Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu mata kuliah yang

wajib dipenuhi oleh Mahasiswa Teknik Kimia semester V di Politeknik Negeri Sriwijaya. Kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa dapat membandingkan penerapan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan penerapannya di lapangan dengan berbagai permasalahan yang perlu dipahami. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk kunjungan langsung ke industri yang ada hubungannya dengan kurikulum Politeknik Negeri Sriwijaya, khususnya Teknik Kimia. Dalam penyusunan laporan, penulis membahas masalah yang difokuskan pada sejarah pabrik, lokasi pabrik, manajemen perusahaan, distribusi produk dan pemasaran, bahan baku, proses produksi, utilitas, produk yang dihasilkan dan pengelolaan lingkungan dari industri yang telah dikunjungi. Adapun industri yang telah dikunjungi dalam Kuliah Kerja Lapangan tahun 2013 adalah PT.Indonesia Power, Coca Cola Company dan PT. Sari Husada. Ketiga industri ini dipilih mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya untuk melakukan Kuliah Kerja Lapangan karena kegiatan proses dan operasi di kedua industri ini sangat berhubungan dengan materi yang dipelajari di Jurusan Teknik Kimia.

1.2 Tujuan dan Manfaat 1.2.1 Tujuan Adapun tujuan dari kuliah kerja lapangan ini adalah sebagai berikut : a. Untuk memenuhi salah satu syarat kurikulum di Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya b. Sebagai media pembanding dari ilmu atau teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan. c. Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap industri-industri yang ada di Indonesia.

d. Untuk meningkatkan daya kreasi dan inovasi serta pemahaman profesi di industri

1.2.2 Manfaat Dengan mengikuti dan melaksanakan kuliah kerja lapangan maka mahasiswa memperoleh beberapa manfaat, yaitu : a. Dapat meningkatkan kemampuan dan juga keahlian, mengumpulkan data dan observasi di lokasi-lokasi yang dikunjungi. b. Mengenal unit dan peralatan industri di Indonesia. c. Memperoleh pengetahuan tentang uraian proses produksi di industri yang dikunjungi. d. Meningkatkan motivasi mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 PT. Indonesia Power 2.1.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 1. Logo PT. Indonesia Power Keberadaan Indonesia Power sebagai perusahaan pembangkitan

merupakan bagian dari deregulasi sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Diawali dengan dikeluarkannya Keppres No. 37 Tahun 1992 tentang pemanfaatan sumber dana swasta melalui pembangkitpembangkit listrik swasta, serta disusunnya kerangka dasar dan pedoman jangka panjang bagi restrukturisasi sector ketenagalistrikan oleh Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1993. Sebagai tindak lanjutnya, tahun 1994 PLN dirubah statusnya dari Perum menjadi Persero. Tanggal 3 Oktober 1995 PT. PLN (Persero) membentuk dua anak perusahaan untuk memisahkan misi sosial dan misi komersial yang salah satunya adalah PT. Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PLN PJB I) menjalankan usaha komersial bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lainnya. Setelah lima tahun beroperasi PLN PJB I berganti nama menjadi PT. Indonesia Power pada tanggal 3 Oktober 2000. Saat ini, PT. Indonesia Power merupakan pembangkit listrik terbesar di Indonesia dengan delapan unit bisnis pembangkitan yaitu UBP Suralaya, UBP Priuk, UBP Saguling, UBP Kamojang, UBP Mrica, UBP Semarang, UBP Perak Grati dan UBP Bali serta satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan terbesar di pulau Jawa dan Bali dengan total kapasitas terpasang 8.978 MW. Pada tahun 2002

keseluruhan unit-unit pembangkitan tersebut menghasilkan tenaga listrik hamper 41.000 GWh yang memasok lebih dari 50 % kebutuhan listrik Jawa Bali. Secara keseluruhan di Indonesia total kapasitas terpasang sebesar 9.039 MW tahun 2002 dan 9.047 untuk tahun 2003 serta menghasilkan tenaga listrik sebesar 41.253 GWh. PT. Indonesia Power sendiri mempunyai kapasitas yang terpasang per-unit bisnis pembangkit yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kapasitas Terpasang Perunit Bisnis Pembangkit

Sesuai dengan tujuan pembentukannya, PT. Indonesia Power menjalankan bisnis pembangkit tenaga listrik sebagai bisnis utama di Jawa dan Bali. Pada Tahun 2004, PT Indonesia Power telah memasok sebesar 44.417 GWh atau sekitar 46,51% dari produksi Sistem Jawa dan Bali. Berikut ini produksi listrik pada unit-unit bisnis pembangkitan dari tahun 1999 pada tabel 2 Sedangkan untuk triwulan pertama tahun 2005 dapat di lihat pada Tabel 3.

Tabel 2.Daya Mampu per-Unit Bisnis Pembangkit

Tabel 3. Produksi Listrik (GWh) per Unit Bisnis Pembangkit

Sedangkan dalam menyuplai kebutuhan akan tenaga listrik dari Jawa Bali dari tahun 1998 sampai 2004 tidak hanya PT. Indonesia Power yang menyuplai tetapi juga pembangkit yang lain yaitu IPP dan PJB, seperti diperlihatkan pada Tabel 4.

Tabel 4. Daya Terpasang (MW) Sistem Jawa Bali

Dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan akan tenaga listrik khususnya di Pulau Jawa yang sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi primer dan diversifikasi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, maka PLTU Suralaya telah dibangun dengan menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama. Beberapa alasan mengapa Suralaya dipilih sebagai lokasi yang paling baik diantaranya adalah: 1. Tersedianya tanah dataran yang cukup luas, di mana tanah tersebut dipandang tidak produktif untuk pertanian.

2. Tersedianya pantai dan laut yang cukup dalam, tenang dan bersih, hal ini baik untuk dapat dijadikan pelebuhan guna pemasokan bahan baku, dan ketersediaan pasokan air, baik itu air pendingin maupun air proses. 3. Karena faktor nomor dua di atas, maka akan membantu/memperlancar pengangkutan bahan bakar dan berbagai macam peralatan berat yang masih di impor dari luar negeri. 4. Jalan masuk ke lokasi tidak terlalu jauh dan sebelumnya sudah ada jalan namun dengan kondisi yang belum begitu baik. 5. Karena jumlah penduduk di sekitar lokasi masih relatif sedikit sehingga tida perlu adanya pembebasan tanah milik penduduk guna pemasangan saluran transmisi kelistrikan. 6. Dari hasil survey sebelumnya, diketahui bahwa tanah di Suralaya memungkinkan untuk didirikan bangunan yang besar dan bertingkat. 7. Tersedianya tempat yang cukup untuk penimbunan limbah abu dari sisa penbakaran batubara. 8. Tersedianya tenaga kerja yang cukup untuk memperlancar pelaksanaan pembangunan. 9. Dampak lingkungan yang baik karena terletak diantara pelabuhan dan laut. 10. Menimbamg kebutuhan beban di Pulau Jawa merupakan yang terbesar, maka tepat apabila dibangun suatu pembangkit listrik dengan daya yang besar di Pulau Jawa. UBP Suralaya merupakan salah satu unit pembangkit yang dimiliki oleh PT Indonesia Power. Diantara pusat pembangkit yang lain, UBP Suralaya memiliki kapasitas daya terbesar dan juga merupakan pembangkit paling besar di Indonesia. PLTU Suralaya dibangun melalui tiga tahapan yaitu : Tahap I : Membangun dua unit PLTU, yaitu unit 1 dan 2 yang masing-masing berkapasitas 400 MW. Dimana pembangunannya dimulai pada bulan Mei 1980 sampai dengan bulan Juni 1985 dan telah beroperasi sejak tahun 1984, tepatnya pada tanggal 4 April 1984 untuk unit 1 dan 26 Maret 1985 untuk unit 2.

Tahap II : Membangun dua unit PLTU yaitu unit 3 dan 4 yang masing-masing berkapasitas 400 MW. Dimana pembangunannya dimulai paada bulan Juni 1985 dan berakhir sampai dengan bulan desember 1989. dan telah beroperasi sejak 6 Februari 1989 untuk unit 3 dan 6 Nopember 1989 untuk unit 4. Tahap III : Membangun tiga unit PLTU, yaitu unit 5,6, dan 7 yang masingmasing berkapasitas 600 MW. Pembangunannya dimulai sejak bulan Januari 1993 dan telah beroperasi pada bulan Oktober 1996 untuk 5. untuk unit 6 pada bulan April 1997 dan Oktober 1997 untuk unit 7.

Tabel 5. Periode Pembangunan UBP Suralaya

Dalam pembangunannya secara keseluruhan dibangun oleh PLN Proyek Induk Pembangkit Thermal Jawa Barat dan Jakarta Raya dengan konsultan asing dari Montreal Engineering Company (Monenco) Canada untuk Unit 1 s/d Unit 4 sedangkan untuk Unit 5 s/d Unit 7 dari Black & Veatch Iternational (BVI) Amerika Serikat. Dalam melaksanakan pembangunan Proyek PLTU Suralaya dibantu oleh beberapa kontraktor lokal dan kontraktor asing. Saat ini telah terpasang dan siap beroperasi PLTG (Pembangkit listrik Tenaga Gas) dengan kontraktor pembuat yaitu John Brown Engineering, England. PLTG ini dimaksudkan untuk mempercepat suplai catu daya sebagai penggerak peralatan Bantu PLTU, apabila terjadi black out pada sistem kelistrikan JawaBali.

Beroperasinya PLTU Suralaya diharapkan akan menambah kapasitas dan keandalan tenaga listrik di Pulau Jawa-Bali yang terhubung dalam sistem interkoneksi se-Jawa dan Bali. Mensukseskan program pemerintah dalam rangka penganekaragaman sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik sehingga lebih menghemat BBM, juga meningkatkan kemampuan bangsa Indonesia dalam menyerap teknologi maju, penyediaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup masayarakat dan pengembangan wilayah sekitarnya sekaligus meningkatkan produksi dalam negeri.

2.1.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas PT. Indonesia Power Struktur organisasi yang baik sangat diperlukan dalam suatu perusahaan, semakin besar perusahaan tersebut semakin kompleks organisasinya. Secara umum dapat dikatakan, struktur organisasi merupakan suatu gambaran secara skematis yang menjelaskan tentang hubungan kerja, pembagian kerja, serta tanggung jawab dan wewenang dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan semula. PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya, secara structural puncak pimpinannya dipegang oleh seorang General Manajer yang dibantu oleh Deputi General Manajer dan Manajer Bidang. Secara lengkap, struktur organisasi PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Struktur Organisasi PT. Indonesia Power UBP Suralaya

a.

General Manager General Manager merupakan pimpinan perusahan dan penanggung jawab

tertinggi terhadap seluruh kegiatan perusahaan. Bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan dengan manajer bidang sehingga perusahaan menjadi maju. b. Manajer Enjiniring dan Manajemen Aset Membantu General Manager dalam penyusunan anggaran keuangan dan akuntansi, pembinaan, pengembangan, manajemen pengelolaan lingkungan, serta melaksanakan evaluasi dari realisasi dan pencapaian target kinerjanya. Dengan membuat suatu analisis dan masukan kepada General Manager. Perannya: memimpin dan mengelola bidang masing-masing untuk mencapai target dan sasaran unit bisnis.

Dalam pelaksanaannya dibantu oleh: 1. 2. c. Supervisor senior pengembangan Supervisor senior manajemen aset Manajer Teknik Manajer Teknik bertanggungjawab mengelola, mengurus

dan mengkoordinasikan kegiatan pemeliharaan unit pembangkitan sesuai target kinerja dan kebijakan yang ditetapkan manager unit serta membina SDM-nya. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh: 1. Supervisor Senior Pemeliharaan Mesin Mensupervisi pelaksanaan intalasi mesin dan alat bantuannya, termasuk daftar kebutuhan, suku cadang, material, peralatan kerja, kebutuhan jasa, tenaga kerja, termasuk pengendalian kinerja bawahannya. 2. Supevisor Senior Pemeliharaan Listrik Mensupervisi pelaksanaan instalasi listrik dan alat bantuannya, termasuk daftar kebutuhan, suku cadang, material, peralatan kerja, kebutuhan jasa, tenaga kerja, serta anggarannya. 3. Supervisor Senior Harian Kontrol dan Instrumen Mensupervisi pekerjaan pemeliharaan peralatan kontrol dan instrumen termasuk mengusulkan daftar kebutuhan suku cadang, material, perawatan kerja, kebutuhan jasa, tenaga kerja, dan anggaran yang diperlukan. d. Manajer Logistik Manajer Logistik bertanggung jawab atas pemenuhan semua kebutuhan perusahaan termasuk sarana yang diperlukan untuk kelangsungan proses produksi listrik. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh: 1. Supervisor Senior Perencanaan Logistik 2. Supervisor Senior Pengadaan Barang/Jasa 3. Supervisor Senior Gudang

10

e.

Manajer SDM dan Humas Manajer Sistem dan SDM bertugas mendukung General Manager dalam

mengelola bidang SDM, membangun dan memelihara citra positif perusahaan dalam pandangan masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. f. Supervisor Senior Administrasi Kepegawaian Supervisor Senior Sistem Informasi Staf Perencanaan SDM dan Formasi Staf Kinerja Pegawai dan Budaya Perusahaan Staf Pengembangan Kompetisi dan Diklat Staf Managemen Mutu Pelaksanaan Pengembangan SDM Supervisor Senior Sekretariat dan Rumah Tangga Supervisor Senior Humas dan Lingkungan Supervisor Senior K3 dan Keamanan.

Manajer Sistem Informasi dan Keuangan

Manajer Keuangan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan anggaran keuangan dan akuntansi unit serta administrasi umum sesuai sasaran, strategi, kebijakan dan program-program unit. Dalam pelaksanaannya manajer keuangan dibantu oleh: 1. Supervisor Senior Anggaran Mensupervisi tata usaha anggaran dan meyakinkan bahwa setiap pelaksana telah menghayati dan mengerti atas tugas-tugas yang diberikan. 2. Supervisor Senior Keuangan Mensupervisi tata usaha keuangan dan meyakinkan bahwa setiap pelaksana telah menghayati dan mengerti atas tugas-tugas yang diberikan dan kelancaran tata laksana keuangan, serta membuat laporan sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Supervisor Senior Akuntansi Mensupervisi dan menyelenggarakan proses akuntansi perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku meliputi penyusunan jurnal, buku besar dan laporan keuangan termasuk menganalisis, mengevaluasi dan menyajikan

11

data dan laporan finansial lainnya yang dibutuhkan managemen, mengendalikan dan menilai bawahan dalam bidang tugasnya. g. Manajer Sipil dan Lingkungan

Manajer Sipil dan Lingkungan bertugas mendukung General Manager dalam mengelola bidang sipil dan lingkungan, kegiatan bagian sipil dan lingkungan dapat berupa menyusun rencana dan evauasi kegiatan rutin dan periodik bagian sipil dan lingkungan, menjaga dan mengembangkan keandalan bangunan sipil dan bendungan serta kelestarian lingkungan, mengelola lahan dan kegiatan aneka usaha unit bisnis, membina kompetensi pemeliharaan sipil, bendungan dan lingkungan. Dalam pelaksanaannya manajer sipil dan lingkungan dibantu oleh: 1. 2. 3. Supervisor senior lingkungan lahan dan aneka usaha Supervisor senior geoteknik, hidrologi dan waduk Supervisor senior pemeliharaan sipil

2.1.3 Ruang Lingkup Usaha PLTU Suralaya telah direncanakan dan dibangun untuk menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Sedangkan sebagai bahan bakar cadangan menggunakan bahan bakar residu, Main Fuel Oil (MFO) dan juga menggunakan solar, High Speed Diesel (HSD) sebagai bahan bakar ignitor atau pemantik pada penyalaan awal dengan bantuan udara panas bertekanan. Sedangkan untuk menghasilkan steam yang digunakan untuk mengerakkan turbin PLTU Suralaya menggunakan air umpan boiler hasil proses pengolahan air secara eksternal maupun internal. 2.1.3.1 Proses Produksi Batubara yang dibongkar dari kapal di Coal Jetty dengan menggunakan Ship Unloader atau dengan peralatan pembongkaran kapal itu sendiri, dipindahkan ke hopper dan selanjutnya diangkut dengan conveyor menuju penyimpanan sementara (temporary stock) dengan melalui Telescopic Chute atau dengan menggunakan Stacker/Reclaimer atau langsung batubara tersebut ditransfer malalui Junction House ke Scrapper Conveyor lalu ke Coal Bunker ,
12

seterusnya ke Coal Feeder yang berfungsi mengatur jumlah aliran ke Pulverizer dimana batubara digiling dengan ukuran yang sesuai kebutuhan menjadi serbuk yang halus.

Gambar 6. Produksi Tenaga Listrik PLTU Suralaya Serbuk batubara ini dicampur dengan udara panas dari Primary Air Fan dan dibawa ke Coal Burner yang menyemburkan batubara tersebut ke dalam ruang bakar untuk proses pembakaran dan terbakar seperti gas untuk mengubah air menjadi uap. Udara pembakaran yang digunakan pada ruanga bakar dipasok dari Forced Draft Fan (FDF) yang mengalirkan udara pembakaran melalui Air Heater . Hasil proses pembakaran yang terjadi menghasilkan limbah berupa abu dalam perbandingan 14:1. Abu yang jatuh ke bagian bawah boiler secara periodik dikeluarkan dan dikirim ke Ash Valley. Gas hasil pembakaran dihisap keluar dari boiler oleh Induce Draft Fan (IDF) dan dilewatkan melalui Electric Precipitator yang menyerap 99,5% abu terbang dan debu dengan sistem elektroda, lalu dihembuskan ke udara melalui cerobong/Stak. Abu dan debu kemudian dikumpulkan dan diambil dengan alat pneumatic gravity conveyor yang digunakan sebagai material pembuat jalan, semen dan bahan bangunan (conblok).

13

Panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, diserap oleh pipa pipa penguap (water walls) menjadi uap jenuh atau uap basah yang kemudian dipanaskan di Super Heater (SH) yang menghasilkan uap kering. Kemudian uap tersebut dialirkan ke Turbin tekanan tinggi High Pressure Turbine, dimana uap tersebut diexpansikan melalui Nozzles ke sudu-sudu turbin. Tenaga dari uap mendorong sudu-sudu turbin dan membuat turbin berputar. Setelah melalui HP Turbine, uap dikembalikan kedalam Boiler untuk dipanaskan ulang di Reheater guna menambah kualitas panas uap sebelum uap tersebut digunakan kembali di Intermediate Pressure (IP) Turbine dan Low Pressure (LP) Turbine. Sementara itu, uap bekas dikembalikan menjadi air di Condenser dengan pendinginan air laut yang dipasok oleh Circulating Water Pump. Air kondensasi akan digunakan kembali sebagai air pengisi Boiler. Air dipompakan dari kondenser dengan menggunakan Condensate Extraction Pump, pada awalnya dipanaskan melalui Low Pressure Heater, dinaikkan ke Deaerator untuk

menghilangkan gas-gas yang terkandung didalam air. Air tersebut kemudian dipompakan oleh Boiler Feed Pump melalui High Pressure Heater, dimana air tersebut dipanaskan lebih lanjut sebelum masuk kedalam Boiler pada Economizer, kemudian air masuk ke Steam Drum. Siklus air dan uap ini berulang secara terus menerus selama unit beroperasi. Poros turbin dikopel dengan Rotor Generator, maka kedua poros memiliki jumlah putaran yang sama. Ketika telah mencapai putaran nominal 3000 rpm, pada Rotor generator dibuatlah magnetasi dengan Brushless Exitation System dengan demikian Stator Generator akan membangkitkan tenaga listrik dengan tegangan 23 kV. Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke Generator Transformer untuk dinaikan tegangannya menjadi 500 kV. Sebagian besar listrik tersebut disalurkan kesistem jaringan terpadu (Interkoneksi) se-Jawa-Bali melalui saluran udara tegangan extra tinggi 500 kV dan sebagian lainnya disalurkan ke gardu induk Cilegon dan daerah Industri Bojonegara melalui saluran udara tegangan tinggi 150 kV.

14

2.1.3.2 Produk PLTU Suralaya menghasilkan daya 3400 MW untuk 7 Unit. Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke Generator Transformer untuk dinaikan tegangannya menjadi 500 kV. Sebagian besar listrik tersebut disalurkan kesistem jaringan terpadu (Interkoneksi) se-Jawa-Bali melalui saluran udara tegangan extra tinggi 500 kV dan sebagian lainnya disalurkan ke gardu induk Cilegon dan daerah Industri Bojonegara melalui saluran udara tegangan tinggi 150 kV. 2.1.3.3 Pemasaran Sesuai dengan tujuan PT. INDONESIA POWER yaitu ingin menjalankan bisnis pembangkit listrik, sebagai bisnis utama di Jawa dan Bali. Dengan daya pembangkit yang cukup besar itu dapat mencerminkan dan meyakinkan kemampuan yang dimiliki ole PT. INDONESIA POWER untuk menopang sistem kelistrikan pada sistem Jamali. Diharapkan dengan kemampuan menciptakan tenaga listrik yang cukup besar sehingga perusahaan tersebut dapat memasok energi listrik sesuai rencana yang telah disepakati dengan sistem pengaturan beban di daerah Jamali.

2.2 PT. Sari Husada Generasi Mahardika 2.2.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 2. Logo PT Sari Husada

15

PT Sari Husada adalah perusahaan yang memproduksi produk bernutrisi untuk bayi dan anak-anak Indonesia, mulai dari aneka susu formula untuk bayi hingga makanan bernutrisi dengan standar mutu internasional. Pada tahun 1954 dalam rangka swasembada protein pemerintah Indonesia bekerja sama dengan PBB mendirikan sebuah pabrik susu nabati dengan nama NV Sari Dele. Pengelolaannya dipercayakan kepada Bank Industri Negara, sedangkan PBB dalam hal ini United Nations International Childrens Emergency Funds (UNICEF) memberi pinjaman mesin-mesin pengolah susu oleh Sari Dele melalui Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tenaga ahli dididik oleh dan atas tanggungan biaya Food And Agricultural Organization (FAO). Pada tahun 1962 hubungan Indonesia dengan UNICEF dan FAO terputus. Beberapa tahun kemudian pengelolaan NV Sari Dele diserahkan pada Badan Pimpinan Umum (BPU) Farmasi Negara dan berubah menjadi Perusahaan Negara (PN Sari Dele). Menteri kesehatan Prof. Dr. Satrio, atas saran para dokter anak senior di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menugaskan PN Sari Dele untuk membuat sejenis susu bayi dan kemudian diberi nama SGM (Susu Gula Minyak). Dalam perkembangan selanjutnya PN Sari Dele juga memproduksi sejenis bubur yang diberi nama SNM (Susu Nasi Minyak) yang hingga kini dikenal dan banyak digunakan masyarakat luas. Berawal dari susu formula, kini produk-produk perusahaan ini berkembang dan terentang dari susu formula hingga produk makanan bergizi untuk bayi dan anak-anak. Pada tahun 1967 Indonesia bergabung kembali dengan PBB, UNICEF menyerahkan kepemilikan seluruh harta milik perusahaan kepada Departemen Kesehatan RI, perubahan kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yaitu dengan dihapuskannya BPU, termasuk pula BPU Farmasi merubah juga status PN Sari Dele menjadi PN Sari Husada. Pada tanggal 18 Agustus 1968 dengan di bentuknya PT. Kimia Farma, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepemilikan PN Sari Husada diserahkan kepada PT Kimia Farma dengan diganti nama menjadi PT Kimia

16

Farma Unit Produksi Yogyakarta. Menghadapai masuknya modal asing persaingan-persaingan dimana yang akan datang, timbul beberapa gagasan : a) Memperbaharui mesin-mesin produksi yang sudah tua. b) Meningkatkan kondisi bangunan dan sistem kelistrikan. c) Mendidik tenaga-tenaga kerja yang ahli dan terampil di bidangnya masing-masing. d) Mengadakan sistem manajemen dengan pengetahuan teknis. e) Menyempurnakan alat-alat laboratorium dan pengendalian mutu. Pada tanggal 8 Mei 1972 PT Kimia Farma menandatangani suatu kerjasama dengan PT Tiga Raksa yang kemudian membentuk PT Sari Husada dibawah akte yang disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan surat keputusan tanggal 28 September 1972 Nomor Y.A.5/159/7, serta didaftarkan di kantor Panitera Pengadilan Negeri Yogyakarta tanggal 3 Oktober 1972 Nomor 73/72/PT dan diumumkan dalam berita Negara RI tanggal 26 Desember 1972 Nomor 103 tambahan Nomor 542. Secara operasional PT Sari Husada baru menjalankan usahanya tanggal 1 Oktober 1972 dengan memanfaatkan fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) seperti diatur dalam Undang-Undang No. 6 tahun 1968. Pada tanggal 4 Juni 1983 berdasarkan surat Nomor SI.083/PM/1983, Bapepam memberikan kesempatan kepada PT Sari Husada untuk menjual sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Komposisi kepemilikan saham PT Sari Husada sejak saat itu adalah sebagai berikut : a. PT Kimia Farma : 43,54 % b. PT Tiga Raksa : 35,63 % c. Publik : 20,83 % Pada tahun 1992, keseluruhan saham yang dimiliki oleh PT Kimia Farma dijual kepada PT Tiga Raksa sehingga kepemilikan saham PT Tiga Raksa terhadap PT Sari Husada menjadi 79,17 %.

17

Berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 2 Mei 1994, PT Sari Husada memutuskan untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III kepada para pemegang saham disertai dengan hak memesan efek terlebih dahulu, sejumlah 14.264.650 lembar saham dengan harga Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah) per lembar saham. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memperoleh dana dalamrangka membiayai akuisisi terhadap seluruh saham PT Sugizindo dari PT Tiga Raksa. Tahun 1996 PT Sari Husada telah mempersiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi dengan mengadakan restrukturasi pada semua bidang, meliputi : a) Memperbaharui atau memodifikasi mesin-mesin produksi. b) Penerapan sistem manajemen mutu (TQM, ISO 9002). c) Sumber daya manusia (pembobotan dan sistem penggajian baru). d) Investasi strategis (pengembangan lahan) di desa Kemudo Klaten. Untuk memperkuat kedudukannya dalam peta persaingan global, pada tahun 1998 Sari Husada beraliansi dengan Nutricia International, BV (Royal Numico) yang berpusat di Amsterdam, Belanda dan kini Nutricia merupakan pemegang saham mayoritas Sari Husada yang memiliki kelebihan pada aspek internasional, yaitu :

a. Research and development. b. Teknologi. c. Internasional Marketing. d. Modal yang besar. Adapun mengenai kepemilikan saham adalah sebagai berikut : a. Nutricia Internasional BV : 72,99 % b. PT Tiga Raksa : 5,99 % c. PT Tiga Raksa Satria : 0,0001 % d. Publik : 21,03 %

18

Pada tahun 2001 PT Sari Husada telah mengalami perubahan kepemilikan saham yang terbaru, sesuai dengan RUPS Mei tahun 2001, adalah : a. Nutricia Internasional BV : 80,80 % b. Lembaga dan masyarakat Indonesia : 16,50 % c. Lembaga dan masyarakat asing : 2,70 % Pada tahun 2002 PT Sari Husada telah mengalami perubahan kepemilikan saham yang terbaru, sesuai dengan RUPS Mei tahun 2002, adalah : d. Nutricia Internasional BV : 80,81 % e. Lembaga dan masyarakat Indonesia : 16,49 % f. Lembaga dan masyarakat asing : 2,70 % Pada tahun 2003 PT Sari Husada telah mengalami perubahan kepemilikan saham yang terbaru, sesuai dengan RUPS Mei tahun 2003, adalah : g. Nutricia Internasional BV : 80,85 % h. Lembaga dan masyarakat Indonesia : 15,64 % i. Lembaga dan masyarakat asing : 3,51 % Setelah PT Sari Husada berkembang pesat maka berusaha untuk memperluas wilayah. Pada tahun 2000, di daerah Kemudo, Klaten didirikan perusahaan yang merupakan pengembangan dari PT Sari Husada Yogyakarta dengan nama PT Sari Husada Unit II Kemudo Klaten. PT. Sari Husada memproduksi berbagai jenis produk susu berstandar internasional untuk bayi dan anak-anak dengan harga terjangkau dari susu pertumbuhan hingga susu khusus untuk bayi yang peka laktosa dan bayi yang lahir dengan berat tubuh rendah. PT Sari Husada juga menyediakan susu untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Produksinya dilakukan di pabriknya di kawasan Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. Pada tahun 2006, agar lebih fokus dalam pengembangan usahanya, perusahaan mengajukan perubahan status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat. Kemudian di tahun 2007, Danone Group mengakuisisi Royal Numico. Hingga dewasa ini, dengan pengalaman panjangnya di dalam

19

menyediakan produk-produk bergizi tinggi, berstandar mutu internasional dan dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, Sari Husada telah membuktikan dirinya sebagai asset nasional yang sangat penting dan perlu diperhitungkan. 2.2.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas PT. Sari Husada Generasi Mahardika Sistem organisasi diciptakan untuk menunjang tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja organisasi, dimana penetapan struktur organisasi yang tepat dapat mengarahkan seluruh kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi di PT. Sari Husada menggunakan sistem garis (line) dan staf, dimana setiap bawahan hanya bisa mendapatkan perintah dari suatu atasan saja dan manajer ataupun pimpinan bagian lain tidak bisa memberikan perintah kepada bagian lain, meskipun garis kedudukannya masih dibawah manajer tersebut. Staf terdiri dari ahli/tenaga non structural, berfungsi sebagai penasehat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing, yang terdiri dari: 1. Penasehat pada bidang mesin. 2. Penasehat pada bidang control kualitas dan produksi. 3. Penasehat bidang pembukuan. 4. Penasehat tentang keselamatan kerja. 5. Penasehat tentang hukum

Disamping staf, ada tenaga ahli yang melakuakan inspeksi mendadak setiap setahun sekali untuk mengevaluasi dan memberikan saran-saran perbaikan perusahaan. Pemegang kekuasaan tertinggi di perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) adalah pemegang saham. Hal ini juga berlaku di PT. Sari Husada. Untuk mengevaluasi jalannya perusahaan, pemegang saham mengangkat dewan komiisaris yang terdiri dari seorang ketua dan dua orang anggota Dewan Komisaris. Adapun dibawah dewan redaksi dan lima jenjang jabatan lainnya,

20

yaitu jenjang manajer, jenjang kepala bagian-bagian, jenjang kepala biro, jenjang kepala seksi dan pelaksana.

Gambar 3. Struktur Organisasi PT. Sari Husada Generasi Mahardika Kekuasaan tertinggi berada pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sedangkan dewan komisaris bertugas dan bertanggung jawab mengangkat dan memberhentikan direktur, menetapkan anggaran tahunan dan mewakili para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham. Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing staff adalah sebagai berikut : 1. Presiden Direktur (President Director) a. Mempunyai kekuasaan penuh atas terlaksananya kegiatan perusahaan. b. Menentukan kebijaksanaan baik keluar maupun kedalam dengan disesuikan pada situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. c. Memelihara hubungan baik dengan pihak luar seperti pemerintah dan perusahaan lain di masyarakat. d. Memimpin rapat redaksi, rapat anggaran baik bulanan maupun tahunan.

21

e. Bertanggung jawab penuh atas semua keadaan dan maju mundurnya perusahaan.

2. Direktur Keuangan (Finance Director) a. Mempertanggungjawabkan segala kegiatan perusahaan. b. Bertanggung jawab atas segala penggunaan kekayaan perusahaan. c. Mengawasi dan membawahi kegiatan Finance Manager, Share Register, Purchasing Officer, dan Distribution and Ware House Office.

Direktur keuangan membawahi : 1) Manajer Anggaran dan Keuangan (Budget and Finance Manager ) a. Memimpin, mengkoordinir dan mengawasi seluruh aktivitas keuangan. b. Mengatur penerimaan dan pengeluaran rencana kerja dan anggaran produksi. c. Mengatur pembiayaan, menyusun budget, laporan rugi laba, neraca dan arus kas yang akurat. d. Menyiapkan kalkulasi harga untuk produksi yang sudah dipasarkan per bulan. 2) Pendataan Pemegang Saham (Share Register) Melaksanakan semua aktivitas yang berkenaan dengan administrasi saham perusahaan. 3) Staf Perbekalan (Purchasing Staff) Melaksanakan semua aktivitas yang berkenaan dengan pembelian barang dan perbekalan. 4) Staf Distribusi dan Pergudangan (Sales and Distribution Staff) a. Mengusahakan agar barang yang diproduksi sampai ke konsumen tepat waktu dan meningkatkan volume penjualan. b. Merancang dan melaksanakan sistem pemasaran yang baik. uang, mengawasi penyusun

3. Direktur Sumber Daya Manusia (Human Resource Director) a. Mempertahankan, menyeimbangkan sumber daya manusia yang ada.

22

b. Menciptakan dan menjaga keamanan serta disiplin karyawan. c. Mengawasi dan membawahi kegiatan Jr. General affair Manager dan HRD Manager. Direktur Sumber Daya Manusia membawahi: 1) Manager Urusan Umum (General Affair Manager) a. Menciptakan hubungan baik dengan masyarakat dan instansi. b. Menciptakan kepercayaan masyarakat masyarakat atau konsumen terhadap perusahaan. c. Menciptakan dan menjaga keamanan serta disiplin kerja. 2) Manager Sumber Daya Manusia (Human Resource Manager) a. Membawahi recruitment dan training asistent yang bertugas melaksanakan perekrutan dan pelatihan pegawai. b. Mengatur kegiatan penerimaan gaji dan keuntungan perusahaan bagi karyawan. 4. Direktur Teknik (Technical Derector) a. Bertanggung jawab atas semua aktivitas dan membawahi kegiatan produksi dalam rangka perncapaian target produksi. b. Mengawasi dan membawahi kegiatan Production Manager, Hr. PPC Manager, research and Development Manager dan Qualaity Assurance Manager. Direktur teknik membawahi : 1) Manajer Produksi (Production Manager) a. Memimpin dan mengkoordinir operasional proses produksi sehingga bisa berjalan sesuai rencana. b. Bertanggung jawab atas kelancaran jalannya mesin produksi. c. Menerima dan menganalisa laporan tentang kualitas produk jadi dan hasil percobaan produk baru dari Manager Quality Assurance. 2) Manajer Perencanaan dan Kontrol Produksi (Production Planning and Control Manager) a. Menyusun rencana dan jadwal produksi secara tepat. b. Mengendalikan kegiatan produksi sehingga tercapai efisiensi yang tinggi.

23

c. Menyusun program kerja untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan yang harus dilakukan dibagian utility. 3) Manajer Litbang (Research and Development Manager) 4) Manajer Penjamin Mutu (Quality Assurence Manager) 5) Audit Internal Perusahaan (Coorporatif Internal Author)

2.2.3 Ruang Lingkup Usaha 2.2.3.1 Bahan Baku a. Bahan utama 1) Susu segar Susu segar yang didatangkan dari banyak KUD yang bergabung dalam GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia). KUD yang masih aktif memberikan kontribusi susu segar diantaranya adalah Koperasi Kaliurang, Koperasi Sarana Makmur, Koperasi Puspetasari, Koperasi Wargamulya, Koperasi Jatinom, Koperasi Cepogo, Koperasi Musuk dan Koperasi Pesat. Susu yang disetor oleh KUD diangkut oleh mobil tangki yang selanjutnya dibawa ke tempat penampungan susu namun sebelumnya diperiksa dahulu oleh petugas

laboratorium dan setelah dinyatakan release dialirkan ke BTD untuk diproses sedangkan susu yang tidak lulus uji maka tidak terima dan dikembalikan. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kualitas yang diharapkan. 2) Skim Susu skim dibutuhkan untuk campuran dari susu segar yang telah diproses menjadi bentuk bubuk. Susu skim berperan untuk materi lain yang dibutuhkan dalam nilai gizi susu produk PT Sari Husada Unit I Yogyakarta, susu skim ini merupakan susu lemak dengan nilai protein dan laktosa yang cukup memadai. Susu inipun sebelum masuk dalam proses harus melalui persetujuan QA lebih dahulu untuk memastikan bahwa bahan susu skim ini layak untuk diproduksi atau tidak. 3) Minyak nabati Bahan minyak yang dipakai dalah minyak kelapa, minyak kacang atau kedelai dan minyak kelapa sawit yang dipakai sebagai pengganti asam lemak
24

jenuh. Pembelian semua jenis minyak dilakukan di Semarang, kemudian dilakukan pencampuran melalui pabrik lokal di Indonesia. 4) Gula pasir Merupakan sumber karbohidrat yang sekaligus memberi rasa manis yang biasanya disukai oleh bayi. Gula pasir ini dibeli dari PT. Gondang Baru (Klaten). b. Bahan Tambahan Bahan tambahan yang digunakan antara lain: 1) Mineral 2) Coklat 3) Vitamin 4) Flavour 5) Lesithin 6) Renoxsan sebagai antioksidan. 7) Maltodekstrin pangan

2.2.3.2 Proses Produksi Proses pembuatan susu bubuk full cream milk powder (FCMP) melalui 2 tahap sebagai berikut: 1. Proses Pengolahan Susu Kental (a) Penerimaan Susu Segar Susu segar diterima dari GKSI biasanya 45.000-50.000 liter, yang kemudian diuji oleh Quality Assurance, jika telah memenuhi syarat maka akan dipompa ke balance tank ( BT ) melalui pipa-pipa yang dilengkapi penyaring dan katup yang berfungsi untuk mengatur kontinyuitas aliran susu yang akan masuk ke proses pendinginan. (b) Pendinginan Dari BT, susu segar dialirkan melalui flow meter menuju plate cooler. Flow meter berfungsi untuk menghitung susu segar yang akan masuk ke tahap pendinginan. Dalam plate cooler terjadi pendinginan yang akan mengubah suhu susu dari 7oC-9oC menjadi 2oC-4oC. Media pendingin yang digunakan pada plate cooler adalah air dingin dengan suhu 1oC-2oC.

25

(c) Compounding Tank Compounding Tank merupakan tempat untuk mencampur bahanbahan untuk membuat inti. Bahan-bahan yag dicampur antara lain susu segar, minyak nabati, mineral, lechitin, senozan, air panas dan rework. Rework merupakan susu hasil keringan yang berupa gumpalan padat yang tidak bisa lolos dalam pengujian kualitas. Jumlah penambahan rework maksimal 10 % dari jumlah susu segar yang diproses. Penambahan lebih dari itu memungkinkan rework tidak dapat tersuspensi. Pencampuran dilakukan dengan pengadukan selama 15 menit. Susu dalam compounding tank sekitar 60oC, pH =6.5-7. (d) Pemisahan kotoran pada susu. Susu setelah dicampur dengan bahan-bahan yang dibutuhkan kemudian masuk tahap pemisahan kotoran. Tahap pemisahan kotoran ada 2, yaitu : (1) Duplex Filter Duplex Filter berfungsi untuk memisahkan kotoran-kotoran sari susu, yang berkapasitas 500 liter dan berukuran 200 mesh. (2) Clarifier Clarifier berfungsi untuk mengendapkan sisa-sisa logam (akibat gesekan). Ukuran logamnya sangat kecil sehingga tidak dapat dipisahkan menggunakan Duplex Filter. (e) Pasteurisasi Pasteurisasi yang dilakukan PT Sari Husada menggunakan System High Temperature Short Time ( HTST ), yaitu pasteurisasi dengan suhu tinggi dan waktu yang pendek. Proses ini dilakukan dengan regenerated spiroterm, yaitu unit yang terdiri dari tiga bagian yaitu regenerasi, pasteurisasi dan bagian pendingin. Susu segar yang didinginkan dari silo susu segar dialirkan ke bagian regenerasi untuk pemanasan awal. Susu segar dipanaskan menggunakan medium pemanas berupa susu yang telah dipasteurisasi. Dari bagian regenerasi susu dialirkan ke bagian pasteurisasi yang merupakan pemanas dengan menggunakan medium pemanas berupa uap air, dengan

26

holding time 15 detik pada suhu ( 76-84 )oC. Selanjutnya susu hasil pasteurisasi akan memanaskan susu segar yang masuk dalam regenerator dan susu hasil pasteurisasi akan mengalami penurunan suhu karena mengalami kontak tak langsung dengan suhu dingin. Susu hasil pasteurisasi kemudian masuk bagian untuk didinginkan lebih lanjut, di sana akan diturunkan suhunya sekitar 4-5oC, media pendingin berupa air es 1-2oC. (f) Homogenisasi Proses homogenisasi adalah perlakuan dengan cara melewatkan susu kental pada suatu lubang yang ukurannya sangat kecil. Tujuannya untuk menyeragamkan globula besar menjadi kecil dengan pemberian tekanan tinggi. Globula lemak yang berukuran 2 mikron ini dapat meningkatkan stabilitas susu sebagai emulsi jika didiamkan selama 48 jam pada suhu 45oCdan mencegah pemisahan krim. Homogenisasi dilakukan dalam 2 tahap, tahap pertama menggunakan tekanan 1500 psi untuk mengubah globula lemak besar menjadi kecil dan tahap kedua menggunakan tekanan 500 psi untuk menyeragamkan lemak. Kedua tahap ini menyebabkan globula lemak menjadi semakin homogen dengan diameter semakin kecil (2 mikron). (g) Pendinginan Proses pendinginan susu kental dilakukan dalam plate cooler sampai suhu turun menjadi ( 7-9 )oC. Pendinginan susu kental bertujuan untuk menghambat mikroba dan mencegah terjadinya pemanasan lebih lanjut pada susu agar tidak terjadi denaturasi protein dan rusaknya zat gizi serta timbulnya off flavor. Pada plate cooler menggunakan system plate heat exchanger. Susu segar masuk melalui pipa atas dan media pendingin masuk melalui pipa bawah. Aliran susu berlawanan arah dengan aliran mesin pendinginan berjalan efisien. Susu kental yag sudah didinginkan kemudian disimpan di mixed storage tank ( MST ). (h) Mixed Storage Tank ( MST ) Susu kental dari plate cooler kemudian ditampung dalam mixed storage tank yang berjumlah 4 buah dan berkapasitas 10.000 liter. Penyimpanan susu disertai dengan pengadukan berkecepatan 40 rpm yang

27

bertujuan untuk mencegaah terjadinya pengendapan dan pemisahan partikel susu yang telah dihomogenisasi. Penampungan susu di dalam MST merupakan penampungan sementara untuk pengaturan pengaliran susu kental menuju proses pengeringan. Waktu tinggal susu di dalam adalah 12 jam, apabila lebih dari itu maka susu akan di rechliling. Suhu di dalam MST dijaga agar di bawah 15oC, apabila suhu diatas 15oC, maka susu akan dikarantina.

2. Proses Pengolahan Susu Bubuk (a) Evaporasi Evaporasi adalah proses pemekatan suatu larutan dengan cara menguapkan sebagian cairan yang ada akan didapatkan kadar padatan sesuai yang diinginkan 55 %. Evaporator yang digunakan di PT Sari Husada Unit I Yogyakarta adalah evaporator yang bekerja dengan sistem falling film, yaitu susu akan mengalir perlahan seperti cairan tipis di sekeliling pipa-pipa dalam kalandria sehingga kotak perpindahan panas dapat terjadi secara sempurna. Susu dari MST masuk ke bagian preheater I untuk mengalami pemanasan awal menggunakan uap air hasil pemisahan dari separator. Kemudian masuk ke dalam preheater II untuk dipanaskan kembali menggunakan steam yang keluar dari evaporator sehingga suhu susu mencapai (52-55)oC. Susu akan disemprotkan dari bagian atas evaporator menggunakan distribusi device. Kemudian susu akan mengalir melalui bagian atas kalandria secara falling film. Steam dimasukkan melalui bagian atas tabung evaporator dan berada di luar kalandria sehingga steam tidak terkoyak langsung dengan susu. Hasil dari evaporator yaitu susu dengan suhu (5960)oC kemudian dialirkan ke density record untuk mengukur kadar padatan dalam produk. Susu yang tidak memenuhi spesifikasi akan dikembalikan lagi ke evaporator untuk kemudian dipekatkan kembali. Separator digunakan untuk memisahkan uap air yang terbawa dalam susu hasil operasi selanjutnya dialirkan ke feed tank (FT) untuk ditampung. (b) Preheater (consisitator)

28

Dari FT susu kental dipanaskan dalam preheater untuk mengalami pemanasan awal dengan dialiri uap air (steam) sebagai media pemanasnya. Pemanasan awal susu mencapai suhu (70-75)oC bertujuan untuk

mempercepat proses pengeringan sehingga pengeringan berjalan lebih efisien. Setelah melalui pemanasan awal, susu dilewatkan pada duplex filter. (c) Pengeringan Dryer chamber digunakan sebagai alat pengeringan utama. Media pengering berupa udara yang dilewatkan dikoil steam dimasukkan ke dalam chamber sehingga bercampur dengan umpan susu yang telah dikabutkan oleh nozzle otomizer. Sebagai pengering digunakan purna vibro fluidizer dryer.Susu yang terbentuk dari pengering utama akan jatuh karena gaya grafitasi dan memilki kadar air sekitar 3 %. Selanjutnya susu bubuk ini akan diangkut ke vibro fluidizer dryer dengan udara panas sekitar 85-95oC untuk pengering panas. Powder yang dihasilkan dari pengering purna mempunyai kadar air yang rendah sekitar 2-3 %. Udara pengering yang telah digunakan dan uap air dihisap exhaust fan, melalui kain penyaring yang dipasang di bagian atas ruang pengering. Bubuk susu yang jatuh dalam lantai pengering akan dikumpulkan dengan menggunakan pengeruk. Selanjutnya dengan screw conveyor bubuk susu diangkat ke shifter untuk pemisahan bubuk susu. (d) Pengayakan Proses pengayakan susu bubuk dilakukan oleh shifter dengan menggunakan saringan berukuran 14 mesh yang bekerja secara otomatis. Susu yang halus akan lolos dari pengayakan kemudian 14 mesh yang bekerja diserap masuk ke dalam silo penyimpanan (silo 1 atau 2) sebelum dikemas. Sedangkan susu terbentuk gumpalan dan tidak lolos pengayakan akan mengalami rework yang akan dimasukkan kembali ke dalam compounding tank untuk proses kembali. Bubuk susu yang akan dikemas harus menjalani proses pengujian fisik, organoleptik, kimia dan mikrobiologis yang bertujuan untuk pengawasan mutu produk akhir.

29

(e) Weight and blending Bubuk susu kering ( base powder ) masuk ke silo 1 atau 2. Powder ditimbang dan ditambah premik, vitamin dan gula lalu dimasukkan ke lindor blendor selama 300 detik. Proses selanjutnya adalah penampungan powder dalam hooper bin filling untuk disimpan dalam wood bin kemudian dikirim ke Kemudo untuk di packing. Untuk produk berupa FCMP setelah melewati silo susu powder kemudian masuk ke hooper bin filling untuk kemudian dikemas dalam zak kapasitas 25 kg. Sebelum masuk bin dan zak terdapat alat yang disebut dengan metal detector untuk mendeteksi dan mengambil metal-metal yang terikut dalam powder. Sistem pengisian dilakukan secara manual, yaitu operator mengendalikan pengeluaran bubuk susu dan di bawah hooper bin filling terdapat timbangan. Setelah bubuk susu diisikan ke dalam kantong plastik dilapisi empat lapis kertas zak ( multi kraft paper bags ). Dengan susunan yang berlapis-lapis tersebut maka kemasan relatif lebih tahan terhadap goncangan maupun pengaruh dari luar lainnya.

2.2.3.3 Produk PT. Sari Husada merupakan produsen makanan dan minuman untuk bayi, anak dan orang dewasa. Jenis produk olahan yang diproduksi PT. Sari Husada dibagi menjadi dua produk, yaitu produk yang dihasilkan perusahaan sendiri dengan formula PT. Sari Husada dan produk yang diproduksi atas pesanan dari perusahaan lain dengan formula dari perusahaan pemesan. Produk pesanan tersebut merupakan produk lisensi dari PT. Sari Husada. a. Produk PT. Sari Husada (Non-Lisensi) Susu bayi formula SGM-1

SGM dari bahan-bahan bermutu tinggi yang mengandung protein susu, lemak nabati, karbohidrat, vitamin dan mineral dalam jenis dan jumlah seimbang sehingga menunjang pertumbuhan bayi normal. Oleh karena itu SGM merupakan susu bubuk formul 1 dalam negeri yang diberikan pada bayi usia 0-6 bulan.

30

Vilatac-1

Vitalac merupakan susu formula bayi yang disusun sedemikian rupa sehingga dengan anjuran dari FAO dan WHO komposisi nutrisi mendekati ASI, digunakan sebagai pengganti ASI, diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. SGM BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)

SGM BBLR merupakan susu formula bayi yang diberikan kusus untuk bayi yang lahir prematur atau mempunyai berat badan kurang dari berat badan normal. SGM LLM

LLM merupakan susu bubuk bayi yang berkadar laktosa rendah dan diformulasikan khusus untuk menghindari diare pada bayi yang menderita Lactose Intolerance (bayi yang tidak tahan terhadap laktosa) sehingga akan menderita diare bila diberikan susu bayi biasa. LLM diberikan atas petunjuk dari tim dokter Indonesia.

Susu Lanjutan SGM-2

SGM 2 merupakan susu formula lanjutan untuk bayi 6 bulan keatas. Susu SGM 2 ini mempunyai keistimewaan antara lain akan memberikan kebutuhan nutrisi selaras bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi normal, mengandung kadar yang cukup tinggi yang diperlukan bagi metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan bayi, di susun sedemikian rupa sehingga diperoleh komposisi asam lemak tidak jenuh, mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan secara esensial bagi pertumbuhan dan kesehatan. Vitalac-2

Vitalac 2 yang merupakan susu formula untuk bayi berusia 6 bulan sampai dengan 3 tahun serta banyak pertumbuhan bayi. mengandung protein serta nutrisi yang esensial bagi

31

Susu pertumbuhan SGM 3

SGM 3 merupakan susu pertumbuhan kelanjutan dari SGM 2 yang diperuntukan anak usia 1 tahun sampai 5 tahun. Diperkaya dengan DHA dan LA-Pekusor AA (Linoleat acid) sebagai bahan dasar pembentuk AA yang penting untuk otak, juga Preboitik FOS yang membantu fungsi saluran pencernaan dan mengurangi resiko sembelit serta dilengkapi vitamin dan mineral sebagai kebutuhan dasar tubuh. Vitaplus

Vitaplus dengan ekstra energinya untuk menunjang aktivitas dan penambahan berat badan anak. Susu ini dilengkapi dengan DHA, decosahexaenoic acid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Frukto aligosalcharides untuk meningkatkan daya tahan saluran cerna sehingga dapat membantu mencegah diare sedangakan L-Carniti untuk efisiensi metabolisme lemak pada tubuh anak. Vitaplus digunakan untuk anak 1 tahun ke atas, dengan komposisi susu skim, kaseinat, dekstrin maltose, sukrosa, minyak kelapa sawit serta vitamin dan mineral. SGM-4

SGM 4 merupakan susu untuk pertumbuhan untuk anak usia 4 tahun keatas komposisinya terdiri dari kalsium susu mencapai 1150 mg/100g yang merupakan sumber kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi, Beta Karotean disiapkan untuk membantu fungsi penglihatan dan anti oksidan, serta dilengkapi dengan prebiotik FOS guna meningkatkan fungsi pencernaan, meningkatkan penyerapan kalium dan mencegah sembelit.

Bubur Susu SNM

SNM Instant merupakan makanan tambahan bayi yang banyak mengandung protein sebagai penunjang perkembangan dan kegiatan bayi yang semakin aktif. SNM Instant dibuat dari tepung beras, vitamin, mineral yang seimbang, banyak mengandung protein nabati yang cocok untuk makanan padat bagi bayi. Bubur susu ini diberikan untuk bayi setelah berumur tiga bulan keatas.

32

SGM Cereal

Merupakan bubur bayi makanan pelengkap dengan kandungan madu, omega 3 (190mg/100gr), omega 6 (1900mg/100gr), prebiotik FOS (172mg/100gr), 25 vitamin dan mineral. Makanan untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Lactamil merupakan susu formula untuk memenuhi keutuhan tambahan gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta memperlancar produksi ASI. Produk perdana sudah mulai bulan juni 1990. Dari hasil clinical test lactamil oleh tim Fakultas Kedokteran Bagian Anak UGM, dinyatakan bahwa lactamil dapat menurunkan kejadian berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dari 13,8% menjadi 1,6%. Susu Anak dan Dewasa (FCMP)

FCMP dibuat dengan susu murni dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha bakery yang memrlukan susu bubuk berkualitas tinggi.

b. Produk Lisensi PT. Sari Husada memproduksi susu untuk merk lain, diamana produksi ini hanya akan diproses jika ada permintaan dari piahn luar. Adapun produk-produk lisensi antara lain : a. b. Bebelac (1 dan 2). Lisensi dari limfemf holand Cereal Nutricia, Nutrion Premium, Nutrio Follow On dan Nutricia Sereal Base. Merupakan lisensi dari Nitricia, Holand. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. S-26 dan Promil, merupakan lisensi dari Wyeth-Ayerst Ionc. USA NFD Nutrilon CKD Honey Powder CKD Vanila NNP Nutrilon NSY Nutrilon Sayur NSP CMI DHA Base CMA DHA Powder CKD base

33

m. Chilmil n. o. p. q. r. CKD Powder BMT CNR CNB CNF

2.2.3.4 Pemasaran Pada tanggal 1 juli 1989, PT Sari Husada telah menunjuk PT. Tiga Raksa sebagai distributor tunggal untuk memasarkan hasil produksinya. Dalam melaksanakan pemasaran PT Sari Husada melakukan penerapan manajemen yang meliputi produk, harga, distribusi dan promosi. Salah satu faktor usaha dalam mencapai keuntungan yaitu dengan meningkatkan volume penjualan. Usaha peningkatan volume penjualan dilakukan dengan modifikasi stategi pemasaran, yakni: 1. Membuat produk dengan menetapkan harga jual produk yang dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat Indonesia. 2. Produk yang dipasarkan selalu dijaga kualitasnya sesui dengan Standar Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan Standar Internasional. 3. Pemasaran dipercayakan kepada distribusi tunggal. 4. Pemasaran produk memberikan jaminan daur produk pada konsumen. 5. Untuk mempertahankan kekuatan pasar, promosi dilakuakn berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.240.

Menkes/PER/0 1985 tanggal 1 Mei 1985.

34

2.3 PT. Cocca Cola Amatil Indonesia 2.3.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 5. Logo PT Cocca Cola

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company. PT Coca Cola Amatil Indonesia memproduksi dan mendistribusikan produk CocaCola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produkproduk Coca-Cola di dunia. Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan

mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna
35

memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu. Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai CocaCola Bottling Indonesia. Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

2.3.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas PT. Cocca Cola Amatil Indonesia Struktur Organisasi merupakan suatu kerangka dasar dalam manajemen perusahaan, dimana dengan mempelajari struktur organisasi perusahaan maka dengan mudah pula mempelajari fungi, wewenang, hubungan antara karyawan serta tanggung jawab masing-masing. Struktur organisasi juga memudahkan pimpinan perusahaan dalam mengkoordinasikan unit kerja yang terlibat didalam organisasi. Adapun struktur Organisasi dari PT Coca Cola Distribution Indonesia West Java adalah sebagai berikut: 1. SCM (Sales Center Manager) Sales Center Manager merupakan Koordinator yang paling tinggi, yang memiliki tugas mengkoordinasi tiap-tiap kegiatan di Warehouse Bandung Metro. SCM membawahi SCA. Fungsi dan Tanggung jawab dari Sales Center Manager : a. Mengkoordinir setiap kegiatan distribusi di warehouse Bandung Metro b. Mengarahkan perumusan pokok-pokok kebijakan perusahaan dan strategi umum perusahaan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan operasional dan strategi.

36

Fungsi-fungsi organisasi perusahaan : a. Mengkoordinir serta bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pemasaran promosi, pengelolaan pasar (baik ke pengecer maupun ke konsumen) b. Menilai hasil yang diperoleh perusahaan serta menetapkan tindak lanjut perbaikan yang diperlakukan untuk masalah yang dihadapi oleh perusahaan. 2. SCA (Sales Center Administration) SCA membawahi Bookeeper, Cashier, Shipping Head, General Affair Staff. Adapun tugas dari Sales Center Administration adalah: a. Mengkoordinasikan bagian administrasi dan keuangan perusahaan b. Memeriksa prosedur penagihan piutang kepada pelanggan c. Bertanggung jawab atas keamanan persediaan barang di gudang d. Memeriksa hasil penjualan baik tunai maupun kredit Sales Center Administration juga membawahi beberapa bagian-bagian yang menunjang, yaitu : A. Bookeeper Bookeeper memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Mentransfer, memasukkan dan menganalisa seluruh transaksi hari sebelumnya yang belum sempat dicatat b. Melakukan settlement terhadap shortage barang salesman hari sebelumnya dengan memasukkan payment dan adjustment c. Melakukan analisis komprehensif dan review pada seluruh dokumen yang dimasukkan atau di transfer guna menentukan route yang dibebankan kepada salesman d. Menyimpan seluruh laporan route settlement dan dokumen e. Menjalankan generic checking data route settlement sampai seluruh kesalahan yang ada terkoreksi f. Mencetak laporan staff settlement dan mentransfer ke salesman B. Cashier Tugas dan kewajiban dari kasir adalah sebagai berikut : a. Menghitung jumlah setoran yang diterima dari salesman setiap hari

37

b. Mengakomodasikan

pengeluaran

uang

yang

telah

disetujui

oleh

koordinator administrasi dan keuangan c. Membuat laporan keuangan d. Melakukan pembayaran upah gaji insentif e. Memberikan informasi mengenai saldo petty cash pada koordinator administrasi setiap hari f. Menghitung dan menyerahkan setoran uang pada pihak bank g. Mengeluarkan faktur-faktur yang akan ditagih oleh salesman pada hari itu C. Shipping Head Tugas dan wewenang dari Shipping Head adalah sebagai berikut : a. Bertanggung jawab atas persediaan barang dagangan di gudang b. Mencatat barang dagangan yang masuk dari pihak atau barang yang akan dijual c. Melakukan stok opname persediaan di gudang d. Mencatat dan mengecek dokumen-dokumen barang yang dibawa pulang. Shipping Head membawahi juga beberapa shipper yang mempunyai tanggung jawab sebagai berikut : a. Bertanggung jawab atas pemeriksaan total untuk semua muatan di container yang keluar dan membandingkan dengan faktur pengeluaran dan jika ada perbedaan, maka harus melakukan penyesuaian berikutnya b. Melakukan stok opname secara berkala dan kemudian melaporkannya ke Shipping Head c. Bertanggung jawab menginput semua di dalam Warehouse transaksi lainnya seperti pecah, hilang dan bocor ke dalam laporan persediaan D. General Affair Staff Memilki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Bertanggung jawab atas kepersonaliaan b. Membuat laporan bulanan absensi c. Bertanggung jawab terhadap hasil kerja, dan keberhasilan d. Menyediakan kebutuhan alat-alat tulis

38

Seperti dijelaskan dalam tugas dan tanggung jawab General Affair Staff dibagi menjadi : 1. Receptionist Tugas dari Receptionist ini adalah sebagai berikut; a. Mengusahakan terjadinya komunikasi yang baik antara pihak pelanggan dengan pihak perusahaan b. Menerima pesanan penjualan dan menyampaikannya kepada bagian penjualan c. Bertugas mengatur lalu lintas penggunaan telepon di dalam kantor perusahaan 2. Security Tugas dari Security adalah : a. Menjaga keamanan di dalam dan menyampaikan kepada bagian penjualan b. Menerima arus keluar masuknya kendaraan c. Menerima pengiriman produk dari pabrik bila karyawan gudang tidak ada di tempat 3. Office Boy Tugas Office Boy adalah : a. Menjaga kebersihan kantor perusahaan b. Memberikan pertolongan kepada karyawan perusahaan 3. Supervisor Tugas dan tanggung jawab supervisor adalah sebagai berikut : a. Supervisor harus memiliki target penjualan b. Mengembangkan suatu pasar c. Supervisor memastikan absent d. Loading Compotition (muatan ke mobil) barang dari gudang ke kendaraan e. Choacing f. Pengelolaan kredit g. Merekap hasil penjualan dari salesman h. Memonitor dari penjualan salesman i. Memeriksa RHF (rincian setoran)

39

j. Memeriksa loading untuk besok pagi 4. Salesman Adapun yang menjadi tanggung jawab dari salesman adalah sebagai berikut : a. Mengunjungi Dister b. Membawa produk yang cukup c. Merawat kendaraan d. Menawarkan penambahan stok e. Membuka Dister baru f. Membantu meningkatkan dister / lingkungan g. Menawarkan peralatan display h. Menawarkan BOP material i. Menawarkan program bila ada j. Melakukan merchandising k. Melakukan transaksi penjualan yang benar l. Monitor aktivitas pasar m. Melakukan komunikasi rutin n. Melatih dan membimbing helper

40

STRUKTUR ORGANISASI SC. BANDUNG METRO GENERAL TRADE


SCM GT

BDC GT

BDC GT

BDC GT

BDC GT

DM SPv GT

ROUTE SPv

ROUTE SPv

ROUTE SPv

BDR GT

BDR GT

BDR GT

BDR GT

Deliveriman GT

Salesman Conv.

Salesman Conv.

Salesman Conv.

STRUKTUR ORGANISASI SC. BANDUNG METRO, HORECA


SCM HORECA

BDC Horeca

DM SPv Horeca

BDC Horeca

BDR Horeca

Deliveriman Horeca

BDR Horeca

STRUKTUR ORGANISASI SC. BANDUNG METRO ADMINISTRASI


SCAM

Bookeeper

Shipping Head

GA

Cashier

Shipper

Security

Collector

Gambar 7. Struktur Organisasi PT. Cocca Cola Amatil Indonesia Cabang Bandung KET: : Bagian Yang Terkait : Bagian Yang Tidak Terkait

2.3.3 Ruang Lingkup Usaha


41

2.3.3.1 Bahan Baku a. Bahan Baku utama Jenis bahan baku yang digunakan adalah : 1) Air Air digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman berkarbonasi (Coca-Cola, Sprite, dan Fanta) maupun minuman yang tidak berkarbonasi (Frestea). Air diperoleh dari sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter. Selain untuk kebutuhan proses produksi, air juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perusahaan.Air yang diperoleh dari sumur dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Treated Water Digunakan untuk bahan baku produksi, keperluan air minum kantin, dan kantor. 2. Untreated Water Digunakan untuk keperluan kamar mandi, pencucian ruangan, pekarangan dan lain-lain.

2) Concentrate Concentrate merupakan formula khusus yang digunakan untuk

memberikan rasa (flavour) yang berbeda-beda untuk jenis minuman,concentrate di beli dari PT.Coca-cola Indonesia Jakarta (satu-satunya perusahaan menyediakan bahan ini untuk Coca-cola Company di Indonesia ) Concentrate terdiri dari 2 jenis yaitu concentrate Dry (Part I) serta concentrate liquid (Part II dan III).Ratarata kebutuhan Concentrat yang digunakan dalam proses produksi dapat dilihat pada tabel 6. sebagai berikut:

Tabel 6. Rata-rata Jumlah Pemakaian Concentrate

42

Jenis produksi I Coca-cola Spite Fanta Strawberry Fanta Soda Water 5 Bks 66 Bks 25 Bks 5 Bks

Concentrate (Part) II 26 Liter 25 Liter 5 Liter III 6 Liter 5 Liter 10 Liter

Keterangan

1 Bks = 2 kg I= Aroma II=Warna

III = Rasa

3) Gula Gula yang dipakai adalah gula murni prima yang berasal dari dalam dan luar negeri. Gula dari luar negeri lebih disukai untuk digunakan dalam produksi ,karena gula dalam negeri kurang memenuhi syaratdalam segi warna,lebih banyak mengandung kotoran dan lain lain. 4) CO2 Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume. walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat. Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.

b. Bahan Baku Tambahan

43

1. Karbon Aktif Karbon aktif ini berfungsi menyerap bau ,menurunkan warna dan menyerap gas gas terlarut 2. Caustic Soda Caustic soda berfungsi untuk membersihkan botol pada mesin cuci (Washer). 3. Divergard Additive Suatu senyawa alkalis yang berfungsi memperluas permukaan kotoran sehingga pada ahir pencucian di peroleh botol yang bersih. 4. Bahan bahan lain yang digunakan seperti : PAC (Poly Aluminium Chlorida),Ca(OCl)2,Ca(OH)2,H2SO4. c. Bahan penolong Bahan penolong yang digunakan dalam melakukan kegiatan produksi adalah : 1. Botol Botol merupakan wadah pengemas minuman yang ringan yang diproduksi oleh PT.Coca Cola Bottling Unit Medan. Pengadaan botol inidiperoleh dari dari PT. Mulia Gas dan PT. Iglass di Jakarta. Sedangkan botol Frestea dari dubai. Disamping itu juga digunakan botol bekas yang kembali dari pasar yang memenuhi syarat. 2. Crown Cork Penutup botol ini dibeli dari PT. Ancol Terang metal printing Indonesia,PT.Citra Mandiri Metalindo Abadi. 3. Crate(peti) Crate dibeli dari PT. Pioner Plastik Jakarta dan PT. Pluit Plasindo Jakarta. Disamping itu crate yang digunakan adalah crate yang diperoleh dari pasar yang memenuhi syarat.

2.3.3.2 Proses Produksi

44

a. Pembuatan Simpel sirup dan sirup untuk produk sparkling Sebelum pembuatan minuman berkarbonasi terlebih dahulu

dilakukanpembuatan simple sirup. Pada proses pembuatan simple sirup dengan proses dingin (tanpa steam/pemanasan), air yang dipakai adalah treated water dan ditampung dalam simple syrup tank. Kemudian agitator dihidupkan dan setelah itu dicampurkan gula sesuai dengan jumlah final sirup yang akan dibuat. Setelah proses ini selesai maka proses berikutnya adalah penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan bag filter. Fungsi filter ini adalah supaya warna gula yang di hasilkan jernih. Larutan yang telah bebas di filter dan memenuhi standard kejernihan yang diinginkan dimasukkan dalam tangki final syrup atau pencampuran sirup. Larutan gula dilewatkan melalui lampu UV dengan intensitas UV >15 ws/m2 guna UV adalah untuk membunuh mikroba-mikrobayang ada pada larutan gula. Terhadap simpel sirup dilakukan uji Brix (Banyaknya larutan sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air ) setelah itu sample sirup dialirkan ke final tank. Pada tangki final syrup sebelum dimasukkan concentrate maka terlebih dahulu dicampurkan sample sirup dengan air yang di aduk selama 15 menit agar sampel sirup homegen. Setelah itu dimasukkan concentrate kedalam tangki pencampuran sesuai dengan produk yang akan di produksi,misalnya coca-cola, maka concentrate yang digunakan adalah coca-cola, demikian pula fanta dan sprite. Setelah concentrate dimasukkan campuran diaduk selam 1 jam.Produk yang telah selesai diproses disebut final syrup dan untuk tahap selanjutnya dilakukan uji atau diperiksa oleh quality assurance sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan Brix standart untuk produk coca-cola amatil Indonesia unit Medan. Dari tangki final sirup dialirkan dalam mesin pencampur. Dalam mesin paramix, sirup dicampur dengan perbandingan tertentu. Lalu beverage dialirkan kedalam carbonator dan dicampur dengan air dan CO2 melalui cooler pada suhu 5 0C (CO2 mudah dicampur pada suhu tersebut ).

45

b.

Proses Pembuatan Simpel Sirup Proses pembuatan syrup untuk produk still dengan proses dingin (tanpa

steam/pemanasan),air yang digunakan adalah treated water dan ditampung dalam simple syrup tank, kemudian agitator dihidupkan dan setelah itu dicampurkan gula sesuai dengan jumlah final syrup yang akan dibuat. Setelah proses ini selesai maka proses berikutnya adalah penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan bag filter. Fungsi filter ini adalah supaya warna gula yang di hasilkan jernih. Larutan yang telah bebas di filter dan memenuhi standard kejernihan yang diinginkan dimasukkan dalam tangki final syrup atau pencampuran sirup. Larutan gula dilewatkan melalui lampu UV dengan intensitas UV >15 ws/m2 guna UV adalah untuk membunuh mikroba-mikroba yang ada pada larutan gula. Terhadap simpel syrup dilakukan uji Brix (Banyaknya larutan sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air ) setelah itu sample sirup dialirkan ke final tank. Pada tangki final syrup sebelum dimasukkan concentrate maka terlebih dahulu dicampurkan sample sirup dengan air yang di aduk selama 15 menit agar sampel syrup homegen. Setelah itu dimasukkan concentrate kedalam tangki pencampuran sesuai dengan produk yang akan di produksi, misalnya cocacola,maka concentrate yang digunakan adalah coca-cola, demikian pula fanta dan sprite. Setelah concentrate dimasukkan campuran diaduk selam 1 jam. Produk yang telah selesai diproses disebut final syrup dan untuk tahap selanjutnya dilakukan uji atau diperiksa oleh quality assurance sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan Brix standart untuk produk coca-cola amatil Indonesia unit Bandung. c. Proses Penyeduhan Teh Pada proses ini air olahan untuk produk still dialirkan,ke tangki ekstrak lalu dipanaskan.Selanjutnya dimasukkan daun teh (Black Tea atau Green Tea )selama 10 menit. Selama penyeduhan selesai atau ekstrak teh dimasukkan kedalam tangki syrup.

46

d.

Proses pencampuran ekstrak teh dan syrup Ekstrak teh yang dihasilkan pada proses penyeduhan teh dimasukkan

kedalam tangki syrup yang didalamnya ada sampel sirup yang ada pada sampel room.Selanjutnya dilakukan uji brix (banyaknya sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air) agar memenuhi standard kadar gula. Lalu tambahkan concentrate Frestea. 2.3.3.3 Produk Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan ketat proses produksi yang diakui secara internasional. Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu kami menjaga agar para pelanggan mendapatkan minuman dalam rasanya yang terbaik. Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang tanggal pembuatan. Ada kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut dibuat. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus. Semua itu menunjukkan komitment PT. Cocca Cola untuk memastikan bahwa teknologi, sumber daya manusia maupun material yang dipergunakan, semuanya tertuju untuk kepuasan para pelanggan dan konsumen. Produk PT. Cocca Cola : Coca-Cola Coca-Cola Diet Coke Coca-Cola Zero

47

Sprite Sprite Sprite Zero

Fanta Fanta Strawberry Fanta Vitamin C Fanta Fruitpunch Fanta Orange Fanta Blueberry

Frestea Frestea Jasmine Frestea Green Frestea Apel-Lemon-Markisa

Minute Maid Minute Maid Pulpy Orange Minute Maid Pulpy Tropical Minute Maid Pulpy OMango

Schweppes AdeS Powerade Isotonik A&W

2.3.3.4 Pemasaran Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Bottling Indonesia diproduksi di Indonesia. Saat ini terdapat 10 pabrik pembotolan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama ini pabrik-pabrik yang ada di Indonesia telah menerima berbagai penghargaan dari The Coca-Cola Company atas

48

pencapaian standar yang melampaui standar yang ditetapkan untuk pabrik-pabrik sejenis di berbagai lokasi lain di dunia. Tim penjualan yang sangat besar tidak saja menjual produk-produk kepada para pelanggan, tetapi mereka juga memberikan saran bagaimana sebaiknya mereka menjual produk-produk Coca-Cola. Supervisor penjualan di PT. Coca Cola juga teratur mengunjungi para pelanggan dan memberikan bimbingan, serta menampung masukan yang disampaikan para pelanggan. Kebijakan penjualan dan distribusi secara menyeluruh diarahkan oleh National Office di Cibitung, Bekasi, namun penerapan kebijakan tersebut dilaksanakan oleh para manajer operasional dan regional yang handal dan berpengalaman beserta staf mereka. Pabrik Coca-Cola di Indonesia terbuka untuk kunjungan bagi semua lapisan masyarakat : kalangan pendidikan, instansi pemerintah/swasta, organisasi sosial dll. yang ingin melihat langsung proses produksi kami yang higienis dan berkualitas.

49

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Dari kunjungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, sbb : PT Indonesia Power, atau IP, adalah sebuah anak perusahaan PLN yang menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik. Saat ini Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkitan listrik dengan daya mampu terbesar di Indonesia PT. Sari Husada adalah perusahaan yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang bergizi berbahan baku susu diproses secara modern dan higienis dan mencakup aktivitas mixing, driying, blending, filling dan packing. PT. Sari Husada II terletak di Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, didirikan di cix atas tanah seluas 15 Ha. Jumlah tenaga kerja PT. Sari Husada II sampai saat ini adalah 616 tenaga kerja Indonesia, 2 orang tenaga kerja asing dan 533 orang tenaga kerja dari pihak ketiga (PT. DPK). Dalam meminimalisasi faktor dan potensi bahaya dari proses produksinya, maka PT. Sari Husada membentuk bagian khusus yang menangani tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lembaganya untuk menangani tentang K3 yaitu Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang termasuk dalam divisi safety & environment. Selain itu PT. Sari Husada menghasilkan 80.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat indonesia. PT Coca-Cola Amatil Indonesia adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi minuman ringan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam minuman ringan di bawah lisensi perusahaan The Coca-Cola Company yang berpusat di kota Atlanta, provinsi Georgia, Amerika Serikat.sebagai perusahaan minuman ringan terbesar di dunia, pihak Coca-Cola tentunya menggunakan cara-cara produksi dan distribusi yang berbeda dengan perusahaan yang lain.

50

3.2 Saran Perusahaan perlu meningkatkan pembinaan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja kepada tenaga kerja agar lebih peduli dan merasa bahwa safety adalah hak atau kebutuhan bukan hanya merupakan kewajiban. Dan setiap industri juga harus bisa memperhatikan lingkungan hingga menjadi industri yang berbasis lingkungan.

51

DAFTAR PUSTAKA

52