Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan laporan praktikum biokimia umum - karbohidrat

PENDAHULUAN Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang di konsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya. Molekul karbohidrat terdiri atas atomatom karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Karbohidrat mempunyai rumus umum C n(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon. Jumlah monomernya, karbohidarat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu monosakarida, oligosakaraida, dan polisakarida (Winarno 2008). Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain (McGilvery& Goldstein 1996). Contoh dari monosakarida yang banyak terdapat di dalam sel tubuh manusia adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Pada praktikum kali ini diamati dua jenis monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam, glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Disakarida yang akan dibahas adalah disakarida yang banyak ditemukan yaitu maltosa, laktosa, sukrosa dan sellobiosa. Maltosa terdiri atas dua residu a dan - glukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosida a(1-4) dan maltosa yang terbentuk adalah -maltosa. Maltosa tidak ditemukan bebas di alam. Maltosa didapat bila pati atau amilum glikogen dihidrolisis secara enzimatis. Maltosa bersifat pereduksi dan akan positif dengan uji fehling, karena gugus fungsionalnya masih ada. Laktosa terdiri atas residu b-galaktosa dan b-glukosa serta membentuk b-laktosa. Laktosa ditemukan bebas terutama pada susu. Karena itu disebut juga gula susu. Laktosa masih bersifat pereduksi karena gugus fungsionalnya yaitu gugus karbonil masih reaktif (bebas). Laktosa dihidrolisis oleh laktosa menghasilkan galaktosa dan glukosa bebas. Sukrosa terdiri atas residu a-glukosa dan -fruktosa yang menghasilkan bentuk b-sukrosa dengan ikatan glikosianat (12). Sukrosa disintesis oleh jaringan tumbuhan yang berkloroflas melalui proses fotosintesis, tidak ditemukan pada jaringan hewan. Sukrosa bersifat pereduksi karena tidak memiliki gugus fungsional sehingga digolongkan sebagai bukan gula pereduksi. Molekul

sukrosa memiliki stabilitas tinggi karena mengalami jalur transportasi yang amat panjang. Polisakarida yang akan dibahas adalah pati. Pati atau amilum memiliki monomer yaitu D-aglukosa dengan submonomer maltosa. Pati banyak ditemukan di alam. Karena disintesis oleh ribuan macam tumbuhan. Di dalam sistem pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan energi di dalam tubuh (Anwari 2007). Karbohidrat dapat diidentifikasi menggunakan beberapa uji untuk membuktikan adanya polisakarida dalam suatu bahan, membuktikan adanya gula pereduksi atau gula inversi, membedakan antara monosakaridan dan poliskarida, membuktikan adanya pentosa,

membuktikan adanya gula ketosa (fruktosa). Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan uji Molisch, uji Bennedict, uji Barfoed, fermentasi, uji Seliwanoff, uji Osazon, uji Tauber, dan uji Iod (Alfin 2008).