Anda di halaman 1dari 7

DI Susun oleh : Santi Trisetia P Wati Herawati Ricke Maya S Sigit Dwiantoro

Menurut Abu Ahmad ( 1983 )


Perasaan adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif

Ciri-ciri Perasaan
Setiap individu memiliki reaksi yang bersifat individual dalam menghadapi suatu keadaan, baik itu persepsi, perasaan, dan emosi.Oleh karena itu, antara satu individu dengan individu yang lain ada yang memiliki perasaan yang persis sama. Perasaan memiliki ciri-ciri spesifik yaitu :

Perasaan selalu terkait dengan Gejala kejiwaan yang lain, khususnya persepsi Perasaan sifatnya individual atau subjektif Perasaan di alami ole individu sebagai perasaan senang dan tidak senang

Faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan


Keadaan jasmani atau fisik individu yang bersangkutan Contoh : Perasaan individu yang sedang sakit lebih sensitif dibandingkan orang sehat Perasaan individu yang pendek gemuk kebal terhadap kritik

Struktur kepribadian individu mempengaruhi individu dalam mengalami suatu perasaan. Contoh : individu yang kepribadiannya mudah marah. Kepribadian ramah biasanya perasaannya halus Keadaan temporer pada diri individu atau bergantung pada suasana hati, individu yang sedang kalut pikirannya sangat peka teradap perasaan dibanding orang normal.

EMOSI

Menurut Bimo Walito ( 1989 )

Emosi adalah suatu keadaan perasaan yang telah melampaui batas sehingga untuk mengadakan hubungan dengan sekitarnya mungkin terggangu.
Bentuk-bentuk Emosi

gembira

Marah

Takut

Sedih

Perkembangan Emosi

Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak bayi dilahirkan.Misalnya bila bayi merasa senang, maka ia akan menhentak-hentakan kakinya. Dengan menungkatnya usia anak, reaksi, emosional anak akan mulai kurang menyabar, dan dapat lebih di bedakan. Misalnya anak menunjukan reaksi ketidaksenangan hanya dengan menangis dan menjerit. Pada usia 2-4 tahun, karakteristik emosi anak muncul pada ledakan marahnya. Pada usia 5-6 tahun emosi anak mulai matang. Ekspresi emosi pada anak mudah berubah dengan cepat dari satu bentuk ekspresi kebentuk ekspresi yang lain.

Perasaan atau dalam istilah lain disebut Renjana adalah gejala psikis yang memiliki sifat khas subjektif yang berhubungan dengan persepsi dan dialami sebagai rasa senang-tidak senang, sedih-gembira dalam berbagai derajat dan tingkatannya. Perasaan memiliki ciri-ciri yang spesifik seperti selalu terkait dengan gejala kejiwaan yang lain, sifatnya individual atau subjektif, serta perasaan dialami oleh individu sebagai perasaan senang dan tidak senang. Emosi berasal dari bahasa latin yaitu Movere yang berarti menggerakan atau bergerak. Dari asal kata tersebut emosi dapat diartikan sebagai dorongan untuk bertindak. Bentukbentuk emosi seperti gembira, marah, takut dan sedih. Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak bayi dilahirkan