Anda di halaman 1dari 14

Rabu, 20 Januari 2010

MAKALAH KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI


DASAR E P I D E M I O L O G I

A. Pengertian, definisi, peranan dan ruang lingkup epidemiologi 1. Pengertian Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu (Epi=pada, Demos=penduduk, logos = ilmu), dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari halhal yang berkaitan dengan masyarakat. . De!inisi "anyak de!inisi tentang Epidemiologi, beberapa diantaranya # a. $.%. $el&h 'uatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pen&egahan penyakit, terutama penyakit in!eksi menular. Dalam perkembangannya, masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenarati!, kanker, penyakit ji(a, ke&elakaan lalu lintas, dan sebagainya. )leh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang. b. *ausner dan +ramer 'tudi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan ke&elakaan pada populasi manusia. &. ,ast 'tudi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. d. *a& *ahon dan Pugh Epidemiologi adalah sebagai &abang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan !aktor-!aktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.

e. )mran Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk. !. $.%. -rost Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut (aktu dan tempat. g. ./rul ./(ar Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang !rekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta !aktor-!aktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bah(a ada 0 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut # 1) -rekuensi masalah kesehatan ) Penyebaran masalah kesehatan 0) -aktor-!aktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan. 0. Peranan Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan !aktor-!aktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan inter1ensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa # a. *engidenti!ikasi !aktor-!aktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. b. *enyediakan data yang diperlukan untuk peren&anaan kesehatan dan mengambil keputusan. &. *embantu melakukan e1aluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.

d. *engembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. e. *engarahkan inter1ensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipe&ahkan. 2. 3uang lingkup a. *asalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakitpenyakit saja, tetapi juga men&akup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Diantaranya masalah keluarga beren&ana, masalah kesehatan lingkungan, pengadaan tenaga kesehatan, pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian, subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan se&ara keseluruhan. b. *asalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan meman!aatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia, apakah itu menyangkut masalah penyakit, keluarga beren&ana atau kesehatan lingkungan. 'etelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upayaupaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. &. Peman!aatan data tentang !rekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan &ara menganalisis data tentang !rekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. Dengan meman!aatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik, maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan. B. atural !istor" of deseases 3i(ayat alamiah suatu penyakit dapat digolongkan dalam 4 tahap # 1. Pre Patogenesis 5ahap ini telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk ke dalam tubuh. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit dan daya tahan tubuh penjamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. +eadaan ini disebut sehat.

. 5ahap inkubasi (sudah masuk Patogenesis) Pada tahap ini biit penyakit masuk ke tubuh penjamu, tetapi gejala-gejala penyakit belum nampak. 5iap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda. +olera 1- hari, yang bersi!at menahun misalnya kanker paru, .6D' dll. 0. 5ahap penyakit dini 5ahap ini mulai dihitung dari mun&ulnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih ringan dan masih bisa melakukan akti!itas sehari-hari. "ila penyakit segera diobati, mungkin bisa sembuh, tetapi jika tidak, bisa bertambah parah. %al ini terganting daya tahan tubuh manusia itu sendiri, seperti gi/i, istirahat dan pera(atan yang baik di rumah (self care). 2. 5ahap penyakit lanjut "ila penyakit penjamu bertambah parah, karena tidak diobati7tidak tertur7tidak memperhatikan anjuran-anjuran yang diberikan pada penyakit dini, maka penyakit masuk pada tahap lanjut. Penjamu terlihat tak berdaya dan tak sanggup lagi melakukan akti!itas. 5ahap ini penjamu memerlukan pera(atan dan pengobatan yang intensi!. 4. 5ahap penyakit akhir 5ahap akhir dibagi menjadi 4 keadaan # a. 'embuh sempurna (bentuk dan !ungsi tubuh penjamu kembali ber!ungsi seperti keadaan sebelumnya7bebeas dari penyakit) b. 'embuh tapi &a&at 8 penyakit penjamu berakhir7bebas dari penyakit, tapi kesembuhannya tak sempurna, karena terjadi &a&at (!isik, mental maupun sosial) dan sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ-organ tubuh penjamu. &. +arier : pada karier perjalanan penyakit seolah terhenti, karena gejala penyakit tak tampak lagi, tetapi dalam tubuh penjamu masih terdapat bibit penyakit, yang pada suatu saat bila daya tahan tubuh penjamu menurun akan dapat kembuh kembali. +eadaan ini tak hanya membahayakan penjamu sendiri, tapi dapat berbahaya terhadap orang lain7masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reser1oir) d. +ronis 8 pada tahap ini perjalanan penyakit tampak terhenti, tapi gejalagejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain tidak bertambah berat maupun ringan. +eadaan ini penjamu masih tetap berada dalam keadaan sakit.

e. *eninggal 8 .pabila keadaan penyakit bertambah parah dan tak dapat diobati lagi, sehingga berhentinya perjalanan penyakit karena penjamu meninggal dunia. +eadaan ini bukanlah keadaan yang diinginkan. #. $pa"a pen%ega!an dan ukuran frekuensi pen"akit. Dalam kesehatan masyarakat ada 4 (lima) tingkat pen%ega!an pen"akit menurut ,ea1ell and 9lark. Pada point 1 dan dilakukan pada masa sebelum sakit dan point 0,2,4 dilakukan pada masa sakit. 1. Peningkatan kesehatan (health promotion) a. Penyediaan makanan sehat dan &ukup (kualitas maupun kuantitas) b. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, misalnya penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan tinja dan limbah. &. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. *isal untuk kalangan menengah ke atas di negara berkembang terhadap resiko jantung koroner. d. )lahraga se&ara teratur sesuai kemampuan indi1idu. e. +esempatan memperoleh hiburan demi perkembangan mental dan sosial. !. :asihat perka(inan dan pendidikan seks yang bertanggung ja(ab. 2. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection) a. *emberikan immunisasi pada golongan yang rentan untuk men&egah penyakit b. 6solasi terhadap penderita penyakit menular, misal yang terkena !lu burung. &. Pen&egahan terjadinya ke&elakaan baik di tempat umum maupun tempat kerja. d. Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersi!at karsinogenik, bahan-bahan ra&un maupun alergi. e. Pengendalian sumber-sumber pen&emaran. 0. Penegakkan diagnosa se&ara dini dan pengobatan yang &epat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment) a. *en&ari kasus sedini mungkin.

b. *en&ari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan . *isalnya pemeriksaan darah, rontgent paru. &. *en&ari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit menular (&onta&t person) untuk dia(asi agar bila penyakitnya timbul dapat segera diberikan pengobatan. d. *eningkatkan keteraturan pengobatan terhadap penderita. e. Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus. 2. Pembatasan ke&a&atan (dissability limitation) a. Pengobatan dan pera(atan yang sempurna agar penderita sembuh dan tak terjadi komplikasi. b. Pen&egahan terhadap komplikasi dan ke&a&atan. &. Perbaikan !asilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan dan pera(atan yang lebih intensi!. 4. Pemulihan kesehatan (rehabilitation) a. *engembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat. b. *enyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan. &. *engusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah &a&at mampu mempertahankan diri. d. Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit. "eaglehole ($%), 1;;0) membagi upaya pen&egahan menjadi & 'agian # primordial prevention (pen&egahan a(al) yaitu pada pre patogenesis, primary prevention (pen&egahan pertama) yaitu health promotion dan general and specific protection , secondary prevention (pen&egahan tingkat kedua) yaitu early diagnosis and prompt treatment dan tertiary prevention (pen&egahan tingkat ketiga) yaitu dissability limitation. $kuran frekuensi pen"akit menunjukkan kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada kelompok manusia7masyarakat. .rtinya bila dikaitkan dengan masalah penyakit menunjukkan banyaknya kelompok masyarakat yang

terserang penyakit. <ntuk mengetahui !rekuensi masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok orang7masyarakat dilakukan langkah-langkah # 1) *enemukan masalah kesehatan, melalui &ara # penderita yang datang ke puskesmas, laporan dari masyarakat yang datang ke puskesmas. ) Research7sur1ei kesehatan. *isal # 'ur1ei +esehatan 3umah 5angga 0) 'tudi kasus. *isal # kasus penyakit pas&a ben&ana tsunami. D. Penelitian epidemiologi 'e&ara sederhana, studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut # 1. Epidemiologi deskriptif, yaitu lintang7studi pre1alensi atau sur1ei. . Epidemiologi analitik # terdiri dari # a. on eksperimental # 1) 'tudi kohort 7 !ollo( up 7 in&iden&e 7 longitudinal 7 prospekti! studi. +ohort diartiakan sebagai sekelompok orang. 5ujuan studi men&ari akibat (penyakitnya). ) 'tudi kasus kontrol7&ase &ontrol study7studi retrospekti!. 5ujuannya men&ari !aktor penyebab penyakit. 0) 'tudi ekologik. 'tudi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan se&ara empiris !aktor resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. *isalnya, polusi udara akibat sisa pembakaran ""* yang terjadi di kota-kota besar. b. Eksperimental. Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi7mengontrol !aktor-!aktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan &ause and e!!e&t relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi, kontrol, terhadap penyakit maupun untuk menja(ab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. 'tudi eksperimen dibagi menjadi (dua) yaitu # 1) Clinical Trial. 9ontoh # a) Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk men&egah terjadinya stroke. Cross Sectional Study7studi potong

b) Pemberian 5etanus 5o=oid pada ibu hamil untuk menurunkan !rekuensi 5etanus :eonatorum. ) Community Trial. 9ontoh # 'tudi Pemberian /at !lourida pada air minum. E. Epidemiologi kepera(atan Dalam ilmu kepera(atan dikenal istilah community health nursing (9%:) atau kepera(atan kesehatan masyarakat, dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan 9%: sebagai alat meneliti dan mengobser1asi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk inter1ensi dan e1aluasi literatur riset epidemiologi. *etode epidemiologi sebagai standard kesehatan, disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. *onitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan e1aluasi pengaruh program pen&egahan penyakit, dan peningkatan kesehatan. 3iset7studi epidemiologi memun&ulkan badan pengetahuan (body o! kno(ledge) termasuk ri(ayat asal penyakit, pola terjadinya penyakit, dan !aktor-!aktor resiko tinggi terjadinya penyakit, sebagai in!ormasi a(al untuk 9%:. Pengetahuan ini memberi kerangka a&uan untuk peren&anaan dan e1aluasi program inter1ensi masyarakat, mendeteksi segera dan pengobatan penyakit, serta meminimalkan ke&a&atan. Program utama pen&egahan di!okuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host7tuan rumah yang rentan, pengurangan kelangsungan hidup agent, penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host, agent, dan lingkungan. +edua, program mengurangi resiko dan s&reening, ketiga # strategi men&egah pada pribadi pera(at dengan body of kno l dge yang berasal dari riset epidemiologi, sebagai dasar untuk pengkajian indi1idu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan inter1ensi peren&anaan pera(atan. 1. +onsep Dasar 5erjadinya Penyakit 'uatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai !aktor baik dari agen, induk semang atau lingkungan. "entuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas de(asa ini. Yaitu penyebab majemuk (multiple &ausation o! disease) sebagai la(an dari penyebab tunggal (single &ausation). Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit, mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut. 5iga model yang dikenal de(asa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologi& triangle) ) jaring-jaring sebab akibat (the (eb o! &ausation) dan 0) roda (the (heel). 1.1 'egitiga Epidemiologi (lihat gambar)

1. >aring->aring 'ebab .kibat *enurut model ini perubahan dari salah satu !aktor akan mengubah keseimbangan antara mereka, yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. (lihat gambar) *enurut model ini, suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat di&egah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik. 1.0 3oda 'eperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat, model roda memerlukan identi!ikasi dari berbagai !aktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. "esarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan. 'ebagai &ontoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental, peranan lingkungan !isik lebih besar dari lainnya pada sunburn, peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui 1ektor (1ektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan. Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bah(a pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang e!ekti!. )leh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa inter1ensi langsung pada penyebab penyakit. . Penyakit *enular Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain, baik se&ara langsung maupun melalui perantara). Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah. 'uatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 0 !aktor tersebut diatas, yakni # a. .gen (penyebab penyakit)

b. %ost (induk semang) &. 3oute o! transmission (jalannya penularan) .pabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman, dapat diumpamakan sebagai biji (agen), tanah (host) dan iklim (route o! transmission). .1 .gen-.gen 6n!eksi (Penyebab 6n!eksi) *akhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi # a. ?olongan 1irus, misalnya in!luen/a, tra&homa, &a&ar dan sebagainya. b. ?olongan riketsia, misalnya typhus. &. ?olongan bakteri, misalnya disentri. d. ?olongan proto/oa, misalnya malaria, !ilaria, s&histosoma dan sebagainya. e. ?olongan jamur, yakni berma&am-ma&am panu, kurap dan sebagainya. !. ?olongan &a&ing, yakni berma&am-ma&am &a&ing perut seperti as&aris (&a&ing gelang), &a&ing kremi, &a&ing pita, &a&ing tambang dan sebagainya. .gar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (sur1i1e) maka perlu persyaratan-persyaratan sebagai berikut # a. "erkembang biak b. "ergerak atau berpindah dari induk semang &. *en&apai induk semang baru d. *engin!eksi induk semang baru tersebut. +emampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu !aktor penting didalam epidemiologi in!eksi. 'etiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendiri-sendiri sehingga ia dapat tetap hidup. Dari sini timbul istilah reser1oar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang ) sur1i1al dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap

hidup. 3eser1oar tersebut dapat berupa manusia, binatang atau benda-benda mati. 3eser1oar didalam *anusia Penyakit-penyakit yang mempunyai reser1oar didalam tubuh manusia antara lain &ampak (measles), &a&ar air (small po=), typhus (typhoid), miningitis, gonoirhoea dan syphilis. *anusia sebagai reser1oar dapat menjadi kasus yang akti! dan &arrier. 9arrier 9arrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. 9on1ales&ant &arriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit. 9arriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio, typhoid, meningo&o&al meningitis dan amoebiasis. %al ini disebabkan karena # a. >umlah (banyaknya &arriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya sendiri). b. 9arriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bah(a mereka menderita 7 kena penyakit. &. 9arriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. d. 9arriers mungkin sebagai sumber in!eksi untuk jangka (aktu yang relati! lama. 3eser1oar pada "inatang Penyakit-penyakit yang mempunyai reser1oar pada binatang pada umumnya adalah penyakit /oonosis. @oonosis adalah penyakit pada binatang 1ertebrata yang dapat menular pada manusia. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai &ara, yakni # a. )rang makan daging binatang yang menderita penyakit, misalnya &a&ing pita.

b. *elalui gigitan binatang sebagai 1ektornya, misalnya pes melalui pinjal tikus, malaria, !ilariasis, demam berdarah melalui gigitan nyamuk. &. "inatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies. "enda-"enda *ati sebagai 3eser1oar Penyakit-penyakit yang mempunyai reser1oar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah sapro!it hidup dalam tanah. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang &o&ok untuknya. )leh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap in!ekti!. 9ontoh &lostridium tetani penyebab tetanus, 9. botulinum penyebab kera&unan makanan dan sebagainya. . 'umber 6n!eksi dan Penyebaran Penyakit Yang dimaksud sumber in!eksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat mele(atkan 7 menyebabkan penyakit pada orang. 'umber penyakit ini men&akup juga reser1oar seperti telah dijelaskan sebelumnya. *a&am-*a&am Penularan (*ode o! 5ransmission) *ode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen 7 penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reser1oar kepada induk semang baru. Penularan ini melalui berbagai &ara antara lain # . .1 +ontak (9onta&t) +ontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel. )leh karena itu lebih &enderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang. . . 6nhalasi (6nhalation) Yaitu penularan melalui udara 7 pernapasan. )leh karena itu 1entilasi rumah yang kurang, berjejalan (o1er &ro(ding) dan tempat-tempat umum adalah !aktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne in!e&tion (penyakit yang ditularkan melalui udara). . .0 6n!eksi

Penularan melalui tangan, makanan dan minuman. . .2 Penetrasi pada +ulit %al ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri. Penetrasi pada kulit misalnya &a&ing tambang, melalui gigitan 1ektor misalnya malaria atau melalui luka, misalnya tetanus. . .4 6n!eksi *elalui Plasenta Yakni in!eksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada (aktu mengandung, misalnya syphilis dan to=oplasmosis. .0 -aktor 6nduk 'emang (%ost) 5erjadinya suatu penyakit (in!eksi) pada seseorang ditentukan pula oleh !aktor!aktor yang ada pada induk semang itu sendiri. Dengan perkataan lain penyakitpenyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung 7 ditentukan oleh kekebalan 7 resistensi orang yang bersangkutan. .2 Pen&egahan dan Penanggulangan Penyakit *enular <ntuk pen&egahan dan penanggulangan ini ada 0 pendekatan atau &ara yang dapat dilakukan # .2.1 Eliminasi 3eser1oir ('umber Penyakit) Eliminasi reser1oir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan # a. *engisolasi penderita (pasien), yaitu menempatkan pasien di tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain. b. +arantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu. "iasanya dalam (aktu yang lama, misalnya karantina untuk penderita kusta. .2. *emutus *ata 3antai Penularan

*eningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular. .2.0 *elindungi )rang-)rang (+elompok) yang 3entan "ayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. +elompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (spe&i!i& prote&tion) dengan imunisasi baik imunisasi akti! maupun pasi!. )batobat pro!ilaksis tertentu juga dapat men&egah penyakit malaria, meningitis dan disentri baksilus. Pada anak usia muda, gi/i yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. )leh sebab itu, meningkatkan gi/i anak adalah juga merupakan usaha pen&egahan penyakit in!eksi pada anak.