Anda di halaman 1dari 7

SOAL LATIHAN 1. Pemeriksaan CBR pada suatu segmen jalan diperoleh nilai CBR sebagai berikut: 5, 6, 5, 7, 8, 6, 7, 9, 5.

Tentukan Nilai CBR yang mewakili dengan cara grafis dan analitis!

2. Apa yang dimaksud dengan nilai CBR? Jelaskan prinsip pengujian CBR laboratorium dan CBR lapangan dan Apa yang dimaksud dengan CBR soaked dan CBR unsoaked?

JAWABAN 1. Nilai CBR yang mewakili (CBR segmen) : Secara Analitis CBRsegmen = CBRrata-rata (CBRmax CBRmin) / R CBRrata-rata = CBRmax CBRmin =9 =5 = 6,444

Jumlah titik pengamatan = 9 R = 3.08 Tabel nilai R untuk perhitungan CBR segmen :

CBRsegmen = 6,444 (9 5) / 3,08 = 5,146

Secara Grafis

Tentukan data CBR yang sama dan lebih besar dari masing-masing nilai pada data CBR. Angka dengan jumlah terbanyak din-yatakan dalam angka 100 %, sedangkan jumlah lainnya merupakan prosentase dari angka 100 % tersebut.dari agka-angka tersebut dibuat grafik hubungan antara harga CBR dan angka prosentasenya. Ditarik garis dari angka prosentase 90 % menuju grafik untuk memperoleh nilai CBR segmen. Dari nilai CBR

segmen yang telah ditentukan dapat diperoleh nilai DDT dari grafik kolerasi DDT dan CBR, dimana grafik DDT dalam skala linier, dan grafik CBR dalam skala logaritma.

2. CBR (California Bearing Ratio), yaitu nilai yang menyatakan kualitas tanah dasar dibandingkan dengan bahan standar berupa batu pecah yang mempunyai nilai CBR sebesar 100% dalam memikul be-ban lalu lintas.

CBR Lapangan CBR Lapangan disebut juga CBRinplace atau field CBR Gunanya untuk mendapatkan nilai CBR asli di lapangan sesuai dengan kondisi tanah saat itu dimana tanah dasarnya sudah tidak akan dipadatkan lagi. Pemeriksaan dilakukan saat kadar air tanah tinggi atau dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Jika digunakan CBR lapangan maka pengambilan contoh tanah dasar dilakukan dengan tabung (undisturb), kemudian direndam dan diperiksa harga CBR-nya. Dapat juga diukur langsung di lapangan (musim hujan/direndam). CBR lapangan biasanya digunakan untuk perencanaan lapis tambahan (overlay).

CBR Laboratorium Tanah dasar (subgrade) pada konstruksi jalan baru merupakan tanah asli, tanah timbunan, atau tanah galian yang sudah dipadatakan sampai kepadatan 95% kepadatan maksimum. Dengan demikian daya dukung tanah dasar tersebut merupakan nilai kemampuan lapisan tanah memikul beban setelah tanah tersebut di padatkan. CBR laboratorium dibedakan atas 2 macam yaitu soaked design CBR dan unsoaked design CBR.

CBR Soaked Digunakan untuk mendapatkan besarnya nilai CBR asli di Lapangan pada keadaan jenuh air dan tanah mengalami pengembangan (swell) yang maksimum. Hal ini sering digunakan untuk menentukan daya dukung tanah di daerah yang lapisan tanah dasarnya tidak akan dipadatkan lagi, terletak pada daerah yang badan jalannya sering terendam air pada musim penghujan dan kering pada musim kemarau. Sedangkan pemeriksaan dilakukan di musim kemarau. Pemeriksaan dilakukan dengan menambil contoh tanah dalm tabung (mould)

yang ditekan masuk kedalam tanah mencapai kedalaman yang diinginkan. Tabung berisi contoh tanah dikeluarkan dan direndam dalam air selama beberapa hari sambil diukur pengembangannya. Setelah pengembangan tidak terjadi lagi, barulah dilakukan pemeriksaan besarnya CBR.

CBR Unsoaked Pengujian dilakukan langsung di lapangan

Prosedur Pengukuran CBR di Lapangan : Prosedur Pengukuran CBR di lapangan :

1. TEST DAYA DUKUNG CBR & DCPT ( Dynamic Cone Penetrometer Test ) Plate Loading Test Triaxial Dan lain-lain ( tidak terlalu penting untuk jalan raya ) 2. TEST KEPADATAN Sand cone method Water balloon method Ultrasound method

TEST KEPADATAN (Sand cone method)

Percobaan kerucut pasir (sand cone) merupakan salah satu jenis pengujian yang dilakukan di lapangan, untuk menentukan berat isi kering (kepadatan tanah) asli ataupun hasil suatu pekerjaan pemadatan, pada tanah kohesif maupun non kohesif. Percobaan ini biasanya dilakukan untuk mengevaluasi hasil pekerjaan pemadatan di lapangan yang dinyatakan dalam derajat pemadatan (degree of compaction), yaitu perbandingan antara d lapangan (kerucut pasir) dengan d maks hasil percobaan pemadatan di laboratorium dalam persentase lapangan.

KONFIGURASI SUMBU KENDARAAN ESAL (Equivalent Standard Axle load)

ESAL = L = Beban satu sumbu kendaraan K = 1 ; untuk sumbu tunggal = 0.086 ; untuk sumbu tandem = 0.021 ; untuk sumbu triple

Koefisien kekuatan relatif bahan-bahan yang digunakan sebagai lapis permukaan, lapis pondasi, dan lapis pondasi bawah disajikan dalam tabel berikut. Koefisien Kekuatan Relatif