Anda di halaman 1dari 28

Karsinoma Recti

Oleh: Galuh Ajeng Kusumawati 030.05.102

Pendahuluan
Karsinoma rekti merupakan tumor ganas terbanyak di antara tumor ganas saluran cerna, lebih 60% tumor kolorektal berasal dari rektum. Salah satu pemicu kanker rektal adalah masalah nutrisi dan kurang berolah raga. Kanker rektal merupakan salah satu jenis kanker yang tercatat sebagai penyakit yang paling mematikan di dunia. Kanker rektal adalah kanker yang menyerang kolon dan rektum. Namun, penyakit ini bukannya tidak dapat disembuhkan. Jika penderita telah terdeteksi secara dini, maka kemungkinan untuk sembuh bisa mencapai 50 persen.3

Identitas Pasien
Nama Umur Jenis Kelamin Agama Suku Bangsa

Pekerjaan
Pendidikan Alamat

Kasus Ke
Pemeriksa

: Tn. P : 50 tahun : Laki-laki : Islam : Sunda : Buruh :: Ciherang sawah, Bogor :1 : Galuh Ajeng Kusumawati

Anamnesa
Keluhan Utama

: Susah buang air besar sejak 1 tahun SMRS. Keluhan Tambahan : BAB berwarna hitam berbentuk kecilkecil.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poliklinik Bedah RSMM dengan keluhan susah buang air besar sejak 1tahun SMRS. BAB berwarna hitam berbentuk kecil-kecil. Ps mengaku sejak 2 minggu SMRS teraba benjolan didalam anus dan jika BAB terdapat darah berwarna merah segar. Ps merasa demam terkadang-kadang namun tidak terlalu tinggi. Ps mengaku dalam 1 tahun ini dirasakan berat badan menurun dan nafsu makan berkurang. Ps menyangkal adanya neyri perut dan muntah. Ps sudah berobat sebelumnya namun tidak ada perbaikan.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien mengaku mempunyai riwayat hipertensi namun tidak rutin control dan minum obat.
Riwayat Penyakit Keluarga :

Ibu Ps mempunyai riwayat kanker payudara. Tidak ada keluarga yang mempunyai riwayat yang sama.
Riwayat Operasi

Ps menyangkal pernah melakukan operasi sebelumnya.


Riwayat Kebiasaan

Ps mempunyai riwayat merokok. Ps mengaku jarang berolah-raga dan minum air putih.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasaan Tinggi Badan Berat Badan BMI Kesan gizi
Aspek Kejiwaan

: tampak sakit sedang : compos mentis : 130/90 mmHg : 80x/menit : 36,4oC : 20x/menit : 157 cm : 48 kg : 19,58 : baik

Tingkah Laku Alam Perasaan Proses Pikir

: wajar : wajar : wajar

Status Generalis
Kepala

: Normocephali, bulat, simetris, tidak ada deformitas Mata : Konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-, RCL +/+, RCTL +/+, pupil bulat isokor, diameter 3mm. Mulut dan tenggorokan : bibir tidak sianosis, mukosa bibir tidak kering, oral hygiene cukup baik, lidah dan gigi tidak ada kelainan, faring tidak hiperemis, tonsil T1/T1. Hidung dan Telinga : dalam batas normal Leher : Kelenjar getah bening tidak teraba membesar Thorax : Bentuk : datar, tidak cekung Pembuluh darah : tidak tampak pelebaran Buah dada : simetris

Inspeksi

Kiri

Simetris saat statis dan Simetris saat statis dan dinamis dinamis

Kanan

Simetris
dinamis

saat

statis

dan Simetris
dinamis

saat

statis

dan

Palpasi

Kiri

- Tidak ada benjolan - Fremitus taktil simetris

- Tidak ada benjolan - Fremitus taktil simetris - Tidak ada benjolan - Fremitus taktil simetris Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru - Suara vesikuler - Wheezing (-), Ronki (-) - Suara vesikuler - Wheezing (-), Ronki (-)

Kanan

- Tidak ada benjolan - Fremitus taktil simetris

Perkusi

Kiri Kanan

Sonor di seluruh lapang paru Sonor di seluruh lapang paru - Suara vesikuler - Wheezing (-), Ronki (-)

Auskultasi

Kiri

Kanan

- Suara vesikuler - Wheezing (-), Ronki (-)

Jantung
Inspeksi

: Tampak pulsasi iktus cordis di ICS V, 1 jari medial linea midklavikula kiri Palpasi : Teraba iktus cordis pada ICS V, 1 jari medial linea midklavikula kiri Perkusi : Batas kanan : sela iga V linea parasternalis kanan. Batas kiri : sela iga V, 1 jari sebelah medial linea midklavikula kiri. Batas atas : sela iga II linea parasternal kiri. Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni reguler, Gallop tidak ada, Murmur tidak ada.

Abdomen
Inspeksi

: tidak ada lesi, tidak ada bekas operasi, datar, simetris, smiling umbilicus tidak ada, dilatasi vena tidak ada Palpasi : Dinding perut : supel, datar
Hati tekan di hati : tidak teraba membesar, tidak ada nyeri

Limpa : tidak teraba membesar Ginjal : tidak ditemukan ballotement, nyeri ketok CVA tidak ada Nyeri tekan abdomen (-) Murphy sign (-) Nyeri lepas (-) Shifting dullness (-) Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus (+) normal

Ekstremitas
Atas

: Inspeksi : simetris, oedem -/Palpasi : akral hangat +/+ Motorik : 5/5 Sensorik : +/+ Bawah : Inpeksi : simetris, oedem -/Palpasi : akral hangat +/+ Motorik : 5/5 Sensorik : +/+

Status Lokalis regio anal-perianal

Inspeksi

: tidak tampak massa, tidak tampak darah, tidak terdapat tanda radang Palpasi( Rectal Touche) : teraba massa dengan ukuran 3cmx2cmx2cm permukaan tidak rata (berbenjol-benjol), immobile, nyeri(+), feses (-),darah (+/-).

Hasil Laboratorium
Pemeriksaan Hemoglobin Leukosit Trombosit Hematokrit Masa Perdarahan Masa Pembekuan SGOT SGPT Hasil 7,9 4780 530.000 26 300 600 13 12 Satuan gr/dl /mm3 mm3 % Menit Menit U/l U/l Nilai Rujukan 13 18 4000 10.000 150.000 400.000 36 48 13 Sampai 7 < 37 < 39

Ureum Kreatinin
GDS

34,5 0,99
136

mg/dl mg/dl
mg/dl

10 50 0,5 1,17
< 140

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Foto Thorax: Suspek TB Paru Pemeriksaan EKG Normal sinus rhytm, normal axis

Resume
Pasien datang ke poliklinik Bedah RSMM dengan keluhan susah buang air besar sejak 1tahun SMRS. BAB berwarna hitam berbentuk kecil-kecil. Ps mengaku sejak 2 minggu SMRS teraba benjolan didalam anus dan jika BAB terdapat darah berwarna merah segar. Ps merasa demam terkadang-kadang namun tidak terlalu tinggi. Ps mengaku dalam 1 tahun ini dirasakan berat badan menurun dan nafsu makan berkurang. Ps menyangkal adanya neyri perut dan muntah. Pasien mengaku mempunyai riwayat hipertensi namun tidak rutin control dan minum obat. Ibu Ps mempunyai riwayat kanker payudara. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tamak sakit sedang, mata konjungtiva anemis dan pada pemeriksaan rectal touche didapatkan perabaan massa ukuran 3cmx2cmx2cm permukaan tidak rata (berbenjol-benjol), immobile, nyeri(+), feses(-), darah (+/-). Pada hasil laboratorium didapatkan hasil

DIAGNOSIS KERJA

Carcinoma Recti
DIFFERENSIAL DIAGNOSIS

Polip kolon Fissure ani hemorrhoid Karsinoma anus

PEMERIKSAAN ANJURAN
Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan CEA (Carcinoma Embrionik Antigen) Uji faecal occult blood test (FOBT) Kolonoscopy

Biopsi Patologi anatomi


CT Scan dan MRI

RENCANA PENGELOLAAN Bedah


Colostomy Biopsy tumor

Non-Bedah

Transfusi PRC 500cc Asam mefenamat 3x500mg

PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad Malam Ad functionam : dubia ad Malam Ad sanationam : dubia ad Malam

Follow up Pasien
19 september 2013 S: susah BAB dan hanya keluar kecil-kecil berwarna hitam. Mual, muntah dan demam tidak ada. O : TD: 140/90 ; N: 90x/m ; RR: 18x/m ; S: 37,2C Mata: CA+/+ SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

P:co/ Internist Transfusi PRC 500cc Captopril 2x12,5mg Asam Mefenamat 3x500 Cek ulang DPL

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas A: tumor recti suspek ganas

20 september 2013

S: keluhan sama. Mual, muntah dan P: demam tidak ada. O : TD: 170/90 ; N: 84x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-, Terapi lanjut

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas Lab. Darah: Hb; 9,3 g/dl A: tumor recti suspek ganas

21 september 2013

S: tidak ada keluhan O : TD: 190/90 ; N: 84x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

P: terapi lanjut

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas. A: tumor recti suspek ganas

22 september 2013

S: tidak ada keluhan O : TD: 190/110 ; N: 80x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

P: terapi lanjut

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas Lab. Darah: Hb; 11,6 g/dl A: tumor recti suspek ganas

23 september 2013

S: keluhan sama. O : TD: 140/80 ; N: 86x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

P: terapi lanjut Persiapan operasi pasien puasa 6-8jam

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas A: tumor recti suspek ganas

24 september 2013

S: nyeri bekas operasi.

P: Diet cair Infus RL / 12 jam Inj. Cefotaxime 3x1 Inj. Ketorolac 3x1 Vit. K 2x1

O : TD: 160/100 ; N: 94x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas Status lokalis: tampak darah di kantong kolostomi. Feses A: post Op Kolostomi + biopsi

25 september 2013

S: nyeri bekas operasi.

P: Pasien boleh pulang Obat: amoxilin 3x500, asam mefenamat 3x500

O : TD: 130/90 ; N: 76x/m ; RR: 18x/m ; S: 36C Mata: CA-/- SI-/THT: dalam batas normal Leher: KGB tidak teraba membesar Thorax: SNV +/+, ronkhi -/-,

wheezing -/S1/S2 reguler, murmur -, gallop Abdomen: supel, nyeri tekan -, bising usus 4x/menit Extermitas: oedem -/- , akral hangat +/+ pada keempat extremitas Status lokalis: tampak darah di kantong kolostomi. Feses A: post Op Kolostomi + biopsi