Anda di halaman 1dari 11

Tugas Alat Kesehatan dan Spesialit Obat Nama NIM

Pertanyaan :

: AL MINSHAD K AHBARD : PO7131211002

1. Cara penggunaan Inhaler dan sebutkan contoh obat dan spesialit obatnya ! 2. Cara penggunaan diskus dan sebutkan contoh obat dan spesialit obatnya ! 3. Cara penggunaan swinghaler dan sebutkan contoh obat dan spesialit obatnya !

Jawaban :

1. Cara Penggunaan Inhaler :


1. 2. 3. Duduk tegak atau berdiri dengan dagu terangkat. Buka tutup inhaler dan kocok inhaler dengan teratur. Jika baru pertama kali menggunakan inhaler selama seminggu atau lebih, maka untuk penggunaan pertama sebelum digunakan, semprotkan inhaler ke udara untuk mengecek apakah inhaler berfungsi dengan baik. 4. Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Lalu letakkan bagian mulut inhaler pada mulut (diantara gigi atas dan bawah), kemudian tutup mulut dengan merapatkan bibir (jangan digigit). 5. Mulai dengan bernapas perlahan dan dalam melalui mulut inhaler, sambil bernapas secara berbarengan tekan bagian tombol inhaler untuk melepaskan obatnya. Satu kali tekan merupakan satu kali semprotan obat. 6. 7. Lanjutkan untuk bernapas dalam untuk memastikan obat dapat mencapai paru-paru. Tahan napas selama kurang lebih 10 detik (atau selama kondisi senyaman yang terasa) lalu buang napas perlahan. 8. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik, dan kocok kembali inhaler, ulangi langkah 4 sampai 7. 9. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan inhaler di tempat yang kering.

10. Setelah selesai, berkumur-kumur, dan catat dosis yang sudah terpakai.

Contoh Obat Inhaler BEROTEC INHALER 10 ML

Brand

:Boehringer Ingelheim

Komposisi

:Fenoterol HBr

Indikasi

:Terapi

simtomatik

(hanya

bersifat

menghilangkan

gejala,

tidak

menghilangkan/menyembuhkan penyebab utamanya) episode asma akut. Pencegahan asma yang dipicu oleh olah raga. Terapi simtomatik asma bronkhial & kondisi lain yang disertai dengan penyempitan saluran pernafasan yang bersifat reversibel seperti bronkhitis obstruktif kronis.

Dosis

:Untuk Episode asma akut : 1 semprot, jika belum ada perbaikan sesudah 5 menit, berikan dosis ke-2. Jika serangan asma tidak dapat diatasi dengan 2 semprot, dosis mungkin perlu ditambah. Untuk pencegahan asma yang dipicu oleh aktivitas fisik : 1-2 semprot, maksimal : 8 semprot/hari. Untuk asma bronkial dan keadaan lain dengan penyempitan saluran nafas yang reversibel : bila diperlukan pengulangan dosis, 1-2 semprot untuk tiap pemberian, maksimal : 8 semprot/hari.

Kontra Indikasi

:Kardiomiopati obstruktif hipertrofik, takiaritmia.

Perhatian

:Diabetes melitus yang tidak terkontrol, infark miokardial yang baru saja terjadi dan atau kelainan parah jantung organik atau pembuluh darah, hipertiroidisme,

sesak nafas akut yang semakin memburuk, trimester pertama kehamilan dan menyusui, feokromositoma. Penggunaan regular jangka panjang memerlukan evaluasi ulang untuk tambahan obat-obat anti radang. Monitor kadar kaliu serum. Larutan inhalasi : Tirotoksikosis, insufisiensi miokard, angina, disaritmia, hipertensi, stenosis aorta subvalvular hipertrofi.

Efek Samping

:Gemetar halus otot rangka, gugup, takikardia, pusing, berdebar atau sakit kepala, iritasi lokal mual, muntah, berkeringat, otot lemah, mialgia, kram otot. Hipokalemia serius padat diakibatkan oleh terapi agonis . :-adrenergik, antikolinergik, dan derivat xantin dapat mempertinggi efek Berotec. Penurunan efek yang sangat potensial dapat terjadi selama pemakaian bersama -bloker. Perhatian harus diberikan jika digunakan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase) atau antidepresan trisiklis. Inhalasi dari anestesi hidrokarbon terhalogenasi dapat meningkatkan kerentanan terhadap efek kardio vaskular oleh agonis-.

Interaksi Obat

Kemasan

:Inhaler 100 mcg/semprot x 200 semprot x 10 mL x 1

2. Cara Penggunaan DIskus


Langkah 1 Untuk membuka diskus, tahan wadah penutup dengan satu tangan, dan tempatkan ibu jari dari tangan satunya di tempat untuk menggeser diskus. Dorong ibu jari sejauh mungkin untuk menggeser penutup diskus sampai bunyi klik sehingga corong untuk menghisap akan terlihat.

Langkah 2 Geser tuas ke belakang sampai bunyi klik, untuk mendapatkan 1 dosis yang siap untuk dihirup/dihisap melalui corong penghisap. Jangan memainkan tuas dosis ini karena dapat mengurangi jumlah dosis obat yang ada pada diskus.

Langkah 3 Pegang diskus jauh dari mulut anda, latihan bernafas terlebih dahulu sampai anda merasa nyaman, kemudian keluarkan nafas. Taruh diskus pada mulut anda, dengan bagian corong penghisap menempel di bibir anda. Hirup sekuat-kuatnya obat yang ada di dalam diskus. Lepaskan alat dari mulut. Tahan nafas kurang lebih 5-10 detik. Hembuskan nafas perlahan melalui mulut.

Langkah 4 Setelah itu, bilas mulut (kumur-kumur) anda dengan air untuk mencegah timbulnya sariawan atau suara menjadi serak. Bersihkan bagian corong penghisap dengan tissue kering. Untuk menutup diskus, geser penutupnya kembali kearah anda sampai tertutup seperti semula dan terdengar bunyi klik. Tuas dosis akan otomatis kembali ke posisi semula.

Penyimpanan Simpanlah diskus pada suhu dibawah 30oC. Jangan disimpan pada lemari pendingin atau freezer. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Contoh Obat Diskus : SERETIDE 100 DISKUS 28

Brand

:GlaxoSmithKline Indonesia

Komposisi

:Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 100 mcg

Indikasi

:Terapi reguler untuk penyakit obstruktif saluran nafas yang reversibel, mencakup asma dan PPOK, termasuk bronkitis dan emfisema :Penyakit obstruksi saluran napas yang reversibel : Dewasa dan anak 12 tahun : 1 inhalasi Diskus Seretide 100, 250, atau 500. Anak > 4 tahun : 1 inhalasi Diskus Seretide 100. PPOK : Dewasa 1 inhalasi Diskus Seretide 250 atau 500. Semua dosis diberikan 2 kali sehari

Dosis

Perhatian

:Tidak untuk terapi gejala asma akut dan penanganan awal asma. TB paru, gangguan KV berat, DM, hipokalemia yang tidak diterapi, tirotosikosis. Lakukan pengawasan berkala terhadap laju pertumbuhan pada anak yang mendapat terapi jangka panjang. Hamil, laktasi

Efek Samping

:Serak atau disfonia, sakit kepala, kandidiasis mulut dan tenggorokan, iritasi tenggorokan, palpitasi, tremor, bronkospasme paradoksikal, artralgia; kram otot

Interaksi Obat

:Penyekat selektif dan non selektif, penghambat CYP450 (ritonavir, eritromisin, ketokonazol). MAOI, antidepresan trisiklik, L-dopa, L-tiroksin, oksitosin, antiaritmia; xantin

Kemasan

:Diskus 28

3. Cara Penggunaan Swinghaler

1. Buka penutup swinghaler terlebih dahulu dengan cara ditekuk ke bawah.

2. Kocok swinghaler terlebih dahulu sebelum digunakan.

3. Tekan swinghaler satu kali sampai bunyi klik untuk mengeluarkan satu dosis obat.

4. Taruh swinghaler pada mulut, lalu hirup sekuat-kuatnya obat yang ada pada swinghaler tersebut.

5. Lepaskan alat dari mulut. Tahan nafas kurang lebih 5 detik. Hembuskan nafas perlahan melalui mulut/hidung. Setelah selesai, tekan swinghaler satu kali lagi untuk mengembalikan ke posisi semula.

6. Tutup kembali swinghaler.

Contoh Obat Swinghaler OBUCORT Swinghaler

Komposisi

:Satu unit Obucort Swinghaler mengandung 40 mg budesonide ( 200 dosis, 200g/dosis)

Indikasi

:Asma bronkial :Dewasa : 200 1200 g/hari, diberikan dalam 2 - 4 dosis. Dosis pemeliharaan sesuai kebutuhan individu dan diberikan pada dosis serendah mungkin. Pemberian dua kali sehari (pagi dan sore) 200 400 g biasanya mencukupi. Dosis dapat ditingkatkan hingga 1200 g untuk kasus asma yang berat.

Dosis

Kontra Indikasi

:Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap budesonide.

Efek Samping

:Suara Serak, Infeksi Kandida (kandidiasis)

Kemasan

: 1 unit dus berisikan 200g x 200 dosis.