Anda di halaman 1dari 218

ANALISA DAN KAJIAN EKSPERIMENTAL HUBUNGAN

MOMEN - KURVATUR PADA BALOK BETON BERTULANG

TESIS

Oleh
RAHMI KAROLINA
057016017/TEKNIK SIPIL

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

ANALISA DAN KAJIAN EKSPERIMENTAL HUBUNGAN


MOMEN - KURVATUR PADA BALOK BETON BERTULANG

TESIS

Untuk memperoleh Gelar Magister Teknik


dalam Program Studi Teknik Sipil
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh
RAHMI KAROLINA
057016017/TS

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Judul Tesis

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok
Program Studi

:
:
:

ANALISA DAN KAJIAN EKSPERIMENTAL


HUBUNGAN MOMEN - KURVATUR PADA
BALOK BETON BERTULANG
Rahmi Karolina
057016017
Teknik Sipil

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Ir. Bachrian Lubis, M.Sc)


Ketua

Ketua Program Studi

(Dr. Ir. Roesyanto, MSCE)

(Ir. Daniel Rumbi Teruna, MT)


Anggota

Direktur

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B.,M.Sc)

Tanggal Lulus : 31 Mei 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Telah diuji pada


Tanggal 31 Mei 2008

PANITIA PENGUJI TESIS


Ketua

: Prof. Dr. Ir. Bachrian Lubis, M.Sc

Anggota

: 1. Ir. Daniel R. Teruna, MT


2. Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan
3. Dr. Ing. Hotma Panggabean
4. Ir. Sanci Barus, MT

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

ABSTRAK
Momen dan kurvatur merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk
menentukan nilai daktilitas balok. Nilai daktalitas suatu balok dapat ditentukan
dengan membagi nilai kurvatur saat leleh dengan momen .Untuk melihat besarnya
beban kurvatur dan daktalitas melibatkan beberapa variabel yaitu diameter tulangan
lentur (tulangan tekan dan tulangan tarik), mutu beton. Analisa perhitungan momen
dan kurvatur juga akan menentukan besarnya nilai tegangan regangan mengingat
eratnya kaitan antara momen-kurvatur terhadap tegangan-regangan. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui hubungan momen dan kurvatur pada balok beton tanpa
kekangan.
Model balok yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan tampang
empat persegi berukuran 20 x 30 x 240 cm. Penulangan balok dilakukan dengan
tulangan tarik 310 dan tulangan tekan 2 10. Sedangkan mutu beton terdiri dari dua
variasi K-175 dan K-250. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai diperoleh
keadaan retak pertama hingga balok mengalami keruntuhan. Pada setiap tahap
pembebanan dibaca dan dicatat besar lenturan dan regangan yang terjadi pada balok.
Kejadian retak yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukan retak akibat
lentur diawali dari daerah bawah beban kemudian berlanjut pada daerah tengah
bentang. Peningkatan tegangan, regangan, momen dan kurvatur diantara dua variasi
mutu beton tidak terlalu besar ini dikarenakan tulangan yang digunakan sama untuk
mutu beton yang berbeda.
Kata kunci : momen kurvatur, daktilitas

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

ABSTRACT
Moment and curvature are two parameters that can be used to determine beam
ductility. Beam dactility can be obtained by deviding curvature are flexture
reinforcement diameter (tension and compression), concrete strength. Moment and
curvature analysis are also determining stess and strain value consideris connection
between moment-curvature and stress-strain. This experiment is done to determine
conection between moment and curvature in a concrete beam without confinement.
Model that has been in this experiment are rectangular reinforcement concrete
beams 20x30x240 cm. That beam has tension reinforcement 310 and compression
reinforcement 210. The beams has two variation of concrete strength, which are K175 and K-250. Loads are given continuously to the beam first crack occurred until
failure occurred to the beam. Deflection and strain are roted in every stage of load
reading.
From this experiment we can see that flexture crack begin from bottom
section of the beam and then continue to centre of the beam. Strain, stress, curvature
and moment are increasing slightly because of the variation of concrete strength.
Keyword : moment curvature, ductility

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,
penulis berhasil menyelesaikan tesis yang berjudul Analisa dan Kajian
Eksperimental Hubungan Momen-Kurvatur Pada Balok Beton Bertulang sebagai
salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program Magister bidang Rekayasa
Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara.
Dalam proses penulisan dan pelaksanaan tesis ini banyak pihak yang telah
turut menyumbangkan pikiran, saran, motivasi, material dan spiritual, untuk itu
penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Bachrian Lubis, sebagai ketua komisi pembimbing yang
telah memberikan ilmu dan pemahaman yang sangat diperlukan dalam
penulisan tesis ini
2. Bapak Ir. Daniel Rumbi Teruna, MT, sebagai anggota komisi pembimbing
yang telah memberikan masukan yang berharga dalam penulisan tesis ini
3. Bapak Dr. Ir. Roesyanto, MSCE , selaku Ketua Program Studi Magister
Teknik Sipil PPs. Universitas Sumatera Utara
4. Bapak Ir. Rudi Iskandar, MT, selaku Sekretaris Program Studi Magister
Teknik Sipil PPs. Universitas Sumatera Utara
5. Ibu Prof. Dr.Ir.T.Chairun Nisa B.,M.Sc selaku Direktur Pasca Sarjana
Universitas Sumatera Utara
6. Bapak Prof. Chairuddin P. Lubis, DTM & H. Sp.AK selaku Rektor
Universitas Sumatera Utara

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

7. Seluruh dosen dan staff program studi Teknik Sipil USU, terutama staff
pengajar Magister Teknik Sipil
8. Alm. Abubakar Jalil, SH dan ibu saya Hj. Mahnaum yang selalu mendorong
dan memberikan motivasi
9. Muhammad Agung Putra Handana
10. Amsal, Iput, Fahmi, Surya, Bona, Irman, Memed, Murtada, Indong, Afif, Adi,
Ali, Fajar, Rudi, dan semua anak 02 yang membantu saya
11. Asisten laboratorium beton Fahrul, Nova, Andi
Penulis sadar bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, baik dalam penulisan
maupun dalam penelitian, untuk itu saran dan masukan demi perbaikan sangat
diharapkan. Penulis juga berharap mudah mudahan tesis ini dapat bermanfaat bagi
perkembangan ilmu pengetahuan.

Medan,

Mei 2008

Penulis

Rahmi Karolina
057016017/MTS

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

RIWAYAT HIDUP
A.

DATA PRIBADI
Nama

: Rahmi Karolina

Tempat/Tgl Lahir

: Medan/18 Maret 1982

Alamat

: Jl. Lizadri Putera no.119 kom. Kejaksaan blok. A


Medan, 20135

B.

C.

Agama

: Islam

Anak ke-

: Tunggal

Jenis Kelamin

: Perempuan

RIWAYAT PENDIDIKAN
- TK Adhyaksa Palangkaraya

1986 - 1986

- SDN Bukit Hindu Palangkaraya

1987 - 1990

- SDN Langkai 12 Palangkaraya

1990 - 1991

- SDN 025 Pekanbaru

1991 - 1992

- SD Percobaan Negeri Medan

1992 - 1993

- SLTP Negeri 6 Medan

1993 - 1996

- SMU Negeri 2 Medan

1996 - 1999

- Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil USU

1999 - 2005

- Magister Teknik Sipil Program Pasca Sarjana USU

2005 - 2008

RIWAYAT PEKERJAAN
- Perencanaan Rumah Sakit USU

2005 2008

- Perencanaan Taman Simalem Resort

2006 - 2007

- Perencanaan Mesjid Jami Al-Munawarah UISU

2007

- Perencanaan Laboratorium IPA Terpadu

2007

- Perencanaan Jembatan Jl. Sudirman


- Landscape Bank Indonesia

2007 - 2008
2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR ISI
ABSTRAK..

ABSTRACT...

ii

KATA PENGANTAR

iii

RIWAYAT HIDUP

DAFTAR ISI..

vi

DAFTAR TABEL...

DAFTAR GAMBAR.....

xii

DAFTAR NOTASI.

xiv

DAFTAR LAMPIRAN... xviii


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..

1.2. Perumusan Masalah.....

1.3. Tujuan..

1.4. Batasan Masalah..

1.5. Metodologi...

1.5.1 Benda Uji...

1.5.2 Pemberian Beban...

1.5.3 Pengujian Lentur dan Retak Balok

1.5.4 Pengujian Regangan Beton

1.5.5 Tahapan Pelaksanaan Penelitian....

1.5.6 Jadwal Penelitian...

1.6. Sistematika Penulisan..

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Beton Secara Umum...

2.1.1 Syarat syarat Beton yang Berkualitas.

2.1.2 Baja dan Batangan Tulangan

10

2.1.3 Struktur Pori Beton....

11

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

2.1.4 Pengaruh agregat...

12

2.1.5 Pengaruh air dan semen.....

13

2.1.6 Pengaruh perawatan.......

14

2.1.7 Absorpsi beton.....

14

2.1.8 Kekuatan Tekan Beton...

16

2.1.9 Kuat Lentur Balok Persegi...

16

2.2 Hubungan Momen dengan Kurvatur........

17

2.2.1 Umum....

17

2.2.2 Kurvatur ....

19

2.2.3 Momen Kurvatur Teoritis..

24

2.3 Balok Beton Bertulang tanpa Confiment..

29

2.3.1 Saat Ultimit dan Leleh...

29

III. BAHAN DAN METODE


3.1 Umum...

32

3.2 Bahan Penyusun Beton.....

33

3.2.1 Semen.

33

3.2.1.1 Sifat sifat Semen......

33

3.2.1.2 Komposisi Kimia................

36

3.2.1.3 Reaksi Hydrasi Semen Portland.....

38

3.2.2 Agregat...

38

3.2.3 Agregat Halus....

39

3.2.3.1 Persyaratan Umum Agregat Halus.

39

3.2.3.2 Pemeriksaan Agregat Halus

41

3.2.4 Agregat Kasar....

41

3.2.4.1 Persyaratan Umum Agregat Kasar.

41

3.2.4.2 Pemeriksaan Agregat Kasar....

43

3.2.5 Air......

43

3.3 Peralatan....

45

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.4 Benda Uji.....

47

3.4.1 Benda Uji Besi Tulangan...

47

3.4.2 Pembuatan Benda Uji .......

48

3.5 Pengujian .....

49

3.5.1 Pengujian Tarik Besi Tulangan..

49

3.5.2 Pengujian Kuat Tekan Beton.....

50

3.5.3 Pengujian Balok Beton Bertulang..

51

3.5.3.1 Pengujian Kuat Lentur dan Lenturan Balok Beton.

51

3.5.3.2 Pengujian Regangan Balok Beton Bertulang..

52

3.5.3.3 Pengukuran Lebar Retak.....

53

3.6 Perhitungan momen dan kurvatur balok ..

54

3.6.1 Saat Sebelum Retak...

55

3.6.2 Setelah Retak Saat Pertama Leleh.

56

3.6.3 Setelah Retak Saat Ultimate..

57

3.7 Analisa tegangan dan regangan balok......................................................

58

IV. HASIL PENGUJIAN


4.1 Hasil Penelitian.....

60

4.1.1 Pengujian Kuat Tarik Tulangan Baja.....

60

4.1.2 Pengujian Kuat Tekan .......

61

4.1.3 Pengujian Lendutan dan Pengukuran Retak..........

61

4.1.4 Pengujian Regangan Balok Uji......

69

4.2 Perhitungan Momen Kurvatur..

78

4.2.1 Perhitungan Momen Kurvatur Balok K-175 Teoritis....

78

4.2.2 Perhitungan Momen Kurvatur Balok 1 K-175 Laboratorium...

86

4.2.3 Perhitungan Momen Kurvatur Balok 2 K-175 Laboratorium...

94

4.2.4 Perhitungan Momen Kurvatur Balok K-250 Teoritis....

102

4.2.5 Perhitungan Momen Kurvatur Balok 1 K-250 Laboratorium...

110

4.2.6 Perhitungan Momen Kurvatur Balok 2 K-250 Laboratorium...

118

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.3 Perhitungan Tegangan-Regangan...

126

4.3.1 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175.........

126

4.3.2 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-175.........

128

4.3.3 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-250.........

130

4.3.4 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-250.........

132

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan......

134

5.2 Saran.........

136

DAFTAR PUSTAKA.

137

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul

Hal

1.1

Variasi Benda Uji

2.1

Tegangan Leleh Karakteristik.

11

3.1

Bahan Dasar Pembuatan Semen Portland...

36

3.2

Komponen Utama Hasil Proses Pembakaran Bahan Dasar

37

3.3

Komposisi Semen Portland.

37

3.4

Susunan Besar Butiran Agregat Halus....

40

3.5

Susunan Besar Butiran Agregat Kasar....

43

3.6

Batas Izin Air untuk Campuran Beton

45

4.1

Hasil Pengujian Kuat Tarik Tulangan 10..

60

4.2

Hasil Perubahan Panjang Tulangan 10..

60

4.3

Hasil Pengujian Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Silinder...

61

4.4

Hasil Pengujian Lendutan Balok 1 K-175...

62

4.5

Hasil Pengujian Lendutan Balok 2 K-175...

62

4.6

Hasil Pengujian Lendutan Balok 1 K-250...

65

4.7

Hasil Pengujian Lendutan Balok 2 K-250...

65

4.8

Lebar Retak Maksimum......

68

4.9

Hasil Pengujian Besar Regangan Balok 1 K-175....

70

4.10

Hasil Pengujian Besar Regangan Balok 2 K-175....

72

4.11

Hasil Pengujian Besar Regangan Balok 1 K-250....

74

4.12

Hasil Pengujian Besar Regangan Balok 2 K-250....

76

4.13

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok K-175 Teoritis

85

4.14

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 1 K-175 Laboratorium...

93

4.15

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 2 K-175 Laboratorium...

101

4.16

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok K-250 Teoritis

109

4.17

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 1 K-250 Laboratorium...

117

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.18

Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 2 K-250 Laboratorium...

125

4.19

Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175.....................

126

4.20

Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-175.....................

128

4.21

Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-250....................

130

4.22

Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-250.....................

132

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul

Hal

1.1

Benda Uji.

2.1

Perilaku Defleksi Akibat Pembebanan ...

17

2.2

Hubungan momen-kurvatur untuk penampang-penampang balok


dengan penulangan tunggal.............................................................

2.3

Hubungan momen kurvatur untuk bagian balok beton bertulangan


Tunggal ...........................................................................................

2.4

19
21

Kurva momen-kurvatur ideal untuk bidang beton bertulangan


tunggal yang gagal dalam tarik........................................................

23

2.5

Penentuan momen-kurvatur teoritis................................................

25

2.6

Teori hubungan momen-kurvatur....................................................

28

2.7

Tampang balok bertulangan ganda saat lentur................................

29

3.1

Benda Uji Besi Tulangan.

48

3.2

Pengujian Tarik Besi Tulangan...

50

3.3

Pengujian Balok Beton Bertulang...

51

3.4

Penempatan Strain Meter, Dial Indikator dan Beban..

52

3.5

Posisi Pin Strain Meter

53

3.6

Segmen Pengamatan Retak.

53

4.1

Beban Lendutan Balok 1 K-175...

63

4.2

Beban Lendutan Balok 2 K-175...

64

4.3

Beban Lendutan Balok 1 K-250...

66

4.4

Beban Lendutan Balok 2 K-250...

67

4.5

Posisi Pengukuran Regangan Balok

69

4.6

Diagram Regangan Balok 1 K-175.

71

4.7

Diagram Regangan Balok 2 K-175.

73

4.8

Diagram Regangan Balok 1 K-250.

75

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.9

Diagram Regangan Balok 2 K-250.

77

4.10

Hubungan Momen Kurvatur Balok K-175 Teoritis

85

4.11

Hubungan Momen Kurvatur Balok 1 K-175 Laboratorium

93

4.12

Hubungan Momen Kurvatur Balok 2 K-175 Laboratorium

101

4.13

Hubungan Momen Kurvatur Balok K-250 Teoritis

109

4.14

Hubungan Momen Kurvatur Balok 1 K-250 Laboratorium

117

4.15

Hubungan Momen Kurvatur Balok 2 K-250 Laboratorium

125

4.16

Hubungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175.........................

127

4.17

Hubungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-175.........................

129

4.18

Hubungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-250.........................

131

4.19

Hubungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-250........................

133

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR NOTASI

As

: luas tulangan tarik, mm2

As'

: luas tulangan tekan, mm2

A ak

: berat akhir, mm

A aw

: berat awal, mm

: kedalaman tegangan saat ultimit, mm

: lebar penampang balok, mm

: gaya tekan, N

Cc

: gaya tekan beton, N

Cs

: gaya tekan baja, N

: jarak garis netral saat ultimit, mm

: jarak pusat tulangan tarik ketepi ujung balok/tinggi efektif, mm

d'

: jarak pusat tulangan tekan ketepi ujung ablok, mm

Ec

: modulus elastisitas beton, N/mm2

Es , Ey : modulus elastisitas baja, N/mm2


FM

: fine modulus, %

fs

: tegangan baja tarik, N/mm2

f s'

: tegangan baja tarik, N/mm2

fr

: modulus pecah, N/mm2

fy

: kuat leleh baja, N/mm2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

fc'

: kuat tekan beton, N/mm2

fc"

: tegangan maksimum beton, N/mm2

: tinggi penampang balok, mm

: momen inersia, mm4

Jd

: jarak pusat total gaya tekan kepusat tulangan tarik, mm

: koefisien; 0,62

: faktor jarak garis netral

: momen lentur, Nmm

Mretak : momen saat pertama retak, Nmm


My

: momen saat pertama leleh, Nmm

Mu

: momen saat beban ultimit, Nmm

: rasio modular atau angka ekivalen

: gaya aksial, N

Pr

: nilai permeabilitas, gr/mnt

: selimut beton, mm

: beban

: jari-jari kelengkungan balok, mm

SSD

: saturated surface dry

: gaya baja, N

: gaya tekan baja, N

: gaya lintang, N

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

: defleksi, mm

: jarak tinjauan, mm

: garis pusat transformasi dari ujung atas balok, mm

ydasar

: garis pusat transformasi dari ujung bawah balok, mm

EI

: kekakuan lentur balok, Nmm2

kd

: jarak garis netral, mm

: faktor tegangan rata-rata

: koefisien; 0,15

: koefisien; 0,85

: faktor pusat tekan (centroid)

: diameter tulangan, mm

: kurvatur, rad/mm

: kurvatur saat pertama leleh, rad/mm

retak

: kurvatur saat retak, rad/mm

: kurvatur saat ultimat, rad/mm

: rasio tulangan tarik

: rasio tulangan tekan

: sudut rotasi, rad

: koefisien; 22/7 atau 3,14

: micron

: kuat tekan beton dari tiap tiap benda uji, kg/cm 2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

: regangan

: regangan beton

: regangan baja tarik

: regangan baja tekan

: regangan pengerasan saat leleh

: regangan pengerasan saat ultimit

: regangan beton; 0,002

cm

: regangan beton pada serat ekstrim

50u

: regangan beton unconfinement lebih dari 0,002 saat tegangannya 0,5 fc

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Judul

Hal

Pengujian Tarik Tulangan.........................................................................

139

Pengujian Kokoh Tekan Beton 28 hari.....................................................

208

Pemeriksaan Material Beton.....................................................................

212

Dokumentasi.............................................................................................

228

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perkembangan industri konstruksi terus menunjukkan peningkatan yang
signifikan seiring dengan peningkatan jumlah manusia dan kebutuhan manusia itu
sendiri. Disamping peningkatan kualitas dalam rangka memenuhi banyaknya
kebutuhan, peningkatan tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas untuk
pemenuhan keamanan dan kenyamanan penggunanya. Pilihan konstruksipun
beragam, mulai dari konstruksi kayu, baja, beton maupun, konstruksi beton bertulang.
Pemilihan konstruksi tersebut disesuaikan dengan keinginan pengguna dengan alasan
kekokohan, keindahan, kenyamanan maupun murah mahalnya konstruksi yang
dimaksud.
Merupakan sebuah tuntutan krtika tingkat penggunan semakin meningkat, luas
dan beragam, disamping tuntutan peningkatan tingkat kemampuan struktur beserta
efisiensi penggunaan material, untuk kemudian dilakukan upaya peningkatan
kapabilitas konstruksi beton bertulang sehingga pengguna konstruksi ini mampu
memberikan manfaat maksimal bagi konstruksi bangunan dan lebih meningkatkan
keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Dalam upaya untuk lebih meningkatkan kemampuan konstruksi beton bertulang
dalam memikul beban beban, perlu kiranya secara terus menerus dilakukan
analisa maupun kajian baik itu pada balok, kolom, plat maupun pondasi. Salah satu

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

bagian struktural suatu konstruksi yang memiliki peran yang signifikan adalah balok,
beberapa hal yang kiranya perlu mendapat perhatian pada balok adalah adanya
geseran dan lendutan yang dapat menyebabkan regangan dan retakan pada balok.
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Pada saat beton diberi tegangan tekan yang relatif kecil confinement tidak
mempengaruhi kelakukan balok sehingga confinement tidak diperlukan. Confinement
diperlukan ketika tegangan pada beton meningkat dengan cepatnya menjadi sangat
tinggi disebabkan oleh laju retakan internal dan beton melebar melawan tulangan
melintang.
Seperti halnya pada analisa balok pada umumnya, ketika suatu balok beton
bertulang (semisal dengan dua perletakan) dikenai beban luar akan menimbulkan
momen, gaya lintang dan gaya normal yang kesemuanya tersebut dapat berimbas
pada timbulnya geseran, lendutan, rotasi, regangan maupun retakan pada balok
tersebut.
Ketika suatu balok beton bertulang lebih ductile akan berdampak pada balok
beton tersebut mampu memikul beban beban yang lebih besar. Disamping itu,
dengan meningkatnya daktilitas balok akan serta merta memperbaiki karakter
tegangan-regangan, yang selanjutnya mengurangi retakan pada balok.
Dengan meningkatnya nilai duktilitas balok, akan semakin meningkatnya
kemampuan balok beton bertulang tersebut dalam memikul momen dan gaya yang
lebih besar yang mengenainya. Dengan mengecilnya nilai defleksi akan berdampak
pula terhadap nilai jari-jari kelengkungan dan kurvatur balok tersebut.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Dalam tulisan ini lebih lanjut akan mengkaji sejauh mana hubungan momen
dengan kurvatur.
1.3

TUJUAN
Dengan bertolak dari permasalahan diatas, penulisan tesis ini dilakukan
dengan tujuan untuk menentukan hubungan antara momen dan kurvatur. Tujuan
yang masih bersifat umum ini dijabarkan dalam bentuk tujuan tujuan khusus
sebagai berikut :
a. Analisa momen dengan kurvatur pada balok beton tanpa perencanaan
confinement
b. Analisa tegangan-regangan pada balok beton tanpa perencanaan confinement

1.4

BATASAN MASALAH
Dalam penelitian ini akan dibatasi pada :
a. Mutu beton yang direncanakan adalah beton K-175 dan K-250
b. Balok berupa beton bertulang dengan tulangan tarik dan tulangan
tekan
c. Standart pengujian dan pengolahan data yang dilakukan adalah
berdasarkan ASTM Standar (pemeriksaan beton, pengujian kuat tekan,
pengujian tarik belah, pengujian kuat lentur) dan SKSNI (mix design).
d. Analisa moment kurvatur pada balok beton bertulang tanpa
perencanaan confinement
e. Analisa tegangan dan regangan pada balok beton bertulang tanpa
perencanaan confinement

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

1.5 METODOLOGI
1.5.1

Benda Uji
Dalam penelitian ini akan diuji silinder dan balok beton bertulang dengan
tulangan 10. Variasi benda uji dapat dilihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1. Variasi Benda Uji
No.
1.

2.

Pengujian

Mutu Beton

28 hari

Pengujian kuat tekan

Beton K-175

Sampel silinder 15 cm,h = 30 cm

Beton K-250

Pengujian kuat lentur

Beton K-175

Balok 20 cm x 30 cm x 240 cm

Beton K-250

Jumlah
Total benda uji keseluruhan :
12 benda uji silinder 15 cm, h = 30 cm
4 benda uji balok 20 cm x 30 cm x 240 cm

Gambar 1.1

Benda Uji

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

16

1.5.2

Pemberian Beban
Pemberian beban dilakukan melalui alat Jacking Hydraulik yang berkapasitas

25 ton. Beban yang diberi adalah beban terpusat P, yang diuraikan menjadi 2 (dua)
titik pembebanan, yang membagi bentang balok dengan panjang yang sama. Beban P
pada tahap awal diberi sebesar 1 ton dan selanjutnya ditambah sebesar 0.5 ton secara
bertahap sampai balok runtuh (gagal).
1.5.3

Pengujian Lentur dan Retak Balok


Untuk mengukur besarnya lentur balok beton bertulang ditempatkan sebanyak

3 buah Dial Indikator, pada posisi ditengah bentang dan dibawah titik pembebanan.
Sebelum dilakukan pembebanan jarum-jarum penunjuk pada Dial Indikator ini harus
pada posisi nol. Beban P pada tahap awal diberi 1 ton dan selanjutnya ditambah
sebesar 0.5 ton secara bertahap, yang besarnya dibaca pada manomter jack. Untuk
setiap tahap pembebanan dicatat lenturan yang terjadi pada ketiga dial indikator yang
terpasang.
1.5.4

Pengujian Regangan Beton


Pengujian regangan beton dilakukan bersamaan dengan pengukuran lentur,

hanya pada pengukuran regangan beton lebih dahulu ditentukan 3 (tiga) titik
pengamatan yaitu pada daerah tarik, garis tengah penampang dan pada daerah tekan
balok uji.
Pada setiap tahap pembebanan, dibaca dan dicatat besarnya pertambahan dan
pengurangan panjang diserat atas, tengah dan bawah penampang. Pengukuran
tersebut dilakukan dengan alat Strain Meter.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

1.5.5

Tahapan Pelaksanaan Penelitian

1. Tahap persiapan:
a. Pengumpulan bahan literatur
b. Penyediaan material
2. Tahap pengujian material
a. Semen, agregat halus, agregat kasar dan baja tulangan
b. Mix design
3. Tahap pembuatan benda uji
a. Pembuatan cetakan balok
b. Merakit tulangan
c. Pengecoran
d. Perawatan benda uji
4. Tahap pengujian benda uji
5. Analisa data
6. Pembuatan laporan awal
7. Seminar hasil penelitian
8. Penyelesaian laporan akhir
1.5.6

Jadwal Penelitian
1. Minggu IV Juni IV Juli 207

: pengadaan bahan

2. Minggu I III Agustus 2007

: mix design

3. Minggu IV Agustus I September 2007 : pengecoran benda uji


4. Minggu I Oktober 2007

: pengujian benda uji

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

5. Minggu I November IV Januari 2007 : analisa data pengujian

1.6

6. Minggu II Februari 2008

: seminar hasil penelitian

7. Minggu I Maret 2008

: penyelesaian laporan akhir

8. Minggu II Mei 2008

: seminar isi

9. Minggu III Mei 2008

: penyelesaian laporan akhir

10. Minggu IV Mei 2008

: sidang sarjana

SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan tesis ini adalah sebagai berikut :
BAB I

: PENDAHULUAN
Pada bab ini berisikan hal hal umum dan latar belakang
penelitian, permasalahan yang akan diamati, tujuan yang akan
dicapai, pembatasan masalah dan metodologi penelitian yang
dilaksanakan oleh penulis.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini berisikan keterangan keterangan umum dan
khusus mengenai agregat daur ulang yang akan diteliti
berdasarkan referensi referensi yang penulis dapatkan.

BAB III

: BAHAN DAN METODE


Pada bab ini berisikan persyaratan dan pemeriksaan bahan
bahan yang akan digunakan dalam penelitian ; agregat halus,

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

agregat kasar, semen, air ; pembuatan benda uji; prosedur


perawatan; prosedur pengujian dan pengambilan data.
BAB IV

: HASIL DAN PEMBAHASAN


Bab ini berisikan data data hasil pengujian dan pembahasan
data data dari pengujian beton di laboratorium dengan
membandingkan dengan teori teori dan penelitian yang telah
ada.

BAB V

: KESIMPULAN DAN SARAN

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Pengertian Beton Secara Umum


Beton adalah pencampuran agregat kasar, agregat halus, air dan semen dengan

atau tanpa bahan tambahan (additive) yang kemudian mengeras. Beton merupakan
sekumpulan interaksi mekanisme dan kimiawi dari bahan material pembentuknya.
Oleh karena itu, masing masing komponen pembentuk beton tersebut perlu
dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan.
Dalam keadaan mengeras, beton bagai batu karang dengan kekuatan yang tinggi.
Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam macam bentuk, sehingga dapat
digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau untuk tujuan dekoratif. Beton
mempunyai nilai kuat tekan yang besar namun beton tidak kuat terhadap daya tarik.
2.1.1

Syarat syarat Beton Yang Berkualitas


Secara umum perencanaan campuran beton yang akan digunakan dalam

pelaksanaan konstruksi beton harus menghasilkan beton yang memenuhi syarat


syarat sebagai berikut :
a. Kekuatan desak
Kekuatan yang dicapai dalam umur 28 hari (atau umur yang ditentukan )
harus memenuhi persyaratan yang diberikan oleh perencanaan konstruksi.
b. Tingkat keawetan (Durability)
Keawetan beton sama pentingnya dengan kekuatan beton. Dengan tingkat
kekuatan hancur yang besar akan semakin awet betonnya.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

c. Kemudahan pengerjaan (Workability)


Workability beton sekurang kurangnya bisa didefenisikan dari tiga buah
sifat beton yang terpisah yaitu:
1. Kompaktibilitas, atau kemudahan dimana beton dapat dipadatkan dan
rongga rongga udara dapat diambil.
2. Mobilitas, atau kemudahan dimana beton dapat mengalir ke dalam
cetakan baja dan dituang kembali.
3. Stabilitas, atau kemampuan beton untuk tetap sebagai massa yang
homogen dan stabil selama dikerjakan dan digetarkan tanpa terjadi
agregasi/pemisahan butiran dari bahan bahan utamanya.
Suatu rencana campuran beton harus memberikan workability cukup untuk
pengadukan, pengangkutan, pencetakan dan pemadatan tanpa pengurangan
homogenitas beton.
d. Ekonomis
Perencanaan campuran beton harus memberikan proporsi bahan pembentuk beton
yang tepat agar tidak terjadi pemborosan bahan tanpa mengurangi kuantitas dan
kualitas beton.
2.1.2

Baja dan Batangan Tulangan


Setiap jenis baja tulangan yang dihasilkan oleh pabrik pabrik baja yang

terkenal dapat dipakai. Pada umumnya setiap pabrik baja mempunyai standart mutu
dan jenis baja, sesuai dengan yang berlaku di negara yang bersangkutan. Namun

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

demikian, pada umumnya baja tulangan yang terdapat di pasaran Indonesia dapat
digolongkan dalam mutu seperti yang tercantum pada tabel
Tabel 2.1 Tegangan Leleh Karakteristik
Mutu

Sebutan

U 22

Baja Lunak

Tegangan Leleh Karakteristik yang


memberikan regangan tetap
(kg/cm)
2200

U 24

Baja Lunak

2400

U 32

Baja Sedang

3200

U 39

Baja Keras

3900

U 48

Baja Keras

4800

2.1.3

Struktur Pori Beton


Beton mempunyai struktur yang berpori pori, hasil dari tidak seluruh ruang

antar partikel agregat diisi dengan material semen yang solid. Untuk mendapatkan
campuran yang mudah dikerjakan, sangatlah penting menggunakan air pada beton
dalam jumlah yang lebih banyak dari yang diperlukan untuk proses hidrasi semen.
Volume awal semen dan air menjadi berkurang, dengan bercampurnya semen
dan air menjadi suatu proses kombinasi reaksi kimia. Hal ini memungkinkan untuk
pasta semen dari setiap faktor air semen untuk terus berproses yang berkelanjutan,
untuk memenuhi secara lengkap ruang yang dibutuhkan oleh pasta segar. Akibatnya
pasta yang mengeras menimbulkan pori pori. Pada kondisinya, selama proses
pencampuran beton berlangsung, sejumlah udara selalu masuk terperangkap
didalamnya.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Pada saat pori pori air dan pori pori udara dalam beton terhubung, beton
berstruktur dapat dialiri air. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyerapan air pada
saluran kapiler yang ada dan hilangnya kandungan air pengaruh tekanan. Pada
saatnya penyerapan dan permeabilitas dapat menjadi penyebab yang terpisah terhadap
kerusakan beton atau memperburuk ketahanan beton. Untungnya tidak sulit untuk
menjadikan beton dalam keadaan kedap air untuk semua praktek pelaksanaan, jika
material yang digunakan mempunyai mutu dan bergradasi baik, dicampur dengan
baik, serta dicetak dengan baik dan adanya proses perawatan yang cukup.
Pori pori beton akan banyak terbentuk pada periode pengerasan.
Pengendapan dari partikel partikel yang solid menyebabkan air mengalir dan
membentuk banyak saluran. Sejumlah air terperangkap didalam partikel partikel
agregat dan sejumlah yang lain mengisi celah antar partikel semen. Hydrasi semen
memproduksi gel yang memperkecil ukuran pori pori air dan meningkatkan
kekedapan beton. Tetapi pori pori tersebut tidak pernah terbebas secara total. Hal
ini menjelaskan bahwa adanya proses perawatan sangat diperlukan untuk menjaga
kekedapan beton.
2.1.4 Pengaruh Agregat
Semakin besar ukuran maksimum agregat untuk faktor air semen yang
diberikan, aliran akan semakin besar, kemungkinan akibat hubungan pori pori air
yang besar terbentuk pula bagian bawah partikel partikel agregat kasar. Agregat
seharusnya pada kondisi yang baik dan rendah porositas. Gradasi agregat yang baik
sama penting dengan nilai kekedapan dari pada dengan nilai kekuatan. Kehalusan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

yang cukup harus digunakan tetapi campuran tidak boleh kelebihan pasir.Menurut
peraturan beton 1989 agregat kasar untuk campuran adalah sebagai berikut :
Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai desintegrasi alami dari batu
batuan atau batu pecah yang diperoleh dari pecahan batu .
Agregat kasar dapt berupa pecahan kerikil, batu pecah, terak tanur tinggi atau beton
semen hidrolis yang pecah ( Aman Surbakti, 1994, 4 ).
2.1.5 Pengaruh Air dan Semen
Faktor air semen dan konsistensi beton sangat berhubungan bahwa pengaruh
keduanya harus dipertimbangkan secara bersamaan. Untuk campuran yang mudah
dikerjakan, permeabilitas meningkat dengan penambahan factor air semen seperti
gambar. Faktor air semen yang lebih besar dari 6 gal air per kantong semen
direkomendasikan untuk digunakan pada bagian yang tipis dan tidak lebih dari 7 gal
per kantong semen untuk beton yang lebih tebal. Campuran kering tidak dapat
menyatu dengan cepat, lebih banyak air diperlukan untuk permeabilitas minimum
daripada untuk kekuatan maksimum. Untuk beton campuran tangan permeabilitas
meningkat ketika air dikurangi jumlahnya yang menghasilkan nilai slump sekitar 2-3
in. Permeabilitas menurun sejalan dengan meningkatnya rasio pori pori semen dan
hubungan ini timbul lebih jelas daripada hubungan permeabilitas dan faktor air
semen. Pada beton yang dirawat dengan baik dan jumlah air campuran yang optimal,
peningkatan

kandungan

semen

pada

perbandingan

campuran

1:2:4

tidak

mempengaruhi permeabilitas secara material. Bagaimanapun juga konsistensi yang


basah memerlukan campuran yang lebih banyak dan mengarah untuk memproduksi

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

keperluan air di bawah partikel partikel agregat, yang akan meningkatkan


permeabilitas. Kehalusan semen memperbaiki kekedapan sejalan pada saat
memperbaiki kekuatan dan ketahanan beton.
2.1.6

Pengaruh Perawatan
Telah ditetapkan bahwa hydrasi yang berkelanjutan dari semen menghasilkan

pengembangan gel yang mereduksi ukuran pori pori dan meningkatnya kekedapan
beton. Gambar menunjukkan peningkatan kekedapan yang sangat besar pada beton
dengan perawatan. Perubahan yang terjadi lebih besar dari peningkatan kekeuatan
pada beton dengan perawatan.
2.1.7

Absorbsi Beton
Permeabilitas air beton merupakan proses kemampuan pori pori dilalui oleh

air. Pasta semen yang telah mengeras tersusun atas, banyak partikel dihubungkan oleh
antar permukaan yang jumlahnya relative lebih kecil dari total permukaan partikel
yang ada. Dengan demikian ada sebagian dari air yang merupakan bagian yang solid
dengan pasta semen. Air ini memiliki viscositas yang tinggi namun demikian dapat
bergerak dan merupakan bagian dari aliran yang terjadi.
Permeabilitas air beton tidak hanya akibat dari porositas yang ada tetapi juga
tergantung pada ukuran penyebaran, bentuk dan kontinuitas pori pori yang ada.
Walaupun pasta semen memiliki kadar porositas 28%, permeabilitasnya hanya sekitar
7 x 10 16 m/s. Hal ini akibat tekstur pasta semen yang telah mengeras sanat halus.
Pori dan partikel yang solid pada pasta semen yang telah mengeras sangat kecil dan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

banyak. Batuan memiliki pori yang lebih sedikit tetapi bentuknya lebih besar dan
menyebabkan permeabilitas yang lebih tinggi. Air dapat mengalir dengan mudah.
Permeabilitas pasta semen tergantung pada proses hydrasi yang terjadi. Pada pasta
segar, aliran air di kontrol oleh ukuran, bentuk dan konsentrasi partikel semen.
Dengan adanya proses hydrasi, permeabilitas menurun dengan cepat akibat volume
dari gel membesar dan gel mengisi ruang original water. Pada pasta yang telah cukup
umur permeabilitas tergantung pada ukuran, bentuk dan konsentrasi partikel pasta
semen, baik dalam kondisi yang kontinuitas maupun tidak.
Pada hydrasi semen dengan derajat yang sama, permeabilitas akan menurun
pada f.a.s yang rendah.
Pemakaian beton pada sejumlah bentuk struktur yang bertekanan air sebaik
pada konstruksi lain meyakinkan para pelaku konstruksi bahwa pada sejumlah kasus
kekedapan beton dapat menjadi lebih penting daripada kekuatannya. Tidak
diharapkan terhadap kehilangan air yang cukup serius melalui aliran. Sebagai
pencegahan untuk keperluan penghentian, yaitu pemisahan aliran yang merupakan
hasil pembekuan dari pori pori yang jenuh dan pelemahan melalui pemecahan dari
komponen yang dapat larut dengan perlahan.
Banyak struktur yang memperlihatkan pengaruh kerusakan dari pembekuan
beton yang permeable atau mempunyai permukaan yang tidak terlihat mengandung
kalsium karbonat dan kandungan lainnya hasil dari rembesan air yang mengalir pada
area yang salah. Pada umumnya, kondisi yang lainnya menjadi menyerupai,

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

permeabilitas yang rendah bagian dari kekuatan yang tinggi dan ketahanan yang
tinggi terhadap cuaca. Faktor faktor yang mempengaruhi kekedapan
1. Kualitas material
2. Metode persiapan beton
3. Perawatan beton
2.1.8 Kekuatan Tekan Beton
Salah satu cara untuk mengetahui mutu beton adalah dengan menguji sample
atau benda uji. Nilai uji yang diperoleh dari setiap benda uji akan berbeda, karena
beton merupakan material yang heterogen, yang kekuatannya dipengaruhi proporsi
campuran, bentuk dan ukuran, kecepatan pembebanan, dan kondisi lingkungan pada
saat pengujian. Oleh karena itu, metode statistik diperlukan untuk menentukan
kekuatan tekan karakteristik beton fc, yang didefinisikan sebagai kekuatan tekan
beton yang dilampaui oleh paling sedikit 95 % dari benda uji. Nilai fc adalah
kekuatan tekan benda uji silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm, yang diuji
pada umur 28 hari.
2.1.9

Kuat Lentur Balok Persegi


Berdasarkan anggapan di atas, dapat dilakukan pengujian regangan, tegangan

dan gaya gaya yang timbul pada penampang balok, yang bekerja menahan momen
batas, yaitu momen akibat beban luar yang timbul tepat pada saat terjadi kehancuran.
Mekanisme tegangan regangan dalam yang timbul dalam balok dapat diwakili oleh
gaya gaya dalam seperti ( resultan gaya tekan dalam ) di atas garis netral dan (
resultan gaya tarik dalam ) di bawah garis netral. Dari segi kesetimbangan gaya

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

gaya horizontal , gaya gaya resultan dalam beton sama besarnya dengan gaya
resultan pada baja atau, tetapi berlawanan arah dan dipisahkan dengan jarak

sehingga membentuk kopel momen tahanan dalam, di mana nilai maksimumnya


disebut sebagai kuat lentur atau momen tahanan penampang komponen struktur
terlentur.
2.2

Hubungan Momen dengan Kurvatur

2.2.1. Umum
Perilaku defleksi akibat pembebanan pada beton bertulang dengan pembebanan
melebihi beban ultimate dapat diilustrasikan seperti yang terlihat pada gambar 2.1.
Perbedaan perilaku brittle (getas) dan ductile (liat) dapat terlihat dengan jelas pada
gambar ini.
Load

Perilaku daktil

Perilaku getas

Defleksi

Gambar 2.1. Perilaku Defleksi Akibat Pembebanan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Karakteristik deformasi akibat pembebanan yang menjadi pertimbangan penting


adalah sebagai berikut:
a. Kegagalan getas (brittle failure) merupakan hal yang harus dicegah. Seharusnya
pada kejadian-kejadian ekstrim struktur yang memikul beban haruslah mampu
mengalami defleksi-defleksi besar sehingga mendekati kapasitas layan beban
maksimum. Hal ini untuk menghindari terjadinya keruntuhan total dan mencegah
timbulnya korban jiwa dengan adanya peringatan dini akan adanya keruntuhan
struktur total dari struktur.
b. Memungkinkan distribusi momen lentur, gaya geser, dan beban aksial yang
digunakan dalam perancangan struktur statis taktentu tergantung pada daktilitas
komponen struktur pada penampang kritis. Distribusi momen lentur berbeda dengan
yang diperoleh dari linear analisis struktural elastis yang dapat dicapai jika
redistribusi momen berlangsung.

Yaitu saat beban ultimate

tercapai, beberapa

komponen kemungkinan mencapai momen lawan ultimate sebelum komponenkomponen lain, tetapi jika rotasi plastis terjadi sedangkan momen ultimate belum
tercapai, bobot tambahan dapat diberikan hingga momen meningkat sampai nilai
ultimatenya.

Beban ultimate struktur tercapai setelah pembentukan sendi plastis

cukup maka mekanisme runtuh mulai terjadi. Penggunaan redistribusi momen dapat
memberikan keuntungan sebab mengurangi buntunya penguatan dalam mendukung
beban yang dipikulnya dan itu memungkinkan pengurangan besar momen lentur.
c. Dalam zona gempa, satu hal sangat penting yang menjadi pertimbangan disain
adalah daktilitas struktur. Hal ini disebab perencanaan gempa saat ini bersandar pada

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

absorbsi dan disipasi energi oleh pasca deformasi elastis untuk mampu bertahan
dalam gempa besar. Struktur tidak akan mampu untuk bertahan jika tidak dirancang
dengan gaya gempa yang jauh lebih kuat.
Tugas akhir ini akan mempertimbangkan karakteristik hubungan beban-deformasi
lentur momen saat leleh dan momen saat ultimate. Beberapa karakteristik umumnya
tergantung pada karakteristi momen-kurvatur tampang, karena kebanyakan deformasi
dengan ukuran normal berdasar pada tegangan yang dihubungkan dengan lentur.
2.2.2. Kurvatur
Sebuah beton bertulang yang pada mulanya lurus namun akibat adanya
momen ujung dan gaya aksial maka balok menjadi lengkung seperti yang
diperlihatkan pada gambar dibawah ini :

R
M

Baja

kd

Garis netral

Garis Netral

Retak

Baja

(a)

(b)

Gambar 2.2. Hubungan momen-kurvature untuk penampang-penampang balok


dengan penulangan tunggal (a) penampang yang gagal dalam tarik
(b) penampang yang gagal dalam tekan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Adapun jari-jari kurvatur R, tinggi sumbu netral kd, regangan beton pada serat
tekan terluar (paling besar) c dan tegangan-regangan baja s akan berubah-ubah
sepanjang bentang karena adanya retak beton yang juga memberikan

tegangan.

Dengan pertimbangan hanya satu elemen panjang dx dan penggunaan notasi pada
gambar diatas maka rotasi antara ujung-ujung elemen diberikan oleh:

dx
s dx
dx
= c
=
R
kd
d (1 k )

(2.1)

c
s
1
=
=
R
kd
d (1 k )

(2.2)

1/R adalah kelengkungan pada elemen (rotasi perpanjang satuan) dan diberi simbol .
Dengan begitu kita mendapatkan

c
kd

s
d (i k )

c + s
d

(2.3)

jelas bahwa kurvatur adalah gradien regangan profil pada elemen, seperti dalam
gambar 2.2.
Kurvatur selalu berubah-ubah sepanjang bentang karena adanya fluktuasi
ketinggian sumbu netral dan regangan antara setiap retak. Jika panjang elemen
memiliki retak, kurvatur didapat dari persamaan 2.1, dengan c dan s sebagai
regangan pada bagian retak.
Jika regangan pada bagian kritis balok beton bertulang yang diukur atas jarak
ukur pendek sebagai momen lentur ditingkatkan untuk mencapai

keruntuhan,

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

kurvatur dihitung dari persamaan 2.1, maka hubungan momen-kurvatur untuk bagian
tersebut dapat diperoleh. Kedua kurva diperoleh pada perhitungan balok bertulangan
tunggal saat gagal tarik dan tekan seperti tampak dalam gambar 2.3 dan kedua kurva
pada mulanya linear.

Hubungan antara momen M dan

kurvatur diberi oleh

persamaan elastis sebagai berikut:


EI = MR =

(2.4)

Beton runtuh sebelum leleh

Potongan
Satuan Panjang
M

Leleh Pertama Baja


Retak Pertama
Retak Pertama

Kurvatur
(a)

kurvatur
(b)

Gambar 2.3. Hubungan momen kurvatur untuk bagian balok beton bertulangan
tunggal. (a) saat gagal tarik, <b. (b) saat gagal tekan, >b

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Dengan meningkatnya momen maka retak yang timbul pada beton


mengurangi kekakuan lentur. Pengurangan kekakuan untuk potongan beton dengan
tulangan kecil lebih besar dibanding beton dengan tulangan besar. Perilaku potongan
setelah retak sangat bergantung pada mutu baja. Potongan beton dengan tulangan
kecil (gambar 2.3.a) menghasilkan kurva linear M- membengkok sampai ke titik
leleh baja. Saat baja leleh, kurvatur meningkat dengan pesat sedangkan momen
lentur hampir konstan, momen meningkat secara perlahan-lahan menuju maksimum
dan kemudian menurun. Pada potongan beton dengan tulangan besar (gambar 2.3b),
kurva M- menjadi tidak linear ketika beton memasuki bagian inelastik hubungan
tegangan-regangan (lihat gambar.2.1), dan keruntuhan dapat menjadi getas (brittle)
kecuali jika beton dikekang oleh sengkang tertutup. Jika beton tidak dikekang, maka
beton akan hancur pada kurvatur yang relatif kecil walaupun baja saat itu belum
meleleh, dan ini menyebabkan kapasitas daya dukung-momen turun dengan cepat.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

M
Leleh pertama

Retak pertama

u
(a)

y
M

y
u

y
(b)

(c)

Gambar 2.4. Kurva momen-kurvatur ideal untuk bidang beton bertulangan


tunggal yang gagal dalam tarik
Hubungan momen-kurvatur untuk balok praktis yang mana tegangan baja
leleh dapat diidealkan dengan hubungan trilinear yang diperlihatkan dalam gambar
2.4a. Pertama munculnya retakan, kedua tegangan baja meleleh dan ketiga batas
kemampuan regangan beton tercapai. Dalam banyak kasus kurva tersebut cukup teliti
untuk diidealkan sebagai kelanjutan hubungan dua bilinear seperti diperlihatkan
dalam gambar 2.4b dan 2.4c yang memberikan kebenaran asumsi. Gambar 2.4a

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

adalah kurva murni ideal untuk menampilkan perilaku pada pembebanan pertama.
Ketika retak berkembang, seperti kebanyakan kasus balok yang mengalami
pembebanan, hubungan M - tanpa beban hampir linear untuk leleh awal. Oleh
karena itu, kurva bilinear dari gambar 2.4b dan 2.4c adalah perkiraan-perkiraan
akurat untuk balok retak.
2.2.2. Momen-Kurvatur teoritis

Kurva momen-kurvatur teoritis untuk potongan beton bertulang dengan


lendutan dan beban aksial dapat diperoleh atas dasar anggapan serupa dengan yang
digunakan dalam penentuan kuat lendut. Diasumsikan bahwa irisan bidang sebelum
bidang sisa lenturan setelah lenturan dan kurva tegangan-regangan untuk beton dan
baja diketahui. Kurvatur yang dihubungkan dengan bidang momen lentur dan beban
aksial bisa ditentukan dengan menggunakan anggapan ini dan dari persyaratan
keseimbangan gaya dan kecocokan regangan.
Gambar 2.5a dan 2.5b menunjukkan tipikal kurva tegangan-regangan untuk
beton dan baja, di mana fy = kuat leleh baja dan f c" = kuat beton. Gambar 2.5c
memperlihatkan satu potongan beton bertulang dengan beban aksial dan lendut.
Untuk regangan beton dengan beban tekan ekstrim cm, tinggi sumbu netral kd,
regangan baja s1, s2, s3,.... dapat ditentukan dari segi tiga yang serupa dengan
diagram regangan. Sebagai contoh, untuk batang 1 dengan tinggi di

SI = cm

kd d i
kd

(2.5)

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Stress fs

Stress fc
fs4

fy
fs3
s1

fc

s2
s3

s4

Strain s
fc

dc

fs2
fy

fs1

cm

(a)

(b)

kd

cm

fs1

s1

Kd
s2

a
Garis netral

s3
s4

Elevation

Section

Strain c

S1
Cc

fs1

fs3

S2

Garis
netral

M
P

S3

fs4
Strain

h/2

S4
Stress

Internal
Forces

External
actions

(c)

Gambar 2.5. Penentuan momen-kurvatur teoritis. (a) baja dalam tarik dan tekan
(b) beton tertekan. (c) Bidang dalam regangan,tegangan dan
distribusi tekanan.
Tegangan fs1,fs2,fs3,.., dihubungkan dengan regangan s1, s2, s3,.., kemudian
dapat diperoleh dari kurva tegangan-regangan untuk baja.

Kemudian kuat baja

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

S1,S2,S3,........, bisa diperoleh dari kuat tekan baja dan luas baja. Sebagai contoh,

untuk batang 1, persamaan gaya adalah


(2.6)

S i = f si A si

Distribusi kuat tekan beton pada bagian yang tertekan dari potongan pada gambar
2.5c dapat dilihat dari diagram regangan dan kurva tegangan-regangan untuk beton.
Untuk setiap regangan beton cm pada tekanan ekstrim, kuat tekan beton Cc dan
letaknya bisa digambarkan dari parameter dan , di mana
Cc = fc bkd

(2.7)

Faktor tekan utama dan faktor titik berat untuk setiap regangan cm pada serat
tekan ekstrim dapat ditentukan untuk tampang segi empat dari hubungan regangantegangan sebagai berikut:
cm

Daerah di bawah kurva tegangan-regangan (gambar 2.5b) =

f d
c

= . f c" cm

cm

fcd

f c"

(2.8)
cm

Luas momen pertama dari luas asal di bawah kurva tegangan-regangan :

cm

f c c d c = (1 ) cm

cm

f c d c

= 1

cm

fcd

cm

cm

(2.9)
fcd

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Karenanya, jika tegangan di dalam beton fc dapat ditulis dalam terminologi regangan
c (jika kurva tegangan-regangan diketahui), kuat tekan beton dan garis aksinya bisa
ditentukan dari persamaan 2.7 hingga 2.9
P = f

:"
c

bkd

f si A si

i =1

M = f c" bkd kd +
2

Kurvatur diperlihatkan

i =1

(2.10)

f si A si d i
2

(2.11)

oleh persamaan yang sama seperti pers. 2.1 sebagai :

cm

(2.12)

kd

Hubungan momen-kurvatur teoritis untuk satu beban aksial bisa ditentukan


oleh kenaikan regangan beton pada serat tekan ekstrim, cm. Untuk tiap nilai cm
tinggi sumbu netral kd memberikan keseimbangan gaya yang ditemukan dengan
penyesuaian kd sampai gaya dalam dapat dihitung menggunakan persamaan 2.5
hingga 2.8 dan memenuhi persamaan 2.10. Untuk kasus lentur saja, P = 0. Gaya
dalam dan tinggi sumbu netral dihitung

kemudian nilainya digunakan untuk

menentukan momen M dan kurvatur menggunakan persamaan 2.9, 2.11 dan 2.12
yang dihubungkan dengan nilai dari cm.

Dengan selesainya perhitungan untuk

bidang nilai cm, kurva momen-kurvatur dapat ditentukan. Gambar 2.7 memberi
beberapa teori hubungan momen-kurvatur yang didapat untuk tampang balok beton
segiempat dengan menggunakan metode yang baru dijelaskan.

Asumsi kurva

tegangan-regangan untuk baja dan beton dan tampang propertis terlihat dalam

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

gambar. Sebagian besar kurva momen-kurvatur telah dihitung hanya untuk daerah
saat tepat sebelum tegangan baja leleh.

Kurva momen-kurvatur menunjukkan

diskontinitas pada awal leleh dari tegangan baja dan diakhiri bila serat tekan terluar
dari regangan beton cm mencapai 0,004. Kurva tersebut juga memperlihatkan bahwa
untuk satu regangan beton maksimum, daktilitas tampang beton bertulangan tunggal
berkurang saat tegangan baja meningkat dan dengan adanya tekanan baja daktilitas
meningkat secara drastis.

Gambar 2.6. Teori hubungan momen-kurvatur

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

2.3

Balok Beton Bertulang tanpa Confinement

2.3.1

Momen dan Kurvatur Saat Ultimate dan Saat Leleh

Dalam disain ultimate dan gaya gempa. Daktilitas pada umumnya dinyatakan
sebagai rasio deformasi ultimate dengan deformasi saat awal leleh. Nilai relatif
momen dan kurvatur ketika awal leleh tegangan baja dan beton mencapai regangan
ultimate. Beton yang tertekan dipertimbangkan untuk tidak dikekang walaupun beton
tanpa kekangan jarang ada dibawah kondisi praktis, beton secara umum dipandang
tanpa kekangan kecuali jika dianggap menguntungkan untuk diberi kekangan.

Gambar 2.7. Tampang balok bertulangan ganda saat lentur. (a) saat leleh
(b) saat retak
Gambar 2.7 memperlihatkan kasus umum tampang segiempat bertulangan
ganda saat awal leleh tegangan baja dan saat regangan beton ultimate. Kurvatur saat
awal leleh tegangan baja didapat dari persamaan 2.3 pada waktu regangan dalam baja
saat awal leleh. Untuk beberapa mutu baja, ketika baja tarik pertama kali mencapai
kuat leleh, tegangan pada serat ekstrim beton bisa jauh lebih rendah daripada kuat
tekan silinder fc.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Kurva tegangan-regangan untuk beton linear kira-kira hingga 0,7fc; karenanya


jika baja mencapai kuat leleh sedang tegangan beton tidak melebihi nilai ini, tinggi
sumbu netral dapat dihitung menggunakan rumus teori elastis (garis lurus). Ketika
faktor tinggi sumbu netral ditentukan, magnitudo gaya dan titik berat gaya tekan
dalam baja dan beton dapat dicari. Penjelasan persamaan momen dan kurvatur saat
leleh awal adalah

'd '
n
k = ( + ' ) 2 n 2 + 2 +
d

1/ 2

( + ' )n

M y = As f y jd

y =

f y / Es
d (1 k )

(2.13)
(2.14)
(2.15)

Jika tekanan pada serat tekan ekstrim beton lebih besar dari 0,7 f c' , tinggi
sumbu netral saat awal leleh tegangan baja dapat dihitung menggunakan kurva
tegangan-regangan beton aktual (kurva parabola lebih akurat).

Bagaimanapun,

sebuah perkiraan bisa didapat dari rumus garis lurus walau tekanan yang dihitung
setinggi fc.

Nilai k yang dihitung dari rumus garis lurus akan lebih kecil daripada

nilai aktual untuk k jika distribusi tekan beton tidak lurus, dimana akan
underestimate dan M overestimate.
Kurvatur dan momen ultimate potongan beton bertulangan ganda

(lihat

gambar 2.7) untuk kasus dimana baja tekan meleleh bisa diperoleh menggunakan
persamaan:

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

a=

As f y As' f y

(2.16)

0,85 f c' b

M u = 0,85 f c' ab d + As' f y (d d ' )


2

u =

c
c

c 1

(2.17)

(2.18)

Regangan baja tekan diindikasikan oleh diagram regangan gambar 2.7, yang
diberikan oleh persamaan:
d'
cd'
= c 1 1
a
c

s' = c

(2.19)

Substitusi persamaan 2.16 kepersamaan 2.19, memperlihatkan bahwa baja tekan


meleleh saat:

0,85 f c' b
A f A' f
s y
s y

c 1 1 d '

f y

E s

(2.20)

Persamaan 2.20 harus memenuhi persamaan 2.16 hingga persamaan 2.18 dapat
dipakai.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

BAB III
BAHAN DAN METODE
3.1.

Umum

Metode yang digunakan pada penulisan tugas akhir ini adalah berdasarkan
eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara. Penelitian
ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
9. Tahap persiapan:
a. Pengumpulan bahan literatur
b. Penyediaan material
10. Tahap pengujian material
a. Semen, agregat halus, agregat kasar dan baja tulangan
b. Mix design
11. Tahap pembuatan benda uji
a. Pembuatan cetakan balok
b. Merakit tulangan
c. Pengecoran
d. Perawatan benda uji
12. Tahap pengujian benda uji
a. Kuat Tekan
b. Kuat Lentur
c. Regangan
d. Lebar Retak

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.2.

Bahan Penyusun Beton

Bahan penyusun beton terdiri dari semen Portland, agregat halus, agregat
kasar dan air. Sering pula ditambah bahan campuran tambahan (admixture) yang
sangat bervariasi untuk mendapatkan sifat sifat beton yang diinginkan.
Perbandingan campuran yang digunakan adalah perbandingan jumlah bahan
penyusun beton yang lebih ekonomis dan efektif.
3.2.1. Semen

Semen adalah suatu bahan pengikat hidrolis (hydraulic binder) yang jika
dicampur dengan air akan membentuk suatu pasta semen yang mengikat agregat,
dihasilkan dari penggilingan klinker yang kandungan utamanya kalsium silikat
(CaSiO 2 ) dan satu atau dua buah bentuk kalsium sulfat (CaSO 4 ) sebagai bahan
tambahan.
3.2.1.1

Sifat sifat Semen

Semen Portland termasuk semen yang dihasilkan dengan cara menghaluskan

clinker yang terutama terdiri dari silikat silikat kalsium yang bersifat hidrolis
dengan gips sebagai bahan tambahan.
Semen Portland yang dipakai untuk struktur harus mempunyai kualitas
tertentu yang telah ditetapkan agar dapat berfungsi secara efektif.
Sifat sifat fisik semen yaitu :
1. Kehalusan butir
Kehalusan semen mempengaruhi waktu pengerasan pada semen.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Secara umum, semen berbutir halus meningkatkan kohesi pada beton segar
dan dapat mengurangi bleeding (kelebihan air yang bersama dengan semen
bergerak ke permukaan adukan beton segar), akan tetapi menambah
kecendrungan beton untuk menyusut lebih banyak dan mempermudah
terjadinya retak susut.
2. Waktu ikatan
Waktu ikatan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tahap
dimana pasta semen cukup kaku untuk menahan tekanan . Waktu tersebut
terhitung sejak air tercampur dengan semen. Waktu dari pencampuran semen
dengan air sampai saat kehilangan sifat keplastisannya disebut waktu ikatan
awal, dan waktu sampai pastanya menjadi massa yang keras disebut waktu
ikatan akhir. Pada semen Portland biasa batas waktu ikatan semen adalah:
a. Waktu ikat awal > 60 menit
b. Waktu ikat akhir > 480 menit
Waktu ikatan awal yang cukup awal diperlukan untuk pekerjaan beton, yaitu
waktu transportasi, penuangan, pemadatan, dan perataan permukaan.
3. Panas hidrasi
Silikat dan aluminat pada semen bereaksi dengan air menjadi media perekat
yang memadat lalu membentuk massa yang keras. Reaksi membentuk media
perekat ini disebut hidrasi.
Panas hidrasi didefinisikan sebagai kuantitas panas dalam kalori / gram pada
semen yang terhidrasi.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4. Pengembangan volume (lechathelier)


Pengembangan semen dapat menyebabkan kerusakan dari suatu beton, karena itu
pengembangan beton dibatasi sebesar 0,8 % (A.M Neville, 1995). Akibat
perbesaran volume tersebut, ruang antar partikel terdesak dan akan timbul retak
retak.
Sesuai dengan kebutuhan pemakaian semen yang disebabkan oleh kondisi lokasi
ataupun kondisi tertentu yang dibutuhkan pada pelaksanaan konstruksi, dalam
perkembangannya dikenal berbagai jenis semen Potrland, antara lain :
1. Tipe I digunakan pada konstruksi beton secara umum yang tidak
memerlukan persyaratan khusus lainnya.
2. Tipe II digunakan pada konstruksi yang memerlukan ketahanan
terhadap sulfat atau panas hidrasi yang sedang.
3. Tipe III digunakan jika menuntut persyaratan kekuatan awal yang
tinggi setelah pengikatan terjadi.
4. Tipe IV digunakan jika menginginkan panas hidrasi yang rendah.
5. Tipe V jika menginginkan daya tahan terhadap sulfat yang tinggi.
Semen yang dipakai dalam penelitian ini adalah semen tipe I yang diproduksi
oleh PT. Lafarge Semen Andalas dalam kemasan 1 zak 40 kg.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.2.1.2 Komposisi Kimia

Komposisi kimia dari semen dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 3.1 Bahan dasar pembuatan semen Portland
Bahan Dasar

Rumus Kimia

Simbol dalam
Kimia Semen

Kapur

CaO

Silika

SiO 2

Alumina

Al 2 O 3

Besi

Fe 2 O 3

Persentase bahan bahan dasar pembuat semen tersebut harus memenuhi nilai
modulus hidrolis antara 1,8 2,2 agar didapat semen Portland dengan hidrolisitas
yang baik. Modulus hidrolis adalah perbandingan kadar kapur (CaO) terhadap kadar
silica (SiO 2 ) ditambah kadar alumina (Al 2 O 3 ) dan kadar besi (Fe 2 O 3 ). Dalam
bentuk rumus, modulus hidrolis dinyatakan sebagai berikut :
M=

CaO
SiO2 + Al 2 O + Fe2 O3

Dari proses pembakaran diperoleh senyawa baru berupa klinker yang


merupakan kombinasi dari keempat bahan dasar tersebut mencapai 90% dari berat
semen yang dihasilkan dan dikenal sebagai komponen komponen utama semen.
Tabel 3.2 Komponen utama hasil proses pembakaran bahan dasar

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rumus Kimia

Nama

Simbol

3CaO.SiO 2

Tricalcium silicate = Alite

C3S

2CaO. SiO 2

Dicalcium Silicate = Belite

C2 S

Tricalcium aluminate = Inter stitial phase

3CaO.Al 2 O 3

Tetracalcium alumino ferrite = Phase stitial

4CaO.Al 2 O 3 . Fe 2 O 3

C3A
C4 F

Selain senyawa senyawa utama diatas, 10% dari berat semen mengandung
magnesium (MgO), oksida oksida alkali (Na 2 O, K 2 O), titanium (TiO 2 ),
phosphorus pentaoksida (P 2 O 5 ) dan gypsum (CaSO 4 .2H 2 O). Spesifikasi komposisi
semen portland tergantung kepada jenis semen yang dihasilkan dan bahan baku yang
digunakan pada proses produksi. Secara umum komposisi semen Portland
diperlihatkan pada tabel.
Tabel 3.3 Komposisi semen Portland
Senyawa

Komposisi ( % berat )

CaO

60 67

SiO 2

17 25

Al 2 O 3

38

Fe 2 O 3

0,5 6

MgO

0,1 5,5

Na 2 O + K 2 O

0,5 1,3

TiO 2

0,1 0,4

P2 O5

0,1 0,2

SO 3

1-3

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.2.1.3 Reaksi hydrasi semen portland:

Pada reaksi hydrasi C3A akan bereaksi paling cepat dan menghasilkan
3CaO.Al2O3.3H2O. Senyawa ini membentuk gel yang bersifat cepat kaku. Tetapi
3CaO.Al2O3.3H2O akan bereaksi dengan gypsum dan membentuk ettringite yang
akan menyelimuti permukaan 3CaO.Al2O3.3H2O, sehingga reaksi dari 3CaO.Al2O3
akan dihalangi. Namun demikian lapisan ettringite tersebut, karena suatu fenomena
osmosis, akan pecah dan reaksi C3A akan terjadi lagi, tetapi akan segera pula
terbentuk lapisan ettringite baru. Proses ini akhirnya menghasilkan waktu pengikatan.
Makin banyak ettringite yang terbentuk, walau pengikatan akan makin panjang.
Mekanisme proses pengikatan dan pengerasan diperlihatkan pada gambar 3.2
Pada awal mula reaksi hydrasi tersebut akan menghasilkan pengendapan
Ca(OH)2. Ettringite dan C-S-H akan membentuk coating pada 3CaO.Al2O3, hal ini
akan mengakibatkan reaksi hydrasi akan tertahan, periode ini disebut Inducktion

periode atau resting periode atau Dorman periode. Ini terjadi pada 1 2 jam
dan selama itu pasta masih dalam keadaan plastis dan workable.
3.2.2

Agregat

Agregat adalah butiran mineral alam yang bersifat sebagai bahan pengisi
dalam campuran mortar atau beton dan menempati sebanyak 70 -75 % dari isi total
beton.Oleh karena itu agregat berpengaruh besar terhadap perilaku dan ketahanan
(durability) dari beton keras (hardened concrete).
Berdasarkan ukuran butiran, agregat dapat dibagi menjadi dua,

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

yaitu :
a. Agregat halus ( pasir ) 0,15mm < < 5mm.
b. Agregat kasar ( kerikil ) > 5 mm.
3.2.3

Agregat Halus

Agregat halus ialah pasir alam yang merupakan hasil disintegrasi secara alami
dari batu. Selain itu agregat halus dikualifikasikan sebagai butiran yang terletak
diantara 0.15 mm dan 5 mm.
3.2.3.1 Persyaratan Umum Agregat Halus

Agregat halus yang digunakan sebagai bahan campuran beton harus


memenuhi persyaratan persyaratan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 N.I.2, antara lain adalah :
1) Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam sebagai hasil
desintegrasi alami dari batuan batuan atau berupa pasir buatan yang
dihasilkan oleh alat alat pemecah batu.
2) Agregat halus terdiri dari butir butir yang tajam dan keras. Butir butir
agregat halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh
pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan hujan.
3) Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan
terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah bagian
bagian yang dapat melalui ayakan dengan diameter no. 0,063 mm. Apabila
kadar lumpur melampaui 5 %, maka agregat halus dicuci.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4) Agregat halus tidak boleh mengandung bahan bahan organis terlalu


banyak yang harus dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams

Harder (dengan larutan NaOH). Agregat halus yang tidak memenuhi


percobaan warna ini juga dapat dipakai, asal kekuatan tekan adukan
agregat tersebut pada umur 7 dan 28 hari tidak kurang 95 % dari kekuatan
adukan agregat yang sama tetapi dicuci dalam larutan 3 % NaOH yang
kemudian dicuci hingga bersih dengan air, di umur yang sama.
5) Agregat halus harus terdiri dari butir butir yang beraneka ragam
besarnya dan apabila diayak dengan susunan ayakan yang ditentukan akan
memenuhi syarat syarat yang ditentukan.
6) Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu
beton, kecuali dengan petunjuk petunjuk dari lembaga pemeriksaan
bahan bahan yang diakui.
Tabel 3.4 Susunan Besar Butiran Agregat Halus
Ukuran Lubang Ayakan

% Lolos Kumulatif

(mm)

9.50

100

4.75

95-100

2.36

80-100

1.18

50-85

0.60

25-60

0.30

10-30

0.15

2-10

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.2.3.2 Pemeriksaan Agregat Halus

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap agregat halus meliputi :


1. Analisa ayakan pasir, ASTM C 136-95a
2. Pencucian pasir lewat ayakan no.200 (pemeriksaan kadar lumpur), ASTM C
117-95
3. Pemeriksaan kandungan organic (colorimetric test), ASTM C 40-92
4. Pemeriksaan kadar liat (clay lump pasir), ASTM C 142-78 (1990)
5. Pemeriksaan berat isi pasir, ASTM C 29/C 29 M-91a
6. Pemeriksaan berat jenis dan absorbsi pasir, ASTM C 128-93
3.2.4

Agregat Kasar

Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi
alami dari batu batuan atau berupa batu pecah (split) yang diperoleh dari pecahan
batu agregat kasar yang sering digunakan dalam praktek di lapangan mempunyai
ukuran butiran antara 5 mm dan 40 mm.
3.2.4.1 Persyaratan Umum Agregat Kasar

Agregat halus yang digunakan sebagai bahan campuran beton harus


memenuhi syarat syarat Peraturan Beton Bertulang 1971 N.I.-2, antara lain adalah :
1) Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi
alami dari batuan batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari
pemecahan batu. Pada umumnya yang dimaksudkan dengan agregat kasar
adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

2) Agregat kasar harus terdiri dari butir butir yang keras dan tidak berpori.
Agregat kasar yang mengandung butir butir pipih hanya dapat dipakai
apabila jumlah butir butir pipih tersebut tidak melampaui 20 % dari
berat seluruhnya. Butir butir agregat kasar harus bersifat kekal, artinya
tidak pecah atau hancur oleh pengaruh pengaruh cuaca, seperti terik
matahari dan hujan.
3) Agregat kasar tidak boleh mengandung Lumpur lebih dari 1 % (ditentukan
dengan berat kering). Yang diartikan dengan Lumpur adalah bagian
bagian yang dapat melalui ayakan 0,063 mm. Apabila kadar Lumpur
melalui 1 % maka agregat kasar harus dicuci.
4) Agregat kasar tidak boleh mengandung zat zat yang dapat merusak
beton, seperti zat zat yang reaktif alkali.
5) Kekerasan dari butir butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji
dari Rudeloff dengan beban penguji 20 ton dan memenuhi syarat syarat
yang ditentukan atau dengan mesin pengaus Los Angeles, dengan mana
tidak boleh terjadi kehilangan berat lebih dari 50%.
6) Agregat kasar terdiri dari butir butir yang beraneka ragam besarnya dan
apabila diayak dengan susunan ayakan yang ditentukan harus memenuhi
syarat syarat yang ditentukan.
7) Besar butir maksimal tidak boleh lebih dari pada seperlima jarak terkecil
antara bidang-bidang samping dari cetakan, sepertiga dari tebal pelat atau

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

tigaperempat dari jarak bersih minimum diantara batang-batang atau


berkas-berkas tulangan.
Tabel 3.5 Susunan Besar Butiran Agregat Kasar
Ukuran Lubang Ayakan

% Lolos Kumulatif

(mm)

38.10

95 - 100

19.10

35 - 70

9.52

10 - 30

4.76

0-5

3.2.4.2 Pemeriksaan Agregat Kasar

Pemeriksaan yang dilakukan pada agregat kasar meliputi :


1. Analisa ayakan kerikil, ASTM C 136-95a
2. Pemeriksaan berat isi kerikil, ASTM C 29/ C 29 M-91 a
3. Pemeriksaan berat jenis dan absorbsi kerikil, ASTM C 127 88 (1993)
3.2.5

Air

Air merupakan bahan dasar pembuat beton yang paling penting namun
harganya paling murah. Air diperlukan untuk bereaksi dengan semen, serta untuk
menjadi bahan pelumas antara butir butir agregat agar dapat dengan mudah
dikerjakan dan dipadatkan, selain dari jumlah air, kualitas air juga harus
dipertahankan.
Dalam pemakaian air untuk beton, sebaiknya air memenuhi syarat sebagai
berikut :

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

1) Air tidak boleh mengandung Lumpur (benda melayang lainnya) lebih


dari 2 gram / liter.
2) Air tidak mengandung garam garam yang dapat merusak beton
(asam, zat organik dan sebagainya) lebih dari 15 gram / liter.
3) Air tidak mengandung khlorida (CI) lebih dari 0,5 gram / liter.
4) Air tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gram / liter.
Di samping digunakan sebagai bahan dasar penyusun beton, air juga
digunakan untuk merawat beton tetapi air yang digunakan tidak menimbulkan
terjadinya endapan atau noda yang menyebabkan perubahan warna pada permukaan
beton.
Air yang digunakan pada penelitian ini adalah jaringan air PDAM Tirtanadi di
Laboratorium Beton Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera
Utara. Secara visual, air tersebut jernih dan tidak mengandung bahan bahan
kotoran, sehingga baik dipergunakan sebagai bahan campuran beton.
Tabel 3.6 Batas batas izin air untuk campuran beton
Jenis

Batas yang diizinkan

PH

4,5 8,5

Bahan padat

2000 ppm

Bahan terlarut

2000 ppm

Bahan Organik

2000 ppm

Minyak

2% dari berat semen

Sulfat (SO 3 )

10000 ppm

Chlor (CI)

10000 ppm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.3

Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam peneliitian ini semuanya tersedia di


Laboratorium Beton, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera
Utara. Peralatan yang digunakan selama penelitian adalah sebagai berikut :
1. Satu set ayakan. Ayakan ini digunakan untuk pengujian gradasi dengan
ukuran lubang ayakan sebagai berikut : 44,4 mm ; 38,1 mm; 19,0 mm ;
9,50 mm ; 4,75 mm ; 2,36 mm ; 1,18 mm ; 0,60 mm ; 0,30 mm ; 0,15 mm
dan pan.
2. Penggetar ayakan. Alat ini digunakan untuk menggetarkan susunan
ayakan yang berisi agregat agar terpisah sesuai dengan ukuran butirnya
dengan memakai tenaga listrik.
3. Timbangan kecil. Timbangan ini digunakan pada waktu pengujian agregat
dan mempunyai kemampuan maksimal 5 kg.
4. Timbangan besar. Alat ini mempunyai kemampuan maksimal 30 kg. Alat
ini digunakan untuk menimbang pasir, batu pecah, semen dan benda uji.
5. Volumetric flash. Alat ini untuk pemeriksaan berat jenis dan penyerapan
agregat pasir yang mempunyai kapasitas 500 cc.
6. Gelas ukur. Alat ini digunakan untuk mengukur volume air pada waktu
pemeriksaan kandungan lumpur, pemeriksaan bahan organik, dan untuk
mengukur volume air pada waktu pembuatan benda uji. Gelas ukur ini
mempunyai kapasitas 1000cc.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

7. Oven. Alat ini digunakan untuk mengeringkan pasir pada waktu


pemeriksaan kadar lumpur pasir dan batu pecah pada waktu pengujian
berat jenis dan penyerapan agregat. Alat ini mempunyai kemampuan
temperatur 240 0 C.
8. Corong kerucut. Alat ini digunakan pada waktu pengujian SSD (Saturated

Surface Dry) agregat pasir. Corong kerucut ini berukuran diameter atas
3,8 cm dan diameter bawah 8,9 cm.
9. Kerucut Abrams. Alat ini digunakan untuk pengujian slump pada waktu
pembuatan adukan beton untuk benda uji. Alat ini mempunyai ukuran
dengan diameter atas 10 cm, diameter bawah 20 cm dan tinggi 30 cm.
10. Tongkat baja. Alat ini digunakan untuk pengujian slump serta pada proses
pemadatan campuran dalam cetakan silinder beton.
11. Penggaris siku. Alat ini digunakan pada waktu pemeriksaan SSD pasir dan
pengujian slump, yaitu untuk mengatur besarnya penurunan campuran
beton segar pada pengujian slump.
12. Cetakan balok. Cetakan terbuat dari kayu untuk mencetak benda uji
dengan ukuran panjang 240 cm, lebar 20 cm dan tinggi 30 cm.
13. Cetakan silinder. Cetakan terbuat dari baja digunakan untuk memcetak
benda uji dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.
14. Mesin uji tekan beton. Alat ini digunakan untuk menguji kuat tekan
silinder beton.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

15. Peralatan penunjang. Peralatan ini merupakan peralatan ringan yang


digunakan selama penelitian. Alat ini terdiri dari talam baja, cetok, sekop,
cangkul dan ember.
3.4

Benda Uji

Benda uji adalah balok beton bertulang tampang empat persegi panjang,
dengan dimensi (20 x 30 x 240) cm, mutu beton K-175 dan K-250 dengan tulangan
tekan 210 dan tulangan tarik 310.
Pada penelitian ini balok uji beton berjumlah 4 buah. Selain itu juga dibuat
benda uji silinder masing masing 3 buah untuk setiap mutu beton untuk pengujian
tekan dan tarik belah.
3.4.1

Benda Uji Besi Tulangan

Ada dua jenis baja tulangan yaitu tulangan polos dan ulir. Jenis tulangan yang
banyak digunakan adalah tulangan polos yang menggunakan simbol U. Pada
penelitian ini digunakan tulangan polos baja lunak 10 sebagai tulangan tekan dan
tarik, yang dijual dengan mutu baja U-32. Pemeriksaan pada tulangan baja di lakukan
di Laboratorium Politeknik Medan dengan melakukan test uji tarik untuk mengetahui
tegangan leleh (fy) baja.

Gambar 3.1 Benda Uji Besi Tulangan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.4.1

Pembuatan Benda Uji

Pembuatan benda uji terdiri dari 2 variasi campuran yaitu beton K-175 dan K250 yang masing masing terdiri dari 2 benda uji balok sehingga total benda uji
balok adalah 4 buah benda uji. Dari setiap adukan benda uji balok dibuat 3 buah
benda uji silinder untuk tes kuat tekan dan tarik belah. Pengetesan benda uji
dilakukan pada umur 28 hari.
Mula mula semua peralatan disiapkan, cetakan dipasang dan diolesi

vaseline. Semua bahan ditimbang sesuai dengan hasil perhitungan Mix Design lalu
prosedur pembuatan silinder sama dengan prosedur pembuatan balok beton.
Campuran beton segar segera dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah diolesi

vaseline sebanyak 1/3 bagian, kemudian di rojok. Demikian seterusnya sampai


cetakan penuh. Permukaan beton dihaluskan dengan menabur sedikit semen di
permukaan dan diratakan dengan catok.
Untuk menjaga penguapan air dari beton segar, benda uji yang telah selesai
dicetak harus dijaga kelembabannya sampai cetakan tersebut dilepas. Permukaan
cetakan bagian luar harus dijaga jangan sampai berhubungan langsung dengan air
selama 24 jam pertama setelah beton dicetak, sebab dapat merubah air dalam adukan
dan menyebabkan rusaknya benda uji.
Cetakan benda uji dibuka setelah 24 jam dan tidak boleh lebih dari 48 jam
setelah pencetakan. Ruang penyimpanan harus bebas dari getaran terutama pada umur
48 jam pertama dan sehari sebelum dilaksanakan pengujian pada umur yang
direncanakan, benda uji dikeluarkan dari bak perendaman.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Selanjutnya silinder beton direndam air dalam kolam perawatan yang telah
disiapkan sampai pada masa yang direncanakan untuk mengadakan pengujian dan
untuk benda uji balok perawatan yang dilakukan dengan menutupinya dengan goni
basah dan disiram setiap hari .

3.5 Pengujian
3.5.1

Pengujian Tarik Besi Tulangan

Pengujian tarik besi tulangan dilakukan untuk tulangan polos dengan 10,
pengujian di lakukan di Laboratorium Politeknik Negerti Medan. Benda uji besi
tulangan dipotong sepanjang 24 cm, lalu besi ditandai dengan jarak 10 cm sebagai
acuan pengamatan perpanjangan, setelah dikeluarkan dari mesin tensile test jarak 10
cm pengamatan diukur kembali dan didapat nilai perpanjangan tersebut. Dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.2 Pengujian Tarik Besi Tulangan

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.5.2 Pengujian Kuat Tekan Beton

Benda uji yag akan diuji dikeluarkan dari bak perendaman 24 jam sebelum
pengujian, setelah direndam selama umur beton dalam penelitian ini adalah 28 hari,
diuji sebanyak 3 buah benda uji untuk tiap variasi campuran. Pengujian kekuatan
tekan beton dilakukan menggunakan mesin kompres berkapasitas 200 ton, terhadap
masing masing benda uji silinder beton sesuai dengan umur rencana benda uji
tersebut.

Prosedur Pengujian Kuat Tekan Beton


a. Keluarkan benda uji dari tempat perawatan, jemur selama 24 jam apabila dari
perawatan dengan perendaman
b. Timbang berat benda uji sebelum dilakukan pengujian
c. Masukkan benda uji ke mesin kompres dan hidupkan mesin sampai jarum
pada dial pembacaannya tidak bertambah lagi / benda uji sudah runtuh
d. Catat kuat tekan benda uji tersebut
Analisa Data
Kekuatan tekan benda uji beton dihitung dengan rumus :

b =

P
A

Dengan :

= kekuatan tekan beton dari tiap tiap benda uji ( kg/cm 2 )

= beban tekan (kg)

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= luas permukaan benda uji (cm 2 )

3.5.3

Pengujian Balok Beton Bertulang

Pengujian balok beton bertulang dilaksanakan setelah balok uji berumur 28


hari.

Gambar 3.3 Pengujian Balok Beton Bertulang

3.5.4.1Pengujian Kuat Lentur dan Lenturan Balok Beton Bertulang

Pengujian kuat lentur balok beton bertulang dilakukan dengan menggunakan


alat Jack Hydraullik yang berkapasitas 25 ton. Balok uji ditempatkan pada perletakan.
Balok uji diberi beban terpusat P yang merupakan titik pembebanan menbagi balok
dengan jarak yang sama masing masing 100 m.
Untuk mengukur lenturan balok ditempatkan 3 buah Dial Indikator, dengan jarak
masing - masing 60 cm seperti pada gambar . Sebelum dibebani, jarum jarum
penunjuk pada Dial Indikator ini harus pada posisi angka nol. Beban P pada tahap
awal diberi sebesar 1,0 ton dan selanjutnya ditambah secara bertahap sebesar 0,5 ton.
Besarnya beban P yang diberikan dapat dibaca pada Manometer Jack. Untuk setiap
tahap pembebanan dibaca dan dicatat lenturan yang terjadi pada ketiga Dial Indikator.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Selama pembebanan berlangsung, diperhatikan dan dicatat saat mulainya


retak pertama (retak kasat mata / retak yang dapat dilihat dengan mata), pola retakan
beton yang terjadi dan beban maksimum saat terjadinya kegagalan kapasitas daya
dukung dari balok uji.

Gambar 3.4 Penempatan Pin Strain Meter, Dial Indikator dan Beban
3.5.4.2Pengujian Regangan Balok Beton Bertulang

Pengukuran regangan balok uji dilakukan bersamaan dengan pengukuran


lenturan yang terjadi. Untuk setiap balok uji, pengukuran regangan dilakukan pada 3
tempat dengan membaca regangan dari 3 pasang pointer yang telah ditentukan
sebelumnya. Sketsa posisi pengukuran regangan dan letak

ke 3 pasang pointer

pembacaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Gambar 3.5 Posisi Pin Strain Meter


3.5.4.3Pengukuran Lebar Retak

Pengukuran lebar retak dilakukan dengan menggunakan alat Microscope


Crack, dan panjang retaknya diukur dengan pendekatan benang. Retak yang diamati
berada dalam 72 segmen yang telah dibagi seperti tampak pada gambar.

Gambar 3.6 Segmen Pengamatan Posisi Retak

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.6

Perhitungan momen dan kurvatur pada balok beton tanpa confinement

Model yang digunakan untuk analisa adalah balok tampang segi empat. Balok
berupa beton bertulang dengan tulangan tarik dan tulangan tekan.
Balok dengan karakteristik :
a. Tinggi balok (h)
b. Lebar balok (b)
c. Tulangan tarik
a. Jarak dari serat tekan terluar terhadap titik berat tulangan tarik / tinggi
efektif (d)
b. Luas tampang ( As )

1
: As = 2
4

c. Rasio tulangan ( )

: =

As
bd

d. Tulangan tekan
a. Jarak pusat tulangan tekan ke ujung atas balok (d)
1
b. Luas tampang ( As ' ) : As ' = 2
4
c. Rasio tulangan ( ' ) : ' =

As
bd

e. Regangan beton saat ultimate ( u )


f. Kuat tekan beton ( f c ' )
g. Kuat leleh baja ( f y )

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

h. Elastisitas baja ( E s )
3.6.1

Saat sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700

fc '

Rasio modular atau angka ekivalen


n

Es
Ec

jarak garis netral (garis pusat transformasi)

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

Nilai y dihitung dari ujung atas balok


Momen inersia
2
h
1

2
2
= b.h 3 + b.h y + (n 1)As (d y ) + (n 1)As ' ( y d ')

2
12

) (

Modulus pecah beton ( f r )


fr

K = 0,62

= K fc '

Persamaan momen dan kurvatur saat retak adalah sebagai berikut:


M retak

f I
= r
y dasar

retak

fr

= I
y dasar

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

3.6.2

Setelah retak saat pertama leleh

Faktor garis netral


1

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

Jarak garis netral dari ujung atas balok


kxd

Regangan tulangan tarik

fy
ES

Regangan beton bagian atas

= s

kd
d kd

Tegangan beton

fc

= c .E c

Regangan tulangan tekan

= s

kd d '
d kd

Tegangan tulangan tekan

fs '

= s '.E y

Gaya tekan beton

Cc

1
f c .bkd
2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Gaya tekan baja


Cs

= As ' xf s '

Jarak total gaya tekan dari ujung atas balok

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

Jarak pusat total gaya tekan kepusat tulangan tarik


jd

=d y

Persamaan momen dan curvature saat pertama leleh adalah sebagai berikut :
= As f y jd

My

fy

Es
d (1 k )

s
d (1 k )

3.6.3

Setelah retak saat ultimate

As f y A' s f y
0.85 f ' c b
a

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

Regangan tulang tekan

s'

c d " 1d '
= c

= 1
a
c

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Ketentuan : s ' s
Tegangan tulangan tekan
= s ' xE y

fs '

Persamaan momen dan curvature saat ultimate adalah sebagai berikut :


Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

c
c

c. 1
a

Nilai daktilitas
Daktilitas =
3.7

u
y

Analisa Tegangan dan Regangan pada Balok Beton Confinement

Perhitungan Tegangan Regangan pada beton tanpa confinement

a. Untuk c o
fc

2
2
c
c
= fc '

o o

b. Untuk o c u
fc

c o

= f c ' 1

u o

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

c. Nilai regangan beton

2 fc '
Ec

Dimana :

o = 0,002
u = 0,003

= 0,15

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

BAB IV
HASIL PENGUJIAN
4.1

Hasil Penelitian

4.1.1

Pengujian Kuat Tarik Tulangan Baja

Pengujian kuat tarik tulangan baja, dengan menggunakan alat Tensile


Machine Test dilakukan di Politeknik Negeri Medan. Dari pengujian yang dilakukan
terhadap tulangan 10 didapat hasil pengujian kuat tarik tulangan seperti tabel berikut
Tabel 4.1 Hasil Pengujian Kuat Tarik Tulangan 10

Py

fy

Modulus Elastisitas

(mm)

(N)

(MPa)

(Mpa)

T-1

10

26366,47

335,88

206565,02

T-2

10

26518,29

337,82

206390,27

T-3

10

24848,24

316,38

206904,51

T-4

10

33755,15

429,78

207597,41

T-5

10

34311,83

436,87

207279,18

T-6

10

35323,98

449,99

206502,67

No

Tabel 4.2 Hasil Perubahan Panjang Tulangan 10


Sampel

Panjang

Pertambahan

Panjang akhir

Diameter awal

Diameter

awal (mm)

panjang (mm)

(mm)

(mm)

akhir (mm)

T-1

100

27,4

127,4

10

5,4

T-2

100

27,2

127,2

10

6,1

T-3

100

28,0

128,0

10

6,1

T-4

100

20,5

120,5

10

7,2

T-5

100

20,8

120,8

10

7,3

T-6

100

20

120

10

7,6

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.1.2

Pengujian Kuat Tekan

Hasil pengujian kuat tekan silinder beton disajikan pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.3 Hasil Pengujian Kuat Tekan
Asal adukan

Sampel
Kuat Tekan

Pengujian
Kuat Tekan (kg/cm2)

Balok 1 K-175

TN 1

180,22

TN2

178,84

TN3

175,77

TN 1

172,54

TN2

175,40

TN3

174,20

TN 1

267,40

TN2

260,42

TN3

285,50

TN 1

263,85

TN2

271,60

TN3

265,50

Balok 2 K-175

Balok 1 K-250

Balok 2 K-250

4.1.3

Pengujian Lendutan dan Pengukuran Retak

Lendutan balok bertulang diukur dengan Dial Indikator, sedangkan lebar retak
diukur dengan microscope crack. Pada pengujian ini pembebanan awal yang
diberikan sebesar 1 ton lalu beban dinaikkan sebesar 500 kg hingga tercapai
kegagalan / keruntuhan. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut :

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.4 Hasil Pengujian Lendutan Balok 1 K-175


Lendutan ( 10-3cm)
Y2

Beban
P

Y1

(ton)
0

kiri
0

tengah
0

kanan
0

1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5
6
6,5
7
7,5

58
89
121
185
228
270
332
384
419
483
536
593
642
680

73
125
177
238
297
366
445
519
604
667
735
814
886
941

61
93
128
189
232
273
335
387
421
486
539
597
645
685

Y3

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Lendutan Balok 2 K-175


Beban
P
(ton)
0
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5
6
6,5
7
7,5

Y1
kiri
0
63
103
130
193
235
277
338
391
426
492
545
602
655
693

Lendutan ( 10-3cm)
Y2
tengah
0
83
131
186
248
304
373
452
526
610
673
742
819
874
948

Y3
kanan
0
60
92
125
187
231
273
334
386
421
485
538
597
646
683

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

LENDUTAN (cm)

0,5

0
2

2,5

4,5

0,332

BEBAN (ton)

3,5

0,27

0,366

0,445

Y2

0,384

0,519

Y3

5,5

0,419

0,604

0,483

0,667

GAMBAR 4.1 BEBAN - LENDUTAN BALOK 1 K-175

1,5

0,2

0,125 0,121
0,089
0,073
0,058

0,238 0,228
0,177 0,185

0,1

0,297

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

Y1

6,5

0,536

0,735

0,593

0,814

7,5

0,642

0,886

0,68

0,941

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

LENDUTAN (cm

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

0,5

2,5

4,5

BEBAN (ton)

3,5

0,273

0,334

0,452

Y2

0,386

0,526

5,5

0,421

0,61

Y3

0,485

0,673

6,5

0,538

0,742

0,597

0,819

GAMBAR 4.2 BEBAN - LENDUTAN BALOK 2 K-175

1,5

0,248 0,231
0,186 0,187
0,131 0,125
0,083 0,092
0,06

0,304

0,373

Y1

7,5

0,646

0,874

0,683

0,948

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Lendutan Balok 1 K-250


Beban
P
(ton)
0
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5
6
6,5
7
7,5

Y1
kiri
0
36
79
105
168
210
252
313
366
401
467
520
577
630
668

Lendutan ( 10-3cm)
Y2
tengah
0
61
106
158
223
279
348
427
501
585
648
717
794
849
923

Y3
kanan
0
35
66
107
162
206
248
309
361
396
460
513
572
621
658

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Lendutan Balok 2 K-250


Beban
P
(ton)
0
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5
6
6,5
7
7,5
8

Y1
kiri
0
36
71
103
169
208
250
311
364
399
465
518
575
628
666
685

Lendutan ( 10-3cm)
Y2
tengah
0
53
104
156
221
277
346
425
501
583
646
715
792
847
921
930

Y3
kanan
0
33
65
96
160
204
246
307
359
394
458
511
570
619
656
675

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

LENDUTAN (cm

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

0,5

2,5

4,5

0,313

BEBAN (ton)

3,5

0,252

0,427

Y2

0,366

0,501

5,5

0,401

0,585

Y3

0,467

0,648

6,5

0,52

0,717

GAMBAR 4.3 BEBAN - LENDUTAN BALOK 1 K-250

1,5

0,223 0,21
0,158 0,168
0,106 0,105
0,061 0,079
0,036

0,279

0,348

Y1

0,577

0,794

7,5

0,63

0,849

0,668

0,923

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

LENDUTAN (cm

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

0,5

2,5

3,5

4,5

0,364

BEBAN (ton)

0,25

0,311

0,425

0,501

Y2

5,5

0,399

0,583

Y3

0,465

0,646

6,5

0,518

0,715

0,575

0,792

GAMBAR 4.4 BEBAN - LENDUTAN BALOK 2 K-250

1,5

0,221 0,208
0,156 0,169
0,104 0,103
0,071
0,053
0,036

0,277

0,346

Y1

7,5

0,628

0,847

8,5

0,666 0,685

0,921 0,93

Hasil pengukuran retak pada balok balok uji menunjukkan retak pertama
muncul adalah pada saat beban 2,5 ton, ini terjadi pada semua balok uji dan
selanjutnya seiring pertambahan beban muncul retak retak baru dan makin lama
makin besar. Pengukuran retak dilakukan hanya pada retak maksimum, dalam 72
segmen yang membagi balok.

Tabel 4.8 Lebar Retak Maksimum

No.

Sampel

Segmen

Lebar Retak
Maksimum (mm)

Balok 1 K-175

35,57,58

0,375

Balok 2 K-175

36,59,60

0,350

Balok 1 K-250

36,59,60

0,255

Balok 2 K-250

35,58

0,170

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.1.4. Pengujian Regangan Balok Uji

Regangan regangan balok beton bertulang diukur dengan menggunakan alat


strain meter. Posisi pengukuran diambil dari tengah bentang bagian atas, tengah dan
bawah seperti tampak pada gambar.

Gambar 4.5 Posisi Pengukuran Regangan Balok

Ket :

b = lebar balok = 200 cm


h = tinggi balok = 300 cm
c = jarak dari sisi atas ke garis netral
1 = regangan yang diukur pada jarak 50 mm dari sisi atas balok
2 = regangan yang diukur pada garis tengah penampang balok
3 = regangan yang diukur pada jarak 50 mm dari sisi bawah balok
c = regangan beton pada sisi atas penampang balok
s = regangan pada tulangan baja

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

TABEL 4.9 HASIL PENGUJIAN BESAR REGANGAN BALOK 1 K-175

Beban
P
( ton )
0
1.00
1.50
2.00
2.50
3.00
3.50
4.00
4.50
5.00
5.50
6.00
6.50
7.00
7.50

Perubahan Panjang
L * 10-3 ( mm )
Atas Tengah Bawah
0
0
0
-32
7
26
-38
11
32
-43
14
37
-56
18
50
-71
21
65
-86
27
81
-101
48
96
-113
51
110
-130
64
128
-146
76
143
-168
90
162
-180
102
176
-198
112
193
-

Regangan ( )
Atas
0
-0,1333
-0,1583
-0,1792
-0,2333
-0,2958
-0,3583
-0,4208
-0,4708
-0,5417
-0,6083
-0,7000
-0,7500
-0,8250
-

Tengah
0
0,0292
0,0458
0,0583
0,0750
0,0875
0,1125
0,2000
0,2125
0,2667
0,3167
0,3750
0,4250
0,4667
-

Bawah
0
0,1083
0,1333
0,1542
0,2083
0,2708
0,3375
0,4000
0,4583
0,5333
0,5958
0,6750
0,7333
0,8042
-

Analisa Data
c
s
c
()
()
( cm )
0
0
0
-0,2000 0,1354 13,0909
-0,2375 0,1667 12,5735
-0,2688 0,1927 12,3248
-0,3500 0,2604 12,3529
-0,4438 0,3385 12,5294
-0,5375 0,4219 12,4038
-0,6313 0,5000 11,3910
-0,7063 0,5729 11,5306
-0,8125 0,6667 11,2934
-0,9125 0,7448 11,1356
-1,0500 0,8438 11,0526
-1,1250 0,9167 10,8871
-1,2375 1,0052 10,8924
-

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Keterangan

Retak Pertama

Runtuh

4.2

Perhitungan Momen Kurvatur

4.2.1

Perhitungan momen kurvatur balok K-175 teoritis

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

17,5 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 Mpa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700

fc '

= 4700 17,5 0,83

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 17912,489 N/mm2

Rasio modular / angka ekivalen


n

Es
Ec

206873,18
17912,489

= 11, 549
Pusat transformasi tampang

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '
300

200 300
+ (11,549 1) 235,5 275 + (11,549 1) 157 25
2

=
(200 300) + (11,549 1) 235,5 + (11,549 1) 157
= 151,614

y dasar

mm

= h y

= 300 151,614
= 148,386 mm
Momen inersia
I

2

h
1
2
2
3

= b.h + b.h y + (n 1)As (d y ) + (n 1)As ' ( y d ')


2
12

) (

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

=
2

300


1
2
3
+

+ (11,549 1) 235,5 (275 151,614)


200 300 200 300 151,614

12

(11,549 1) 157 (151,614 25)2

= 514527987,800 mm4
Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
fr

= K fc '
= 0,62 17,5 0,83
= 2,363 N/mm2

f I
M retak = r
y dasar

2,363 514527987,8
=

148,386

= 6084561,752 Nmm

retak

fr

= I
y dasar

2,363

514527987,8
=

148,386

= 3,095 10 11 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis


1

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ') n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

11 , 549

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
11 , 549
275

(0,00428 + 0,00285) 11,549

= 0,252
kd

= 0,252 x 275
= 69,310 mm

Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

69,310
275 69,310

= 0,000877
fc

= c Ec
= 0,000877 x 17912,489
= 15,709

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

s'

= c

kd d '
kd

= 0.000877

69,310 25
69,310

= 0,000561
fs '

= s '.E y
= 0,000561 x 206873,18
= 115,987 N/mm2

Cc

1
f c .bkd
2

1
15,709 200 69,310
2

= 108879,079 N
Cs

= As ' xf s '
= 157 x 115,987
= 18209,959 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x18209,959) + 69,310 x108879,079


=

3
18209,959 + 108879,079

= 23,375 mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

jd

=d y
= 275 23,375
= 251,625 mm

Maka nilai M dan


My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 251,625


= 14832256,45 Nmm

Es
d (1 k )
0,002604
275 (1 0,252)

= 0,0000127 rad/mm

c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y
0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 0,83 17,5 200

= 12,167 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

12,167
0,5

= 24,334 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

24,334 25
= 0,0035

24,334
= 0,0000958
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' xE y

= 0,0000958 x 206873,18

= 19,817 N/mm2

Maka nilai M dan


Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

12,167

= 0,85 0,83 17,5 12,167 300 275


+ 157 19,817 (275 25)
2

= 18385475,250 Nmm

c
c

c. 1
a

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

0,0035
24,334

= 0,000144 rad/mm
Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok K-175 Teoritis
Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

M (Nmm)

6084561,752

14832256,45

18385475,250

(rad/mm)

3,095 10 11

0,0000127

0,000144

Gambar 4.10
Hubungan Momen Kurvatur Balok K-175 Teoritis

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-20

20

40

60

80

100
120
140
160
Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.2.2

Perhitungan momen kurvatur balok 1 K-175 Laboratorium

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

17,828 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 Mpa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700

fc '

= 4700 17,828
= 19844,912 N/mm2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rasio modular / angka ekivalen


n

Es
Ec

206873,18
19844,912

= 10,424
Pusat transformasi tampang

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

=
300

200 300
+ (10,424 1) 235,5 275 + (10,424 1) 157 25
2

(200 300) + (10,424 1) 235,5 + (10,424 1) 157


= 87,4175 mm
y dasar

= h y

= 300 87,4175
= 212,582 mm
Momen inersia
I

2

h
1
2
2
3

= b.h + b.h y + (n 1)As (d y ) + (n 1)As ' ( y d ')

2
12

) (

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

=
2

1
3 + 200 300 151,452 300 + (10,424 1) 235,5 (275 151,452)2

200
300

2
12

2
+ (10,424 1) 157 (151,452 25)

= 507675758,9 mm4
Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
fr

= K fc '
= 0,62 17,828
= 2,619 N/mm2

f I
M retak = r
y dasar

2,619 507675758,9
=

148,584

= 612259,445 Nmm

retak

fr

= I
y dasar

2,619

507675758,9
=

148,584

= 3,472 10 11 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis


1

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

10 , 424

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
10 , 424
275

(0,00428 + 0,00285) 10,424

= 0,242
= 0,242 x 275

kd

= 66,591 mm
Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

66,591
275 66,591

= 0,000832
fc

= c Ec
= 0,000832 x 19844,912
= 16,512

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

s'

= c

kd d '
kd

= 0.000832

66,591 25
66,591

= 0,000239
fs '

= s '.E y

= 0,000239 x 206873,18
= 49,357 N/mm2
Cc

1
f c .bkd
2

1
16,512 200 66,591
2

= 109955,059 N
Cs

= As ' xf s '

= 157 x 49,357
= 7749,049 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x7749,049) + 66,591 109955,059


=

3
7749,049 + 109955,59

= 22,381 mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

jd

=d y

= 275 23,375
= 252,618 mm
Maka nilai M dan
My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 252,618


= 1486655.521Nmm

Es
d (1 k )

0,002604
275 (1 0,242)

= 0,0000125 rad/mm

c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y

0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 17,828 200

= 9,913 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

9,913
0,5

= 19,826 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

19,826 25
= 0,0035

19,826

= 0,000913
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' xE y
= 0,000913x 206873,18

= 188,946 N/mm2
Maka nilai M dan
Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

9,913

= 0,85 17,828 9,913 300 275


+ 157 188,946 (275 25) =
2

= 1842583,333Nmm

c
c

c. 1
a

0,0035
19,826

= 0,000177 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.14 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 1 K-175 Laboratorium

M (Nmm)

(rad/mm)

Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

612259,445

1486655.521

1842583,333

3,472 10 11

0,0000125

0,000177

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-50

50

100

150
200
Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Gambar 4.11 Hubungan Momen Kurvatur Balok 1 K-175 Laboratorium

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.2.3

Perhitungan momen kurvatur balok 2 K-175 Laboratorium

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

17,405 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 Mpa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700

fc '

= 4700 17,405
= 19608,071 N/mm2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rasio modular / angka ekivalen


n

Es
Ec

206873,18
19608,071

= 10,550
Pusat transformasi tampang

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

300

200 300
+ (10,550 1) 235,5 275 + (10,550 1) 157 25
2

=
(200 300) + (10,550 1) 235,5 + (10,550 1) 157
= 151,470 mm
y dasar

= h y

= 300 151,470
= 148,530 mm
Momen inersia
I

2

h
1
2
2
3

= b.h + b.h y + (n 1)As (d y ) + (n 1)As ' ( y d ')


2
12

) (

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

300
1

2
3
= 200 300 + 200 300 151,470
+ (10,55 1) 235,5 (275 151,470)

2
12

2
+ (11,550 1) 157 (151,470 25)

= 508430607,700 mm4
Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
fr

= K fc '
= 0,62 17,405
= 2,586 N/mm2

f I
M retak = r
y dasar

2,586 508430607,700
=

148,530

= 622465,551 Nmm

retak

fr

= I
y dasar

2,586

508430607,700
=

148,530

= 3,424 10 11 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis


1

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

) 10 ,550
2

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
10 , 550
275

(0,00428 + 0,00285)10,550

= 0,243
= 0,243 x 275

kd

= 66,898 mm

Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

66,898
275 66,898

= 0,000837
fc

= c Ec
= 0,000837 x 19608,071
= 16,414

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

s'

= c

kd d '
kd

= 0.000837

66,898 25
66,898

= 0,000524
fs '

= s '.E y

= 0,000524 x 206873,18
= 108,445 N/mm2
Cc

1
f c .bkd
2

1
16,414 200 66,898
2

= 109806,377 N

Cs

= As ' xf s '

= 157 x 108,445
= 17025,865 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x17025,865) + 66,898 x109806,377


=

3
17025,865 + 109806,377

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 22,662 mm
jd

=d y

= 275 22,662
= 252,338 mm
Maka nilai M dan
My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 252,338


= 226743971,330 Nmm

Es
d (1 k )

0,002604
275 (1 0,243)

= 0,0000125 rad/mm
c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y

0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 17,405 200

= 10,154 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

10,154
0,5

= 20,308 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

20,308 25
= 0,0035

20,308

= - 0,000809
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' xE y
= 0,000809 x 206873,18

= -167,283 N/mm2
Maka nilai M dan
Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

12,167

= 0,85 17,405 10,154 300 275


+ 157 (167,283) (275 25)
2

= 1866875,788 Nmm

c
c

c. 1
a

0,0035
20,308

= 0,000172 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.15 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 2 K-175 Laboratorium

M (Nmm)

(rad/mm)

Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

622465,551

1495522,444

1866875,788

3,424 10 11

0,0000125

0,000172

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-50

50

100

150
200
Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Gambar 4.12 Hubungan Momen Kurvatur Balok 2 K-175 Laboratorium

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.2.4

Perhitungan momen kurvatur balok K-250 teoritis

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

25,0 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 MPa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700


= 4700

fc '
25,0 0,83

= 21409,519 N/mm2
Rasio modular / angka ekivalen

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Es
Ec

206873,18
21409,518

= 9,663
Pusat transformasi tampang

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

300

200 300
+ (9,663 1) 235,5 275 + (9,663 1) 157 25
2

=
(200 300) + (9,663 1) 235,5 + (9,663 1) 157
= 151,341 mm

y dasar

= h y

= 300 151,341
= 148,659 mm

Momen inersia
I

2

h
1
2
2
3

= b.h + b.h y + (n 1)As (d y ) + (n 1)As ' ( y d ')


2
12

) (

300
1

2
3
= 200 300 + 200 300 151,341
+ (9,663 1) 235,5 (275 151,341)

2
12

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

2
+ (9,663 1) 157 (151,341 25)

= 503014580,9 mm4

Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
= K fc '

fr

= 0,62

25,0 0,83

= 2,824 N/mm2
f I
M retak = r
y dasar

2,824 503014580,9
=

148,659

= 6179854,25 Nmm

retak

fr

= I
y dasar

2,824

503014580,9
=

148,659

= 3,776 10 11 rad/mm
b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

9 , 663

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
9 , 663
275

(0,00428 + 0,00285) 9,663

= 0,236
= 0,236 x 275

kd

= 64,943 mm
Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

64,943
275 64,943

= 0,000805
fc

= c Ec
= 0,000805 x 21409,519
= 17,235

s'

kd d '
= c
kd

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 0.000805

64,943 25
64,943

= 0,000495
fs '

= s '.E y

= 0,000495 x 206873,18
= 102,426 N/mm2
Cc

1
f c .bkd
2

1
17,235 200 64,943
2

= 111929,261 N
Cs

= As ' xf s '

= 157 x 102,426
= 18209,959 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x18209,959) + 64,943 x111929,261


=

3
18209,959 + 111929,261

= 22,117 mm
jd

=d y

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 275 22,117
= 252,883 mm
Maka nilai M dan
My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 252,883


= 14823345,789 Nmm

Es
d (1 k )

0,002604
275 (1 0,236)

= 0,0000124 rad/mm

c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y

0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 0,83 25,0 200

= 8,517 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

8,517
0,5

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 17,034 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

17,034 25
= 0,0035

17,034

= 0,00164
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' xE y
= 0,00164 x 206873,18

= 338,586 N/mm2

Maka nilai M dan


Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

8,517

= 0,85 0,83 25 7,069 300 275


+ 157 338,586 (275 25)
2

= 18425833,330 Nmm

c
c

c. 1
a

0,0035
17,034

= 0,000205 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok K-250 Teoritis


Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

M (Nmm)

6179854,25

14823345,789

18425833,330

(rad/mm)

3,095 10 11

0,0000127

0,000205

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-50

50

100

150
200
250
Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Gambar 4.13 Hubungan Momen Kurvatur Balok K-250 Teoritis

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.2.5

Perhitungan momen kurvatur balok 1 K-250 Laboratorium

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

27,111 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 MPa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700


= 4700

fc '
27,111

= 24472,066 N/mm2
Rasio modular / angka ekivalen

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Es
Ec

206873,18
24472,066

= 8,453
Pusat transformasi tampang
h

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

300

200 300
+ (8,453 1) 235,5 275 + (8,453 1) 157 25
2

=
(200 300) + (8,453 1) 235,5 + (8,453 1) 157
= 150,786 mm
y dasar

= h y

= 300 151,341
= 149,214 mm
Momen inersia
I

h
1

= b.h 3 + b.h y
2
12

+ (n 1)As (d y )2 + (n 1)As ' ( y d ')2

) (

300

1

2
3
= 200 300 + 200 300 150,789
+ (8,453 1) 235,5 (275 150,789)

12

(8 , 453 1 ) 157 (150 , 789 25 )2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 495631620,7mm4
Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
= K fc '

fr

= 0,62

27,111

= 3,228 N/mm2

f I
M retak = r
y dasar

3,228 495631620,7
=

149,214

= 622471,989 Nmm

retak

fr

= I
y dasar

3,228

495631620,7
=

149,214

= 4,365 10 11 rad/mm
b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

8 , 453

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
8 , 453
275

(0,00428 + 0,00285) 8,453

= 0,223
= 0,223 x 275

kd

= 61,387 mm

Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

61,387
275 61,387

= 0,000748
fc

= c Ec
= 0,000748 x 24472,066
= 18,313

s'

kd d '
= c
kd

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 0.000748

61,387 25
61,387

= 0,000443
fs '

= s '.E y

= 0,000443 x 206873,18
= 91,722 N/mm2
Cc

1
f c .bkd
2

1
18,313 200 61,387
2

= 112418,013 N

Cs

= As ' xf s '

= 157 x 91,722
= 14400,354 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x14400,354) + 61,387 x112418,013


=

3
14400,354 + 112418,013

= 20,977 mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

jd

=d y

= 275 20,977
= 254,022 mm
Maka nilai M dan
My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 254,022


= 1485555,744 Nmm

Es
d (1 k )

0,002604
275 (1 0,223)

= 0,0000122 rad/mm

c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y

0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 27,111 200

= 6,519 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

6,519
0,5

= 13,038 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

13,038 25
= 0,0035

13,038

= 0,00321
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' x y
= 0,00321x 206873,18

= 664,323 N/mm2
Maka nilai M dan
Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

6,519

= 0,85 27,111 6,519 300 275


+ 157 664,323 (275 25)
2

= 1869522,471 Nmm

c
c

c. 1
a

0,0035
13,038

= 0,000268 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.17 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 1 K-250 Laboratorium

M (Nmm)

(rad/mm)

Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

622471,989

1485555,744

1869522,471

4,365 10 11

0,0000122

0,000268

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-50

50

100

150

200
250
300
Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Gambar 4.14 Hubungan Momen Kurvatur Balok 1 K-250 Laboratorium

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.2.6

Perhitungan momen kurvatur balok 2 K-250 laboratorium

Balok dengan karakteristik :


Tinggi balok ( h )

300 mm

Lebar balok ( b )

200 mm

235,6 mm2

Tulangan tarik 310 :


a. Luas tampang ( As )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ) :

275 mm

c. Massa jenis ( )

0,00428

157 mm2

Tulangan tekan 2 10 :
a. Luas tampang ( As ' )

b. Jarak pusat tulangan tarik ke ujung atas balok ( d ' ) :


c. Massa jenis ( ' )

25 mm

0,00285

Kuat tekan beton ( f c ' )

26,698 MPa

Kuat leleh baja ( f y )

382,73 MPa

Elastisitas baja ( E s )

206873,18 Mpa

a. Sebelum retak

Elastisitas beton ( E c ) = 4700


= 4700

fc '
26,698

= 24280,857 N/mm2

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rasio modular / angka ekivalen


n

Es
Ec

206873,18
24280,856

= 8,520
Pusat transformasi tampang
h

b.h. + (n 1)As .d + (n 1)As '.d '


2
=
(b.h ) + (n 1)As + (n 1)As '

300

200 300
+ (8,520 1) 235,5 275 + (8,520 1)157 25
2

=
(200 300) + (8,520 1) 235,5 + (8,520 1)157
= 150,796 mm
y dasar

= h y

= 300 150,796
= 149,204 mm
Momen inersia
I

h
1

= b.h 3 + b.h y
2
12

+ (n 1)As (d y )2 + (n 1)As ' ( y d ')2

) (

300
1

2
3
= 200 300 + 200 300 150,796
+ (8,5201) 235,5 (275150,796)

2
12

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

(8,520 1) 157 (150,796 25)2

= 496041163.500 mm4
Retak akan terjadi saat modulus pecah beton dicapai pada dasar serat
Modulus pecah beton :
= K fc '

fr

= 0,62

26,698

= 3,204 N/mm2
f I
M retak = r
y dasar

3,204 496041163,5
=

149,204

= 625321,233Nmm

retak

fr

= I
y dasar

3,204

496041163,5
=

149,204

= 4,329 10 11 rad/mm

b. Setelah retak, saat pertama leleh :

Anggap beton berkelakuan elastis

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

'd' 2

2
= ( + ') n 2 + 2 +
n ( + ')n
d

= (0 , 00428 + 0 , 00285

8 , 520

2
0 , 00285 25

+ 2 0 , 00428 +
8 , 520
275

(0,00428 + 0,00285) 8,520

= 0,224
= 0,224 x 275

kd

= 61,578 mm
Sedangkan, regangan baja tarik didapat dari percobaan

= 0,002604

Dari diagram regangan didapat nilai regangan beton

= s

kd
d kd

= 0,002604

61,578
275 61,578

= 0,000751
fc

= c Ec
= 0,000751 x 24280,857
= 18,235

s'

kd d '
= c
kd

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 0.000877

61,578 25
61,578

= 0,000521
fs '

= s '.E y

= 0,000521 x 206873,18
= 107,770 N/mm2
Cc

1
f c .bkd
2

1
18,235 200 61,578
2

= 112287,483 N
Cs

= As ' xf s '

= 157 x 107,770
= 16919,890 N

()

Jarak gaya C dari ujung atas y

(d ' xC s ) + kd xCc
y

3
C s xC c

(25 x16919,890) + 61,578 x112287,483


=

3
16919,890 + 112287,483

= 21,112 mm
jd

=d y

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 275 21,112
= 253,888 mm
Maka nilai M dan
My

= As f y jd

= 235,5 x 382,73 x 253,888


= 1599245,882 Nmm

Es
d (1 k )

0,002604
275 (1 0,224)

= 0,0000122 rad/mm

c. Setelah retak, saat beban ultimate

Anggap bahwa tegangan baja juga meleleh. Diperoleh :


a

As f y A' s f y

0.85 f ' c b
235,5 382,73 157 382,73
0.85 26,698 200

= 6,622 mm

1 = 0,5 untuk f ' c 27,6 N/mm 2

6,622
0,5

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

= 13,244 mm

s'

c d ' 1 d '
= 1
= c

a
c

13,244 25
= 0,0035

13,244

= 0,00311
Ketentuan : s ' s
fs '

= s ' xE y
= 0,00311x 206873,18

= 642,706 N/mm2
Maka nilai M dan
Mu

= 0,85 f c '. a . b d + As ' . f y (d d ')


2

6,622

= 0,85 26,689 6,622 300 275


+ 157 642,706 (275 25)
2

= 1924566,667 Nmm

c
c

c. 1
a

0,0035
6,622

= 0,000528 rad/mm

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Tabel 4.18 Hasil Perhitungan Momen-Kurvatur Balok 2 K-250 Laboratorium

M (Nmm)

(rad/mm)

Saat Retak

Saat Leleh

Saat Ultimate

625321,233

1599245,882

1924566,667

4,329 10 11

0,0000122

0,000528

Momen (x10^6 N/mm)


400
350
300
250
200
150
100
50
0
-100

100

200

300

400

500

600

Kurvatur (x10^-7 rad/mm)

Gambar 4.15 Hubungan Momen Kurvatur Balok 2 K-250 Laboratorium

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.3 Perhitungan Tegangan-Regangan


4.3.1 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175

Dipakai :
fc '

: 17,828 N/mm2
o
: 0,002
u
: 0,0012375
Nilai tegangan beton
2
2
c
c
fc
= f 'c
c o

o o
Dari hasil percobaan nilai c dapat dilihat pada tabel 4.9
2 x 0,0002 0,0002 2
fc
= 17,828


0,002
0,002
= 3,38732 N/mm2
Hasil perhitungan nilai f c selanjutnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.19 Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175

f c ( N/mm2 )

0
0,0002
0,000238
0,000269
0,00035
0,000444
0,000538
0,000631
0,000706
0,000813
0,00913
0,00105
0,001125
0,001238

0
3,38732
3,982747
4,469361
5,693818
7,033529
8,294895
9,477915
10,36792
11,54293
12,5569
13,80556
14,41561
15,23667

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.3.2 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-175

Dipakai :
: 17,405 N/mm2
o
: 0,002
u
: 0,0012313
Nilai tegangan beton
2
2
c
c
fc
= f 'c
c o

o o
Dari hasil percobaan nilai c dapat dilihat pada tabel 4.9
fc '

fc

2 x 0,000194 0,000194 2
= 17,405


0,002
0,002
= 3,208877 N/mm2

Hasil perhitungan nilai f c selanjutnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.20 Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-175

f c ( N/mm2 )

0
0,000194
0,000231
0,000263
0,000344
0,000438
0,000531
0,000625
0,0007
0,000806
0,000906
0,001044
0,001119
0,001231

0
3,208877
3,792216
4,268984
5,468807
6,781831
8,018368
9,178418
10,05139
11,2043
12,19965
13,42616
14,02581
14,83351

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.3.3 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-250

Dipakai :
fc '

: 27,111 N/mm2
o
: 0,002
u
: 0,0012063
Nilai tegangan beton
2

fc
= f ' c c c
o o

c o

Dari hasil percobaan nilai c dapat dilihat pada tabel 4.9

fc

2 x 0,000169 0,000169 2
27,111


0,002
0,002

= 4,381974 N/mm2
Hasil perhitungan nilai f c selanjutnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.21 Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 1 K-250

f c ( N/mm2 )

0
0,000169
0,000206
0,000238
0,000319
0,000413
0,000506
0,0006
0,000675
0,000781
0,000881
0,001019
0,001094
0,001206

0
4,381974
5,303325
6,056555
7,953001
10,03001
11,98788
13,82661
15,21181
17,04366
18,62796
20,58503
21,54451
22,84075

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

4.3.4 Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-250

Dipakai :
fc '

: 26,698 N/mm2
o
: 0,002
u
: 0,0012938
Nilai tegangan beton
2

fc
= f ' c c c
o o

c o

Dari hasil percobaan nilai c dapat dilihat pada tabel 4.9

2 x 0,000175 0,000175 2
fc
= 26,698


0,002
0,002
= 4,467743 N/mm2
Hasil perhitungan nilai f c selanjutnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.22 Hasil Perhitungan Tegangan-Regangan Balok 2 K-250

f c ( N/mm2 )

0
0,000175
0,000213
0,000244
0,000325
0,000419
0,000513
0,000606
0,000681
0,000788
0,000888
0,001025
0,0011
0,001213
0,001294

0
4,467743
5,37193
6,111078
7,971856
10,0094
11,92963
13,73252
15,09037
16,88544
18,43726
20,35305
21,29166
22,55877
23,36883

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1

Kesimpulan

Dari pengujian di laboratorium yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan


sebagai berikut :
1. Besarnya beban runtuh struktur beton bertulang dengan dua variasi mutu beton
sebagai berikut :
a. Balok 1 K-175 pada beban sebesar 7,5 ton
b. Balok 2 K-175 pada beban sebesar 7,5 ton
c. Balok 1 K-250 pada beban sebesar 7,5 ton
d. Balok 2 K-250 pada beban sebesar 8 ton
Beban runtuh pada penelitian ini didapat pada pembacaan dial pada jacking hydraulik
yang tidak lagi naik jika diberikan beban
2. Pola retak lentur dimulai pada daerah di bawah beban, kemudian diikuti retak pada
daerah tengah bentang
3. Pada mutu beton yang lebih tinggi yaitu K-250 momen meningkat sebesar 2% 5% dan kurvatur semakin kecil sebesar 8% - 11% pada saat retak.
4. Dengan mutu beton K-250 momen semakin meningkat, kurvatur pada saat ultimate
juga semakin kecil dibandingkan mutu beton K-175. Pada mutu beton yang lebih
tinggi maka momen meningkat sebesar 3% - 7% dan kurvatur semakin kecil saat
ultimate.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

5. Perubahan momen yang terjadi antara dua variasi mutu beton ini tidak begitu besar
dapat diakibatkan karena jumlah tulangan yang dipakai pada kedua variasi mutu
beton adalah sama hanya tulangan tekan dan tulangan tarik saja dan semua balok
tidak menggunakan confinement.

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

5.2

Saran

Dengan memperhatikan kesimpulan dan kesulitan kesulitan yang diperoleh


selama penelitian, maka diberikan saran sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, perlu kiranya penambahan balok uji
sebagai syarat statistik untuk mengambil kesimpulan
2. Untuk mendapatkan nilai regangan yang lebih akurat, pengukuran regangan
sebaiknya dilakukan di sepanjang bentang serta menggunakan alat yang lebih
canggih

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 N.I-2, Yayasan


LPMB Departemen Pekerjaan Umum, Bandung
Anonim, 1990, Standar SK-SNI T-15-1990-03 : Tata Cara Pembuatan Rencana
Campuran Beton Normal, Yayasan LPMB Departemen Pekerjaan Umum,
Bandung
ASTM (American Society for Testing and Materials), 1991, Annual Book of
ASTM Standards, Section 4, Easton.MD, Philadelphia
Departemen Pemukiman dan Prasaranan Wilayah Badan Penelitian dan
Pengembangan, 2003, Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bagian : 3
Beton;Semen;Perkerasan Beton Semen, Edisi Pertama, Balitbang
Kimpraswil, Jakarta
Departemen Pemukiman dan Prasaranan Wilayah Badan Penelitian dan
Pengembangan, 2003, Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bagian :13
Kayu;Bahan Lain;Lain - lain, Edisi Pertama, Balitbang Kimpraswil,
Jakarta
Dipohusodo Istimawan,1999, Struktur Beton Bertulang berdasarkan SK-SNI T15-1991-03 Departemen Pekerjaan Umum, Edisi Ketiga, Gramedia
Pustaka Umum, Jakarta
MacGregor James,1997, Reinforced Concrete : Mechanics and Design, Third
Edition, Prentice Hall International, USA
Mulyono Tri,2004,Teknologi Beton, Penerbit Andi, Yogyakarta
Neville A. M,1975, Properties of Concrete , Second Edition, Longman Group
Limited, England
Nilson A and Winter George,1986, Design of Concrete Structures , McGraw
Hill Book Company, New York
Park.R and Paulay.T,1975, Reinforced Concrete Structures, A Wiley
Interscience Publication, New York
Sagel.R, Kole.P dan Kusuma Gideon, 1997,Pedoman Pengerjaan Beton Seri
Beton 2, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Srikanth.M, Rajesh Kumar.G, Giri.S, 2007, Moment Curvature of Reinforced


Concrete Beam Using Varios Confinement Models and Experimental
Validation, Asian Journal of Civil Engineering (Building and Housing)
Vol.8 No.3
Tjokrodimuljo Kardiyono,1996,Teknologi Beton, Percetakan Nafiri, Yogyakarta
Vis, W.C dan Kusuma Gideon, 1997,Dasar dasar Perencanaan Beton
Bertulang Seri Beton 1, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta
Vis, W.C dan Kusuma Gideon, 1997,Grafik dan Tabel Perhitungan Beton
Bertulangan Seri Beton 4, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Lampiran 1. Pengujian Tarik Tulangan


FILE
: C:\My Documents\UTMTest\USU1-UP.prn
TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 28-6-2007
TIME
:
9:40:15
NO. SPECIMENT
:
1
SAMPLING TIME
:
800
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
1872.47
0.0001
23.84
0.000001
2
2631.59
0.0009
33.51
0.000009
3
2580.98
0.0023
32.86
0.000023
4
2732.80
0.0028
34.80
0.000028
5
2834.02
0.0034
36.08
0.000034
6
2935.23
0.0043
37.37
0.000043
7
3137.66
0.0053
39.95
0.000053
8
3087.05
0.0072
39.31
0.000072
9
3289.48
0.0082
41.88
0.000082
10
3390.70
0.0096
43.17
0.000096
11
3643.73
0.0113
46.39
0.000113
12
3744.95
0.0129
47.68
0.000129
13
3947.38
0.0148
50.26
0.000148
14
4200.42
0.0166
53.48
0.000166
15
4453.45
0.0190
56.70
0.000190
16
4807.71
0.0213
61.21
0.000213
17
5060.74
0.0234
64.44
0.000234
18
5313.78
0.0257
67.66
0.000257
19
5617.42
0.0275
71.52
0.000275
20
5819.85
0.0291
74.10
0.000291
21
6174.11
0.0310
78.61
0.000310
22
6427.14
0.0331
81.83
0.000331
23
6629.57
0.0353
84.41
0.000353
24
6832.00
0.0367
86.99
0.000367
25
7135.65
0.0384
90.85
0.000384
26
7388.68
0.0399
94.08
0.000399
27
7540.51
0.0417
96.01
0.000417
28
7793.54
0.0431
99.23
0.000431
29
8097.19
0.0445
103.10
0.000445
30
8249.01
0.0465
105.03
0.000465
31
8502.05
0.0478
108.25
0.000478
32
8704.48
0.0493
110.83
0.000493
33
8957.51
0.0508
114.05
0.000508
34
9210.55
0.0525
117.27
0.000525
35
9311.77
0.0537
118.56
0.000537

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87

9514.20
9716.63
10020.27
10121.48
10273.31
10475.74
10829.99
10931.20
11083.03
11234.85
11538.49
11538.49
11791.53
11993.96
12095.17
12196.39
12398.82
12500.03
12753.07
12803.68
13056.71
13208.54
13360.36
13461.57
13664.00
13765.22
13815.83
13967.65
14170.08
14271.29
14473.72
14574.94
14676.15
14777.37
14878.58
15182.23
15182.23
15283.44
15435.26
15485.87
15637.69
15738.91
15991.95
15991.95
16093.16
16244.98
16295.59
16447.41
16548.63
16649.84
16801.66
16902.88

0.0551
0.0564
0.0576
0.0589
0.0597
0.0609
0.0623
0.0639
0.0652
0.0664
0.0678
0.0690
0.0702
0.0713
0.0725
0.0736
0.0746
0.0758
0.0765
0.0775
0.0784
0.0794
0.0802
0.0812
0.0822
0.0830
0.0841
0.0849
0.0860
0.0869
0.0877
0.0888
0.0894
0.0903
0.0913
0.0920
0.0927
0.0938
0.0941
0.0945
0.0955
0.0962
0.0968
0.0976
0.0987
0.0993
0.0998
0.1008
0.1017
0.1022
0.1027
0.1034

121.14
123.72
127.58
128.87
130.80
133.38
137.89
139.18
141.11
143.05
146.91
146.91
150.13
152.71
154.00
155.29
157.87
159.16
162.38
163.02
166.24
168.18
170.11
171.40
173.98
175.26
175.91
177.84
180.42
181.71
184.29
185.57
186.86
188.15
189.44
193.31
193.31
194.59
196.53
197.17
199.11
200.39
203.62
203.62
204.90
206.84
207.48
209.41
210.70
211.99
213.93
215.21

0.000551
0.000564
0.000576
0.000589
0.000597
0.000609
0.000623
0.000639
0.000652
0.000664
0.000678
0.000690
0.000702
0.000713
0.000725
0.000736
0.000746
0.000758
0.000765
0.000775
0.000784
0.000794
0.000802
0.000812
0.000822
0.000830
0.000841
0.000849
0.000860
0.000869
0.000877
0.000888
0.000894
0.000903
0.000913
0.000920
0.000927
0.000938
0.000941
0.000945
0.000955
0.000962
0.000968
0.000976
0.000987
0.000993
0.000998
0.001008
0.001017
0.001022
0.001027
0.001034

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139

16902.88
17004.09
17105.31
17307.74
17408.95
17257.13
17510.17
17560.78
17813.81
17763.21
17813.81
17915.03
18016.24
18117.46
18218.67
18218.67
18269.28
18319.89
18421.10
18623.53
18674.14
18775.35
18825.96
18825.96
18927.18
19028.39
19028.39
19180.21
19180.21
19332.04
19433.25
19433.25
19483.86
19534.46
19635.68
19736.89
19888.72
19838.11
19939.32
19989.93
19939.32
19989.93
20040.54
20141.75
20192.36
20293.58
20344.18
20394.79
20445.40
20496.01
20597.22
20647.83

0.1045
0.1049
0.1054
0.1060
0.1067
0.1076
0.1079
0.1083
0.1088
0.1095
0.1105
0.1109
0.1112
0.1117
0.1122
0.1126
0.1136
0.1140
0.1144
0.1148
0.1152
0.1155
0.1159
0.1169
0.1173
0.1176
0.1180
0.1183
0.1187
0.1190
0.1193
0.1204
0.1207
0.1210
0.1212
0.1216
0.1220
0.1223
0.1225
0.1228
0.1242
0.1244
0.1247
0.1248
0.1250
0.1253
0.1257
0.1259
0.1262
0.1264
0.1267
0.1602

215.21
216.50
217.79
220.37
221.66
219.72
222.95
223.59
226.81
226.17
226.81
228.10
229.39
230.68
231.97
231.97
232.61
233.26
234.54
237.12
237.77
239.06
239.70
239.70
240.99
242.28
242.28
244.21
244.21
246.14
247.43
247.43
248.08
248.72
250.01
251.30
253.23
252.59
253.88
254.52
253.88
254.52
255.16
256.45
257.10
258.39
259.03
259.67
260.32
260.96
262.25
262.90

0.001045
0.001049
0.001054
0.001060
0.001067
0.001076
0.001079
0.001083
0.001088
0.001095
0.001105
0.001109
0.001112
0.001117
0.001122
0.001126
0.001136
0.001140
0.001144
0.001148
0.001152
0.001155
0.001159
0.001169
0.001173
0.001176
0.001180
0.001183
0.001187
0.001190
0.001193
0.001204
0.001207
0.001210
0.001212
0.001216
0.001220
0.001223
0.001225
0.001228
0.001242
0.001244
0.001247
0.001248
0.001250
0.001253
0.001257
0.001259
0.001262
0.001264
0.001267
0.001602

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191

20749.04
20698.44
20698.44
20850.26
20900.87
20951.47
21002.08
21103.29
21153.90
21204.51
21204.51
21305.72
21356.33
21406.94
21153.90
21204.51
21255.12
21356.33
21457.55
21558.76
21558.76
21761.19
21710.58
21659.98
21710.58
21862.41
22115.44
22317.87
22672.13
22925.16
23127.59
23583.06
23684.27
23987.92
24240.96
24443.38
24696.42
24898.85
25101.28
25354.32
25354.32
25607.36
25708.57
25911.00
25911.00
26012.21
26012.21
26012.21
26012.21
26012.21
25961.61
25911.00

0.1619
0.1645
0.1688
0.1696
0.1713
0.1722
0.1739
0.1748
0.1756
0.1773
0.1791
0.1808
0.1825
0.1842
0.1971
0.1997
0.2005
0.2022
0.2039
0.2048
0.2057
0.2074
0.2091
0.2108
0.2134
0.2160
0.2263
0.2469
0.2555
0.2658
0.2769
0.2881
0.2984
0.3078
0.3190
0.3293
0.3387
0.3507
0.3602
0.3705
0.3842
0.3937
0.4083
0.4246
0.4400
0.4563
0.4744
0.4924
0.5138
0.5302
0.5482
0.5645

264.18
263.54
263.54
265.47
266.12
266.76
267.41
268.70
269.34
269.98
269.98
271.27
271.92
272.56
269.34
269.98
270.63
271.92
273.21
274.49
274.49
277.07
276.43
275.78
276.43
278.36
281.58
284.16
288.67
291.89
294.47
300.27
301.56
305.42
308.65
311.22
314.44
317.02
319.60
322.82
322.82
326.04
327.33
329.91
329.91
331.20
331.20
331.20
331.20
331.20
330.55
329.91

0.001619
0.001645
0.001688
0.001696
0.001713
0.001722
0.001739
0.001748
0.001756
0.001773
0.001791
0.001808
0.001825
0.001842
0.001971
0.001997
0.002005
0.002022
0.002039
0.002048
0.002057
0.002074
0.002091
0.002108
0.002134
0.002160
0.002263
0.002469
0.002555
0.002658
0.002769
0.002881
0.002984
0.003078
0.003190
0.003293
0.003387
0.003507
0.003602
0.003705
0.003842
0.003937
0.004083
0.004246
0.004400
0.004563
0.004744
0.004924
0.005138
0.005302
0.005482
0.005645

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243

25961.61
26012.21
26113.43
26062.82
26164.04
26164.04
26265.25
26265.25
26265.25
26315.86
26366.47
26366.47
25860.39
26062.82
26214.64
26214.64
26214.64
26265.25
26366.47
26315.86
26366.47
26417.07
26670.11
26771.33
26771.33
26619.50
26720.72
26720.72
26670.11
26568.90
26518.29
26366.47
26366.47
26417.07
26720.72
26568.90
26518.29
26417.07
26619.50
26417.07
26619.50
26720.72
26821.93
26973.76
27125.58
27176.19
27125.58
27074.97
27226.79
27530.44
27378.62
27277.40

0.5808
0.5962
0.6117
0.6272
0.6417
0.6606
0.6787
0.6975
0.7139
0.7327
0.7490
0.7679
0.7808
0.7885
0.8023
0.8203
0.8366
0.8564
0.8735
0.8898
0.9070
0.9250
0.9576
0.9980
1.0512
1.1104
1.1628
1.2177
1.2710
1.3302
1.3903
1.4504
1.5019
1.5628
1.6152
1.6719
1.7242
1.7912
1.8495
1.9105
1.9611
2.0178
2.0684
2.1208
2.1732
2.2238
2.2831
2.3388
2.3972
2.4779
2.5646
2.6547

330.55
331.20
332.49
331.84
333.13
333.13
334.42
334.42
334.42
335.06
335.71
335.71
329.26
331.84
333.78
333.78
333.78
334.42
335.71
335.06
335.71
336.35
339.57
340.86
340.86
338.93
340.22
340.22
339.57
338.29
337.64
335.71
335.71
336.35
340.22
338.29
337.64
336.35
338.93
336.35
338.93
340.22
341.51
343.44
345.37
346.02
345.37
344.73
346.66
350.53
348.60
347.31

0.005808
0.005962
0.006117
0.006272
0.006417
0.006606
0.006787
0.006975
0.007139
0.007327
0.007490
0.007679
0.007808
0.007885
0.008023
0.008203
0.008366
0.008564
0.008735
0.008898
0.009070
0.009250
0.009576
0.009980
0.010512
0.011104
0.011628
0.012177
0.012710
0.013302
0.013903
0.014504
0.015019
0.015628
0.016152
0.016719
0.017242
0.017912
0.018495
0.019105
0.019611
0.020178
0.020684
0.021208
0.021732
0.022238
0.022831
0.023388
0.023972
0.024779
0.025646
0.026547

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

244
245
246
247
248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295

27378.62
27530.44
27328.01
27581.04
27631.65
27479.83
27783.47
28188.33
28340.16
28491.98
28694.41
28846.23
28998.05
29200.48
29352.30
29453.52
29605.34
29757.16
29959.59
30111.42
30212.63
30364.45
30516.28
30668.10
30718.71
30921.13
31072.96
31072.96
31275.39
31325.99
31477.82
31376.60
31781.46
31983.89
32236.93
32287.54
32439.36
32489.96
32641.79
32793.61
32894.82
32945.43
33097.25
33198.47
33299.68
33451.51
33603.33
33653.94
33704.54
33856.37
34008.19
34109.40

2.7294
2.8041
2.8882
2.9586
3.0376
3.1320
3.1973
3.2685
3.3475
3.4248
3.4994
3.5767
3.6505
3.7278
3.8042
3.8728
3.9467
4.0231
4.0960
4.1707
4.2394
4.3124
4.3862
4.4583
4.5261
4.5931
4.6660
4.7399
4.8060
4.8832
4.9527
5.0103
5.0849
5.1665
5.2592
5.3365
5.4275
5.5133
5.6043
5.6893
5.7760
5.8713
5.9519
6.0378
6.1288
6.2078
6.2953
6.3777
6.4730
6.5597
6.6687
6.7597

348.60
350.53
347.95
351.17
351.82
349.88
353.75
358.90
360.84
362.77
365.35
367.28
369.21
371.79
373.73
375.01
376.95
378.88
381.46
383.39
384.68
386.61
388.55
390.48
391.12
393.70
395.63
395.63
398.21
398.85
400.79
399.50
404.65
407.23
410.45
411.10
413.03
413.68
415.61
417.54
418.83
419.47
421.41
422.70
423.98
425.92
427.85
428.50
429.14
431.07
433.01
434.29

0.027294
0.028041
0.028882
0.029586
0.030376
0.031320
0.031973
0.032685
0.033475
0.034248
0.034994
0.035767
0.036505
0.037278
0.038042
0.038728
0.039467
0.040231
0.040960
0.041707
0.042394
0.043124
0.043862
0.044583
0.045261
0.045931
0.046660
0.047399
0.048060
0.048832
0.049527
0.050103
0.050849
0.051665
0.052592
0.053365
0.054275
0.055133
0.056043
0.056893
0.057760
0.058713
0.059519
0.060378
0.061288
0.062078
0.062953
0.063777
0.064730
0.065597
0.066687
0.067597

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

296
297
298
299
300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347

34210.62
34362.44
34413.05
34615.48
34615.48
34666.08
34868.51
34919.12
35020.34
35070.94
35172.16
35273.37
35273.37
35425.20
35526.41
35627.63
35678.23
35779.45
35830.05
35931.27
35981.88
36032.48
36083.09
36184.31
36184.31
36336.13
36386.74
36437.34
36487.95
36538.56
36589.17
36639.77
36690.38
36740.99
36842.20
36943.42
36994.03
36943.42
36994.03
36994.03
37145.85
37095.24
37196.46
37348.28
37297.67
37449.49
37398.88
37449.49
37449.49
37500.10
37500.10
38056.78

6.8447
6.9357
7.0439
7.1280
7.2104
7.3057
7.4044
7.5100
7.6027
7.7031
7.7984
7.8971
7.9864
8.0808
8.1796
8.2748
8.3598
8.4594
8.5495
8.6611
8.7633
8.8697
8.9659
9.0680
9.1659
9.2655
9.3719
9.4595
9.5651
9.6638
9.7513
9.8355
9.9479
10.0552
10.1514
10.2518
10.3565
10.4587
10.5625
10.6638
10.7686
10.8681
10.9720
11.0767
11.1815
11.2896
11.3849
11.4931
11.5866
11.6965
11.7918
11.9043

435.58
437.52
438.16
440.74
440.74
441.38
443.96
444.60
445.89
446.54
447.83
449.11
449.11
451.05
452.34
453.63
454.27
455.56
456.20
457.49
458.14
458.78
459.42
460.71
460.71
462.65
463.29
463.93
464.58
465.22
465.87
466.51
467.16
467.80
469.09
470.38
471.02
470.38
471.02
471.02
472.96
472.31
473.60
475.53
474.89
476.82
476.18
476.82
476.82
477.47
477.47
484.55

0.068447
0.069357
0.070439
0.071280
0.072104
0.073057
0.074044
0.075100
0.076027
0.077031
0.077984
0.078971
0.079864
0.080808
0.081796
0.082748
0.083598
0.084594
0.085495
0.086611
0.087633
0.088697
0.089659
0.090680
0.091659
0.092655
0.093719
0.094595
0.095651
0.096638
0.097513
0.098355
0.099479
0.100552
0.101514
0.102518
0.103565
0.104587
0.105625
0.106638
0.107686
0.108681
0.109720
0.110767
0.111815
0.112896
0.113849
0.114931
0.115866
0.116965
0.117918
0.119043

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

348
349
350
351
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399

37651.92
37753.14
37651.92
37753.14
37702.53
37803.74
37904.96
37904.96
37854.35
37904.96
37955.57
37955.57
38056.78
38056.78
38158.00
38107.39
38259.21
38208.60
38208.60
38309.82
38411.03
38411.03
38411.03
38461.64
38461.64
38461.64
38461.64
38562.86
38562.86
38613.46
38664.07
38613.46
38613.46
38714.68
38866.50
38866.50
38765.29
38866.50
38815.89
38664.07
38866.50
38917.11
38866.50
38917.11
38917.11
39068.93
38917.11
38917.11
39018.32
39018.32
39018.32
39068.93

12.0038
12.1120
12.2193
12.3232
12.4210
12.5232
12.6245
12.7266
12.8210
12.9163
13.0228
13.1129
13.2202
13.3258
13.4280
13.5275
13.6494
13.7584
13.8821
13.9937
14.1095
14.2297
14.3482
14.4727
14.5928
14.7156
14.8298
14.9422
15.0590
15.1757
15.2924
15.3980
15.5105
15.6135
15.7225
15.8238
15.9337
16.0333
16.1526
16.2547
16.3569
16.4642
16.5792
16.6968
16.8110
16.9303
17.0325
17.1269
17.2402
17.3604
17.4591
17.5621

479.40
480.69
479.40
480.69
480.04
481.33
482.62
482.62
481.98
482.62
483.27
483.27
484.55
484.55
485.84
485.20
487.13
486.49
486.49
487.78
489.06
489.06
489.06
489.71
489.71
489.71
489.71
491.00
491.00
491.64
492.29
491.64
491.64
492.93
494.86
494.86
493.58
494.86
494.22
492.29
494.86
495.51
494.86
495.51
495.51
497.44
495.51
495.51
496.80
496.80
496.80
497.44

0.120038
0.121120
0.122193
0.123232
0.124210
0.125232
0.126245
0.127266
0.128210
0.129163
0.130228
0.131129
0.132202
0.133258
0.134280
0.135275
0.136494
0.137584
0.138821
0.139937
0.141095
0.142297
0.143482
0.144727
0.145928
0.147156
0.148298
0.149422
0.150590
0.151757
0.152924
0.153980
0.155105
0.156135
0.157225
0.158238
0.159337
0.160333
0.161526
0.162547
0.163569
0.164642
0.165792
0.166968
0.168110
0.169303
0.170325
0.171269
0.172402
0.173604
0.174591
0.175621

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

400
401
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451

39018.32
39018.32
39068.93
39119.54
39068.93
39119.54
39119.54
39119.54
39119.54
39170.14
39271.36
39119.54
39170.14
39170.14
39170.14
39271.36
39676.22
39271.36
39220.75
39321.97
39321.97
39321.97
39220.75
39321.97
39473.79
39220.75
39321.97
39321.97
39321.97
39321.97
39372.57
39372.57
39372.57
39372.57
39372.57
39321.97
39676.22
39321.97
39321.97
39321.97
39372.57
39473.79
39372.57
39321.97
39372.57
39372.57
39372.57
39575.00
39372.57
39372.57
39524.40
39372.57

17.6694
17.7887
17.9021
18.0076
18.1158
18.2240
18.3459
18.4626
18.5794
18.6892
18.8077
18.9210
19.0386
19.1296
19.2335
19.3468
19.4481
19.5622
19.6756
19.7889
19.9073
20.0189
20.1168
20.2310
20.3408
20.4464
20.5563
20.6593
20.7803
20.8902
20.9941
21.1057
21.2319
21.3340
21.4413
21.5461
21.6654
21.7804
21.8963
21.9993
22.1083
22.2165
22.3178
22.4294
22.5444
22.6500
22.7539
22.8620
22.9667
23.0689
23.1505
23.2054

496.80
496.80
497.44
498.09
497.44
498.09
498.09
498.09
498.09
498.73
500.02
498.09
498.73
498.73
498.73
500.02
505.17
500.02
499.37
500.66
500.66
500.66
499.37
500.66
502.60
499.37
500.66
500.66
500.66
500.66
501.31
501.31
501.31
501.31
501.31
500.66
505.17
500.66
500.66
500.66
501.31
502.60
501.31
500.66
501.31
501.31
501.31
503.88
501.31
501.31
503.24
501.31

0.176694
0.177887
0.179021
0.180076
0.181158
0.182240
0.183459
0.184626
0.185794
0.186892
0.188077
0.189210
0.190386
0.191296
0.192335
0.193468
0.194481
0.195622
0.196756
0.197889
0.199073
0.200189
0.201168
0.202310
0.203408
0.204464
0.205563
0.206593
0.207803
0.208902
0.209941
0.211057
0.212319
0.213340
0.214413
0.215461
0.216654
0.217804
0.218963
0.219993
0.221083
0.222165
0.223178
0.224294
0.225444
0.226500
0.227539
0.228620
0.229667
0.230689
0.231505
0.232054

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

452 39423.18 23.2981


501.95
0.232981
453 39372.57 23.4174
501.31
0.234174
454 39524.40 23.5187
503.24
0.235187
455 39321.97 23.6260
500.66
0.236260
456 39321.97 23.7393
500.66
0.237393
457 39423.18 23.8483
501.95
0.238483
458 39473.79 23.9565
502.60
0.239565
459 39321.97 24.0690
500.66
0.240690
460 39372.57 24.1806
501.31
0.241806
461 39321.97 24.2964
500.66
0.242964
462 39321.97 24.4106
500.66
0.244106
463 39271.36 24.5093
500.02
0.245093
464 39271.36 24.6287
500.02
0.246287
465 39119.54 24.7377
498.09
0.247377
466 39220.75 24.8381
499.37
0.248381
467 39170.14 24.9549
498.73
0.249549
468 39170.14 25.0690
498.73
0.250690
469 39119.54 25.1832
498.09
0.251832
470 39018.32 25.2999
496.80
0.252999
471 38917.11 25.4193
495.51
0.254193
472 38815.89 25.5197
494.22
0.255197
473 38664.07 25.6364
492.29
0.256364
474 38512.25 25.7429
490.35
0.257429
475 38259.21 25.8614
487.13
0.258614
476 37955.57 25.9901
483.27
0.259901
477 37702.53 26.1069
480.04
0.261069
478 37348.28 26.2270
475.53
0.262270
479 37044.63 26.3412
471.67
0.263412
480 36487.95 26.4631
464.58
0.264631
481 35931.27 26.5893
457.49
0.265893
482 35425.20 26.7241
451.05
0.267241
483 34615.48 26.8545
440.74
0.268545
484 34008.19 26.9893
433.01
0.269893
485 32945.43 27.1301
419.47
0.271301
486 31730.85 27.2855
404.01
0.272855
487 30263.24 27.4400
385.32
0.274400
488
3643.73 27.5585
46.39
0.275585
-------------------------------------------------PROP. LIMIT FORCE
:
25911.00 [N]
YIELD FORCE
:
26366.47 [N]
MAXIMUM FORCE
:
39676.22 [N]
BREAK FORCE
:
3643.73 [N]
TESTING SPEED
:
3.93 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
330.08 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
335.88 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
505.17 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
46.39 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 206565.02 [N/mm^2]
ELONGATION
:
27.40 [%]
REDUCTION OF AREA
:
70.84 [%]
ENERGY
:
981.69 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

FILE
: C:\My Documents\UTMTest\USU2-UP.prn
TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 28-6-2007
TIME
:
9:48:38
NO. SPECIMENT
:
2
SAMPLING TIME
:
800
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
2327.94
0.0018
29.64
0.000018
2
2479.76
0.0038
31.57
0.000038
3
2783.41
0.0057
35.44
0.000057
4
2985.84
0.0076
38.02
0.000076
5
3238.88
0.0097
41.24
0.000097
6
3340.09
0.0115
42.53
0.000115
7
3593.13
0.0134
45.75
0.000134
8
3744.95
0.0151
47.68
0.000151
9
3947.38
0.0169
50.26
0.000169
10
4099.20
0.0186
52.19
0.000186
11
4352.24
0.0198
55.41
0.000198
12
4504.06
0.0219
57.35
0.000219
13
4655.88
0.0236
59.28
0.000236
14
4908.92
0.0252
62.50
0.000252
15
5060.74
0.0269
64.44
0.000269
16
5313.78
0.0284
67.66
0.000284
17
5414.99
0.0299
68.95
0.000299
18
5617.42
0.0313
71.52
0.000313
19
5718.64
0.0326
72.81
0.000326
20
5971.68
0.0339
76.03
0.000339
21
6123.50
0.0353
77.97
0.000353
22
6325.93
0.0364
80.54
0.000364
23
6477.75
0.0377
82.48
0.000377
24
6578.96
0.0389
83.77
0.000389
25
6730.79
0.0399
85.70
0.000399
26
6933.22
0.0412
88.28
0.000412
27
7135.65
0.0424
90.85
0.000424
28
7338.08
0.0442
93.43
0.000442
29
7439.29
0.0454
94.72
0.000454
30
7540.51
0.0466
96.01
0.000466
31
7742.94
0.0478
98.59
0.000478
32
7894.76
0.0489
100.52
0.000489
33
8097.19
0.0499
103.10
0.000499
34
8249.01
0.0509
105.03
0.000509
35
8350.22
0.0519
106.32
0.000519
36
8451.44
0.0531
107.61
0.000531
37
8704.48
0.0540
110.83
0.000540
38
8856.30
0.0549
112.76
0.000549
39
9008.12
0.0559
114.69
0.000559

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91

9109.34
9210.55
9412.98
9463.59
9615.41
9919.05
9969.66
9969.66
10222.70
10323.91
10425.13
10627.56
10728.77
10880.60
10981.81
11133.63
11285.46
11336.06
11538.49
11589.10
11791.53
11842.14
11993.96
12044.57
12196.39
12297.60
12398.82
12601.25
12601.25
12753.07
12904.89
12904.89
13107.32
13259.14
13208.54
13410.97
13512.18
13461.57
13714.61
13866.43
13765.22
13917.04
14068.86
14119.47
14170.08
14321.90
14423.12
14574.94
14473.72
14625.54
14777.37
14878.58

0.0569
0.0579
0.0583
0.0593
0.0604
0.0608
0.0617
0.0627
0.0632
0.0643
0.0653
0.0659
0.0668
0.0674
0.0683
0.0691
0.0695
0.0705
0.0711
0.0722
0.0726
0.0737
0.0742
0.0752
0.0757
0.0761
0.0772
0.0775
0.0787
0.0790
0.0793
0.0802
0.0805
0.0811
0.0823
0.0826
0.0830
0.0844
0.0846
0.0851
0.0863
0.0867
0.0870
0.0875
0.0888
0.0891
0.0894
0.0897
0.0909
0.0911
0.0913
0.0916

115.98
117.27
119.85
120.49
122.43
126.29
126.94
126.94
130.16
131.45
132.74
135.31
136.60
138.54
139.82
141.76
143.69
144.34
146.91
147.56
150.13
150.78
152.71
153.36
155.29
156.58
157.87
160.44
160.44
162.38
164.31
164.31
166.89
168.82
168.18
170.75
172.04
171.40
174.62
176.55
175.26
177.20
179.13
179.77
180.42
182.35
183.64
185.57
184.29
186.22
188.15
189.44

0.000569
0.000579
0.000583
0.000593
0.000604
0.000608
0.000617
0.000627
0.000632
0.000643
0.000653
0.000659
0.000668
0.000674
0.000683
0.000691
0.000695
0.000705
0.000711
0.000722
0.000726
0.000737
0.000742
0.000752
0.000757
0.000761
0.000772
0.000775
0.000787
0.000790
0.000793
0.000802
0.000805
0.000811
0.000823
0.000826
0.000830
0.000844
0.000846
0.000851
0.000863
0.000867
0.000870
0.000875
0.000888
0.000891
0.000894
0.000897
0.000909
0.000911
0.000913
0.000916

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143

15030.40
14827.97
15081.01
15182.23
15283.44
15384.66
15334.05
15435.26
15637.69
15738.91
15840.12
15688.30
15840.12
16042.55
16194.38
16244.98
16396.80
16194.38
16396.80
16346.20
16447.41
16548.63
16751.06
16801.66
16649.84
16700.45
16852.27
17004.09
17054.70
17206.52
17257.13
17307.74
17105.31
17206.52
17307.74
17459.56
17510.17
17560.78
17712.60
17813.81
17864.42
17813.81
17763.21
17864.42
17915.03
18016.24
18117.46
18168.06
18218.67
18370.49
18421.10
18522.32

0.0920
0.0933
0.0936
0.0939
0.0942
0.0947
0.0960
0.0963
0.0965
0.0968
0.0971
0.0984
0.0986
0.0989
0.0991
0.0994
0.0997
0.1006
0.1010
0.1012
0.1014
0.1018
0.1046
0.1094
0.1284
0.1322
0.1341
0.1360
0.1398
0.1436
0.1474
0.1513
0.1684
0.1703
0.1722
0.1750
0.1769
0.1798
0.1836
0.1864
0.1893
0.2036
0.2064
0.2083
0.2102
0.2121
0.2150
0.2178
0.2207
0.2226
0.2254
0.2283

191.37
188.80
192.02
193.31
194.59
195.88
195.24
196.53
199.11
200.39
201.68
199.75
201.68
204.26
206.19
206.84
208.77
206.19
208.77
208.13
209.41
210.70
213.28
213.93
211.99
212.64
214.57
216.50
217.15
219.08
219.72
220.37
217.79
219.08
220.37
222.30
222.95
223.59
225.52
226.81
227.46
226.81
226.17
227.46
228.10
229.39
230.68
231.32
231.97
233.90
234.54
235.83

0.000920
0.000933
0.000936
0.000939
0.000942
0.000947
0.000960
0.000963
0.000965
0.000968
0.000971
0.000984
0.000986
0.000989
0.000991
0.000994
0.000997
0.001006
0.001010
0.001012
0.001014
0.001018
0.001046
0.001094
0.001284
0.001322
0.001341
0.001360
0.001398
0.001436
0.001474
0.001513
0.001684
0.001703
0.001722
0.001750
0.001769
0.001798
0.001836
0.001864
0.001893
0.002036
0.002064
0.002083
0.002102
0.002121
0.002150
0.002178
0.002207
0.002226
0.002254
0.002283

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195

18269.28
18319.89
18421.10
18522.32
18623.53
19028.39
18775.35
18825.96
18825.96
18977.78
19028.39
19129.61
19180.21
19129.61
18977.78
18977.78
19028.39
19129.61
19230.82
19332.04
19382.64
19433.25
19534.46
19585.07
19635.68
19686.29
19736.89
19787.50
19888.72
19888.72
19787.50
19635.68
19736.89
19736.89
19787.50
19888.72
19989.93
20040.54
20091.15
20141.75
20242.97
20293.58
20242.97
20293.58
20445.40
20445.40
20496.01
20597.22
20597.22
20698.44
20597.22
20749.04

0.2416
0.2435
0.2454
0.2473
0.2492
0.2511
0.2540
0.2568
0.2597
0.2625
0.2644
0.2663
0.2692
0.2711
0.2816
0.2825
0.2835
0.2854
0.2863
0.2882
0.2892
0.2920
0.2939
0.2968
0.2987
0.3006
0.3025
0.3034
0.3053
0.3072
0.3196
0.3225
0.3244
0.3253
0.3263
0.3272
0.3291
0.3301
0.3320
0.3339
0.3358
0.3386
0.3405
0.3434
0.3453
0.3481
0.3500
0.3520
0.3539
0.3548
0.3567
0.3586

232.61
233.26
234.54
235.83
237.12
242.28
239.06
239.70
239.70
241.63
242.28
243.57
244.21
243.57
241.63
241.63
242.28
243.57
244.85
246.14
246.79
247.43
248.72
249.36
250.01
250.65
251.30
251.94
253.23
253.23
251.94
250.01
251.30
251.30
251.94
253.23
254.52
255.16
255.81
256.45
257.74
258.39
257.74
258.39
260.32
260.32
260.96
262.25
262.25
263.54
262.25
264.18

0.002416
0.002435
0.002454
0.002473
0.002492
0.002511
0.002540
0.002568
0.002597
0.002625
0.002644
0.002663
0.002692
0.002711
0.002816
0.002825
0.002835
0.002854
0.002863
0.002882
0.002892
0.002920
0.002939
0.002968
0.002987
0.003006
0.003025
0.003034
0.003053
0.003072
0.003196
0.003225
0.003244
0.003253
0.003263
0.003272
0.003291
0.003301
0.003320
0.003339
0.003358
0.003386
0.003405
0.003434
0.003453
0.003481
0.003500
0.003520
0.003539
0.003548
0.003567
0.003586

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247

20799.65
20344.18
20445.40
20445.40
20647.83
20647.83
20597.22
20850.26
20749.04
20850.26
20850.26
21052.69
21052.69
21002.08
21103.29
21153.90
21153.90
21204.51
21255.12
21255.12
21305.72
21457.55
21406.94
21356.33
21659.98
21913.01
21963.62
22115.44
22672.13
22520.30
22823.95
22823.95
23076.98
23330.02
23380.63
23583.06
23785.49
23836.10
23987.92
24190.35
24291.56
24342.17
24544.60
24645.81
24747.03
24898.85
25000.07
25101.28
25303.71
25202.50
25253.10
25404.93

0.3596
0.3748
0.3767
0.3776
0.3786
0.3795
0.3805
0.3814
0.3824
0.3833
0.3843
0.3881
0.3890
0.3909
0.3929
0.3938
0.3957
0.3967
0.3976
0.3995
0.4005
0.4043
0.4195
0.4223
0.4271
0.4366
0.4556
0.4642
0.4737
0.4861
0.4937
0.5051
0.5156
0.5270
0.5327
0.5450
0.5593
0.5707
0.5812
0.5916
0.6031
0.6154
0.6268
0.6373
0.6487
0.6592
0.6696
0.6801
0.6915
0.7020
0.7124
0.7239

264.83
259.03
260.32
260.32
262.90
262.90
262.25
265.47
264.18
265.47
265.47
268.05
268.05
267.41
268.70
269.34
269.34
269.98
270.63
270.63
271.27
273.21
272.56
271.92
275.78
279.01
279.65
281.58
288.67
286.74
290.60
290.60
293.83
297.05
297.69
300.27
302.85
303.49
305.42
308.00
309.29
309.93
312.51
313.80
315.09
317.02
318.31
319.60
322.18
320.89
321.53
323.47

0.003596
0.003748
0.003767
0.003776
0.003786
0.003795
0.003805
0.003814
0.003824
0.003833
0.003843
0.003881
0.003890
0.003909
0.003929
0.003938
0.003957
0.003967
0.003976
0.003995
0.004005
0.004043
0.004195
0.004223
0.004271
0.004366
0.004556
0.004642
0.004737
0.004861
0.004937
0.005051
0.005156
0.005270
0.005327
0.005450
0.005593
0.005707
0.005812
0.005916
0.006031
0.006154
0.006268
0.006373
0.006487
0.006592
0.006696
0.006801
0.006915
0.007020
0.007124
0.007239

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299

25404.93
25506.14
25556.75
25455.53
25556.75
25607.36
25556.75
25455.53
25556.75
25556.75
25556.75
25607.36
25657.96
25759.18
25708.57
25759.18
25354.32
25050.67
25354.32
25556.75
25708.57
25708.57
25759.18
25759.18
25860.39
25759.18
25860.39
25860.39
25911.00
25961.61
25961.61
26012.21
26062.82
26062.82
26062.82
26113.43
25759.18
25911.00
25961.61
26113.43
26113.43
26164.04
26214.64
26265.25
26265.25
26315.86
26315.86
26265.25
26315.86
26265.25
26315.86
26315.86

0.7353
0.7467
0.7600
0.7743
0.7876
0.7962
0.8123
0.8275
0.8437
0.8580
0.8732
0.8875
0.9008
0.9141
0.9274
0.9417
0.9598
0.9636
0.9693
0.9750
0.9845
0.9988
1.0121
1.0254
1.0349
1.0482
1.0644
1.0787
1.0939
1.1081
1.1205
1.1329
1.1471
1.1605
1.1747
1.1880
1.2023
1.2109
1.2194
1.2308
1.2423
1.2537
1.2613
1.2755
1.2908
1.3060
1.3212
1.3364
1.3497
1.3640
1.3792
1.3935

323.47
324.75
325.40
324.11
325.40
326.04
325.40
324.11
325.40
325.40
325.40
326.04
326.69
327.98
327.33
327.98
322.82
318.96
322.82
325.40
327.33
327.33
327.98
327.98
329.26
327.98
329.26
329.26
329.91
330.55
330.55
331.20
331.84
331.84
331.84
332.49
327.98
329.91
330.55
332.49
332.49
333.13
333.78
334.42
334.42
335.06
335.06
334.42
335.06
334.42
335.06
335.06

0.007353
0.007467
0.007600
0.007743
0.007876
0.007962
0.008123
0.008275
0.008437
0.008580
0.008732
0.008875
0.009008
0.009141
0.009274
0.009417
0.009598
0.009636
0.009693
0.009750
0.009845
0.009988
0.010121
0.010254
0.010349
0.010482
0.010644
0.010787
0.010939
0.011081
0.011205
0.011329
0.011471
0.011605
0.011747
0.011880
0.012023
0.012109
0.012194
0.012308
0.012423
0.012537
0.012613
0.012755
0.012908
0.013060
0.013212
0.013364
0.013497
0.013640
0.013792
0.013935

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351

26265.25
26265.25
26164.04
26265.25
26265.25
26315.86
26214.64
26265.25
26315.86
26366.47
26417.07
26467.68
26012.21
26113.43
26315.86
26417.07
26467.68
26417.07
26366.47
26366.47
26366.47
26366.47
26315.86
26265.25
26315.86
26164.04
26214.64
26315.86
26214.64
26214.64
26315.86
26214.64
26265.25
26265.25
26366.47
26417.07
26417.07
26467.68
26568.90
26568.90
26568.90
26568.90
26670.11
26619.50
26670.11
26265.25
26366.47
26518.29
26619.50
26518.29
26518.29
26417.07

1.4078
1.4230
1.4372
1.4515
1.4648
1.4772
1.4896
1.5019
1.5133
1.5238
1.5371
1.5466
1.5619
1.5695
1.5771
1.5885
1.6009
1.6142
1.6303
1.6465
1.6617
1.6760
1.6922
1.7064
1.7217
1.7350
1.7492
1.7635
1.7806
1.7949
1.8139
1.8282
1.8396
1.8510
1.8615
1.8729
1.8862
1.8986
1.9109
1.9214
1.9357
1.9480
1.9614
1.9737
1.9842
2.0042
2.0137
2.0241
2.0365
2.0536
2.0745
2.0955

334.42
334.42
333.13
334.42
334.42
335.06
333.78
334.42
335.06
335.71
336.35
337.00
331.20
332.49
335.06
336.35
337.00
336.35
335.71
335.71
335.71
335.71
335.06
334.42
335.06
333.13
333.78
335.06
333.78
333.78
335.06
333.78
334.42
334.42
335.71
336.35
336.35
337.00
338.29
338.29
338.29
338.29
339.57
338.93
339.57
334.42
335.71
337.64
338.93
337.64
337.64
336.35

0.014078
0.014230
0.014372
0.014515
0.014648
0.014772
0.014896
0.015019
0.015133
0.015238
0.015371
0.015466
0.015619
0.015695
0.015771
0.015885
0.016009
0.016142
0.016303
0.016465
0.016617
0.016760
0.016922
0.017064
0.017217
0.017350
0.017492
0.017635
0.017806
0.017949
0.018139
0.018282
0.018396
0.018510
0.018615
0.018729
0.018862
0.018986
0.019109
0.019214
0.019357
0.019480
0.019614
0.019737
0.019842
0.020042
0.020137
0.020241
0.020365
0.020536
0.020745
0.020955

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403

26315.86
26315.86
26315.86
26366.47
26518.29
26518.29
26670.11
26720.72
26771.33
26771.33
26821.93
26821.93
26821.93
26821.93
26771.33
26821.93
26720.72
26771.33
26771.33
26771.33
26923.15
26872.54
26771.33
26872.54
26872.54
26923.15
26923.15
26973.76
27226.79
27277.40
27581.04
27631.65
27631.65
27378.62
26923.15
27125.58
27530.44
27783.47
27783.47
27378.62
27226.79
27479.83
27176.19
27277.40
27530.44
27834.08
27935.30
28390.76
28593.19
28795.62
28896.84
29149.88

2.1126
2.1307
2.1430
2.1554
2.1668
2.1782
2.1896
2.2001
2.2115
2.2220
2.2353
2.2496
2.2619
2.2800
2.2962
2.3114
2.3276
2.3437
2.3580
2.3704
2.3837
2.3970
2.4132
2.4255
2.4379
2.4503
2.4626
2.4769
2.4988
2.5387
2.5977
2.6614
2.7223
2.8279
2.9135
2.9753
3.0295
3.0895
3.1541
3.2483
3.3158
3.3729
3.4471
3.5146
3.5784
3.6326
3.6849
3.7458
3.8171
3.8980
3.9817
4.0711

335.06
335.06
335.06
335.71
337.64
337.64
339.57
340.22
340.86
340.86
341.51
341.51
341.51
341.51
340.86
341.51
340.22
340.86
340.86
340.86
342.80
342.15
340.86
342.15
342.15
342.80
342.80
343.44
346.66
347.31
351.17
351.82
351.82
348.60
342.80
345.37
350.53
353.75
353.75
348.60
346.66
349.88
346.02
347.31
350.53
354.39
355.68
361.48
364.06
366.64
367.93
371.15

0.021126
0.021307
0.021430
0.021554
0.021668
0.021782
0.021896
0.022001
0.022115
0.022220
0.022353
0.022496
0.022619
0.022800
0.022962
0.023114
0.023276
0.023437
0.023580
0.023704
0.023837
0.023970
0.024132
0.024255
0.024379
0.024503
0.024626
0.024769
0.024988
0.025387
0.025977
0.026614
0.027223
0.028279
0.029135
0.029753
0.030295
0.030895
0.031541
0.032483
0.033158
0.033729
0.034471
0.035146
0.035784
0.036326
0.036849
0.037458
0.038171
0.038980
0.039817
0.040711

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451
452
453
454
455

29352.30
29554.73
29706.56
30060.81
30111.42
30313.85
30516.28
30819.92
30971.74
31174.17
31325.99
31528.42
31730.85
31882.68
32034.50
32287.54
32489.96
32591.18
32540.57
32894.82
33147.86
33249.08
33350.29
33552.72
33755.15
33856.37
34109.40
34210.62
34261.22
34463.65
34564.87
34716.69
34919.12
34919.12
34969.73
35172.16
35273.37
35425.20
35475.80
35678.23
35728.84
35728.84
35931.27
35931.27
36083.09
36133.70
36234.91
36386.74
36487.95
36487.95
36589.17
36639.77

4.1548
4.2470
4.3279
4.4192
4.5153
4.6028
4.7046
4.8025
4.9167
5.0204
5.1326
5.2439
5.3704
5.4826
5.6072
5.7242
5.8517
5.9753
6.0581
6.1580
6.2845
6.4072
6.5384
6.6716
6.7943
6.9027
7.0207
7.1443
7.2699
7.3916
7.5115
7.6266
7.7617
7.8891
8.0185
8.1307
8.2572
8.3580
8.4693
8.6006
8.7157
8.8308
8.9544
9.0828
9.1894
9.3073
9.4319
9.5489
9.6650
9.7782
9.8904
10.0141

373.73
376.30
378.24
382.75
383.39
385.97
388.55
392.41
394.34
396.92
398.85
401.43
404.01
405.94
407.88
411.10
413.68
414.96
414.32
418.83
422.05
423.34
424.63
427.21
429.78
431.07
434.29
435.58
436.23
438.80
440.09
442.03
444.60
444.60
445.25
447.83
449.11
451.05
451.69
454.27
454.91
454.91
457.49
457.49
459.42
460.07
461.36
463.29
464.58
464.58
465.87
466.51

0.041548
0.042470
0.043279
0.044192
0.045153
0.046028
0.047046
0.048025
0.049167
0.050204
0.051326
0.052439
0.053704
0.054826
0.056072
0.057242
0.058517
0.059753
0.060581
0.061580
0.062845
0.064072
0.065384
0.066716
0.067943
0.069027
0.070207
0.071443
0.072699
0.073916
0.075115
0.076266
0.077617
0.078891
0.080185
0.081307
0.082572
0.083580
0.084693
0.086006
0.087157
0.088308
0.089544
0.090828
0.091894
0.093073
0.094319
0.095489
0.096650
0.097782
0.098904
0.100141

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

456
457
458
459
460
461
462
463
464
465
466
467
468
469
470
471
472
473
474
475
476
477
478
479
480
481
482
483
484
485
486
487
488
489
490
491
492
493
494
495
496
497
498
499
500
501
502
503
504
505
506
507

36740.99
36842.20
36892.81
36943.42
36943.42
37145.85
37145.85
37196.46
37297.67
37348.28
37398.88
37500.10
37500.10
37550.71
37651.92
37702.53
37753.14
37753.14
37854.35
37955.57
37955.57
38006.17
38006.17
38158.00
38158.00
38158.00
38208.60
38259.21
38259.21
38309.82
38360.43
38411.03
38411.03
38562.86
38512.25
38562.86
38562.86
38664.07
38664.07
38664.07
38765.29
38765.29
38765.29
38815.89
38866.50
38765.29
38917.11
38917.11
38967.71
38967.71
39018.32
39018.32

10.1282
10.2376
10.3432
10.4583
10.5743
10.6846
10.8083
10.9281
11.0366
11.1650
11.2801
11.3961
11.5084
11.6415
11.7737
11.8945
12.0448
12.1742
12.2988
12.4263
12.5547
12.6745
12.8010
12.9228
13.0312
13.1549
13.2747
13.3955
13.5135
13.6371
13.7465
13.8635
13.9890
14.1203
14.2392
14.3629
14.4941
14.6197
14.7500
14.8841
15.0030
15.1229
15.2570
15.4044
15.5385
15.6764
15.8030
15.9257
16.0598
16.1920
16.3280
16.4621

467.80
469.09
469.73
470.38
470.38
472.96
472.96
473.60
474.89
475.53
476.18
477.47
477.47
478.11
479.40
480.04
480.69
480.69
481.98
483.27
483.27
483.91
483.91
485.84
485.84
485.84
486.49
487.13
487.13
487.78
488.42
489.06
489.06
491.00
490.35
491.00
491.00
492.29
492.29
492.29
493.58
493.58
493.58
494.22
494.86
493.58
495.51
495.51
496.15
496.15
496.80
496.80

0.101282
0.102376
0.103432
0.104583
0.105743
0.106846
0.108083
0.109281
0.110366
0.111650
0.112801
0.113961
0.115084
0.116415
0.117737
0.118945
0.120448
0.121742
0.122988
0.124263
0.125547
0.126745
0.128010
0.129228
0.130312
0.131549
0.132747
0.133955
0.135135
0.136371
0.137465
0.138635
0.139890
0.141203
0.142392
0.143629
0.144941
0.146197
0.147500
0.148841
0.150030
0.151229
0.152570
0.154044
0.155385
0.156764
0.158030
0.159257
0.160598
0.161920
0.163280
0.164621

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

508
509
510
511
512
513
514
515
516
517
518
519
520
521
522
523
524
525
526
527
528
529
530
531
532
533
534
535
536
537
538
539
540
541
542
543
544
545
546
547
548
549
550
551
552
553
554
555
556
557
558
559

38967.71
39018.32
39068.93
39119.54
39170.14
39220.75
39170.14
39170.14
39271.36
39220.75
39271.36
39372.57
39271.36
39271.36
39321.97
39271.36
39321.97
39321.97
39321.97
39372.57
39372.57
39372.57
39321.97
39372.57
39372.57
39423.18
38664.07
39372.57
39423.18
39473.79
39524.40
39473.79
39473.79
39473.79
39473.79
39575.00
39473.79
39524.40
39575.00
39524.40
39575.00
39524.40
39575.00
39575.00
39473.79
39575.00
39473.79
39524.40
39676.22
39575.00
39575.00
39625.61

16.5839
16.7132
16.8245
16.9387
17.0699
17.1993
17.3210
17.4494
17.5731
17.6891
17.8185
17.9403
18.0668
18.1952
18.3169
18.4415
18.5680
18.6964
18.8153
18.9485
19.0779
19.2025
19.3309
19.4669
19.5944
19.7266
19.7979
19.8949
20.0129
20.1470
20.2811
20.4124
20.5474
20.6654
20.7757
20.8927
20.9926
21.0773
21.1676
21.3008
21.4406
21.5633
21.6898
21.8230
21.9447
22.0674
22.1749
22.3081
22.4298
22.5468
22.6781
22.8084

496.15
496.80
497.44
498.09
498.73
499.37
498.73
498.73
500.02
499.37
500.02
501.31
500.02
500.02
500.66
500.02
500.66
500.66
500.66
501.31
501.31
501.31
500.66
501.31
501.31
501.95
492.29
501.31
501.95
502.60
503.24
502.60
502.60
502.60
502.60
503.88
502.60
503.24
503.88
503.24
503.88
503.24
503.88
503.88
502.60
503.88
502.60
503.24
505.17
503.88
503.88
504.53

0.165839
0.167132
0.168245
0.169387
0.170699
0.171993
0.173210
0.174494
0.175731
0.176891
0.178185
0.179403
0.180668
0.181952
0.183169
0.184415
0.185680
0.186964
0.188153
0.189485
0.190779
0.192025
0.193309
0.194669
0.195944
0.197266
0.197979
0.198949
0.200129
0.201470
0.202811
0.204124
0.205474
0.206654
0.207757
0.208927
0.209926
0.210773
0.211676
0.213008
0.214406
0.215633
0.216898
0.218230
0.219447
0.220674
0.221749
0.223081
0.224298
0.225468
0.226781
0.228084

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

560 39524.40 22.9387


503.24
0.229387
561 39676.22 23.0785
505.17
0.230785
562 39625.61 23.2250
504.53
0.232250
563 39878.65 23.3677
507.75
0.233677
564 39575.00 23.5113
503.88
0.235113
565 39625.61 23.6312
504.53
0.236312
566 39625.61 23.7415
504.53
0.237415
567 39575.00 23.8823
503.88
0.238823
568 39575.00 24.0250
503.88
0.240250
569 39625.61 24.1705
504.53
0.241705
570 39575.00 24.3113
503.88
0.243113
571 39524.40 24.4501
503.24
0.244501
572 39575.00 24.5919
503.88
0.245919
573 39575.00 24.7250
503.88
0.247250
574 39625.61 24.8677
504.53
0.248677
575 39524.40 25.0066
503.24
0.250066
576 39473.79 25.1521
502.60
0.251521
577 39524.40 25.2843
503.24
0.252843
578 39524.40 25.4223
503.24
0.254223
579 39524.40 25.5630
503.24
0.255630
580 39473.79 25.6943
502.60
0.256943
581 39423.18 25.7466
501.95
0.257466
582 39372.57 25.7951
501.31
0.257951
583 39321.97 25.8579
500.66
0.258579
584 39321.97 25.9226
500.66
0.259226
585 39271.36 25.9854
500.02
0.259854
586 39170.14 26.0386
498.73
0.260386
587 39170.14 26.1023
498.73
0.261023
588 38917.11 26.1651
495.51
0.261651
589 38613.46 26.3107
491.64
0.263107
590 38461.64 26.4172
489.71
0.264172
591 38056.78 26.5627
484.55
0.265627
592 37702.53 26.6997
480.04
0.266997
593 37145.85 26.7805
472.96
0.267805
594 36639.77 26.8357
466.51
0.268357
595 35931.27 26.9004
457.49
0.269004
596 35070.94 26.9346
446.54
0.269346
597 34160.01 26.9860
434.94
0.269860
598 33097.25 27.0630
421.41
0.270630
599 31629.64 27.1962
402.72
0.271962
600 29959.59 27.3018
381.46
0.273018
-------------------------------------------------PROP. LIMIT FORCE
:
25708.57 [N]
YIELD FORCE
:
26518.29 [N]
MAXIMUM FORCE
:
39878.65 [N]
BREAK FORCE
:
29959.59 [N]
TESTING SPEED
:
3.26 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
327.50 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
337.82 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
507.75 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
381.46 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 206390.27 [N/mm^2]

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

ELONGATION
:
27.20 [%]
REDUCTION OF AREA
:
62.79 [%]
ENERGY
:
973.80 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

FILE

C:\My Documents\UTMTest\USU3-UP.prn

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 28-6-2007
TIME
:
9:58:3
NO. SPECIMENT
:
3
SAMPLING TIME
:
800
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
1720.65
0.0006
21.91
0.000006
2
1923.08
0.0040
24.49
0.000040
3
2226.73
0.0086
28.35
0.000086
4
2631.59
0.0132
33.51
0.000132
5
2985.84
0.0166
38.02
0.000166
6
3390.70
0.0213
43.17
0.000213
7
3795.56
0.0256
48.33
0.000256
8
4251.02
0.0301
54.13
0.000301
9
4706.49
0.0340
59.92
0.000340
10
5111.35
0.0378
65.08
0.000378
11
5465.60
0.0412
69.59
0.000412
12
6022.28
0.0443
76.68
0.000443
13
6427.14
0.0473
81.83
0.000473
14
6730.79
0.0502
85.70
0.000502
15
7236.86
0.0531
92.14
0.000531
16
7692.33
0.0557
97.94
0.000557
17
8097.19
0.0586
103.10
0.000586
18
8502.05
0.0613
108.25
0.000613
19
8957.51
0.0638
114.05
0.000638
20
9261.16
0.0662
117.92
0.000662
21
9564.80
0.0680
121.78
0.000680
22 10172.09
0.0701
129.52
0.000701
23 10576.95
0.0723
134.67
0.000723
24 10931.20
0.0744
139.18
0.000744
25 11285.46
0.0765
143.69
0.000765
26 11639.71
0.0789
148.20
0.000789
27 12095.17
0.0813
154.00
0.000813
28 12449.43
0.0836
158.51
0.000836
29 12854.29
0.0857
163.67
0.000857
30 13208.54
0.0878
168.18
0.000878
31 13512.18
0.0898
172.04
0.000898
32 13967.65
0.0917
177.84
0.000917
33 14068.86
0.0936
179.13
0.000936
34 14574.94
0.0955
185.57
0.000955
35 14777.37
0.0972
188.15
0.000972
36 15182.23
0.0992
193.31
0.000992
37 15485.87
0.1005
197.17
0.001005
38 15840.12
0.1021
201.68
0.001021
39 16194.38
0.1040
206.19
0.001040
40 16447.41
0.1058
209.41
0.001058

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92

16751.06
17155.92
17358.35
17813.81
17965.63
18168.06
18623.53
18775.35
19129.61
19433.25
19686.29
19939.32
20192.36
20445.40
20647.83
20900.87
21103.29
21356.33
21558.76
21811.80
22014.23
22216.66
22469.70
22773.34
22823.95
23076.98
23228.81
23431.24
23633.67
23633.67
23785.49
23987.92
24240.96
24342.17
24544.60
24696.42
24848.24
24696.42
24848.24
25101.28
25202.50
25506.14
25404.93
25455.53
25506.14
25607.36
25607.36
25455.53
25404.93
25303.71
25354.32
25354.32

0.1078
0.1094
0.1114
0.1133
0.1144
0.1155
0.1169
0.1186
0.1199
0.1213
0.1225
0.1237
0.1254
0.1263
0.1274
0.1286
0.1302
0.1312
0.1326
0.1340
0.1351
0.1368
0.1378
0.1391
0.1403
0.1413
0.1427
0.1436
0.1446
0.1467
0.1474
0.1482
0.1491
0.1499
0.1510
0.1674
0.1752
0.1891
0.1925
0.1968
0.2055
0.2150
0.2263
0.2384
0.2514
0.2652
0.2825
0.2998
0.3154
0.3310
0.3466
0.3613

213.28
218.44
221.01
226.81
228.75
231.32
237.12
239.06
243.57
247.43
250.65
253.88
257.10
260.32
262.90
266.12
268.70
271.92
274.49
277.72
280.29
282.87
286.09
289.96
290.60
293.83
295.76
298.34
300.91
300.91
302.85
305.42
308.65
309.93
312.51
314.44
316.38
314.44
316.38
319.60
320.89
324.75
323.47
324.11
324.75
326.04
326.04
324.11
323.47
322.18
322.82
322.82

0.001078
0.001094
0.001114
0.001133
0.001144
0.001155
0.001169
0.001186
0.001199
0.001213
0.001225
0.001237
0.001254
0.001263
0.001274
0.001286
0.001302
0.001312
0.001326
0.001340
0.001351
0.001368
0.001378
0.001391
0.001403
0.001413
0.001427
0.001436
0.001446
0.001467
0.001474
0.001482
0.001491
0.001499
0.001510
0.001674
0.001752
0.001891
0.001925
0.001968
0.002055
0.002150
0.002263
0.002384
0.002514
0.002652
0.002825
0.002998
0.003154
0.003310
0.003466
0.003613

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144

25101.28
25101.28
25151.89
25303.71
25404.93
25404.93
25607.36
25404.93
25455.53
25455.53
25506.14
25202.50
25303.71
25506.14
25506.14
25708.57
25657.96
25657.96
25708.57
25657.96
25657.96
25607.36
25556.75
25607.36
25708.57
25809.79
25759.18
25708.57
25759.18
25759.18
25911.00
25809.79
25759.18
25860.39
25961.61
26012.21
25911.00
25961.61
26012.21
26012.21
25759.18
25911.00
26012.21
26012.21
26214.64
26113.43
26164.04
26366.47
26366.47
26568.90
26771.33
26872.54

0.3786
0.3821
0.3899
0.3942
0.4054
0.4228
0.4383
0.4539
0.4678
0.4816
0.4937
0.5102
0.5171
0.5275
0.5379
0.5491
0.5621
0.5760
0.5915
0.6054
0.6149
0.6331
0.6400
0.6530
0.6677
0.6842
0.7015
0.7162
0.7309
0.7456
0.7595
0.7724
0.7863
0.8010
0.8140
0.8287
0.8417
0.8521
0.8685
0.8841
0.9040
0.9135
0.9248
0.9378
0.9507
0.9646
0.9810
1.0087
1.0529
1.1022
1.1663
1.2329

319.60
319.60
320.24
322.18
323.47
323.47
326.04
323.47
324.11
324.11
324.75
320.89
322.18
324.75
324.75
327.33
326.69
326.69
327.33
326.69
326.69
326.04
325.40
326.04
327.33
328.62
327.98
327.33
327.98
327.98
329.91
328.62
327.98
329.26
330.55
331.20
329.91
330.55
331.20
331.20
327.98
329.91
331.20
331.20
333.78
332.49
333.13
335.71
335.71
338.29
340.86
342.15

0.003786
0.003821
0.003899
0.003942
0.004054
0.004228
0.004383
0.004539
0.004678
0.004816
0.004937
0.005102
0.005171
0.005275
0.005379
0.005491
0.005621
0.005760
0.005915
0.006054
0.006149
0.006331
0.006400
0.006530
0.006677
0.006842
0.007015
0.007162
0.007309
0.007456
0.007595
0.007724
0.007863
0.008010
0.008140
0.008287
0.008417
0.008521
0.008685
0.008841
0.009040
0.009135
0.009248
0.009378
0.009507
0.009646
0.009810
0.010087
0.010529
0.011022
0.011663
0.012329

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196

26923.15
26771.33
26720.72
26720.72
26720.72
26923.15
27074.97
27125.58
27176.19
27176.19
27226.79
27024.36
27125.58
27226.79
27277.40
27378.62
27530.44
28036.51
28390.76
28491.98
28694.41
28896.84
29149.88
29301.70
29453.52
29605.34
29807.77
29959.59
30111.42
30769.31
30415.06
30516.28
30718.71
30870.53
31072.96
31224.78
31376.60
31427.21
31629.64
31730.85
31983.89
32085.11
32186.32
32287.54
32388.75
32540.57
32692.39
32793.61
32844.22
32996.04
33097.25
33198.47

1.3013
1.4008
1.5108
1.5965
1.6986
1.7886
1.8648
1.9617
2.0665
2.1695
2.2751
2.3833
2.4888
2.5875
2.6715
2.7771
2.8775
2.9640
3.0506
3.1527
3.2523
3.3423
3.4392
3.5344
3.6271
3.7188
3.8088
3.9014
3.9863
4.0789
4.1672
4.2546
4.3472
4.4398
4.5195
4.6025
4.6978
4.7791
4.8683
4.9462
5.0223
5.1184
5.1937
5.2742
5.3582
5.4404
5.5348
5.6274
5.7260
5.8187
5.9113
5.9961

342.80
340.86
340.22
340.22
340.22
342.80
344.73
345.37
346.02
346.02
346.66
344.08
345.37
346.66
347.31
348.60
350.53
356.97
361.48
362.77
365.35
367.93
371.15
373.08
375.01
376.95
379.52
381.46
383.39
391.77
387.26
388.55
391.12
393.06
395.63
397.57
399.50
400.14
402.72
404.01
407.23
408.52
409.81
411.10
412.39
414.32
416.25
417.54
418.19
420.12
421.41
422.70

0.013013
0.014008
0.015108
0.015965
0.016986
0.017886
0.018648
0.019617
0.020665
0.021695
0.022751
0.023833
0.024888
0.025875
0.026715
0.027771
0.028775
0.029640
0.030506
0.031527
0.032523
0.033423
0.034392
0.035344
0.036271
0.037188
0.038088
0.039014
0.039863
0.040789
0.041672
0.042546
0.043472
0.044398
0.045195
0.046025
0.046978
0.047791
0.048683
0.049462
0.050223
0.051184
0.051937
0.052742
0.053582
0.054404
0.055348
0.056274
0.057260
0.058187
0.059113
0.059961

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248

33249.08
33400.90
33451.51
33603.33
33653.94
33906.97
33906.97
34008.19
34058.79
34109.40
34160.01
34311.83
34362.44
34413.05
34615.48
34615.48
34666.08
34767.30
34868.51
34919.12
34919.12
35020.34
35070.94
35222.77
35273.37
35273.37
35425.20
35475.80
35526.41
35627.63
35627.63
35728.84
35728.84
35830.05
35880.66
35931.27
35981.88
36032.48
36083.09
36083.09
36184.31
36234.91
36285.52
36336.13
36386.74
36386.74
36437.34
36487.95
36538.56
36639.77
36639.77
36740.99

6.0740
6.1597
6.2255
6.3025
6.3917
6.4748
6.5691
6.6600
6.7457
6.8314
6.9162
7.0045
7.0936
7.1715
7.2598
7.3524
7.4390
7.5351
7.6199
7.7160
7.8025
7.8925
7.9860
8.0648
8.1574
8.2405
8.3219
8.3928
8.4647
8.5417
8.6283
8.7070
8.7919
8.8793
8.9606
9.0524
9.1389
9.2350
9.3224
9.4029
9.5008
9.5830
9.6817
9.7682
9.8513
9.9387
10.0088
10.0954
10.1828
10.2607
10.3551
10.4425

423.34
425.27
425.92
427.85
428.50
431.72
431.72
433.01
433.65
434.29
434.94
436.87
437.52
438.16
440.74
440.74
441.38
442.67
443.96
444.60
444.60
445.89
446.54
448.47
449.11
449.11
451.05
451.69
452.34
453.63
453.63
454.91
454.91
456.20
456.85
457.49
458.14
458.78
459.42
459.42
460.71
461.36
462.00
462.65
463.29
463.29
463.93
464.58
465.22
466.51
466.51
467.80

0.060740
0.061597
0.062255
0.063025
0.063917
0.064748
0.065691
0.066600
0.067457
0.068314
0.069162
0.070045
0.070936
0.071715
0.072598
0.073524
0.074390
0.075351
0.076199
0.077160
0.078025
0.078925
0.079860
0.080648
0.081574
0.082405
0.083219
0.083928
0.084647
0.085417
0.086283
0.087070
0.087919
0.088793
0.089606
0.090524
0.091389
0.092350
0.093224
0.094029
0.095008
0.095830
0.096817
0.097682
0.098513
0.099387
0.100088
0.100954
0.101828
0.102607
0.103551
0.104425

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300

36690.38
36740.99
36791.60
36842.20
36842.20
36943.42
36892.81
36994.03
37044.63
37095.24
37095.24
37247.06
37348.28
37348.28
37398.88
37398.88
37398.88
37449.49
37500.10
37601.31
37601.31
37601.31
37702.53
37702.53
37803.74
37753.14
37854.35
37955.57
37955.57
38006.17
38006.17
38107.39
38006.17
38107.39
38107.39
38158.00
38208.60
38208.60
38259.21
38259.21
38309.82
38360.43
38360.43
38360.43
38360.43
38461.64
38461.64
38512.25
38512.25
38512.25
38613.46
38562.86

10.5351
10.6286
10.7151
10.7887
10.8692
10.9471
11.0475
11.1367
11.2189
11.3011
11.4007
11.5192
11.6318
11.7503
11.8629
11.9823
12.0957
12.2074
12.3173
12.4237
12.5380
12.6471
12.7630
12.8782
12.9907
13.1023
13.2270
13.3360
13.4546
13.5585
13.6719
13.7792
13.9004
14.0112
14.1194
14.2155
14.3306
14.4370
14.5418
14.6465
14.7478
14.8612
14.9642
15.0836
15.1927
15.3052
15.4108
15.5346
15.6488
15.7613
15.8730
15.9925

467.16
467.80
468.45
469.09
469.09
470.38
469.73
471.02
471.67
472.31
472.31
474.24
475.53
475.53
476.18
476.18
476.18
476.82
477.47
478.75
478.75
478.75
480.04
480.04
481.33
480.69
481.98
483.27
483.27
483.91
483.91
485.20
483.91
485.20
485.20
485.84
486.49
486.49
487.13
487.13
487.78
488.42
488.42
488.42
488.42
489.71
489.71
490.35
490.35
490.35
491.64
491.00

0.105351
0.106286
0.107151
0.107887
0.108692
0.109471
0.110475
0.111367
0.112189
0.113011
0.114007
0.115192
0.116318
0.117503
0.118629
0.119823
0.120957
0.122074
0.123173
0.124237
0.125380
0.126471
0.127630
0.128782
0.129907
0.131023
0.132270
0.133360
0.134546
0.135585
0.136719
0.137792
0.139004
0.140112
0.141194
0.142155
0.143306
0.144370
0.145418
0.146465
0.147478
0.148612
0.149642
0.150836
0.151927
0.153052
0.154108
0.155346
0.156488
0.157613
0.158730
0.159925

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352

38613.46
38664.07
38613.46
38664.07
38664.07
38815.89
38765.29
38765.29
38765.29
38815.89
38866.50
38866.50
38866.50
38866.50
38815.89
38815.89
38917.11
38866.50
38917.11
38967.71
38917.11
39271.36
39068.93
38967.71
39018.32
39018.32
39068.93
39068.93
39119.54
39068.93
39119.54
39068.93
39068.93
39119.54
39068.93
39119.54
39170.14
39170.14
39170.14
39170.14
39271.36
39170.14
39473.79
39220.75
39170.14
39170.14
39220.75
39220.75
39271.36
39220.75
39220.75
39220.75

16.1032
16.2253
16.3421
16.4547
16.5698
16.6901
16.8009
16.9125
17.0285
17.1410
17.2562
17.3661
17.4838
17.5981
17.7097
17.8084
17.9330
18.0482
18.1659
18.2611
18.3727
18.4870
18.5995
18.7094
18.8202
18.9146
19.0141
19.0851
19.1933
19.2989
19.4131
19.5161
19.6269
19.7343
19.8451
19.9533
20.0519
20.1575
20.2666
20.3765
20.4899
20.6042
20.7158
20.8301
20.9461
21.0577
21.1746
21.2914
21.4074
21.5208
21.6506
21.7605

491.64
492.29
491.64
492.29
492.29
494.22
493.58
493.58
493.58
494.22
494.86
494.86
494.86
494.86
494.22
494.22
495.51
494.86
495.51
496.15
495.51
500.02
497.44
496.15
496.80
496.80
497.44
497.44
498.09
497.44
498.09
497.44
497.44
498.09
497.44
498.09
498.73
498.73
498.73
498.73
500.02
498.73
502.60
499.37
498.73
498.73
499.37
499.37
500.02
499.37
499.37
499.37

0.161032
0.162253
0.163421
0.164547
0.165698
0.166901
0.168009
0.169125
0.170285
0.171410
0.172562
0.173661
0.174838
0.175981
0.177097
0.178084
0.179330
0.180482
0.181659
0.182611
0.183727
0.184870
0.185995
0.187094
0.188202
0.189146
0.190141
0.190851
0.191933
0.192989
0.194131
0.195161
0.196269
0.197343
0.198451
0.199533
0.200519
0.201575
0.202666
0.203765
0.204899
0.206042
0.207158
0.208301
0.209461
0.210577
0.211746
0.212914
0.214074
0.215208
0.216506
0.217605

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

353 39271.36 21.9008


500.02
0.219008
354 39220.75 22.0237
499.37
0.220237
355 39220.75 22.1353
499.37
0.221353
356 39271.36 22.2565
500.02
0.222565
357 39220.75 22.3794
499.37
0.223794
358 39220.75 22.5041
499.37
0.225041
359 39321.97 22.6157
500.66
0.226157
360 39271.36 22.7352
500.02
0.227352
361 39271.36 22.8676
500.02
0.228676
362 39220.75 22.9767
499.37
0.229767
363 39271.36 23.0987
500.02
0.230987
364 39271.36 23.2112
500.02
0.232112
365 39271.36 23.3419
500.02
0.233419
366 39271.36 23.4657
500.02
0.234657
367 39271.36 23.5834
500.02
0.235834
368 39271.36 23.7115
500.02
0.237115
369 39271.36 23.8439
500.02
0.238439
370 39271.36 23.9686
500.02
0.239686
371 39220.75 24.1045
499.37
0.241045
372 39220.75 24.2326
499.37
0.242326
373 39170.14 24.3659
498.73
0.243659
374 39220.75 24.4853
499.37
0.244853
375 38967.71 24.5676
496.15
0.245676
376 39170.14 24.6680
498.73
0.246680
377 39119.54 24.8004
498.09
0.248004
378 39170.14 24.9328
498.73
0.249328
379 39271.36 25.0609
500.02
0.250609
380 39119.54 25.1925
498.09
0.251925
381 39018.32 25.3007
496.80
0.253007
382 38967.71 25.4227
496.15
0.254227
383 39018.32 25.5560
496.80
0.255560
384 38917.11 25.6936
495.51
0.256936
385 38917.11 25.8304
495.51
0.258304
386 38714.68 25.9533
492.93
0.259533
387 38714.68 26.0814
492.93
0.260814
388 38562.86 26.2078
491.00
0.262078
389 38512.25 26.3394
490.35
0.263394
390 38259.21 26.4138
487.13
0.264138
391 38107.39 26.5073
485.20
0.265073
392 37854.35 26.6406
481.98
0.266406
393 37500.10 26.7747
477.47
0.267747
394 37145.85 26.9002
472.96
0.269002
395 36690.38 27.0327
467.16
0.270327
396 36133.70 27.1703
460.07
0.271703
397 35627.63 27.3105
453.63
0.273105
398 34919.12 27.4429
444.60
0.274429
399 34109.40 27.5866
434.29
0.275866
400 33198.47 27.7199
422.70
0.277199
401 31933.28 27.8575
406.59
0.278575
402 30516.28 28.0133
388.55
0.280133
403 25911.00 28.1596
329.91
0.281596
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

PROP. LIMIT FORCE


:
24544.60 [N]
YIELD FORCE
:
24848.24 [N]
MAXIMUM FORCE
:
39473.79 [N]
BREAK FORCE
:
25911.00 [N]
TESTING SPEED
:
5.03 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
312.51 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
316.38 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
502.60 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
329.91 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 206904.51 [N/mm^2]
ELONGATION
:
28.00 [%]
REDUCTION OF AREA
:
62.79 [%]
ENERGY
:
1004.44 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

FILE
: C:\My Documents\UTMTest\SIPIL1-UP.prn
TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 10-7-2007
TIME
:
9:24:43
NO. SPECIMENT
:
1
SAMPLING TIME
: 1000
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
1821.87
0.0001
23.20
0.000001
2
2125.51
0.0010
27.06
0.000010
3
2479.76
0.0044
31.57
0.000044
4
2682.19
0.0074
34.15
0.000074
5
3036.45
0.0102
38.66
0.000102
6
3188.27
0.0131
40.59
0.000131
7
3643.73
0.0167
46.39
0.000167
8
3744.95
0.0191
47.68
0.000191
9
3997.99
0.0219
50.90
0.000219
10
4200.42
0.0242
53.48
0.000242
11
4402.85
0.0267
56.06
0.000267
12
4757.10
0.0292
60.57
0.000292
13
5010.13
0.0317
63.79
0.000317
14
5263.17
0.0339
67.01
0.000339
15
5516.21
0.0360
70.23
0.000360
16
5718.64
0.0380
72.81
0.000380
17
6022.28
0.0400
76.68
0.000400
18
6275.32
0.0416
79.90
0.000416
19
6477.75
0.0435
82.48
0.000435
20
6781.39
0.0454
86.34
0.000454
21
7085.04
0.0469
90.21
0.000469
22
7135.65
0.0482
90.85
0.000482
23
7489.90
0.0499
95.36
0.000499
24
7591.11
0.0512
96.65
0.000512
25
7844.15
0.0524
99.87
0.000524
26
8097.19
0.0532
103.10
0.000532
27
8299.62
0.0545
105.67
0.000545
28
8451.44
0.0560
107.61
0.000560
29
8653.87
0.0572
110.18
0.000572
30
8856.30
0.0588
112.76
0.000588
31
9008.12
0.0606
114.69
0.000606
32
9311.77
0.0618
118.56
0.000618
33
9463.59
0.0632
120.49
0.000632
34
9666.02
0.0645
123.07
0.000645
35
9919.05
0.0657
126.29
0.000657
36 10222.70
0.0676
130.16
0.000676
37 10576.95
0.0699
134.67
0.000699
38 11083.03
0.0731
141.11
0.000731
39 11538.49
0.0763
146.91
0.000763

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91

11993.96
12702.46
13259.14
13815.83
14372.51
14979.80
15435.26
15991.95
16599.23
17004.09
17459.56
17965.63
18471.71
19028.39
19483.86
19635.68
20141.75
20597.22
21103.29
21558.76
21963.62
22368.48
22823.95
23178.20
23633.67
23987.92
24291.56
24797.64
25101.28
25506.14
25860.39
26164.04
26467.68
26872.54
27125.58
27479.83
27834.08
28087.12
28390.76
28643.80
28998.05
29554.73
29504.13
29655.95
30060.81
30263.24
30516.28
30769.31
31072.96
31174.17
31427.21
31629.64

0.0798
0.0831
0.0871
0.0910
0.0943
0.0976
0.1006
0.1036
0.1066
0.1094
0.1117
0.1151
0.1180
0.1208
0.1233
0.1252
0.1274
0.1297
0.1321
0.1346
0.1370
0.1392
0.1415
0.1435
0.1458
0.1481
0.1503
0.1522
0.1544
0.1563
0.1581
0.1599
0.1618
0.1636
0.1652
0.1668
0.1685
0.1701
0.1715
0.1730
0.1744
0.1757
0.1771
0.1785
0.1799
0.1811
0.1825
0.1839
0.1850
0.1863
0.1876
0.1886

152.71
161.73
168.82
175.91
183.00
190.73
196.53
203.62
211.35
216.50
222.30
228.75
235.19
242.28
248.08
250.01
256.45
262.25
268.70
274.49
279.65
284.80
290.60
295.11
300.91
305.42
309.29
315.73
319.60
324.75
329.26
333.13
337.00
342.15
345.37
349.88
354.39
357.62
361.48
364.70
369.21
376.30
375.66
377.59
382.75
385.32
388.55
391.77
395.63
396.92
400.14
402.72

0.000798
0.000831
0.000871
0.000910
0.000943
0.000976
0.001006
0.001036
0.001066
0.001094
0.001117
0.001151
0.001180
0.001208
0.001233
0.001252
0.001274
0.001297
0.001321
0.001346
0.001370
0.001392
0.001415
0.001435
0.001458
0.001481
0.001503
0.001522
0.001544
0.001563
0.001581
0.001599
0.001618
0.001636
0.001652
0.001668
0.001685
0.001701
0.001715
0.001730
0.001744
0.001757
0.001771
0.001785
0.001799
0.001811
0.001825
0.001839
0.001850
0.001863
0.001876
0.001886

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143

31730.85
32034.50
32236.93
32338.14
32591.18
32692.39
32894.82
33046.65
33147.86
33198.47
33350.29
33299.68
33502.11
33603.33
33653.94
33755.15
33299.68
33552.72
33704.54
33906.97
34058.79
34160.01
34261.22
34514.26
34514.26
34564.87
34716.69
34817.91
34817.91
34817.91
34868.51
34919.12
34969.73
35020.34
35121.55
35121.55
35222.77
35172.16
35222.77
35172.16
35273.37
35374.59
35374.59
35425.20
35425.20
35374.59
35526.41
35475.80
35475.80
35577.02
35678.23
35627.63

0.1895
0.1908
0.1918
0.1931
0.1941
0.1954
0.1964
0.1977
0.1987
0.2002
0.2021
0.2038
0.2053
0.2067
0.2152
0.2245
0.2322
0.2369
0.2423
0.2477
0.2562
0.2647
0.2709
0.2794
0.2872
0.2957
0.3050
0.3143
0.3243
0.3328
0.3421
0.3514
0.3599
0.3653
0.3762
0.3870
0.3955
0.4094
0.4195
0.4319
0.4435
0.4528
0.4605
0.4698
0.4799
0.4915
0.5023
0.5116
0.5193
0.5278
0.5379
0.5472

404.01
407.88
410.45
411.74
414.96
416.25
418.83
420.76
422.05
422.70
424.63
423.98
426.56
427.85
428.50
429.78
423.98
427.21
429.14
431.72
433.65
434.94
436.23
439.45
439.45
440.09
442.03
443.32
443.32
443.32
443.96
444.60
445.25
445.89
447.18
447.18
448.47
447.83
448.47
447.83
449.11
450.40
450.40
451.05
451.05
450.40
452.34
451.69
451.69
452.98
454.27
453.63

0.001895
0.001908
0.001918
0.001931
0.001941
0.001954
0.001964
0.001977
0.001987
0.002002
0.002021
0.002038
0.002053
0.002067
0.002152
0.002245
0.002322
0.002369
0.002423
0.002477
0.002562
0.002647
0.002709
0.002794
0.002872
0.002957
0.003050
0.003143
0.003243
0.003328
0.003421
0.003514
0.003599
0.003653
0.003762
0.003870
0.003955
0.004094
0.004195
0.004319
0.004435
0.004528
0.004605
0.004698
0.004799
0.004915
0.005023
0.005116
0.005193
0.005278
0.005379
0.005472

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195

35678.23
35678.23
35678.23
35627.63
35526.41
35475.80
35374.59
35526.41
35526.41
35627.63
35678.23
35830.05
35627.63
35526.41
35323.98
35172.16
35121.55
35172.16
34615.48
34716.69
34817.91
34919.12
35020.34
34666.08
34564.87
34564.87
34615.48
34767.30
34767.30
34919.12
35222.77
35070.94
35222.77
35273.37
35374.59
35475.80
35475.80
35577.02
35577.02
35678.23
35779.45
35678.23
35627.63
35627.63
35830.05
35981.88
36234.91
36032.48
36285.52
36285.52
36032.48
36639.77

0.5565
0.5673
0.5781
0.5890
0.6021
0.6168
0.6292
0.6385
0.6486
0.6571
0.6656
0.6749
0.6857
0.7004
0.7205
0.7337
0.7445
0.7546
0.7670
0.7693
0.7762
0.7855
0.7995
0.8188
0.8351
0.8467
0.8552
0.8645
0.8737
0.8799
0.8877
0.8954
0.9024
0.9109
0.9194
0.9271
0.9364
0.9488
0.9689
1.0007
1.0440
1.0982
1.1516
1.1949
1.2413
1.2854
1.3272
1.3791
1.4263
1.4743
1.5331
1.5563

454.27
454.27
454.27
453.63
452.34
451.69
450.40
452.34
452.34
453.63
454.27
456.20
453.63
452.34
449.76
447.83
447.18
447.83
440.74
442.03
443.32
444.60
445.89
441.38
440.09
440.09
440.74
442.67
442.67
444.60
448.47
446.54
448.47
449.11
450.40
451.69
451.69
452.98
452.98
454.27
455.56
454.27
453.63
453.63
456.20
458.14
461.36
458.78
462.00
462.00
458.78
466.51

0.005565
0.005673
0.005781
0.005890
0.006021
0.006168
0.006292
0.006385
0.006486
0.006571
0.006656
0.006749
0.006857
0.007004
0.007205
0.007337
0.007445
0.007546
0.007670
0.007693
0.007762
0.007855
0.007995
0.008188
0.008351
0.008467
0.008552
0.008645
0.008737
0.008799
0.008877
0.008954
0.009024
0.009109
0.009194
0.009271
0.009364
0.009488
0.009689
0.010007
0.010440
0.010982
0.011516
0.011949
0.012413
0.012854
0.013272
0.013791
0.014263
0.014743
0.015331
0.015563

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247

36943.42
37297.67
37449.49
37702.53
37955.57
38158.00
38309.82
38512.25
38714.68
38917.11
39018.32
39220.75
39473.79
39676.22
39929.26
40131.69
40435.33
40688.37
41093.23
41346.26
42105.38
42004.16
42358.41
42662.06
42965.70
43269.35
43572.99
43826.03
44129.67
44433.32
44736.96
44990.00
45192.43
45445.46
45698.50
45951.54
46204.58
46407.01
46660.04
46862.47
47064.90
47267.33
47064.90
47621.58
47874.62
48026.44
48330.09
48431.30
48583.13
48785.55
48937.38
49089.20

1.5950
1.6360
1.6755
1.7157
1.7559
1.7946
1.8364
1.8759
1.9153
1.9533
1.9896
2.0345
2.0732
2.1096
2.1599
2.2156
2.2760
2.3301
2.3920
2.4663
2.5476
2.6296
2.7109
2.7882
2.8618
2.9361
3.0134
3.0893
3.1690
3.2518
3.3230
3.4035
3.4754
3.5482
3.6186
3.6936
3.7633
3.8384
3.9157
3.9893
4.0589
4.1255
4.1773
4.2408
4.3127
4.3855
4.4489
4.5263
4.5898
4.6540
4.7291
4.7917

470.38
474.89
476.82
480.04
483.27
485.84
487.78
490.35
492.93
495.51
496.80
499.37
502.60
505.17
508.40
510.97
514.84
518.06
523.22
526.44
536.10
534.81
539.32
543.19
547.06
550.92
554.79
558.01
561.88
565.74
569.61
572.83
575.41
578.63
581.85
585.07
588.29
590.87
594.09
596.67
599.25
601.83
599.25
606.34
609.56
611.49
615.36
616.65
618.58
621.16
623.09
625.02

0.015950
0.016360
0.016755
0.017157
0.017559
0.017946
0.018364
0.018759
0.019153
0.019533
0.019896
0.020345
0.020732
0.021096
0.021599
0.022156
0.022760
0.023301
0.023920
0.024663
0.025476
0.026296
0.027109
0.027882
0.028618
0.029361
0.030134
0.030893
0.031690
0.032518
0.033230
0.034035
0.034754
0.035482
0.036186
0.036936
0.037633
0.038384
0.039157
0.039893
0.040589
0.041255
0.041773
0.042408
0.043127
0.043855
0.044489
0.045263
0.045898
0.046540
0.047291
0.047917

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299

49241.02
49443.45
49595.27
49645.88
49848.31
50000.13
50101.35
50202.56
50404.99
50506.21
50607.42
50658.03
50860.46
50961.67
51214.71
51265.32
51366.53
51467.75
51568.96
51670.18
51822.00
51872.61
52024.43
52125.64
52226.86
52378.68
52479.90
52682.33
52631.72
52783.54
52884.76
52985.97
53188.40
53441.44
53289.62
53340.22
53441.44
53492.04
53593.26
53745.08
53745.08
53795.69
53846.30
53947.51
54048.73
54099.33
54251.16
54352.37
54352.37
54453.59
54554.80
54605.41

4.8653
4.9364
5.0092
5.0827
5.1570
5.2266
5.3033
5.3721
5.4487
5.5253
5.5958
5.6662
5.7428
5.8109
5.8836
5.9579
6.0330
6.1065
6.1823
6.2613
6.3394
6.4091
6.4965
6.5847
6.6869
6.7844
6.8842
6.9779
7.0738
7.1644
7.2549
7.3532
7.4445
7.5404
7.6341
7.7300
7.8260
7.9204
8.0164
8.1061
8.1982
8.2957
8.3855
8.4876
8.5875
8.7059
8.8204
8.9403
9.0456
9.1547
9.2677
9.3745

626.96
629.53
631.47
632.11
634.69
636.62
637.91
639.20
641.78
643.07
644.35
645.00
647.58
648.86
652.09
652.73
654.02
655.31
656.60
657.89
659.82
660.46
662.40
663.68
664.97
666.91
668.19
670.77
670.13
672.06
673.35
674.64
677.22
680.44
678.50
679.15
680.44
681.08
682.37
684.30
684.30
684.95
685.59
686.88
688.17
688.81
690.75
692.04
692.04
693.32
694.61
695.26

0.048653
0.049364
0.050092
0.050827
0.051570
0.052266
0.053033
0.053721
0.054487
0.055253
0.055958
0.056662
0.057428
0.058109
0.058836
0.059579
0.060330
0.061065
0.061823
0.062613
0.063394
0.064091
0.064965
0.065847
0.066869
0.067844
0.068842
0.069779
0.070738
0.071644
0.072549
0.073532
0.074445
0.075404
0.076341
0.077300
0.078260
0.079204
0.080164
0.081061
0.081982
0.082957
0.083855
0.084876
0.085875
0.087059
0.088204
0.089403
0.090456
0.091547
0.092677
0.093745

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351

54656.02
54757.23
54858.45
54858.45
54959.66
54959.66
55010.27
55060.88
55162.09
55212.70
55263.30
55313.91
55364.52
55364.52
55415.13
55465.73
55516.34
55516.34
55516.34
55566.95
55617.56
55668.16
55718.77
55769.38
55769.38
55718.77
55870.59
55870.59
55870.59
55921.20
56275.45
55971.81
55921.20
55971.81
55971.81
55921.20
55971.81
56073.02
56123.63
56123.63
56275.45
56123.63
56174.24
56224.85
56224.85
56224.85
56224.85
56275.45
56275.45
56224.85
56275.45
56326.06

9.4944
9.6082
9.7150
9.8287
9.9394
10.0291
10.1383
10.2497
10.3549
10.4385
10.5499
10.6505
10.7612
10.8579
10.9647
11.0754
11.1868
11.3044
11.4213
11.5428
11.6504
11.7579
11.8686
11.9738
12.0876
12.1920
12.3012
12.4072
12.5140
12.6231
12.7283
12.8398
12.9465
13.0634
13.1679
13.2778
13.3892
13.4921
13.6082
13.7188
13.8481
13.9719
14.1050
14.2396
14.3658
14.4927
14.6173
14.7434
14.8610
14.9756
15.1033
15.2271

695.90
697.19
698.48
698.48
699.77
699.77
700.41
701.06
702.35
702.99
703.63
704.28
704.92
704.92
705.57
706.21
706.86
706.86
706.86
707.50
708.14
708.79
709.43
710.08
710.08
709.43
711.37
711.37
711.37
712.01
716.52
712.66
712.01
712.66
712.66
712.01
712.66
713.94
714.59
714.59
716.52
714.59
715.23
715.88
715.88
715.88
715.88
716.52
716.52
715.88
716.52
717.17

0.094944
0.096082
0.097150
0.098287
0.099394
0.100291
0.101383
0.102497
0.103549
0.104385
0.105499
0.106505
0.107612
0.108579
0.109647
0.110754
0.111868
0.113044
0.114213
0.115428
0.116504
0.117579
0.118686
0.119738
0.120876
0.121920
0.123012
0.124072
0.125140
0.126231
0.127283
0.128398
0.129465
0.130634
0.131679
0.132778
0.133892
0.134921
0.136082
0.137188
0.138481
0.139719
0.141050
0.142396
0.143658
0.144927
0.146173
0.147434
0.148610
0.149756
0.151033
0.152271

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

352 56326.06 15.3586


717.17
0.153586
353 56376.67 15.4763
717.81
0.154763
354 56326.06 15.6078
717.17
0.156078
355 56275.45 15.7432
716.52
0.157432
356 56275.45 15.8802
716.52
0.158802
357 56326.06 16.0063
717.17
0.160063
358 56376.67 16.1247
717.81
0.161247
359 56275.45 16.2439
716.52
0.162439
360 56326.06 16.3724
717.17
0.163724
361 56326.06 16.4962
717.17
0.164962
362 56275.45 16.6161
716.52
0.166161
363 56326.06 16.7446
717.17
0.167446
364 56376.67 16.8908
717.81
0.168908
365 56326.06 17.0239
717.17
0.170239
366 56680.31 17.1555
721.68
0.171555
367 56326.06 17.2832
717.17
0.172832
368 56326.06 17.4093
717.17
0.174093
369 56275.45 17.5339
716.52
0.175339
370 56275.45 17.6593
716.52
0.176593
371 56275.45 17.7777
716.52
0.177777
372 56224.85 17.9061
715.88
0.179061
373 56275.45 18.0346
716.52
0.180346
374 56224.85 18.1770
715.88
0.181770
375 56174.24 18.3109
715.23
0.183109
376 56275.45 18.4525
716.52
0.184525
377 56123.63 18.5833
714.59
0.185833
378 56123.63 18.7233
714.59
0.187233
379 55971.81 18.8665
712.66
0.188665
380 56022.42 19.0065
713.30
0.190065
381 55921.20 19.1319
712.01
0.191319
382 55819.99 19.2433
710.72
0.192433
383 55718.77 19.3881
709.43
0.193881
384 55516.34 19.5088
706.86
0.195088
385 55162.09 19.6465
702.35
0.196465
386 54757.23 19.7905
697.19
0.197905
387 54301.76 19.9328
691.39
0.199328
388 53492.04 20.0861
681.08
0.200861
389 52732.93 20.2377
671.42
0.202377
390 51518.36 20.3933
655.95
0.203933
391 50202.56 20.5481
639.20
0.205481
392 48380.70 20.7067
616.00
0.207067
-------------------------------------------------PROP. LIMIT FORCE
:
33603.33 [N]
YIELD FORCE
:
33755.15 [N]
MAXIMUM FORCE
:
56680.31 [N]
BREAK FORCE
:
48380.70 [N]
TESTING SPEED
:
3.06 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
427.85 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
429.78 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
721.68 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
616.00 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 207597.41 [N/mm^2]

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

ELONGATION
:
20.50 [%]
REDUCTION OF AREA
:
48.16 [%]
ENERGY
:
1063.37 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

FILE

C:\My Documents\UTMTest\SIPIL2-UP.prn

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 10-7-2007
TIME
:
9:32:37
NO. SPECIMENT
:
2
SAMPLING TIME
: 1000
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
2479.76
0.0026
31.57
0.000026
2
2884.62
0.0074
36.73
0.000074
3
3289.48
0.0119
41.88
0.000119
4
3643.73
0.0164
46.39
0.000164
5
4048.59
0.0204
51.55
0.000204
6
4655.88
0.0245
59.28
0.000245
7
4858.31
0.0279
61.86
0.000279
8
5263.17
0.0318
67.01
0.000318
9
5718.64
0.0353
72.81
0.000353
10
6022.28
0.0389
76.68
0.000389
11
6477.75
0.0421
82.48
0.000421
12
6781.39
0.0452
86.34
0.000452
13
7186.25
0.0480
91.50
0.000480
14
7540.51
0.0506
96.01
0.000506
15
7995.97
0.0534
101.81
0.000534
16
8400.83
0.0555
106.96
0.000555
17
8704.48
0.0590
110.83
0.000590
18
9109.34
0.0618
115.98
0.000618
19
9514.20
0.0646
121.14
0.000646
20
9716.63
0.0673
123.72
0.000673
21 10121.48
0.0697
128.87
0.000697
22 10374.52
0.0722
132.09
0.000722
23 10678.17
0.0746
135.96
0.000746
24 11032.42
0.0768
140.47
0.000768
25 11386.67
0.0788
144.98
0.000788
26 11690.31
0.0809
148.85
0.000809
27 11943.35
0.0829
152.07
0.000829
28 12297.60
0.0847
156.58
0.000847
29 12550.64
0.0866
159.80
0.000866
30 12904.89
0.0883
164.31
0.000883
31 13157.93
0.0900
167.53
0.000900
32 13461.57
0.0915
171.40
0.000915
33 13613.40
0.0936
173.33
0.000936
34 14018.26
0.0954
178.49
0.000954
35 14220.69
0.0970
181.06
0.000970
36 14473.72
0.0987
184.29
0.000987
37 14777.37
0.1005
188.15
0.001005
38 14979.80
0.1019
190.73
0.001019
39 15182.23
0.1035
193.31
0.001035
40 15485.87
0.1049
197.17
0.001049

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92

15738.91
15991.95
16143.77
16447.41
16599.23
16801.66
17004.09
17155.92
17459.56
17611.38
17813.81
18016.24
18168.06
18421.10
18522.32
18674.14
18977.78
19079.00
19180.21
19433.25
19534.46
19736.89
19838.11
19989.93
20192.36
20445.40
20445.40
20597.22
20698.44
20900.87
21052.69
21153.90
21255.12
21406.94
21558.76
21761.19
21913.01
21913.01
22064.84
22166.05
22267.27
22317.87
22520.30
22570.91
22672.13
23076.98
23431.24
23734.88
24089.13
24342.17
24696.42
25050.67

0.1061
0.1076
0.1090
0.1104
0.1117
0.1129
0.1140
0.1152
0.1164
0.1175
0.1184
0.1197
0.1207
0.1218
0.1225
0.1237
0.1245
0.1252
0.1260
0.1269
0.1282
0.1290
0.1301
0.1309
0.1317
0.1327
0.1336
0.1342
0.1352
0.1359
0.1365
0.1374
0.1381
0.1388
0.1395
0.1404
0.1410
0.1415
0.1421
0.1429
0.1434
0.1439
0.1445
0.1454
0.1476
0.1486
0.1502
0.1518
0.1534
0.1548
0.1565
0.1582

200.39
203.62
205.55
209.41
211.35
213.93
216.50
218.44
222.30
224.24
226.81
229.39
231.32
234.54
235.83
237.77
241.63
242.92
244.21
247.43
248.72
251.30
252.59
254.52
257.10
260.32
260.32
262.25
263.54
266.12
268.05
269.34
270.63
272.56
274.49
277.07
279.01
279.01
280.94
282.23
283.52
284.16
286.74
287.38
288.67
293.83
298.34
302.20
306.71
309.93
314.44
318.96

0.001061
0.001076
0.001090
0.001104
0.001117
0.001129
0.001140
0.001152
0.001164
0.001175
0.001184
0.001197
0.001207
0.001218
0.001225
0.001237
0.001245
0.001252
0.001260
0.001269
0.001282
0.001290
0.001301
0.001309
0.001317
0.001327
0.001336
0.001342
0.001352
0.001359
0.001365
0.001374
0.001381
0.001388
0.001395
0.001404
0.001410
0.001415
0.001421
0.001429
0.001434
0.001439
0.001445
0.001454
0.001476
0.001486
0.001502
0.001518
0.001534
0.001548
0.001565
0.001582

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144

25303.71
25607.36
25860.39
26214.64
26417.07
26670.11
26973.76
27226.79
27479.83
27682.26
27884.69
28137.73
28390.76
28593.19
28846.23
28998.05
29554.73
29402.91
29757.16
29807.77
30060.81
30212.63
30415.06
30617.49
30769.31
30921.13
31123.56
31224.78
31427.21
31579.03
31781.46
31882.68
32034.50
32236.93
32338.14
32439.36
32591.18
32641.79
32844.22
33046.65
33097.25
33249.08
33299.68
33451.51
33603.33
33653.94
33755.15
33805.76
33957.58
33957.58
34109.40
34160.01

0.1599
0.1615
0.1631
0.1645
0.1660
0.1674
0.1688
0.1702
0.1714
0.1726
0.1739
0.1750
0.1762
0.1773
0.1784
0.1796
0.1806
0.1817
0.1828
0.1838
0.1847
0.1857
0.1863
0.1873
0.1885
0.1892
0.1900
0.1912
0.1921
0.1929
0.1937
0.1949
0.1956
0.1964
0.1971
0.1982
0.1990
0.1992
0.2000
0.2006
0.2014
0.2023
0.2029
0.2038
0.2045
0.2055
0.2062
0.2072
0.2080
0.2089
0.2098
0.2183

322.18
326.04
329.26
333.78
336.35
339.57
343.44
346.66
349.88
352.46
355.04
358.26
361.48
364.06
367.28
369.21
376.30
374.37
378.88
379.52
382.75
384.68
387.26
389.83
391.77
393.70
396.28
397.57
400.14
402.08
404.65
405.94
407.88
410.45
411.74
413.03
414.96
415.61
418.19
420.76
421.41
423.34
423.98
425.92
427.85
428.50
429.78
430.43
432.36
432.36
434.29
434.94

0.001599
0.001615
0.001631
0.001645
0.001660
0.001674
0.001688
0.001702
0.001714
0.001726
0.001739
0.001750
0.001762
0.001773
0.001784
0.001796
0.001806
0.001817
0.001828
0.001838
0.001847
0.001857
0.001863
0.001873
0.001885
0.001892
0.001900
0.001912
0.001921
0.001929
0.001937
0.001949
0.001956
0.001964
0.001971
0.001982
0.001990
0.001992
0.002000
0.002006
0.002014
0.002023
0.002029
0.002038
0.002045
0.002055
0.002062
0.002072
0.002080
0.002089
0.002098
0.002183

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196

34311.83
34210.62
34261.22
34311.83
34413.05
34413.05
34463.65
34514.26
34564.87
33906.97
34109.40
34210.62
34463.65
34564.87
34716.69
34868.51
34868.51
34969.73
35222.77
35222.77
35273.37
35374.59
35425.20
35526.41
35627.63
35627.63
35577.02
35526.41
35425.20
35273.37
35222.77
35121.55
35020.34
35020.34
35070.94
35070.94
35121.55
35070.94
35020.34
35222.77
35627.63
35121.55
35121.55
35121.55
35070.94
35070.94
35121.55
35121.55
35222.77
35070.94
35172.16
35121.55

0.2259
0.2354
0.2439
0.2524
0.2619
0.2704
0.2771
0.2856
0.2960
0.3102
0.3130
0.3168
0.3206
0.3254
0.3320
0.3415
0.3481
0.3566
0.3651
0.3727
0.3803
0.3888
0.3964
0.4059
0.4153
0.4258
0.4381
0.4513
0.4655
0.4854
0.5006
0.5195
0.5356
0.5489
0.5640
0.5773
0.5906
0.6067
0.6199
0.6303
0.6426
0.6540
0.6682
0.6796
0.6938
0.7033
0.7156
0.7317
0.7430
0.7572
0.7686
0.7828

436.87
435.58
436.23
436.87
438.16
438.16
438.80
439.45
440.09
431.72
434.29
435.58
438.80
440.09
442.03
443.96
443.96
445.25
448.47
448.47
449.11
450.40
451.05
452.34
453.63
453.63
452.98
452.34
451.05
449.11
448.47
447.18
445.89
445.89
446.54
446.54
447.18
446.54
445.89
448.47
453.63
447.18
447.18
447.18
446.54
446.54
447.18
447.18
448.47
446.54
447.83
447.18

0.002259
0.002354
0.002439
0.002524
0.002619
0.002704
0.002771
0.002856
0.002960
0.003102
0.003130
0.003168
0.003206
0.003254
0.003320
0.003415
0.003481
0.003566
0.003651
0.003727
0.003803
0.003888
0.003964
0.004059
0.004153
0.004258
0.004381
0.004513
0.004655
0.004854
0.005006
0.005195
0.005356
0.005489
0.005640
0.005773
0.005906
0.006067
0.006199
0.006303
0.006426
0.006540
0.006682
0.006796
0.006938
0.007033
0.007156
0.007317
0.007430
0.007572
0.007686
0.007828

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248

34919.12
34564.87
34666.08
34817.91
34767.30
34817.91
34716.69
34615.48
34615.48
34716.69
34767.30
34817.91
34817.91
34868.51
35020.34
34919.12
34868.51
34817.91
34868.51
34919.12
34969.73
35020.34
35121.55
34969.73
35475.80
35931.27
35931.27
35931.27
36083.09
36083.09
36437.34
36184.31
36184.31
37247.06
37550.71
37904.96
38107.39
38512.25
38866.50
39119.54
39423.18
39777.43
40081.08
40232.90
40587.15
40789.58
41042.62
41346.26
41599.30
41852.34
42105.38
42307.80

0.8018
0.8046
0.8122
0.8198
0.8302
0.8453
0.8652
0.8813
0.8851
0.8955
0.9078
0.9173
0.9268
0.9353
0.9448
0.9571
0.9722
0.9883
1.0007
1.0130
1.0243
1.0338
1.0433
1.0641
1.0897
1.1418
1.2109
1.2933
1.3710
1.4401
1.5159
1.5945
1.6296
1.6523
1.7120
1.7858
1.8635
1.9298
2.0075
2.0813
2.1420
2.2083
2.2774
2.3427
2.4100
2.4763
2.5464
2.6174
2.6714
2.7396
2.8040
2.8722

444.60
440.09
441.38
443.32
442.67
443.32
442.03
440.74
440.74
442.03
442.67
443.32
443.32
443.96
445.89
444.60
443.96
443.32
443.96
444.60
445.25
445.89
447.18
445.25
451.69
457.49
457.49
457.49
459.42
459.42
463.93
460.71
460.71
474.24
478.11
482.62
485.20
490.35
494.86
498.09
501.95
506.46
510.33
512.26
516.77
519.35
522.57
526.44
529.66
532.88
536.10
538.68

0.008018
0.008046
0.008122
0.008198
0.008302
0.008453
0.008652
0.008813
0.008851
0.008955
0.009078
0.009173
0.009268
0.009353
0.009448
0.009571
0.009722
0.009883
0.010007
0.010130
0.010243
0.010338
0.010433
0.010641
0.010897
0.011418
0.012109
0.012933
0.013710
0.014401
0.015159
0.015945
0.016296
0.016523
0.017120
0.017858
0.018635
0.019298
0.020075
0.020813
0.021420
0.022083
0.022774
0.023427
0.024100
0.024763
0.025464
0.026174
0.026714
0.027396
0.028040
0.028722

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300

42510.23
42864.49
43016.31
43218.74
43370.56
43724.81
43826.03
44129.67
44332.10
44483.92
44585.14
44939.39
45141.82
45192.43
45647.89
45799.72
46002.15
46255.18
46457.61
46508.22
46811.87
46862.47
47064.90
47216.72
47368.55
47419.15
47672.19
47824.01
47975.84
48026.44
48431.30
48330.09
48583.13
48785.55
48937.38
48987.98
49139.81
49342.24
49443.45
49544.67
49645.88
49797.70
49797.70
49291.63
50101.35
50151.96
50303.78
50404.99
50506.21
50455.60
50708.64
50809.85

2.9423
3.0124
3.0758
3.1450
3.2170
3.2842
3.3439
3.4092
3.4736
3.5342
3.5664
3.5996
3.6631
3.6754
3.6896
3.7436
3.8032
3.8714
3.9377
4.0040
4.0741
4.1442
4.2133
4.2749
4.3478
4.4179
4.4833
4.5477
4.6216
4.6907
4.7551
4.7911
4.8233
4.8536
4.8858
4.9455
4.9834
5.0364
5.0724
5.1273
5.1851
5.2448
5.3158
5.3205
5.3698
5.3821
5.4171
5.4664
5.5289
5.5952
5.6549
5.7126

541.26
545.77
547.70
550.28
552.21
556.72
558.01
561.88
564.45
566.39
567.68
572.19
574.76
575.41
581.21
583.14
585.72
588.94
591.52
592.16
596.03
596.67
599.25
601.18
603.12
603.76
606.98
608.91
610.85
611.49
616.65
615.36
618.58
621.16
623.09
623.73
625.67
628.24
629.53
630.82
632.11
634.04
634.04
627.60
637.91
638.55
640.49
641.78
643.07
642.42
645.64
646.93

0.029423
0.030124
0.030758
0.031450
0.032170
0.032842
0.033439
0.034092
0.034736
0.035342
0.035664
0.035996
0.036631
0.036754
0.036896
0.037436
0.038032
0.038714
0.039377
0.040040
0.040741
0.041442
0.042133
0.042749
0.043478
0.044179
0.044833
0.045477
0.046216
0.046907
0.047551
0.047911
0.048233
0.048536
0.048858
0.049455
0.049834
0.050364
0.050724
0.051273
0.051851
0.052448
0.053158
0.053205
0.053698
0.053821
0.054171
0.054664
0.055289
0.055952
0.056549
0.057126

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352

50911.07
50911.07
50961.67
51113.50
51164.10
51265.32
51315.93
51417.14
51568.96
51670.18
51771.39
51822.00
51923.21
51923.21
51973.82
52075.04
52125.64
52125.64
52277.47
52328.07
52328.07
52479.90
52479.90
52530.50
52732.93
52682.33
52732.93
52783.54
52834.15
52884.76
52935.36
52935.36
53289.62
53441.44
53492.04
53492.04
53593.26
53643.87
53694.47
53795.69
53947.51
53998.12
54048.73
54099.33
54251.16
54301.76
54453.59
54352.37
54402.98
54554.80
54605.41
54656.02

5.7780
5.8367
5.8888
5.9456
5.9930
6.0034
6.0148
6.0536
6.0678
6.0943
6.1464
6.2071
6.2610
6.3131
6.3690
6.4202
6.4599
6.5177
6.5774
6.6191
6.6873
6.7450
6.7981
6.8606
6.9231
6.9837
7.0377
7.0917
7.1532
7.2091
7.2394
7.2442
7.3038
7.4014
7.5084
7.6098
7.7234
7.7954
7.9072
8.0057
8.1098
8.1894
8.2330
8.3087
8.3656
8.4347
8.4953
8.5626
8.6118
8.7141
8.8164
8.9196

648.22
648.22
648.86
650.80
651.44
652.73
653.37
654.66
656.60
657.89
659.17
659.82
661.11
661.11
661.75
663.04
663.68
663.68
665.62
666.26
666.26
668.19
668.19
668.84
671.42
670.77
671.42
672.06
672.71
673.35
673.99
673.99
678.50
680.44
681.08
681.08
682.37
683.01
683.66
684.95
686.88
687.53
688.17
688.81
690.75
691.39
693.32
692.04
692.68
694.61
695.26
695.90

0.057780
0.058367
0.058888
0.059456
0.059930
0.060034
0.060148
0.060536
0.060678
0.060943
0.061464
0.062071
0.062610
0.063131
0.063690
0.064202
0.064599
0.065177
0.065774
0.066191
0.066873
0.067450
0.067981
0.068606
0.069231
0.069837
0.070377
0.070917
0.071532
0.072091
0.072394
0.072442
0.073038
0.074014
0.075084
0.076098
0.077234
0.077954
0.079072
0.080057
0.081098
0.081894
0.082330
0.083087
0.083656
0.084347
0.084953
0.085626
0.086118
0.087141
0.088164
0.089196

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403
404

54706.62
54858.45
54807.84
54909.05
54909.05
55010.27
55010.27
55060.88
55111.48
55162.09
55212.70
55313.91
55263.30
55465.73
55364.52
55415.13
55415.13
55566.95
55516.34
55516.34
55516.34
55617.56
55566.95
55617.56
55668.16
55718.77
55769.38
55870.59
55718.77
55769.38
55870.59
55870.59
55819.99
55971.81
55870.59
55921.20
56022.42
55971.81
56022.42
56022.42
56073.02
56022.42
56123.63
56123.63
56073.02
56174.24
56174.24
56174.24
56123.63
56224.85
56123.63
56174.24

9.0153
9.1223
9.2189
9.2729
9.3629
9.4519
9.5552
9.6480
9.7560
9.8497
9.9549
10.0467
10.1490
10.2570
10.3536
10.4521
10.5534
10.6359
10.7400
10.8442
10.9531
11.0526
11.1587
11.2515
11.3547
11.4513
11.5612
11.6654
11.7686
11.8690
11.9628
12.0319
12.0480
12.1408
12.2289
12.3189
12.4259
12.5273
12.6201
12.7214
12.8076
12.8806
12.9885
13.0842
13.1704
13.1988
13.2982
13.3759
13.4564
13.5464
13.6354
13.7292

696.55
698.48
697.84
699.12
699.12
700.41
700.41
701.06
701.70
702.35
702.99
704.28
703.63
706.21
704.92
705.57
705.57
707.50
706.86
706.86
706.86
708.14
707.50
708.14
708.79
709.43
710.08
711.37
709.43
710.08
711.37
711.37
710.72
712.66
711.37
712.01
713.30
712.66
713.30
713.30
713.94
713.30
714.59
714.59
713.94
715.23
715.23
715.23
714.59
715.88
714.59
715.23

0.090153
0.091223
0.092189
0.092729
0.093629
0.094519
0.095552
0.096480
0.097560
0.098497
0.099549
0.100467
0.101490
0.102570
0.103536
0.104521
0.105534
0.106359
0.107400
0.108442
0.109531
0.110526
0.111587
0.112515
0.113547
0.114513
0.115612
0.116654
0.117686
0.118690
0.119628
0.120319
0.120480
0.121408
0.122289
0.123189
0.124259
0.125273
0.126201
0.127214
0.128076
0.128806
0.129885
0.130842
0.131704
0.131988
0.132982
0.133759
0.134564
0.135464
0.136354
0.137292

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451
452
453
454
455
456

56275.45
56275.45
56224.85
56275.45
56224.85
56275.45
56275.45
56376.67
56326.06
56275.45
56376.67
56326.06
56275.45
56326.06
56326.06
56376.67
56326.06
56376.67
56326.06
56376.67
56680.31
56376.67
56376.67
56376.67
56376.67
56376.67
56275.45
56376.67
56376.67
56326.06
56326.06
56326.06
56326.06
56376.67
56275.45
56326.06
56326.06
56275.45
56376.67
56326.06
56326.06
56224.85
56275.45
56224.85
56224.85
56275.45
56174.24
56174.24
56073.02
56123.63
56073.02
55971.81

13.8106
13.8902
13.9897
14.0844
14.1781
14.2691
14.3742
14.4774
14.5740
14.6621
14.7445
14.8411
14.9406
15.0239
15.1092
15.2058
15.2768
15.3696
15.4615
15.5619
15.6651
15.7551
15.8479
15.9417
16.0298
16.1377
16.2410
16.3310
16.4304
16.5223
16.6170
16.7032
16.7979
16.8955
16.9996
17.0887
17.1711
17.2544
17.3463
17.4429
17.5414
17.6200
17.7214
17.8094
17.9117
18.0064
18.1106
18.2053
18.2688
18.3673
18.4639
18.5473

716.52
716.52
715.88
716.52
715.88
716.52
716.52
717.81
717.17
716.52
717.81
717.17
716.52
717.17
717.17
717.81
717.17
717.81
717.17
717.81
721.68
717.81
717.81
717.81
717.81
717.81
716.52
717.81
717.81
717.17
717.17
717.17
717.17
717.81
716.52
717.17
717.17
716.52
717.81
717.17
717.17
715.88
716.52
715.88
715.88
716.52
715.23
715.23
713.94
714.59
713.94
712.66

0.138106
0.138902
0.139897
0.140844
0.141781
0.142691
0.143742
0.144774
0.145740
0.146621
0.147445
0.148411
0.149406
0.150239
0.151092
0.152058
0.152768
0.153696
0.154615
0.155619
0.156651
0.157551
0.158479
0.159417
0.160298
0.161377
0.162410
0.163310
0.164304
0.165223
0.166170
0.167032
0.167979
0.168955
0.169996
0.170887
0.171711
0.172544
0.173463
0.174429
0.175414
0.176200
0.177214
0.178094
0.179117
0.180064
0.181106
0.182053
0.182688
0.183673
0.184639
0.185473

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

457 55971.81 18.6429


712.66
0.186429
458 55870.59 18.7414
711.37
0.187414
459 55921.20 18.8390
712.01
0.188390
460 55769.38 18.9346
710.08
0.189346
461 55718.77 19.0331
709.43
0.190331
462 55617.56 19.1345
708.14
0.191345
463 55415.13 19.2349
705.57
0.192349
464 55263.30 19.3419
703.63
0.193419
465 55010.27 19.4470
700.41
0.194470
466 54706.62 19.5550
696.55
0.195550
467 54402.98 19.6753
692.68
0.196753
468 54048.73 19.7747
688.17
0.197747
469 53694.47 19.8941
683.66
0.198941
470 53188.40 20.0314
677.22
0.200314
471 52732.93 20.1631
671.42
0.201631
472 52075.04 20.3070
663.04
0.203070
473 51518.36 20.4377
655.95
0.204377
474 50708.64 20.5760
645.64
0.205760
475 49797.70 20.7134
634.04
0.207134
476 48785.55 20.8753
621.16
0.208753
477 16194.38 21.0098
206.19
0.210098
-------------------------------------------------PROP. LIMIT FORCE
:
34109.40 [N]
YIELD FORCE
:
34311.83 [N]
MAXIMUM FORCE
:
56680.31 [N]
BREAK FORCE
:
16194.38 [N]
TESTING SPEED
:
2.49 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
434.29 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
436.87 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
721.68 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
206.19 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 207279.18 [N/mm^2]
ELONGATION
:
20.80 [%]
REDUCTION OF AREA
:
46.71 [%]
ENERGY
:
1074.77 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

FILE
: C:\My Documents\UTMTest\SIPIL3-UP.prn
TESTING TYPE
: Tensile
MATERIAL
:
Steel Alloy
DATE
: 10-7-2007
TIME
:
9:42:10
NO. SPECIMENT
:
3
SAMPLING TIME
: 1000
[msecond]
LENGTH
:
100.00 [mm]
DIAMETER
:
10.00 [mm]
-------------------------------------------------TESTING DATA
CALCULATION RESULT
NO. Force[N] Stroke[mm] Stress[N/mm^2] Strain[m/m]
-------------------------------------------------1
2125.51
0.0021
27.06
0.000021
2
2277.33
0.0042
29.00
0.000042
3
2580.98
0.0061
32.86
0.000061
4
2783.41
0.0081
35.44
0.000081
5
2935.23
0.0103
37.37
0.000103
6
3137.66
0.0123
39.95
0.000123
7
3340.09
0.0142
42.53
0.000142
8
3491.91
0.0164
44.46
0.000164
9
3795.56
0.0187
48.33
0.000187
10
3947.38
0.0206
50.26
0.000206
11
4099.20
0.0224
52.19
0.000224
12
4453.45
0.0241
56.70
0.000241
13
4453.45
0.0263
56.70
0.000263
14
4605.28
0.0281
58.64
0.000281
15
4908.92
0.0302
62.50
0.000302
16
5263.17
0.0326
67.01
0.000326
17
5617.42
0.0346
71.52
0.000346
18
5971.68
0.0876
76.03
0.000876
19
6174.11
0.1326
78.61
0.001326
20
5364.39
0.1800
68.30
0.001800
21
5769.25
0.1952
73.46
0.001952
22
6174.11
0.2394
78.61
0.002394
23
6477.75
0.2925
82.48
0.002925
24
6730.79
0.3431
85.70
0.003431
25
6933.22
0.3937
88.28
0.003937
26
7236.86
0.4419
92.14
0.004419
27
7439.29
0.4869
94.72
0.004869
28
7742.94
0.5311
98.59
0.005311
29
8097.19
0.5729
103.10
0.005729
30
8502.05
0.6139
108.25
0.006139
31
8805.69
0.6484
112.12
0.006484
32
9210.55
0.6805
117.27
0.006805
33
9666.02
0.7175
123.07
0.007175
34 10121.48
0.7529
128.87
0.007529
35 10576.95
0.7826
134.67
0.007826
36 10981.81
0.8139
139.82
0.008139
37 11487.88
0.8436
146.27
0.008436
38 11892.74
0.8726
151.42
0.008726
39 12449.43
0.8967
158.51
0.008967

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91

12854.29
13410.97
13815.83
14321.90
14170.08
14777.37
15384.66
15789.52
16396.80
16649.84
17105.31
17459.56
17965.63
18269.28
18724.75
19180.21
19585.07
19989.93
20445.40
20647.83
21002.08
21356.33
21862.41
22064.84
22469.70
22874.55
23228.81
23684.27
23886.70
24190.35
24493.99
24797.64
25101.28
25455.53
25759.18
25961.61
26265.25
26720.72
26771.33
27125.58
27328.01
27631.65
27834.08
28188.33
28340.16
28643.80
28846.23
29149.88
29251.09
29504.13
29706.56
29959.59

0.9264
0.9545
0.9794
1.0051
1.0317
1.0381
1.0582
1.0759
1.0992
1.1216
1.1433
1.1626
1.1803
1.2004
1.2197
1.2373
1.2558
1.2735
1.2880
1.3089
1.3281
1.3466
1.3651
1.3796
1.3956
1.4093
1.4238
1.4398
1.4527
1.4696
1.4808
1.4945
1.5121
1.5258
1.5411
1.5571
1.5676
1.5828
1.5965
1.6061
1.6198
1.6286
1.6423
1.6527
1.6656
1.6744
1.6849
1.6929
1.7042
1.7114
1.7226
1.7291

163.67
170.75
175.91
182.35
180.42
188.15
195.88
201.04
208.77
211.99
217.79
222.30
228.75
232.61
238.41
244.21
249.36
254.52
260.32
262.90
267.41
271.92
278.36
280.94
286.09
291.25
295.76
301.56
304.13
308.00
311.87
315.73
319.60
324.11
327.98
330.55
334.42
340.22
340.86
345.37
347.95
351.82
354.39
358.90
360.84
364.70
367.28
371.15
372.44
375.66
378.24
381.46

0.009264
0.009545
0.009794
0.010051
0.010317
0.010381
0.010582
0.010759
0.010992
0.011216
0.011433
0.011626
0.011803
0.012004
0.012197
0.012373
0.012558
0.012735
0.012880
0.013089
0.013281
0.013466
0.013651
0.013796
0.013956
0.014093
0.014238
0.014398
0.014527
0.014696
0.014808
0.014945
0.015121
0.015258
0.015411
0.015571
0.015676
0.015828
0.015965
0.016061
0.016198
0.016286
0.016423
0.016527
0.016656
0.016744
0.016849
0.016929
0.017042
0.017114
0.017226
0.017291

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143

30111.42
30364.45
30212.63
30415.06
30718.71
30921.13
31174.17
31427.21
31579.03
31832.07
32034.50
32034.50
32236.93
32540.57
32793.61
32844.22
32996.04
33198.47
33400.90
33603.33
34008.19
33856.37
34058.79
34160.01
34210.62
34261.22
34362.44
34413.05
34362.44
34058.79
34058.79
34109.40
34210.62
34311.83
34413.05
34463.65
34615.48
33755.15
34008.19
34109.40
34261.22
34311.83
34362.44
34413.05
34413.05
34615.48
34564.87
34615.48
34564.87
34767.30
34767.30
34767.30

1.7411
1.7484
1.7620
1.7652
1.7700
1.7765
1.7837
1.7901
1.7982
1.8038
1.8094
1.8215
1.8263
1.8327
1.8391
1.8480
1.8536
1.8592
1.8673
1.8737
1.8809
1.8882
1.8946
1.9010
1.9091
1.9163
1.9251
1.9348
1.9476
1.9725
1.9838
1.9918
1.9990
2.0055
2.0103
2.0159
2.0223
2.0272
2.0288
2.0336
2.0392
2.0464
2.0553
2.0633
2.0730
2.0818
2.0898
2.0995
2.1083
2.1171
2.1244
2.1332

383.39
386.61
384.68
387.26
391.12
393.70
396.92
400.14
402.08
405.30
407.88
407.88
410.45
414.32
417.54
418.19
420.12
422.70
425.27
427.85
433.01
431.07
433.65
434.94
435.58
436.23
437.52
438.16
437.52
433.65
433.65
434.29
435.58
436.87
438.16
438.80
440.74
429.78
433.01
434.29
436.23
436.87
437.52
438.16
438.16
440.74
440.09
440.74
440.09
442.67
442.67
442.67

0.017411
0.017484
0.017620
0.017652
0.017700
0.017765
0.017837
0.017901
0.017982
0.018038
0.018094
0.018215
0.018263
0.018327
0.018391
0.018480
0.018536
0.018592
0.018673
0.018737
0.018809
0.018882
0.018946
0.019010
0.019091
0.019163
0.019251
0.019348
0.019476
0.019725
0.019838
0.019918
0.019990
0.020055
0.020103
0.020159
0.020223
0.020272
0.020288
0.020336
0.020392
0.020464
0.020553
0.020633
0.020730
0.020818
0.020898
0.020995
0.021083
0.021171
0.021244
0.021332

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195

34868.51
35172.16
35273.37
35323.98
35323.98
35222.77
35273.37
35323.98
35425.20
35172.16
35222.77
35273.37
34868.51
34868.51
35172.16
35222.77
35222.77
35323.98
35374.59
35425.20
35425.20
35374.59
35577.02
35627.63
35627.63
35678.23
35678.23
35728.84
35678.23
35627.63
35728.84
35779.45
35880.66
35526.41
35981.88
35779.45
36184.31
36437.34
36639.77
36791.60
36943.42
37095.24
37247.06
36994.03
37297.67
37500.10
37651.92
37702.53
37904.96
38056.78
38107.39
38158.00

2.1388
2.1509
2.1734
2.1854
2.2176
2.2457
2.2746
2.3036
2.3349
2.3694
2.3823
2.4088
2.4265
2.4329
2.4570
2.4795
2.5060
2.5317
2.5542
2.5896
2.6241
2.6579
2.6876
2.7093
2.7358
2.7639
2.7961
2.8218
2.8531
2.8845
2.9118
2.9343
2.9552
3.0058
3.0235
3.0363
3.0492
3.0701
3.0910
3.1086
3.1343
3.1609
3.1769
3.1906
3.2059
3.2267
3.2508
3.2717
3.2934
3.3143
3.3360
3.3585

443.96
447.83
449.11
449.76
449.76
448.47
449.11
449.76
451.05
447.83
448.47
449.11
443.96
443.96
447.83
448.47
448.47
449.76
450.40
451.05
451.05
450.40
452.98
453.63
453.63
454.27
454.27
454.91
454.27
453.63
454.91
455.56
456.85
452.34
458.14
455.56
460.71
463.93
466.51
468.45
470.38
472.31
474.24
471.02
474.89
477.47
479.40
480.04
482.62
484.55
485.20
485.84

0.021388
0.021509
0.021734
0.021854
0.022176
0.022457
0.022746
0.023036
0.023349
0.023694
0.023823
0.024088
0.024265
0.024329
0.024570
0.024795
0.025060
0.025317
0.025542
0.025896
0.026241
0.026579
0.026876
0.027093
0.027358
0.027639
0.027961
0.028218
0.028531
0.028845
0.029118
0.029343
0.029552
0.030058
0.030235
0.030363
0.030492
0.030701
0.030910
0.031086
0.031343
0.031609
0.031769
0.031906
0.032059
0.032267
0.032508
0.032717
0.032934
0.033143
0.033360
0.033585

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247

38056.78
38259.21
38411.03
38562.86
38613.46
38765.29
38917.11
39170.14
39271.36
39575.00
40081.08
40030.47
40334.12
40587.15
40789.58
40992.01
41194.44
41295.66
41700.52
42004.16
42155.98
42409.02
42662.06
42763.27
42965.70
43218.74
43421.17
43623.60
43775.42
43977.85
44129.67
44230.89
44483.92
44635.75
44838.18
45040.61
45091.21
45293.64
45546.68
45647.89
45799.72
45951.54
46103.36
46255.18
46204.58
46508.22
46558.83
46710.65
46913.08
46963.69
47267.33
47419.15

3.3746
3.3890
3.4027
3.4220
3.4405
3.4614
3.4839
3.5120
3.5441
3.5875
3.6325
3.6863
3.7458
3.7988
3.8494
3.9017
3.9475
3.9563
3.9965
4.0487
4.1001
4.1515
4.2038
4.2544
4.2954
4.3468
4.4006
4.4520
4.5059
4.5485
4.5991
4.6537
4.7051
4.7509
4.7999
4.8546
4.9052
4.9237
4.9277
4.9791
5.0265
5.0739
5.1149
5.1647
5.1960
5.2427
5.2860
5.3399
5.3905
5.3993
5.4363
5.4885

484.55
487.13
489.06
491.00
491.64
493.58
495.51
498.73
500.02
503.88
510.33
509.68
513.55
516.77
519.35
521.93
524.50
525.79
530.95
534.81
536.75
539.97
543.19
544.48
547.06
550.28
552.86
555.43
557.37
559.94
561.88
563.17
566.39
568.32
570.90
573.47
574.12
576.70
579.92
581.21
583.14
585.07
587.01
588.94
588.29
592.16
592.81
594.74
597.32
597.96
601.83
603.76

0.033746
0.033890
0.034027
0.034220
0.034405
0.034614
0.034839
0.035120
0.035441
0.035875
0.036325
0.036863
0.037458
0.037988
0.038494
0.039017
0.039475
0.039563
0.039965
0.040487
0.041001
0.041515
0.042038
0.042544
0.042954
0.043468
0.044006
0.044520
0.045059
0.045485
0.045991
0.046537
0.047051
0.047509
0.047999
0.048546
0.049052
0.049237
0.049277
0.049791
0.050265
0.050739
0.051149
0.051647
0.051960
0.052427
0.052860
0.053399
0.053905
0.053993
0.054363
0.054885

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299

47469.76
47621.58
47773.41
47824.01
48077.05
48481.91
48633.73
48836.16
49038.59
49241.02
49443.45
49645.88
49898.92
50050.74
50202.56
50607.42
50556.81
50911.07
50911.07
51062.89
50556.81
51366.53
51518.36
51720.79
51872.61
52024.43
52125.64
52226.86
52328.07
52530.50
52631.72
52732.93
53441.44
53441.44
53036.58
53087.19
53239.01
53340.22
53492.04
53593.26
53643.87
53795.69
53745.08
53846.30
53947.51
53998.12
53998.12
54149.94
54251.16
54301.76
54352.37
54352.37

5.5359
5.5865
5.6339
5.6773
5.7392
5.8179
5.9232
5.9553
6.0252
6.1112
6.2044
6.2976
6.3924
6.4912
6.5483
6.6439
6.7387
6.8319
6.8906
6.9420
7.0055
7.0705
7.1517
7.2417
7.2907
7.3694
7.4538
7.5366
7.6105
7.6948
7.7784
7.8547
7.9479
8.0114
8.1062
8.1978
8.2460
8.3175
8.4083
8.4887
8.5811
8.6622
8.7562
8.8165
8.8663
8.9274
8.9764
9.0270
9.0816
9.1419
9.2046
9.2857

604.40
606.34
608.27
608.91
612.14
617.29
619.22
621.80
624.38
626.96
629.53
632.11
635.33
637.27
639.20
644.35
643.71
648.22
648.22
650.15
643.71
654.02
655.95
658.53
660.46
662.40
663.68
664.97
666.26
668.84
670.13
671.42
680.44
680.44
675.28
675.93
677.86
679.15
681.08
682.37
683.01
684.95
684.30
685.59
686.88
687.53
687.53
689.46
690.75
691.39
692.04
692.04

0.055359
0.055865
0.056339
0.056773
0.057392
0.058179
0.059232
0.059553
0.060252
0.061112
0.062044
0.062976
0.063924
0.064912
0.065483
0.066439
0.067387
0.068319
0.068906
0.069420
0.070055
0.070705
0.071517
0.072417
0.072907
0.073694
0.074538
0.075366
0.076105
0.076948
0.077784
0.078547
0.079479
0.080114
0.081062
0.081978
0.082460
0.083175
0.084083
0.084887
0.085811
0.086622
0.087562
0.088165
0.088663
0.089274
0.089764
0.090270
0.090816
0.091419
0.092046
0.092857

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351

54453.59
54554.80
54656.02
54706.62
54656.02
54807.84
54858.45
54858.45
54909.05
54959.66
55162.09
55111.48
55060.88
55111.48
55212.70
55212.70
55263.30
55263.30
55364.52
55364.52
55364.52
55465.73
55668.16
55516.34
55566.95
55870.59
54909.05
55617.56
55769.38
55769.38
55769.38
55718.77
55819.99
55819.99
55819.99
55870.59
55870.59
55921.20
55921.20
55971.81
55971.81
55971.81
55971.81
56022.42
56073.02
56022.42
56073.02
56073.02
56022.42
56073.02
56123.63
56073.02

9.3845
9.4729
9.5613
9.6417
9.7292
9.8224
9.8811
9.9687
10.0595
10.1494
10.2402
10.3310
10.4210
10.4837
10.5608
10.6452
10.7344
10.8171
10.9103
11.0019
11.0847
11.1843
11.2735
11.3595
11.4495
11.5403
11.5957
11.6616
11.7572
11.8496
11.9340
12.0183
12.1099
12.1999
12.3011
12.3863
12.4771
12.5647
12.6499
12.7326
12.7985
12.8901
12.9769
13.0436
13.1327
13.2243
13.3087
13.3987
13.4718
13.5586
13.6405
13.7281

693.32
694.61
695.90
696.55
695.90
697.84
698.48
698.48
699.12
699.77
702.35
701.70
701.06
701.70
702.99
702.99
703.63
703.63
704.92
704.92
704.92
706.21
708.79
706.86
707.50
711.37
699.12
708.14
710.08
710.08
710.08
709.43
710.72
710.72
710.72
711.37
711.37
712.01
712.01
712.66
712.66
712.66
712.66
713.30
713.94
713.30
713.94
713.94
713.30
713.94
714.59
713.94

0.093845
0.094729
0.095613
0.096417
0.097292
0.098224
0.098811
0.099687
0.100595
0.101494
0.102402
0.103310
0.104210
0.104837
0.105608
0.106452
0.107344
0.108171
0.109103
0.110019
0.110847
0.111843
0.112735
0.113595
0.114495
0.115403
0.115957
0.116616
0.117572
0.118496
0.119340
0.120183
0.121099
0.121999
0.123011
0.123863
0.124771
0.125647
0.126499
0.127326
0.127985
0.128901
0.129769
0.130436
0.131327
0.132243
0.133087
0.133987
0.134718
0.135586
0.136405
0.137281

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403

56123.63
56174.24
56174.24
56174.24
56174.24
56123.63
56174.24
56174.24
56174.24
56275.45
56224.85
56224.85
56275.45
56224.85
56427.28
56275.45
56275.45
56275.45
56275.45
56326.06
56326.06
56326.06
56326.06
56275.45
56326.06
56477.88
56275.45
56326.06
56326.06
56326.06
56326.06
56376.67
56275.45
56275.45
56275.45
56275.45
56326.06
56224.85
56275.45
56224.85
56224.85
56224.85
56224.85
56174.24
56123.63
56174.24
56123.63
56123.63
56022.42
56022.42
55971.81
55921.20

13.8149
13.8928
13.9627
14.0479
14.1306
14.2182
14.2970
14.3886
14.4697
14.5637
14.6505
14.7389
14.8232
14.9148
15.0080
15.0924
15.1768
15.2483
15.3117
15.3881
15.4644
15.5536
15.6380
15.7239
15.8011
15.8870
15.9810
16.0582
16.1233
16.2076
16.2888
16.3820
16.4430
16.5362
16.6230
16.7122
16.8014
16.8946
16.9042
16.9388
16.9476
17.0280
17.0947
17.1573
17.2473
17.3389
17.4265
17.5221
17.6113
17.6916
17.7848
17.8772

714.59
715.23
715.23
715.23
715.23
714.59
715.23
715.23
715.23
716.52
715.88
715.88
716.52
715.88
718.45
716.52
716.52
716.52
716.52
717.17
717.17
717.17
717.17
716.52
717.17
719.10
716.52
717.17
717.17
717.17
717.17
717.81
716.52
716.52
716.52
716.52
717.17
715.88
716.52
715.88
715.88
715.88
715.88
715.23
714.59
715.23
714.59
714.59
713.30
713.30
712.66
712.01

0.138149
0.138928
0.139627
0.140479
0.141306
0.142182
0.142970
0.143886
0.144697
0.145637
0.146505
0.147389
0.148232
0.149148
0.150080
0.150924
0.151768
0.152483
0.153117
0.153881
0.154644
0.155536
0.156380
0.157239
0.158011
0.158870
0.159810
0.160582
0.161233
0.162076
0.162888
0.163820
0.164430
0.165362
0.166230
0.167122
0.168014
0.168946
0.169042
0.169388
0.169476
0.170280
0.170947
0.171573
0.172473
0.173389
0.174265
0.175221
0.176113
0.176916
0.177848
0.178772

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

404 55819.99 17.9640


710.72
0.179640
405 55819.99 18.0395
710.72
0.180395
406 55718.77 18.1335
709.43
0.181335
407 55668.16 18.2275
708.79
0.182275
408 55516.34 18.3207
706.86
0.183207
409 55364.52 18.4228
704.92
0.184228
410 55212.70 18.5152
702.99
0.185152
411 54959.66 18.6132
699.77
0.186132
412 54656.02 18.7112
695.90
0.187112
413 54453.59 18.8197
693.32
0.188197
414 53896.90 18.9306
686.24
0.189306
415 53542.65 19.0382
681.73
0.190382
416 53087.19 19.1620
675.93
0.191620
417 52530.50 19.2825
668.84
0.192825
418 51923.21 19.4167
661.11
0.194167
419 51164.10 19.5123
651.44
0.195123
420 50354.38 19.6328
641.13
0.196328
421 49392.84 19.7726
628.89
0.197726
422 48178.27 19.9213
613.42
0.199213
423
3238.88 20.0346
41.24
0.200346
-------------------------------------------------PROP. LIMIT FORCE
:
34008.19 [N]
YIELD FORCE
:
35323.98 [N]
MAXIMUM FORCE
:
56477.88 [N]
BREAK FORCE
:
3238.88 [N]
TESTING SPEED
:
2.69 [m/minute]
PROPORSIONAL STRESS
:
433.23 [N/mm^2]
YIELD STRESS
:
449.99 [N/mm^2]
MAXIMUM STRESS
:
719.10 [N/mm^2]
BREAK STRESS
:
41.24 [N/mm^2]
ELASTICITY MODULUS
: 206502.67 [N/mm^2]
ELONGATION
:
20.00 [%]
REDUCTION OF AREA
:
42.24 [%]
ENERGY
:
961.72 [Nm]
--------------------------------------------------

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008

Rahmi Karolina : Analisa Dan Kajian Eksperimental Hubungan Momen - Kurvator Pada Balok Beton Bertulang, 2008
USU e-Repository 2008