Anda di halaman 1dari 9

2010

MET !E " #$%&'$'& ()T(K ME)*(K(% #$+( K % '&


Esthi Kusumadewayanti (2110100047) ,indun $malia (21101000-.) 'udah/a (211010010.)

METODE POLARISASI UNTUK MENGUKUR LAJU KOROSI


[Type the document subtitle]
Esthi Kusumadewayanti (2110100047) user 1/1/2013

&)'T&T(T TEK) # *& 'E"(#(, ) "EM1E% '(%$1$2$

METODE POLARISASI UNTUK MENGUKUR LAJU KOROSI 1.1. Metode Ekstrapolasi Tafel Metode ekstrapolasi Tafel adalah metode untuk mengukur laju korosi basah dengan menarik garis lurus pada daerah linear kurva polarisasi katodik dan kurva polarisasi anodik sehinggga kedua garis tersebut berpotongan pada satu titik, dimana titik ini menunjukkan icorr dan Ecorr. Dalam metode ekstrapolarisasi Tafel, kurva polarisasi katodik lebih digunakan untuk menentukan laju korosi dibandingkan kurva polarisasi anodik. Hal ini disebabkan polarisasi katodik bersifat cepat dan reversibel sedangkan polarisasi anodik bersifat ireversibel. Pada larutan asam kuat, reaksi reduksi yang terjadi berupa pembentukkan ion hidrogen menjadi gas hidrogen sehingga ekstrapolasi Tafel katodik merupakan ekstrapolasi reaksi reduksi dari ion hidrogen. H! ! e" # H $erikut ini merupakan contoh ekstrapolasi Tafel dalam larutan asam kuat H %&' seperti terlihat pada gambar (.(a.

)ambar (.(a Ekstrapolasi Tafel baja karbon dalam larutan ( * H %&'

Pada gambar (.(a, data polarisasi katodik dan anodik besi dalam larutan asam di"plot dalam sebuah grafik potensial"densitas arus secara eksperimental. $erdasarkan eksperimental, kurva polarisasi katodik dan anodik tidak berpotongan pada satu titik sehingga perlu didekatkan dengan ekstrapolasi Tafel untuk mengetahui laju korosi yang terjadi. Ekstrapolasi Tafel dilakukan dengan menarik garis lurus pada daerah linear dari kurva polarisasi katodik sedangkan pada kurva polarisasi anodik, garis lurus diperoleh dari perhitungan data katodik. Hal ini disebabkan tidak adanya daerah linear yang ditunjukkan pada kurva polarisasi anodik sehingga perhitungan dari data katodik digunakan untuk menentukan garis lurus pada kurva polarisasi anodik. Perpotongan antara kurva polarisasi katodik dan anodik ini akan menunjukkan icorr dan Ecorr. +aju korosi dapat ditentukan dengan icorr yang terjadi pada perpotongan kedua kurva. Pada larutan garam, reaksi reduksi yang terjadi bukan merupakan pembentukkan gas hidrogen dari ion hidrogen melainkan pembentukan gas hidrogen dan ion hidroksida dari penguraian air sehingga ekstrapolasi Tafel katodik merupakan ekstrapolasi reaksi reduksi dari air. H & ! e" # H ! &H" $erikut ini merupakan contoh ekstrapolasi Tafel dalam larutan garam *a %&' seperti terlihat pada gambar (.(b.

)ambar (.(b Ekstrapolasi tafel baja karbon, baja karbon yang dilindungi seng dan baja karbon yang dilindungi seng"aluminium dalam larutan sodium sulfat

Pada gambar (.(b, menunjukkan kecenderungan ekstrapolasi Tafel katodik untuk baja karbon yang tidak dilindungi, dilindungi seng, dan dilindungi ,l"-n dalam larutan garam, dimana terjadi reaksi reduksi air menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida. Perlindungan dengan lapisan seng dan ,l"-n pada baja karbon mengurangi polarisasi katodik yang terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan potensial dari baja karbon yang diberikan lapisan seng dan ,l"-n $erdasarkan gambar ..(b, dapat dilihat bah/a laju korosi pada baja karbon yang tidak dilindungi lebih besar dibandingkan laju korosi dengan perlindungan seng dan ,+"-n. 1. . Metode Resista!si Polarisasi Metode resistansi polarisasi merupakan metode pengukuran laju korosi dengan menarik garis linear dari kemiringan kurva polarisasi katodik dan anodik, dimana kemiringan dari kurva linear tersebut menggambarkan laju korosi. 0esistansi polarisasi adalah ketahanan material terhadap oksidasi selama proses diberi arus dari luar yang dinyatakan melalui persamaan 1 ..........................................2(.(3 dimana 1 0p 4 resistansi polarisasi 5c 4 konstanta Tafel katodik 5a 4 konstanta Tafel anodik

)ambar (. a 6urva polarisasi anodik dan katodik secara teoritis

%ecara teoritis, kurva polarisasi katodik dan anodik merupakan garis linier, dimana pada kurva polarisasi katodik, potensial akan menurun dengan bertambahnya arus sedangkan pada kurva polarisasi anodik, potensial akan meningkat dengan bertambahnya arus seperti pada gambar (. a. Dari kurva polarisasi katodik dan anodik, akan diperoleh perpotongan pada satu titik yang menunjukkan icorr dan Ecorr. $erdasarkan hal tersebut, kurva eksperimental yang diharapkan merupakan penurunan dari iapp,c 4 ic "ia.......................................2(. 3 iapp,a 4 ia 7ic.......................................2(.83 dimana 1
iapp,c ic ia 4 densitas arus yang diaplikasikan pada potensial yang sama 4 arus densitas untuk proses reduksi pada potensial yang sama 4 arus densitas untuk proses oksidasi pada potensial yang sama

%edangkan untuk potensial katodik dan anodik diperoleh dari .............................................2(.'3 ..............................................2(..3 dimana 1
-

9c 9a 5c 5a icorr ic ia

4 potensial katodik 4 potensial anodik 4 konstanta Tafel katodik 4 konstanta Tafel anodik 4 densitas arus sebagai laju korosi 4 arus densitas yang diaplikasikan 4 arus densitas yang diaplikasikan

6urva polarisasi katodik dan anodik secara teoritis ini digunakan untuk mensimulasikan kurva polarisasi eksperimental yang di" plot pada koordinat linier dengan menggunakan konstanta Tafel seperti pada gambar (. b,(. c,dan (. d. Pada gambar (. b, (. c, dan (. d, densitas arus dan potensial dibagi menjadi daerah katodik dan anodik, dimana iapp dan di"plot pada pada masing"masing daerah sehingga diperoleh kurva katodik anodik. 6emudian ditarik garis linear yang menyinggung daerah linear pada kurva tersebut. 6urva tersebut memiliki daerah linear pada potensial yang rendah, dimana kelinearannya bergantung pada konstanta Tafel. Pada gambar (. b, garis linear menyinggung kurva katodik anodik pada nilai potensial yang cukup tinggi, dimana konstanta Tafel yang digunakan sebesar ((: m; untuk anodik dan "((:m; untuk katodik. Pada gambar (. c, garis linear menyinggung kurva katodik anodik pada nilai potensial yang rendah, dimana konstanta Tafel lebih rendah dibandingkan gambar (. b yaitu 8< m; untuk anodik dan "8< m; untuk katodik. Pada gambar (. d, garis linear menyinggung kurva katodik anodik pada potensial rendah, dimana bentuk kurva katodik dan anodik tidak simetris. Hal ini disebabkan konstanta Tafel antara katodik dan anodik tidak sama.

)ambar (. b 6urva polarisasi secara eksperimental pada konstanta Tafel anodik ((: m; dan katodik "((: m;

)ambar (. c 6urva polarisasi secara eksperimental pada konstanta Tafel anodik 8< m; dan katodik "8< m;

)ambar (. d 6urva polarisasi secara eksperimental pada konstanta Tafel anodik 8< m; dan katodik "((: m;

Hubungan +aju 6orosi dengan 0esistansi Polarisasi Hubungan laju korosi dengan resistansi polarisasi dapat dilihat pada gambar (.8. Pada gambar tersebut, dapat dilihat bah/a semakin besar resistansi polarisasi maka semakin kecil laju korosi yang terjadi. Hal ini disebabkan kemampuan material untuk tahan terhadap oksidasi lebih besar, dimana reaksi oksidasi menunjukkan material tersebut terkorosi. $erdasarkan gambar (.8, dapat diketahui bah/a semakin besar konstanta Tafel maka semakin besar resistansi polarisasi dan semakin kecil laju korosi yang terjadi. Hal ini membuktikan persamaan (.( untuk menentukan resistansi polarisasi.

)ambar (.8 Hubungan eksperimental antara laju korosi , icorr dan resistansi polarisasi

1.". Metode I!str#$e!tal #!t#k Resista!si Polarisasi 1.%. Probes Pe$a!ta# Korosi 1.&. Kesala'a! Pe!(#k#ra! Resista!si Polarisasi 1.). Metode Lai! #!t#k Me!e!t#ka! La*# Korosi