Anda di halaman 1dari 23

ADAPTASI

Oleh: 1. Annisa Firdaus 2. Shafira Widya R. 3. Yusril F.

PENGERTIAN

Adaptasi adalah perkembangan dari suatu organisme membuatnya lebih sesuai untuk dan berkembang biak di lingkungan.

sifat yang hidup suatu

TUJUAN ORGANISME BERADAPTASI


Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk: Memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan). Mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas. Mempertahankan hidup dari musuh alaminya. Bereproduksi. Merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis.

MACAM-MACAM ADAPTASI

Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu: 1. Adaptasi Morfologi 2. Adaptasi Fisiologi 3. Adaptasi Tingkah Laku

1. ADAPTASI MORFOLOGI
Adaptasi Morfologi yaitu penyesuaian bentuk tubuh atau struktur tubuh tertentu dari suatu organisme terhadap lingkungannya. Adaptasi Morfologi, dibagi menjadi 2: 1.Adaptasi Morfologi pada hewan 2.Adaptasi Morfologi pada tumbuhan

1. Adaptasi Morfologi pada hewan

a. Paruh Burung Bentuk paruh burung mengalami penyesuaian dengan jenis makanan yang dimakannya. seperti,:
Burung elang paruhnya kokoh, tajam dan melengkung digunakan untuk mencabik-cabik makanannya yaitu daging.

Burung Kolibri atau burung mempunyai Paruh yang panjang dan lancip di gunakan untuk menghisap nektar pada bunga.

Burung pelikan memiliki paruh yang besar, pipih dan panjang seperti gayung yang berguna untuk maraup ikan.

Bebek memiliki paruh yang lebar dan pipih yang berguna untuk mengambil makanan yang ada didalam lumpur.

Burung gelatik memiliki paruh yang pendek dan kuat, sesuai makanannya yaitu padi.

Burung pelatuk memakan serangga yang ada di lubang lubang pohon memiliki paruh seperti alat pemahat.

b. Kaki burung
Kaki burung juga mengalami penyesuaian berdasarkan tempat dan cara hidupnya, seperti:

Burung rajawali kakinya kokoh dan kukunya melengkung tajam difungsikan untuk mencengkeram mangsa.

Bebek kakinya berselaput berfungsi untuk berenang di air.

Kaki Burung bangau yang panjang dan kecil, berfungsi untuk mencari ikan didalam air

Burung pelatuk kakinya kasar, kukunya runcing dan melengkung seperti pengait berfungsi untuk memanjat.

Burung pipit kakinya panjang dan kecil (langsing) berfungsi untuk bertengger .

Ayam kakinya kokoh dan kukunya runcing, berfungsi untuk mengais .

c. Tipe Mulut Serangga


Adaptasi morfologi pada mulut serangga didasarkan pada cara mengambil makanannya. Mulut serangga dibedakan menjadi empat tipe, yaitu: 1. Tipe mulut pengunyah, seperti: jangkrik
pada belalang, jangkrik dan kecoa mulutnya dilengkapi dengan rahang atas dan rahang bawah yang sangat kuat

2. Tipe nulut pengisap dan penjilat, seperti lebah


lebah madu dan lalat mulutnya dilengkapi dngan alat penjilat atau bibir,

3. Tipe mulut pengisap, seperti kupu-kupu


Makanan kupu-kupu adalah nektar. Nektar terletak di bagian dasar bunga. Untuk mendapatkan nektar tersebut maka kupu-kupu mempunyai alat pengisap bentuknya panjang yang disebut probosis digunakan untuk mengisap nektar.

4. Tipe mulut penusuk dan pengisap, seperti nyamuk.


Nyamuk kutu dan nyamuk mempunyai rahang yang panjang dan runcing, yang berfungsi untuk menusuk kulit manusia atau hewan lain.

2. Adaptasi Morfologi pada tumbuhan

1 Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup diair dalam waktu yang lama. Tumbuhan ini mengapung dipermukaan air, berdaun lebar dan tipis, memiliki lapisankutikula yang tipis dan mudah ditembus air. Contohnya adalah teratai dan eceng gondok.

2. Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan yang basah..Tumbuhan ini memiliki ciri daun yang lebar untuk mempercepat penguapan. Contohnya adalah keladi.

3. Tumbuhan xerofit
Tumbuhan xerofit adalah tumbuhan yang hidup di daerah yang sedikit air, seperti gurun pasir. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tebal dan berduri untuk mengurangi penguapan. Tumbuhan xerofit memiliki jaringan penyimpan air di dalam batangnya yang tebal dan dilapisi oleh lapisan lilin. Contohnya Kaktus

2. ADAPTASI fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap keadaan lingkungan. Contoh adaptasi fisiologi: 1. Adaptasi terhadap sistem pencernaan
Hewan-hewan herbivor beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulose.

2. Tumbuhan pemakan serangga (insektivora)

Contoh tumbuhan pemakan serangga adalah tumbuhan venus.Tumbuhan ini memiliki jebakan atau trap (modifikasi dari daun) yang dapat tertutup bila ada serangga yang masuk di antara rambut-rambut trap tersebut. Didalam trap tersebut juga diproduksi cairan asam enzimatik yang akan menguraikan jaringan hidup, mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimakan oleh tanaman tersebut. Ketika proses pencernaan telah selesai maka trap akan membuka kembali, dan menyisakan struktur seperti rangka sedangkan materi nitrogen telah digunakan oleh tanaman sebagai nutrisi.Selain venus tumbuhan yang memakan serangga yaitu kantung semar dan embun matahari.

3. ADAPTASI tingkah laku


Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku: 1. Mimikri
adalah perubahan warna kulit hewan sesuai lingkungan tempat ia tinggal, contohnya bunglon. Apabila bunglon tinggal di daun yang hijau, tubuhnya akanberwarna hijau seperti daun. Serangga juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya seperti belalang yang memiliki bentuk seperti daun dan ranting. Hal ini menyebabkan bunglon terhindar dari pemangsanya

2. Autotomi
yaitu mengelabuhi musuh dengan cara memutuskan ekor. Cecak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus, dalam keadaan bahaya, cecak akan menggunakan cara itu untuk mengelabuhi musuh.

3.Hibernasi

Pada saat musim dingin ular bartahan hidup dengan cara hibernasi, yaitu terlelap pada tidur khusus yang sengaja dilakukan pada saat musim dingin.

4. Estivasi
Estivasi yaitu tidur dikala musim panas, pada saat musim panas beberapa hewan bergerak mencari perlindungan dan tidur karena udaranya sangat panas dan kering. Contoh hewan yang melakukan estivasi yaitu kelelawar dan tupai.

5. Pohon jati

Pohon jati menggugurkan daunnya saat musim kemarau untuk mengurangi penguapan

6. Perilaku Produksi
Dalam perilaku reproduksi, biasanya seekor hewan jantan bertarung dengan jantan lain. Hal ini terjadi agar dapat menguasai si betina dan dapat melakukan perkawinan untuk berkembang biak. Ada pula jantan yang menunjukkan bagian-bagian tertentu dari tubuhnya untuk menarik perhatian si betina. Contohnya, burung merak jantan akan mengembangkan bulu ekornya untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.

SELEKSI ALAM
Seleksi alam adalah proses bertahap dimana alam menyeleksi bentuk-bentuk yang cocok untuk bertahan hidup dan bereproduksi sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Untuk seleksi alam yang bekerja pada suatu populasi harus ada variasi dan kompetisi dalam populasi sebagai bahan seleksi. Konsep seleksi alam berpendapat bahwa organisme yang lebih cocok dengan lingkungannya akan bertahan dan bereproduksi lebih baik dibanding dengan organisme yang kurang cocok dengan lingkungannyasurvival of the fittest