Anda di halaman 1dari 4

A.

Pengertian Timbulan Sampah

Timbulan sampah adalah volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari jenis sumber sampah di wilayah tertentu per satuan waktu (Departemen PU, 2004). Timbulan sampah sangat diperlukan untuk menentukan dan mendesain peralatan yang digunakan dalam transportasi sampah, fasilitas recovery material, dan fasilitas Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) sampah. Timbulan sampah biasanya dinyatakan dalam (Damanhuri, 2004) : Satuan berat : kilogram per orang per hari (kg/o/h), kilogram per meter-persegi bangunan per hari (kg/m2/h) atau kilogram per tempat tidur per hari (kg/bed/h) Satuan volume : liter per orang per hari (l/o/h), liter per meter-persegi bangunan per hari (l/m2/h) atau liter per tempat tidur per hari (kg/bed/h).

Prakiraan timbulan sampah baik untuk saat sekarang maupun di masa mendatang merupakan dasar dari perencanaan, perancangan dan pengkajian sistem pengelolaan persampahan. Prakiraan rerata timbulan sampah merupakan langkah awal yang biasa dilakukan dalam pengelolaan persampahan. Satuan timbulan sampah biasanya dinyatakan sebagai satuan skala kuantitas per orang atau per unit bangunan dan sebagainya. Rata- rata timbulan sampah tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah lainnya, atau suatu negara dengan negara lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain (Damanhuri, 2004): 1. Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya; 2. Tingkat hidup;

3. Perbedaan musim; 4. Cara hidup dan mobilitas penduduk; 5. Iklim; 6. Cara penanganan makanannya.

B. Faktor yang mempengaruhi timbulan sampah kota Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat timbulan limbah padat (timbulan sampah kota) antara lain adalah : 1. Lokasi geografi. Lokasi geografi terutama berhubungan dengan iklim yang dapat mempengaruhi jumlah maupun jenis limbah padat yang dihasilkan, sehingga akan berpengaruh pada metode pengumpulan. Misalkan daerah yang berada di pantai akan banyak sampah yang berhubungan dengan hasil laut, atau sampah daerah pegunungan akan dominan sisa buah dan sayuran. 2. Musim dalam setahun. Musim akan berpengaruh pada kuantitas serta jenis limbah misalnya musim buah mangga, durian, dll. Misalnya pada musim durian maka kulit durian akan dominan pada sampah yang dihasilkan. 3. Frekuensi pengumpulan. Frekuensi pengumpulan berpengaruh terhadap banyaknya sampah yang dapat ditangani. Bila sarana pelayanan

pengumpulan tersedia, semakin tinggi frekuensi pengumpulan maka akan semakin banyak limbah yang dikumpulkan, sehingga tidak tampak sampah bertumpuk di tempat sampah maupun di LPS maupun tempat sampah. C. Tabel Besarnya Timbulan Sampah Berdasarkan Sumbernya

Beberapa studi memberikan angka timbulan sampah kota di Indonesia berkisar antara 2-3 liter/orang/hari dengan densitas 200-300 kg/m3 dan komposisi sampah organik 70-80%. Menurut SNI 19 -3964 -1994, bila pengamatan lapangan belum tersedia, maka untuk menghitung besaran sistem, dapat digunakan angka timbulan sampah sebagai berikut:

Satuan timbulan sampah kota besar = 2 2,5 L/orang/hari, atau = 0,4 0,5 kg/orang/hari

Satuan timbulan sampah kota sedang/kecil = 1,5 2 L/orang/hari, atau = 0,3 0,4 kg/orang/hari

DAFTAR PUSTAKA http://ilearn.unand.ac.id/pluginfile.php/18161/mod_resource/content/1/Pengelolaan%20S ampah%202.pdf http://jujubandung.wordpress.com/2012/05/25/822/ http://tatyalfiah.wordpress.com/tag/faktor-timbulan-sampah/

https://www.google.com/search?q=timbulan+sampah+adalah&tbm=isch&tbo=u&source=u niv&sa=X&ei=UiFRUraEMbSrQeuvYDwBg&ved=0CEkQsAQ&biw=1280&bih=587&dpr=1#imgdii=_