Anda di halaman 1dari 10

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKK , 199!"# B. ETIOLOGI enyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa $aktor resiko dan predisposisi yang menonjol, antara lain % 1# Umur pertama kali melakukan hubungan seksual enelitian menunjukkan bah&a semakin muda &anita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks# Ka&in pada usia '0 tahun dianggap masih terlalu muda '# (umlah kehamilan dan partus Kanker serviks terbanyak dijumpai pada &anita yang sering partus# )emakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks# *# (umlah perka&inan +anita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti,ganti pasangan mempunyai $aktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini# -# In$eksi virus In$eksi virus herpes simpleks (.)/,'" dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai $a0tor penyebab kanker serviks 1# )osial 2konomi Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin $aktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gi3i, imunitas dan kebersihan perseorangan# ada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh# 4# .ygiene dan sirkumsisi 5iduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada &anita yang

pasangannya belum disirkumsisi# .al ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak tera&at sehingga banyak kumpulan,kumpulan smegma# !# 6erokok dan 7K58 (alat kontrasepsi dalam rahim" 6erokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian 7K58 akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi in$eksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pen0etus terbentuknya kanker serviks# C. KLASIFIKASI PERTUMBUHAN SEL AKAN KANKERS SERVIKS 6ikroskopis 1# 5isplasia 5isplasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis# 5isplasia berat terjadi pada dua pertiga epidermihampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu# '# )tadium karsinoma insitu ada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa# Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel 0adangan endoserviks# *# )tadium karsionoma mikroinvasi$# ada karksinoma mikroinvasi$, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 1 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker# -# )tadium karsinoma invasi$ ada karsinoma invasi$ perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi# etumbuhan invasi$ mun0ul diarea bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan $orniks posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uteri# 1# 9entuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks Pertumbuhan e !"#$%$ , berbentuk bunga kool, tumbuh kearah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa in$iltrasi kedalam vagina, bentuk pertumbuhan

ini mudah nekrosis dan perdarahan# Pertumbuhan en&"#$%$ , biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesi$ meluas ke $orniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium# Pertumbuhan n"&u%, biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambatlaun lesi berubah bentuk menjadi ulkus#

6arkroskopis 1# )tadium preklinis :idak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa '# )tadium permulaan )ering tampak sebagian lesi sekitar osteum e;ternum *# )tadium setengah lanjut :elah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio -# )tadium lanjut :erjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah# '. GEJALA KLINIS 1# erdarahan )i$atnya bisa intermenstruit atau perdarahan kontak, kadang,kadang perdarahan baru terjadi pada stadium selanjutnya# ada jenis intraservikal perdarahan terjadi lambat# '# 9iasanya menyerupai air, kadang,kadang timbulnya sebeluma ada perdarahan# ada stadium lebih lanjut perdarahan dan keputihan lebih banyak disertai in$eksi sehingga 0airan yang keluar berbau# E. PEMERIKSAAN 'IAGNOSTIK 1# )itologi< ap )mear Keuntungan, murah dapat memeriksa bagian,bagian yang tidak terlihat# Kelemahan, tidak dapat menentukan dengan tepat lokalisasi# '# )0hillentest 2pitel karsinoma serviks tidak mengandung gly0ogen karena tidak mengikat yodium# Kalau porsio diberi yodium maka epitel karsinoma yang normal akan ber&arna 0oklat tua, sedang yang terkena karsinoma tidak ber&arna# *# Koloskopi

6emeriksa dengan menggunakan alat untuk melihat serviks dengan lampu dan dibesarkan 10,-0 kali# Keuntungan ; dapat melihat jelas daerah yang bersangkutan sehingga mudah untuk melakukan biopsy# Kelemahan ; hanya dapat memeiksa daerah yang terlihat saja yaitu porsio, sedang kelianan pada skuamosa 0olumnar jun0tion dan intra servikal tidak terlihat# -# Kolpomikroskopi 6elihat hapusan vagina ( ap )mear" dengan pembesaran sampai '00 kali 1# 9iopsi 5engan biopsi dapat ditemukan atau ditentukan jenis karsinomanya# 4# Konisasi 5engan 0ara mengangkat jaringan yang berisi selaput lendir serviks dan epitel gepeng dan kelenjarnya# Konisasi dilakukan bila hasil sitologi meragukan dan pada serviks tidak tampak kelainan,kelainan yang jelas# F. KLASIFIKASI KLINIS )tage 0%=a# re invasi$ )tage I% =a# :erbatas pada serviks )tage Ia ; 5isertai inbasi dari stroma yang hanya diketahui se0ara histopatologis )tage Ib % )emua kasus lainnya dari stage I )tage II % )udah menjalar keluar serviks tapi belum sampai kepanggul telah mengenai dinding vagina# :api tidak melebihi dua pertiga bagian proksimal )tage III % )udah sampai dinding panggula dan sepertiga bagian ba&ah vagina )tage III9 % )udah mengenai organ,organ lain# G. Tera($ 1# Irradiasi 5apat dipakai untuk semua stadium 5apat dipakai untuk &anita gemuk tua dan pada medi0al risk :idak menyebabkan kematian seperti operasi# '# 5osis enyinaran ditujukan pada jaringan karsinoma yang terletak diserviks *# Komplikasi irradiasi

Kerentanan kandungan ken0ing 5iarrhea erdarahan re0tal Fistula vesi0o atau re0tovaginalis -# >perasi >perasi +entheim dan lim$atektomi untuk stadium I dan II >perasi )0hauta, histerektomi vagina yang radikal 1# Kombinasi Irradiasi dan pembedahan :idak dilakukan sebagai hal yang rutin, sebab radiasi menyebabkan bertambahnya vaskularisasi, odema# )ehingga tindakan operasi berikutnya dapat mengalami kesukaran dan sering menyebabkan $istula, disamping itu juga menambah penyebaran kesistem lim$e dan peredaran darah# 4# =ytostatika % 9leomy0in, terapi terhadap karsinoma serviks yang radio resisten# 1 ? dari karsinoma serviks adalah resisten terhadap radioterapi, diangap resisten bila @,10 minggu post terapi keadaan masih tetap sama# H. HUBUNGAN KEPERA)ATAN (ika diperhatikan se0ara keseluruhan maka proses terjadinya =a# )erviks dan masalah kepera&atan yang mun0ul dapat diperhatikan pada bagan berikut % Faktor % rilaku ( )e; akti$, paritas, personal higiene" Aingkungan ( olusi, onkonenik agent, virus, radiasi" KANKER SERVIKS 'ENGAN MASALAH

Kanker )erviks

elayanan Kesehatan ( 5eteksi dini penyakit, laboraorium,

Benetika (Keluarga yang menderita =a,

enanganan kasus # Kelamin stress rendah" penyuluhan pen0egahan =a# )erviks"

keluarga dengan ambang

, Kelemahan jaringan< dinding menjadi rapuh perdarahan masi$ anemia , eningkatan kadar leukosit < kerusakan nosiseptor < penekanan pada dinding serviks Cyeri , Bangguan peran sebagai istri dan gangguan gambaran diri Bgn konsep diri# , Bejala tidak nyata adanya berbagai ma0am tindakan untuk menegakkan diagnose terdiagnose =a ke0emasan

I. K"n!e( Ke(era*atan 1# engkajian 5ata dasar engumpulan data pada pasien dan keluarga dilakukan dengan 0ara anamnesa, pemeriksaan $isik dan melalui pemeriksaan penunjang 5ata pasien % Identitas pasien, usia, status perka&inan, pekerjaan jumlah anak, agama, alamat jenis kelamin dan pendidikan terakhir# Keluhan utama % pasien biasanya datang dengan keluhan intra servikal dan disertai keputihan menyerupai air# 8i&ayat penyakit sekarang % 9iasanya klien pada stsdium a&al tidak merasakan keluhan yang mengganggu, baru pada stadium akhir yaitu stadium * dan - timbul keluhan seperti % perdarahan, keputihan dan rasa nyeri intra servikal# 8i&ayat penyakit sebelumnya % 5ata yang perlu dikaji adalah % 8i&ayat abortus, in$eksi pas0a abortus, in$eksi masa ni$as, ri&ayat ooperasi kandungan, serta adanya tumor# 8i&ayat keluarga yang menderita kanker# Keadaan siko,sosial,ekonomi dan budaya%

=a# )erviks sering dijumpai pada kelompok sosial ekonomi yang rendah, berkaitan erat dengan kualitas dan kuantitas makanan atau gi3i yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh, serta tingkat personal hygiene terutama kebersihan dari saluran urogenital# 5ata khusus% 1# 8i&ayat kebidanan ; paritas, kelainan menstruasi, lama,jumlah dan &arna darah, adakah hubungan perdarahan dengan akti$itas, apakah darah keluar setelah koitus, pekerjaan yang dilakukan sekarang '# emeriksaan penunjang )itologi dengan 0ara pemeriksaan pemeriksaan visual langsung, gineskopi# '# 5iagnosa Kepera&atan a# Bangguan per$usi jaringan (anemia" b<d perdarahn intraservikal b# Bangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b<d penurunan na$su makan 0# Bangguan rasa nyama (nyeri" b#d proses desakan pada jaringan intra servikal d# =emas b#d terdiagnose 0#a serviks sekunder akibat kurangnya pengetahuan tentang =a# )erviks dan pengobatannya# e# 8esiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b#d perubahan dalam penampilan terhadap pemberian sitostatika# *# eren0anaan Gan++uan (er#u!$ ,ar$n+an -anem$a. b.& (er&arahan ma!$# $ntra /er0$ a% :ujuan % )etelah diberikan pera&atan selama 1 D '- jam diharapkan per$usi jaringan membaik % Kriteria hasil % a# erdarahan intra servikal sudah berkurang b# Konjun0tiva tidak pu0at 0# 6ukosa bibir basah dan kemerahan d# 2ktremitas hangat e# .b 11,11 gr ? d# :anda vital 1'0,1-0 < !0 , @0 mm .g, Cadi % !0 , @0 D<mnt, ) % *4,*! 5erajat =, 88 % 1@ , '- D<mnt# ap )mear, kolposkopi, servikogra$i,

Intervensi % , >bservasi tanda,tanda vital , >bservasi perdarahan ( jumlah, &arna, lama " , =ek .b , =ek golongan darah , 9eri >' jika diperlukan , emasangan vaginal tampon# , :herapi I/ Bangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b#d penurunan na$su makan# :ujuan % , )etelah dilakukan pera&atan kebutuhan nutrisi klien akan terpenuhi Kriteria hasil % , :idak terjadi penurunan berat badan , orsi makan yang disediakan habis# , Keluhan mual dan muntah kurang Intervensi % , (elaskan tentang pentingnya nutrisi untuk penyembuhan , 9erika makan :K: , 7njurkan makan sedikit tapi sering , (aga lingkungan pada saat makan , asang CB: jika perlu , 9eri Cutrisi parenteral jika perlu#

Bangguan rasa nyaman (nyeri" b#d proses desakan pada jaringan intra servikal :ujuan , )etelah dilakukan tindakan 1 D '- jam diharapka klien tahu 0ara,0ara mengatasi nyeri yang timbul akibat kanker yang dialami Kriteria hasil % , Klien dapat menyebutkan 0ara,0ara menguangi nyeri yang dirasakan

, Intensitas nyeri berkurangnya , 2kpresi muka dan tubuh rileks Intervensi % , :anyakan lokasi nyeri yang dirasakan klien , :anyakan derajat nyeri yang dirasakan klien dan nilai dengan skala nyeri# , 7jarkan teknik relasasi dan distraksi , 7njurkan keluarga untuk mendampingi klien , Kolaborasi dengan tim paliati$ nyeri =emas yang berhubungan dengan terdiagnose kanker serviks sekunder kurangnya pengetahuan tentang kaker serviks, penanganan dan prognosenya# :ujuan % )etelah diberikan tindakan selama 1 D *0 menit klien mendapat in$ormasi tentang penyakit kanker yang diderita, penanganan dan prognosenya# Kriteria hasil % , Klien mengetahui diagnose kanker yang diderita , Klien mengetahui tindakan , tindakan yang harus dilalui klien# , Klien tahu tindakan yang harus dilakukan di rumah untuk men0egah komplikasi# , )umber,sumber koping teridenti$ikasi , 7nsietas berkurang , Klien mengutarakan 0ara mengantisipasi ansietas# :indakan % , 9erikan kesempatan pada klien dan klien mengungkapkan persaannya# , 5orong diskusi terbuka tentang kanker, pengalaman orang lain, serta tata 0ara mengentrol dirinya# , Identi$ikasi mereka yang beresiko terhadap ketidak berhasilan penyesuaian# ( 2go yang buruk, kemampuan peme0ahan masalah tidak e$ekti$, kurang motivasi, kurangnya sistem pendukung yang positi$"# , :unjukkan adanya harapan , :ingkatkan aktivitas dan latihan $isik 8esiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b#d perubahan dalam penampilan

sekunder terhadap pemberian sitostatika# :ujuan % )etelah diberikan tindakan pera&atan, konsep diri dan persepsi klien menjadi stabil Kriteria hasil % , Klien mampu untuk mengeskpresikan perasaan tentang kondisinya , Klien mampu membagi perasaan dengan pera&at, keluarga dan orang dekat# , Klien mengkomunikasikan perasaan tentang perubahan dirinya se0ara konstrukti$# , Klien mampu berpartisipasi dalam pera&atan diri# Intervensi % , Kontak dengan klien sering dan perlakukan klien dengan hangat dan sikap positi$# , 9erikan dorongan pada klien untuk mengekpresikanbperasaan dan pikian tentang kondisi, kemajuan, prognose, sisem pendukung dan pengobatan# , 9erikan in$ormasi yang dapat diper0aya dan klari$ikasi setiap mispersepsi tentang penyakitnya# , 9antu klien mengidenti$ikasi potensial kesempatan untuk hidup mandiri mele&ati hidup dengan kanker, meliputi hubungan interpersonal, peningkatan pengetahuan, kekuatan pribadi dan pengertian serta perkembangan spiritual dan moral# , Kaji respon negati$ terhadap perubahan penampilan (menyangkal perubahan, penurunan kemampuan mera&at diri, isolasi sosial, penolakan untuk mendiskusikan masa depan# , 9antu dalam penatalaksanaan alopesia sesuai dengan kebutuhan# , Kolaborasi dengan tim kesehatan lain yang terkait untuk tindakan konseling se0ara pro$esional#