Anda di halaman 1dari 26

GANGGUAN HEMATOLOGI

Hematologi : ilmu yang mempelajari darah dan jaringan pembantuk darah. Komponen darah : plasma darah 1. 91-92% air 2. 7-9% protein a. Albumin : mempertahankan volum darah b. Globulin : pembentukan antibody dan protrombin c. Fibrinogen : pembekuan darah Unsur darah : 1. Sel darah merah : mengangkut O2 dan CO2 2. Sel darah putih : mengatasi infeksi 3. Trombosit : hemostasis

1. Sel Darah Merah Komponen utama : hemoglobin Penyakit : 1. Anemia : pembentukan darah kurang 2. Polisitemia : pembentukan darah berlebih Anemia Klsifikasi : 1. Berdasarkan morfologi a. Anemia normasitik normakrom : ukuran dan kadar Hb normal, tetapi kehilangan darah secara akut b. Anemia makrositik normakrom : gangguan pada DNA

c. Anemia mikrositik hipokrom : insufisiensi sintesis hem (besi) dan gangguan sintesis globin 2. Berdasarkan etiologi a. Pendarahan b. Penurunan pembentukan sel darah Jenis-jenis penyakit : Anemia aplastik : Gangguan pada sel induk di sumsum tulang belakang Anemia defisiensi besi : Terjadi pada wanita usia subur : menstruasi dan peningkatan kebutuhan besi pada masa kehamilan. Penyebab : Asupan besi yang tidak cukup Gangguan absorbsi Pendarahan pada saluran cerna Anemia megaloblastik = anemia makrositik normokrom Karena defisiensi vitamin B12 dan asam folat yang mengakibatkan sintesis DNA terganggu. Pada pecandu alkohol Penyakit sel sabit : Karena kelainan struktur hemoglobin. Pada anak berumur dibawah 2 tahun Polisitemia : Banyak sel darah merah hingga meningkatkan viskositas dan volum darah. 2, Sel Darah Putih Komponen : Neutrofil : melawan infeksi Eosinofil : pada reaksi antigen-antibody Basofil : membawa heparin Monosit Limfosit Penyakit : 1. Leukemia : proliferasi abnormal dari sel hematopoietik Banyak pada laki-laki. 2. Diskrasia sel plasma : penyakit mieloma multipel berasal dari sumsum tulang 2

GANGGUAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT


Perubahan abnormalitas cairan dalam tubuh : Volum Osmolalitas Komposisi ECF (Extra Celuler fluids) : natrium yang berperan dalam pengendalian volum cairan tubuh. Kelebihan volum ECF disebabkan oleh : Mekanisme pengaturan yang berubah karena: Gagal jantung kongesif Sirisi hati Sindrom nekrotik

Gagal ginjal Sindrom Cushing Kelaparan Infus larutan garam yang sangat cepat ICF (Intra cellular Fluids) : kalium yang berperan Efek pemberian intravena : a) Larutan isotonis : keadaan seimbang antara ECF dan ICF sehingga tidak ada perpindahan air b) Larutan hipotonik : air dari ECF akan masuk ke dalam sel ICF c) Larutan hipertonik : air dari ICF akan keluar dari sel ECF

SALURAN CERNA
Esofagus (kerongkongan) Gangguan : Disfagia esophageal : gangguan transport aktif zat yang dimakan dari faring Pirosis (nyeri ulu hati) : karena refluks asam lambung atau secret empedu Odinofagia (nyeri menelan) : karena peradangan mukosa esophagus Waterbrash : regurgitasi isi lambung kedalam rongga mulut Diagnosis : pemeriksaan radiografi dengan barium dan test refluks asam. Lambung dan Duodenum Sekresi dalam lambung dibagi menjadi 3 fase : Fase sefalik : ransangan sebelum makan dengan melihat, mencium, berpikir dan mengecap makanan Fase gastric : saat makan Fase intestinal : bersifat hormonal sekresi ke duodenum. Diagnosis : pemuatan radiogram dengan barium, dan endoskopi. Penyakit : a. Gastritis peradangan mukosa lambung dan respon terhadap iritan Pengobatan : penghilangan agen penyebab, dan obat anti muntah b. Tukak lambung Karena saluran cerna yang terkena getah asam lambung, serta stress emosi. Pengobatan : obat antiradang non steroid, seperti aspirin, indometasin Usus halus Dibagi menjadi 3 bagian : Duodenum Jejunum Ileum

Terdapat VILI terdiri dari saluran limfe sentral : lacteal yang dikelilingi kapiler dalam jaringan limfoid. Fungsi usus halus : pencernaan dan absorpsi nutrisi dan air dengan bantuan sejumlah enzim dalam getah usus. Penyakit : Mal-absorpsi : kegagalan mengabsorpsi satu atau lebih zat gizi akibat pencernaan yang tidak sempurna. Penyebab : Pencampuran kimus dengan secret lambung tidak sempurna Insufisiensi asam empedu intralumen Kegagalan pancreas dalam menghasilkan enzim Gejala : Kehilangan berat badan Diare Steatore Nokturia Diagnosis : Test schilling untuk mengetahui absorbs vit B12, biakan isi duodenum dan jejunum Radiogram barium Test nafas dengan deteksi CO2 untuk bakteri berlebih diusus. Apendisitis Peradanagan yang mengenai semua lapisan dinding apendiks. Penyebab : obstruksi lumen, infeksi, dan ulserasi karena virus. Pengobatan : pembedahan Obstruksi usus Gangguan aliran normal isi usus sepanjang saluran usus. Penyebab : toksin, usus terpelintir, polip. 5

KARDIOVASKULAR
Pembagian ruang jantung : Atrium o Atrium kanan : menyimpan darah dari vena sirkulasi sistemik ke ventrikel kanan, kemudian keparu-paru. o Atrium kiri menerima darah yang dioksigenasi dari paru-paru melalui vena pulmonalis. Ventrikel o Ventrikel kanan : kerjanya lebih ringan dari ventrikel kiri karena ukurannya lebih kecil o Ventrikel kiri : harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tekanan sirkulasi sistemik. Komponen jantung : 1. Katub jantung Fungsi : mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung. 2. Sirkulasi sistemik Arteri Arteriola : mengalirkan darah kejaringan ferifer Kapiler : lapisan tipis untuk transportasi difusi membran Venula : saluran pengumpul Vena : mengalirkan darah dari jaringan kapiler melalui system vena masuk ke atrium kanan. 3. Sirkulasi koroner Sebagai pemompa darah tergantung dari nutrisi dan oksigenasi otot jantung. Meliputi seluruh permukaan jantung membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium. 4. Arteri koronaria Cabang pertama dari sirkulasi sistemik.

Fisiologi Sistem Kardiovaskular Siklus jantung Terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang saling berkaitan. Sering dilihat dari EKG dimana gelombang-gelombang dalam EKG berkolerasi dengan sebaran ransangan listrik melalui system penghantar dan miokardium. Curah jantung Volum darah yang dipompa oleh tiap ventrikel per menit. Curah Sekuncup : volum darah yang dikeluarkan ventrikel per detik. Curah jantung = frekuensi jantung x curah sekuncup

Diagnostic
1. Secara Invasif : Angina atau nyeri dada akibat kekurangan oksigen Dispnea : kesulitan bernafas Ortopnea : kesulitan bernafas pada saat berbaring Dispnea : serangan jantung pada saat beristirahat Palpitasi : merasakan denyut jantung sendiri karena ketidak teraturan Edema ferifer : pembengkakan Sinkop : kehilangan kesadaraan sesaat Kelelahan dan kelemahan akibat curah jantung yang lemah Denyut nadi 2. Secara Non-Invasif Elektrokardiogram (EKG) permukaan Echo-cardiography : dengan menggunakan ultrasound CT scan DSA MRI Pencitraan dengan radionuklida Computed Emission Tomography : SPECT dan PET

Prosedur Diagnosis Invasif Kateterisasi jantung Metode pemeriksaan dengan memasukan kateter kedalam system kardiovaskular untuk melihat anatomis dan fungsi jantung. Dapat mengetahui : Tekanan dalam ruang jantung Bentuk gelombang tekanan Pengambilan sampel kandungan oksigen Opasifikasi ruang-ruang jantung Penentuan besarnya curah jantung

Penyakit
1. Aterosklerotik koroner Menyebabkan penimbunan lipid dan jaringan fibrosa dalam arteri koronaria sehingga secara progresif mempersempit lumen pembuluh darah. Penyebab : Penyempitan lumen progresif akibat pembesaran sumbatan Pendarahan pada flak ateroma Pembentukan thrombus yang diawali agregasi trombosit Embolisasi thrombus Terjadi spasmus arteri koronaria Factor resiko Yang tidak dapat diubah : usia, jenis kelamin, genetic, dan ras Yang dapat diubah : peningkatan lipid serum, hipertensi, merokok, gangguan toleransi glukosa, obesitas Pengobatan : Terapi bersifat paliatif untuk memperlambat berlanjutnya penyakit

2. Hipertensi Peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic yang tidak normal. Batasnya sesuai dengan usia dan jenis kelamin. 3. Iskemia Berkurangnya kadar oksigen memaksi miokardia mengubah metabolism aerobic menjadi anaerobic Pengobatan : Pengurangan kebutuhan oksigen o Pengurangan kerja jantung secara farmakologik o Nitrogliserin : mengurangi rasa nyeri Penghambat beta adrenergic : propanolol Digitalis : meredakan angina dan menurunkan kebutuhan oksigen Diuretic : mengurangi volum darah Vasodilator : mengurangi tekanan dan resisitensi arteri Sedative : mengurangi angina karena stres Antogis kalsium Tirah baring Lingkungan yang tenang

Pengurangan kerja jantung secara fisik

Peningkatan suplai oksigen o o o o o o 4. Infark Iskemia yang berlangsung lebih dari 30-45 menit yang menyebabkan kematian sel atau nekrosis. Menyerang ventrikel kiri. 5. Komplikasi iskemia dan infark Mengakibatkan GAGAL JANTUNG KONGESTIF yang merupakan kongesti sirkulasi akibat disfungsi miokardium. Nitrogliserin : melebarkan cabang epikardium Pemberian oksigen Vasopresor, mempertahankan tekanan arteria Antiaritmia Antikoagulansia Antagonis kalsium

Pengobatan : Memperbaiki ketidakseimbangan antara kebutuhan miokardium terhadap oksigen. Pengabatan dengan meningkatkan atau mengurangi suplai oksigen. Dengan cara : mengatur kecepatan denyut jantung, daya kontraksi, dan mengurangi beban.

PERNAFASAN
Istilah-istilah : Pernapasan adalah pergerakan oksigen dari atsmofir menuju sel-sel dan keluarnya CO2 dari sel-sel ke udara bebas. System pernapasan : saluran udara yang menghantarkan udara luar bersentuhan dengan membrane kapiler alveoli. Bernafas : pergerakan udara keluar-masuk saluran udara.

System Pernapasan
Terdiri dari : Asinus atau lobules Membrane mukosa bersilia Peredaran Darah Paru-paru Sumber suplai darah : 1. Dari arteri bronkialis yang berasal dari aorta torakalis, menyediakan darah

beroksigenasi. 2. Dari arteria pulmonalis yang berasal dari ventrikel kanan jantung.

10

Tinjauan fisiologi : a. Ventilasi, keluar masuknya udara ke dalam dan luar paru-paru b. Transportasi, difusi gas, distribusi darah, dan reaksi fisika-kimia oksigen dan CO2 dengan darah c. Respirasi sel, untuk mendapatkan energy

Diagnostic penyakit :
Metode morfologis Teknik radiologi o Radiogram dada Imformasi yang diperoleh : status dinding toraks dan kontur diafragma, ukuran dan percabangan bronkus, ukuran/bentuk/jumlah lesi paru-paru, tekstur dan derajat aerasi parenkim paru-paru. o Tomografi Teknik radiologis berupa foto sinar X dalam bentuk irisan-irisan logam. o Flouroskopi Berupa perilaku bagian paru-paru selama siklus pernapasan o Bronkografi Menunjukan ukuran dan bentuk percabangan trakeoblonkial o Angiografi Menentuakan emboli massif atau derajat infark paru-paru o Sidik perfusi dan ventilasi Dengan pemberian albumin bertanda tecnesium melalui vena perifer. Untuk membedakan keadaan embolisme dan infark. Bronkoskopi Untuk memastikan diagnosis karsinoma bronkogenik atau untuk mengangkat benda asing. Biopsy Untuk mengevaluasi penyebaran kanker paru Pemeriksaan sputum Secara makroskopik, mikrokopik maupun bakteriologis segera setelah bangun tidur.

11

Metode fisiologik Uji fungsi ventilasi Pengukuran gas darah

Tanda-Tanda dan Gejala Penyakit Pernapasan


1. Batuk Reflex protektif akibat iritasi percabangan trakeobronkial. Penyebab : ransangan mekanik dari tumor, kimia dan peradangan inhalasi debu, asap dan benda asing kecil bronchitis kronik, pneumonia dan TBC 2. Sputum Pembentukan sputum meningkat dan sifatnya menahun Sputum kekuningan Warna hijau 3. Hemoptisis Batuk berdarah, terjadi apabila kerusakan pembuluh darah paru dan berindikasi serius atau dapat manifestasi TBC aktif 4. Dispnea Perasaan sulit bernapas/sesak. 5. Nyeri dada Akibat dari radang pleura. 6. Jari-jari tubuh adanya infeksi edema paru-paru akut timbunan nanah bronkitis kronis

Sputum merah muda dan berbusa

12

Penyakit Pernapasan
1. Penyakit paru-paru obstruktif menahun Bronchitis kronik Ditandai dengan pembentukan mucus berlebih dalam bronkus Emfisema paru-paru Perubahan anatomis parenkim paru dengan pembesaran alveolus dan duktus alveolaris Asma bronchial Hipersensitiv cabang trakeobronkial terhadap berbagai jenis ransangan 2. Penyakit pernapasan restriktif Ditandai dengan kekakuan paru-paru, toraks atau keduanya akibat penurunan daya kembang

Penyakit Kardiovaskular dan Paru-Paru


1. Emboli paru-paru Terjadi apabila bekuan darah terlepas dari perekatannya pada vena ekstremitas, kemudian bersikulasi melalui pembuluh darah dan jantung kanan sehingga tersangkut pada arteri pulmonalis utama. Penyebab : stasis vena atau melambatnya aliran darah, luka pada dinding vena, dan hiperkoagulabilitas. Diagnosis : teknik non-invasif dengan pemeriksaan ultrasonic Doppler, pletismografi, dan uptake fibrinogen dengan bertanda iodium radioaktif Pengobatan : dengan pembedahan, pemberian antikoagulansia oral, dan dengan radiopulmonar dengan oksigen, digitalisasi, pemantauan perawatan intensif, stocking elastic, dan pemberian aqueus heparin. 2. Edema paru Akibat penimbunan cairan serosa atau serosanguinosa berlebih dalam ruang intertisial dan alveolus paru-paru. Pengobatan : dengan terapi kaki menggantung atau dengan flebotomi atau dengan diuretic, oksigen dan digitalis 13

3. Kor pulmonale Timbul hipertrofi dan dilatasi ventrikel kanan. Diagnosis : pada adanya penyakit pernapasan disertai hipertensi pulmonary dan bukti adanya hipertrovi ventrikel kanan. Pengobatan : memberikan oksigen dengan dosis yang rendah dan pemberian polisitemia. Bronkodilator dan antibiotic 4. Tumor ganas paru-paru Penyebab : Merokok Pencemar industry Polusi udara Diagnostic : Radiologi Bronkoskopi Sitologi CT scan Pengobatan : Kombinasi pembedahan Radiasi Kemoterapi 5. Tuberkolosis paru-paru Penyebab : infeksi oleh mycobacterium tuberculosis Diagnosis : Pada stadium dini tidak menunjukan gejala, di tes dengan tuberculin, radiogram atau pemerikasaan bakteriologik Batuk produktif, latih, lemah, keringat pada malam hari dan berat badan menurun Pengobatan : Dengan anti mikroba dalam jangka panjang. Gabungan INH, etambutol, dan rifampicin Pengobatan jangka pendek : kemoterapi 14 pengangkatan paru-paru parsial atau total

GINJAL
Ginjal adalah organ vital yang sangat penting dalam mempertahankan kestabilan lingkungan tubuh dengan mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. Peran : Mengeluarkan limbah metabolism Sekresi rennin untuk mengatur tekanan darah, Bentuk aktif vit D untuk mengatur kalsium Eritropoietin untuk sintesis darah Fungsi : Organ pengatur dalam tubuh Sekresi bahan-bahan kimia asing Mempertahankan volum dan komposisi cairan ekstraseluler dalam batas-batas normal Pembentukan rennin dan eritropoietin Degradasi insulin dan pembentukan prostaglandin Reabsorbsi dan sekresi tubulus 1. Filtrasi, berupa elektrolit, non elektrolit 2. Reabsorbsi Melalui transport aktif ataupun pasif Diagnostic Penyakit Urin analisis Pemeriksaan adanya protein atau darah dalam kemih, pengukuran berat jenis, dan pemeriksaan mikroskopik Laju filtrasi glomerolus Dengan clearance test menggunakan insulin, tes bersihan kreatinin endogen Tes fungsi tubulus Reabsorbsi selektif dari cairan tubulus dan sekresi kedalam lumen tubulus. Metode morfologik Pemeriksaan mikroskopik dan bakteriologik kemih, radiologi dan biopsy ginjal Hematuria Didiagnosis dengan : Tes dipstick untuk mengetahui adanya darah 15

HATI, SALURAN EMPEDU DAN PANKREAS


1. HATI
Anatomi : Berat Letak : 1,5 kg : dibawah kubah kanan dan sebagian dibawah kiri diafragma Organ plastis lunak

System portal hepatic Darah diangkut dari lambung, usus, limpa dan pancreas ke sinusoid hati. Fungsi hati : Pembentukan dan eksresi empedu Berperan penting dalam metabolism lemak, protein dan karbohidrat Glikogenesis Semua protein plasma mempertahankan osmotic koloid, protrombin, fibrinogen Sebagai tempat degradasi asam amino Penyimpanan vitamin, besi dan tembaga

2. Kandung Empedu
Fungsi : Menyimpan dan memekatkan empedu Tempat cairan empedu

3. Pancreas
Dibentuk oleh 2 sel dasar : Asini : menghasilkan unsure getah pancreas Sel endokrin dan pulau langerhans : menghasilkan secret endokrin, insulin dan glukogen

16

Penyabab Penyakit Peradangan : hepatitis, kolesistisis, pankreatitis Fibrosis : pada sirosis hati dan peradangan kronik Neoplasma Ikterus : akibat eksresi bilirubin Diagnostic Dengan esofagoskopi, melihat varises esophagus Duonenuskopi, melihat system empedu dan pancreas Peritoneoskopi, melihat permukaan anterior hati dan kandung empedu Elektroensefalogram, abnormalitas ensefalopati hepatic Biopsy, untuk sirosis hati, hepatitis dan reaksi obat

Penyakit :
1. Ikterus dan metabolism bilirubin Ikterus Terjadinya warna kuning pada jaringan karena penimbunan bilirubin. Diagnosis : Pada sclera (bagian mata yang putih), kulit atau urin menjadi gelap Jaringan yang kaya elastin, sclera dan bawah lidah berwarna kuning Penyebab : Pembentukan bilirubin secara berlebihan Karena hemolitik atau peningkatan kecepatan dekstruksi sel darah merah. Dimana transfer bilirubin berjalan normal, tetapi sublay bilirubin tak terkonyugasi melampaui kapasitas tamping hati. Gangguan pengambilan bilirubin tak terkonyugasi oleh hati Dengan cara melepaskan ikatannya dari albumin dan mengikatkannya pada protein penerima Gangguan konyugasi bilirubin

17

Menyebabkan BAYI KUNING karena kurang matangnya enzim glukoronil transferase yang meningkat beberapa hari setelah bayi lahir. Penurunan eksresi bilirubin terkonyugasi dalam empedu karena intrahepatik dan ekstrahepatik Metabolism bilirubin 85 % bilirubin : dari pemecahan sel darah merah dalam monosit magrofag 15 % berasal dari dekstruksi sel darah merah yang matang dalam sumsum tulangdan hemoprotein lain dihati 2. Hepatitis virus 5 virus penyebab hepatitis : a) Virus hepatitis A (virus RNA) Hepatitis infeksiosa Diagnosis : Fase pre-ikterik : dari feses pada akhir masa inkubasi Fase ikterik : antibody HAV diukur dalam serum Penularan : Makanan yang terkontaminasi parental atau non-parental Pada anak-anak kontaminasi feses dari makanan Kerang yang mengandung virus tidak dimasak dengan baik Sanitasi yang buruk Kontak seksual b) Virus hepatitis B (virus DNA bercakang ganda) Hepatitis serum Penularan : Parental atau non-parental Menembus membrane mukosa melalui hubungan seks Gejala : Antigen permukaan, HBsAg yang positif terdeteksi 2 minggu Antibody terhadap antigen inti, anti HBc Kekebalan jangka panjang : antibody anti-HBs yang timbul setelah infeksi membaik Pembawa (carier) : yang HBsAg nya positif 18

c) Virus hepatitis C Bukan hepatitis A atau B, Penularan : parental, dibawa oleh darah Masa inkubasi : 15-160 hari, akibat transfusi darah d) Virus hepatitis D Terjadi pada pasien yang sudah pernah kena hepatitis B atau sebagai karier. Membutuhkan HBsAg sebagai lapisan luar partikel yang menular. Penularan : melalui serum Masa inkubasi : 2 bulan e) Virus hepatitis E Bukan hepatitis A atau B Penularan : enteral Masa inkubasi : 6 minggu, menyerang orang dewasa muda sampai setengah umur dan wanita hamil 3. Sirosis hati Ciri-ciri : Distorsi arsitektur hati yang normal oleh jaringan-jaringan ikat dan nodula-nodula regenerasi hati Mengganggu sirkulasi darah intrahepatik Menyebabkan kegagalan hati bertingkat Jenis sirosis Sirosis Laennec Karena mengkonsumsi alcohol Sirosis post-nekrotik Lanjutan dari nekrosis pada jaringan hati yang menimbulkan nodula-nodula degenerative besar dan kecil yang dikelilingi dan dipisahkan oleh jaringan parut berselang-seling dengan parenhim normal Sirosis biliaris Kerusakan sel hati yang dimulai sekitar duktus biliaris Penyebab : opstruksi biliaris posthepatik Gejala : hati membesar, keras, bergranul halus, dan berwarna hijau 19

Pengobatan : belum ada, Cuma dengan pencegahan. Komplikasi : Pendarahan saluran cerna Akibat varisis esophagus, tukak lambung dn duodenum Penanganan : operasi vena porta Asites Penanganan : pembatasan garam dan diuretic diberikan bersama diet rendah ntrium Enselopati hepatic Sindrom neuropsikiatri pada penderita penyakit hati berat 4. Kolelitiasis dan Kolesistisis Kolelitiasis : pembentukan batu empedu Kolesistisis : radang kronik empedu Penyebab : batu empedu yang merupakan endapan satu atau lebih komponen empedu. 5. Pancreatitis Gejala : Edema Pendarahan dan nekrosis pada sel asinus dan pembuluh darah Diagnostik : Nyeri perut hebat yang timbul mendadak yang terus menerus selama 24 jam Nyeri dibagian epigstrum disertai nausea dan vomitus Peningkatan kadar amylase serum selama 24-72 jam Peningkatan kadar lipase serum Pengobatan : Obat penghilang rasa nyeri Pengabatan syok Perbaikan kesetimbangan cairan dan elektrolit Pembedahan apabila saluran empedu mengalami obstruksi 6. Kanker hati, kandung empedu dan pancreas

20

NEUROLOGIK
System Saraf
Fungsi : Mangkoordinasi Menafsir Mengontrol interaksi individu dengan lingkungan sekitarnya Mengatur aktivitas system tubuh Neuron = sel saraf yang peka terhadap ransangan Neuroglia : pelindung dan sumber nutrisi bagi neuron-neuron otak dan medulla spinalis Pembagian Sistem Syaraf a. SSP : otak dan medula spinalis b. SST : neuron aferan dan SSS dan SSO

1. Otak
Terdiri dari : a. Batang otak Medulla oblongata : pusat reflex, contoh : jantung, pernapasan b. Serebelum Otak kecil : dibawah kesadaran, pusat reflex yang mengkoordinasikan gerakan otot, serta untuk kesetimbangan tubuh c. Serebrum Otak besar : pusat sensorik dan motorik, mengatur penalaran dan ingatan. Penyakit : 1. Serebrovaskular dan nyeri kepala Penyebab : penyumbatan arteria karotis interna 21

Diagnosis : CT-scan dengan zat kontras 2. Stroke Penyebab : a. Gangguan sirkulasi serebral b. Aterosklerosis (thrombosis), ditemukannya plak berlemak pada lapisan intima arteri besar c. Embolisme serebri, gejala timbul setiap saat menyebabkan stroke progresif d. Hipertensi e. Rupture aneurisme Jenis strouk : Serangan iskemia sepintas (TIA), timbul mendadak dan hilang dalam beberapa menit/jam, dijumpai pada pria. Progresif : secara perlahan, tapi akut Stroke lengkap : neurologic maksimal sejak awal serangan dengan sedikit perbaikan. 3. Pendarahan serebri Tempat : daerah otak, subarknoid Penyebab : peahnya aneurisme karena hipertensi Gambaran klinis : a. Sakit kepala berat b. Leher bagian belakang kaku c. Muntah d. Koma e. Kejang-kejang Diagnosis : Angiografi : melihat penyebab dan letak gangguan CT-scan : menunjukan hematoma, infark dan pendarahan Sidik otak : menentukan letak gangguan dengan radiofarmaka EEG : menentukan lokasi, gelombang yang dipancarkan lebih lambat ditempat gangguan

22

Pengobatan : Menstabilkan tanda-tanda vital Deteksi dan perbaikan aritmia jantung Merawat kandung kemih Menempatkan posisi dengan gerakan pasif setiap 2 jam Pemberian aspirin, pada penderita pembekuan darah Operasi 4. Nyeri kepala (selfagia) Penyebab : Peningkatan intrakarnial Cedera kepala Tumor otak Ketegangan mata Sinusitis Perubahan atmosfir Alergi makanan Penggolongan : Vascular : migrant, cluster headache, nyeri kepala jenis vascular toksik dan hipertensi Penyebab : genetik Kontraksi otot, tidak mereda, terjadi bertahun-tahun disertai gelisah dan depresi. Nyeri akibat peradangan, pada tumor otak Mekanisme penyebab Peregangan pembuluh darah intra atau ekstra cranial Traksi pembuluh darah Peregangan periosteum Degenerasi tulang belakang bagian servikal Defisiensi encephalin 5. Epilepsy Penyebab : gangguan fungsional kronik dengan adanya serangan berulang pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung local 23

Diagnostic : elektro ensefalogram : rekam jejak dari aktifitas listrik korteks serebri yang sangat rendah Pengobatan : penatalaksanaan primer untuk mencegah kejang obat antikonvulsan dalam dosis yang besar ditentukan dari jenis serangan diet karbohidrat rendah dan tinggi lemak 6. Penyakit degenerative dan gangguan lain pada syaraf a. Degenerative bawaan Sklerosis lateral amiotrofik : penyakit neurologic progesif menyarang orang pada usia 40-70 tahun Penyebab : predisposisi genetic, infeksi virus yang lambat, dan kelainan otoimun Penyakit Huntington : karena defek pada kromosom ke 4 b. Degenerative nutrisional Penyebab : defisiensi vitamin B, seperti B1, B6, B12, niasin, dan asam pantotenat c. Sindrom ekstrapiramidal : berhubungan dengan gerakan-gerakan yang timbul akibat lesi pada bagian otak. Akibat perubahan neurokimia d. Penyakit elzheimer : merusak dan menimbulkan kelumpuhan pada usia 65 tahun, akibat kehilangan banyak neuron-neuron 7. Tumor saraf pusat a. Giloma Penyebab : akibat sel glia mengumpul dan membentuk jaringan parut sikatriks pada bagian otak akibat cidera b. Tumor meningeal Tumor yang berasal dari meningeal, sel-sel mesotel, dan sel-sel jaringan araknoid dan dura. c. Tumor hipofisis Berasal dari sel-sel kromofob, eosinofil atau basofil dari hipofisis anteriol d. Neuriloma Berasal dari sel schwan

24

KELAINAN ENDOKRINOLOGI
Fungsi Sistem Endokrin :
1. Respon terhadap stress dan cedera (aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal) 2. Pertumbuhan dan perkembagan 3. Reproduksi (aksis hipotalamus-hipofis-gonad) 4. Hoemeostasis ion (diatur hormone aldosteron, dan antidiuretik hormone) 5. Metabolism (diatur hormone tiroid, gastrointestinal, pancreas, dll)

Pembagian hormone :
1. Steroid dan tironin, larut dalam lemak 2. Polipeptida dan katekolamin, larut dalam air

Penyebab :
1. Gangguan primer yang mengubah konsentrasi hormone 2. Gangguan primer pada reseptor 3. Kekurangan atau kelebihan pembentukan hormone

Pengoatan :
1. Penggantian hormone : apabila kekurangan sekresi hormone 2. Pemberian hormone antagonis atau pembedahan kelenjar : apabila kelebihan hormone

Kelenjar Hipofisis
Fungsi : mengatur fungsi kelenjar endokrin lainnya. Pada dasar otak dan disebut master of gland Gangguan klinis : gabungan pengaruh metabolic akibat berkurangnya masing-masing hormone hipofisis. Seperti : Pada anak-anak : gangguan pertumbuhan somatic, akibat defisiensi pelepasan GH, cebol Orang dewasa : kepekaan yang luar biasa terhadap insulin. Gigantisme dan akromegali : sekresi GH berlebih karena tumor hipofisis Gangguan sekresi vasopresi : karena diabetes insipidus dan sindrom gangguan ADH

25

Penyebab : Tumor yang merusak selsel hipofisis normal Thrombosis vascular mengakibatkan nekrosis kelenjar hipofisis normal Penyakit granulatosa infiltrative yang merusak hipofisis Dekstruksi sel hipofisis yang bersifat idiopatik

PENYAKIT KELENJAR TIROID


Anatomi :
Kelenjar tiroid mempunyai 2 lobus dihubungkan oleh ismus yang tipis dibawah kartilago krikoridea dileher. Hormone penting : tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). T4>T3 Diagnosis : tes fungsi tiroid a. Penetapan kadar T3, T4 serum, uptake resin T3 b. Penentuan T4 bebas, kadar TSH serum dan uptake iodium Penyebab dan penyakit : Pembentukan hormone tiroid berlebih (tirotoksikosis, graves, goiter) Defisiensi produksi hormone (hipotiroidisme) Pembesaran kelanjar tiroid (goiter, neoplasma, karsinoma) Proses terjadinya GONDOK : 1. Beberapa obat dan keadaan fisiologik seseorang dapat mengubah sintesis, pelepasan dan metabolism hormone tiroid 2. Obat-obat seperti perklorat dan tiosianat menghambat sintesis tiroksin 3. Akibatnya terjadi penurunan kadar T4 4. Melalui ransangan umpan balik negative terjadi peningkatan pelepasan TSH oleh kelenjar hipofisis 5. Mengakibatkan pembesaran kelenjar tiroid dan timbul gondok. 6. Penggunaan iodium dalam dosis besar juga dapat enyebabkan gondok

26