Anda di halaman 1dari 1

Vaksin DTP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis)

Terdapat dua macam vaksin DTP yaitu DTwP (whole-cell pertussis) dan DtaP (acelluler pertussis). Vaksin ini tidak diberikan pada anak kurang dari 6 minggu,

disebabkan respons terhadap pertussis dianggap tidak optimal, sedang respons terhadap toksoid tetanus dan difteria cukup baik tanpa memperdulikan adanya antibodi maternal. Imunisasi dasar DTP diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan dengan interval 4-8 minggu. Interval terbaik 8 minggu. DTP-1 diberikan pada umur 2 bulan, DTP-2 pada umur 4 bulan, dan DTP-3 pada umur 6 bulan. Ulangan booster DTP selanjutnya DTP-4 diberikan

pada umur 18-24 bulan dan DTP-5 pada saat masuk sekolah umur 5 tahun. Menjelang pubertas vaksin tetanus ke-5 diberikan Td atau TT pada umur 10 tahun untuk imunitas selama 25 tahun. Bila vaksinasi sebelumnya dimulai dengan DPwT maka vaksinasi berikutnya boleh dilanjutkan dengan DpaT dan sebaliknya. Jadwal imunisasi catch-up yang terlambat memulai imunisasi atau yang tertinggal dari jadwal lebih dari 1 bulan: Bila terlambat jangan mengulang dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi vaksinasi seperti jadwal, tidak peduli berapapun jarak waktu / interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya. Bila pada umur <12 bulan belum pernah imunisasi dasar, maka vaksinasi diberikan sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun untervalnya. Bila vaksin ke-4 terlewat dari umur 2 tahun sebelum berumur 4 tahun, maka vaksin-5 secepat-cepatnya 6 bulan. Bila vaksin ke-4 setelah berumur 4 tahun, maka vaksin-5 tidak perlu lagi, selanjutnya nanti diberikan vaksin-6 (dT) pada umur 10 tahun. Pada umur >7 tahun yang belum pernah mendapat DPT diberikan Td 2 kali dengan interval 1-2 bulan, Td ke 3 diberikan dengan interval 6-12 bulan. Jangan diberikan DPwT atau DpaT walaupun vaksin tersedia. Dosis vaksin DTwP, DTaP, DT atau Td adalah 0,5 ml, diberikan secara intramuskular, baik untuk imunisasi dasar maupun ulangan. Vaksin DTP dapat diberikan secara kombinasi dengan vaksin lain yaitu DTwP/HepB, DTaP/HiB, DTwP/Hib, DTaP/IPV, DTaP/HiB/IPV sesuai jadwal. Reaksi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang dapat terjadi pada vaksin DPT yaitu demam tinggi, rewel, di tempat suntikan timbul kemerahan, nyeri, dan pembengkakan. Reaksi ini akan hilang dalam beberapa hari.