Anda di halaman 1dari 14

Investasi Jangka Panjang Pada Akuntansi Perpajakan

Anggi Saputri Dian Amalia Damayanti Farah Inas Nugraheni Novita Sari Nugroho Sudarsono Ratu Zahrotu Uyun

Pengertian Investasi Jangka Panjang


Tujuan Investasi Jangka Panjang Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang Investasi Jangka Panjang Dalam saham Contoh Kasus Investasi Jangka Panjang Dalam Obligasi Contoh Kasus Penutup

Pengertian Investasi Jangka Panjang


Investasi jangka panjang adalah penanaman dana untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, pada umumnya jauh lebih lama dari itu, dengan tujuan untuk memberikan penghasilan tetap atau menguasai perusahaan lain .

Tujuan Investasi Jangka Panjang


Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya. Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi, kepentingan sosial. Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut. Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan. Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaanperusahaan yang sejenis. Untuk menjaga hubungan antar perusahaan

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang


Tabungan Deposito Obligasi Saham Properti Reksa Dana (Mutual Funds) Investasi dalam Dana Investasi Program Pensiun Investasi Emas Investasi Dalam Aktiva Lain-Lain

Investasi Jangka Panjang Dalam Saham


Saham (Stock) merupakan salah satu jenis surat berharga (efek) yang diperdagangkan di bursa efek. Saham diartikan sebagai bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Umumnya ada dua tipe dasar saham yang dikeluarkan perusahaan, saham biasa dan saham istimewa. Perbedaan Antara Saham Biasa dengan Saham Istimewa: Perolehan saham dapat dilakukan dengan pembelian atau pertukaran harta atau sarana yang lain.PSAK Nomor 13 Buku SAL 1994 menyatakan ,Investasi dalam surat berharga ( termasuk saham ) harus dinyatakan sebesar harga beli ditambah dengan biaya yang lain (termasuk pajak,misalnya, PPN yang dibayarkan atas jasa pialang yang tidakdapat dikreditkan ). Demikian juga kalau tidak dapat dikreditkan, namun PPN itu oleh pengusaha dianggap sebagai revenue expenditure (sesuai dengan PP Nomor 47 sebagai Tahun 1994 ).

Untuk tujuan perpajakan,tidak terdapat ketentuan yang secara eksplisit menyebut metode pembukuan investasi jangka panjang saham,selain yang tersebut dalam penjelasan Pasal 10 ayat (5) UUPPh.Penjelasa itu menyatakan

investasi saham,tanpa memperhatikan presentase kepemilikan.dibukukan


berdasarkan harga perolehan,sama halnya dengan persediaan.Untuk Badan.dengan berlakunya pembebasan pajak atas dividen antar badan (Pasal 4 ayat (3) bagian (f) UU PPh ) kapan penghasilan dividen diakui ( cost atau equitymethod ) menjadi kurang relevan. Berbeda dengan praktek akuntansi ,untuk tujuan pajak terdapat kemungkinan keuntungan dari penjualan saham ( selisih harga jual dan rata-rata ) dikenakan pajak pada tahun penjualan .

Untuk jurnal akuntansi pajak investasi dalam saham yang dikenal secara
umum adalah metode biaya dan metode ekuitas dimana kedua metode tersebut memiliki aturan yang berbeda dan tentunya akan mempengaruhi pelaporan pajak atas investasi yang dilakukan oleh investor.

Ada 2 Metode pencatatan investasi dalam saham


Metode Biaya (Cost Method) Metode Ekuitas (Equity Method)

Metode Biaya (Cost Method)


adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investasi,
investor mencatat investasi sebesar biayanya (historical cost accounting), dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai penghasilan, namun apabila dividen yang diterima melebihi bagian investor atas laba investee dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat sebagai pengurang investasi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi.

Secara akuntansi, metode biaya harus diterapkan oleh investor yang memiliki
saham berhak suara pada perusahaan lain (investee) baik secara langsung maupun secara tidak langsung dengan kepemilikan kurang dari 20%.

Metode Ekuitas (Equity Method)


Metode ekuitas ( equity method ) adalah metode pencatatan investasi yang pada
awal perolehan investor mencatat investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai pengurang akun investasi. Nilai investasi ditambah atau dikurangi dengan bagian laba/rugi investor pada perusahaan asosiasi setelah tanggal perolehan. Untuk investasi dalam perusahaan asosiasi diatur dalam PSAK No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi. Metode ekuitas harus diterapkan oleh investor yang memiliki saham

berhak suara pada perusahaan investee baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan kepemilikan 20% atau lebih.

Pencatatan Jurnal nya sebagai Berikut :


Transaksi Pembelian Investasi
Cost method Equity Method

Investasi dalam saham Kas/Bank

xxx xxx

Investasi dalam saham Kas/Bank Investasi dalam saham Pendapatan investasi

xxx xxx xxx xxx

Pengumuman Laba/Rugi Pembagian Dividen


Kas PPh 23 dibayar dimuka Pendapatan dividen

xxx xxx xxx

Kas PPh 23 dibayar dimuka Investasi dalam saham

xxx xxx xxx

Investasi Jangka Panjang Dalam Obligasi


Obligasi adalah surat utang jangka panjang dengan tingkat bunga tertentu, obligasi dapat dibeli sesuai dengan nilai nominal atau nilai kurs. Nilai obligasi sebagai investasi dicatat sesuai dengan harga perolehannya.

Obligasi merupakan surat peminjaman uang yang akan dilunasi setelah


jangka waktu tertentu, umumnya obligasi memberikan penghasilan bunga dengan jumlah tetap kepada investor. Obligasi juga mempunyai hak atas pembagian keuntungan dividen, penjelasan pasal 4 ayat 1 bagian g UU PPh menganggap bagian keuntungan tersebut disebut dividen.

Karakteristik Dalam Obligasi


Nilai Nominal (Face Value) Kupon Jatuh Tempo

Penerbit / Emiten