Anda di halaman 1dari 41

Tugas Pengantar Ilmu Komputer

Pengertian Semua MAPEL TI Semester 1

Di buat Oleh : Kharis Theosophi .M.N (134 1!1 "1# $ama Dosen %&atmi'a(S(Si(M(Kom

)AK*LTAS )ISKOM P+O,+AM TEK$IK I$)O+MATIKA *$I-E+SITAS K+ISTE$ IMMA$*EL !13

LOGIKA INFORMATIKA

Kebenaran suatu teori yang dikemukakan setiap ilmuwan matematikawan maupun para ahli merupakan hal yang sangat menentukan reputasi mereka. Untuk mendapatkan hal tersebut, mereka akan berusaha untuk mengaitkan suatu fakta atau data dengan fakta atau data lainnya melalui suatu proses penalaran yang sah atau valid. Ada pernyataan menarik yang dikemukakan Presiden AS Thomas Jefferson sebagaimana dikutip Copi (1 !"# berikut ini$ %In a republican nation, whose citizen are to be led by reason and persuasion and not by force, the art of reasoning becomes of first importance. & Pernyataan ini menun'ukkan pentingnya logika, penalaran dan argumentasi dipela'ari dan dikembangkan sehingga setiap orang akan dapat melihat dan menyelesaikan sesuatu hal ataupun masalah dengan daya nalar (otak# bukan dengan otot. (i samping itu, ada pernyataan lain dari Juliana Geran Pilon yang senada dengan Presiden AS tadi$ %Civilized life depends upon the success of reason in social intercourse, the prevalence of logic over violence in interpersonal conflict .& (ua pernyataan di atas telah menun'ukkan bahwa logika merupakan ilmu yang sangat penting dipela'ari. (alam dunia informatika dan ilmu komputer, logika mempunyai peranan sangat mendasar dalam perkembangan teknologi komputer, karena logika digunakan dalam berbagai aspek di lingkungan komputer seperti pada Arsitektur Komputer, Pemrograman, )asisdata, dan sebagainya. (i bidang Arsitektur Komputer, logika digunakan dalam membangun komputer itu sendiri karena sirkuit komputer hanyalah berupa serangkaian kombinasi logik dari beberapa bit untuk membentuk instruksi. (alam operasionalnya komputer sebenarnya hanya mengenal dua kondisi atau keadaan yaitu keadaan ada atau tidak adanya aliran listrik. (alam bahasa logika keadaan ini adalah merepresentasikan kondisi True dan alse. Sedangkan dalam bilangan biner disimbolkan sebagai bilangan 1 dan *. +adi se,ara keseluruhan rangkaian digital yang terdapat di dalam komputer merupakan kombinasi dari berbagai kondisi di atas yang diekspresikan dengan berbagai ekspresi logik seperti !"#, $%, &$%, dan sebagainya. (alam Pemrograman, logika 'uga berperan sangat penting karena sebuah program sebenarnya dibangun dari sebuah algoritma yang merupakan langkah langkah dasar dari sebuah instruksi yang akan diker'akan oleh komputer. )ila seseorang mempunyai dasar logika yang kuat, maka pengetahuan itu akan sangat bermanfaat dalam menyusun sebuah algoritma yang baik untuk selan'utnya diter'emahkan men'adi sebuah program yang baik pula. (emikian pentingnya logika ini dalam dunia informatika, sehingga tidak berlebihan bila disimpulkan logika merupakan tulang punggung dalam dunia informatika.

1.1.1

Pengertian Logika

.ogika berasal dari kata /unani kuno '()*+ (logos# yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logi,e episteme (.atin$ logica scientia# atau ilmu logika (ilmu pengetahuan# yang mempela'ari ke,akapan untuk berpikir se,ara lurus, tepat, dan teratur. 0lmu disini menga,u pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan ke,akapan menga,u pada kesanggupan akal budi untuk mewu'udkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa 'uga diartikan dengan masuk akal. .ogika merupakan ,abang filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran, dan sekaligus 'uga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. (engan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan %'embatan penghubung& antara filsafat dan ilmu, yang se,ara terminologis logika didefinisikan$ 1eori tentang penyimpulan yang sah. Penyimpulan pada dasarnya bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu, yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. Penyimpulan yang sah, artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dila,ak kembali yang sekaligus 'uga benar, yang berarti dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi. .ogika sebagai teori penyimpulan, berlandaskan pada suatu konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah, dan dapat diungkapkan dalam bentuk himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan, mempunyai keluasan. (engan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan, dan ini merupakan pembuktian se,ara formal 'ika diungkapkan dengan diagram himpunan sah dan tepat karena sah dan tepat pula penalaran tersebut. 1.1.2 Sejarah Logika

.ogika dimulai se'ak Thales (234 S5 - 64" S5#, yaitu pada 5asa /unani Kuno filsuf /unani pertama yang meninggalkan segala dongeng, takhayul, dan ,erita,erita isapan 'empol dan berpaling kepada akal budi untuk meme,ahkan rahasia alam semesta. Thales mengatakan bahwa air adalah ar,he (/unani# yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif. !ristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu, yang kemudian disebut logica scientica. !ristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah ar,he alam semesta dengan alasan bahwa air adalah 'iwa segala sesuatu. (alam logika Thales, air adalah ar,he alam semesta, yang menurut !ristoteles disimpulkan dari$ Air adalah 'iwa tumbuh-tumbuhan (karena tanpa air tumbuhan mati# Air adalah 'iwa hewan dan 'iwa manusia Air 'ugalah uap Air 'ugalah es

+adi, air adalah 'iwa dari segala sesuatu, yang berarti, air adalah ar,he alam semesta. Se'ak saat Thales sang filsuf mengenalkan pernyataannya, logika telah

mulai dikembangkan. Kaum -ofis beserta Plato (43! S5-74! S5# 'uga telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini. Pada masa !ristoteles logika masih disebut dengan analitica (.ogika 8ormal#, yang se,ara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan diale,ti,a yang se,ara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. 0nti dari logika !ristoteles adalah silogisme. .ogika pertama-tama disusun oleh !ristoteles (7"4-733 S5#, sebagai sebuah ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara 'alan pikiran dari setiap kekeliruan. .ogika sebagai ilmu baru pada waktu itu, disebut dengan nama %analiti,a& dan %diale,ti,a&. Kumpulan karya tulis !ristoteles mengenai logika diberi nama $rganon, terdiri atas enam bagian. )uku Aristoteles ber'udul $rganon (alat# ber'umlah enam, yaitu$ 1. 3. 7. .. 6. 2. Categoriae menguraikan pengertian-pengertian #e interpretatione tentang keputusan-keputusan !nalytica Posteriora tentang pembuktian. !nalytica Priora tentang -ilogisme. Topica tentang argumentasi dan metode berdebat. #e sohisticis elenchis tentang kesesatan dan kekeliruan berpikir.

Karya !ristoteles tentang logika dalam buku $rganon dikenal di dunia )arat selengkapnya ialah sesudah berlangsung penyalinan-penyalinan yang sangat luas dari sekian banyak ahli pikir 0slam ke dalam bahasa .atin. Penyalinanpenyalinan yang luas itu membukakan masa dunia )arat kembali akan alam pikiran 9rik 1ua. Pada 7!* S5 - 3"" S5 1heophrastus, murid Aristoteles yang men'adi pemimpin .y,eum, melan'utkan pengembangn logika. Theoprastus memberi sumbangan terbesar dalam logika ialah penafsirannya tentang pengertian yang mungkin dan 'uga tentang sebuah sifat asasi dari setiap kesimpulan. 0stilah logika untuk pertama kalinya dikenalkan oleh :eno dari ;itium 774 S5 - 332 S5 pelopor Kaum Stoa. Sistematisasi logika ter'adi pada masa 9alenus (17* 5 - 3*1 5# dan Se<tus =mpiri,us (3** 5#, dua orang dokter medis yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. Kemudian, Porphyrius (377-7*2 5#, seorang ahli pikir di 0skandariah menambahkan satu bagian baru dalam pela'aran logika. )agian baru ini disebut /isagoge, yakni sebagai pengantar Categorie. (alam bagian baru ini dibahas lingkungan-lingkungan >at dan lingkungan-lingkungan sifat di dalam alam, yang biasa disebut dengan klasifikasi. (engan demikian, logika men'adi tu'uh bagian. 0oethius (4"*-634# mener'emahkan /isagoge Porphyrius ke dalam bahasa .atin dan menambahkan komentar- komentarnya. Johanes #amascenus (2!4 - !4 # menerbitkan ons -cienteae.

Pada abad pertengahan yakni abad hingga abad 16, buku-buku Aristoteles seperti (e 0nterpretatione, =isagoge oleh Porphyus dan karya )oethius masih digunakan. 1homas A?uinas 1334-13!4 dan kawan-kawannya berusaha mengadakan sistematisasi logika. 5aka lahirlah logika modern dengan tokohtokoh seperti$ Petrus 1ispanus 131* - 13!"# %oger 0acon 1314-13 3 %aymundus 2ullus (1373 -1716# yang menemukan metode logika baru yang dinamakan !rs 3agna, yang merupakan sema,am al'abar pengertian. 4illiam $cham (13 6 - 174 #

1okoh logika pada >aman 0slam adalah !l- arabi ("!7- 6* 5# yang terkenal mahir dalam bahasa 9rik 1ua, menyalin seluruh karya tulis !ristoteles dalam berbagai bidang ilmu dan karya tulis ahli-ahli pikir 9rik lainnya. !l- arabi menyalin dan memberi komentar atas tu'uh bagian logika dan menambahkan satu bagian baru sehingga men'adi delapan bagian. Petrus 1ispanus (meninggal 13!! 5# menyusun pela'aran logika berbentuk sa'ak, seperti !ll-!,hdari dalam dunia 0slam, dan bukunya itu men'adi buku dasar bagi pela'aran logika sampai abad ke-1!. Petrus 1ispanus inilah yang mula-mula mempergunakan berbagai nama untuk sistem penyimpulan yang sah dalam perkaitan bentuk silogisme kategorik dalam sebuah sa'ak. (an kumpulan sa'ak Petrus 1ispanus mengenai logika ini bernama -ummulae. Pengembangan dan penggunaan logika !ristoteles se,ara murni diteruskan oleh Thomas 1obbes (16"" - 12! # dengan karyanya 2eviatan dan John 2oc,e (1273 - 1!*4# dalam !n /ssay Concerning 1uman 5nderstanding. rancis 0acon (1621 - 1232# mengembangkan logika induktif yang diperkenalkan dalam bukunya "ovum $rganum -cientiarum. J.-. 3ills (1"*2 - 1"!7# melan'utkan logika yang menekankan pada pemikiran induksi dalam bukunya -ystem of 2ogic. rancis 0acon (1621-1232 5# melan,arkan serangan sengketa terhadap logika dan mengan'urkan penggunaan sistem induksi se,ara lebih luas. Serangan 0acon terhadap logika ini memperoleh sambutan hangat dari berbagai kalangan di )arat, kemudian perhatian lebih ditu'ukan kepada penggunaan sistem induksi. Pembaruan logika di )arat berikutnya disusul oleh lain-lain penulis di antaranya adalah Gottfried 4ilhem von 2eibniz. 0a mengan'urkan penggantian pernyataanpernyataan dengan simbol-simbol agar lebih umum sifatnya dan lebih mudah melakukan analisis. (emikian 'uga 2eonard /uler, seorang ahli matematika dan logika Swiss melakukan pembahasan tentang term-term dengan menggunakan lingkaran-lingkaran untuk melukiskan hubungan antarterm yang terkenal dengan sebutan circle-/uler. John -tuart 3ill pada tahun 1"47 mempertemukan sistem induksi dengan sistem deduksi. Setiap pangkal-pikir besar di dalam deduksi memerlukan induksi dan sebaliknya induksi memerlukan deduksi bagi penyusunan pikiran mengenai hasilhasil eksperimen dan penyelidikan. +adi, kedua-duanya bukan merupakan

bagian-bagian yang saling terpisah, tetapi sebetulnya saling membantu. 5ill sendiri merumuskan metode-metode bagi sistem induksi, terkenal dengan sebutan our 3ethods. .ogika 8ormal sesudah masa 5ill lahirlah sekian banyak buku-buku baru dan ulasan-ulasan baru tentang logika. (an se'ak pertengahan abad ke-1 mulai lahir satu ,abang baru yang disebut dengan .ogika-Simbolik. dengan hadirnya pelopor-pelopor logika simbolik seperti$ Gottfried 4ilhelm 2eibniz (1242-1!12# menyusun logika al'abar berdasarkan !rs 3agna dari %aymundus 2ullus. .ogika ini bertu'uan menyederhanakan peker'aan akal budi dan lebih memperta'am kepastian. George 0oole (1"16-1"24# John 6enn (1"74-1 37# Gottlob rege (1"4" - 1 36#

1.2 Pembagian Logika 1.2.1 Logika Ber a!arkan "akt# )erdasarkan waktu mun,ulnya suatu aliran logika, .ogika dapat dibagi men'adi beberapa aliran yakni$ a. .ogika Klasik 5anusia yang pertama kali membakukan proses penalaran atau logika adalah Aristoteles. .ogika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (dedu,tive reasoning#, yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pela'aran tentang logika formal (formal logi,#. Analyti, adalah ilmu logika yang berdasarkan pada premis-premis yang diasumsikan benar. Salah satu konsep dasar dari logika aristoteles adalah silogisme. @ ! discourse in which, certain things being stated, something other than what is stated follows of necessity from their being so.@, Aristoteles. ;ontoh silogisme $ Semua mamalia menyusui (Premis 5ayor# Kuda adalah mamalia (Premis 5inor# Kuda menyusui (Kesimpulan# Kesimpulan dapat diambil 'ika sub'ek dari premis minor adalah bagian dari sub'ek premis mayor. Predikat kalimat kesimpulan adalah predikat premis mayor. b. Aasionalitasme Aasionalisme (.atin ratio, @reason@# mun,ul dalam beberapa bentuk nyaris pada setiap tingkatan filsafat, teologi )arat, namun umumnya Aasionalisme ini diidentifikasi dengan tradisi yang berakar dari abad 1! oleh filsuf dan ,endekia 8ran,is, AenB (es,artes @Aku berpikir, berarti aku ada@. (Aene (es,artes (16 "-126*# Kalimat tersebut dapat diartikan, segala sesuatu dapat men'adi benar 'ika dapat dibuat penalaran atau logika yang membuktikannya benar. 0tu adalah ide dasar dari paham rasionalitasme. Aene (es,artes adalah salah satu pelopor paham Aasionalitasme. Aasionalisme menganggap ilmu yang diperoleh melalui pan,aindera itu sebagai rendah martabatnya 'ika dibandingkan dengan ilmu yang diperolehi

melalui akal, kerana pengalaman dari pan,aindera dapat menipu dan tidak mempunyai kepastian. Sebelum (es,artes, sebenarnya Plato sudah mengemukakan ide Aasionalisme. 5enurut Plato, di atas dunia ini terdapat alam-alam ide yang men'adi sumber pengetahuan. Plato berkeyakinan bahwa 'iwa manusia sebelum memasuki alam ini ia berada pada alam ide dan beranggapan bahwa pemikiran manusia berasal dari 1uhan. ,. =mpirisme 5emasuki masa Aennaissanse (abad 14-12 5#, lahirlah paham empirisme. (avid Cume (1211-1!!2#, menyatakan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman atau, dengan kata lain, eksperimen. (engan itu pihak =mpirisis menafikan kewu'udan ilmu yang sedia ada se,ara semula 'adi pada diri manusia (innate knowledge#. )agi paham =mpirisisme pula, ilmu yang sah terbit dari pengalaman dari pan,aindera dan disahkan 'uga melaluinya. =mpirisme memberikan ,ukup banyak dorongan pada perkembangan pada dunia sains dan 'uga teknologi. d. 5odernisme Perbedaan antara Aasionalitasme dan =mpirisme ,oba diambil 'alan tengahnya oleh 0mmanuel Kant. (ia menga'ukan sintesis a pripori. 5enurutnya, pengetahuan yang benar bersumber dari rasio dan empiris yang sekaligus bersifat a pripori dan a posteriori. Sebagai gambaran, kita melihat suatu benda dikarenakan mata kita melihat ke arah benda tersebut (Aasionalitasme# dan benda tersebut memantulkan sinar ke mata kita (=mpirisme#. e. (ialektika )erbeda dengan logika klasik atau yang 'uga dikenal dengan istilah analitika, dialekta berawal dari proposisi-proposisi yang masih diragukan kebenarannya. 0de dasar dialektika sudah di,etuskan oleh Aristoteles dalam Drganon-nya. 0a menyebutkan sepuluh kategori yang membangun penalaran atau logika dialektika, yaitu $ substansi, kuantitas, kualitas, relasi, tempat, waktu, posisi, keadaan, aksi, dan keinginan. Sebagaimana Cera,litus mengatakan %everything flows&. f. .ogika Simbolik .ogika simbolik adalah ilmu tentang penyimpulan yang sah (absah#, khususnya yang dikembangkan dengan penggunaan metode-metode matematika dan dengan bantuan simbol-simbol khusus sehingga memungkinkan seseorang menghindarkan makna ganda dari bahasa seharihari (8rederi,k ). 8it,h dalam bukunya %Symboli, .ogi,&#. .ogika simbolis dikenal 'uga dengan istilah logika matematika. .ogika matematika membuat penalaran lebih terarah dan 'elas tetapi se,ara konsep masih mengikuti ilmu logika sudah ada sebelumnya. Sehingga walaupun logika ini lahir di abad 1 5, konsep dasarnya masih sama dengan logika klasik Aristoteles(7"4 - 733 S5#. Canya sa'a, sekali lagi, logika simbolis menerangkan logika dengan lebih rapi. Pengembangan dan diskusi yang terus dilakukan tidak mengubah konsep dasar yang sudah ada. Sehingga wa'ar 'ika ;ohen dan Eagel, dalam buku mereka %An 0ntrodu,tion to .ogi, and the S,ientifi, 5ethod&, halaman vii, menyatakan $ @Fe do not believe that there is any non-Aristotelian logi, in

the sense in whi,h there is a non-=u,lidean geometry, that is, a system of logi, in whi,h the ,ontraries of the Aristotelian prin,iples of ,ontradi,tion and the e<,luded middle are assumed to be true, and valid inferen,es drawn from them.@ .ogika Cegel lebih dikenal dengan istilah formal logi,. 0de dasar formal logi, terangkum dalam tiga hukum atau prinsip, yaitu$ 1. 1he law of identity (@A@ G @A@#. 3. 1he law of ,ontradi,tion (@A@ H %IA@#. 7. 1he law of the e<,luded middle (@A@ H @)@#. g. .ogika 5odern (i abad ke-1 , ada se'umlah upaya untuk memutakhirkan logika (9eorge )oyle, =rnst S,hrJder, 9otlob 8rege, )ertrand Aussell dan A. E. Fhitehead#. 1api, selain memperkenalkan simbol-simbol, dan beberapa penataan di sana-sini, tidak terdapat perubahan yang mendasar di sini. (engan menggunakan analogi fisika yang superfisial dan tidak tepat, apa yang disebut %metode atomik& yang dikembangkan oleh Aussell dan Fittgenstein (dan yang kemudian disangkal sendiri oleh orang yang disebut terakhir itu# men,oba membagi bahasa men'adi %atom-atomnya&. Kenyataannya adalah bahwa bahkan kalimat sederhanapun tidak dapat dipahami, sekalipun ia dianggap sebagai %batu penyusun materi& linguistik. Cukum-hukum ini tidak dituliskan dengan huruf biasa melainkan dengan simbol sebagai berikut$ pGp pGKp pLGKp K (p K p# Semuanya terlihat sangat manis, tapi tidaklah membuat perbedaan sedikitpun dengan hakikat silogisme. 1erlebih lagi, logika simbolis itu sendiri bukanlah satu ide baru. (i tahun 12"*-an, otak filsuf +erman .eibni> yang selalu subur itu telah menghasilkan satu logika simbolis, sekalipun ia tak pernah mempublikasikannya. (imasukkannya simbol ke dalam logika tidaklah membawa kita selangkahpun lebih ma'u, persis karena alasan bahwa simbol-simbol itu, pada gilirannya, ,epat atau lambat harus diter'emahkan ke dalam kata-kata dan konsep-konsep. 5ereka memiliki keuntungan seperti tulisan steno, lebih praktis untuk operasi teknis tertentu, komputer dan beberapa hal lain, tapi hakikatnya masih persis sama seperti yang sebelumnya. +aringan simbol matematis yang membingungkan ini diiringi oleh 'argon-'argon yang benarbenar muluk, yang nampaknya memang dibuat sehingga logika tidak akan pernah dipahami oleh orang-orang kebanyakan, seperti kasta-pendeta dari 5esir dan )abilonia yang menggunakan kata-kata dan simbol kultus rahasia untuk men'aga agar pengetahuan mereka tidak bo,or pada orang lain. Satusatunya perbedaan adalah bahwa orang-orang 5esir dan )abilonia itu memang benar-benar memiliki pengetahuan yang berharga untuk dimiliki,

seperti gerak benda-benda langit, apa yang tidak dimiliki sama sekali oleh para ahli logika modern. 0stilah-istilah %predikat monadik&, %pengkuantifikasi&, %variabel individu& dan lain-lain dsb., diran,ang untuk memberi kesan bahwa logika formal adalah satu ilmu yang tidak boleh dipandang enteng, karena ia tidak akan pernah dapat dipahami oleh orang-orang kebanyakan. Kita harus benar-benar prihatin bahwa nilai ilmiah dari satu sistem keper,ayaan tidak berbanding lurus dengan ketidak'elasan bahasa yang dipergunakannya. +ika itu yang ter'adi, tiap ahli mistik-religius dalam se'arah akan men'adi ilmuwan yang setaraf dengan gabungan Eewton, (arwin dan =instein sekaligus. (alam komedi karya 5oliere, .e )ourgeois 9entilhomme, 5. +ourdain terke'ut kala diberitahu bahwa ia telah berbi,ara dalam prosa sepan'ang hidupnya, tanpa ia sadari. Adalah satu kebenaran yang memprihatinkan bahwa, di penghu'ung abad ke3*, logika formal telah men,apai batas terakhirnya. )aru-baru ini, basis telah bergeser dari argumen pada kesimpulan deduktif. )agaimana %teorema logika diturunkan&M 0ni adalah landasan yang amat rapuh. )asis logika formal telah diterima tanpa pertanyaan selama berabadabad. Ada dua ,abang utama logika formal saat ini N kalkulus proposional dan kalkulus predikat. Keduanya berangkat dari aksioma, yang harus dianggap sebagai benar %dalam semua bidang yang mungkin ada&, di semua keadaan. U'ian terakhirnya tetaplah kebebasan dari segala kontradiksi. Segala hal yang kontradiktif akan dianggap sebagai %tidak sahih&. 1entu hal ini memiliki beberapa penerapan, ,ontohnya, pada komputer yang diran,ang untuk men'alankan prosedur ya atau tidak yang sederhana. Pada kenyataannya, segala aksiom sema,am itu adalah tautologi. )entuk-bentuk kosong ini dapat diisi dengan hakikat ma,am apapun 'uga. Keduanya diterapkan dengan ,ara yang mekanistis dan memaksa terhadap segala sub'ek. Ketika persoalannya menyangkut proses yang linear, keduanya memang ber'alan dengan baik. Cal ini penting, karena se'umlah besar proses dalam alam dan masyarakat benar ber'alan dengan ,ara ini. 1api ketika kita sampai pada ge'ala-ge'ala yang lebih kompleks, kontradiktif dan non-linear, hukum-hukum logika formal runtuh. Akan segera nampak bahwa, 'auh dari klaim mereka bahwa merekalah %kebenaran di segala bidang yang mungkin ada&, mereka adalah, seperti kata =ngels, sangat terbatas dalam penerapan mereka, dan dengan ,epat akan terkupas kedangkalannya ketika berhadapan dengan ge'ala sebagai sebuah totalitas keadaan. .ebih 'auh lagi, persis inilah keadaan yang telah menyita perhatian ilmu pengetahuan, khususnya bagian yang paling inovatif, di sebagian besar waktu sepan'ang abad ke-3*. Selain itu, ada beberapa pendapat yang membagi logika men'adi beberapa aliran besar yakni$ a. Aliran .ogika 1radisional .ogika ditafsirkan sebagai suatu kumpulan aturan praktis yang men'adi petun'uk pemikiran.

b. Aliran .ogika 5etafisis Susunan pikiran itu dianggap kenyataan, sehingga logika dianggap seperti metafisika. 1ugas pokok logika adalah menafsirkan pikiran sebagai suatu tahap dari struktur kenyataan. Sebab itu untuk mengetahui kenyataan, orang harus bela'ar logika lebih dahulu. ,. Aliran .ogika =pistemologis (ipelopori oleh 8ran,is Cerbert )radley (1"42 - 1 34# dan )ernard )osan?uet (1"4" - 1 37#. Untuk dapat men,apai pengetahuan yang memadai, pikiran logis dan perasaan harus digabung. (emikian 'uga untuk men,apai kebenaran, logika harus dihubungkan dengan seluruh pengetahuan lainnya. d. Aliran .ogika 0nstrumentalis (Aliran .ogika Pragmatis# (ipelopori oleh +ohn (ewey (1"6 - 1 63#. .ogika dianggap sebagai alat (instrumen# untuk meme,ahkan masalah. e. Aliran .ogika 5atematika .ogika matematika adalah ,abang logika dan matematika yang mengandung ka'ian matematis logika dan aplikasi ka'ian ini pada bidang-bidang lain di luar matematika. .ogika matematika berhubungan erat dengan ilmu komputer dan logika filosofis. 1ema utama dalam logika matematika antara lain adalah kekuatan ekspresif dari logika formal dan kekuatan deduktif dari sistem pembuktian formal. .ogika matematika sering dibagi ke dalam ,abang,abang dari teori himpunan, teori model, teori rekursi, teori pembuktian, serta matematika konstruktif. )idang-bidang ini memiliki hasil dasar logika yang serupa. (ipelopori oleh .eibni>, )oole dan (e 5organ. Aliran ini sangat menekankan penggunaan bahasa simbol untuk mempela'ari se,ara terin,i, bagaimana akal harus beker'a. 5etode-metode dalam mengembangkan matematika banyak digunakan oleh aliran ini, sehingga aliran ini berkembang sangat teknis dan ilmiah serta ber,orak matematika, yang kemudian disebut .ogika 5atematika (5athemati,al .ogi,#. 9.F. .eibni> (1242 - 1!12# dianggap sebagai matematikawan pertama yang mempela'ari .ogika Simbolik. 1.2.2 Logika Ber a!arkan S#mber Pemikiran a. .ogika Alamiah .ogika alamiah adalah kiner'a akal budi manusia yang berpikir se,ara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan ke,enderungan-ke,enderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada se'ak lahir. b. .ogika ilmiah .ogika ilmiah memperhalus, memperta'am pikiran serta akal budi. .ogika ilmiah men'adi ilmu khusus yang merumuskan a>as-a>as yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. )erkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat beker'a dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. .ogika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi. 1.2.$ Logika Ber a!arkan Pena%aran a. Penalaran (eduksi

5erupakan sistem penalaran yang menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya serta kesimpulan yang dihasilkan sebagai kemestian diturunkan dari pangkal pikirnya. (alam logika ini yang terutama ditelaah adalah bentuk dari ker'anya akal 'ika telah runtut dan sesuai dengan pertimbangan akal yang dapat dibuktikan tidak ada kesimpulan lain karena proses penyimpulannya adalah tepat dan sah. .ogika deduktif karena berbi,ara tentang hubungan bentuk-bentuk pernyataan sa'a yang utama terlepas isi apa yang diuraikan karena logika deduktif disebut pula logika formal. b. Penalaran 0nduksi .ogika induktif adalah sistem penalaran yang menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yang sah dari se'umlah hal khusus sampai pada suatu kesimpulan umum yang bersifat boleh 'adi. .ogika ini sering disebut 'uga logika material, yaitu berusaha menemukan prinsip-prinsip penalaran yang bergantung kesesuaiannya dengan kenyataan, oleh karena itu kesimpulannya hanyalah keboleh-'adian, dalam arti selama kesimpulannya itu tidak ada bukti yang menyangkalnya maka kesimpulan itu benar, dan tidak dapat dikatakan pasti.

Pemrograman 1
&a.a sebagai salah satu bahasa pemrograman baru men/an/i'an ban0a' 'emu1ahan bagi programer /unior maupun senior( Tutorial ini a'an memba2a An1a mengenal lebih /auh bahasa ini melalui pembahasan 'onsep mo1el peran3angan 1an petun/u' se1erhana penggunaann0a(

Apakah Java?
&a.a a1alah bahasa pemrograman berorientasi ob/e' 0ang 1i'embang'an oleh Sun Mi3ros0stems se/a' tahun 1441( 5ahasa ini 1i'embang'an 1engan mo1el 0ang mirip 1engan bahasa 677 1an Smalltal'8 namun 1iran3ang agar lebih mu1ah 1ipa'ai 1an plat9orm in1epen1ent8 0aitu 1apat 1i/alan'an 1i berbagai /enis sistem operasi 1an arsite'tur 'omputer( 5ahasa ini /uga 1iran3ang untu' pemrograman 1i Internet sehingga 1iran3ang agar aman 1an portabel(

Platform Independent
Plat9orm in1epen1ent berarti program 0ang 1itulis 1alam bahasa &a.a 1apat 1engan mu1ah 1ipin1ah'an antar berbagai /enis sistem operasi 1an berbagai /enis arsite'tur 'omputer( Aspe' ini sangat penting untu' 1apat men3apai tu/uan &a.a sebagai bahasa pemrograman Internet 1i mana sebuah program a'an 1i/alan'an oleh berbagai /enis 'omputer 1engan berbagai /enis sistem operasi( Si9at ini berla'u untu' le.el sour3e 3o1e 1an binar0 3o1e 1ari program &a.a( 5erbe1a 1engan bahasa 6 1an 6778 semua tipe 1ata 1alam bahasa &a.a mempun0ai u'uran 0ang 'onsisten 1i semua /enis plat9orm( Sour3e 3o1e program &a.a sen1iri ti1a' perlu 1irubah sama se'ali /i'a An1a ingin meng'ompile ulang 1i plat9orm lain( :asil 1ari meng'ompile sour3e 3o1e &a.a bu'anlah 'o1e mesin atau instru'si prosesor 0ang spesi9i' terha1ap mesin tertentu8 melain'an berupa b0te3o1e 0ang berupa 9ile bere'stensi .class( 50te3o1e tersebut 1apat langsung An1a e'se'usi 1i tiap plat9orm 0ang 1engan mengguna'an &a.a -irtual Ma3hine (&-M# sebagai interpreter terha1ap b0te3o1e tersebut( &-M sen1iri a1alah sebuah apli'asi 0ang ber/alan 1i atas sebuah sistem operasi 1an mener/emah'an b0te3o1e program &a.a 1an menge'se'usin0a8 sehingga se3ara 'onsep bisa 1ianggap sebagai sebuah interpreter( Proses penge'se'usian program &a.a 1apat 1ilu'is'an seperti 1i ,ambar 1( Dengan 3ara ini8 sebuah program &a.a 0ang telah 1i'ompilasi a'an 1apat ber/alan 1i plat9orm mana sa/a8 asal'an a1a &-M 1i sana( Kompiler 1an interpreter untu' program &a.a berbentu' &a.a De.elopment Kit (&DK# 0ang 1ipro1u'si oleh Sun Mi3ros0stems( &DK ini 1apat 1i1o2nloa1 gratis 1ari situs /a.a(sun(3om( Interpreter untu' program &a.a sen1iri sering /uga 1isebut

&a.a +untime atau &a.a -irtual Ma3hine( Interpreter &a.a8 tanpa 'ompilern0a8 1isebut &a.a +untime En.ironment (&+E# 1apat 1i1o2nloa1 /uga 1i situs 0ang sama( *ntu' mengembang'an program &a.a 1ibutuh'an &DK8 sementara /i'a han0a ingin men/alan'an b0te3o1e &a.a 3u'up 1engan &+E sa/a( $amun untu' menge'se'usi applet (sebuah b0te3o1e &a.a /uga# An1a biasan0a ti1a' perlu lagi men1o2nloa1 &+E 'arena bro2ser 0ang &a.a;enable1 telah memili'i &-M sen1iri(

Li rar!
Selain 'ompiler 1an interpreter8 bahasa &a.a sen1iri memili'i librar0 0ang 3u'up besar 0ang 1apat mempermu1ah An1a 1alam membuat sebuah apli'asi 1engan 3epat( Librar0 ini su1ah men3a'up untu' gra9i'8 1esain user inter9a3e8 'riptogra9i8 /aringan8 suara8 1atabase8 1an lain;lain(

""
&a.a a1alah bahasa pemrograman berorientasi ob/e'( Pemrograman berorientasi ob/e' se3ara gamblang a1alah te'ni' untu' mengorganisir program 1an 1apat 1ila'u'an 1engan hampir semua bahasa pemrograman( $amun &a.a sen1iri telah mengimplementasi'an berbagai 9asilitas agar seorang programer 1apat mengoptimal'an te'ni' pemrograman berorientasi ob/e'( Se1i'it perban1ingan tambahan 1engan bahasa 6 1an 6778 &a.a ban0a' me2arisi 'onsep orientasi ob/e' 1ari 677 namun 1engan menghilang'an aspe';aspe' 'erumitan 1alam bahasa 677 tanpa mengurangi 'e'uatann0a( :al ini mempermu1ah programer pemula untu' mempela/ari &a.a namun mengurangi 'eleluasaan programer berpengalaman 1alam menguta';ati' sebuah program( Di bali' 'emu1ahan 0ang 1ita2ar'an &a.a8 luasn0a 9asilitas librar0 &a.a sen1iri membuat seorang programer membutuh'an 2a'tu 0ang ti1a' sing'at untu' 1apat menguasai penggunaan librar0;librar0 tersebut(

Mem#lai Pemrograman Java


*ntu' membuat program &a.a8 seperti telah 1isebut'an sebelumn0a8 An1a membutuh'an &DK( Proses instalasi &DK tersebut sangat mu1ah 1an ti1a' membutuh'an pengetahuan tertentu( $amun untu' mengguna'ann0a An1a perlu mela'u'an beberapa pen0esuaian 1engan sistem operasi An1a( *mumn0a 0ang perlu An1a la'u'an a1alah memasu''an path 'e 1ire'tori &DK An1a 'e setting path pa1a sistem operasi An1a( Misal'an 1ire'tori &DK An1a a1alah C:\jdk1.4 ma'a pa1a <in1o2s 4" An1a 3u'up menambah'an baris perintah SET PATH=C:\jdk1.4\bin pa1a 9ile autoexec.bat An1a( *ntu' <in1o2s $T= !!!=>P An1a 3u'up menambah'an 1ire'tori C:\jdk1.4\bin pa1a .ariabel path 1i S0stem En.ironment( 6aran0a% 'li' 'anan i'on My Computer8 pilih

Properties( Kemu1ian pilih tab Advanced( Lalu 'li' tombol Environment Variables8 3ari .ariabel path8 'emu1ian tambah'an path 1ire'tori &DK An1a 'e 1alam .ariabel tersebut( *ntu' Linu?8 tambah'an baris perintah SET C ASSPATH=(direktori jdk Anda) 'e 9ile pro9ile An1a( *ntu' men3oba &DK8 'eti''an perintah ja!a 1an ja!ac pa1a shell prompt (atau DOS 6omman1 Prompt#( &i'a perintah tersebut su1ah 1i'enali ma'a program ja!a atau ja!ac a'an menampil'an sinta's penggunaan( *ntu' 'emu1ahan 1an berbagai 9asilitas tambahan An1a 1apat mengguna'an Integrate1 De.elopment En.ironment (IDE# untu' bahasa &a.a seperti $is#al %af& 1ari S0mante3 atau J'#ilder 1ari 5orlan1( *rutan lang'ah;lang'ah 0ang harus An1a la'u'an untu' membuat sebuah program &a.a se1erhana a1alah%
1. Membuat sour3e 3o1e program 1engan e1itor te's apapun( Ingat8 9ile

tersebut harus bere'stensi .ja!a 1an 3ase sensiti.e(


2. Meng'ompile sour3e 3o1e 1engan perintah ja!ac( Misaln0a% ja!ac
Hello"o#ld.ja!a( .class(

&i'a berhasil8 hasiln0a a1alah 9ile b0te3o1e bera'hiran

3. Menge'se'usi b0te3o1e 1engan perintah ja!a( Parameter 1ari perintah ini

a1alah nama 9ile hasil 'ompilasi tanpa e'stensi .class( 6ontoh% ja!a Hello"o#ld(

(o#r)e %ode
5eri'ut 'o1e untu' Hello"o#ld.ja!a%
public class Hello"o#ld $ public static !oid %ain&St#in'() a#'s* $ S+ste%.out.p#intln&,Apa -aba# .unia/,*0 1 1

Dan ini sebuah 3ontoh lain8 0aitu applet se1erhana untu' menampil'an te's 1i applet( Sebutlah 9ile ini bernama Hello"o#ldApplet.ja!a%
i%po#t ja!a.a2t.3#aphics0 public class Hello"o#ldApplet extends ja!a.applet.Applet $ public !oid paint&3#aphics '* $ '.d#a2St#in'&,Apa -aba# .unia/,4 54 65*0 1 1

Se3ara gamblang 1apat 1iperhati'an bah2a stru'tur 'e1ua program sangat mirip8 1an han0a berbe1a 1alam 'onte's e'se'usi( Ke1ua program ini a'an 1ibahas lebih lan/ut setelah 'ita membahas 3ara meng'ompile 1an menge'se'usi program tersebut( Perlu 1iingat bah2a bahasa &a.a bersi9at 3ase sensiti.e8 sehingga An1a harus memperhati'an penggunaan huru9 besar 1an 'e3il( Selain itu penulisan sour3e 3o1e program ti1a' harus memperhati'an bentu' tertentu8 sehingga An1a bisa sa/a menulis'an semua baris sour3e 3o1e tersebut 1alam satu baris asal An1a ti1a' lupa membubuh'an tan1a titi' 'oma (0#8 atau menulis'an tiap 'ata 1alam satu baris tersen1iri( $amun 1ian/ur'an An1a mengi'uti la0out seperti pa1a 3ontoh agar program An1a mu1ah 1iba3a 1an 1imengerti(

Kompilasi
Setelah 'e1ua 9ile 1isa.e 1engan nama Hello"o#ld.ja!a 1an Hello"o#ldApplet.ja!a8 'ita a'an meng'ompile 'e1ua program tersebut 1engan perintah%
p#o%pt7 ja!ac Hello"o#ld.ja!a p#o%pt7 ja!ac Hello"o#ldApplet.ja!a

Perlu 1iperhati'an bah2a 1ire'tori a'ti9 An1a saat ini a1alah 1ire'tori tempat An1a meleta''an 9ile;9ile program tersebut( An1a tetap 1apat meng'ompile program An1a 1ari 1ire'tori berbe1a 1engan perintah%
p#o%pt7 ja!ac &di#ekto#i p#o'#a%*8na%a9ile.ja!a

Setelah perintah ini selesai8 An1a a'an melihat bah2a telah ter3ipta 1ua buah 9ile .class8 0aitu b0te3o1e hasil 'ompilasi sour3e 3o1e 'ita(

(intaks Program
Se'arang 'ita a'an men3oba membahas elemen;elemen 1alam 'e1ua sour3e 3o1e tersebut( Pa1a a2al Listing 'ita menemu'an perintah i%po#t( Pa1a tahap a2al ini An1a perlu mengetahui bah2a pern0ataan tersebut han0a ber9ungsi mempermu1ah penulisan meto1e atau 1alam bahasa pemrograman lain 1isebut prose1ur atau 9ungsi( &a1i An1a han0a perlu menulis 3#aphics sebagai pengganti ja!a.a2t.3#aphics8 'arena 'ita telah mengimpor ja!a.a2t.3#aphics( Kemu1ian 1i masing;masing listing ter1apat pern0ataan public class. Pern0ataan ini a1alah pern0ataan pembu'a sebuah 'elas( Kelas sen1iri 1iguna'an untu' men3ipta'an ob/e'( Ingat bah2a &a.a berorientasi ob/e'( Kata public 1i

1epann0a ber9ungsi agar 'elas tersebut 1apat 1ia'ses oleh semua program lain( *ntu' saat ini anggaplah ob/e' sebagai suatu item 0ang 1apat 1imanipulasi oleh sebuah program( Dalam Listing ter1apat tambahan 'ata extends( :al ini berarti 'elas 0ang 'ita buat a'an me2arisi si9at;si9at 1ari 'elas 0ang 'ita extends( Dengan 'ata lain 'ita men/a1i'an 'elas 0ang 'ita extends sebagai himpunan bagian 1ari 'elas 'ita buat( Kemu1ian 'ita menemu'an baris pern0ataan public static !oid %ain&St#in'() a#'s* 1an public !oid paint&3#aphics '*( Ke1uan0a a1alah pern0ataan pembu'a sebuah meto1e( Meto1e sen1iri a1alah 'umpulan pern0ataan untu' mela'u'an suatu tugas tertentu 1alam 'elas( Ke1uan0a sebenarn0a mempun0ai 9ungsi 0ang sama namun 1alam 'onte's 0ang berbe1a( Dalam setiap apli'asi harus a1a sebuah meto1e 0ang bernama %ain 0ang a'an 1ie'se'usi pertama 'ali saat program tersebut 1ie'se'usi( Sementara 1alam applet8 meto1e 0ang pertama 'ali a'an 1ie'se'usi 'eti'a applet 1iloa1 a1alah paint( Kata public 1i 1epann0a mempun0ai 9ungsi 0ang sama 1engan 'ata public 0ang a1a 1i 1epan baris permulaan 'elas( $amun nantin0a An1a a'an menemu'an /uga bentu' lain seperti p#i!ate 1an p#otect 0ang a'an 'ita bahas nanti( Pa1a Listing 1 ter1apat 'ata static pa1a pern0ataan pembu'a meto1e main( :al ini berarti meto1e %ain ti1a' mengubah atau mengguna'an ob/e' 0ang 1i3ipta'an oleh 'elas tersebut8 sehingga 1apat 1i'ata'an ber1iri sen1iri 1an ti1a' teri'at 1engan ob/e'( Dalam meto1e %ain 1alam apli'asi8 parametern0a a1alah selalu St#in'() a#'s8 1i mana a#'s han0alah sebuah nama 1ari ob/e' arra0 1ari St#in'( Arra0 ini nantin0a a'an berisi parameter;parameter 0ang 1iberi'an user sebagai argumen 3omman1 line( Sementara An1a ti1a' perlu mengerti mengenai parameter tersebut8 3u'up 1iingat bah2a bentu' meto1e %ain harus selalu 1emi'ian( Kemu1ian 1i 1alam 'e1ua meto1e pa1a 'e1ua listing tersebut8 'ita menemu'an sebuah pern0ataan( An1a tentu 1apat sa/a meleta''an lebih 1ari satu pern0ataan 1alam sebuah meto1e( Setiap pern0ataan 1alam sebuah meto1e 1ipisah'an oleh titi' 'oma 1an a'an 1ie'se'usi satu persatu( Ke1ua pern0ataan pa1a listing tern0ata memanggil sebuah meto1e lain 0aitu meto1e p#intln 1an paint( Tentun0a 1apat An1a perhati'an bah2a untu' memanggil sebuah meto1e 1iperlu'an tiga 'omponen 0aitu%
1. Ob/e' 0ang ingin 'ita pa'ai( Dalam hal ini ob/e' S+ste%.out 1an
3#aphics '(

2. $ama meto1e 0ang ingin 'ita pa'ai( Dalam hal ini p#intln 1an paint(

3( Sepasang tan1a 'urung 0ang berisi in9ormasi tambahan 0ang 1iperlu'an oleh meto1e 0ang 1ipanggil8 0aitu parameter(

Dalam Listing 18 pern0ataan S+ste%.out.p#intln&,Apa -aba# .unia/,*0 berarti 3arilah ob/e' out 1alam 'elas S+ste% 'emu1ian panggil meto1e p#intln 1ari ob/e' out 1engan parameter berupa string ,Apa -aba# .unia/,( Se1ang 1alam Listing 8 pern0ataan '.d#a2St#in'&,Apa -aba# .unia/,4 54 65*0 berarti 3arilah ob/e' ' 'emu1ian panggil meto1e d#a2St#in' pa1a ob/e' ' 1engan parameter ,Apa -aba# .unia/:4 54 65*0(

*ksek#si
Setelah selesai membahas sinta's 1asar &a.a 1alam 'e1ua listing8 selan/utn0a 'ita a'an men3oba menge'se'usi 'e1ua program ini( *ntu' program pertama 0ang berupa apli'asi biasa8 'ita tinggal mengeti''an perintah ja!a Hello"o#ld pa1a prompt 1an pesan Apa -aba# .unia/ a'an tampil 1i la0ar (atau mung'in 1i tempat lain8 bergantung sistem operasi An1a#( Se1ang'an untu' applet 'ita mesti membuat sebuah 9ile :TML sebagai pembung'us@atau pemanggiln0a( 5eri'ut 1iberi'an 3ontoh 9ile :TML untu' membung'us applet 0ang 'ita buat(
;HT< 7 ;HEA.7 ;T=T E7Coba Applet;8T=T E7 ;8HEA.7 ;>?.@7 ;APP ET C?.E=,Hello"o#ldApplet.class, "=.TH=15A HE=3HT=657 ;8APP ET7 ;8>?.@7 ;8HT< 7

5eri nama hello2o#d.ht%l 1an simpanlah 1i 1ire'tori 0ang sama 1engan lo'asi 9ile;9ile .ja!a 1an .class sebelumn0a( *ntu' menge'se'usi applet 'ita 3u'up membu'a 9ile :TML tersebut 1i bro2ser 0ang &a.a;enable1 atau mengeti''an perintah applet!ie2e# na%a9ile.ht%l 1i prompt(

Matematika

Eu'li1es8 matemati'a2an Aunani8 aba1 'e;3 SM8 seperti 0ang 1ilu'is'an oleh +a99aello SanBio 1i 1alam 1etail ini 1ari Sekolah Athena( Matematika (1ari bahasa Aunani% !"# ; math$matik%# a1alah stu1i besaran8 stru'tur8 ruang8 1an perubahan( Para matemati'a2an men3ari berbagai pola8 merumus'an 'on/e'tur baru8 1an membangun 'ebenaran melalui meto1e 1e1u'si 0ang 'a'u 1ari a'sioma;a'sioma 1an 1e9inisi;1e9inisi 0ang bersesuaian( Ter1apat perselisihan tentang apa'ah ob/e';ob/e' matemati'a seperti bilangan 1an titi' ha1ir se3ara alami8 atau han0alah buatan manusia( Seorang matemati'a2an 5en/amin Peir3e men0ebut matemati'a sebagai Cilmu 0ang menggambar'an simpulan;simpulan 0ang pentingC( Di piha' lain8 Albert Einstein men0ata'an bah2a Cse/auh hu'um;hu'um matemati'a meru/u' 'epa1a 'en0ataan8 mere'a ti1a'lah pastiD 1an se/auh mere'a pasti8 mere'a ti1a' meru/u' 'epa1a 'en0ataan(C Melalui penggunaan penalaran logi'a 1an abstra'si8 matemati'a ber'embang 1ari pen3a3ahan8 perhitungan8 pengu'uran8 1an peng'a/ian sistematis terha1ap bangun 1an pergera'an ben1a;ben1a 9isi'a( Matemati'a pra'tis telah men/a1i 'egiatan manusia se/a' a1an0a re'aman tertulis( Argumentasi 'a'u pertama mun3ul 1i 1alam Matemati'a Aunani8 terutama 1i 1alam 'ar0a Eu'li1es8 Elemen( Matemati'a selalu ber'embang8 misaln0a 1i 6ina pa1a tahun 3!! SM8 1i In1ia pa1a tahun 1!! M8 1an 1i Arab pa1a tahun "!! M8 hingga Baman +enaisans8 'eti'a temuan baru matemati'a berintera'si 1engan penemuan ilmiah baru 0ang mengarah pa1a pening'atan 0ang 3epat 1i 1alam la/u penemuan matemati'a 0ang berlan/ut hingga 'ini( Kini8 matemati'a 1iguna'an 1i seluruh 1unia sebagai alat penting 1i berbagai bi1ang8 termasu' ilmu alam8 te'ni'8 'e1o'teran=me1is8 1an ilmu sosial seperti e'onomi8 1an psi'ologi( Matemati'a terapan8 3abang matemati'a 0ang meling'upi penerapan pengetahuan matemati'a 'e bi1ang;bi1ang lain8 mengilhami 1an membuat penggunaan temuan;temuan matemati'a baru8 1an

'a1ang;'a1ang mengarah pa1a pengembangan 1isiplin;1isiplin ilmu 0ang sepenuhn0a baru8 seperti statisti'a 1an teori permainan( Para matemati'a2an /uga bergulat 1i 1alam matemati'a murni8 atau matemati'a untu' per'embangan matemati'a itu sen1iri8 tanpa a1an0a penerapan 1i 1alam pi'iran8 mes'ipun penerapan pra'tis 0ang men/a1i latar mun3uln0a matemati'a murni tern0ata sering'ali 1itemu'an ter'emu1ian(

*timologi
Kata Cmatemati'aC berasal 1ari bahasa Aunani Kuno EFGHEI (m%th$ma#8 0ang berarti pen&ka'ian8 pembela'aran8 ilmu 0ang ruang ling'upn0a men0empit8 1an arti te'nisn0a men/a1i Cpeng'a/ian matemati'aC8 bah'an 1emi'ian /uga pa1a Baman 'uno( Kata si9atn0a a1alah EIGHEIJKLMN (math$matik(s#8 berkaitan den&an pen&ka'ian8 atau tekun bela'ar8 0ang lebih /auhn0a berarti matematis( Se3ara 'husus8 OPQROPSTU SVWXR (math$matik t)khn$#8 1i 1alam bahasa Latin ars mathematica8 berarti seni matematika( 5entu' /ama' sering 1ipa'ai 1i 1alam bahasa Inggris8 seperti /uga 1i 1alam bahasa Peran3is les math)mati*ues (1an /arang 1iguna'an sebagai turunan bentu' tunggal la math)mati*ue#8 meru/u' pa1a bentu' /ama' bahasa Latin 0ang 3en1erung netral mathematica (6i3ero#8 ber1asar'an bentu' /ama' bahasa Aunani JI EIGHEIJKLF (ta math$matik%#8 0ang 1ipa'ai Aristoteles8 0ang ter/emahan 'asarn0a berarti Csegala hal 0ang matematisC( Tetapi8 1i 1alam bahasa Inggris8 'ata ben1a mathematics mengambil bentu' tunggal bila 1ipa'ai sebagai 'ata 'er/a( Di 1alam ragam per3a'apan8 matemati'a 'erap 'ali 1ising'at sebagai math 1i Ameri'a *tara 1an maths 1i tempat lain(

(e+arah

Sebuah Ouipu8 0ang 1ipa'ai oleh In3a untu' men3atat'an bilangan( E.olusi matemati'a 1apat 1ipan1ang sebagai se1eretan abstra'si 0ang selalu bertambah ban0a'8 atau per'ataan lainn0a perluasan po'o' masalah( Abstra'si mula;mula8 0ang /uga berla'u pa1a ban0a' binatang8 a1alah tentang bilangan%

pern0ataan bah2a 1ua apel 1an 1ua /eru' (sebagai 3ontoh# memili'i /umlah 0ang sama( Selain mengetahui 3ara men3a3ah ob/e';ob/e' +isika8 manusia prase/arah /uga mengenali 3ara men3a3ah besaran abstrak8 seperti 2a'tu @ hari8 musim8 tahun( Aritmeti'a 1asar (pen/umlahan8 pengurangan8 per'alian8 1an pembagian# mengi'uti se3ara alami( Lang'ah selan/utn0a memerlu'an penulisan atau sistem lain untu' men3atat'an bilangan8 semisal tali atau 1a2ai bersimpul 0ang 1isebut Ouipu 1ipa'ai oleh bangsa In3a untu' men0impan 1ata numeri'( Sistem bilangan a1a ban0a' 1an berma3am;ma3am8 bilangan tertulis 0ang pertama 1i'etahui a1a 1i 1alam nas'ah 2arisan Mesir Kuno 1i Kera/aan Tengah Mesir8 Lembaran Matemati'a +hin1(

Sistem bilangan Ma0a Penggunaan ter'uno matemati'a a1alah 1i 1alam per1agangan8 pengu'uran tanah8 pelu'isan8 1an pola;pola penenunan 1an pen3atatan 2a'tu 1an ti1a' pernah ber'embang luas hingga tahun 3!!! SM 'e mu'a 'eti'a orang 5abilonia 1an Mesir Kuno mulai mengguna'an aritmeti'a8 al/abar8 1an geometri untu' penghitungan pa/a' 1an urusan 'euangan lainn0a8 bangunan 1an 'onstru'si8 1an astronomi( Peng'a/ian matemati'a 0ang sistematis 1i 1alam 'ebenarann0a sen1iri 1imulai pa1a Baman Aunani Kuno antara tahun P!! 1an 3!! SM( Matemati'a se/a' saat itu segera ber'embang luas8 1an ter1apat intera'si berman9aat antara matemati'a 1an sains8 menguntung'an 'e1ua belah piha'( Penemuan;penemuan matemati'a 1ibuat sepan/ang se/arah 1an berlan/ut hingga 'ini( Menurut Mi'hail 5( Se.r0u'8 pa1a &anuari !!P terbitan 5ulletin o9 the Ameri3an Mathemati3al So3iet08 C5an0a'n0a ma'alah 1an bu'u 0ang 1ilibat'an 1i 1alam basis 1ata Mathemati3al +e.ie2s se/a' 144! (tahun pertama beroperasin0a M+# 'ini melebihi 184 /uta8 1an melebihi QR ribu arti'el

1itambah'an 'e 1alam basis 1ata itu tiap tahun( Sebagian besar 'ar0a 1i samu1era ini berisi teorema matemati'a baru beserta bu'ti;bu'tin0a(C

Ilham, matematika m#rni dan terapan, dan estetika

Sir Isaa3 $e2ton (1P43;1Q Q#8 seorang penemu 'al'ulus in9initesimal( Matemati'a mun3ul pa1a saat 1iha1apin0a masalah;masalah 0ang rumit 0ang melibat'an 'uantitas8 stru'tur8 ruang8 atau perubahan( Mulan0a masalah;masalah itu 1i/umpai 1i 1alam per1agangan8 pengu'uran tanah8 1an 'emu1ian astronomiD 'ini8 semua ilmu pengetahuan mengan/ur'an masalah;masalah 0ang 1i'a/i oleh para matemati'a2an8 1an ban0a' masalah 0ang mun3ul 1i 1alam matemati'a itu sen1iri( Misaln0a8 seorang 9isi'a2an +i3har1 )e0nman menemu'an rumus integral lintasan me'ani'a 'uantum mengguna'an pa1uan nalar matemati'a 1an 2a2asan 9isi'a8 1an teori 1a2ai masa 'ini8 teori ilmiah 0ang masih ber'embang 0ang berupa0a membersatu'an empat ga0a 1asar alami8 terus sa/a mengilhami matemati'a baru(S 5eberapa matemati'a han0a bersesuaian 1i 1alam 2ila0ah 0ang mengilhamin0a8 1an 1iterap'an untu' meme3ah'an masalah lan/utan 1i 2ila0ah itu( Tetapi sering'ali matemati'a 1iilhami oleh bu'ti;bu'ti 1i satu 2ila0ah tern0ata berman9aat /uga 1i ban0a' 2ila0ah lainn0a8 1an menggabung'an perse1iaan umum 'onsep;'onsep matemati'a( )a'ta 0ang mena'/ub'an bah2a matemati'a Cpaling murniC sering beralih men/a1i memili'i terapan pra'tis a1alah apa 0ang Eugene <igner memanggiln0a sebagai CKeti1a'e9e'ti9an Matemati'a ta' ternalar 1i 1alam Ilmu Pengetahuan AlamC(

Seperti 1i sebagian besar 2ila0ah peng'a/ian8 le1a'an pengetahuan 1i Baman ilmiah telah mengarah pa1a peng'hususan 1i 1alam matemati'a( Satu perbe1aan utama a1alah 1i antara matemati'a murni 1an matemati'a terapan% sebagian besar matemati'a2an memusat'an penelitian mere'a han0a pa1a satu 2ila0ah ini8 1an 'a1ang;'a1ang pilihan ini 1ibuat se1ini per'uliahan program sar/ana mere'a( 5eberapa 2ila0ah matemati'a terapan telah 1igabung'an 1engan tra1isi;tra1isi 0ang bersesuaian 1i luar matemati'a 1an men/a1i 1isiplin 0ang memili'i ha' tersen1iri8 termasu' statisti'a8 riset operasi8 1an ilmu 'omputer( Mere'a 0ang berminat 'epa1a matemati'a sering'ali men/umpai suatu aspe' esteti'a tertentu 1i ban0a' matemati'a( 5an0a' matemati'a2an berbi3ara tentang kean&&unan matemati'a8 esteti'a 0ang tersirat8 1an 'ein1ahan 1ari 1alamn0a( Kese1erhanaan 1an 'eumumann0a 1ihargai( Ter1apat 'ein1ahan 1i 1alam 'ese1erhanaan 1an 'eanggunan bu'ti 0ang 1iberi'an8 semisal bu'ti Eu3li1 0a'ni bah2a ter1apat ta';terhingga ban0a'n0a bilangan prima8 1an 1i 1alam meto1e numeri' 0ang anggun bah2a perhitungan la/u8 0a'ni trans9ormasi )ourier 3epat( ,( :( :ar10 1i 1alam A Mathematician,s Apolo&y mengung'ap'an 'e0a'inan bah2a penganggapan esteti'a ini8 1i 1alamn0a sen1iri8 3u'up untu' men1u'ung peng'a/ian matemati'a murni( Para matemati'a2an sering be'er/a 'eras menemu'an bu'ti teorema 0ang anggun se3ara 'husus8 pen3arian Paul Er1Ts sering ber'utat pa1a se/enis pen3arian a'ar 1ari CAl'itabC 1i mana Tuhan telah menulis'an bu'ti;bu'ti 'esu'aann0a( Kepopularan matemati'a re'reasi a1alah is0arat lain bah2a 'egembiraan ban0a' 1i/umpai 'eti'a seseorang mampu meme3ah'an soal;soal matemati'a(

Notasi, ahasa, dan kekak#an

Leonhar1 Euler( Mung'in seorang matemati'a2an 0ang terban0a' menghasil'an temuan sepan/ang masa

Sebagian besar notasi matemati'a 0ang 1iguna'an saat ini ti1a'lah 1itemu'an hingga aba1 'e;1P( Pa1a aba1 'e;1"8 Euler bertanggung /a2ab atas ban0a' notasi 0ang 1iguna'an saat ini( $otasi mo1ern membuat matemati'a lebih mu1ah bagi para pro9esional8 tetapi para pemula sering menemu'ann0a sebagai sesuatu 0ang mengeri'an( Ter/a1i pema1atan 0ang amat sangat% se1i'it lambang berisi in9ormasi 0ang 'a0a( Seperti notasi musi'8 notasi matemati'a mo1ern memili'i tata 'alimat 0ang 'a'u 1an men0an1i'an in9ormasi 0ang barang'ali su'ar bila 1itulis'an menurut 3ara lain( 5ahasa matemati'a 1apat /uga ter'esan su'ar bagi para pemula( Kata;'ata seperti atau 1an hanya memili'i arti 0ang lebih presisi 1aripa1a 1i 1alam per3a'apan sehari;hari( Selain itu8 'ata;'ata semisal terbuka 1an lapan&an memberi'an arti 'husus matemati'a( &argon matemati'a termasu' istilah;istilah te'nis semisal homomor+isme 1an terinte&ralkan( Tetapi a1a alasan untu' notasi 'husus 1an /argon te'nis ini% matemati'a memerlu'an presisi 0ang lebih 1ari se'a1ar per3a'apan sehari;hari( Para matemati'a2an men0ebut presisi bahasa 1an logi'a ini sebagai C'a'uC (ri&or#(

Lambang 'eta'hinggaan - 1i 1alam beberapa ga0a sa/ian( Ka'u se3ara men1asar a1alah tentang bu'ti matemati'a( Para matemati'a2an ingin teorema mere'a mengi'uti a'sioma;a'sioma 1engan ma'su1 penalaran 0ang sistemati'( Ini untu' men3egah CteoremaC 0ang salah ambil8 1i1asar'an pa1a pra1uga 'egagalan8 1i mana ban0a' 3ontoh pernah mun3ul 1i 1alam se/arah sub/e' ini(S Ting'at 'e'a'uan 1iharap'an 1i 1alam matemati'a selalu berubah; ubah sepan/ang 2a'tu% bangsa Aunani mengingin'an 1alil 0ang terperin3i8 namun pa1a saat itu meto1e 0ang 1iguna'an Isaa3 $e2ton 'uranglah 'a'u( Masalah 0ang mele'at pa1a 1e9inisi;1e9inisi 0ang 1iguna'an $e2ton a'an mengarah 'epa1a mun3uln0a analisis sa'sama 1an bu'ti 9ormal pa1a aba1 'e;14( Kini8 para matemati'a2an masih terus bera1u argumentasi tentang bu'ti berbantuan; 'omputer( Karena perhitungan besar sangatlah su'ar 1iperi'sa8 bu'ti;bu'ti itu mung'in sa/a ti1a' 3u'up 'a'u(

A'sioma menurut pemi'iran tra1isional a1alah C'ebenaran 0ang men/a1i bu'ti 1engan sen1irin0aC8 tetapi 'onsep ini memi3u persoalan( Pa1a ting'atan 9ormal8 sebuah a'sioma han0alah seutas 1a2ai lambang8 0ang han0a memili'i ma'na tersirat 1i 1alam 'onte's semua rumus 0ang terturun'an 1ari suatu sistem a'sioma( Inilah tu/uan program :ilbert untu' meleta''an semua matemati'a pa1a sebuah basis a'sioma 0ang 'o'oh8 tetapi menurut Teorema 'eta'leng'apan ,U1el tiap;tiap sistem a'sioma (0ang 3u'up 'uat# memili'i rumus;rumus 0ang ti1a' 1apat 1itentu'anD 1an oleh 'arena itulah suatu a'siomatisasi tera'hir 1i 1alam matemati'a a1alah mustahil( Mes'i 1emi'ian8 matemati'a sering 1iba0ang'an (1i 1alam 'onte's 9ormal# ti1a' lain 'e3uali teori himpunan 1i beberapa a'siomatisasi8 1engan pengertian bah2a tiap;tiap pern0ataan atau bu'ti matemati'a 1apat 1i'emas 'e 1alam rumus;rumus teori himpunan(

Matematika se agai ilm# pengetah#an

6arl )rie1ri3h ,auss8 menganggap 1irin0a sebagai Cpangerann0a para matemati'a2anC8 1an mengata'an matemati'a sebagai C+atun0a Ilmu PengetahuanC( 6arl )rie1ri3h ,auss mengata'an matemati'a sebagai C+atun0a Ilmu PengetahuanC( Di 1alam bahasa aslin0a8 Latin -e&ina Scientiarum8 /uga 1i 1alam bahasa &erman ./ni&in der 0issenscha+ten8 'ata 0ang bersesuaian 1engan ilmu pen&etahuan berarti (lapangan# pengetahuan( &elas8 inipun arti asli 1i 1alam bahasa Inggris8 1an tia1a 'eraguan bah2a matemati'a 1i 1alam 'onte's ini a1alah sebuah ilmu pengetahuan( Peng'hususan 0ang mempersempit ma'na men/a1i ilmu pengetahuan alam a1alah 1i masa ter'emu1ian( 5ila seseorang meman1ang ilmu pengetahuan han0a terbatas pa1a 1unia 9isi'a8 ma'a matemati'a8 atau se'urang;'urangn0a matemati'a murni8 bu'anlah ilmu pengetahuan(

Albert Einstein men0ata'an bah2a 1se'auh hukum2hukum matematika meru'uk kepada kenyataan3 maka mereka tidaklah pasti4 dan se'auh mereka pasti3 mereka tidak meru'uk kepada kenyataan5C 5an0a' 9ilsu9 0a'in bah2a matemati'a ti1a'lah terpalsu'an ber1asar'an per3obaan8 1an 1engan 1emi'ian bu'anlah ilmu pengetahuan per 1e9inisi Karl Popper( Tetapi8 1i 1alam 'ar0a penting tahun 143!;an tentang logi'a matemati'a menun/u''an bah2a matemati'a ti1a' bisa 1ire1u'si men/a1i logi'a8 1an Karl Popper men0impul'an bah2a Csebagian besar teori matemati'a8 seperti haln0a 9isi'a 1an biologi8 a1alah hipotetis;1e1u'ti9% oleh 'arena itu matemati'a men/a1i lebih 1e'at 'e ilmu pengetahuan alam 0ang hipotesis;hipotesisn0a a1alah 'on/e'tur (1ugaan#8 lebih 1aripa1a sebagai hal 0ang baru(C Para bi/a' bestari lainn0a8 sebut sa/a Imre La'atos8 telah menerap'an satu .ersi pemalsuan 'epa1a matemati'a itu sen1iri( Sebuah tin/auan alternati9 a1alah bah2a lapangan;lapangan ilmiah tertentu (misaln0a 9isi'a teoretis# a1alah matemati'a 1engan a'sioma;a'sioma 0ang 1itu/u'an se1emi'ian sehingga bersesuaian 1engan 'en0ataan( )a'tan0a8 seorang 9isi'a2an teoretis8 &( M( Viman8 menga/u'an pen1apat bah2a ilmu pengetahuan a1alah pen&etahuan umum 1an 1engan 1emi'ian matemati'a termasu' 1i 1alamn0a( Di beberapa 'asus8 matemati'a ban0a' saling berbagi 1engan ilmu pengetahuan 9isi'a8 sebut sa/a penggalian 1ampa';1ampa' logis 1ari beberapa anggapan( Intuisi 1an per3obaan /uga berperan penting 1i 1alam perumusan 'on/e'tur;'on/e'tur8 bai' itu 1i matemati'a8 maupun 1i ilmu;ilmu pengetahuan (lainn0a#( Matemati'a per3obaan terus bertumbuh 'embang8 mengingat 'epentingann0a 1i 1alam matemati'a8 'emu1ian 'omputasi 1an simulasi memain'an peran 0ang sema'in menguat8 bai' itu 1i ilmu pengetahuan8 maupun 1i matemati'a8 melemah'an ob/e'si 0ang mana matemati'a ti1a' mengguna'an meto1e ilmiah( Di 1alam bu'un0a 0ang 1iterbit'an pa1a !! A 6e7 .ind o+ Science8 Stephen <ol9ram ber1alil bah2a matemati'a 'omputasi pantas untu' 1igali se3ara empiri' sebagai lapangan ilmiah 1i 1alam ha'n0a='ebenarann0a sen1iri( Pen1apat;pen1apat para matemati'a2an terha1ap hal ini a1alah berane'a ma3am( 5an0a' matemati'a2an merasa bah2a untu' men0ebut 2ila0ah mere'a sebagai ilmu pengetahuan sama sa/a 1engan menurun'an 'a1ar 'epentingan sisi esteti'an0a8 1an se/arahn0a 1i 1alam tu/uh seni liberal tra1isionalD 0ang lainn0a merasa bah2a pengabaian pranala ini terha1ap ilmu pengetahuan sama sa/a 1engan memutar;mutar mata 0ang buta terha1ap 9a'ta bah2a antarmu'a antara matemati'a 1an penerapann0a 1i 1alam ilmu pengetahuan 1an re'a0asa telah mengemu1i'an ban0a' pengembangan 1i 1alam matemati'a( Satu /alan 0ang 1imain'an oleh perbe1aan su1ut pan1ang ini a1alah 1i 1alam perbin3angan 9ilsa9at apa'ah matemati'a diciptakan (seperti 1i 1alam seni# atau ditemukan (seperti 1i 1alam ilmu pengetahuan#( A1alah 2a/ar bagi uni.ersitas bila

1ibagi 'e 1alam bagian;bagian 0ang men0erta'an 1epartemen 8lmu Pen&etahuan dan Matematika8 ini menun/u''an bah2a lapangan;lapangan itu 1ipan1ang berse'utu tetapi mere'a ti1a' seperti 1ua sisi 'eping uang logam( Pa1a tataran pra'tisn0a8 para matemati'a2an biasan0a 1i'elompo''an bersama;sama para ilmu2an pa1a ting'atan 'asar8 tetapi 1ipisah'an pa1a ting'atan a'hir( Ini a1alah salah satu 1ari ban0a' per'ara 0ang 1iperhati'an 1i 1alam 9ilsa9at matemati'a( Penghargaan matemati'a umumn0a 1ipelihara supa0a tetap terpisah 1ari 'esetaraann0a 1engan ilmu pengetahuan( Penghargaan 0ang a1iluhung 1i 1alam matemati'a a1alah )iel1s Me1al (me1ali lapangan#8 1imula'an pa1a 143P 1an 'ini 1iselenggara'an tiap empat tahunan( Penghargaan ini sering 1ianggap setara 1engan :a1iah $obel ilmu pengetahuan( <ol9 PriBe in Mathemati3s8 1ilembaga'an pa1a 14Q"8 menga'ui masa prestasi8 1an penghargaan internasional utama lainn0a8 :a1iah Abel8 1iper'enal'an pa1a !!3( Ini 1ianugerah'an bagi ruas 'husus 'ar0a8 1apat berupa pembaharuan8 atau pen0elesaian masalah 0ang ter'emu'a 1i 1alam lapangan 0ang mapan( Sebuah 1a9tar ter'enal berisi'an 3 masalah terbu'a8 0ang 1isebut Cmasalah :ilbertC8 1ihimpun pa1a 14!! oleh matemati'a2an &erman Da.i1 :ilbert( Da9tar ini meraih persulangan 0ang besar 1i antara para matemati'a2an8 1an paling se1i'it sembilan 1ari masalah;masalah itu 'ini terpe3ah'an( Sebuah 1a9tar baru berisi tu/uh masalah penting8 ber/u1ul CMasalah :a1iah MileniumC8 1iterbit'an pa1a !!!( Peme3ahan tiap;tiap masalah ini berha1iah *SW 1 /uta8 1an han0a satu (hipotesis +iemann# 0ang mengalami penggan1aan 1i 1alam masalah;masalah :ilbert(

'idang. idang matematika

Sebuah sempoa8 alat hitung se1erhana 0ang 1ipa'ai se/a' Baman 'uno( Disiplin;1isiplin utama 1i 1alam matemati'a pertama mun3ul 'arena 'ebutuhan a'an perhitungan 1i 1alam per1agangan8 untu' memahami hubungan antarbilangan8 untu' mengu'ur tanah8 1an untu' meramal peristi2a astronomi( Empat 'ebutuhan ini se3ara 'asar 1apat 1i'ait'an 1engan pembagian;pembagian 'asar matemati'a 'e 1alam peng'a/ian besaran8 stru'tur8 ruang8 1an perubahan (0a'ni aritmeti'a8 al/abar8 geometri8 1an analisis#( Selain po'o' bahasan itu8 /uga

ter1apat pembagian;pembagian 0ang 1ipersembah'an untu' pranala;pranala penggalian 1ari /antung matemati'a 'e lapangan;lapangan lain% 'e logi'a8 'e teori himpunan (1asar#8 'e matemati'a empiri' 1ari ane'a ma3am ilmu pengetahuan (matemati'a terapan#8 1an 0ang lebih baru a1alah 'e peng'a/ian 'a'u a'an 'eta'pastian(

'esaran
Peng'a/ian besaran 1imula'an 1engan bilangan8 pertama bilangan asli 1an bilangan bulat (Csemua bilanganC# 1an operasi aritmeti'a 1i ruang bilangan itu8 0ang 1ipersi9at'an 1i 1alam aritmeti'a( Si9at;si9at 0ang lebih 1alam 1ari bilangan bulat 1i'a/i 1i 1alam teori bilangan8 1ari mana 1atangn0a hasil;hasil popular seperti Teorema Tera'hir )ermat( Teori bilangan /uga memegang 1ua masalah ta' terpe3ah'an% 'on/e'tur prima 'embar 1an 'on/e'tur ,ol1ba3h( Karena sistem bilangan 1i'embang'an lebih /auh8 bilangan bulat 1ia'ui sebagai himpunan bagian 1ari bilangan rasional (Cpe3ahanC#( Sementara bilangan pe3ahan bera1a 1i 1alam bilangan real8 0ang 1ipa'ai untu' men0a/i'an besaran;besaran 'ontinu( 5ilangan real 1iperumum men/a1i bilangan 'omple's( Inilah lang'ah pertama 1ari /en/ang bilangan 0ang beran/a' men0erta'an 'uarternion 1an o'tonion( Perhatian terha1ap bilangan asli /uga mengarah pa1a bilangan trans9init8 0ang mem9ormal'an 'onsep pen3a3ahan 'eta'hinggaan( <ila0ah lain peng'a/ian ini a1alah u'uran8 0ang mengarah pa1a bilangan 'ar1inal 1an 'emu1ian pa1a 'onsepsi 'eta'hinggaan lainn0a% bilangan aleph8 0ang memung'in'an perban1ingan berma'na tentang u'uran himpunan;himpunan besar 'eta'hinggaan(

5ilangan asli

5ilangan bulat

5ilangan rasional

5ilangan real

5ilangan 'omple's

/#ang
Peng'a/ian ruang bermula 1engan geometri X 'hususn0a8 geometri eu3li1( Trigonometri mema1u'an ruang 1an bilangan8 1an men3a'upi Teorema pitagoras 0ang ter'enal( Peng'a/ian mo1ern tentang ruang memperumum gagasan;gagasan ini untu' men0erta'an geometri ber1imensi lebih tinggi8 geometri ta';eu3li1 (0ang berperan penting 1i 1alam relati.itas umum# 1an topologi( 5esaran 1an ruang berperan penting 1i 1alam geometri analiti'8 geometri 1i9erensial8 1an geometri al/abar( Di 1alam geometri 1i9erensial ter1apat 'onsep;'onsep buntelan serat 1an 'al'ulus lipatan( Di 1alam geometri al/abar ter1apat pen/elasan ob/e';ob/e' geometri sebagai himpunan pen0elesaian persamaan polinom8 mema1u'an 'onsep;'onsep besaran

1an ruang8 1an /uga peng'a/ian grup topologi8 0ang mema1u'an stru'tur 1an ruang( ,rup lie biasa 1ipa'ai untu' meng'a/i ruang8 stru'tur8 1an perubahan( Topologi 1i 1alam ban0a' per3abangann0a mung'in men/a1i 2ila0ah pertumbuhan terbesar 1i 1alam matemati'a aba1 'e; !8 1an men0erta'an 'on/e'tur poin3arY 0ang telah lama a1a 1an teorema empat 2arna8 0ang han0a CberhasilC 1ibu'ti'an 1engan 'omputer8 1an belum pernah 1ibu'ti'an oleh manusia se3ara manual(

,eometri

Trigonometri

,eometri 1i9erensial

Topologi

,eometri 9ra'tal

Per# ahan
Memahami 1an men/elas'an perubahan a1alah tema biasa 1i 1alam ilmu pengetahuan alam8 1an 'al'ulus telah ber'embang sebagai alat 0ang penuh;1a0a untu' men0ele1i'in0a( )ungsi;9ungsi mun3ul 1i sini8 sebagai 'onsep penting untu' men/elas'an besaran 0ang berubah( Peng'a/ian 'a'u tentang bilangan real 1an 9ungsi;9ungsi berpeubah real 1i'enal sebagai analisis real8 1engan analisis 'omple's lapangan 0ang setara untu' bilangan 'omple's( :ipotesis +iemann8 salah satu masalah terbu'a 0ang paling men1asar 1i 1alam matemati'a8 1ilu'is'an 1ari analisis 'omple's( Analisis 9ungsional memusat'an perhatian pa1a ruang 9ungsi (biasan0a ber1imensi ta';hingga#( Satu 1ari ban0a' terapan analisis 9ungsional a1alah me'ani'a 'uantum( 5an0a' masalah se3ara alami mengarah pa1a hubungan antara besaran 1an la/u perubahann0a8 1an ini 1i'a/i sebagai persamaan 1i9erensial( 5an0a' ge/ala 1i alam 1apat 1i/elas'an mengguna'an sistem 1inami'aD teori 'e'a3auan mempertepat /alan;/alan 1i mana ban0a' sistem ini memamer'an perila'u 1eterministi' 0ang masih sa/a belum ter1uga'an(

Kal'ulus

Kal'ulus .e'tor

Persamaan 1i9erensial

Sistem 1inami'a

Teori 3haos

Analisis 'omple's

(tr#kt#r
5an0a' ob/e' matemati'a8 semisal himpunan bilangan 1an 9ungsi8 memamer'an stru'tur bagian 1alam( Si9at;si9at stru'tural ob/e';ob/e' ini 1iseli1i'i 1i 1alam peng'a/ian grup8 gelanggang8 lapangan 1an sistem abstra' lainn0a8 0ang mere'a sen1iri a1alah ob/e' /uga( Ini a1alah lapangan al/abar abstra'( Sebuah 'onsep penting 1i sini 0a'ni .e'tor8 1iperumum men/a1i ruang .e'tor8 1an 1i'a/i 1i 1alam al/abar linear( Peng'a/ian .e'tor mema1u'an tiga 2ila0ah 1asar matemati'a% besaran8 stru'tur8 1an ruang( Kal'ulus .e'tor memperluas lapangan itu 'e 1alam 2ila0ah 1asar 'eempat8 0a'ni perubahan( Kal'ulus tensor meng'a/i 'esetang'upan 1an perila'u .e'tor 0ang 1irotasi( Se/umlah masalah 'uno tentang Kompas 1an 'onstru'si garis lurus a'hirn0a terpe3ah'an oleh Teori galois(

Teori bilangan

Al/abar abstra'

Teori grup

Teori or1e

0asar dan filsafat


*ntu' memeri'sa 1asar;1asar matemati'a8 lapangan logi'a matemati'a 1an teori himpunan 1i'embang'an8 /uga teori 'ategori 0ang masih 1i'embang'an( Kata ma/emu' C'risis 1asarC me/elas'an pen3arian 1asar 'a'u untu' matemati'a 0ang mengambil tempat pa1a 1asa2arsa 14!!;an sampai 143!;an( 5eberapa 'eta'setu/uan tentang 1asar;1asar matemati'a berlan/ut hingga 'ini( Krisis 1asar 1ipi3u oleh se/umlah silang seng'eta pa1a masa itu8 termasu' 'ontro.ersi teori himpunan 6antor 1an 'ontro.ersi 5rou2er;:ilbert( Logi'a matemati'a 1iperhati'an 1engan meleta''an matemati'a pa1a sebuah 'erang'a 'er/a a'siomatis 0ang 'a'u8 1an meng'a/i hasil;hasil 'erang'a 'er/a itu( Logi'a matemati'a a1alah rumah bagi Teori 'eta'leng'apan 'e1ua ,U1el8 mung'in hasil 0ang paling 1ira0a'an 1i 1unia logi'a8 0ang (se3ara in9ormal# bera'ibat bah2a suatu sistem 9ormal 0ang berisi aritmeti'a 1asar8 /i'a suara (ma'su1n0a semua teorema 0ang 1apat 1ibu'ti'an a1alah benar#8 ma'a tak2 len&kap (ma'su1n0a ter1apat teorema se/ati 0ang ti1a' 1apat 1ibu'ti'an di dalam sistem itu#( ,U1el menun/u''an 3ara mengonstru'si8 sembarang 'umpulan a'sioma bilangan teoretis 0ang 1iberi'an8 sebuah pern0ataan 9ormal 1i 1alam logi'a 0aitu sebuah bilangan se/ati;suatu 9a'ta teoreti'8 tetapi ti1a' mengi'uti a'sioma;a'sioma itu( Oleh 'arena itu8 tia1a sistem 9ormal 0ang merupa'an a'siomatisasi se/ati teori bilangan sepenuhn0a( Logi'a mo1ern 1ibagi 'e 1alam teori re'ursi8 teori mo1el8 1an teori pembu'tian8 1an terpaut 1e'at 1engan ilmu 'omputer teoretis(

Logi'a matemati'a

Teori himpunan

Teori 'ategori

Matematika diskret
Matemati'a 1is'ret a1alah nama laBim untu' lapangan matemati'a 0ang paling berguna 1i 1alam ilmu 'omputer teoretis( Ini men0erta'an teori 'omputabilitas8 teori 'omple'sitas 'omputasional8 1an teori in9ormasi( Teori 'omputabilitas memeri'sa batasan;batasan berbagai mo1el teoretis 'omputer8 termasu' mo1el 0ang 1i'enal paling ber1a0a ; Mesin turing( Teori 'omple'sitas a1alah peng'a/ian tra'tabilitas oleh 'omputerD beberapa masalah8 mes'i se3ara teoretis terselesai'an oleh 'omputer8 tetapi 3u'up mahal menurut 'onte's 2a'tu 1an ruang8 ti1a' 1apat 1i'er/a'an se3ara pra'tis8 bah'an 1engan 3epatn0a 'ema/uan perang'at 'eras 'omputer( Pamung'as8 teori in9ormasi memusat'an perhatian pa1a ban0a'n0a 1ata 0ang 1apat 1isimpan pa1a me1ia 0ang 1iberi'an8 1an oleh 'arenan0a ber'enaan 1engan 'onsep;'onsep semisal pema1atan 1an entropi( Sebagai lapangan 0ang relati9 baru8 matemati'a 1is'ret memili'i se/umlah masalah terbu'a 0ang men1asar( Aang paling ter'enal a1alah masalah CPZ$P[C8 salah satu Masalah :a1iah Milenium(

Kombinatori'a

Teori 'omputasi

Kriptogra9i

Teori gra9

Matematika terapan
Matemati'a terapan ber'enaan 1engan penggunaan alat matemati'a abstra' guna meme3ah'an masalah;masalah 'on'ret 1i 1alam ilmu pengetahuan8 bisnis8 1an 2ila0ah lainn0a( Sebuah lapangan penting 1i 1alam matemati'a terapan a1alah statisti'a8 0ang mengguna'an teori peluang sebagai alat 1an memboleh'an pen/elasan8 analisis8 1an peramalan ge/ala 1i mana peluang berperan penting( Sebagian besar per3obaan8 sur.e08 1an peng'a/ian pengamatan memerlu'an statisti'a( (Tetapi ban0a' statisti'a2an8 ti1a' menganggap mere'a sen1iri sebagai matemati'a2an8 melain'an sebagai 'elompo' se'utu(#

Analisis numeri' men0eli1i'i meto1e 'omputasional untu' meme3ah'an masalah;masalah matemati'a se3ara e9isien 0ang biasan0a terlalu lebar bagi 'apasitas numeri' manusia8 analisis numeri' melibat'an peng'a/ian galat pemotongan atau sumber;sumber galat lain 1i 1alam 'omputasi(

)isi'a matemati'a

Me'ani'a 9lui1a

Analisis numeri'

Optimisasi

Teori peluang

Statisti'a

Matemati'a 'euangan

Teori permainan

5iologi matemati'a

Kimia matemati'a

E'onomi matemati'a

Teori 'ontrol

1I(IKA
Fisika (Bahasa Yunani: physikos, "alamiah", dan physis, "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang te luas. Fisika mempela!a i ge!ala alam yang tidak hidup atau mate i dalam lingkup uang dan "aktu. #a a $isika"an atau ahli $isika mempela!a i pe ilaku dan si$at mate i dalam %idang yang sangat %e agam, mulai da i pa tikel su%mik oskopis yang mem%entuk segala mate i ($isika pa tikel) hingga pe ilaku mate i alam semesta se%agai satu kesatuan kosmos. Be%e apa si$at yang dipela!a i dalam $isika me upakan si$at yang ada dalam semua sistem mate i yang ada, sepe ti hukum kekekalan

ene gi. &i$at sema'am ini se ing dise%ut se%agai hukum $isika. Fisika se ing dise%ut se%agai "ilmu paling mendasa ", ka ena setiap ilmu alam lainnya (%iologi, kimia, geologi, dan lain(lain) mempela!a i !enis sistem mate i te tentu yang mematuhi hukum $isika. )isalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan *at kimia yang di%entuknya. &i$at suatu *at kimia ditentukan oleh si$at molekul yang mem%entuknya, yang dapat di!elaskan oleh ilmu $isika sepe ti mekanika kuantum, te modinamika, dan elekt omagnetika. Fisika !uga %e kaitan e at dengan matematika. +eo i $isika %anyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan %iasanya le%ih umit da ipada matematika yang digunakan dalam %idang sains lainnya. #e %edaan anta a $isika dan matematika adalah: $isika %e kaitan dengan peme ian dunia mate ial, sedangkan matematika %e kaitan dengan pola(pola a%st ak yang tak selalu %e hu%ungan dengan dunia mate ial. ,amun, pe %edaan ini tidak selalu tampak !elas. Ada "ilayah luas penelitan yang %e i isan anta a $isika dan matematika, yakni $isika matematis, yang mengem%angkan st uktu matematis %agi teo i(teo i $isika. Fisika +eo etis -an .kspe imental Budaya penelitian $isika %e %eda dengan ilmu lainnya ka ena adanya pemisahan teo i dan ekspe imen. &e!ak a%ad kedua puluh, ke%anyakan $isika"an pe seo angan mengkhususkan di i meneliti dalam $isika teo etis atau $isika ekspe imental sa!a, dan pada a%ad kedua puluh, sedikit sa!a yang %e hasil dalam kedua %idang te se%ut. &e%aliknya, hampi semua teo is dalam %iologi dan kimia !uga me upakan ekspe imentalis yang sukses. /ampangnya, teo is %e usaha mengem%angkan teo i yang dapat men!elaskan hasil ekspe imen yang telah di'o%a dan dapat mempe ki akan hasil ekspe imen yang akan datang. &ementa a itu, ekspe imentalis menyusun dan melaksanakan ekspe imen untuk mengu!i pe ki aan teo etis. )eskipun teo i dan ekspe imen dikem%angkan se'a a te pisah, me eka saling %e gantung. 0ema!uan dalam $isika %iasanya mun'ul ketika ekspe imentalis mem%uat penemuan yang tak dapat di!elaska teo i yang ada, sehingga mengha uskan di umuskannya teo i(teo i %a u. +anpa ekspe imen, penelitian teo etis se ing %e !alan ke a ah yang salah1 salah satu 'ontohnya adalah teo i(), teo i popule dalam $isika ene gi(tinggi, ka ena ekspe imen untuk mengu!inya %elum pe nah disusun. +eo i Fisika 2tama )eskipun $isika mem%ahas %e aneka agam sistem, ada %e%e apa teo i yang digunakan se'a a keselu uhan dalam $isika, %ukan di satu %idang sa!a. &etiap teo i ini diyakini %ena adanya, dalam "ilayah kesahihan te tentu. 3ontohnya, teo i mekanika klasik dapat men!elaskan pe ge akan %enda dengan tepat, asalkan %enda ini le%ih %esa da ipada atom dan %e ge ak dengan ke'epatan !auh le%ih lam%at da ipada ke'epatan 'ahaya. +eo i(teo i ini masih te us diteliti1

'ontohnya, aspek mengagumkan da i mekanika klasik yang dikenal se%agai teo i 'haos ditemukan pada a%ad kedua puluh, tiga a%ad setelah di umuskan oleh 4saa' ,e"ton. ,amun, hanya sedikit $isika"an yang menganggap teo i(teo i dasa ini menyimpang. 5leh ka ena itu, teo i(teo i te se%ut digunakan se%agai dasa penelitian menu!u topik yang le%ih khusus, dan semua pelaku $isika, apa pun spesialisasinya, diha apkan memahami teo i(teo i te se%ut. Bidang 2tama -alam Fisika 6iset dalam $isika di%agi %e%e apa %idang yang mempela!a i aspek yang %e %eda da i dunia mate i. Fisika %enda kondensi, dipe ki akan se%agai %idang $isika te %esa , mempela!a i p ope ti %enda %esa , sepe ti %enda padat dan 'ai an yang kita temui setiap ha i, yang %e asal da i p ope ti dan inte aksi mutual da i atom. Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik %e hadapan dengan indi7idual atom dan molekul, dan 'a a me eka menye ap dan mengelua kan 'ahaya. Bidang Fisika pa tikel, !uga dikenal se%agai "Fisika ene gi(tinggi", mempela!a i p ope ti pa tikel supe ke'il yang !auh le%ih ke'il da i atom, te masuk pa tikel dasa yang mem%entuk %enda lainnya. +e akhi , %idang Ast o$isika mene apkan hukum $isika untuk men!elaskan $enomena ast onomi, %e kisa da i mataha i dan o%!ek lainnya dalam tata su ya ke !agad aya se'a a keselu uhan. Bidang Yang Be hu%ungan Ada %anyak a ea iset yang men'ampu $isika dengan %idang lainnya. 3ontohnya, %idang %io$isika yang mengkhususkan ke pe anan p insip $isika dalam sistem %iologi, dan %idang kimia kuantum yang mempela!a i %agaimana teo i kuantum mekanik mem%e i peningkatan te hadap si$at kimia da i atom dan molekul. &e!ak *aman pu %akala, o ang telah men'o%a untuk menge ti si$at da i %enda: mengapa o%!ek yang tidak ditopang !atuh ke tanah, mengapa mate ial yang %e %eda memiliki p ope ti yang %e %eda, dan sete usnya. 8ainnya adalah si$at da i !agad aya, sepe ti %entuk Bumi dan si$at da i o%!ek 'elestial sepe ti )ataha i dan Bulan. Be%e apa teo i diusulkan dan %anyak yang salah. +eo i te se%ut %anyak te gantung da i istilah $iloso$i, dan tidak pe nah dipastikan oleh ekspe imen sistematik sepe ti yang popule seka ang ini. Ada penge'ualian dan anak onisme: 'ontohnya, pemiki Yunani A 'himedes menu unkan %anyak desk ipsi kuantitati$ yang %ena da i mekanik dan hid ostatik. #ada a"al a%ad 19, /alileo mem%uka penggunaan ekspe imen untuk memastikan ke%ena an teo i $isika, yang me upakan kun'i da i metode sains. /alileo mem$o mulasikan dan %e hasil mengetes %e%e apa hasil da i dinamika mekanik, te utama :ukum 4ne t. #ada 1;<9, 4saa' ,e"ton mene %itkan Filoso$i ,atu al # insip )atematika, mem%e ikan pen!elasan yang !elas dan teo i $isika yang sukses: :ukum ge ak ,e"ton, yang me upakan sum%e da i mekanika klasik1 dan :ukum / a7itasi ,e"ton, yang men!elaskan gaya dasa g a7itasi. 0edua teo i ini 'o'ok dalam ekspe imen. # insipia !uga memasukan %e%e apa teo i dalam dinamika $luid. )ekanika klasik dikem%angkan %esa (%esa an

oleh =oseph(8ouis de 8ag ange, >illiam 6o"an :amilton, dan lainnya, yang men'iptakan $o mula, p insip, dan hasil %a u. :ukum / a7itas memulai %idang ast o$isika, yang menggam%a kan $enomena ast onomi menggunakan teo i $isika. -a i se!ak a%ad 1< dan sete usnya, te modinamika dikem%angkan oleh 6o%e t Boyle, +homas Young, dan %anyak lainnya. #ada 1933, -aniel Be noulli menggunakan a gumen statistika dalam mekanika klasik untuk menu unkan hasil te modinamika, memulai %idang mekanika statistik. #ada 19?<, Ben!amin +hompson mempe tun!ukkan kon7e si ke !a mekanika ke dalam panas, dan pada 1<@9 =ames =oule menyatakan hukum konse 7asi ene gi, dalam %entuk panasa !uga dalam ene gi mekanika. &i$at list ik dan magnetisme dipela!a i oleh )i'hael Fa aday, /eo ge 5hm, dan lainnya. #ada 1<AA, =ames 3le k )aB"ell menyatukan kedua $enomena men!adi satu teo i elekt omagnetisme, di!elaskan oleh pe samaan )aB"ell. #e ki aan da i teo i ini adalah 'ahaya adalah gelom%ang elekt omagnetik. A ah )asa -epan 6iset $isika mengalami kema!uan konstan dalam %anyak %idang, dan masih akan tetap %egitu !auh di masa depan. -alam $isika %enda kondensi, masalah teo itis tak te pe'ahkan te %esa adalah pen!elasan supe kondukti7itas suhu(tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk mem%uat spint onik dan kompute kuantum %eke !a. -alam $isika pa tikel, potongan pe tama da i %ukti ekspe imen untuk $isika di lua )odel &tanda telah mulai menghasilkan. Yang paling te kenal adalah penun!ukan %ah"a neut ino memiliki massa %ukan(nol. :asil ekspe imen ini nampaknya telah menyelesaikan masalah sola neut ino yang telah %e di i(lama dalam $isika mataha i. Fisika neut ino %esa me upakan a ea iset ekspe imen dan teo i yang akti$. -alam %e%e apa tahun ke depan, peme 'epat pa tikel akan mulai meneliti skala ene gi dalam !angkauan +eC, yang di mana pa a ekspe imentalis %e ha ap untuk menemukan %ukti untuk :iggs %oson dan pa tikel supe simet i. #a a teo i !uga men'o%a untuk menyatikan mekanika kuantum dan elati7itas umum men!adi satu teo i g a7itasi kuantum, se%uah p og am yang telah %e !alan selama setengah a%ad, dan masih %elum menghasilkan %uah. 0andidat atas %e ikutnya adalah +eo i(), teo i supe st ing, dan g a7itasi kuantum loop. Banyak $enomena ast onomikal dan kosmologikal %elum di!elaskan se'a a memuaskan, te masuk ke%e adaan sina kosmik ene gi ult a( tinggi, asimet i %a yon, peme 'epatan alam semesta dan pe 'epatan puta an anomali galaksi. )eskipun %anyak kema!uan telah di%uat dalam ene gi(tinggi, kuantum, dan $isika ast onomikal, %anyak $enomena seha i(ha i lainnya, menyangkut sistem kompleks, 'haos, atau tu %ulens masih dimenge ti sedikit sa!a. )asalah umit yang sepe tinya dapat dipe'ahkan oleh aplikasi pandai da i dinamika dan mekanika, sepe ti pem%entukan tumpukan pasi , "node" dalam ai "t i'kling", teo i katast o$, atau pengu utan(sendi i dalam koleksi hete ogen yang %e geta masih tak

te pe'ahkan. Fenomena umit ini telah mene ima pe hatian yang semakin %anyak se!ak 1?9D(an untuk %e%e apa alasan, tidak lain dika enakan ku angnya metode matematika mode n dan kompute yang dapat menghitung sistem kompleks untuk dapat dimodelkan dengan 'a a %a u. :u%ungan anta disiplin da i $isika kompleks !uga telah meningkat, sepe ti dalam pela!a an tu %ulens dalam ae odinamika atau pengamatan pola pem%entukan dalam sistem %iologi.

Pengantar Teknologi Informasi ( P.T.I )


0efinisi Pengantar Teknologi Informasi
Pengantar Te'nologi in9ormasi 1ibagi men/a1i bagian 0aitu %

Teknologi Dalam se/arah pera1aban 'ehi1upann0a8 manusia sebagai ma'hlu' 0ang bera'al senantiasa berusaha men1apat'an tara9 hi1up 0ang lebih bai' 1ari 2a'tu 'e 2a'tu( Dalam proses pen3apaian hal tersebut8 manusia meman9aat'an 'emampuan a'al 0ang 1imili'in0a( Dengan usaha 1an pengalaman 0ang a1a8 manusia men1apat'an=menghasil'an sebuah ilmu pengetahuan ('no2le1ge#( Setelah mempun0ai ilmu pengetahuan manusia pun berusaha untu' menerap'an ilmu pengetahuan tersebut men/a1i sesuatu 0ang n0ata( Sesuatu 0ang ber9ungsi untu' mempermu1ah manusia 1alam men/alani 'ehi1upann0a( Itulah te'nologi( Te'nologi merupa'an sebuah hasil 1ari penerapan ilmu pengetahuan 0ang bertu/uan untu' mempermu1ah manusia 1alam men/alani 'ehi1upann0a( Informasi In9ormasi erat 'aitann0a 1engan 'e/a1ian8 9a'ta8 1an ob/e' 0ang 1apat 1i1es'ripsi'an( In9ormasi sen1iri 1apat 1iarti'an sebagai suatu hasil pengolahan 1ata men/a1i lebih berma'na( Sebagai 3ontoh8 rang'aian 1ata 0ang 1i1apat'an oleh 2arta2an stasiun tele.isi a'an 1iolah se1emi'ian rupa sehingga men/a1i in9ormasi 0ang berma'na( In9ormasi tersebut selan/utn0a a'an 1isebarluas'an oleh reporter melalui siaran berita( Aba1 1 0ang se1ang 'ita /alani ini merupa'an era in9ormasi( Disebut sebagai era in9ormasi 1i'arena'an in9ormasi begitu ban0a' 1an sema'in mu1ah untu' 1i1apat'an(
=adi, +eknologi 4n$o masi itu adalah Be dasa kan pada pem%ahasan se%elumnya, se%ena nya dapat disimpulkan se'a a sede hana %ah"a #+4 me upakan segala sesuatu apapun yang dapat mem%antu manusia dalam penyampaian dan penye%a luasan in$o masi. ,amun kesimpulan te se%ut te lalu luas dan te lalu umum untuk digunakan di *aman seka ang. #ada *aman dulu, ke tas mungkin men!adi salah satu pe angkat #+4 yang men!adi p imadona masya akat dunia. 8alu diikuti dengan ditemukannya mesin 'etak oleh /utten%e g yang mem%uat pa a penulis di *aman itu -engan demikian, untuk konteks kekinian, #+4 dapat dia tikan me upakan suatu ga%ungan teknologi pe angkat ke as dan pe angkat lunak yang %e tu!uan untuk penye%a luasan in$o masi dengan menggunakan media komunikasi.

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen


#endidikan Agama 0 isten me upakan pe intah da i +uhan Yesus 0 istus yang dise%ut Amanat Agung dalam )atius 2<:1<(2D. #endidikan

Agama 0 isten itu unik, %e %eda dengan pendidikan umum ka ena p osesnya tidak hanya dike !akan manusia, tetapi !uga meli%atkan Allah. 0ete li%atan(,ya mutlak dipe lukan ka ena #endidikan Agama 0 isten 6ema!a %ukan hanya mendidik se'a a ilmu pengetahuan, namun !uga mem%entuk ka akte ema!a. 2ntuk mem%e ikan gam%a an tentang #endidikan Agama 0 isten, %e ikut ini diu aikan %e%e apa pandangan pa a tokoh ge e!a. 6o%e t 6. Boehlke dalam %ukunya &e!a ah #e kem%angan #emiki an dan # aktek #A0 da i #lato sampai 4g. 8oyola mengutip pe nyataan )a tin 8uthe (1@<3(1A@<) men!elaskan penge tian #endidikan Agama 0 isten adalah #endidikan yang meli%atkan "a ga !emaat untuk %ela!a te atu dan te ti% aga semakin menyada i dosa me eka se ta %e suka'ita dalam $i man Yesus 0 istus yang meme dekakan. #endidikan Agama 0 isten %e $ungsi untuk mempe lengkapi me eka dengan sum%e iman, khususnya yang %e kaitan dengan pengalaman %e doa, $i man dan upa( upa ke%udayaan sehingga me eka mampu melayani sesamanya te masuk masya akat dan nega a se ta mengam%il %agian dengan %e tanggung !a"a% dalam pe sekutuan 0 isten. As"an Eain dalam %ukunya &t ategi Bela!a )enga!a men!elaskan %ah"a inti da i p oses penga!a an adalah kegiatan %ela!a anak didik dalam men'apai suatu tu!uan penga!a an. 4nti da i #endidikan Agama 0 isten untuk ema!a ialah supaya setiap ema!a menyada i kasih Allah se%agaimana dinyatakan dalam Yesus 0 istus dan menanggapi kasih te se%ut melalui iman dan sa ana yang menolong ema!a untuk %e tum%uh. Be tum%uh yang dimaksud adalah %e tum%uh se%agai anak Allah, hidup sesuai dengan kehendak Allah dan %e sekutu dengan sesama. #aulus 8. 0 istianto dalam %ukunya # insip dan # aktik #endidikan Agama 0 isten mengutip pe nyataan >e ne 3. / aendo $ (1?9;) yang di!elaskan dalam pe nyataan %e ikut : #endidikan Agama 0 isten adalah p oses penga!a an dan pem%ela!a an yang %e dasa kan Alkita%, %e pusat pada 0 istus, dan %e gantung pada kuasa 6oh 0udus, yang mem%im%ing setiap p i%adi pada semua tingkat pada pe tum%uhan, melalui penga!a an masa kini kea ah pengenalan dan pengalaman en'ana dan kehendak Allah melalui 0 istus dalam setiap aspek kehidupan, dan mempe lengkapi me eka %agi pelayanan yang e$ekti$, yang %e pusat pada 0 istus sang /u u Agung dan pe intah yang mende"asakan pa a mu id. +u!uan da i #endidikan Agama 0 isten ialah untuk menga!ak, mem%antu, menghanta seseo ang untuk mengenal kasih Allah yang nyata dalam Yesus 0 istus, sehingga dengan pimpinan 6oh 0udus ia datang ke dalam pe sekutuan yang hidup dengan +uhan. :al te se%ut dinyatakan dalam kasihnya te hadap Allah dan sesama, yang dihayati dalam hidupnya seha i(ha i, %aik dengan kata(kata maupun pe %uatan selaku anggota tu%uh 0 istus. 6o%e t 6. Boehlke !uga mengutip pe nyataan =ohn 3al7in (1AD?(1;;@) yang men!elaskan penge tian dan tu!uan da i #endidikan Agama 0 isten:

#endidikan Agama 0 isten adalah pendidikan yang %e tu!uan mendidik semua put a(put i ge e!a aga me eka te li%at dalam penelaahan Alkita% se'a a 'e das se%agaimana dengan %im%ingan 6oh 0udus. #endidikan Agama 0 isten !uga %e tu!uan mendidik semua put a(put i ge e!a aga me eka mengam%il %agian dalam ke%aktian dan memahami keesaan ge e!a, dan supaya me eka dipe lengkapi untuk memilih 'a a('a a menge!a"antahkan penga%dian di i kepada Allah Bapa dan Yesus 0 istus dalam peke !aan seha i(ha i se ta %e tanggung !a"a% di %a"ah kedaulatan Allah demi kemuliaan(,ya se%agai lam%ang u'apan syuku me eka yang dipilih dalam Yesus 0 istus. #endidikan Agama 0 isten dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spi itual dan mem%entuk o ang aga men!adi manusia yang %e iman dan taat kepada +uhan dan %e ahklak mulia, men'akup etika, %udi peke ti dan mo al se%agai pe "u!udan da i pendidikan agama. #eningkatan potensi spi itual men'akup pengenalan, pemahaman dan penanaman nilai(nilai keagamaan se ta pengenalan nilai(nilai te se%ut dalam kehidupan indi7idual ataupun kolekti$ kemasya akatan.

&um%e http:FF""".maste ."e%.idFm"magFissueFD@F'ontentFtuto ial(!a7a( 1Ftuto ial(!a7a( 1.html

http%==i1(2i'ipe1ia(org=2i'i=Matemati'a
http:FFe i*khanu yani."ee%ly.'omF1FpostF2D11FDAF$i st(post.html http:FF ay(7ino(alone.%logspot.'omF http:FF'hoyho.%logspot.'omF2D11FD3Fpenge tian(dan(tu!uan( pendidikan(agama.html http:FF""".google.'omFu lG saHtI 'tH!IJHIes 'HsIsou 'eH"e%I'dH?I'adH !aIsJiH2I7edHD3 /oKF!A4Iu lHhttpL3AL2FL2F%log.uin(malang.a'.id L2F i*kymauludiyahL2F2D1DL2F1DL2FD1L2Fpenge tian(dasa ( logika(dan(algo itma L2FIeiH@A6>2p)8g &sB<:4g$g,IusgHAFK!3,/!#E#!2osAB7#<#4'MB @Ju5NtNNA