Anda di halaman 1dari 14

AUDITING

SOAL DAN JAWABAN CHAPTER 2, 3, 4, 5 (SOAL GANJIL)

OLEH

MUHAMMAD AFDHAL S. C 30 11 023

AKUNTANSI S1 FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TADULAKO
2013

Auditing

BAB 2: PENGAUDITAN SIKLUS PENDAPATAN 1. Akun atau rekening apa saja yang akan terkait dalam pengauditan siklus pendapatan? Jawab: 1. Penjualan 2. Piutang Dagang 3. Harga Pokok Penjualan 4. Kas 5. Persediaan Barang Dagangan 6. Potongan Penjualan 7. Retur Penjualan 8. Kerugian atau biaya piutang tak tertagih 9. Cadangan kerugian piutang 3. Jelaskan tentang risiko bawaan yang ada pada siklus pendapatan! Jawab: Faktor-faktor yang mendorong manajemen untuk mensalah sajikan asersi siklus pendapatan yaitu menyatakan pendapatan yang terlalu tinggi dan menyatakan terlalu tinggi kas atau piutang kotor atau terlalu rendah penyisihan piutang tak tertagih . Faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pendapatan: 1. Volume transaksi penjualan, penerimaan kas dan penyesuaian penjualan yang tinggi. 2. Penentuan waktu pengakuan pendapatan berkaitan dengan standar akuntansi yang ambigu, dilakukan estimasi, dan kompleksitas perhitungan 3. Mengklasifikasikan piutang sebagai piutang lancar atau tidak lancar karena sifat penagihannya. 4. Transaksi penerimaan kas menghasilkan aktiva likuid yang sangat diminati 5. Adanya potensi terjadi manipulasi dalam transaksi penyesuaian penjualan untuk menutupi korupsi

Auditing

5. jelaskan rincian tujuan asersi keberadaan atau keterjadian pada siklus pendapatan! Jawab: Berdasarkan PSA 07 (SA 326) menggolongakan lima kategoti pernyataan yang luas, salah satunya mengenai asersi mengenai keberadaan atau keterjadian, yaitu: Asersi mengenai keberadaan atau keterjadian, ini berkaitan dengan apakah aktiva kewajiban dan ekuitas yang tercantum dalam neraca benar-benar ada pada tanggal neraca serta apakah pendapatan dan beban yang tercantum dalam laporan laba rugi benar-benar terjadi selama periode akuntansi. Tujuan audit berkait-transaksi dari auditor adalah sejalan dan berkaitan erat dengan pernyataan manajemen. Tujuan audit berkait-transaksi dimaksudkan untuk berfungsi sebagi kerangka kerja bagi auditor dalam mengumpulkan bahan bukti komponen yang cukp dibutuhkan oleh stnadaar pekerjaan lapangan ketiga dan memutuskan bahan bukti yang pantas unutk dikumpulaknsesuai dengan penugasan. Tujuan ini akan tetap sama dari suatu audit ke audit lainnya tetapi bahan buktinya berlainan, tergantung pada keadaan. (1.) Eksistensi-transaksi yang tercatat memang eksis, tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi nyang di catat secara aktual memang terjadi. Memasukkan penjualan ke dalam jurnal penjualan diman penjualan tidak terjadi merupakan penyimpangan dari tujuan eksistensi. Tujuan ini merupakan cara auditor unutk memenuhi esersi menejemen mengenai eksistensi atau keterjadian.

Auditing

7. Berikut adalah contoh pertanyaan dalam kuesioner transaksi penjualan kredit: FUNGSI Penerima Order Pelanggan CONTOH PERTANYAAN Apakah order pelanggan dibandingkan daftar pelanggan yang telah disetujui? Apakah diperlukan otorisasi supervisor atas setiap order pelanggan dari pelanggan yang baru? Apakah formulir order penjualan disiapkan atas setiap order pelanggan yang disetujui? Apakah pengecekan kredit dilakukan terhadap semua klien baru? Apakah dalam setiap persetujuan kredit, karyawan memperhatikan limit kredit pelanggan yang bersangkutan? Apakah ada otorisasi atau tanda tangan bagian kredit atas setiap persetujuan kredit? Apakah formulir order penjualan yang disetujui, disyaratkan sebelum order dipenuhi dan barang dikeluarkan? Apakah bagian gudang hanya mengeluarkan barang sesuai kuantitas dan keterangan lain yang tercantum dalam order penjualan. Apakah pemeriksaan independen dilakukan atas kesesuaian barang yang diterima dari gudang dengan formulir order penjualan yang telah disetujui? Apakah dokumen pengiriman dibuat atas setiap pengiriman? Apakah dilakukan penandingan atau pengecekan kesesuaian antara dokumen pengiriman dengan order penjualan yang disetujui? Apakah dilakukan penandingan faktur penjualan dengan dokumen pengiriman? Apakah dilakukan pengecekan independen atas penentuan harga, dan ketepatan perhitungan matematis setiap faktur penjualan?

Persetujuan Kredit

Pemenuhan Order Pelanggan

Pengiriman Barang Dagangan

Penagihan pada Pelanggan

9. Mengapa auditor meminta cut off bank statement? Jelaskan! Jawab: Auditor memerlukan hal tersebut untuk merekonsiliasi saldo kas menurut cutoff bank statement dengan saldo kas menurut catatan klien. Cutoff bank statement merupakan rekening Koran bank yang mencakup jangka waktu yang lebih pendek dari jangka waktu rekening Koran regular, biasanya 10 sampai 15 hari. Atas dasar cutoff bank statement tersebut, auditor membuat rekonsiliasi bank untuk membuktikan ketelitian catatan atas kas klien dan membuktikan status setoran dalam perjalanan dan cek yang beredar yang tercantum di dalam rekonsiliasi bank yang dibuat oleh klien pada tanggal neraca yang berkaitan dengan asersi keberadaan dan keterjadian.
Auditing 4

BAB 3 PENGAUDITAN SIKLUS PENGELUARAN 1. Rekening apa saja yang akan terkait dalam pengauditan siklus pengeluaran? Jawab: Jenis-Jenis Akun Yang Mempengaruhi Audit Terhadap Siklus Pengeluaran Dalam siklus ini terdapat dua transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. Transaksi pembelian dan pengeluaran kas mempengaruhi sejumlah rekening sebagai berikut : 1. Persediaan 2. Persediaan bahan baku 3. Biaya dibayar dimuka 4. Plant asset 5. Asset lain-lain (missal : aktiva tak berwujud) 6. Kembalian pembelian 7. Potongan pembelian 8. Berbagai jenis biaya 9. Utang dagang 10. Kas 3. Relaskan tentang risiko bawaan yang ada pada pemeriksaan siklus pengeluaran! Jawab: Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh secara individual pada hanya satu rekening saja, tetapi dapat berpengaruh pada lebih satu transaksi. Dalam menetapkan risiko bawaan untuk asersi-asersi siklus pengeluaran, auditor harus mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi di seluruh laporan keuangan. Faktor-faktor risiko melekat yang berhubungan dengan transaksi-transaksi siklus pengeluaran meliputi : 1. Tekanan untuk melakukan kurang saji biaya agar bisa laporan keuangan memenuhi target laba atau norma industri tertentu yang dalam kenyatannya tidak tercapai dikarenakan kondisi ekonomi. 2. Tekanan untuk melakukan kurang saji utang agar bisa membuat laporan yang menunjukkan modal kerja lebih tinggi pada saat perusahaan menghadapi masalah likuiditas
Auditing 5

3. Kecurangan karyawan melalui pengeluaran kas tanpa persetujuan yang sah 4. Volume transaksi yang banyak 5. Pembelian dan pengeluaran kas bisa dilakukan tanpa otoritas yang sah 6. Pembelian aktiva yang bisa diselewengkan 7. Pembayaran faktur dari penjual yang sebenarnya tidak dilunasi 8. Persoalan akuntansi yang meragukan, misalnya, apakah cost (harga perolehan) dikapitalisasi atau dianggap biaya. Faktor tersebut sangat menentukan seberapakah tingkat risiko melekat dalam transaksi siklus ini. Menghadapi kemungkinan tersebut, auditor harus merumuskan strategi dengan menggabungkan tingkat risiko pengendalian yang rendah dan pengujian substansi dalam siklus pengeluaran. 5. Jelaskan rincian tujuan asersi keberadaan dan keterjadian pada siklus pengeluaran! Jawab: a. Pencatatan utang dagang merupakan jumlah yang menjadi kewajiban perusahaan pada tanggal neraca. b. Pencatatan asset tetap menunjukan aktiva yang benar-benar digunakan dalam operasi pada tanggal neraca. c. Pencatatan transaksi pembelian menunjukkan bahwa barang-barang, aktiva produktif, dan jasa-jasa yang diterima dalam periode yang diaudit. d. Pencatatan transaksi pengeluaran kas benar-benar terjadi untuk periode yang diaudit dan benar-benar dibayarkan kepada supplier dan kreditor. Sehingga perlu diketahui bahwa Asersi ini berhubungan dengan apakah aktiva atau hutang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu. 7. Berikan 5 buah contoh pertanyaan dalam kuisioner system pembelian kredit! Jawab: a. Fungsi permintaan barang atau jasa, Pertanyaan: Apakah formulir order pembelian tidak disiapkan atas setiap permintaan pembelian? b. Fungsi penyiapan order pembelian,
Auditing 6

Pertanyaan: Apakah formulir permintaan pembelian yang dibuat dan disetujui, digunakan sebagai syarat penting dalam pembuata order pembelian? c. Fungsi pemenuhan order penjualan, pertanyaan: Apakah barang dihitung dan dilakukan pemeriksaan serta dibandingkan dengan order pembelian? d. Penyimpan barang (gudang), Pertanyaan: Apakah ada petugas yang menjaga dan mengawasi keamanan gudang penyimpan? e. Pembayaran voucher pembayaran, Pertanyaan: Apakah dilakukan pengecekan independen atas ketepatan perhitungan matematis atas faktur pemasok dan voucher?

9. Mengapa auditor harus hati-hati dalam memeriksa kontrak leasing? Jelaskan! Jawab: Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh, laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam, laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian) Ada tiga alasan utama mengapa auditor harus merencanakan penugasannya dengan baik: a. b. c. Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang mencukupi dalam situasi saat itu. Untuk membantu menekan biaya audit agar dapat bersaing dengan yang lain. Untuk menghindari salah pengertian dengan klien.

Auditing

BAB 4 PENGAUDITAN SIKLUS JASA PERSONALIA 1. jelaskan kaitan antara siklus personalia dengan siklus pengeluaran produksi? Jawab: Perencanaan audit siklus produksi Siklus produksi berkaitan dengan proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Siklus ini meliputi perencanaan dan pengendalian tentang jenis dan jumlah barang yang diproduksi, tingkat persediaan yang harus diselenggarakan,dan transaksi-transaksi serta kejadiankejadian yang bersangkutan dengan proses produksi. Transaksi dalam siklus ini dimulai pada saat bahan baku diminta untuk keperluan produksi, dan diakhiri dengan pengiriman barang yang diproduksi menjadi barang jadi. Transaksi-transaksi dalam siklus ini disebut transaksi-transaksi produksi. Siklus produksi bersinggungan dengan tiga siklus berikut yaitu: 1) siklus pengeluaran dalam hal pembelian bahan baku dan berbagai pengeluaran biaya overhead, 2) siklus personalia dalam hal terjadi pengeluaran biaya tenaga kerja produksi, 3) siklus pendapatan dalam hal penjualan barang jadi. Perencanaan audit siklus personalia Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis konpensasi meliputi gaji, upah, (per jam, per hari atau per unit pekerjaan), komisi,bonus, tunjangan, opsi membeli saham, berbagai kesejahterahaan (benefit) yang diberikan kepada pegawai (misalnya asuransi kesehatan). Kelompok transaksi utama dalam siklus ini adalah transaksi-transaksi penggajian/ pengupahan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. Sehingga kaitan siklus ini adalah adanya kenyataan bahwa pembayaran gaji dan upah dilakukan sebagai imbalan atau balas jasa atas tenaga karyawan yang diberikan dalam proses produksi. Tenaga karyawan digunakan untuk menghasilkan produk. 3. Jelaskan penerapan konsep materialitas pada siklus personalia? Jawab: Materialitas Alokasi materialitas pada rekening-rekening yang dipengaruhi oleh transaksi-transaksi dalam siklus ini sangat beranekaragam tergantung pada berbagai faktor. Hal utama yang harus diperhatikan dalam menilai pengalokasian materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan bisa mempengaruhi keputusan para pemakai laporan keuangan. Pertimbangan kedua adalah
Auditing 8

berkaitan dengan adanya biaya untuk mendeteksi kekeliruan. Audit atas persediaan termasuk observasi keberadaan persediaan dan pengauditan penilaian persediaan,biasanya cukup mahal. Oleh sebab itu auditor biasanya mengalokasikan materialitas dalam jumlah yang besar untuk mengaudit persediaan dengan tidak melebihi jumlah yang ia yakini akan mempengaruhi analisis yang dibuat pemakai laporan keuangan. Untuk perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan professional, jasa personalia biasanya merupakan salah satu pos biaya yang besar. Pada lembaga-lembaga pendidikan, jasa personalia pada umumnya merupakan pengeluaran yang utama. Perkembangan yang pesat pada perusahaan-perusahaan jasa menyebabkan semakin pentingnya peranan tenaga kerja, sehingga siklus jasa personalia pada banyak perusahaan merupakan bidang audit yang material. Di lain pihak, saldo rupiah utang gaji dan upah pada umumnya tidak begitu signifikan, namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham dan program pensiun biasanya merupakan pengungkapan yang material. 5. Bagaimanakah penerapan pengendalian pada Fungsi pengotorisasian pengubahan gaji dan upah? Jawab: Fungsi ini dipegang oleh departemen personalia. Supervisor karyawan atau atasan karyawan tersebut dapat mengusulkan kerubahan tarif gaji dan upah atau kenaikan jabatan. Fungsi ini bertugas untuk menentukan layak tidaknya usul tersebut diterima. Fungsi ini penting, karena dengan adanya pengotorisasian yang dikendalikan oleh satu departemen, membuat alur mengenai pengusulan gaji dan upah atau kenaikan jabatan tidak memakan waktu lama dalam proses pembuatannya, sehingga cost yang dikeluarkan menjadi efisien dan hasilnya berupa benefit waktu, dan tenaga dapat dapat dirasakan dan dioptimalkan dalam aktivitas lain, dan akhirnya membuat kenyaman untuk semua pihak yang bersangkutan. Pengendalian yang diterapkan dalam fungsi ini adalah:
1.

Pemisahan tugas dengan fungsi lain terutama fungsi pengotorisasian cek gaji dan upah dan fungsi pencatatan. Pembatasan akses ke time card, file komputer yang berkaitan dengan gaji dan upah, serta catatan gaji dan upah.

2.

Pengendalian atas pengubahan gaji dan upah dapat meningkatkan keyakinan atas ketepatan penentuan jumlah rupiah gaji dan upah.

Auditing

7. Sebutkan kemungkinan-kemungkinan salah saji potensial pada siklus personalia! Jawab: a. Fungsi penerimaan karyawan, Salah saja potensial; Karyawan fiktif (yang tidak bekerja) dimasukkan dalam data gaji dan upah. b. Fungsi pengotorisasian perubahan data karyawan dan tariff gaji. Salah saji potensial; Karyawan menerima pembayaran gaji melebihi yang semestinya, dan tenaga kerja yang berhenti tetap menerima pembayaran. c. Fungsi pelaksana absensi dan data waktu kerja, Salah saji potensial; Karyawan dibayar atas jam dimana dia tidak bekerja. d. Pelaksana gaji dan upah Salah saji potensial; Data karyawan hilang saat pemasukan data ke computer. e. Fungsi pencatatan gaji dan upah. Salah saji potensial; Adanya kesalahan pengolahan pencatatan gaji dan upah. f. Fungsi pembayaran gaji dan upah. Salah saji potensial; Cek gaji diberikan kepada orang yang tidak berhak.

9. Bagaimanakah langkah-langkah pengujian pengendalian biaya gaji dan upah? Jawab: Adapun langkah-langah pengujian pengendalian biaya gaji dan upah adalah: 1. Menghimpun register gaji dan upah dari bagian yang gaji dan upah, kemudian memeriksa ketepatan dengan penghitungan matematisnya. 2. Menghimpun ringkasan atau rekap gaji dan upah, beserta ringkasan distribusi tenaga kerja yang terkait dengan cara: a. Memeriksa ketepatan matematis kedua dokume tersebut. b. Kemudian membandingkannya dengan total yang ada dalam register gaji dan upah. c. Melakukan pengusutan total dalam register gaji ke catatan akuntansi termasuk akuntansi biaya.
Auditing 10

3. Memilih sampel karyawan secara acak/random dari register gaji. 4. Melakukan penghimpunan arsip personalianya, kemudian: a. memeriksa kelengkapan arsip karyawan yang bersangkutan b. kemudian membandingkan informasi atas pengurangan gaji dan upah dalam catatan yang bersangkutan yakni dalam catatan personalia dengan penjurnalan dalam register gaji tersebut, menghimpun laporan waktu dan dihitung penerimaan kotornya. c. melakukan pengusutan penjurnalan dalam register gaji tersebut dengan posting-nya 5. Melakukan Pendokumentasian setiap temuan penyimpangan yang diperoleh melalui ke empat langkah di atas.

Auditing

11

BAB 5 PENGAUDITAN SIKLUS PRODUKSI; PERSEDIAAN 1. Mengapa perbedaan jenis usaha akan menimbulkan perbedaan karakteristik persediaan setiap jenis usaha? Jawab: persediaan barang merupakan sejumlah barang-barang yang disediakan oleh perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen. Perbedaan jenis usaha akan menimbulkan perbedaan karateristik persediaan setiap jenis usaha. Fungsi persediaan barang pada perusahaan industri berbeda dengan persediaan barang pada perusahaan dagang. Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali, tanpa mengubah kembali barang tersebut. Untuk perusahaan pabrik, termasuk dalam persediaan adalah barangbarang yang digunakan untuk proses produksi selanjutnya. Persediaan dalam perusahaan pabrik terdiri dari persediaaan bahan baku, persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi. 3. Bagaimanakah strategi audit untuk mengaudit persediaan? Jawab: Tingginya risiko bawaan siklus produksipersediaan menyebabkan banyak perusahaan memprioritaskan atau memperluas struktur pengendalian intern siklus produksi dan persediaan untuk mencegah dan mendeteksi salah saji.strategi audit yang sering dipake adalah pendekatan tingkat resiko kontrol yang ditetapkan lebih rendah. Pada pendekatan tingkat risiko kontrol yang lebih rendah dilakukan dengan 1) pengujian pengendalian 2) Kombinasi Pendekatan tingkat risiko kontrol yang lebih rendah dan Primarily substantive aprroach 3) Pertimbangan Cost Benefit. Hal ini mengakibatkan auditor lebih banyak mengandalkan pengujian pengendalian sehingga auditor akan menguji apakah struktur pegendalian interen siklus produksi layak diyakini efektifitasnya. 5. Jelaskan, bagaimana lingkungan pengendalian pada struktur pengendalian intern persediaan? Jawab: Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan yang berhubungan dengan siklus produksi. a. b. c. d. Informasi dan Komunikasi (Sistem Akuntansi) Pemantauan Aktivitas Pengendalian Pemisahan Tugas.
Auditing 12

e. f. g. h. i. j.

Perencanaan dan Pengendalian Produksi Pengeluaran Bahan Baku (Material) Pengolahan Barang dalam Produksi Perlindungan Persediaan Pemanufakturan Penetuan dan Pencatatan Biaya atau Harga Pokok Pemanufakturan (Produksi) Penjagaan Ketepatan Saldo Persediaan

Adapun Lingkungan Pengendaliannya adalah: 1. Tanggung jawab urusan produksi ada pada dir. Operasnal/manufaktur/produksi 2. Metode pengendalian manajemen termasuk biaya standar, anggaran dan varians 3. Adanya internal auditor 4. Praktik dan kebijakan ketenagakerjaan, meliputi pemilihan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan

7. Berikan contoh-contoh pertanyaan dalam kuis pengendalian interen siklus persediaan! Jawab: a. fungsi perencanaan dan pengendalian produksi contoh pertanyaan : apakah laporan aktivitas produksi harian dalam laporan produksi selesai, ditelaah oleh fungsi perencanaan dan pengendalian produksi? b. pengeluaran bahan baku contoh pertanyaan : apakah slip pengeluaran material yang ditanda tangani diperlukan dalam pengeluaran barang? c. pengolahan bahan baku menjadi barang atau produk jadi contoh pertanyaan : apakah ringkasan penggunaan tenaga kerja penting untuk dimasukkan kedalam laporan aktivitas produksi? d. perlindungan persediaan pemanufakturan contoh pertanyaan : apakah akses ke persediaan hanya diberikan kepada karyawan yang berwenang?
Auditing 13

e. penjagaan ketetapan saldo persediaan contoh pertanyaan : apakah tidak ada penghitungan independen secara periodik atas persediaan ditangan dengan jumlah tercatat?

9. Bagaimanakah penerapan risiko deteksi pada pengauditan persediaan? Jawab: Dalam penerapan risiko deteksi pada pengauditan persediaan dipengaruhi oleh resiko bawaan dan resiko pengendalian berbagai transaksi yang mempengaruhi saldo persediaan, adapun yang harus diperhatikan adalah: a. Perhatian utama pada resiko salah saji dalam asersi keberadaan atau ketersajian, dan penilaian atau pengalokasian b. Penentuan resiko pengendalian yang relevan didasarkan pada kelas transaksi yang mempengaruhi persediaan Penentuan jenis produksi, luas pengujian, dan penentuan waktu pelaksanaan sangat tergantung pada besar kecilnya deteksi. Penetapan besarnya risiko deteksi ini dipengaruhi oleh risiko bawaan dan risiko pengendalian berbagai transaksi yang mempengaruhi saldo persediaan, serta tingkat risiko audit yang dapat diterima. Karena kombinasi antara risiko bawaan dan risiko pengendalian dalam persediaan adalah tinggi untuk asersi keberadaan dan keterjadian dan penilaian atau alokasi, tingkat risiko deteksi yang diterima haruslah rendah. Keputusan ini akan mempengaruhi pertimbangan pengujian substantif yang akan dilakukan. Ada beberapa prosedur pengujian substantif yang dapat diterapkan atas saldo persediaan. Kebanyakan prosedur tersebut berkaitan dengan asersi penilaian atau pengalokasian, dan keberadaan atau keterjadian. Sumber bukti utama saldo persediaan adalah observasi perhitungan fisik persediaan yang independen secara periodik.

Auditing

14

Anda mungkin juga menyukai