Anda di halaman 1dari 18

POLITIK HUKUM DALAM UUD 1945 PASCA AMANDEMEN Widyawati Boediningsih, SH., MH.

Abstrac Legal policy changes in the life of nation and state has happened after the amendment to UUD 1945. Legal policy changes do not only happen in the polical system, but also in the legal system and economic system. In the political system has been a change from an authoritarian political system into a democratic political system. In the legal system has been a change in the field of legislation po er. !he legislation po er that as early on the e"ecuti#e has shifted to legislati#e. In the economic system, from the the socialist economic system has been a change into neo$socialist economic system. %eynote & Amandment of UUD 1945, legal policy, political system, legal system, social and economic system. PENDAHULUAN UUD 1945 merupakan konstitusi egara !epu"#ik $ndonesia yang te#ah di sahkan

pada tangga# 1% &gustus 1945 da#am sidang 'anitia 'ersiapan (emerdekaan $ndonesia )''($*. &kan tetapi saat itu Soekarno menyatakan 1 + Undang,Undang Dasar yang di"uat sekarang ini ada#ah Undang,Undang Dasar Sementara. (a#au "o#eh saya memakai perkataan + ini ada#ah Undang,Undang dasar ki#at. anti ka#au kita te#ah "ernegara di da#am suasana yang #e"ih tentram, kita tentu akan mengumpu#kan kem"a#i Ma-e#is 'ermusyawaratan !akyat yang dapat mem"uat Undang,Undang Dasar yang #e"ih #engkap dan #e"ih sempurna. Se-ak merdeka, $ndonesia te#ah mem"er#akukan tiga ma.am konstitusi da#am empat periode, yaitu periode pertama 1% &gustus 1945 sampai /0 Desem"er 1949 "er#aku UUD 1945. 'eriode kedua /0 Desem"er 1949 sampai 10 &gustus 1951 "er#aku UUD !$S. 'eriode ketiga 10 &gustus 1951 sampai 5 2u#i 1959 "er#aku UUD 1951 yang "ersi3at sementara. Dan periode keempat 5 2u#i 1959 sampai sekarang "er#aku UUD 1945./ Sete#ah kem"a#i kepada UUD 1945 sampai sekarang konstitusi $ndonesia tidak #agi menga#ami pergantian. &kan tetapi hanya menga#ami &mandemen se"anyak empat ka#i, yaitu &mndemen yang pertama ditetapkan pada tangga# 19 4kto"er 1999. &mandemen kedua
1

(hud5ai3ah Dimyati, !eorisasi 'u(um & )tusi tentang *er(embangan *emi(iran 'u(um di Indonesia 1945 + 199,, )Surakarta + Muhammadiyah Uni6ersity 'ress, /114*, ha#. 157 Moh. (usnardi dan Harmai#y $"rahim, 'u(um !ata -egara Indonesia, )2akarta + 'usat Studi Hukum 8ata egara 9aku#tas Hukum Uni6ersitas $ndonesia dan :;. Sinar Bakti, 19%%*, ha#. %< , 111

10

tanga# 1% &gustus /111 dan &mandemen ketiga 11 keempat pada tangga# 11 &gustus /11/.

o6em"er /111 serta &mandemen

Menurut Mr. 2.=. Steen"eek, se"agaimana te#ah dikutip o#eh Sri Soemantri da#am disertasinya yang te#ah mem"erikan gam"aran se.ara -e#as apa yang seharusnya men-adi isi dari konstitusi. 'ada pokoknya konstitusi "erisi tiga ha# pokok, yaitu 7 + a. ". .. &danya -aminan terhadap hak,hak asasi manusia dan waga negaranya> Ditetapkannya susunan ketatanegaraan suatu negara yang "ersi3at 3undamenta#> &danya pem"agian dan pem"atasan tugas dan ketatanegaraan yang -uga "ersi3at 3undamenta#. &tas dasar itu#ah, maka UUD 1945 !epu"#ik $ndonesia yang da#am teori Stu3en"au Hans (e#sen dise"ut se"agai groundnorm harus mem"erikan -aminan atas hak asasi manusia dan adanya pem"agiaan kekuasaan da#am struktur negara untuk mem"erikan "atasan atas kekuasaan terse"ut agar tidak ter-adi kekuasaan yang a"so#ut. Dengan demikian, ni#ai yang terkandung di da#am "atang tu"uh UUD 1945 mengandung sistem po#itik hukum "angsa $ndonesia untuk mewu-udkan negara idea# yang di.ata,.itakan. 'o#itik hukum di da#am "atang tu"uh UUD 1945 tidak hanya mengandung sistem po#itik, akan tetapi -uga sistem ekonomi, sistem hukum dan sosia#. Menurut 8.M.!adhie, yang dimaksud 'o#itik hukum ada#ah suatu pernyataan kehendak penguasa negara mengenai hukum yang "er#aku di wi#ayah dan mengenai arah perkem"angan hukum yang di"angun4. 'o#itik hukum da#ah legal policy yang te#ah atau akan di#aksanakan se.ara nasiona# o#eh pemerintah $ndonesia yang me#iputi5 + 1. 'em"angunan hukum yang "erintikan pem"uatan dan pem"aruan terhadap materi, materi hukum agar dapat sesuai dengan ke"utuhan

7 4

Sri Soemantri, *rosedur dan )istem *erubahan %onstitusi, )Bandung + &#umni Bandung*, 19%0, ha#. 51 8euku Mohammad !adhie, *embaruan dan *oliti( 'u(um dalam .ang(a *embangunan -asional, da#am ma-a#ah 'risma o. < 8ahun $$ Desem"er 1907, ha# 7. Moh. Mah3ud MD, *oliti( 'u(um Di Indonesia, )-akarta + '8 'ustaka ?'7@S, 199%*, Ha# 9

1%

/.

pe#aksanaan ketentuan hukum yang te#ah ada termasuk penegasan 3ungsi #em"aga dan pem"inaan para penegak hukum. UUD 1945 merupakan sum"er dari kese#uruhan po#itik hukum nasiona# $ndonesia.

8etapi da#am prakteknya, hukum seringka#i men-adi .ermin dari kehendak pemegang kekuasaan po#itik sehingga tidak sedikit orang memandang "ahwa hukum sama dengan kekuasaan. UUD 1945 mengakui hak,hak )termasuk hak mi#ik* dan ke"e"asan indi6idu se"agai hak asasi, tetapi seka#igus me#etakkan kepentingan "ersama diatas kepentingan pri"adi.

PEMBAHASAN A. Bentuk Negara Ind ne!"a Da#am teori pemerintahan dikena# dua mode# "entuk negara )staat#ormen*, yaitu negara 3edera# dan negara kesatuan. Untuk mem"edakan kedua "entuk negara terse"ut dapat di#ihat dari kekuasaan #egis#ati3 atau dari konsep kedau#atan maupun dari teori pemerintahan <. 2ika menggunakan to#ak ukur kekuasaan #egis#ati3, maka da#am negara 3edera# kekuasaan #egis#ati3 ter"agi antara "adan #egis#ati3 3edera# dan "adan,"adan #egis#ati3 dari negara,negara "agian. Sedangkan di da#am negara kesatuan, kekuasaan #egis#ati3 yang tertinggi "erada se.ara terpusat da#am satu "adan #egis#ati3.0 &pa"i#a to#ak ukurnya menggunakan konsep kedau#atan. Da#am negara 3edera#, kedau#atan ter"agi atas dua aspek, yaitu kedau#atan intern dan kedau#atan ekstern. (edau#atan intern terse"ut ter"agi antara negara,negara "agian dan kedau#atan ekstern tetap "erada pada pemerintah pusat 3edera# ) the central of federal po er*. Sedangkan da#am negara kesatuan, kedau#atan intern dan ekstern "erada pada pemerintah pusat.%

<

&"du# !osyid 8ha#i", /e enang 0ah(amah %onstitusi dan Impli(asinya dalam )istem %etatanegaraan .epubli( Indonesia, )Bandung + '8. :itra &ditya Bakti,, /11<*, ha#. 115 0 Ibid., ha#. 11< % Ibid.

19

2ika menggunakan to#ak ukur teori pemerintahan, da#am negara 3edera# ter"entuk me#a#ui dua tahap, yaitu tahap pengakuan atas ke"eradaan negara,negara danAatau wi#ayah, wi#ayah independen dan tahap kedua ada#ah adanya kesepakatan antar mereka untuk mem"entuk negara 3edera#. Sedangkan da#am negara kesatuan ada#ah adanya k#aim dari para pendiri negara atas se#uruh wi#ayahnya se"agai "agian dari satu negara saat mereka mendek#arasikan kemerdekaannya.9 Berdasarkan rumusan da#am UUD 1945, $ndonesia menerapkan "entuk negara kesatuan. &kan tetapi aki"at desakan po#itik dari ko#onia# Be#anda , da#am periode /0 Desem"er 1949 sampai 10 &gustus 1951 B $ndonesia pernah menerapkan "entuk egara

9edera#. Bentuk negara 3edera# terse"ut akhirnya "erakhir sete#ah ter-adi pertemuan antara Dewan 'erwaki#an !akyat dan Senat !epu"#ik $ndonesia Serikat pada tangga# 14 &gustus 1951 yang memutuskan untuk kem"a#i kepada "entuk negara kesatuan. Dasar negara $ndonesia yang "er"entuk kesatuan ini se"agaimana tedapat di da#am 'asa# 1 ayat )1* UUD 1945, yaitu C egara $ndonesia ia#ah !epu"#ikD. B. Bentuk Pe#er"nta$an Ind ne!"a 'ada umumnya, terdapat dua "entuk pemerintahan )forme de go#ernment atau regerings#orm*, yaitu "entuk pemerintahan Monarki dan "entuk pemerintahan !epu"#ik. 'emerintahan Monarki )kera-aan, kesu#tanan dan kekaisaran*, ia#ah negara yang dikepa#ai o#eh seorang ra-a dan "ersi3at turun temurun dan men-a"at untuk seumur hidup. Bentuk pemerintaan monarki ini terdiri dari tiga ma.am, yaitu monarki mut#ak )a"so#ut*, monarki ter"atas )konstitusiona#* dan monarki par#ementer.11 Monarki "erasa# dari "ahasa #atin respublica )kepentingan umum*, -adi pemerintahan monarki ada#ah negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepa#i o#eh seorang
9 11

egara (esatuan, yang "er"entuk

Ibid., ha#. 11<,110 8itik 8riwu#an 8utik, *o(o($po(o( 'u(um !ata -egara Indonesia, )2akarta + 'restasi 'ustaka, /11<*, ha#. 91

/1

ra-a se"agai kepa#a negara yang dipi#ih dari dan o#eh rakyat untuk suatu masa -a"atan tertentu. 'emerintahan !epu"#ik ini terdapat tiga ma.am. 'ertama, !epu"#ik dengan sistem pemerintahan rakyat se.ara #angsung )system referendum*. (edua, !epu"#ik dengan sistem pemerintahan perwaki#an rakyat )system parlementer*. Dan ketiga, !epu"#ik dengan sistem pemisahan kekuasaan )system presidensiil*.11 Berdasarkan ketentuan da#am UUD 1945, egara $ndonesia "er"entuk !epu"#ik.

Ha# ini se"agaimana tedapat di da#am 'asa# 1 ayat )1* UUD 1945, yaitu + C egara $ndonesia ia#ah egara (esatuan, yang "er"entuk !epu"#ikD. &dapun sistem pemerintahannya

menerapkan sistem presidensii#. Ha# ini se"agaimana tersirat di da#am ketentuan 'asa# 4 ayat )1* -o. 'asa# 10 ayat )/* UUD 1945, dimana presiden "ertanggang -awa" da#am penye#enggraan pemerintahan dan da#am pengangkatan dan pem"erhetian para menterinya. C. K n!e%!" Negara Huku# Ind ne!"a Di da#am konsepsi negara hukum terdapat dua ma.am, yaitu (onsep .echtsstaat dan (onsep .ule of La . Menurut S.ke#tema "ahwa terdapat empat unsur utama da#am negara hukum !e.htsstaat dan masing,masing unsur utama mempunyai turunannya, yaitu se"agaimana dikemukaan o#eh &5hary, yaitu +1/ 1. a. ". &danya kepastian hukum + &sas #ega#itas> Undang,undang yang mengatur tindakan yang "erwenang sedemikian rupa, hingga warga dapat mengetahui apa yang dapat diharapkan> ..
11 1/

Undang,undang tidak "o#eh "er#aku surut>

Ibid., ha#. 91,9/ $r3an 9a.hruddin, *enga asan *eradilan Administrasi terhadap !inda(an *emerintah, )Bandung + '8. &#umni, /114*, ha#. 117 , 114

/1

d. e. /. a. materii#> ". 7. &sas persamaan +

Hak asasi di-amin o#eh undang,undang> 'engadi#an yang "e"as dari pengaruh kekuasaan.

8indakan yang "erwenang diatur di da#am undang,undang da#am arti

&danya pemisahan kekuasaan. &sas demokrasi +

a. Hak untuk memi#ih dan dipi#ih "agi warga negara> ". 'eraturan untuk "adan yang "erwenang ditetapkan o#eh par#emen> .. 'ar#emen mengawasi tindakan pemerintah. 4. a. ". &sas pemerintah untuk rakyat + Hak asasi dengan undang,undang dasar> 'emerintahan se.ara e3ekti3 dan e3esien. Sedangkan (onsep !he .ule of La awa#nya dikem"angkan o#eh &#"ert ;enn Di.ey )$nggris*. Dia mengemukakan tiga unsur utama !he .ule of La , yaitu*17 + 1. )upremacy of la )supremasi hukum*, yaitu "ahwa negara diatur o#eh hukum, seseorang hanya dapat dihukum karena m#anggar hukum. /. 12uality before the la )persamaan dihadapan hukum*, yaitu semua warga egara da#am kapasitas se"agai pri"adi maupun pe-a"at egara tunduk kepada hukum yang sama dan diadi#i o#eh pengadi#an yang sama. 7. 3onstitution based on indi#idual right )(onstitusi yang didasarkan pada hak, hak perorangan*, yaitu "ahwa konstitusi "ukan#ah sum"er tetapi merupakan konsekwensi dari hak,hak indi6idua# yang dirumuskan dan ditegaskan o#eh pengadi#an dan par#emen hingga mem"atasi posisi 3ro n dan aparaturnya.

17

Ibid., ha#. 1/1

//

'hi#ipus M. Had-on men-e#askan "ahwa antara konsep rechtsstaat dan the rule of la memang terdapat per"edaan. (onsep rechtsstaat #ahir dari per-uangan menentang a"so#utisme sehingga "ersi3at re6o#usioner yang "ertumpu pada sistem hukum kontinenta# yang dise"ut ci#il la system atau modern roman la dengan karakteristik administrati3. Se"a#iknya the rule of la "erkem"ang se.ara e6o#usioner dan "ertumpu pada common la system dengan karakteristik yudi.ia#.14 (onsep egara hukum $ndonesia "er"eda dengan konsep rechtstaat dan rule of la karena mempunyai #atar"e#akang yang "er"eda pu#a. (onsep negara hukum $ndonesia ada#ah se"agaimana dise"utkan di da#am 'asa# 1 ayat )7* &mandemen ketiga UUD 1945 yang "er"unyi + E egara $ndonesia ada#ah negara hukumE. $sti#ah negara hukum da#am kepustakaan $ndonesia hampir se#a#u dipadankan dengan isti#ah,isti#ah asing antara #ain rechts staat, atat de droit, the state according to la , legal state, dan rule of la . otohami-do-o memadankan isti#ah negara hukum di da#am konstitusi $ndonesia dengan konsep rehtsstaat se"agaimana da#am tu#isannya E...negara hukum atau rechtsstaatE.15 Di samping itu, Muhammad Famin di da#am tu#isannya menye"utkan "ahwa E...!epu"#ik $ndonesia ia#ah negara hukum )rehtsstaat, go#ernment of la *E.1< &kan tetapi $smai# Suny memadankan negara hukum dengan konsep rule of la seperti ter#ihat da#am tu#isannya E... pe#aksanaan demokrasi terpimpin ada#ah dimana kapastian hukum tidak terdapat da#am arti sepenuhnya di negeri kita, that the rule of la absent in Indonesia, negara kita "ukan negra hukumE.10 Demikian pendapat yang dikemukakan o#eh Sunaryani Hartono yang menyamakan isti#ah negara hukum dengan konsep the rule of la se"gaimana nampak da#am tu#isannya E...supaya ter.ipta suatu negara
14

'hi#ipus M. Had-on, *erlindungan 'u(um bagi .a(yat di Indonesia, )Sura"aya + '8. Bina $#mu, 19%0*, ha#. 0/ 15 otohamid-o-o, 0a(na -egara hu(um, )2akarta + Badan 'ener"it (risten, 1901*, ha#. /0 1< Muhammad Famin, *ro(lamasi dan %onstitusi Indonesia, )2akarta + =ha#ia $ndonesia, 19%/*, ha#. 0/ 10 $smai# Suny, 0encari %eadilan, )2akarta + =ha#ia $ndonesia, 19%/*, ha#. 1/7

/7

hukum yang mem"awa keadi#an "agi se#uruh rakyat yang "ersangkutan, penegakan rule of la itu harus da#am arti materii#E.1% Ber"eda dengan pendapat di atas, menurut 'hi#ipus M. Had-on yang #e"ih mengkritik terhadap para pakar hukum yang mempersamakan isti#ah negara hukum dengan konsep rechtstaat dan konsep the rule of la , dia menyatakan "ahwa di da#am se"uah nama terkandung isi )nomen est omen*, negara hukum merupakan se"uah konsep tersendiri yang dipergunakan o#eh negara $ndonesia, sehingga tidak "isa dipadankan dengan konsep rechtsstaat atau konsep the rule of la yang te#ah mempunyai isi masing,masing yang "er"eda. 'endapat ini tentu dapat di3ahami mengingat saat ini terdapat 5 )#ima* konsep negara hukum yang dianggap "erpengaruh dan te#ah mempunyai isi yang "er#ainan, di antaranya pertama, rechtsstaat yang merupakan konsp yang dikena# di Be#anda. (edua, the rule of la yang merupakan konsep yang di kena# di negara,negara &ng#o,SaGon seperti $nggris, &merika Serikat.19 Menurut 'hi#ipus M. Had-on makna yang pa#ing tepat da#am konsep egara hukum $ndonesia ada#ah mengandung empat unsur, di antaranya/1 + 1. /. 7. (eserasin hu"ungan antara pemerintah dan rakyat> Hu"ungan 3ungsiona# yang proporsiona# antara kekuasaan,kekuasan negara> 'enye#esaian sengketa se.ara musyawarah, sedang peradi#an merupakan sarana terakhir> dan 4. (eseim"angan antara hak dan kewa-i"an. Di samping itu, di da#am konsep negara hukum $ndonesia -uga te#ah terdapat adanya -aminan atas per#indungan hak asasi manusia. Ha# ini se"agaimana te#ah dirumuskan di da#am B&B H& 'asa# /%& sampai 'asa# /%2 &mandemen kedua UUD 1945. D.
1%

Struktur Negara Ind ne!"a


Sunaryati Hartono, Apa(ah !he .ule of La , )Bandung + &#umni, 190<*, ha#. 75 $r3an 9a.hruddin, op. cit, ha#. 111 , 111 Ibid,. ha#. %5

19
/1

/4

Struktur negara ini merupakan sistem ketatanegaraan yang diterapkan di $ndonesia "erdasarkan rumusan yang terdapat di da#am UUD 1945 pas.a &mandemen. Di da#am sistem ketatanegaraan $ndonesia ini merupakan penerapan dari sistem 8rias 'o#itika yang "ertu-uan untuk mem"erikan "atasan atas kekuasaan yang di"erikan terhadap suatu #em"aga kenegaraan. ?em"aga kenegaraan terse"ut terdiri dari #em"aga eksekuti3, #em"aga #egis#ati3 dan #em"aga yudikati3. Struktur negara $ndonesia ada#ah di antaranya se"agaimana terdapat di da#am 'asa# 1% ayat )1* &mandemen kedua UUD 1945, yaitu + C egara (esatuan !epu"#ik $ndonesia di"agi atas daerah,daerah pro6insi dan daerah pro6insi itu di"agi atas ke"upaten dan kota, yang tiap,tiap pron6insi, ka"upaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang,undangD. Berdasarkan rumusan 'asa# ini sangat -e#as "ahwa struktur negara $ndonesia terdiri dari 'emerintahan 'usat dan 'emerintahan Daerah. Di da#am 'emerintahan Daerah ini terdiri dari 'emerintahan Daerah 'ro6insi dan 'emerintahan Daerah (a"upaten atau (ota yang kesemuanya mempunyai struktur pemerintahan sendiri. 1. 'emerintahan 'usat Berdasarkan teori 8rias 'o#itika dari MontesIuieu, struktur pemerintahan terdiri tiga #em"aga kenegaraan, yaitu #em"aga eksekuti3, #em"aga #egis#ati3 dan #em"aga yudikati3. Di da#am ana#isisnya =a"ria# &. &#mond, isti#ah eksekuti3 ini diganti dengan rule application function, #em"aga #agis#ati3 diganti isti#ah rule ma(ing function dan #em"aga yudikati3 diganti rule ad4udication function. 2ika ana#isis terse"ut dikaitkan dengan struktur pemerintahan pusat, maka #em"aga,#em"aga negara pas.a &mandemen UUD 1945 ada#ah se"agaimana ta"e# ini /1 + .ule Application
/1

.ule 0a(ing 5unction

.ule Ad4udication

9akhurohman, Dian &minudin, dan Sara-uddin, 0emahami %eberadan 0ah(amah %onstitusi di Indonesia, )Bandung + '8. :itra &ditya Bakti, /114*, ha#. 41,41

/5

5unction 'residen 8 $,'4?!$ K B$ K ('U K (eterangan + K

D'! J 'residen M'! D'D B'( KK

5unction M& M( (omisi Fudisia# KKK

+ Merupakan #em"aga negara yang independen yang di-amin o#eh UUD 1945, wa#aupun pada dasarnya #em"aga,#em"aga terse"ut men-a#ankan 3ungsi

eksekuti3. KK + B'( tidak memegang 3ungsi #egia#ati3.

amun, B'( memegang 3ungsi

pemeriksaan yang merupakan "agian dari 3ungsi pengawasan D'! dan D'D. KKK + 'ada dasarnya (F "ukan #em"aga yudikati3. amun #e"ih menyerupai CDewan (ehormatanD M& yang kewenangannya di"erikan o#eh UUD 1945. Di da#am &mandemen UUD 1945, #em"aga negara dapat di"agi men-adi dua kategori, yaitu organ utama )main state6s organ* dan organ "antu )au"iliary state6s organ*. 4rgan utama )main state6s organ* ada#ah #em"aga negara se"agai pe#aksana utama dari ketiga kekuasaan negara, di antaranya M'!, D'!, D'D, 'residen dan Waki# 'residen, M& serta M(. Sedangkan organ "antu ) au"iliary state6s organ* ada#ah #em"aga negara untuk mengoptima#kan pe#aksanaan dari chec( and balances antar #em"aga negara terse"ut, di antaranya B'(, (F, B$, ('U, 8 $, dan '4?!$. Menurut 2im#y &shiddiIie, "ahwa $ndonesia pas.a &mandemen menganut teori pemisahan kekuasaan )separation of po er*, dengan a#asan #em"aga negara yang ada sekarang ini tidak #agi mendapatkan kewenangan me#a#ui pem"agian kekuasaan dari M'! se"agai pe#aksana kedau#atan rakyat se"agaimana paradigma yang dianut o#eh UUD 1945 se"e#um &mandemen. (ini #em"aga,#em"aga negara terse"ut mendapatkan kewenangannya se.ara #angsung dari UUD 1945. (onsepsi UUD 1945 pas.a amandemen -uga te#ah "eru"ah pada konsep chec( and balances antar semua #em"aga negara. (arena "agaimanapun -uga penguasa sangat

/<

rentan untuk me#akukan penya#ahgunaan wewenang )abuse of po ers* se"agaimana yang pernah dikatakan o#eh ?ord &.tion, Dpo er tends to corrupt, obsolutely po er corrupts absolutely. 'enerapan prinsip chec( and balances antara #em"aga negara di $ndonesia ini didasarkan pada teori yang dikem"anagkan o#eh 2ames Madison yang "ertumpu pada empat unsur pokok, di antaranya// + 1. /. 7. 4. 'emisahan kekuasaan> (edau#atan di"agi antara pusat dan negara "agian> Hak asasi manusia> dan &nggota kongres dan 'residen dipi#ih #angsung o#eh rakyat. Se"agai konsewensinya, maka da#am &mandemen UUD 1945 te#ah mem"awa peru"ahan terhadap pergeseran kekuasaan negara, di antaranya + 1. M'! "ukan #agi se"agai #em"aga tertinggi negara yang me#aksanakan kedau#atan rakyat, akan tetapi te#ah men-adi #em"aga negara setara dengan #em"aga negara #ainnya )'asa# 1 ayat )/**. /. M'! terdiri dari anggota D'! dan D'D se"agai representasi perwaki#an kepentingan rakyat dan kepentingan daerah )'asa# / ayat )1**. 7. (ekuasaan mem"entuk undang,undang tidak #agi "erada pada 'residen, tetapi men-adi kekuasaan D'! )'asa# /1 ayat )1**. 4. 'roses impeachment 'residen dan atau Waki# 'residen tidak #agi men-adi wewenang penuh M'!, tetapi harus me#a#ui D'utusan M(D ter#e"ih dahu#u )'asa# 'asa# 0B ayat )1**. 5. 'enarapan sistem pemerintahan presidensii# se"agai wu-ud dari konsep separation of po er dengan #egis#ati3 )'asa# 4 ayat )1* -o. 'asa# 10 ayat )/**.

//

&"du# !osyid 8ha#i", op. cit., ha#. 7

/0

<. 'residen dan Waki# 'residen tidak #agi dipi#ih o#eh M'!, tetapi dipi#ih #angsung o#eh masyarakat me#a#ui partai po#itik di da#am pemi#ihan umum )'asa# <& ayat )1* dan )/** 0. (ekuasaan (ehakiman tidak #agi hanya di#aksanakan o#eh M&, tetapi -uga o#eh M( se"agai #em"aga pen-aga kemurnian konstitusi )the 2uardian of the constitution atau aa(hond #an de grond et7, sehingga kewenangan M( ini ada#ah untuk menye#esaikan ter-adinya pe#anggaran terhadap hak,hak konstitusiona#. M( "erwenang untuk memeriksa 'engu-ian undang,undang terhadap UUD 1945, Memutuskan pem"u"aran partai po#itik, Sengketa kewenangan #em"aga negara, 'erse#isihan tentang hasi# pemi#ihan umum dan kewa-i"an mem"erikan putusan atas pendapat D'! mengenai dugaan adanya pe#anggaran o#eh 'residen dan A atau waki# 'residen )'asa# /4 ayat )/* -o. 'asa# /4: ayat )1* dan ayat )/** %. Di"entuk #em"aga (omisi Fidusia# yang "erwenang mengusu#kan pengangkatan hakim agung dan wewenang #ain da#am rangka men-aga dan menegakkan kehormatan, ke#uhuran marta"at, serta pri#aku hakim )'asa# /4B ayat )1**. /. 'emerintahan Daerah &mandemen UUD 1945 -uga te#ah me#ahirkan konsep otonomi daerah me#a#ui pe#aksanaan asas desentra#isasi kekuasaan negara kepada daerah )'asa# 1% ayat )/* UUD 1945*. 8erdapat "e"erapa pengertian tentang otonomi daerah, yaitu /7 + a. ". (ondisi atau .iri unik tidak dikontro# o#eh pihak #ain ataupun kekuatan #ain> 'emerintahan sendiri )self go#ernment*, yaitu hak untuk memerintah atau menentukan nasi" sendiri )the rights of self go#ernment8 self determination*>

/7

@di Santoso dan et. a#., 9tonomi Daerah & 3appacity :uilding da *enguatan Demo(rasi Local, )Semarang + 'uskodak Undip, /117*, ha#. 114

/%

..

'emerintahan sendiri yang dihormati, diakui dan di-amin tidak adanya .ontro# o#eh pihak #ain terhadap 3ungsi daerah )local internal affairs* atau terhadap minoritas suatu daerah>

d.

'emerintahan daerah mempunyai pendapatan yang .ukup untuk menentukan nasi" sendiri, memenuhi kese-ahteraan hidup maupun mwn.apai tu-uan hidup se.ara adi# )self determination, self sufficiency, self relience*>

e.

'emerintahan otonomi mempunyai supremasi atau dominasi kekuasaan atau hukum yang di#aksanakan sepenuhnya o#eh pemegang kekuasaan. 'engertian desentra#isasi da#am "e"erapa #iteratur terdapat "e"erapa "entuk, di

antaranya /4 + a. Dekonsentrasi, yaitu redistri"usi tanggung -awa" administrati3 da#am khirarki pemerintah pusat me#a#ui penga#ihan "e"an ker-a dari pemerintah pusat ke pe-a"atnya sendiri di daerah. ". De#egasi pada organisasi parastata#, yaitu pe#impahan pem"uatan keputusan dan mana-emen untuk kepentingan khusus di "awah tanggung -awa" pemerintah pusat. .. De6o#usi, yaitu kemampuan unit pemerintah daerah yang mandiri, independen dan otonom, dimana pemerintah pusat me#epaskan 3ungsi,3ungsi tertentu serta pengawasannya. d. !ransfer of function, yaitu se"agai ke#an-utan dari de6o#usi, pemerintah mem"erikan dan mentrans3er 3ungsi dan tugas,tugasnya kepada masyarakat dan #em"aga non pemerintah #ainnya. Berdasarkan ini#ah, maka ke"i-akan re#asi kekuasaan antara pusat dan daerah yang "erupa otonomi daerah yang diterapkan di $ndonesia ada#ah termasuk desentra#isasi da#am "entuk de6o#usi.

/4

Ibid, ha#. 174

/9

Untuk me#aksanakan konsep otonomi daerah terse"ut maka negara kesatuan !$ di"agi atas "e"erapa daerah otonom, yaitu daerah 'ro6insi dan Daerah (a"upaten dan (ota. Di da#am daerah otonom terse"ut mempunyai sistem pemerintahan, yang hanya terdiri dari "adan eksekuti3 )(epa#a Daerah* dan "adan #egis#ati3 )D'!D*. Sedangkan "adan yudikati3 tetap tersentra# men-adi wewenang pemerintah pusat. Ha# ini sesuai dengan ketentuan di da#am 'asa# 11 ayat )7* UU omor 7/ tahun /114 tentang

'emerintahan Daerah )UU 'emda*, "ahwa daerah hanya "erwenang atas "e"erapa urusan pemerintahan yang "ukan termasuk urusan pemerintahan pusat. Di antara urusan yang men-adi wewenang pemerintah pusat ada#ah 'o#itik #uar negeri, 'ertahanan, (eamanan,Fustisi, Moneter dan 3iska# nasiona#, dan &gama. Berdasarkan ketentuan di atas, terdapat enam urusan pemerintahan yang men-adi kewenangan pemerintah pusat, termasuk di antaranya urusan yustisi atau peradi#an. Sehingga pemerintahan daerah hanya me#aksanakan urusan pemerintahan di "idang eksekuti3 dan #egis#ati3 di daerah. Menurut ketentuan UU 'emda, pemerintah pro6insi tidak hanya me#aksanakan asas desentra#isasi po#itik atau de6o#usi, akan tetapi -uga me#aksakan asas dekonsentrasi. Sedangkan pemerintah ka"upaten atau kota hanya me#aksankan asas desentra#isasi. Sa#ah satu peru"ahan yang sangat mendasar di da#am UU omor 7/ 8ahun /114

tentang 'emerintahan Daerah ini ada#ah adanya pemi#ihan (epa#a Daerah dan Waki# (epa#a Daerah yang tidak #agi dipi#ih me#a#ui D'!D, akan tetapi dipi#ih se.ara #angsung o#eh masyarakat me#a#ui 'emi#ihan (epa#a Daerah dan Waki# (epa#a Daerah )'i#kada*. 'eru"ahan ini didasarkan pada rumusan 'asa# 1% ayat )4* &mandemen kedua UUD 1945. E. S"!te# Ek n #" Ind ne!"a 8erdapat dua sistem ekonomi dunia, yaitu sistem ekonomi #i"era#isme dan sistem ekonomi sosia#isme. Sistem ekonomi #i"era#isme ini men.apai pun.ak keemasannya di @ropa

71

Barat da#am tahun 1%15,1914 dengan eksponennya &dam Smith di da#am "ukunya yang "er-udu# !he /ealth of -ations )100<*, yang menyatakan "ahwa mekanisme pasar "e"as akan men-adi -awa"an untuk men.apai kese-ahteraan masyarakat. Se#an-utnya kese-ahteraan masyarakat akan ter.apai -ika tiap ind6idu dapat menikmati ke"e"asan untuk

mengema"ngkan usahanya. (emudian diteruskan o#eh Da6id !i.ardo da#am "ukunya *rinciples of *olitical 1conomy and !a"ation )1%10* dengan teori keunggu#an komperati3nya )comperati#e ad#antage*./5 Sistem ekonomi sosia#isme yang "erkem"ang pada a"ad ke,/1 ada#ah se"agai counter dari system ekonomi #i"era#isme yang te#ah mengaki"atkan gap atau disparitas ekonomi yang sangat parah di antara masyarakat @ropa Barat. Sa#ah satu eksponennya ada#ah (ar# MarG dengan mani3esto komunismenya. (onsep ekonomi komunisme (ar# MarG terse"ut kemudian "erhasi# diterapkan di da#am tataran praktek o#eh ?enin pada tahun 1910 B 19/4 M di Uni So6iet. Sistem ekonomi sosia#is komunisme ini menghendaki penghapusan hak mi#ik pri"adi atas a#at,a#at produksi dan ter.iptanya masyarakat tanpa ke#as serta adanya .ampur tangan egara se.ara penuh di da#am setiap sistem ekonomi. Sedangkan sistem ekonomi yang diterapkan di $ndonesia pas.a &mandemen UUD 1945 ada#ah se"agaimana terdapat di da#am rumusan 'asa# 77 ayat )1* sampai ayat )5* UUD 1945, yaitu + )1* keke#uargaan. )/* :a"ang,.a"ang produksi yang penting "agi egara dan yang menguasai ha-at hidup orang "anyak dikuasai o#eh egara. )7* Bumi dan air dan kekayaan a#am yang terkandung di da#amnya dikuasai o#eh egara dan dipergunakan untuk se"esar,"esar kemakmuran rakyat. )4* 'erekonomian nasiona# dise#enggarakan "erdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip persamaan, e3esiensi "erkeadi#an, "erke#an-utan, "erwawasan #ingkungan, kemandirian, serta dengan men-aga keseim"angan kema-uan dan kesatuan ekonomi nasiona#. )5* (etentuan #e"ih #an-ut mengenai pe#aksanaan 'asa# ini diatur dengan undang,undang.
/5

'erekonomian disusun se"agai usaha "ersama "erdasar atas asas

&d-i Samerkto, %apitalisme, 0odernisme ; %erusa(an Ling(ungan, )Fogyakarta + 'ustaka 'e#a-ar, /115, ha#. 6

71

'asa# 77 ayat )4* dan ayat )5* UUD 1945 ini merupakan hasi# dari &mandemen keempat. Se"e#um &mandemen ini, sistem ekonomi $ndonesia #e"ih mengarah pada sistem ekonomi sosia#isme. &danya keter#i"atan negara se.ara penuh atas sega#a .a"ang,.a"ang produksi dan penguasaan atas semua sum"er daya a#am merupakan .iri dari penerapan sistem ekonomi sosia#isme. &kan tetapi sete#ah me#a#ui &mandemen keempat, sistem ekonomi $ndonesia te#ah menga#ami peru"ahan paradigma yang sangat mendasar, yaitu me#a#ui penam"ahan ayat )4* dan ayat )5* di da#am 'asa# 77 UUD 1945, menghendaki atas penerapan sistem ekonomi egara $ndonesia

eo,Sosia#isme, artinya me#a#ui kedua ayat

terse"ut negara mem"erikan ruang "agi terwu-udnya penerapan sistem ekonomi yang didasarkan pada mekanisme pasar. &kan tetapi di sini negara masih mempunyai kekuasaan untuk mengatur me#a#ui "er"agai "entuk peraturan perundang,undangan. Da#am rumusan ayat )4* 'asa# 77 &mandemen keempat UUD 1945 terse"ut, sangat -e#as "agaimana po#itik hukumnya, yaitu "ahwa negara $ndonesia -uga te#ah men.ita, .itakan #ahirnya negara demokrasi modern me#a#ui konsep good en#oirenment go#ernment, good corporate go#ernment dan ci#il society.

PENUTUP Berdasarkan pem"ahasan di atas, maka dapat diam"i# kesimpu#an "ahwa po#itik hukum da#am "atang tu"uh UUD 1945 terdapat ma.am, yaitu + 1. /. 7. 4. Bentuk egara $ndonesia ada#ah egara (esatuan Bentuk 'emerintahan $ndonesia ada#ah "er"entuk !epu"#ik dengan sistem presidensii# egara $ndonesia ada#ah egara Hukum Struktur egara $ndonesia terdiri dari 'emerintahan pusat dan pemerintahan daerah.

&dapun ke#em"agaan pemerintahan pusat terdiri dari #em"aga #egis#ati6e, eksekuti3 dan yudikati3 sesuai dengan teori separation of po er dari 8rias 'o#itika dan -uga prinsip

7/

chec( and balances antar #em"aga

egara. Sedangkan struktur #em"aga daerah hanya

terdiri dari #em"aga #egis#ati3 dan #em"aga eksekuti3 dengan penye#enggaraan pemerintahan "erdasarkan konsep otonomi da#am "entuk desentra#isasi po#itik )de6o#usi*. 5. Sistem @konomi $ndonesia ada#ah sistem ekonomi eo,Sosia#isme, yang

menghendaki "er#akunya mekanisme pasar "e"as. 8etapi di sisi #ain,

egara masih tetap

"erkuasa untuk mengatur me#a#ui "e"erapa produk peraturan perundang,undangan. <. egara $ndonesia men.ita,.itakan konsep negara demokrasi modern )good en#ironment go#ernment, ci#il society dan good corporate go#ernment*, yaitu se"agaimana rumusan di da#am ayat )4* 'asa# 77 &mandemen keempat UUD 1945.

77

DA&TA' PUSTAKA

&"du# !osyid 8ha#i", /11<, /e enang 0ah(amah %onstitusi dan Impli(asinya dalam )istem %etatanegaraan .epubli( Indonesia, Bandung + '8. :itra &ditya Bakti &d-i Samerkto, /115, %apitalisme, 0odernisme ; %erusa(an Ling(ungan , Fogyakarta + 'ustaka 'e#a-ar @di Santoso dan et. a#., /117, 9tonomi Daerah & 3appacity :uilding da *enguatan Demo(rasi Local, Semarang + 'uskodak Undip 9akhurohman, Dian &minudin, dan Sara-uddin, /114, 0emahami %eberadan 0ah(amah %onstitusi di Indonesia, Bandung + '8. :itra &ditya Bakti $r3an 9a.hruddin, /114, *enga asan *eradilan Administrasi terhadap !inda(an *emerintah, Bandung + '8. &#umni $smai# Suny, 19%/, 0encari %eadilan, 2akarta + =ha#ia $ndonesia (.:. Wheare, (onstitusi,(onstitusi Modern, 'ustaka @ureka Sura"aya, /117 (hud5ai3ah Dimyati, /114, !eorisasi 'u(um & )tusi tentang *er(embangan *emi(iran 'u(um di Indonesia 1945 + 199,, Surakarta + Muhammadiyah Uni6ersity 'ress Moh. (usnardi dan Harmai#y $"rahim,19%%, 'u(um !ata -egara Indonesia, 2akarta + 'usat Studi Hukum 8ata egara 9aku#tas Hukum Uni6ersitas $ndonesia dan :;. Sinar Bakti Moh. Mah3ud MD, 199%, *oliti( 'u(um Di Indonesia, 2akarta + '8 'ustaka ?'7@S Muhammad Famin, 19%/, *ro(lamasi dan %onstitusi Indonesia, 2akarta + =ha#ia $ndonesia otohamid-o-o, 1901, 0a(na -egara hu(um, 2akarta + Badan 'ener"it (risten Sri Soemantri, 19%0, *rosedur dan )istem *erubahan %onstitusi, Bandung + &#umni, Disertasi. Sunaryati Hartono, 190<, Apa(ah !he .ule of La , Bandung + '8. &#umni 8itik 8riwu#an 8utik, /11<, 'okok,pokok Hukum 8ata 'ustaka egara $ndonesia, 2akarta + 'restasi

'hi#ipus M. Had-on, 19%0, *erlindungan 'u(um bagi ra(yat di Indonesia, Sura"aya + '8. Bina $#mu $ndonesia, Undang$Undang Dasar -egara .epubli( Indonesia tahun 1945 $ndonesia, Undang$Undang -omor <= !ahun =,,4 tentang *emerintahan Daerah

74