Anda di halaman 1dari 16

Transpor Sedimen dan Dinamika Pantai

Sebagai Penilaian Ujian Tengah Semester I Tahun 2013/2014 Explicit Formulation of The Sields Diagrams For Incipient Motion of Sediment. Zhixian Cao, Gareth Pender, and Jiang Meng (2006)

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG - 2013

Dipresentasikan oleh : Fernandus Brilianto Gautama 12909005 Reza Triafsa Gauss 12909023 Astrini Nurul Sentanu 12910016

Problems Introductions
Incipient Motion Shields Diagram Reynolds Numbers Specific Reynolds Number

Guos Logarithmic Matching Methods


Penggunaan Logarithmic Matching Methods Hasil perumusan

Conclusion

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG - 2013

Diagram Shield paling sering digunakan sebagai kriteria incipient motion dari transpor sedimen

Fenomena alam yang kompleks merupakan perumusan nonlinear. Kebanyakan masalah nonlinear dapat dideskripsikan dengan logarithmic atau power laws (Mandelbrot 1997)

Atau Initiation of motion Keadaan aliran dimana partikel sedimen akan mulai bergerak Pendekatan :
Shear Stress
Shields (1936) Bereau of Reclamation (1987) Lane (1953)

Velocity
Hjulstrom (1935) Yang (1973)

Hasil eksperimen Shields (German, awal 1900s) menunjukkan hubungan besarnya shear stress

(tegangan geser) yang dibutuhkan untuk memulai


pergerakan sedimen dengan fungsi bilangan Reynolds spesifik.

Reynolds Number
- Non dimensional

Particle Reynolds Number Shear Reynolds Number


Grain sized reynolds number (Initiation of motion)

laminar when Re < 2300 transient when 2300 < Re < 4000 turbulent when Re > 4000 1. bilangan Reynolds (Re) adalah berdimensi kuantitas yang digunakan untuk membantu memprediksi pola aliran yang sama dalam situasi aliran fluida yang berbeda. didefinisikan sebagai rasio gaya inersia kepada gaya viscous dan akibatnya mengkuantifikasi kepentingan relatif dari kedua jenis kekuatan untuk kondisi aliran tertentu.
u* = shear velocity

ws = settling velocity D = diameter partikel = viskositas kinematik, = viskositas dinamik = densitas fluida

Agar fluida bisa melakukan transpor


sedimen :
maka boundary shear stress (b) yang
dikerjakan fluida di dasar > critical shear stress

(*) disebut Shields Parameter


Menunjukan kondisi sedimen akan mulai bergerak

Shear stress tak berdimensi

(c).
jika tercapai, akan terinisiasi pergerakan

butiran-butiran sedimen di dasar

b = c b *= c*
critical

b* = (Rep*)

Hasil pengamatan pengukuran laboratorium Reynolds Number Vs. Shear Stress


Kurva shield tidak selalu seperti ini Tergantung dari penelitiannya

Shields diagram for dimensionless critical shear stress (COE 1994).

Junke Guo

R* < 2
Slope -1 (Graf 1971) -0.3 (Chien and Wan 1999) c = 0.1096 R*-0.2607

R* (0.1,2)
<-0.3 (Yalin da Silva 2001)

R* > 60
Konstant ; c = 0.06

c = critical shields parameter

Sumber : Guo, Junke. Logarithmic matching and its applications in computational hydraulics and sediment transport

#1
#1 Hubungan critical shield parameters Shear Reynolds Number
c = 0.1096 R*-0.2607

R*<2

R*>60

c = 0.045

Involve unknown bed shear velocity

#2
#2 Hubungan critical shield parameters Shear Reynolds Number

#4 & #5

Fig. 3. Critical Shields parameter as function of particle material number

Diagram shiled dapat dirumuskan dengan menggunakan pendekatan Logarithmic Matching (2 asimptot) meskipun hasilnya nya belum terlalu sesuai dengan diagram shield

Guo, Junke. Logarithmic matching and its applications in computational hydraulics and sediment transport http://www.sfu.ca/~hickin/RIVERS/Rivers4(Sediment%20transport).pdf http://calm.geo.berkeley.edu/geomorph/wilcock/WilcockSTLecture3.pdf http://en.wikipedia.org/wiki/Sediment_transport http://www.engineeringtoolbox.com/reynolds-number-d_237.html

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG - 2013