Anda di halaman 1dari 14

PERAN KEMOTERAPI DALAM UPAYA PERAWATAN PALIATIF Boediwarsono

Divisi Hemato o!i dan On"o o!i Medi" Ba!ian#$MF Pen%a"it Da am Fa"& tas Kedo"teran Unair ' R$UD Dr( $oetomo $&ra)a%a PENDAHULUAN Dengan bertambah pesatnya kemajuan di bidang kedokteran, khususnya di bidang penyakit kanker maka berubahlah pola berpikir bagi para dokter dalam menghadapi penyakit kanker. Anggapan bahwa penyakit kanker sudah tidak bisa disembuhkan dan tidak perlu diobati sudah tidak lagi mendapat tempat di kamus para dokter masa kini. Bahkan dengan adanya penemuan-penemuan baru obat anti kanker berubahlah anggapan bahwa pengobatan kanker senantiasa berkaitan dengan pembedahan. Pengobatan primer penyakit kanker masa kini tidak selalu pembedahan melainkan dapat berupa radiasi atau pemberian obat-obat antikanker yang lazim disebut kemoterapi atau sitostatika. Hal yang penting yang harus diperhatikan dalam menangani penderita kanker adalah menentukan tujuannya terlebih dulu yaitu kurati atau paliati . Pada pengobatan yang bertujuan kurati apapun yang terjadi haruslah dilakukan. !edangkan pada pengobatan yang bersi at paliati memperhatikan aktor- aktor yang menuntukan dan merugikan masih harus terutama bila

pengobatan tersebut menyangkut pemberian obat-obatan sitostatika. Dalam naskah berikut akan dibahas se"ara singkat bagaimana "ara mengelola penderita kanker yang benar khususnya yang berkaitan dengan bidang onkologi medik. *ARA#*ARA PEN+OBATAN KANKER PEMBEDAHAN Pembedahan adalah "ara lama yang hingga saat ini masih digunakan dalam menangani penderita kanker. #amun demikian "ara pembedahan tidak senantiasa memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan dalam arti penyembuhan misalnya pada penderita yang mengalami metastase, resiko operasi lebih besar daripada kankernya dan penderita yang "a"at pas"a bedah. Pada umumnya pembedahan 1

dilakukan pada penderita-penderita dengan tumor primer yang masih dini atau pengobatan paliati dekompresi . Akan tetapi diluar keganasan hematologi untuk semua penderita kanker seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli bedah sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. RADIOTERAPI $adioterapi umumnya dilakukan apabila se"ara lokal-regional pembedahan tidak menjamin penyembuhan atau bilamana pembedahan radikal akan mengganggu struktur serta ungsi dari organ yang bersangkutan. Berhasil tidaknya radiasi yang akan diberikan tergantung dari banyak aktor antara lain sensiti%itas tumor terhadap radiasi, e ek samping yang timbul, pengalaman dari radioterapist serta penderita yang kooperati . bersi at kurati atau sindroma %ena "a%a superior. KEMOTERAPI Pola berpikir dahulu penggunaan kemoterapi adalah untuk penderita kanker yang si atnya sistemik seperti &eukemia atau penderita yang mengalami metastase setelah pengobatan primer baik pembedahan maupun radiasi. #amun demikian saat ini telah banyak diketahui. Bahwa pada penderita kanker sering terjadi mikrometastase yang timbul se"ara dini yaitu pada penderita-penderita kanker payudara yang disertai pembesaran kelenjar aksiler, pada kanker yang sangat besar serta sistologis mempunyai derajat keganasan yang sangat tinggi. Disinilah peran tambahan dari penggunaan kemoterapi. Pemberian kemoterapi dapat pula bersi at kurati maupun paliati dan dapat pula berperan sistemik maupun regional. (leh karenanya 'emoterapi paliati terutama diberikan pada penderita kanker stadium lanjut yang tujuannya bukan penyembuhan tapi peningkatan kualitas hidup. dalam memberikan kemoterapi paliati harus dipikirkan benar-benar dengan !eperti halnya pembedahan, radiasipun bisa ataupun paliati misalnya pada penderita-penderita metastase tulang

mempertimbangkan $espe"t or outonomy )segala keputusan terletak pada penderita*, Bene i"ial )yang kita berikan yakin berman aat*, #on mali i"ent )yang kita berikan tidak membahayakan* dan +usti"e )bijaksana*. &ama pemberian kemoterapi paliati berbeda dengan kemoterapi kurati . setelah siklus kedua. ,ntuk kemoterapi paliati e%aluasi dilakukan Bilamana setelah siklus kedua memberi respon yang baik

kemoterapi dapat dilanjutkan hingga 1 tahun. Apabila tidak memberi respon bahkan merugikan )e ek samping yang terlalu berat* perlu dipertimbangkan untuk dihentikan. PEN+OBATAN KOMBINA$I Hal yang paling sering dijumpai adalah "ara pengobatan kombinasi baik pembedahan, radiasi ataupun kemoterapi. (leh karena itu, penanganan kanker yang paling baik adalah bilamana dilaksanakan se"ara terpadu antara -!urgi"al on"ologist . $adiation on"ologist . /edi"al on"ologist. 0ang hal ini semua telah dilaksanakan di $!,D Dr. !oetomo dengan berdirinya Poliklinik (nkologi !atu Atap dibawah koordinasi 1im 'anker $!,D Dr. !oetomo. $I$TEMATIKA PEN+ELOLAAN MEDIK PALIATIF PENENTUAN DIA+NO$A Dia!nosa Pato o!i" Hal yang sangat penting harus diperhatikan adalah menentukan diagnosa pasti kanker sebelum memberikan kemoterapi atau pengobatan lain. 2alaupun diagnosa penentu kanker adalah sitologi atau patologi anatomi namun demikian gambaran sitologi atau patologi anatomi harus ditopang dengan gambaran klinik yang sesuai. ,mumnya untuk diagnosa patologik-sitologik hanya diperlukan sedikit jaringan untuk diagnosa. Akan tetapi pada beberapa keadaan, memerlukan jaringan yang lebih banyak bahkan ada kanker yang baru dapat dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan mikroskop ele"tron. Dalam hal ini terjadi keraguan penentuan diagnosa pasti seyogyanya para klinikus tidak segan-segan untuk menghubungi patologist guna meneliti ulang sehingga akhirnya dapat dibuat diagnosa yang lebih tepat. Hal ini penting bukan hanya untuk kepentingan penderita semata-mata, tetapi juga dapat digunakan sebagai pelajaran yang berharga dalam usaha peningkatan ilmu serta pelayanan khususnya pelayanan penderita kanker janganlah menganggap seorang patologist hanya pelaksana pemeriksa jaringan sebagai penentu diagnosa tetapi anggaplah mereka sebagai seorang konsultan yang ahli dalam penentuan diagnosa histologik bagi penderita kanker. Hal-hal demikian juga dapat men"egah agar tidak memberikan obat-obat kemoterapi sebelum diagnosa dipastikan se"ara histopatologik.

Keses&aian dia!nosa Pato o!i" dan K ini" !ebelum kita melakukan tindakan apapun dalam rangka pengobatan penderita kanker, kita harus yakin benar bahwa diagnosa yang dibuat sudah tepat, dalam arti bahwa diagnosa histopatologik harus sesuai dengan klinik. Bilamana tidak sesuai kita harus berusaha men"ari in ormasi lain, baik se"ara klinik maupun histopatologik untuk mendapatkan diagnosa akhir yang sesuai dan tepat. )+arang seorang penderita mengidap 3 penyakit kanker sekaligus*. Pen!o)atan tan,a Dasar Dia!nosa Histo,ato o!i" Hal penting yang perlu ditekankan berulang kali adalah, bahwa pengobatan kanker baru dapat diberikan setelah ada diagnosa pasti se"ara histopatologik. #amun demikian terdapat beberapa penge"ualian sehingga kita terpaksa memberikan pengobatan sebelum diagnosa histopatologik tegak, yaitu 4 1. Apabila tindakan diagnosa serta pengobatan yang ditunda akan meningkatkan morbiditas serta mortalitas bagi penderita. /isalnya penderita dengan tumor batang otak. 3. Apabila kemungkinan tumor jinak sebagai penyebab adalah ke"il misalnya penderita dengan sindroma %ena "a%a superior. PENENTUAN $TADIUM ,mumnya bila diagnosa histopatologik kanker telah ditegakkan tahap selanjutnya adalah menentukan stadium dari penyakitnya. 1iap kanker berbeda "ara penentuan stadiumnya sebab masing-masing kanker mempunyai perjalanan penyakit yang berbeda. Kriteria Penent&an $tadi&m Dalam banyak hal, "ara menentukan stadium dari suatu kanker adalah dengan memperhatikan4 1. Perjalanan penyakit dan "ara penyebarannya, 3. Parameter yang penting untuk penentuan prognosa, 5. Parameter yang penting untuk keperluan terapi. Penent&an $tadi&m dan Pen!o)atan ,mumnya kita semua sependapat bahwa pembedahan dan radioterapi diberikan pada penderita kanker stadium dini sedangkan kemoterapi diberikan pada kanker yang telah mengalami metastase dimana pembedahan dan radioterapi sudah tidak e ekti lagi. !ehingga dalam banyak hal, si at pemberian hemoterapi adalah paliati . !etelah mempelajari se"ara mendalam masalah pertumbuhan tumor serta kinetika dari sel tumor, pendapat demikian telah berubah sehingga kemoterapi tidak hanya diberikan pada stadium lanjut melainkan pada stadium yang lebih dini. (leh

karenanya, penentuan stadium yang akurat sangat penting untuk menentukan pengobatan penderita kanker6 baik itu pembedahan, radioterapi atau kemoterapi dan bila perlu kombinasi ketiganya. KEADAAN UMUM PENDERITA /enentukan keadaan umum dari penderita sebelum pengobatan adalah penting. Dengan menilai keadaan umum penderita, kita dapat mengetahui sampai berapa besar pengaruh kanker terhadap penderita tersebut serta kita dapat menduga apa akibat bila penderita tersebut mendapatkan obat-obat antikanker. Penilaian keadaan umum dititik-beratkan pada kemampuan penderita tersebut melakukan akti%itas. Penent&an $"a a Keadaan Um&m $"a a Karno-s"% 1abel 1 4 Penentuan !kala 'eadaan ,mum berdasarkan !kala 'arno sky Kemam,&an F&n!siona /ampu melaksanakan Akti%itas normal 1idak perlu Perawatan khusus 1idak mampu bekerja Bisa tinggal di rumah Perlu bantuan dalam banyak hal Dera.at a"tivitas 1778 normal tanpa keluhan tidak ada kelainan 978 keluhan gejala minimal :78 normal dengan beberapa keluhan gejala ;78 /ampu merawat diri tak mampu melakukan akti%itas normal atau bekerja <78 kadang-kadang perlu bantuan tetapi umumnya dapat melakukan untuk keperluan sendiri =78 perlu bantuan dan umunya perlu obat-obatan >78 perlu bantuan dan perawatan khusus 578 perlu pertimbangan-pertimbangan masuk rumah sakit 378 sakit berat, perawatan rumah sakit, pengobatan akti supporti sangat perlu 178 mendeteksi ajal 78 meninggal Penentuan skala keadaan umum menurut 'arno sky terlampau rumit sehingga sulit dihapal, lagipula kurang mempunyai arti klinik yang berarti.

1ak mampu merawat diri Perlu perawatan di $umah !akit atau lembaga lain

$"a a E*OD /Eastern *oo,erative On0o o!% +ro&,1 !kala ini lebih mudah diingat dan masing-masing skala lebih mempunyai arti klinik, sehingga para dokter lebih "ondong untuk menggunakan skala keadaan umum menurut ?@(A. $KALA E*O+ 1abel 3 4 Penentuan !kala 'eadaan ,mum Berdasarkan !kala ?@(A Dera.at 7 1 3 5 Dalam batas tertentu mampu merawat diri sendiri, sebagian besar berada diatas tempat tidur atau kursi )lebih dari =78 jam kerja dan sesuai dengan 'arno sky 57 . >7* > 1idak mampu berbuat apa-apa hanya tidur atau duduk di tempat tidur, kursi )'arno sky 17 . 37*. Dengan menggunakan skala keadaan umum tersebut diatas, kita dapat menentukan apakah seseorang yang mengidap penyakit kanker masih mungkin untuk diobati atau tidak. Penderita dengan skala keadaan umum ?@(A makin rendah, makin memungkinkan untuk mendapatkan pengobatan khususnya pengobatan dengan kemoterapi. Pada penderita dengan ?@(A derajat >, sebaiknya tidak diberikan pengobatan sebab hasil pengobatan umumnya minimal, sedangkan e ek samping yang timbul akan lebih besar. HA$IL PEN+OBATAN !etelah kita melakukan pengobatan terhadap penderita kanker, tentunya kita ingin melihat bagaimana hasil yang akan diperoleh. Hasil yang diharapkan dapat dinilai dari 4 1. 'etahanan hidup penderita, 3. Perubahan obyekti dari ukuran tumor atau produk dari tumor, 5. Perubahan subyekti . Tin!"at a"tivitas Akti , mampu melakukan semua akti%itas seperti pada saat sebelum sakit )'arno sky 97 . 177* /ampu melakukan pekerjaan ringan sehari-hari seperti pekerjaan rumah, pekerjaan kantor dsb )karno sky ;7 . :7* /ampu merawat diri sendiri tetapi tidak mampu bekerja ringan sehari-hari )lebih dari =78 jam kerja dan sesuai dengan 'arno sky =7<7*.

Keta2anan 2id&, 1ujuan utama pengobatan kanker adalah agar supaya penderita tahan hidup semaksimal mungkin seperti kalau ia tidak sakit kanker. Apabila hal ini terjadi barulah penderita kanker dikatakan sembuh. Bila hal ini masih belum bisa di"apai, tujuan dapat diperlunak dengan memperpanjang usia dibanding bila penderita tidak mendapat pengobatan, atau dengan kata lain ketahanan hidupnya diperpanjang dengan pengobatan. /akin besar kemungkinan ketahanan hidup yang panjang, makin baik pulalah obat yang digunakan. (leh karenanya dalam pemberian kemoterapi apa yang dinamakan -$e"ommended "hemotherapy atau -terapi yang dianjurkanB. Res,on %an! o)%e"ti2alaupun ketahanan hidup memegang peranan yang penting dalam menilai hasil pengobatan, akan tetapi sulit diterapkan dalam penilaian jangka pendek e ekti%itas dari obat yang digunakan. (leh karenannya digunakan parameter lain untuk menilai hasil pengobatan khususnya dalam jangka pendek yaitu4 1. ,kuran tumor, 3. Produk dari tumor, 5. Penilaian obyekti non kuantitati , >. !kala keadaan ,mum, =. Perubahan subyekti . U"&ran T&mor Dalam kaitannya dengan ukuran tumor ini, terdapat beberapa pengobatan hasil pengobatan yaitu 4 a. $espon komplit )1umor hilang sama sekali minimal dalam 3 kali pemeriksaan selang waktu > minggu*, b. $espon parsiil )1umor menge"il lebih dari =78 dari diameter terbesar dan tidak timbul lesi baru minimal setelah > minggu*, ". !tabil )1umor menge"il kurang dari =78 atau membesar kurang dari 3=8 dari diameter tumor*, d. Progresi )1umor membesar lebih dari 3=8 disertai dengan timbulnya lesi-lesi baru akibat tumor tersebut*. Dari penggolongan di atas diharapkan bahwa ketahanan hidup dari kelompok a* akan lebih besar dibanding dengan b*, "* atau d*. Apabila dalam suatu program pengobatan kanker jumlah yang memberikan respon komplit lebih dari =78 maka besar harapan bahwa jumlah penderita kanker jenis tersebut akan sembuh. /akin besar jumlah penderita yang mengalami respon komplit, makin besar pula kemungkinan untuk sembuh dengan jenis pengobatan yang digunakan. Prod&" dari t&mor Pada beberapa jenis tumor besar ke"ilnya sulit dinilai, sehingga penilaian keberhasilan pengobatan didasarkan pada perubahan besar ke"ilnya produk dari tumor tersebut )hormon, antigen atau antibody*. !ebagai "ontoh misalnya pada penderita

mieloma multiple, keberhasilan pengobatan diukur dari jumlah imunoglobulin yang disintesa. Pengobatan berhasil bila jumlah imunoglobulin yang disintesa berkurang. Demikian pula pada penderita dengan kariokarsinoma, keberhasilan pengobatan dinilai dengan jumlah H@A atau hormon "horioni" gonadotropin atau kadar al aetoprotein pada penderita hepatoma. ,ntuk -tumor markerB yang lain misalnya 4 &ambung )@?A, @A 19-9, @a ;3 . 3*, Pankreas )@?A, @A 19-9*, 'olon re"tal )@?A, 19-9, Darah samar, "olon albumin*, Hati )ACP, @?A, Cerritin, Aamma A1*, Payudara )@?A, @A 1=-5, /@A*, (%arium )@?A, @A 13=, @A ;3->*, ,terus )@?A, B-h@A*, !er%iks )@?A, !@@*, Prostat )@!A, PAP*, Paru-paru )@?A, !@@, #!?, @y ra 31-1*, 1yroid )h1A, "al"itonin*, #aso aring )DgA anti ?BE-E@A, DgA anti ?BE-?A* Peni aian o)%e"ti- non "&antitatiDalam hal ini, penilaian hanya didasarkan atas perbaikan obyekti yang tidak dapat diukur. /isalnya penderita dengan tumor ganas otak, keberhasilan pengobatan dinilai dari perubahan gejala-gejala neurologik yang ada. Aolongan penyakit yang hanya bisa dinilai se"ara kualitati dinamakan -e%aluable diseaseB. $"a a "eadaan &m&m !kala keadaan umum )'arno sky dan ?@(A* dapat pula digunakan untuk menilai keberhasilan pengobatan. 2alaupun sepintas lalu nampak seperti obyekti namun penilaian keberhasilan berdasarkan skala keadaan umum lebih bersi at subyekti . Per&)a2an s&)%e"tiPerubahan subyekti ini sangat penting bila ditinjau dari segi pribadi !ebaliknya saja penderita sebagai manusia seutuhnya. Perubahan obyerkti yang nyata tanpa disertai perubahan subyekti yang baik, tidak ada artinya bagi penderita. tidaklah bisa dikatakan %alid. Dalam hal-hal tertentu kita harus berani mengorbankan perubahan subyekti ini bila tujuannya memang penyembuhan. !ebagai "ontoh bilamana kita menghadapi tumor ganas pas"a bedah yang diduga mengalami mikrometastase dan kita akan meberikan kemoterapi, penderita tentu akan menolak karena e ek samping obat yang tidak enak. Akan tetapi kita harus bisa memberikan keyakinan pada penderita bahwa hal ini harus dikerjakan sebab tindakan ini akan membuahkan hasil yang baik, yaitu kesembuhan6 walaupun dalam beberapa saat yang bersi at sementara terasa kurang menilai keberhasilan pengobatan hanya berdasarkan perbaikan subyekti

enak akibat e ek samping obat sitostatika. !ebaliknya kalau pemberian obat kemoterapi bersi at paliati dengan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang untung ruginya serta memperhatikan aktor- aktor so"ial, ekonomi, psikologis dan tanggapan dari penderita maupun keluarganya. EFEK $AMPIN+ OBAT /E$O1 Fa"tor#-a"tor %an! )er,en!ar&2 ,ada E$O !alah satu "iri dari obat sitostatika ialah seringnya timbul ?!( yang berat walaupun dalam dosis pengobatan. (leh karennya sebagai dokter harus "ermat dalam memodi isir pemberian obat ini sehingga ?!( yang timbul akan seminimimal mungkin. Caktor- aktor yang mempengaruhi timbulnya ?!( ialah 4 1. +enis obat, 3. Dosis, 5. @ara pemberian, >. 2aktu pemberian, =. Caktor predisposisi yang ada pada penderita. E$O %an! &m&m ,mumnya kemoterapi memberikan ?!( yang hampir sama yaitu 4 1. /ielosupresi 4 anemia, lekopenia dan trombopenia, 3. /ual dan muntah, 5. /ukosa pe"ah-pe"ah, >. $ambut rontok, =. 'e"uali mual dan muntah ?!( tersebut di atas timbul akibat e ek sitotoksik dari obat ke sumsum tulang dan sel epitel selaput lendir atau kulit. E$O %an! se e"tiBeberapa ?!( yang si atnya selekti untuk masing-masing jenis obat ialah 4 1. Ein"a alkaloid, neurotoksik, ana ilaktik. Eva &si dan ,en0atatan E$O )erdasar"an ,ada E*O+3 se)a!ai )eri"&t /ta)e 41 3. @y"lophosphamide, sistitis hemoragik, 5. Anthra"y"lin, miokardiopati, >. Bleomy"in, ibrosis paru dan =. Asparaginase,

1abel 5 4 ?%aluasi dan pen"atatan ?!( berdasarkan pada ?@(A


E*O+ To5i0it% *riteria
7 &eukopenia 2B@ F 17 #eut F 17 1hrombo "ytopenia Anemia Hgb H"t 8 @lini"al Hemorrhage Dn e"tion B,# A, @reatinin Proteinuri Hematuria #one #one H 37 H 1,3 #eg #eg /inimal #o a"ti%e $F 31 . >7 1,5 . 3,7 1J /i"ro-@ult-Positi%e G 11 G 53 Pit F 17
5 5

1 5,7 - H >.= 1,= - H 1,9 9,= . 17,9 3: . 51,9 9,= . 17,9 3: . 51,9 H 9,= H 3:

3 3,7 - H 5,7 1,7 - H 1,= =7 - H 97

5 1,7 - H 3,7 7,= - H 1,7 3= - H =7 H 17 H 7,= H 3=

>

G >,= G 1,9 G 157

! o anemia /od-#ot debiting $eIuires a"ti%e $F >1 . <7 3,1 . >,7 3J - 5J Aross-@ult-positi%e

$eg trans usion Debilitating Debilitating G <7 G >,7 >J ArossJ@lots (bst uropathy &i e threatening &i e threatening !ymptomati" uremia

,rinary tra"t in e"tion should be gradede under in e"tion, not A, Hematuria resulting rom thrombo"ytopenia is graded under Hepati" !A(1 Alk. Phos Bilirubin @lini"al H1,=Fn H1,=Fn H1,=Fn 1,=-3 F normal 1,=-3 F normal 1,=-3 F normal 3,1-= F normal 3,1-= F normal 3,1-= F normal G= F normal G= F normal G= F normal Pre"oma Eiral hepatitis should be re"orded as in e"tion rather than li%er toFi"ity #KE Diarrhea Puls PC1 @lini"al #one #one #1 #ausea #o Dehydration 3=-=78 de"rease in D@( or E@ # K E @ontrollable Dehydration G =78 de"rease in D@D or E@ /oderate !F !e%ere nitten (3 !F-Dnter Assisted %ent (r "ontinous (3 Eoaiting intra"ta Arossly Bloody Hepati" "oma

Pneumonia is "onsidered in e"tion and not raded as pulmonary toFi"ity unless elt to be resultant Crom pulmonary "hanges dire"tly indu"ed by treatment

17

@ardia"

#D #D

!1-1 "hanges !inus ta"hy G 117 At rest

Atrial arrhythmias ,ni o"al PE@Ls

/ild @HC /ulti o"al PE@Ls Peri"arditis

!e"ara or re ra"t @HC %entri" 1amponade $esp dys un"tion 3 to weakness (bstipation reI surg paralysis . "on ining pt to bed wheel"hair

#euro

P#

#one

Do"r D1$L! /ild paresthesias /ild @onstipation

Absent D1$Ls !e%ere paresthesia !e%ere "onatipation /ild weakness

Disabling sens !e%ere PH pain (bstipation !e%ere weakness Bladder dys un"t

@#!

#one

/ild aniFiety /ild depression /ild Head"he

!e%e anFiety /od depression /od heada"he !penolen"e 1remor /ild hypera"ti%ity

@on used or !e%ere depression !e%ere heada"he @on ined to bad due to @#! Dys un"t

!eizures Bui"idel @osa

!kin K /u"osa

#D

1ransient erythema Pigaentation, atropy

Eesti"ulation !ubepidermal ibrosis

,l"eration #e"rosis

!tomatitis

#one

!orenes

,l"ers-"an pat

,l"ers-"an pat

Alope"ia Allergy

#one #one

Alope"ia-aid 1ransient rash Drug e%er H 5: @ )H 177,> C*


o o

Alope"ia-se%ere ,rti"aria Drug e%er G 5: @ ) G 177,> C* /ild bron"hospasm


o o

!erum si"kness Bron"hospasmeraI parenteral

anaphylaFis

Ce%er

H5;,=

H5: @ )H177,> C*

G5:o@ )H177,>o C*

!e%ere @-"hills

Ce%er @-hypotension

Ce%er elt to be "aused by drug allergy should be graded as allergy Ce%er due to in e"tion is graded under in e"tion only &o"al 1oF 1. 1he toFi"ity grade should re le"t the se%ere degree o""urring the e%aluated period, not an a%erage. 3. 2hen two "riterial are a%ailable or seaukar toFi"ities, e.g, leukopenia, neutropenia, the one resulting in the aorta se%ere toFi"ity grade should be "aused. 5. 1oFi"ity grade M = i that toFi"ity "aused the death o the patient >. $e er to detailed toFi"ity guidelines or to study "hairan or toFi"ity not "o%ered on this table #one Pain Pain J Phlebitis ,l"eration

RE*OMMENDED *HEMOTHERAPY OF HUMAN *AN*ER Head and Ne0" *an0er )@isplatin 17 mgNm i.% on day, Cluoroura"il 1777 mgNm as 3> in usion on days 1 to = "y"le repeats in 5-> weeks*. L&n! *an0er3 Non
3 3

11

$ma *e L&n! *an0er )@isplatin ;= mgNm i.% on day 1, Do"etaFel ;= mgNm i.% on day 1 repeat ea"h "y"le e%ery 31 days*, $ma *e L&n! *an0er )@arboplatin 577 mgNm i.% on day 1, ?toposide 177 mgNm i.% on day 1-5*.
3 3 3 3

+astri0 *an0er
3

)&eu"o%orin 577 mgNm as a 17 minutes i.% in usion, ?toposide 137 mgNm as a =7 minutes i.% in usion, Cluoroura"il =77 mgNm i.% as a 17 minutes in usion*. *o on *an0er )&eu"o%orin, 37 mgNm 1.% is ollowed by Cluoroura"il >3= mgNm i.% daily or = days, "ourses are repeated at > weeks*. Pan0reati0 *an0er )Aem"itabine 1777 mgNm i.% weekly or ; weeks ollowed by 1 week rest, then > weeks "y"les o 5 weekly doses ollowed by 1 week rest*.
3 3 3 3 3

+a ) ader *an0er )Cluoroura"il =77


3

mgNm on days 1 to = e%ery weeks or =77 to <77 mgNm i.% weekly*.


3

Breast
3

*an0er )@y"lophosphamide 177 mgNm N day p.o on days 1 to 1> gi%en as singles daily dose, DoForubi"ine 57 mgNm i.% push on days 1 and :, Cluoroura"il =77 mgNm i.% push on 1 and : repeat e%ery 3: days or < "y"les. DoForubi"in =7-<7 mgN m i.% > hours, Do"etaFel <7 mgNm by "ontinous 3> hours, &anograstri# )Arano"ytes* = mgN m 17 days, DoForubi"in maFimal or < "y"les*. Ovaria *an0er )@arboplatin i.% plus Pa"litaFel 1;= mgNm i.% o%er 5 hours*. Prosati" @an"er )DoForubi"in <7 mgNm i.% e%ery 5 weeks, @y"lophosphamide 1 mgNm3 e%ery 5 weeks, Cluoroura"il =77 mgNm
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

i.% weekly, /ethotreFate >7 mgNm i.% weekly, @isplatin >7 mgNm i.% e%ery 5 weeks, ?stramustine <77 mgNm p.o on days 1 to >3 and Einbalstine > mgNm weekly or < weeks, "ourses o ?stramustine and Einblastine are repeated e%ery : weeks*. $o-t Tiss&e $ar0oma )@y"lophosphamide <77 mgNm i.% on day 1, DoForubi"in by "ontinous 9<-hour in usion <7 mgNm i.% )1= mgNm3Nday or > days*, Da"arbazine by "ontinous 9< hour in usion 1777 mgNm i.% )3=7 mgNm3Nday or > days*.
3 3 3 3 3

A0&te

Le&"emias6 A0&te M%e oid Le&"emia )@ytarabine 177 to 377 mgNm N3> hours "ontinous i.% in usion on days 1 to ; and Daunorubi"in >= mgNm i.% bolus on days 1 to 5*. A0&te L%m,2o) asti0 Le&"emia )Ein"ristine 3 mg i.% on days 1, :, 1=, )33* and Prednisone >7 or <7 mgNm p.o on days 1 to 3: or days 1 to 5= ollowed rapid tapre o%er ; days, Daunorubi"in >= mgNm i.% on days 1 to 5, &-Asparaginase =77 D,Nkg )1:.=77 D,Nm3* i.% on days 33 to 53. *2roni0 L%m,2o0%ti0 Le&"emia )@y"lophosphamide >77 mgNm3 p.o on days 1 to = or ;=7 mgNm3 i.% on day and Ein"ristine 1,> mgNm3 i.% on day 1 not to eF"eed 3,7 mg and Prednisone 177 mgNm3 p.o on days 1 to =*. *2roni0 M%e oid Le&"emia )Busul an >-< mgNdaily, HydroFyurea <77-:77 mgNm3Ndaily, Dnter eron 5 miles D,N5 times a week, Dmatinib 13
3 3

>77-<77 mgNday*.

15

RIN+KA$AN 'emoterapi paliati adalah kemoterapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. 'ode etik pemberian kemoterapi paliati adalah mempertimbangkan $espe"t or outonomy )segala keputusan terletak pada penderita*, Bene i"ial )yang kita berikan yakin berman aat*, #on mali i"ent )yang kita berikan tidak membahayakan* dan +usti"e )bijaksana*. &angkah-langkah pemberian kemoterapi adalah Diagnosis Harus Pasti )Hasil PA*, !tadium Harus +elas )1, 3, 5, >*, 'eadaan ,mum Penderita Harus Baik, (bat 0ang Diberikan Harus 1epat )+enis kemoterapi*, Hasil Pengobatan Harus Diikuti )$esponse $ate dan kesembuhan* dan ? ek !amping Harus Diwaspadai )Derajat 1, 3, 5, >*. die%aluasi setelah siklus kedua. dipertimbangkan untuk dihentikan. DAFTAR PU$TAKA 1. Brain /@. @urrent 1herapy in Hematology-(n"ology, Bo. De"ker Dn"., 1he @E. /osby @o. Cirotement, 19:= . 19:<. st 3. @a"i"ato DA., &owitz BB. /anual o Bedside (n"ology, 1 ed., &ittle Brown @o., Boston-1oronto, 19:5. rd 5. /or andini et al. /anual o @an"er @hemotherapy, 5 ed., 19:1. >. Paredes +/., /it"hell B!. /ultiple Omyeloma @urrent @on"epts in Diagnosis and /anagement. 1he /edi"al @lini"s o #orth Ameri"a, 19:7. st =. Portlo"k @!., Aogginet D$. /anual o @lini"al Problem in (n"ology, 1 ed., &ittle Brown @o,m Boston-1oronto, 19:7. st <. !"hein. De"ision /aking in (n"ology, 1 ed., &ittle Brown @E., Boston1oronto, 19:3. ;. !keel $.1, Handbook o @an"er @hemotherapy, Ci th ?dition, &ippin"ott 2illiams K 2ilkins, pp. 5-=<, 1999. Pemberian kemoterapi paliati umumnya tahun, tapi bila non respon, Bilamana responsi%e setelah siklus kedua

pengobatan dilanjutkan sampai dengan 1

1>