Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Alga adalah organisme berkloroplas yang dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Ukuran alga beragam dan beberapa mikrometer sampai beberapa meter panjangnya. Alga tersebar luas di alam dan dijumpai hampir disegala macam lingkungan yang terkena sinar matahari. Dalam dunia tumbuhan, ganggang termasuk kedalam dunia Thallopyta (Tumbuhan Talus). Thallophyta adalah tumbuhan yang belum memiliki daun, akar dan batang yang jelas dan Thallophyta merupakan tumbuhan yang bertalus termasuk diantaranya adalah golongan jamur atau fungi, bakteri, dan ganggang atau alga. Alga atau ganggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Alga hidup ditempat-tempat yang berair, baik air tawar maupun air laut dan tempattempat yang lembab. Alga atau ganggang merupakan sumber daya nabati sebagai bahan kebutuhan hidup manusia. Berdasarkan perbedaan pigmen alga dibedakan menjadi empat divisio, yaitu: Chlorophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, dan Rodophyta. B. Maksud dan Tujuan Maksud pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengelompokan jenis jenis alga berdasarkan pigment yang membentuk alga. Tujuan makalah ini adalah mengetahui gambaran umum berbagai jenis alga berdasarkan pembagian pigment.

BAB II PEMBAHASAN
A. Divisi Chlorophyta a) Pengertian Chlorophyta atau Alga hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga. Alga hijau termasuk dalam divisi chlorophyta bersama charophyceae. Divisi ini berbeda dengan divisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti pada tumubuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karotin dan xantofil. Hasil asimilisasi beberapa amilum, penyusunnya sama pula seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu amilose dan amilopektin. Alga ini merupakan kelompok alga yang paling beragam, karena ada yang bersel tunggal, berkoloni, dan bersel banyak. Banyak terdapat didanau, kolam, tetapi banyak juga yang hidup di laut. Ganggang hijau meliputi sebanyak sebanyak 7.000 spesies, baik yang hidup di air maupun di darat. Sejumlah ganggang hijau tumbuh dalam laut, namun golongan ini secara keseluruhan lebih khas bagi ganggang air tawar. Alga berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang hidup bebas di air terutama yang tubuhnya bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun phitoplankton. Sebagian besar fitoplankton adalah anggota alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan. Chlorella, salah satu anggota dari Chlorophyceae memiliki nilai gizi yang sangat tinggi dibandingkan sengan nilai jasad yang lainnya. Di dalam sel Chlorella masih pula memiliki chlorelin yaitu semacam antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. b) Ciri Umum 1. Habitat Chlorophyta atau alga hijau sebagian besar hidup di air tawar, beberapa diantaranya hidup di air laut dan air payau. Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali

muncul apabila air menjadi surut. Sebagian yang hidup di air laut merupakan makroalga seperti Ulvales danSiphonales. 2. Susunan Tubuh Alga hijau mempunyai susunan tubuh yang bervariasi baik dalam ukuran maupun dalam bentuk dan susunanya. Ada Chlorophyta yang terdiri dari sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang atau tidak, ada pula yang membentuk koloni yang menyerupai kormus tumbuhan tingkat tinggi. Dari banyaknya variasi tersebut alga hijau dikelompokan sebagai berikut: a. Sel tunggal (uniseluler) dan motil, contoh: Chlamidomonas b. Sel Tunggal dan non motil, contoh: Chlorella c. Koloni senobium yaitu koloni yang mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap, contoh: Volvox, Pandorina. d. Koloni tidak bertauran, contoh: Tetraspora e. Berbentuk - filamen tidak bercabang, contoh: Ulothrix, Oedogonium ; Filamen bercabang, contoh: Chladhopora, Pithopora 1. Hetemtrikus, yaitu filamen bercabang yang bentuknya terbagi menjadi bagian yang rebah (prostrate) dan bagian yang tegak, contoh: Stigeoclonium 2. Foliaceus atau parenkimatis, yaitu filamen yang pembelahan sel vegetatisnya terjadi lebih dari satu bidang, contoh: Ulva 3. Tubular, yaitu talus yang memilik banyak inti tanpa sekat melintang, contoh: Caulerpa 3. Susunan Sel a. Dinding Sel Dinding sel tersusun atas dua lapisan, lapisan bagian dalam tersusun oleh selulosa dan lapisan luar adalah pektin. Tetapi beberapa alga bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandungselulosa, melainkan tersusun oleh glikoprotein. Dinding sel Caulerpales mengandung xylhan atau mannan.

b. Kloroplas Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b, beta-karoten serta berbagai macam xantofil, luten, violaxanthin, zeaxanthin. Kloroplas di dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel (parietal), contoh :Ulothrix atau di tengah lumen sel (axial) contoh : Muogothia. Bentuk kloroplas sangat bervariasi, oleh karena itu penting untuk klasifikasi dalam tingkatan marga. Variasi bentuk kloroplas sebagai berikut : 1. Bentuk mangkuk, contoh : Chlamydomonas 2. Bentuk sabuk (girdle), contoh : Ulothrix 3. Bentuk cakram, contoh : Chara 4. Bentuk anyaman, contoh: Oedogonium 5. Bentuk spiral, contoh : Spirogyra 6. Bentuk bintang, contoh : Zygnema c. Inti Sel Inti dari Chlorophyceae seperti pada tumbuhan tingkat tinggi diselubungi membran inti dan terdapat nukleus dan kromatin. Inti umumnya tunggal, tetapi beberapa anggota misalnya jenis yang tergolong dalam bangsa Siphonales memiliki inti lebih dari satu. c) Cadangan Makanan Cadangan makanan merupakan amilum seperti pada tumbuhan tinggi tersusun sebagai rantai glukosa tidak bercabang yaitu amilose dan rantai yang bercabang amilopektin. Seringkali amilum tersebut terbentuk dalam granula bersama dengan badan protein dalam plastida disebut piretinoid, Pirenoid umumnya diliputi oleh butiranbutiran pati, pirenoid ini berasal dari hasil asimilasi berupa tepung dan lemak. Tetapi beberapa jenis tidak mempunyai pirenoid dan jenis yang demikian ini merupakan golongan Chlorophyceae yang telah tinggi tingkatannya. Jumlah pirenoid umumnya dalam tiapel tertentu dan alat digunakan sebagai taksonomi. d) Pergerakan

Pada umumnya sel alga hijau baik sel vegetatif maupun sel generatif dijumpai adanya alat gerak berupa flagel. Flagela pada ganggang tipe ini dihubungkan dengan struktur yang sangat luas disebut aparatus neuromotor, merupakan granula pada pangkal dari tiap flagela disebut blepharoplas. Pergerakan dengan sekresi lendir. e) Perkembangbiakan Reproduksi seksual merupakan salah satu ciri yang paling terkemuka pada tumbuhan darat. Sudah barang tentu aspek tumbuhan ini merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, karena buah dan biji sebagai bahan makanannya hanya dihasilkan sebagai akibat proses seksual Berdasarkan berbagai pengertian dan pembahasan diatas maka secara umum perkembangbiakan ganggang hijau dapat dibagi kedalam tiga cara, yaitu : 1. Secara vegetative Perkembangbiakan vegetative dilakukan dengan fragmentasi tubuhnya dan juga melakukan pembelahan sel. 2. Secara Asexual Perkembangbiakan dengan cara membentuk sel khusus yang mampu berkembang menjadi individu baru tanpa terjadinya peleburan sel kelamin. Pada umumnya terjadi dengan perantara spora, oleh karena itu sering disebut perkembangbiakan secara sporik. Selain dengan zoospora, perkembangbiakan secara asexual dilakukan dengan pembentukan : 1. Aplanospora 2. Hipnospora 3. Autospora 3. Secara sexual Perkembangbiakan secara sexual banyak dijumpai yaitu : isogami, anisogami, dan oogami. Meiosis dapat terjadi pada zigot yang berkecambah atau pada waktu

pembentukan spora atau gamet. Daur hidup yang umum dijumpai adalah tipe haplontik, meskipun beberapa jenis termasuk tipe diolohaplonthik. f) Pola Daur Hidup Ada 2 macam pola daur hidup, yaitu : a. Haplobiontik yaitu selama pergiliran keturunannya golongan tumbuhan ini hanya mempunyai satu macam tumbuhan yaitu tumbuhan yang bersifat haploid. b. Diplobiontik yaitu tumbuhan yang di dalam pergiliran keturunannya mempunyai 2 macam tumbuhan yaitu tumbuhan yang bersifat haploid dan tumbuhan yang bersifat diploid. Menurut Smith (1955) klas dari Chlorophyceae terdiri dari 10 bangsa yaitu : 1. Volvocales 2. Tetrasporales 3. Ulotrichales 4. Oedogenales 5. Ulvales 6. Schizogonales 7. Chlorococales 8. Siphonales 9. Siphonacladades 10. Zygnematales Sedangkan menurut Mattox dan Stewart (1984), ada 5 klas Chlorophyta yaitu : 1. Micromunadophyceae 2. Charophyceae

3. Ulvophyceae 4. Pleurastrohyceae 5. Chloophyceae Klas chlorophyceae sendiri terbagi dalam 9 bangsa (ordo), yaitu : 1. Volvocales : sel sel flagelata dan berkoloni dinding glicoprotein 2. Tetrasporales : aggregasi palmolloid dan berkoloni, flagelata nonmotil, sel sel dengan vacuola contractile, tibih basal dan bentuk mata, dinding glicoprotein 1. Chlorococcales : sel -sel nonmotile, agregasi dan berkoloni sel selnya tampak Vacuola contractile, pembagiannya hanya menyatu dengan bentuk pada tahap reproduksi saja. 1. Ulotrichales : filament talus dengan bentuk bulat sel. 2. Ulvales : parenchymatous sel 3. Oedogonialies : filamen filamen bercabang dan tidak bercabang dengan sel sel Uninucleat, pembagian sel-sel termasuk pembentukan lingkaran, stephanokontous zoospora dan sperma. a) Cladoporales : (mencakup siphonocladales) alga multiseluler dengan sel-sel Multinicleat, filamen atau sascate thalli 1. Caulerpales : (siphorales) single coenoytic sel berkomposisi dengan thallus; Siphonaxanthin; dinding selulosa, mannans atau xylan. g) Contoh Spesies Desmid Desmid adalah ganggang hijau yang hidup di air dan dapat mengapung bebas, kebanyakan bersel tunggal, meskipun kadang kadang sel selnya saling bertautan

dari ujung ke ujung untuk membentuk suatu koloni seperti filament. Kebanyakan desmid itu mempunyai tanda tannda khasberupa penyempitan di bagian tengah yang membagi sel menjadidua bagian sama besar, masing masing mengandung satu atau dua kloroplas besar. Ulothrix Pada ini filamennya juga tidak bercabnag-cabang, melainkan terdiri dari sebaris sel yang silindris dan pendek berkaitan pada ujung pangkalnya. Sel pangkal biasanya berubah menjadi pelengkap. Tumbuhan ini dijumpai menempel pada batu batuan dan benda lain dalam sungai kecil dan danau, tetapi juga terdapat dalam masa yang terapung bebas, sebagaimana Spirogyra di permukaan air. Spirogyra Spirogyra merupakan ganggang yang membentuk massa berwarna hijau cerah di permukaan kolam dan sungai beraliran tenang, kerap kali disebut kekam kola. Benang benangnya tidak bercabang. Setiap sel mengandung sebutir kloroplas, atau pada beberapa spesies bahkan dapat lebih banyak. Kloroplas yang umumnya besar itu terikat dalam sitoplasma tepat di dalam dinding sel. Protococcus Organisme ini adalah salah satu dari ganggang hijau bersel tunggal yang paling umum ditemukan di mana mana, hidup di darat, tumbuh sebagai selaput tipis berwarna hijau pada batu batuan yang selalu lembab, dinding, tongak -tongak pagar, dan dengan pohon. Selnya bulat dan mengandung satu kloroplas besar dan tercuping tepat di dalam dinding sel. Satu satunya cara perkembangbiakan yang diketahui adalah dengan pembelahan sel, yang dapat berlangsung pada salah satu dari ketiga bidang belahnya Oedogonium Ganggang ini umum terdapat dan tersebar luas, tumbuh sebagai benang tidak bercabang, melekat pada tempat tumbuh dengan pelengkap ketika masih muda, tetapi biasanya mengapung dalam bentuk masa ketika matang. Selnya mengandung sebutir

kloroplas yang berbentuk silindris dan seperi jala, dengan banyak sekali pirenoid. Tumbuhan ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. h) Peranan Chlorophyta Chlorophyta mempunyai peranan di dalam kehidupan sebagai : 1. Produsen dari ekosistem air 2. Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot, terutama spesies chlorela (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) B. Divisi Chrysophyta a) Pengertian Divisi chrysophyta memiliki 3 kelas, berdasarkan pada persediaan karbohidrat, struktur kloroplas dan heterokontous flagelata. Selain berdasarkan hal tadi, divisi chrysophyta juga dapat dibagi ke dalam 3 klas yaitu ganggang hijau-kuning, ganggang coklat-emas dan diatom. Dalam chrysophyta, prinsip fotosintesis pigmen biasanya terdiri dari klorofil A dan C1/C2 dan karotenoid fukosantin. Pengelompokan chrysophyta menunjukan perbedaan struktur kloroplas dan sering kali terdapat tiga thylakoids disekitar periphery kloropla (girdle lamena). Mustigonema dibentuk dalam gelombang antar sel. Dalam Chrysophyta, prinsip fotosintesis pigmen biasanya terdiri dari klorofil A dan C1 / C2dan karetonoid fukosanthin. Diatom merupakan komponen besar planktonic dan komunitas benthic di samudera dan air jenih. Kadang kadang diatom dikelompokkan menjadi tiga jenis berdasarkan strategi ekologi : (1) diatom, (2) diatom benthic (periphytic) dan (3) diatom meioplonthonic (tycoplanktonic). b) Klasifikasi Chrysophyta Chrysophyta dibagi menjadi 3 kelas yaitu: 1. Kelas Xanthopyceae

2. Kelas Chrysophyceae 3. Kelas Bacilloryphyceae / Diatomeae c) Ciri Umum A. Kelas Xanthophyceae a) Habitat Xanthophyceae juga lazim dikenal dengan nama alga hijau kuning, karena alga ini mempunyai plastid hijau kekuningan, warna ini disebabkan kelebihan Xanthofil. Salah satu contoh dari kelas ini adalah Vaucheria yang berwarna hijau kuning dan menyolok, tumbuh secara umum dan kerap kali ditelaah, dahulunya dikelompokkan bersama sama chlorophyta. Bermacam macam spesiesnya dapat hidup dalam air atau di darat. b) Reproduksi Reproduksi berlangsung dengan cara asexual dan sexual (oogami). Cara yang pertama biasanya dengan pembentukan zoospora, satu demi satu dalam sporangium berbentuk gada yang dipisahkan pada ujung ujung cabang. Zoospora itu multinukleat, permukaanya dilengkapi dengan amat banyak flagela, yang terdapat berpasang pasangan, maka zoospora itu dianggap sebagai struktur majemuk yang merupakan sejumlah besar zoospora kecil yang berflagela dua dan yang tidak berhasil memisahkan diri. Zoospora memisahkan diri dari sporangium melalui pori ujung, berenang renang selama beberapa saat, lalu menetap, flagela pun hilang, kemudian berkecambah untuk menjadi tumbuhan baru. Bilamana bereproduksi secara seksual, maka oogonia dan anteridia biasanya terbentuk pada filamen yang sama, pada cabang lateral yang sama, atau dapat pula pada cabang yang berdekatan. C. Divisi Phaeophyta a) Pengertian Phaeophyta adalah ganggang yang berwarna pirang. Dalam kromatoforanya terkandung klorofil a, karoten, dan santofil, tetapi terutama fikosantin yang menutupi warna lainnya dan yang menyebabkan ganggang ini berwarna pirang.
10

b) Ciri Umum 1. Habitat Kebanyakan Phaeophyta hidup dalam air laut,hanya beberapa jenis saja yang hidup di air tawar. Di laut dan samudera di daerah iklim sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran yang amat besar dan sangat berbeda-beda bentuknya. Ganggang ini termasuk bentos, melekat pada batu-batu, kayu, sering juga sebagai epifit pada talus lain ganggang, bahkan ada yang hidup sebagai endofit. 2. Susunan Sel a. Dinding sel Dinding selnya yang sebelah dalam terdiri atas selulosa, sebelah luar terdiri dari pektin dan dibawah pektin terdapat algin, suatu zat yang menyerupai gelatin, yaitu garam Ca dari asam alginat yang pada laminaria merupakan sampai 20-60% dari berat keringnya. c) Cadangan makanan Sebagai hasil asimilasi dan zat makanan cadangan tidak pernah ditemukan zat tepung, tetapi sampai 50% dari berat keringnya terdiri dari laminarin, sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin dan lebih dekat dengan selulosa dari pada dengan tepung. Selain laminarin juga ditemukan manit, minyak dan zat-zat lain. d) Perkembangbiakan Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyta dibagi dalam 3 golongan, yaitu: a. Golongan isogeneratae Yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda. Contoh; Ectocarpus, dan Dictyota, Cutleria. b. Golongan heterogeneratae

11

Yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dn gametofit D. Divisi Rhodophyta a) Pengertian Rhodophyta atau Alga Merah merupakan salah satu ganggan yang mempunyai pigmen klorofil a dan d, karoten, xantofil, fikoeritrin dan fikosianin. Salah satu spesiesnya dapat berubah warna menjadi hijau tua jika diberi campuran alkohol. b) Ciri Umum 1. Habitat Sebagian besar alga spesies Ceratodtyon variabilis hidup di laut, dan banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal (Kimball, 1991: 95). 2. Susunan Tubuh Panjang keseluruhan dari alga ini yaitu 18 cm dan lebarnya 5,8 cm. Panjang holdfast 1,5 cm dan holdfast pada alga ini berbentuk seperti cakram serta stipe dan bladenya tidak dapat dibedakan. Bentuknya silindris, percabangan dikotom karena mempunyai dua cabang dan terdapat bintik-bintik. Tekstur dari spesies ini keras. c) Cadangan Makanan Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. d) Perkembangbiakan Alga jenis ini bereproduksi secara vegetative dan generative. Perkembangbiakan secara vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid
12

yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid. Sedangkan perkembangbiakan secara generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit (Tjitrosoepomo,2009:114). e) Contoh Spesies Ceratodityon variabilis Keterangan : Warna asal merah dan setelah di campur dengan larutan alkohol berubah warna menjadi hijau tua Ukuran Panjang keseluruhan : 18 cm Lebar keseluruhan Holdfast : 5,8 cm : 1,5 cm

Holdfast berbentuk seperti cakram Stipe dan bladenya tidak bisa dibedakan Tekstur : keras Bentuk : silindris, percabangan dikotom dan terdapat bintik-bintik Klasifikasi

13

Klasifikasi ilmiah dari Ceratodityon variabilis adalah sebagai berikut (Aslan,1991: 131): Kingdom : Plantae Divisio Class Ordo Family Genus Species : Rhodophyta : Rhodophyceae : Criptonemiales : Criptonemiaceae : Ceratodityon : Ceratodityon variabilis

f) Peranan Alga merah ini juga menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agaragar. Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup (Loveless,1989: 108).

14

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Dari hasil pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Alga atau ganggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. 2. Berdasarkan perbedaan pigmen alga dibedakan menjadi empat divisio, yaitu: Chlorophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, dan Rodophyta. 3. Chlorophyta atau Alga hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga. Alga hijau termasuk dalam divisi chlorophyta bersama charophyceae. Divisi ini berbeda dengan divisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti pada tumubuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karotin dan xantofil. 4. Ganggang Divisi crhysophyta terbagi dalam 3 kelas yaitu ganggang hijaukuning, ganggang coklat-emas dan diatom. 5. Phaeophyta adalah ganggang yang berwarna pirang. Dalam kromatoforanya terkandung klorofil a, karoten, dan santofil, tetapi terutama fikosantin yang menutupi warna lainnya dan yang menyebabkan ganggang ini berwarna pirang. 6. Rhodophyta atau Alga Merah merupakan salah satu ganggan yang mempunyai pigmen klorofil a dan d, karoten, xantofil, fikoeritrin dan fikosianin.

15

DAFTAR PUSTAKA
http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/alga/ (akses tanggal 7 Desember 2012) http://ayunjewel.blogspot.com/2012/11/laporan-makroalga-dikondangmerak.html (akses tanggal 7 Desember 2012)

16