Anda di halaman 1dari 17

PENGARUH FACEBOOK BAGI REMAJA

MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Bahasa Indonesia Keilmuan yang dibina oleh Bapak Mohammad Syahri

oleh Dwi Handayani Setyarini Erika Anggraeni Khusnul Latifa (120311418980) (120311418977) (120311418921)

Winda Ratna Siswaningtyas (120311418972)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA Mei 2013

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Internet berkembang semakin pesat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Internet semakin populer dengan ditemukannya beragam aplikasi canggih yang mampu mengeksplorasi dunia internet, semakin mudah ditemukan warung internet, dan layanan wifi di berbagai tempat. Kini internet tak hanya menjadi suatu pembaharuan di bidang teknologi melainkan sebagai sebuah gaya hidup. Penggunaannya pun beragam mulai dari sekedar mencari informasi, menonton video, permainan, bisnis online hingga sebagai suatu media pertemanan dunia maya. Produk berbasis internet yang paling digemari saat ini adalah jejaring social seperti facebook, plurk, twitter, myspace, friendster, dan Hi5. Bagi kalangan remaja Indonesia, khususnya remaja tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas), internet sudah tentu bukanlah hal yang asing lagi, terutama bagi remaja di perkotaan. Terlihat dari survei terbaru yang diadakan oleh Spire Research & Consulting yang bekerja sama dengan Majalah Marketing dalam (Qomariyah, 2009) mengenai tren dan kesukaan remaja Indonesia terhadap berbagai jenis kategori, salah satu kategorinya adalah media, ditemukan bahwa para remaja sudah mengerti dan menggunakan internet dalam kegiatan sehari-hari. Survei yang dilakukan di lima kota besar Indonesia (Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar)

tersebut melibatkan 1.000 responden yang berumur 13-18 tahun atau masih duduk di bangku SMP dan SMA. Fenomena luar biasa yang terjadi kini adalah penggunaan facebook, awalnya facebook hanya sarana komunikasi yang sebenarnya tak jauh beda dengan fungsi e-mail; mailing list; dan yahoo messenger , namun karena tampilannya yang menarik dan memiliki banyak fitur canggih, menjadikan facebook semakin digemari oleh pengguna internet bahkan mengalahkan pendahulunya seperti friendster, livejournal,dan linkedin. Di Indonesia, facebook merupakan salah satu jejaring sosial memiliki kepopuleran yang luar biasa, hampir semua lapisan masyarakat mulai anak hingga dewasa memiliki akun facebook. Data dari salah satu situs (checkfacebook.com, 2013) menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat keempat negara dengan pengguna facebook terbanyak, yaitu sekitar 47.804.920 orang. Pengguna dengan persentase terbanyak berada pada rentang usia 18-24 tahun sebanyak 42,7%. Kini facebook tak hanya menjadi sarana komunikasi dunia maya namun facebook telah menjadi sebuah kebutuhan yang membuat seseorang merasa harus memiliki akun facebook. Banyak hal yang berubah di Indonesia sejak munculnya globalisasi dan perubahan ini semakin terasa semenjak facebook dan beragam jejaring sosial lainnya hadir, perubahan budaya dan sistem nilai paling terasa dan nyata akibatnya. Meluasnya fenomena facebook belakangan ini ternyata memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya remaja. Jika dilihat dari perkembangan usianya, remaja tingkat SMP dan SMA merupakan remaja awal yang sedang berada di dalam krisis identitas, cenderung mempunyai rasa

keingintahuan yang tinggi, selalu ingin mencoba hal-hal baru, mudah terpengaruh dengan teman-teman sebayanya (peer groups), dan juga mulai suka memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan teman sebaya, baik laki-laki maupun perempuan (Monks & Knoers, 2006) dan (Sarwono & Wirawan, 2004: 24). Oleh sebab itu, kelompok remaja sebenarnya paling rentan mendapat dampak dari adanya gelombang informasi global; banyak informasi-informasi negatif yang mudah sekali ditemukan dalam facebook mulai dari informasi menyimpang seputar kehidupan remaja, akun yang mengandung gambar-gambar porno, iklan-iklan yang tak bertanggungjawab, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut sedikit banyak pasti mempengaruhi kondisi mental seorang remaja. Facebook seperti sebuah candu yang adiktif, bagi remaja, mereka tak dapat meninggalkan facebook bahkan setiap menit selalu update, chatting , atau mengirim pesan di wall. Sayangnya, tak semua pengguna mampu mengoptimalkan manfaat facebook bahkan beberapa diantaranya sengaja membuat akun facebook untuk kriminalitas seperti yang sekarang marak diberitakan di media massa mulai dari kasus penipuan, penculikan hingga pelecehan seksual yang rata-rata dialami remaja. Menurut data Komnas Perlindungan Anak (Syailendra dkk, 2013), mereka mendapat sekitar 216 laporan kekerasan seksual terhadap remaja. Dari uraian di atas, penulis ingin membahas lebih dalam tentang facebook dari segi positif maupun negatif dan bagaimana kita menyikapi pengaruh tersebut.

1.2 Topik Pembahasan 1.2.1 Pengaruh facebook terhadap remaja

1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan 1.3.2 Untuk memperkaya informasi tentang pengaruh facebook bagi remaja

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pengaruh Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI online, 2013), pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Sedangkan menurut (Badudu & Zain, 1994), pengaruh adalah (1) daya yang menyebabkan sesuatu terjadi, (2) sesuatu yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain, dan (3) tunduk atau mengikuti karena kuasa atau kekuatan orang lain. Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pengaruh adalah suatu daya yang dimiliki oleh orang atau benda yang dapat menyebabkan perubahan pada watak, kepercayaan, atau tindakan orang lain. Berkaitan dengan topik yang akan dibahas oleh penulis, pengaruh adalah akibat positif dan/atau negatif yang ditimbulkan oleh daya yang dimiliki sesuatu (orang atau benda).

2.2 Pengertian Facebook Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain (Juditha, 2011). Facebook atau yang disingkat FB adalah salah satu situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari dan didirikan oleh Mark Zuckberg seorang mahasiswa Harvard University dan mantan murid Ardsley High School. Awalnya

facebook ini hanya digunakan dalam lingkup kampus (Harvard University) saja, tetapi beberapa bulan kemudian jejaring sosial facebook ini merambah ke beberapa universitas di Boston dan universitas lainnya. Dengan merambahnya situs jejaring sosial ini, maka dikembangkan pula situs jejaring sosial facebook untuk kalangan sekolah dan perusahaan. Pada tahun 2006 kepopuleran facebook terus bertambah. Akun jejaring sosial ini dapat diakses oleh kalangan masyarakat umum. Jejaring sosial ini digunakan oleh masyarakat untuk beberapa hal, yaitu : mengunggah foto sehingga mereka dapat dikenal oleh kalangan luas, menambah teman dengan tujuan memperluas koneksi sosial, membuat sebuah status dengan tujuan mengeluarkan aspirasi maupun isi hati mereka, memudahkan koneksi dengan orang lain (seperti: mengirim tugas melalui inbox atau profil di facebook dan menyebarkan informasi kepada orang lain), memperluas informasi tentang beberapa hal (seperti: lowongan pekerjaan, informasi di bidang politik, kesehatan, ekonomi, dan lain - lain), sarana untuk bermain game karena di facebook terdapat aplikasi game, dan bisa juga digunakan sebagai wadah untuk narsis (ingin memperlihatkan dirinya pada kalangan luas agar bisa dikenal).

2. 3 Pengertian remaja Masa remaja merupakan salah satu periode kehidupan manusia. Banyak orang berpendapat bahwa masa remaja ini adalah masa pertumbuhan dan perkembangan untuk menjadi dewasa. Perkembangan dalam masa ini meliputi aspek fisik, kognitif, dan psikososial. Ada beberapa ahli yang mengemukakan definisi tentang remaja, antara lain :

1) Menurut Hurlock, 1999 dalam (Nasution, 2007) bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak kanak ke masa dewasa, dimulai saat anak secara seksual matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara hukum 2) Menurut Peiaget dalam (Nasution, 2007), mengatakan bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak merasa dibawah tingkat orang orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang kurangnya dalam masalah hak 3) Menurut Santrock, 1998 dalam (Nasution, 2007) remaja didefinisikan sebagai suatu periode perkembangan dari transisi antara masa kanak kanak dan dewasa, yang diikuti oleh perubahan biologis, kognitif, dan sosioemosional Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang pengertian atau definisi dari remaja, dapat kita simpulkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari anak anak menuju dewasa yang mempengaruhi perkembangan dalam aspek fisik, aspek kognitif, dan aspek psikologis. Seseorang dikatakan menjadi seorang remaja apabila dia sudah memiliki seksual yang matang, yaitu ditandai dengan menstruasi bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki laki.

2.4

Ciri-ciri Remaja : Secara umum, ciri-ciri masa remaja dapat dilihat dari beberapa segi

perkembangan, diantaranya: 1. Masa Remaja sebagai masa yang penting

Dua belas sampai enam belas tahun merupakan tahun kehidupan yang penuh dengan kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan. Tak dapat disangkal, selama kehidupan ini perkembangan berlangsung semakin cepat, dan lingkungan yang baik semakin lebih menentukan. 2. Masa remaja sebagai periode peralihan Peralihan tidak berarti terputus dengan sesuatu atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang. 3. Masa remaja sebagai periode perubahan Ada lima perubahan yang bersifat universal pada remaja: a. Meningginya emosi Hal ini intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. b. Perubahan tubuh Bagi remaja, masalah baru yang timbul tampaknya lebih banyak dan lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan masalah yang dihadapi sebelumnya. c. d. Memiliki banyak fantasi, khayalan, dan bualan. Timbulnya sikap menentang orang lain. Hal ini sebagai wujud remaja merenggangkan hubungan maupun ikatan dengan orang tua (Ekasari & Dharmawan, 2012).

e.

Memiliki sikap untuk mengeksplorasi atau keinginan untuk menjelajahi lingkungan alam sekitar.

4.

Masa remaja sebagai usia bermasalah Pada masa ini, ketika sewaktu masa kanak-kanak masalah yang terjadi pada dirinya sebagian besar diselesaikan oleh guru dan orang tua sehingga kebanyakan remaja kurang berpengalaman dalam mengatasi masalahnya sendiri.

5.

Masa remaja sebagai masa mencari identitas Remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya.

6.

Masa remaja sebagai ambang masa dewasa Remaja mulai memusatkan dirinya pada perilaku yang berhubungan dengan orang dewasa.

2.5 2.5.1 1.

Pengaruh facebook terhadap remaja Dampak Positif Facebook

Mempererat hubungan silaturahmi. Dengan adanya facebook, kita dapat bertemu kembali dengan saudara, keluarga, maupun teman lama dan dengan mudah kita bisa berkomunikasi jarak jauh dengan mereka.

2.

Sebagai media promosi. Facebook sangat potensial untuk mempromosikan sebuah produk, jasa, instansi, dan sebagainya

3.

Tempat sarana diskusi.

Dengan facebook ini, kita bisa bertukar pikiran ataupun berbagi informasi dengan membuat sebuah group atau organisasi. 4. Tempat curhat Facebook juga dapat digunakan sebagai tempat curhat apabila kita menghadapi suatu masalah. Dengan mengupdate status sebagai curahan hati, setidaknya sudah bisa meringankan apa yang selalu membebani pikiran, apalagi setelah mendapat komentar dari teman, baik itu hanya sekedar memberikan humor atau semangat yang membuat suasana hati menjadi tenang dan terhindar dari stres. 5. Tempat penyimpanan data pribadi. Koleksi atau album pribadi dapat di simpan di facebook, tentu saja album yang dimaksud merupakan koleksi pribadi yang bisa dibagikan kepada teman, sehingga mereka bisa ikut melihat album tersebut (Tohirin, 2012). 6. Berbagi informasi. Dengan facebook, kita bisa saling memberikan atau berbagi informasi mengenai apa saja yang kita miliki yang tentunya bisa bermanfaat, sehingga teman kita mendapat informasi yang mungkin saja sedang mereka butuhkan.

2.5.2 1.

Dampak Negatif Facebook

Berkurangnya waktu belajar Terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar sebagai seorang pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah.

2.

Interaksi sosial berkurang.

Banyak orang memilih menyendiri di rumah atau warnet daripada bergaul dengan teman-teman atau anggota keluarganya. 3. Menghamburkan uang Akses internet untuk membuka facebook juga berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding dengan negara-negara lain sudah banyak yang gratis. Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. 4. Penipuan Seperti media online lainnya, facebook juga rentan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan sampai kasus pembunuhan. 5. Mengganggu kesehatan. Facebook membuat orang berlama-lama duduk di depan komputer, padahal duduk berlama-lama di depan komputer sangat mengganggu kesehatan, seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh (Tohirin, 2012). 6. Pencurian identitas. Mencantumkan identitas pribadi secara lengkap seperti nomor telepon, alamat rumah, dan sebagainya, dapat digunakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan hal-hal yang negatif (Tohirin, 2012). 7. Membuat orang menjadi tertutup. Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang remaja yang menggunakan situs jejaring sosial seperti

Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya. 8. Membuat pasangan cemburu. Penggunaan facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Dalam hal ini, banyak ditemukan dikalangan remaja. Mereka menemukan bahwa semakin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya semakin tinggi. 9. Mudah menemukan sesuatu yang berbau pornografi dan sex Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno. Karena hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Facebook ini muncul seiring dengan berkembangnya teknologi di segala bidang, khusunya di bidang teknologi informasi atau komunikasi. Facebook ini muncul dengan tujuan memperluas jaringan atau hubungan antara sesama manusia diseluruh dunia. Pengguna yang mendominasi jejaring facebook ini adalah para remaja. Tidak sedikit pengaruh facebook dalam kehidupan remaja, pengaruh itu dapat berupa hal yang negatif maupun hal yang positif. Dampak ini timbul dari cara menyikapi remaja tersebut terhadap facebook dan juga timbul dikarenakan sifat pada remaja yang pada umumnya sedang dalam tahap pencarian identitas. Pada tahap ini para remaja selalu dihadapkan pada rasa keingintahuannya tentang segala hal, apalagi sesuatu yang berbau terbaru dan terkini. Pada jaman yang serba teknologi ini, remaja lebih memilih untuk berkecimpung dengan teknologi, khusunya disitus jejaring sosial facebook. Dengan adanya perkembangan zaman yang serba teknologi seperti ini, jangan sampai kita tergilas oleh roda perkembangan teknologi internet. Meskipun ada dampak positif dari pemakaian facebook itu sendiri. Kita juga harus dapat menangkal dan menghindar dari perkembangan teknologi internet yang berdampak negatif khususnya facebook.

Sebagai orangtua sebaiknya juga harus dapat mencegah dampak negatif yang mungkin muncul dari perkembangan teknologi internet saat ini. Begitu juga guru, tindakan yang dilakukan hampir sama dengan orangtua. Sebaiknya guru juga perlu memiliki akun jejaring sosial, bukan semata-mata untuk menguntit tindakan anak didiknya namun dalam pembelajaran online atau untuk mengetahui perkembangan pendidikan di kota lain atau bahkan di negara lain sangat diperlukan. 3.2 Saran Lebih memperhatikan lagi dampak-dampak yang terjadi pada penggunaan facebook, baik dampak positif maupun dampak negatif. Sebagai orangtua sebaiknya juga memiliki akun jejaring sosial sehingga dapat mengoptimalkan fungsinya dan dapat mencegah dampak negatif yang mungkin muncul dari perkembangan teknologi informasi saat ini. Begitu juga guru, tindakan yang dilakukan hampir sama dengan orangtua. Sebaiknya guru juga perlu memiliki akun jejaring sosial, bukan semata-mata untuk menguntit tindakan anak didiknya namun dalam pembelajaran online atau untuk mengetahui perkembangan pendidikan di kota lain atau bahkan di negara lain sangat diperlukan. Remaja sebaiknya harus bisa memilih mana jejaring sosial yang dapat diambil manfaatnya. Meskipun facebook juga ada manfaatnya yaitu dapat berkomunikasi dengan teman diluar kota namun remaja harus bisa membatasi juga komunikasinya dengan orang yang baru mereka kenal.

Daftar Rujukan

Badudu, & Zain. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Ekasari, P., & Darmawan, A. H. 2012. Dampak Sosial-Ekonomi Masuknya Pengaruh Internet Dalam Kehidupan Remaja Di Perdesaan. (Online), (http://skpm.ipb.ac.id/karyailmiah/index.php/sodality/index), diakses 5 Mei 2013 Juditha, C. 2011. Hubungan Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook Terhadap Perilaku Remaja, (Online), (http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/bppkiyogyakarta/files/2012/06/01-HUBUNGAN-PENGGUNAAN-SITUSJEJARING-SOSIAL-FACEBOOK-TERHADAP-PERILAKUREMAJA.pdf), diakses 26 April 2013. Monks, F. J., & Knoers, A. M. P., 2006. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya (Alih Bahasa: Siti Rahayu Haditomo). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Nasution, I. K. 2007. Perilaku Merokok Pada Remaja, (Online), (http://library.usu.ac.id/download/fk/132316815.pdf), diakses 3 Mei 2013. Qomariyah, A. N. 2009. Perilaku Penggunaan Internet, (Online), (www.journal.unair.ac.id: palimpsest.fisip.unair.ac.id), diakses 4 Mei 2013. Sarwono, & Wirawan, S. 2004. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syailendra, dkk. 2013. Awas Dari Facebook Ke Pelecehan Seksual. (Online), (http://www.tempo.co/read/news/2013/03/20/064468144/Awas-dariFacebook-ke-Pelecehan-Seksual), diakses 26 April 2013. Tohirin. 2012. Dampak Positif Dan Negatif Bagi Pengguna Facebook, (Online), (http://www.iaincirebon.ac.id/perpustakaan/2012/12/dampak-positif-dannegatif-bagi-pengguna-facebook.htm), diakses 5 Mei 2013.

Situs Internet : www.checkfacebook.com (diakses 26 April 2013 pukul 19:07 WIB) http://kbbi.web.id/pengaruh (diakses 26 April 2013 pukul 20:15 WIB)