

b. Tujuan praktikum
Adapun tujuan praktikum ini yaitu :
-

Dapat membuat sediaan pil dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip
kerja.

Dapat mengetahui fungsi dari masing-masing pil, efek samping, serta


memberikan informasi kepada pasien (edukasi)

c. Tujuan suppose
-

Mengetahui bentuk dan bahan dasar suppositoria.

Mengetahui cara metode pembuatan suppositoria.

Mengetahui cara mengevaluasi suppositoria.

Mengetahui persyaratan suppositoria

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.2 PIL
1. Pengertian
Menurut Edisi III
Pil adalah suatu sediaan berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih
bahan obat.
Menurut Moh.Anief
Pil adalah suatu sediaan yang berbentuk bulat seperti kelereng
mengandung satu atau lebih bahan obat. Berat pil berkisar antara 100 mg
sampai 500 mg.
2. Komposisi PIL
1. Bahan Obat
2. Bahan tambahan,terdiri dari:
-

Bahan Pengisi ( Saccharum Lactis, Bolus alba, Liquiritae Radix,


Succus Liquiritae, dsb)

Bahan Pengikat ( Liquiritae Radix, Succus Liquiritae, PGA,


Tragacanth, PGS dsb)

Bahan Pembasah (air, sirop, gliserol,dsb)

Bahan Penabur (Talkum,amylum, dsb)

Bahan Pembalut/ Penyalut (koloidum, Saccarum, dsb)

3. Pembuatan Pil
1. Buat massa Pil dengan mencampur bahan obat, zat pengisi dan pengikat
digerus halus

2. Kemudian tetesi zat pembasah gerus hingga memperoleh massa yang


saling mengikat dan plastis.
3. Setelah terbentuk massa pil, massa pil dibuat dalam bentuk batang dengan
cara digulung-gulungkan dipapan kayu yang datar pada alat pil

lalu

dipotong menurut panjang batang massa pil yang diinginkan


4. Lalu potong dengan alat pada papan pil, kemudian pil yang belum bulat
digelindingkan dengan pembulat pil
5. Untuk mencegah massa pil melengket pada alat, maka papan ditaburi
dengan talkum
6. Setelah pil menjadi bulat, gelindingkan lagi pada papan pil dengan dilapisi
penabur,lalu hitung pil melalui lubang.
4. Persyaratan pil
Menurut FI Edisi III
1. Pada penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah, tidak begitu keras
sehingga dapat hancur dalam saluran pencernaan, dan pil salut enterik
tidak hancur dalam lambung tetapi hancur dalam usus halus
2. Memenuhi keseragaman bobot.
Bobot rata-rata

Penyimpangan terbesar terhadap bobot

rata-rata yang diperolehkan (%)


18 pil
2 pil
100 mg sampai 250 10 %
20%
mg
251 mg sampai 500 7,5%

15%

mg
3. Memenuhi waktu hancur yaitu dalam air 360 -38 0 selama 15 menit untuk
pil tidak bersalut dan 60 menit untuk pil yang bersalut.
Pembuatan pil yang menghendaki tindakan khusus :
1. Pil yang mengandung senyawa Hydrargyrum, dibuat dengan menggerus
Hydrargyrum, dengan sama berat Licuiritiae Radix dan air, setelah tidak
terlihat butir Hydrargyrum (mati) maka massa ditambah Licuiritiae Radix
dan Succus Licuiritiae secukupnya sampai mendapat massa pil yang
cocok.

2. Pil yang Mengandung Ferrosi Carbonas dan Ferrosi Iodidum.


Untuk pil Ferrosi Carbonas setiap pil mengandung 50 mg dan formula
untuk pembuatan 300 pil jadi seluruh formula mengandung 15 gram
Ferrosi Carbonas. Dibuat dengan mereaksikan Ferrosi Sulfat dengan natrii/
bikarbonas diatas tangas air. Sebagai pereduksi adalah Mel dan sebagai zat
pembasah gliserin dan air sampai berat tertentu.
3.

Pil yang mengandung garam-garam yang dapat menyerap air, seperti


Natrii Bromidum dan Natrii Iodidum sering terjadi penggumpalan hingga
sulit sulit dibuat massa pil yang baik. Untuk mencegahnya maka perlu
diberi air secukupnya biar larut setelah itu dibuat massa pil.

4. Pil yang mengandung zat-zat yang higroskopis, seperti Kalli Bromidum,


Kalli Iodidum dan Natrii Salicylas, supaya digerus halus dan di dalam
mortir yang panas. Penambahan Succus Licuiritiae dan Pulvis Licuiritiae
Radicis diperlukan kurang lebih 1,5 g masing-masing untuk 7 g garam
obat tersebut.
5. Pil yang mengandung senyawa yang sangat higroskopis, digunakan
sebagai larutan, seperti Calcii Bromodum, Calcii Chloridum, Kalli Acetas.
Jika di dalam resep tertulis garamnya, maka diambil larutannya yang
sebanding.
6. Pil yang mengandung senyawa Codeinum base dengan garam Ammonium
atau Ichtammolum. Karena Codeinum base terhitung mudah larut dalam
air dan merupakan base lebih kuat dari garam Ammonium, maka akan
bereaksi dan timbul gas NH3

yang bebas serta membuat pil menjadi

pecah.
7. Pil yang dapat pecah karena zat-zat yang terkandung dapat bereaksi hingga
menimbulkan gas yang memecah pil. Supaya tidak terjadi, jangan
menggunakan zat pembasah air yaitu dengan menggunakan zat pengikat
yang yang lain.
8. Pil yang mengandung Hydrargyri Chloridum akan menghilangkan selaput
lendir dari lambung dan usus, maka perlu Hydrargyri Chloridum dalam
keadaan yang halus. Untuk itu perlu penambahan Natrii Chloridum untuk
memudahkan Hydrargyri Chloridum larut dalam air.

9. Pil yang mengandung Diphantoinum Natrium jangan menggunakan


Liquiritiae Radix tetapi menggunakan Succus Liquiritiae 1 bagian dan
Amylum 3 bagian dan sebagai zat pembasah digunakan Sirupus Simplex.
Hal ini untuk menjaga agar pil lekas hancur dalam lambung.
10. Pil yang mengandung Quinini Sulfas ada dua macam, yaitu yang berwarna
coklat dan putih.
11. Pil yang mengandung zat pengikat yang bersifat asam, seperti Gentanae
Extractum, Succus Liquiritiae, dan Liquiritiae Extractum. Bahan tersebut
akan bereaksi dengan Ferrum reductum, Ferrum pulveratum yang
menimbulkan gas H2 serta menyebabkan pil menjadi menggelembung dan
pecah. Bahan tersebut akan bereaksi pula dengan Natrii Bicarbonas,
Ferrosi Carbonas yang menimbulkan gas CO2 serta menyebabkan pil
menjadi menggelembung dan pecah. Maka itu Gentanae Extractum,
Succus Liquiritiae, dan Liquiritiae Extractum harus dinetralkan dahulu
dengan MgO 50 mg tiap gram Ekstrak dan Succus.
12. Pil yang mengandung Ekstrak kering dikerjakan sebagai berikut:
a. Aloe Extractum Aquosum siccum, Rhamni Frangulae Extractum,
Rhamni Phursianae Extractum siccum, Rhei Extractum siccum dapat
dibuat pil cukup dengan Liquiritiae Radix dan zat pembasah aqua
Glycerinata.
b. Chinchonae

Extractum

siccum,

dan

Colae

Extractum

siccum

memerlukan Succus Liquiritiae sebagai zat pengikat untuk dibuat massa


pil.
c. Pil dengan extrak kering supaya dibuat keras jangan lembek agar tidak
berubah bentuk. (Anief, 2004) Penyalutan pil

Untuk menghindsrioksidasi zat aktifnya. Penyalutan dilakukan dengan


larutan Balsamum Tolutanum 1 bagian dalam 9 bagian kloroform.
Dilakukan dalam botol mulut lebar, pil-pil disiram dengan sedikit larutan
Tolubalsem tersebut dan digojok keras-keras lalu dipindahkan pada piring
lalu

digerak-gerakkan

agar

tidak

melengket

sampai

kering.

Untuk menghindari agar pil tidak pecah dalam lambung, karena:

1.

Zat aktifnya tidak dikehendaki bekerja dalam lambung, tetapi dalam

usus.
2.

Zat aktifnya mengirtasi lambung.

3.

zat aktifnya rusak karena adanya asam lambung.

3.1 SUPPOSITORIA
1. Pengertian
Menurut Edisi III
Suppositoria adalah Sediaan padat

yang diguanakn melalui dubur,

umumnya berbentuk terpedo dapat melarut, melunak, atau meleleh pada


suhu tubuh
Menurut Edisi IV
Suppositoria adalah Sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang
diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh , melunak
atau melarut dalam suhu tubuh
2. Bobot Suppos
3 gram untuk dewasa dan 2 gram untuk anak-anak
3. Komposisi Suppos
1. Bahan berkhasiat
2. Basis Suppos
-

Bahan dasar Lemak (Ol. Cacao)

Bahan dasar PEG (Polietilenglikol)

Bahan dasar Gelatin

Bahan dasar Lainnya

4. Metode Pembuatan Suppos


1. Dengan tangan
2. Dengan mencetak hasil leburan

3. Dengan kompressi
4. Supositoria adalah suatu bentuk sediaan padat yang berbentuk torpedo,
bentuk ini memiliki kelebihan yaitu bila bagian yang besar masuk
melalui otot penutup dubur, maka supositoria akan tertarik masuk
dengan sendirinya (Anief, 2006).
5. Umumnya, supositoria rectum panjangnya 32 mm (1,5 inci),
berbentuk silinder dan kedua ujungnya tajam. Beberapa supositoria
untuk rectum diantaranya ada yang berbentuk seperti peluru, torpedo
atau jari-jari kecil tergantung kepada bobot jenis bahan obat dan habis
yang digunakan, beratnya pun berbeda-beda. USP menetapkan berat
supositoria 2 gram untuk orang dewasa apabila oleum cacao yang
digunakan sebagai basis. Sedang supositoria untuk bayi dan anak-anak,
ukuran dan beratnya dari ukuran dan berat untuk orang dewasa,
bentuknya kira-kira seperti pensil. Supositoria untuk vagina yang juga
disebut pessarium biasanya berbentuk bola lonjong atau seperti
kerucut, sesuai dengan kompendik resmi beratnya 5 gram, apabila
basisnya oleum cacao. Supositoria untuk saluran urin yang juga
disebut bougie bentuknya ramping seperti pensil, gunanya untuk
dimasukkan ke dalam saluran urin pria atau wanita. Supositoria saluran
urin pria bergaris tengah 3-6 mm dengan panjang 140 mm, walaupun
ukuran ini masih bervariasi satu dengan lainnya. Apabila basisnya dari
oleum cacao maka beratnya 4 gram. Supositoria untuk saluran urin
wanita panjang dan beratnya dari ukuran untuk pria, panjang 70
mm dan beratnya 2 gram dan basisnya oleum cacao (Ansel, 1989).
Penggunaan obat dalam suppositoria ada keuntungannya dibanding
penggunaan obat per os, yaitu:
1. Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
2. Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan.
3. Langsung dapat masuk saluran darah berakibat akan memberi efek
lebih cepat daripada penggunaan obat per os.
4. Dapat mempermudah bagi pasien yang mudah muntah atau tidak
sadar.

Bahan dasar yang digunakan supaya melelehkan pada suhu tubuh


atau dapat larut dalam cairan yang ada dalam rektum. Obatnya supaya
larut dalam bahan dasar bila perlu dipanaskan. Bila obatnya sukar larut
dalam bahan dasar maka harus diserbuk yang halus. Setelah obat dan
bahan dasar meleleh dan mencair dituangkan dalam cetakan
suppositoria dan didinginkan. Cetakan tersebut dibuat dari besi yang
dilapisi nikel atau dari logam lain , ada juga yang dibuat dari plastik.
Cetakan ini mudah dibuka secara longitudinal untuk mengeluarkan
suppositoria. ( IMO . Hal 158)
Nilai tukar dimaksudkan untuk mengetahui bobot lemak coklat
yang mempunyavolume yang sama dengan 1 g obat (Syamsuni,
2007).
Nilai tukar lemak coklat untuk 1 g obat, yaitu :
Acidum boricum

: 0,65

Aethylis aminobenzoas

: 0,7

Aminophylinum

: 0,37

Bismuthi subnitras

: 0,72

Sulfonamidum

: 0,68

Zinci oxydum

0,68
Garam alkaloid
0,86
Bismuthi subgallus
0,20
Ichtammolum
0,60
Tanninum
0,25
Faktor fisika kimia obat :
1.

Kadar obat dalam basis : jika kadar obat makin besar,arbsobsi obat
semakin cepat.

2.

Kelarutan obat : obat yang nudah larut dalam lemak akan lebih cepat
terarbsobsi daripada obat yang larut dalam air.

3.

Ukuran partikel obat : ukuran partikel pada obat akan mempengaruhi


kecepatan larutnya obat kecairan rektum. (Syamsuni. Hal)

BAB III
METODE DIOLOGI PRATIKUM
3.1 Alat dan Bahan
A. Alat

b.Bahan

1.

Mortir dan stemper

1. Luminal

2.

Timbangan dan anak timbangan

2. Acidi ascorbit

3.

Beaker glass

3. Coffein

4.

Gelas ukur

4. paracetamol

5.

Batang pengaduk

5.

Sudip

6. Trochis amonii

Pilulae

chini

sulfat
6.

clorida
7.

Etiket dan Perkament

7. Asetosal

8.

Cawan penguap

8. Na.bic

9.

Cetakan suppo

9. Plastatin ovula

3.2 Jurnal Pratikum


Contoh Resep
1. R/ Luminal 1,5
Acidi ascorbici 1,5
Mf. Pil no XXX
S3 dd I pil
Pro: Tari (12th)
2.

R/ Coffein 0,03
Phenobarbital 3
Paracetamol 125 mg
Mf.pil dtd no xx
S2 dd II pil
Pro: nanda (10 th)

3. R/ pilalue chini sulfas fuscae No XX


Mf. Pil
St dd pil 1
Pro : irma (9 th)
4. R/ trochis amonii clorida no.VI
S1 dd 1
Pro: desy (dws)
5. R/ Asetosal 0,45
Na.bic 1
Mf. Pil no XXV
St dd pil 1 pc
Pro: leli (17 th)
6. R/ flagystatin ovula no III
Mf .ovula
S1 dd 1 ovula
Pro :teri (dws)

Dr. Melly

SP. 988.02/10

Jl.Batang Hari III


Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/ coffein 0,03
Phenobarbital 3
Paracetamol 125 mg
Mf .pil dtd no XX
S2 dd II pil
Pro : nanda(10th)

Bahan obat

Gol obat

Dosis lazim

TM

pemerian

Khasiat

Coffein

10mg-60mg

0,5/1,3

Hablur

Stimulan

Phenobarbital

5mg,7,5mg,10mg 0,3/0,6

putih
Serbuk

Sedativ

15mg-20mg

hablur putih

500mg

Hablur

Analgetik/

putih

antifiretik

Parasetamol

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

pengisi radix 2gr u/ 30 pil

Pengikat succus 2gr u/ 60 pil

Pembasa aq gliserin 1:1

Penabur Lycopodium qs

Perhitungan Dosis

Tm : coffein (0,5/1,5)
1 p = 10/200,5 = 0,25
1h = 10/201,5 = 0,75
Dlm R/
1 p = 0,025 : 2 = 0,05 < 0,25 (TOD)
1 h = 0,03 2 = 0,06 < 0,75 (TOD)
Tm : phenobarbital (0,3/0,6)
1 p = 10/20 0,3 = 0,15
1h = 10/20 0,6 = 0,3
Dlm R/
1 p = 0,06 : 20 =0,003<0,15(TOD)
1h = 0,003 2 = 0,006< 0,3(TOD)

Penimbangan Bahan :
1. Coffein = 0,03 20 = 0,6 gr = 600 mg
2. Phenobarbital = 3 mg 20 = 60 mg

3. Pct = 125mg 20 =2500 mg


4. Radix = 2/30 20 = 1,33 gr =1330 mg
5. Succus = 2/60 20 = 0,66 gr = 660 mg
6. Gliserin = 1ml air : 1 gr gliserin
7. Lycopodium qs / talk

Prosedur Pembuatan Resep :


1. Timbang semua bahan
2. Buat masa pil dengan cara memasukan phenobaqarbital (+) kan coffein (+)
pct gerus ad homogen dalam lumpang (+) radix(+)kan succus liq gerus ad
homogen
3. Tetesi denga pembasah gliserin gerus dan tekan sampai memperoleh
massa yang plaktis.di lakukan secara sedikit demi sedikit.
4. Setelah massa pil terbentuk ,keluarkan dari lumpang gulung di atas papan
pailler roller sebanyak yg di inginkan
5. Masukan kedalam pot obat beri etiket putih tandai dua kali sehari dua pil
6. Beri label Ni
7. Obat siap di serakan

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )


Wadah

: pot obat

Etiket

:
Laborratorium resep
Akfar al-fattah

Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu


tgl:28/092012

No:01
Pro:nanda (10th)

dua kali sehari dua pil

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly

SP. 988.02/10

Jl.Batang Hari III


Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/ luminal 1,5
Acidi ascorbici 1,5
Mf. Pil no xxx
S3 dd II pil
Pro : tari (12th)

Bahan obat
luminal
Acidi

Gol obat
G
W

Dosis lazim

TM

pemberian

5mg,7,5mg,10mg 0,3/0,6 Serbuk


15mg-20mg

hablur putih

500mg

Serbuk

Khasiat
Sedativ
antiskorbut

hablur putih
Succus

Serbuk

pengikat

coklat
Radix

Serbuk

Pengisi

putih

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

: - pengisi radix 2gr u/ 30 pil


-

Pengikat succus 2gr u/ 60 pil

Pembasa aq gliserin 1:1

Perhitungan Dosis

Penabur Lycopodium qs

Tm : Luminal (0,3/0,6)
1 p = 12/20 0,3 = 0,18
1h = 12/20 0,6 = 0,36
Dlm R/
1 p = 1,5 : 30 =0,05<0,18(TOD)
1h = 0,05 3 = 0,015< 0,36(TOD)
Penimbangan Bahan :
1. Luminal = 1,5 gr
2. Acidin = 1,5
3. Radix = 2/30 30= 2gr =2000 mg
4. Succus = 2/60 30 = 1 gr = 1000mg
5. Gliserin = 1ml air : 1 gr gliserin
6. Lycopodium qs / talk
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan
2. Buat masa pil dengan cara memasukan luminal (+) kan acidi
ascorbikum gerus ad homogen dalam lumpang (+) radix(+)kan succus
liq gerus ad homogen
3. Tetesi denga pembasah gliserin gerus dan tekan sampai memperoleh
massa yang plaktis.di lakukan secara sedikit demi sedikit.

4. Setelah massa pil terbentuk ,keluarkan dari lumpang gulung di atas


papan pailler roller sebanyak yg di inginkan
5. Masukan kedalam pot obat beri etiket putih tandai tiga kali sehari satu
pil
6. Beri label Ni
7. Obat siap di serakan
Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )
Wadah

: pot obat

Etiket

:
Laborratorium resep
Akfar al-fattah

Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu


tgl:28/092012

No:02
Pro:tari (12th)

tiga kali sehari satu pil

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly
Jl.Batang Hari III

SP. 988.02/10

Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/ pillalue chini sulfas fuscae no xx

fo/ imo 92

Mf .pil

R/ quinin sulfat 50

St dd pil 1

succus liq 37,5

Pro : irma (9th)

saccharialbiaa 37,5
Aqua qs ad pil no M

Bahan obat

Gol obat

Quinin sul

Succus liq

Dosis lazim

TM

Pemberian

Khasiat

100mg-200mg

0,5/3

Hablur putih

Stimulan

Serbuk

Pengikat

hablur coklat
Sacchari

Zat(+)

albi
Aqua

pembasah

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

: Penabur Lycopodium qs

Perhitungan Dosis

Tm : quinin sulfat (0,5/3)


1 p = 9/ 20 0,5 =0,225

1 h = 9/20 3= 1,35
Dlm R/
1 p =1: 20 = 0,05 < 0,225 (TOD)
1 h = 0,05 3 = 0,15 < 1,35 (TOD)
Penimbangan Bahan :
1. Quinin sulf= 50/1000 20 = 1 g
2. succus = 3,75/1000 20 =0,75 g
3. sahari albi = 37,5/1000 20 = 0,75g
4. Aq Gliserin
5. Lycopodium qs / talk
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan
2. Buat masa pil dengan cara memasukan quinin sulfat (+) kan succus (+)
sahri albi gerus ad homogen dalam lumpang (+) kan aqua sedikit demi
sedikit ad massa pil
3. Setelah massa pil terbentuk ,keluarkan dari lumpang gulung massa pil di
atas papan paillen plant sebanyak yg di inginkan
4. Masukan kedalam pot obat beri etiket putih tandai tiga kali sehari satu
pil
5. Beri label Ni
6. Obat siap di serakan

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )

Wadah

: pot obat

Etiket

:
Laborratorium resep
Akfar al-fattah

Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu


tgl:28/092012

No:03

Pro:irma (9th)
tiga kali sehari satu pil

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly
Jl.Batang Hari III
Padang Harapan
Bengkulu

SP. 988.02/10

Bengkulu,5 sep 2012


R/trochis amonii clorida no. VI

fo/ trochis amonii clorida (ph ned)

Mf.trochis N

R/serbukamonim klorida 5

S1 dd 1

serbuk gula 10

Pro.desy (dws)
Serbukdrop35(succus)

Bahan obat Gol obat


Trochis
G
Serbuk
W
gula
Serbuk

Dosis lazim

TM
-/8

drop

Pemberian
Hablur putih

khasiat
ekspektran
Pengisi/pemanis

Serbuk

pengikat

hablur coklat

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

: Penabur talk qs

Perhitungan Dosis

Tm : (-/8)
1 p = 1h=8
Dlm R/

1 p =8
1 h = 0,05 < 8 (TOD)
Penimbangan Bahan :
1. Serbuk amoniium clorida= 5/100 6= 0,3 g = 300 mg
2. Serbuk gula = 10/100 6 =0,6 gr =600 mg
3. Serbuk drop (succus) = 35/100 6 = 2,1g = 2100 mg
4. Amilum clorida qs/talk qs
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan
2. Gerus serbuk gula ad halus (+) kan amonia clorida gerus ad homogen
(+) serbuk drop , gerus ad di peroleh masa pil .
3.

Setelah massa pil terbentuk ,keluarkan dari lumpang gulung massa pil
di atas papan paillen plant sebanyak yg di inginkan

4. Bentuk menjadi segitiga


5. Masukan kedalam pot obat beri etiket putih tandai satu kali sehari
satu trochis Beri label Ni
6. Obat siap di serakan

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )


Wadah

: pot obat

Etiket

:
Laborratorium resep
Akfar al-fattah

Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu


tgl:28/092012

No:01
Pro:desy (dws)

satu kali sehari satu trochis

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly

SP. 988.02/10

Jl.Batang Hari III


Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/ Asetosal 0,45
Na .bic 1

Mf .pil no XXV
St dd pil 1 pc
Pro : leli ( 17 th)
Bahan obat
Asetosal

Gol obat Dosis lazim


G

TM
1/8

pemberian
Khasiat
Hablur putih Analgetik
t berbau

Na .bic

/antiperetik
Antasida

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

Pengisi bolus alba (100 mg tiap pil)

Pengikat adeps/ vaslin alba(1/2 berat bolus + berat zat khasiat )

Penabur talk

Pengerjaan asetosal dan na.bic terpisah

Perhitungan Dosis

Tm : asetosal(1/8)
1 p = 17/20 1 = 0,85
1 h = 17/20 8 = 0,8
Dlm R/
1 p = 0,45/25= 0,018 < 0,85 (TOD)
1 h = 0,018 3 = 0,054 < 6,8 (TOD)

Penimbangan Bahan :
7. Asetosal = 0,45g = 450 mg
6. Na.bic = 1 gr = 1000 mg
Pengisi (bolus alba ) = 100 mg 25 =2500 mg
Berat zat khasiat = (0,45 + 1) = 1450 mg
2500 mg 1450 mg =1050 mg
Pengikat (vaslin) =1/2 (1.050 mg + 1450 mg)
= 1/2 .2500 mg =1250 mg
7. Penabur = talk qs
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan
2. Buat masa pil dengan cara:
Gerus asetosal dlm lumpang ad homogen (+) kan bolus alba gerus ad
homogen di peroleh masa pil .
Gerus na.bic dlm lumpang (+) bolus alba (+) kan vaslin sedikit demi
sedikit gerus terbentuk massa pil .
3. Campur kedua masa pil ,gerus ad homogen
4. keluarkan dari lumpang gulung massa pil di atas papan paillen plant
sebanyak yg di inginkan (25 pil) potong sampai dapat 25 pil bulat.
5. Masukan kedalam pot obat beri etiket putih tandai tiga kali sehari satu
pil sesudah makan
6. Beri label Ni
7. Obat siap di serakan

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )


Wadah

: pot obat

Etiket

:
Laborratorium resep
Akfar al-fattah

Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu


tgl:3/102012

No:05

Pro:leli (17th)
tiga kali sehari satu pil sesudah makan

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly

SP. 988.02/10

Jl.Batang Hari III


Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/flasgystatin ovula no III

Mf. Ovula

fo/ flasgystatin

S1 dd 1 ovula

R/ metrodinasol 500 mg

Pro : teri (dws)

Bahan obat
Flagystatin
Nistatin

Gol obat Dosis lazim


G
W

nistatin 100.000 ui

TM

pemberian
Hablur putih

Khasiat
Anti amuba
Anti jamur

Kelengkapan Resep

: jm prtek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

:
-

sediaan dilebikan satu ovula

Nistatin tersedia di lebur 500.000 ui

Basis yg digunakan adalah campuran glatin 2 bagian glatin, 4 bagian , 5


bagian gliserin = 11

Berat ovula yang diminta 5 g = 3- 6 gr

Perhitungan Dosis

Penimbangan Bahan :
1. Metronidasol = 500mg 4 ovula = 2000 mg = 2 g
2. Nistatin = 100.000 ui / 500.000 4 ovula = 0,8 gr
3. Berat ovula = 5 gr 4 ovula = 2 gr
5. Basis = 20 gr (2 + 0,8 ) = 17,2 gr
6. Gelatin = 2 / 11 17,2 gr = 313
7. Air = 4 / 11 = 17,2 gr = 6,25 gr

8. Glisrin = 5 / 11 17,2 gr =7,82


9. Nivagin = 0,12 / 100 4 ovula = 0,0048 gr = 50 mg
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan
2. Gerus glatin (+) kan air (+) kan gliserin diatas water bath ad cair homogen
3. Kemudian masukan kedalam lumpang gerus, larutkan nipagin dengan air
panas .
4. Tambakan metronedasol (+) kan nistatin ,(+) nipagin ad homogen.
5. Keluarkan dari lumpang atau cawan masukan dalam cetakan yang
sebelumnya sudah dilapisi dahulu dengan paravin liq, bentuk torpedo.
6. Batasi cetakan dengan batu es biarkan ad supposp terbentuk, setelah itu
masukan kedalam kotak .
7. Beri etiket biru tandai satu kali sehari satu ovula
8. Obat siap di serakan

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )


Wadah

: pot obat

Etiket

Laborratorium resep
Akfar al-fattah
Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu
No:06
tgl:23/102012
Pro: tery (dws)
satu kali sehari satu ovula

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter

Dr. Melly

SP. 988.02/10

Jl.Batang Hari III


Padang Harapan
Bengkulu
Bengkulu,5 sep 2012
R/Phenobarbital 0,005
Reserpin

0,02

Mf. Pil dtd no xxv


Stdd pil 1
Pro : Ny Ria

Bahan obat

Gol

Dosis lazim

TM

pemberian

Khasiat

Phenobarbital

obat
G

0,3/0,6

Hablur

Hipnotip

Reserpin

mg,7,5mg,10mg
putih
500mg1000,001/0,05 Hablur
250mg

/sedativ

putih

Kelengkapan Resep

: jam pratek dokter,alamat pasien,paraf dokter.

Obat Tidak Tercampur

Usul

:
-

Tambahkan pengisi yang digunakan radik 2 gr untuk 30 pil

Tambahkan pengikat yang digunakan succus liq 2 gr untuk 60 pil

Tambahkan pembasah yang digunakan gliserin qs

Tambahkan penabur yang digunakan liqopodium qs

Perhitungan Dosis

Tm = phenobarbital 0,3/0,6
I p = 0,3

Penurunan dosis Tm Reserpin:


80/100 0,001 = 0,0008 < 0,001

(tod)
1 h = 0,6

PB = 0,0008 25 = 0,02 = 20 mg

Dlm R/
1 p = 0,125/ 25 = 0,005 < 0,3 (tod)
1 h = 0,005 3 = 0,0015 < 0,6 (tod)
Tm Reserpin 0,001/0,05
1 p = 0,05/25 =0,02 > 0,005 (od)
mg = 200mg

Pengenceran Reserpin = 20 mg
Timbang = 50 mg
Radix = 450 mg
yang diambil =20mg/50mg 500

1 h = 0,002 3 = 0,06 > 0,005 (od)

Sisa pengenceran = 500mg-200mg

= 300 mg
Penimbangan Bahan :
1. Phenobarbital = 0,005 25 = 0,125 mg
2. Reserpin = 0,02 25 = 500 mg
3. Radix = 2/30 25 = 1,66 = 1700 mg
4. Succus = 2/60 25 = 0,833 gr = 800 mg
5. G;iserin qs
6. Talk qs
Prosedur Pembuatan Resep :
1. Timbang semua bahan yang terdapat dalam resep
2. Buat pengenceran reserpin dengan cara mencampurkan m1
3. Buat massa pil dengan cara campurkan m1 (+) phenobarbital gerus ad
homogen (+) radix gerus (+) succus liq gerus ad homogen.
4. Tetesi dengan pembasah (gliserin) sambil gerus dan ditekankan sampai
memperoleh masa saling mengikat dan praktis penambahan dan pembasah
dilakukan dengan sedikit demi sedikit
5. Setelah masa pil terbentuk keluarkan dari lumpang bagi pil bila perlu
dengan menimbang/ dibuat batang dengan cara digulung diatas pilen roller
dengan panjang yang sama dengan yang diminta
6. Setelah pil menjadi bulat buka glindingan dipiller plank
7. Masukkan kedalam pot obat beri etiket putih tandai tiga kali sehari satu
pil label Ni
8. Obat siap diserahkan.

Penyerahan ( wadah,etiket, dan label )


Wadah

: pot obat

Etiket

Laborratorium resep
Akfar al-fattah
Jl.indragiri gg.3 serangkai bengkulu
tgl:28/092012

No:07
Pro: Ny Ria

tiga kali sehari satu pil

Label

Tidak boleh diulang tampa resep dokter